Anda di halaman 1dari 1

ABSTRAK

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI AKSEPTOR GANTI CARA DARI SUNTIK KE PIL DI BPS ENDANG IP BANDAR LAMPUNG TAHUN 2007
Oleh AMINAR Adanya program KB diharapkan ada keikutsertaan dari seluruh pihak dalam mewujudkan keberhasilan KB di Indonesia. Program KB yang didasarkan pada Undang-undang Nomor 10 tahun 1992 tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga kecil sejahtera yang serasi dan selaras dengan daya dukung dan daya tampung lingkungan. Hasil pre-survey yang peneliti lakukan di BPS Endang IP pada minggu pertama bulan Mei 2007 diperoleh jumlah akseptor KB suntik sebanyak 147 orang akseptor. Dari jumlah ini diketahui 15 diantaranya (10,20%) berganti ke alat kontrasepsi pil karena adanya bercak darah (spooting), serta gangguan haid (amenore) yang tidak teratur. Selain itu dari 15 orang tersebut 6 orang (40 %) diantaranya mengalami komplikasi dan 4 orang (26,67%) mengalami kegagalan. Penelitian ini bersifat analisa korelasi, dimana penelitian dilaksanakan dengan tujuan menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi akseptor ganti cara dari suntik ke pil di BPS Endang IP Bandar Lampung tahun 2007, pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar kuesioner, kemudian disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan tabel silang (crosstabs). Sampel dalam penelitian ini adalah semua akseptor KB yang ganti cara dari suntik ke pil di BPS Endang IP Bandar Lampung pada tahun 2007 sebanyak 35 orang. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara efek samping dengan akseptor ganti cara menjadi ke alat kontrasepsi pil di BPS Endang IP (p>=0,05: OR= 3,450), tidak ada hubungan antara kegagalan penggunaan alat kontrasepsi dengan akseptor ganti cara menjadi ke alat kontrasepsi pil di BPS Endang IP (p>=0,05: OR= 4,167). Saran yang dapat penulis sampaikan kepada lahan penelitian diharapkan dapat terus meningkatkan pelayanan kontrasepsi yang sudah berjalan, hingga jauh lebih baik lagi dengan melakukan kegiatan berupa pendidikan kesehatan dan penyuluhan kepada masyarakat khususnya akseptor KB yang menggunakan alat kontrasepsi hormonal, baik suntik maupun pil.