Anda di halaman 1dari 36

Dr. Putri Adimukti, M.

Kes
12 Juli 2012
OVERVIEW
Mengetahui Sejarah Nano Teknologi
Mengenal Terminologi Dalam Nano
Teknologi
Mengetahui Definisi Nano Teknologi
Mengetahui Manfaat Nano Teknologi
Secara Umum
Mengetahui Manfaat & Keamanan
Nano Teknologi Dalam Kosmetik
TERMINOLOGI
Material Nano : Material dengan satu atau lebih dimensi ekternal atau
struktur internal pada skala nano, yang memiliki karakter tersendiri
dibandingkan material sejenis yang tidak menggunakan teknologi nano
Partikel Nano : Partikel dengan satu atau lebih dimensi yang berada pada
skala nano
Skala Nano : Skala yang memiliki satu atau lebih dimensi pada kisaran
100 nm atau kurang
Nano merupakan terminologi Yunani yang berarti KECIL
Nano Scale
Definisi Teknologi Nano
1 nano meter kira kira 50.000 lebih kecil dari
ukuran rambut manusia
1 meter = 1 milyar nano meter
Nanoteknologi adalah pembuatan dan penggunaan
materi atau bahan pada ukuran skala nano.
Sejarah Perkembangan
1959
Konsep Nanoteknologi
diperkenalkan oleh Richard
Feynman (Pemenang Hadiah
Nobel Fisika tahun 1965)
1974
Istilah Nanoteknologi
diresmikan Oleh Prof.
Norio Taniguchi dari
Tokyo Science
University
1980
Definisi
Nanoteknologi
dieksplorasi lebih
jauh lagi oleh Dr.
Eric Drexler
melalui bukunya
yang berjudul
Engines of
Creation: The
coming Era of
Nanotechnology.
1986
Kosmetik
berbasis
nanoteknologi
diluncurkan oleh
Dior yaitu sebuah
krim anti aging
yang bernama
Capture
Mengapa Nano Teknologi?
Reaksi Kimia, Fisika, maupun
Biologis yang terjadi pada
skala nano menunjukkan sifat
yang unik dan berbeda
Para Ilmuwan berharap dengan
keunikan ini maka akan
ditemukan suatu terobosan
baru dalam teknologi di segala
bidang
Proses Terjadinya Partikel
Nano
Natural Terjadi
Proses Terjadinya Partikel
Nano
Buatan
Pabrik
Gas phase
processed
Vapor
deposition
synthesis
Liquid
phase
methode
Mechanical
process
Pemanfaatan Teknologi Nano
Kedokteran
Automotif
Home
Appliance
Lingkungan Hidup Telekomunikasi
Komputer
Kosmetik
Nano Teknologi Dalam
Kosmetik
A reduction in the amount of agents and additives used in products
Longer shelf life and hence greater product effectiveness
The controlled release and optimisation of the availability of cosmetic agents in
certain skin layers
Digunakan sebagai zat yang mampu melindungi bahan-bahan dalam kosmetik
seperti vitamin
Digunakan sebagai zat yang memiliki efek antioksidan dalam formulasi
Digunakan sebagai sistem penghantar bahan active, delivery vehicle
Partikel Nano Titanium Dioxide (TiO2) dan Zinc Oxide (ZnO) digunakan sebagai
UV filter dengan hasil akhir formulasi yang lebih efektif dan transparan
Skin Delivery System
Trancellular
Intercellular
Transappendegeal
Nano Teknologi Dalam
Kosmetik
Nanotechnology
For Skin
Application
Lipid Based
Surfactant
Based
Polymer Based
Metal Oxides
Nanoparticles
Fullerenes
Nanocrystal
Nano Teknologi Dalam
Kosmetik
Lipid Base System
Vesicle Based
Liposomes Nanotopes
TM
Phytosomes
Transferosomes
Ethosomes
Particle
Based
Solid Lipid
Nanoparticles
Nanostructured
Lipid Carriers
Lipid Based System Vesicle
Based
Liposomes Nanotopes
TM
Struktur Satu atau lebih phospolipid
bilayer dalam bentuk
konsentris
Monolayer Phospolipid + Co
Surfactant






Penyusun Utama Phosphatidylcholine,
Ceramides
Lecithin + Co Surfactant
Active Loaded Hidrofobik & Hidrofilik
Vitamin A, Vitamin E,
Antioxidants (e.g. CoQ10,
lycopene and carotenoids),
Thymus extract
Mengangkut Lipid
Vitamin E acetate, Vitamin A
palmitate, D-panthenol
Kelebihan Strukturnya sangat mirip
dengan membran sel, bahan
aktif mudah masuk, aman
Liposomes jenis baru, lebih
stabil, ukuran lebih kecil dari
liposomes
Size 25 200 nm 20 nm (in average)
Liposomes
Liposomes
Liposomes
Nanotopes
TM

Liposomes VS Nanotopes
TM
Nanotopes
TM
Ukuran Rata-Rata 20 nm
Liposomes

Ukuran Rata-Rata 80 - 100
nm
Cryo Electron Micrograph
Lipid Based System Vesicle
Based
Phytosomes
Affinitas baik terhadap bahan-bahan botanical, seperti: green tea
(polyphenol), grape seed, silybum marianum, hawthorn
extracts, dan olive polyphenols
Transferosomes
Liposomes elastis
Mengandung ethanol
Lebih elastis dan lebih stabil daripada liposomes
Tidak melalui transappendegeal
Mengangkut -tocopherol
Ethosomes
Mengandung ethanol
Mengangkut azeleic acid lebih baik daripada liposomes
Lipid Based System Vesicle
Based
A. Pelepasan ethanol dari ethosom (bulatan abu-abu) yang melarutkan lipid pada kulit untuk
meningkatkan permeasi
B. Pelepasan lipid (bulatan putih) dari ethosome, kemudian terjadi interaksi ethosom dengan
lipid kulit
C. Ethosom mengerut melewati bilayer lipid kulit. Senyawa yang dibawa ditunjukkan sebagai
bintang di dalam vesikel.

Trasferosomes
Ethosomes
Nano Teknologi Dalam
Kosmetik
Lipid Base System
Vesicle Based
Liposomes Nanotopes
TM
Phytosomes
Transferosomes
Ethosomes
Particle
Based
Solid Lipid
Nanoparticles
(SLNs)
Nanostructured
Lipid Carriers
(NLC)
100 300 nm
Surfactant Based System
Vesicle Based
Niosomes Micelles
Emulsion
Based
Nano
Emulsion
Surfactant Based System-
Niosomes
Niosomes encapsulated estradiol (dalam HRT) mampu
menembus stratum korneum
Memperbaiki bioavailabilitas bahan yang sulit diserap kulit
Dipatenkan oleh LOreal
Niosomes
Surfactant Based System-
Micelles
Micelles
(Microemulsion)
Campuran Air,
Minyak, Dan
Emulsifier sintetis
(Tenside).
Berukuran 5 -100
nm
Membawa bahan
hidrofobik menembus
epidermis.
Mudah dibasuh
dengan Air
Banyak digunakan
untuk produk-produk
pembersih kulit
Tenside dapat
menyebabkan iritasi
kulit pada orang
dengan kulit sensitif
Surfactant Based System-Nano
Emulsions
Nano Emulsions
Emulsi Air dan
Minyak yang halus
dan sangat baik
Ukuran droplet
50 -1000 nm.
Menyerupai
Liposomes dengan
Phospolid utamanya
adalah
phospatidilkolin
Droplet hanya terdiri
dari monolayer
phospolid
Intinya Membawa
Lipid Liquid
Digunakan untuk membawa
bahan larut lemak (vitamin A,
vitamin E, evening primrose oil,
coenzymeq10)
Polymer Based System
Nanokapsul Polimerik
Merupakan struktur rongga spherical dimana bahan
aktif dapat terenkapsulasi di dalam cangkang
polimer
Bermanfaat untuk mencegah oksidasi bahan-bahan
yang sensitif terhadap cahaya (sinar), oksigen, dan
panas
Juga mengontrol waktu pelepasan bahan aktif
Membantu mencegah terjadinya inkompatibilitas
antar bahan dalam sebuah formulasi
Banyak digunakan untuk nutraceuticals, fragrances,
dan vitamins
Contoh umum polimer yang digunakan adalah :
polyvinyl acetate (PVA), poly ethylene glycol (PEG)
Metal Oxides Nanoparticles
Nanopartikel dari Titanium Dioxide &
Zinc Oxide digunakan sebagai UV filter
Ukuran < 400 nm
Ukuran primer sebagai UV filter 40 nm
Penambahan Coated dengan Aluminium
oxide, silicon oil, atau silicon dioxide
menghambat absorbsi energi foton
cahaya oleh Titanium dioxide sehingga
tidak terjadi pembentukan radikal bebas
Hasil akhir formulasi didapat Sunscreen
dengan spreading yang baik,
transparansi, dan memperkecil efek
iritasi
Metal Oxides Nanoparticles
Fullerenes
Terdiri atas 60 atom karbon
Memiliki aktivitas radical scavenging
sehingga menjadikannya sebagai
antioksidan
Digunakan dalam sediaan kosmetik
untuk skin rejuvenation & Anti Wrinkle
Berdiameter 1nm dan Non-
Biodegradable
Dalam beberapa studi menunjukkan efek
fototoksik dan genotoksik sehingga di
beberapa negara penggunaannya
dilarang atau dibatasi

Nanocrystals
Digunakan sebagai skin delivery
system untuk bahan obat ataupun
kosmetik yang bersifat hidrofobik yang
memiliki keterbatasan bioavalabilitas
Kemampuan absorbsi ke dalam kulit
lemah karena cenderung membentuk
agregat sehingga molekulnya dapat
mencapai 600 nm
Efektif digunakan dalam formulasi
kosmetik yang menggunakan bahan aktif
rutin dan hesperidin
Nanotechnology Cosmetics On
The Market
Tabir Surya
(Metal Oxides Nanoparticles)
Krim
Payudara
(Niosomes)
Perawatan rambut
(Nanocluster
TM
)
Make up
(Nanoemulsi)
Moisturiser
(Lipid Nanoparticles)
Pasta Gigi
(Nanoparticle
hydroxyapatite)
Anti Aging Cream
(Liposomes, Nanotopes,
Fullerenes)
FDA Regulation
Nanomaterials can be divided into two groups:
(1) soluble and/or biodegradable nanoparticles (e.g.
liposomes and nanoemulsions) upon application to skin
(2) insoluble and/or biopersistent nanoparticles (e.g. TiO2,
fullerenes, quantum dots).
For exposure via dermal absorption, studies should be
conducted for intact skin and impaired skin. The passive
transport of many nanomaterials may not occur through intact
skin, but there is a substantially increased probability for entry of
nanomaterials through skin with an impaired barrier layer
The use of aerosolized cosmetic products can also result in
exposure to nanomaterials via the respiratory tract.
The soluble nanoparticles may be dissolved, metabolized and
transported to other organs and blood whereas the insoluble
nanoparticles may be retained in the airways or swallowed by
coughing.
FDA Regulation
FDA recommends, at a minimum, testing
for :
acute & chronic toxicity,
skin irritation,
dermal photoirritation,
skin sensitization,
mutagenicity/genotoxicity (repeated dose
21-28 days)
phototoxicity testing for cosmetic
products and cosmetic ingredients
TERIMAKASIH ATAS
PERHATIANNYA