P. 1
Model Pengembangan E-SDLC Di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta

Model Pengembangan E-SDLC Di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta

|Views: 224|Likes:
Dipublikasikan oleh Allan Nugraha

More info:

Published by: Allan Nugraha on Oct 08, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/11/2013

pdf

text

original

Sections

  • A. Tujuan Penelitian:
  • B. Subyek dan Lokasi Penelitian
  • E. Sumber Daya Manusia Pendukung SIM Berbasis Komputer pada Dinas
  • F. Model SDLC untuk SIM Berbasis Komputer di Dinas Pendidikan Kota
  • I.IDENTITAS DIRI
  • II. PENDIDIKAN FORMAL
  • III. PENGALAMAN MENGAJAR
  • IV. PUBLIKASI/KARYA ILMIAH
  • V. PENGABDIAN PADA MASYARAKAT
  • VI. PENGALAMAN PENELITIAN:
  • VII. PELATIHAN/SEMINAR/LOKAKARYA
  • VIII. Pengalaman Organisasi Profesi

Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Perkembangan teknologi informasi dewasa ini semakin pesat, sehingga membuat dunia semakin sempit. Jarak bukan menjadi masalah yang berarti dengan adanya teknologi informasi tersebut. Aplikasi dalam kehidupan sudah semakin beragam sehingga dapat dikatakan bahwa tidak ada lagi segi kehidupan yang belum tersentuh oleh perkembangan teknologi informasi ini termasuk dunia pendidikan. Sebagai tanggapan terhadap fenomena tersebut, para pakar telah mengembangkan orientasi baru dalam bidang informasi yang dikenal dengan nama Sistem Informasi Manajemen (SIM) atau information management system (IMS). Sistem informasi merupakan kumpulan elemen- elemen yang saling berinteraksi untuk mencapai tujuan tertentu, mempunyai beberapa komponen yang saling terkait dan

membentuk jalinan kerja yang kompak untuk mencapai sasaran. Sistem informasi yang terdiri dari

komponen-komponen dengan istilah blok bangunan atau komponen bangun terdiri dari: (a) komponen masukan, (b) komponen model, (c) komponen keluaran, (d) komponen teknologi, (e) komponen data dasar, (f) komponen kendali, dan (g) komponen komponen pemakai. Sebagai suatu sistem, ketujuh komponen tersebut masing-masing berinteraksi satu dengan yang lainnya membentuk suatu kesatuan untuk mencapai sasarannya (Jogiyanto, 1993: 12).

1

Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta

Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan pada studi awal peneliti yang menemukan permasalahan yang terkait dengan SIM di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, yaitu belum adanya model pengembangan SIM berbasis komputer yang bisa mengakomodasi kebutuhan sekolah-sekolah di Kota Yogyakarta. Untuk memecahkan permasalahan tersebut, maka peneliti bermaksud mengadakan penelitian untuk mengembangkan model sistem informasi manajemen (SIM) berbasis komputer di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Daerah Istimewa Yogyakarta. Sistem yang ada pada saat ini, berupa komponen data dasar, komponen masukan, komponen keluaran, dan komponen teknologi yang masih perlu pengembangan lebih lanjut karena ketinggalan teknologi. manajemen berbasis Kota komputer Yogyakarta di masih

Implementasi sistem informasi Dinas

Pendidikan

memerlukan pembenahan. Dalam ruang lingkup LAN dan WAN ditengarai adanya kelambatan pemasukan data, kelambatan layanan, perbedaan data di beberapa tempat, adanya konflik dalam sistem, pengulangan permintaan data yang sejenis yang pemenuhannya juga memerlukan waktu yang relatif lama, kurangnya penyesuaian perangkat lunak dan perangkat keras dengan perkembangan diduga ada teknologi beberapa informasi. permasalahan Dalam antara ruang lain lingkup internet informasi yang

ditampilkan kadang-kadang sudah terlalu lama, perangkat lunak yang digunakan belum mengikuti perkembangan teknologi informasi, belum ada sistem keamanan yang memadai.

2 .

karena meskipun pengembangannya sudah menggunakan tahapan-tahapan yang modern. (2) biaya pemeliharaan atau perawatan sistem lebih mahal. namun tidak dilengkapi alat-alat dan teknik yang memadai. (3) kemungkinan timbulnya kesalahan sistem lebih besar. ada beberapa permasalahan lain yang dihadapi Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta diantaranya (1) pengembangan perangkat lunak mengalami kesulitan. Pendekatan SIM yang dilakukan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta masih kurang memadai. (1993: 53) bahwa pendekatan pengembangan sistem informasi yang mengikuti tahapan-tahapan modern. Menurut Jogiyanto HM. (4) 3 . namun tidak dilengkapi dengan dukungan perangkat-perangkat lunak dan teknik-teknik yang memadai.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Pengembangan SIM berbasis komputer di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta selama ini masih menggunakan pendekatan klasik. (1983: 53-56) pendekatan klasik dalam sistem informasi manajemen dapat menimbulkan permasalahan baru sebagai berikut: (1) pengembangan perangkat lunak akan mengalami kesulitan. termasuk pendekatan klasik (tradisional). (2) biaya pemeliharaan atau perawatan sistem lebih mahal. (3) kemungkinan timbulnya kesalahan sistem lebih besar. (4) keberhasilan sistem kurang terjamin. Penulis sependapat dengan pernyataan Jogiyanto HM. Kondisi ini bertentangan dengan perkembangan SIM diberbagai bidang yang semakin pesat dan kompleks. (5) timbulnya permasalahan baru pada pihak pemakai sistem karena kurang terlibat pada proses pengembangan sistem. sehingga diperlukan suatu pendekatan yang lebih baik. Selain itu.

Urgensi Penelitian Penelitian ini penting untuk dilakukan karena terkait langusng dengan SIM. Hal ini juga berlaku pada Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Daerah Istimewa Yogyakarta.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta keberhasilan sistem kurang terjamin. Keberadaan SIM berbasis komputer d di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta DIY sangat penting sebab dapat mendukung kelangsungan hidup Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta DIY. apabila organisasi tersebut memiliki model sistem informasi berbasis komputer yang handal. (5) timbulnya permasalahan baru pada pihak pemakai sistem karena kurang terlibat pada proses pengembangan sistem. Informasi yang cepat dan akurat tersebut dapat diperoleh suatu organisasi. Sistem Informasi Manajemen berbasis komputer dapat memberikan kemajuan suatu organisasi khususnya Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta sangat didukung oleh bagus atau tidaknya SIM yang ada di lembaga tersebut. Dengan implementasi SIM berbasis komputer ini diharapkan masalahmasalah pendidikan yang dihadapi Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta DIY dapat diselesaikan dengan cepat dan tepat dalam rangka pencapaian tujuan . maka perlu diadakan penelitian khusus yang berkaitan dengan Model Pengembangan SIM berbasis komputer di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta DIY. Akurasi dan kecepatan dalam memperoleh informasi menjadi persyaratan utama dan tidak bisa ditawar lagi. B. Dari beberapa permasalahan-permasalahan SIM berbasis komputer di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta sebagaimana tersebut di atas.

4 .

maka diperlukan model pengembangan SIM yang terencana sehingga tidak ketinggalan dengan perkembangan SIM yang sangat cepat.” Teknologi informasi merupakan suatu alat yang memiliki keunggulan dalam menciptakan disain proses yang baru. Model ini merupakan salah satu alternatif untuk memecahkan permasalahan yang ada di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. . dan keunggulan yang lainnya sehingga dapat mendukung perkembangan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta DIY.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta organisasi. Dengan demikian penelitian ini sangat urgen karena dapat memberikan sumbangan dalam pengembangan Iptek dan merupakan salah satu alternatif untuk memecahkan masalah pendidikan bidang SIM berbasis komputer. yaitu dalam hal: kecepatan. Model pengembangan SIM berbasis komputer di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta DIY tersebut adalah model E-SDLC. Hal ini didukung oleh Attaran. Dengan demikian SIM berbasis komputer sangat penting bagi Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. kuantitas. Oleh karena perkembangan SIM berbasis komputer sangat pesat. Hasil formulasi model ini diharapkan dapat memberikan sumbangan terhadap pengayaan Iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi) khususnya bidang teknologi informasi yang di dalamnya terdapat kajian SIM berbasis komputer. sistem informasi manajemen berbasis komputer memiliki keunggulan dalam mengelola informasi. kompleksitas. repetitif. akurasi yang tinggi. Hal ini disebabkan. (2001: 3) yang mengatakan bahwa ”Information technology is so powerful a tool that it can actually create new process design.

5 .

Tujuan Penelitian: Tujuan penelitian ini dibagi menjadi dua. 4.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta BAB II TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN TAHUN I (2009) A. WAN di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta DIY. 2. 3. pengelola database. Model pengembangan software (perangkat lunak) yang terencana dan selalu mengikuti perkembangan TI di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta DIY. Pelatihan bagi SDM pendukung SIM berbasis komputer di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. Tahun pertama (tahun 2009): 1. jaringan LAN. 2 Tujuan khusus: a. Mengetahui kesiapan brainware (perangkat otak) untuk mendukung pengembangan SIM berbasis komputer yang antara lain terdiri teknologi informasi khususnya sistem informasi dari: analisis sistem. dan spesialis jaringan di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta DIY. 6 . 1 Tujuan umum penelitian ini adalah memberikan sumbangan dalam pengembangan pendidikan. yaitu tujuan umum dan tujuan khusus. Model pengembangan hardware (perangkat keras) misalnya: komputer.

Sedangkan secara khusus penelitian ini memiliki beberapa manfaat. software. maka dikembangkan model SIM. Manfaat Penelitian Secara umum manfaat penelitian ini adalah dapat memberikan sumbangan terhadap pengayaan Iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi) khususnya bidang teknologi informasi yang di dalamnya terdapat kajian SIM berbasis komputer. WAN di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta DIY sesuai perkembangan teknologi informasi. (4) Melakukan pengembangan software (perangkat lunak) yang terencana dan selalu mengikuti perkembangan TI di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta DIY. (2) Pelatihan Implementasi Model E-SDLC bagi SDM pendukung SIM berbasis komputer di DinasPendidikan Kota Yogyakarta. pengelola database.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta b. jaringan LAN. yaitu Model ESDLC dalam bidang pendidikan di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta DIY. yaitu: (1) Meningkatkan kesiapan brainware (perangkat otak) untuk mendukung pengembangan SIM berbasis komputer yang antara lain terdiri dari: analisis sistem. 7 . B. Tahun kedua (tahun 2010): (1) Berdasarkan kesiapan brainware. (2) Meningkatkan kesiapan SDM pendukung SIM berbasis komputer di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta dalam rangka pengembangannya sesuai tuntutan global. model hardware. (3) Melakukan pengembangan hardware (perangkat keras) misalnya: komputer. dan spesialis jaringan di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta DIY.

Dari ketiga pembahasan komponen tersebut akan memperjelas pengetahuan kita tentang SIM yang dapat membantu dalam implementasi SIM berbasis komputer pada suatu organisasi. memberikan definisi SIM sebagai berikut: SIM adalah suatu kelompok orang. manajemen. seperangkat pedoman. (1997: 16) dalam bukunya Sistem informasi modern. Menurut Murdick. informasi. dan petunjuk peralatan pengolahan data (seperangkat elemen). Pengertian Sistem Informasi Manajemen Komponen-komponen yang membangun SIM yaitu sistem. (1983: 2) menyatakan SIM adalah kumpulan dari manusia dan sumber-sumber daya modal di dalam suatu organisasi yang bertanggung jawab mengumpulkan dan mengolah data untuk menghasilkan informasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen di dalam kegiatan perencanaan dan pengendalian. 8 .Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta BAB III TINJAUAN PUSTAKA A. mengolah dan mengambil kembali data (mengoperasikan data dan barang) untuk mengurangi ketidakpastian pada pengambilan keputusan (mencari tujuan bersama) dengan menghasilkan informasi untuk manajer pada waktu mereka dapat menggunakannya dengan paling efisien (menghasilkan informasi menurut waktu rujukan). Cushing dalam Jogiyanto. memilih. menyimpan.

penahanan.. Jr.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta The Liang Gie. manajemen dan pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi. diproses dan dibuat agar mudah diperoleh bagi manajer agar informasi menjadi alat bantu dalam tugas-tugas operasional manajer sehari-hari. data dikumpulkan. (2001: 327) menyatakan SIM adalah sebagai suatu sistem berbasis komputer yang menyediakan informasi bagi beberapa pemakai dengan kebutuhan yang serupa. (1999: 3) memberikan definisi SIM sebagai sistem manusia atau mesin yang terpadu untuk menyajikan informasi guna mendukung fungsi operasi. pengolahan. Dalam suatu SIM. (2000: 31) secara sederhana menyatakan SIM dapat dirumuskan sebagai kebulatan jalinan hubungan dan jaring lalu lintas informasi dalam suatu organisasi mulai dari sumber yang melahirkan bahan keterangan melalui proses pengumpulan. diorganisasikan. McLeod. Sedangkan Davis. (1999: 682) mengatakan SIM adalah suatu sistem yang secara spesifik dirancang untuk mengarahkan jumlah-jumlah besar dan banyaknya jenis informasi dalam suatu organisasi. sampai penyebarannya kepada para petugas yang berkepentingan agar dapat melaksanakan semua tugas dengan sebaik-baiknya dan terakhir tiba pada pucuk pimpinan organisasi untuk keperluan membuat berbagai keputusan yang tepat. Taylor III. Dari definisi tersebut dapat digambarkan suatu model SIM sebagai berikut: .

9 : .

Dalam rangka mengikuti perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat. Dengan adanya SIM yang baik maka pengembangan dan kelangsungan hidup suatu organisasi dapat dicapai dengan baik.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Lingkungan Pemecahan masalah organisasi Perangkat lunak penulis laporan Model matematika Data Informasi SIM Database Lingkungan Gambar 1. maka keberadaan SIM berbasis komputer dalam suatu organisasi sangat diperlukan. Model SIM Berdasarkan pendapat beberapa ahli sebagaimana tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa definisi SIM adalah suatu sistem yang diperlukan oleh suatu organisasi untuk menyediakan informasi yang penting dalam rangka mencapai tujuan organisasi. Dengan implementasi SIM berbasis komputer ini diharapkan masalahmasalah yang dihadapai suatu organisasi dapat diselesaikan dengan cepat dan .

10 .

Implementasi sistem informasi manajemen berbasis komputer yang ada dewasa ini merupakan salah satu sistem yang banyak membantu dalam pemecahan permasalahan organisasi. dirasa perlu untuk mengimplementasikan sistem informasi manajemen berbasis komputer. . kesesuaian perangkat lunak dan perangkat keras dengan perkembangan teknologi informasi. Persyaratanpersyaratan tersebut terdiri dari beberapa hal. mengelola informasi. Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta sebagai salah satu lembaga pendidikan. dalam kompleksitas.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta tepat dalam rangka pencapaian tujuan organisasi. (2001: 3) yang mengatakan bahwa ”Information technology is so powerful a tool that it can actually create new process design. dan keunggulan yang suatu dapat mendukung perkembangan organisasi. sistem informasi manajemen berbasis yaitu komputer hal: memiliki kecepatan. keunggulan kuantitas. dalam repetitif. sehingga tinggi. Implementasi ini dapat dilakukan melalui LAN. Hal ini didukung oleh Attaran. akurasi yang lainnya.” Teknologi informasi merupakan suatu alat yang memiliki keunggulan dalam menciptakan disain proses yang baru. internet. Hal ini disebabkan. yaitu yang berkaiatan dengan sumber daya manusia yang ahli dalam bidang teknologi informasi. Implementasi sistem ini akan berjalan dengan baik jika persyaratan-persyaratan dari unsur-unsur sistem informasi manajemen berbasis komputer dapat dipenuhi dengan baik pula. intranet. dalam rangka pengembangan lembaga untuk menghadapi persaingan global.

11 .

Jr. Porsi komputer dalam pengolah informasi terdiri dari bidang aplikasi berbasis komputer sebagai berikut: management information system (MIS). memerlukan informasi yang akurat dan relevan. jika dibandingkan dengan sistem informasi yang masih menggunakan cara-cara manual. Layanan nilai mahasiswa dapat dilihat sewaktu-waktu melalui komputer yang terhubung dengan komputer server dan langsung dapat dicetak. kantor virtual. Sistem Informasi Manajemen Berbasis Komputer Manajer atau pimpinan dalam membuat keputusan untuk memecahkan masalah. Informasi disajikan dalam bentuk lisan maupun tertulis oleh suatu pengolah informasi. sehingga mutu layanan kepada mahasiswa dapat ditingkatkan.. Kita menggunakan istilah sistem informasi berbasis komputer atau CBIS untuk menggambarkan semua aplikasi bisnis tersebut yang prosesnya dilakukan dengan bantuan komputer dan tidak dengan cara manual (McLeod. Dari uraian sebagaimana tersebut di atas maka sistem informasi manajemen berbasis komputer didefinisikan sebagai suatu sistem yang diperlukan oleh suatu organisasi untuk menyediakan informasi yang penting dalam rangka mencapai tujuan organisasi dengan bantuan komputer.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta B. Sebagai contoh adalah penyediaan informasi akademik yang berkaitan dengan data mahasiswa dapat dilakukan dengan cepat. decision support system (DSS). 2001: 17). Sistem informasi manajemen berbasis komputer dalam kenyataannya banyak membantu pekerjaan manusia. dan sistem berbasis pengetahuan. memang Keberadaan sistem dirasa perlu informasi manajemen berbasis komputer bagi organisasi-oraginsasi khususnya Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta dalam rangka .

12 .

dan pengendalian terhadap kegiatan suatu organisasi sehingga tujuan organisasi tersebut dapat tercapai. Tujuan SIM Berbasis Komputer Peranan sistem informasi manajemen berbasis komputer dalam organisasi sangat penting dalam rangka mencapai tujuan organisasi tersebut.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta peningkatan mutu layanan dan pengembangan diri untuk menghadapi persaingan global. kompleksitas. (1997: 7) yang mengatakan bahwa tujuan SIM berbasis komputer adalah menyajikan informasi untuk pada pengambilan keputusan perencanaan. Keunggulan pengolahan informasi tersebut dapat dilihat dalam hal: kecepatan. pengorganisasian. dan keunggulan yang lainnya. C. Dalam mengambil keputusan. Hal ini disebabkan oleh beberapa keunggulan yang dimiliki sistem informasi manajemen berbasis komputer diantaranya dalam hal mengelola informasi. Bedasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa implementasi sistem informasi manajemen berbasis komputer sangat membantu dalam penyelesaian masalah-masalah yang dihadapi oleh suatu organisasi khususnya Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta dalam rangka mencapai tujuan. kuantitas. karena setiap kebijakan atau keputusan yang diambil jika didasarkan pada informasi yang akurat dan relevan akan menghasilkan kebijakan atau keputusan yang baik. . Hal ini sesuai dengan pendapat Murdick. informasi merupakan suatu prasyarat sebelum keputusan ditetapkan. Tugas dari SIM berbasis komputer adalah memberikan kemudahan informasi yang digunakan dalam perencanaan. akurasi yang tinggi. repetitif. pemrakarsaan. pengarahan.

13 .

Para ahli telah menerangkan unsur-unsur pembangun sistem informasi manajemen berbasis komputer. Software (perangkat lunak). (1997: 313) mengelompokkan unsur dasar sistem informasi manajemen berbasis komputer menjadi 4 (empat) macam. yaitu: a. Murdick. 2. Dari 2 (dua) pendapat ahli di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa unsur dasar sistem informasi manajemen berbasis komputer terdiri dari 4 (empat) unsur: 1. Software (perangkat lunak). Hardware (perangkat keras). pengendalian kegiatan operasi sub sistem suatu organisasi dan menyajikan sinergi organisasi pada proses. Hardware (perangkat keras). yaitu 1. Onong Uchjana Effendi. b. 3. (1989) membedakan 3 (tiga) unsur dasar dalam sistem informasi manajemen berbasis komputer. dan 3. Brainware (personalia). c. Software (perangkat lunak). sehingga sistem tersebut dapat berjalan dengan baik. Hardware (perangkat keras) 2. D. Brainware (personalia).Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta pengorganisasian. Brainware (personalia). Unsur-unsur SIM Berbasis Komputer Sistem informasi manajemen berbasis komputer memiliki beberapa unsur yang menjadi bagian dari sistem. 14 .

hard disc. 2. tergantung jenis data yang akan dikelola. motherboard. disket. (5) VGA Card merupakan interface yang menghubungkan antara CPU dengan monitor. pointing device. bagian ini sering disebut dengan CPU yang terdiri dari: (1) Processor (unit kendali) yang bertugas mengatur dan mengendalikan semua peralatan yang ada pada sistem komputer seperti Intel Pentium I. scanner. (4) Arithmetic Logic Unit (ALU) melakukan tugas perhitungan arithmetika yang terjadi sesuai dengan instruksi program. misalnya berupa CPU. IV. (3) Main memory yang berfungsi untuk menampung semua data yang masuk. II. Perangkat Keras Perangkat keras yang biasa dipakai dalam sistem basis data sangat beragam bentuk dan jenisnya. alat masukan ini digolongkan menjadi dua yaitu on line input (input langsung) dan off line input (input tidak langsung). dan lain-lain.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta a. main memory. (6) Motherboard merupakan salah satu komponen utama CPU yang berfungsi sebagai penghubung . Pengelola proses. Untuk data elektronik perangkat keras yang digunakan dapat diklasifikasikan berdasarkan fungsinya sebagai berikut: 1. kabel fiber optic. dan lain-lain. Alat input langsung dapat dikelompokkan menjadi beberapa bagian. (2) hard disc yang berfungsi untuk tempat programprogram dan data atau tempat penyimpanan program dan data. Sedangkan alat input tidak langsung diproses oleh CPU dengan menggunakan media lain seperti flash disc. Pengelola masukan. Alat input langsung diproses oleh Central Processing Unit (CPU) tanpa media lain. yaitu keyboard.

15 .

light pen. mouse. (7) Disc drive berfungsi sebagai input data melalui media lain yaitu disket. printer. 4. merupakan alat yang digunakan agar data yang diproses dapat dimengerti oleh manusia seperti monitor. memory. dll serta didalamnya terdapat port-port input maupun output data seperti port keyboard. Pengelola output. (8) Power Supply merupakan rangkaian yang mengatur kebutuhan arus dan tegangan yang dapat diterima oleh CPU melalui motherboard. printer.CPU) yang sesungguhnya dapat dikatakan sebagai “inti” dari komputer karena peranannya sebagai pemroses instruksi dalam bentuk program dengan menggunakan “bahasa” komputer tertentu. (2001: 100) yang mengatakan bahwa komponen-komponen perangkat keras diklasifikasikan sebagai berikut: 1) Unit pemroses sentral (Central Prosessing Unit. pembaca kartu (card reader). processor. cardlan. merupakan rangkaian atau alat yang berfungsi sebagai perantara bagian yang satu dengan bagian yang lainnya seperti kabel serat optik. dan lainlain. Alat-alat inilah yang mengirimkan data dalam bentuk yang dapat “dibaca” oleh komputer ke dalam unit pemroses. seperti: keyboard. disc drive. Universal serial bus (USB). 3.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta antara hard disc. mouse. 16 . Hal ini sesuai dengan pendapat Sondang P. Siagian. HUB. Pengelola penghubung. kabel UTP. 2) Alat pemasukan data.

Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta 3) Alat-alat keluaran. Contohnya: disc drive. komputer yang melalui 2001: dalam diberikan 92). keyboard. akan tetapi juga menyimpan intruksiinstruksi yang diberikan sehingga tidak diperlukan lagi “campur tangan” manusia untuk setiap kali komputer tersebut “diperintahkan bekerja” selama menggunakan program yang sama. monitor. Pengolahan data. Dalam arti . Konfiguarsi komputer merupakan suatu sistem karena terdiri dari berbagai komponen seperti CPU. hard disc. dan menyimpan data sebagai masukan dan informasi sebagai hasil olahannya. printer. Komputer mampu menerima. speaker. hard disc. disket. Siagian. Seperti telah dijelaskan di atas bahwa komputer adalah alat mesin elektronik yang menerima dan mengolah data sedemikian rupa sehingga menghasilkan informasi (Sondang P. printer. yaitu berbagai perlengkapan yang berperan membuat informasi sebagai keluaran pengolahan data dan siap digunakan oleh berbagai pihak dalam organisasi. Konfigurasi komputer beraneka ragam tergantung pada kemampuannya. dll. magnetic tape. memerlukan perangkat keras yang dikenal sebagai komputer. mouse. Contohnya: floppy disc. yaitu tidak hanya operator. flash disc. Sebagaimana telah diketahui bersama berdasarkan instruksi program bahwa “menjalankan” tugasnya kepadanya. dll. termasuk dengan penggunaan alat-alat elektronik. mengolah. 4) Penyimpan tambahan atau pendukung. Alat ini berfungsi untuk menyimpan data dan instruksi tertentu yang belum diperlukan oleh unit pengolahan sentral.

17 .

Sondang P. Konfigurasi komputer dapat dikategorikan menjadi dua jenis. Dengan kata lain secanggih apapun teknologi komputer yang memungkinkannya bekerja sangat cepat dan bahkan dapat melaksanakan instruksi sekaligus. Jelaslah bahwa apapun manfaat yang dipetik organisasi dalam menggunakan komputer. (2001: 93) menyatakan bahwa komputer digital berdasarkan tipe kecepatan kerjanya dapat dikelompokkan menjadi 4 (empat). huruf. komputer tidak lebih dan tidak kurang dari suatu alat elektronis dengan kemampuan menghitung yang sangat tinggi akan tetapi hanya mampu melaksanakan “pekerjaan” tertentu berdasarkan instruksi yang diberikan kepadanya. Pengalaman menunjukkan bahwa jenis komputer yang paling banyak digunakan untuk mengolah data bisnis ialah komputer digital. dan 18 . yaitu komputer digital dan komputer analog. Jenis yang kedua. Siagian. yang bekerja dengan mengukur kuantitas elektronik atau fisik secara berkesinambungan. intervensi manusia tetap diperlukan. besar kecilnya manfaat tersebut sangat ditentukan oleh unsur manusia yang mengoperasikannya. adalah komputer analog. komputer mikro. seperti suhu atau dimensi sesuatu. yang dikenal dengan istilah digit biner. dan simbol yang disajikan sebagai angka diskrit. yaitu komputer besar (mainframe). komputer mini. Komputer digital bekerja dengan cara menghitung angka. Dengan demikian komputer tetap merupakan “alat mati” dan hanya “hidup” apabila digerakkan oleh manusia. Alasan utamanya ialah karena kecepatan bekerjanya dan akurasi hasilnya dibandingkan dengan komputer analog.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta yang sesungguhnya. yaitu 1 dan 0.

Dengan kata lain. perlu mengetahui dan mengenali sub kategorisasi tersebut agar dalam keputusan mengenai konfigurasi komputer yang akan digunakannya. Komputer nano merupakan komputer yang mempDinas Pendidikan Kota Yogyakartaai kemampuan menghitung dengan teknologi tinggi. kapasitas penyimpan data tidak besar dan harganya pun relatif murah. penggunaan jaringan yang on line.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta komputer nano. Komputer mini merupakan komputer yang berukuran kecil. Manajemen dengan bantuan para tenaga spesialis informatika. Kiranya bahwa terdapat sub kategorisasi dari apa yang disebut komputer besar itu. bekerja cepat. Komputer besar yaitu komputer yang mampu memproses data dalam jumlah sangat besar berkat kemampuannya dalam menerima jutaan instruksi dalam setiap detiknya. Komputer mini juga dapat digunakan untuk pemrosesan dengan pangkalan data. . pilihan jatuh pada konfigurasi yang paling sesuai dengan kebutuhan organisasi yang bersangkutan. Komputer jenis ini sangat popular dikalangan bisnis terutama yang berskala menengah. Contoh komputer mini adalah Notebook. dan dapat diandalkan sebagai sarana pengolah data dengan kapasitas yang tidak terlalu besar seperti mainframe. Disamping itu komputer jenis ini mempDinas Pendidikan Kota Yogyakartaai kapasitas penyimpan data data atau informasi dalam jumlah yang sangat besar pula. menggunakan komputer jenis ini merupakan pilihan yang tepat jika suatu organisasi memerlukan database (data induk) dengan berbagai jenis bukanlah hal baru apabila ditambahkan network (jaringan). akan tetapi kecepatannya dalam mengolah data cukup tinggi. untuk aplikasi dengan program yang tidak terlalu rumit.

19 .

Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta

dan dengan kemampuan yang besar. Contohnya kalkulator dengan teknologi tinggi. Untuk memenuhi tuntutan akan penyediaan informasi yang cepat dan tepat, maka ada beberapa persyaratan perangkat keras yang harus

dipenuhi. Menurut Davis, (1999: 60) perangkat keras untuk sistem informasi yang maju pada umumnya memerlukan persyaratan minimal sbb: 1. Kemampuan komunikasi data, 2. Kapasitas saluran dan kesamaam bidang (interface) untuk serangkaian peralatan masukkan/keluaran dengan kecepatan tinggi, 3. Kemampuan untuk pengoperasian on line, 4. Penyimpanan besar, 5. Penyimpanan on line sekunder yang sangat besar. Untuk memenuhi persyaratan dengan tersebut, maka perangkat teknologi segi perangkat keras keras

harus disesuaikan informasi.

perkembangan data dari

Kemampuan komunikasi

dapat ditingkatkan dengan penyesuaian komputer(LAN) masing-masing organisasi, dengan misalnya

manajemen jaringan kondisi kabel lingkungan LAN jangan

pemasangan

sampai melebihi 100 meter tanpa ada switch, pemilihan model jaringan (sistem jaringan tersebar/terdistribusi), dll. Kapasitas saluran dan

kesamaam bidang untuk serangkaian peralatan masukkan/keluaran dengan kecepatan tinggi dapat dipenuhi dengan penggunaan kabel fiber optic yang memiliki keunggulan dalam kecepatan transfer data, memperbesar kecepatan processor (mengganti processor Pentium I, II, III, IV menjadi core 2

20

Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta

Duo),penambahan kapasitas main memory misalnya main memory dengan kapasitas 1 GB, dll. Kemampuan untuk pengoperasian on line biasanya ditentukan dari faktor SDM dan kondisi perangkat keras yang baik, sebagai contoh: kondisi switch, cardlan, CPU, keyboard, monitor, dan lain-lain harus baik atau dapat dioperasikan dengan sempurna. Penyimpanan yang besar dapat dipenuhi dengan melakukan penambahan atau penggantian hard disc, flash disc dan komponen penyimpan yang lain ke space yang lebih besar, contohnya: hard disc dengan kapasitas 80-200 GB, flash disc dengan kapasitas 4 GB, dan lain-lain. Perkembangan teknologi informasi khususnya perangkat keras sudah begitu pesatnya. Dewasa ini banyak bermunculan perangkat keras versi terbaru dengan berbagai macam keunggulan. Beberapa contoh perangkat keras versi terbaru adalah Processor core 2 Duo dengan kecepatan tinggi, router untuk sistem jaringan dengan berbagai keunggulan, yaitu mencegah terjadinya konflik IP, sistem keamanan yang baik seperti: sistem firewall security, pengaturan setting IP dan LAN lebih mudah karena bersifat automatis, hubungan antar kabel bersifat fleksibel,

dan harga yang terjangkau, berbagai macam motherboard untuk Processor dengan kecepatan tinggi, flash disc dengan space besar: 4 GB, VGA dengan kemampuan tinggi, main memory dengan kemampuan tinggi: DDR 1 GB, modem, hard disc dengan space besar: 80-200 GB, monitor, scanner, printer, FDD, CD ROM, CD RW, kabel fiber optic, dan lainlain Februari 2008 dari: (diambil pada tanggal 20 http://www.zipzoomfly.com/jsp/ProductDetail.jsp).

21 .

Penyesuaian perangkat keras sistem LAN. Penyesuaian perangkat keras dengan perkembangan teknologi informasi merupakan suatu persyaratan yang harus dipenuhi oleh suatu organisasi termasuk Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. maka pada suatu saat akan mengalami kesulitan jika menemui kerusakan. Penyesuaian perangkat keras ini perlu dilakukan sebab perangkat keras merupakan salah satu unsur utama dalam implementasi sistem informasi berbasis komputer. intranet dan internet dirasa perlu untuk dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta dalam rangka pengembangan lembaga. Sebagai contoh komputer pentium I (75 MHz) tidak akan sesuai jika digabung dengan program windows XP. b. mau tidak mau kita harus mengikutinya agar tidak ketinggalan dalam hal tersebut. Selain itu penyesuaian perangkat keras dengan perkembangan perangkat lunak juga perlu dilakukan sebab perangkat keras versi tertentu belum tentu cocok dengan perangkat lunak versi terbaru. Seandainya suatu organisasi tetap bertahan dengan perangkat keras yang lama.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Dengan perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat khususnya dari segi perangkat keras. Perangkat Lunak Perangkat lunak yang juga dikenal dengan istilah “program” adalah serangkaian program dengan instruksi-instruksi yang diberikan oleh operator 22 . Hal ini disebabkan karena kesulitan dalam mencari komponen-komponen lama yang pada kenyataannya sudah tidak diproduksi lagi.

yaitu perangkat lunak sistem dan perangkat lunak aplikasi.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta komputer kepada komputer yang memungkinkan komputer mengerjakan pekerjaan yang dinginkan oleh pemrogram (programmer) Sondang P. Menjembatani peranan informasi sebagai hasil olahan data dengan penggunanya. Kenyataan menunjukkan bahwa perkembangan perangkat lunak sudah sangat pesat. Sebenarnya. Mengolah berbagai sumber daya komputer yang dimiliki oleh organisasi. Dalam pengoperasian komputer yang berkaitan dengan perangkat lunak minimal mempunyai 3 (tiga) fungsi. yaitu 1. 2. khususnya dalam pengambilan keputusan. Pada dasarnya terdapat 2 (dua) jenis perangkat lunak. Perangkat lunak sistem adalah seperangkat program yang fungsinya mengkoordinasikan dan mengendalikan penggunaan perangkat keras serta sebagai wahana untuk mendukung penggunaan perangkat lunak aplikasi. Sedangkan yang dimaksud dengan perangkat lunak aplikasi adalah instruksi yang ditulis oleh atau untuk pemakai agar dapat mengaplikasikannya untuk bidang tugas masing-masing. perangkat lunaklah yang membuat komputer menjadi alat yang tangguh dan handal bagi manajemen dalam menjalankan fungsi dan aktivitasnya. Seperti diketahui instruksi tersebut harus diberikan dalam “bahasa” komputer. Siagian.101). baik yang sifatnya teknis maupun non teknis. Mengembangkan berbagai sarana yang dapat digunakan oleh sumber daya manusia sehingga dicapai pemanfaatannya yang optimal. sehingga dewasa ini 23 . dan 3. (2001: 100 .

Delphi. PHP. 1997: 187). Delphi. Penyesuaian perangkat lunak . windows NT server. kemudahan dalam pengoperasian. dll. Pascal. Fortran. Oracle. Proses pengembangan perangkat lunak dapat dilakukan dengan meninjau ulang perangkat lunak tersebut. Perkembangan perangkat lunak saat ini semakin pesat. Pascal. Visial basic.zipzoomfly. (diambil pada tanggal 20 Feruari 2008 dari: http://www. dll. windows NT.com/jsp/ProductDetail. Peninjauan ulang terhadap perangkat lunak tersebut perlu dilakukan. Perkembangan perangkat lunak saat ini sudah bergeser dari basis DOS ke basis windows yang memiliki banyak keunggulan diantaranya: tampilan yang lebih menarik. dan perangkat lunak aplikasi: My SQL.jsp ). Selain itu. dan lain-lain.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta dikenal aneka ragam “bahasa” komputer seperti Visual basic. fasilitas yang lebih lengkap. sebab dan terus merupakan suatu cara untuk melakukan perbaikan lunaksecara pengembangan perangkat menerus (Pressman. Dobb (2005: 15) memberikan gambaran bahwa perangkat lunak sistem dan perangkat lunak aplikasi yang sesuai dengan perkembangan teknologi informasi adalah berbasis windows dan harus memperhatikan sistem keamanannya. Sebagai contoh perkembangan perangkat lunak pada saat ini adalah perangkat lunak sistem (server): windows 2000 for server. windows Linux server. Dengan demikian penyesuaian perangkat lunak dengan perkembangan teknologi informasi perlu dilakukan untuk perbaikan dan pengembangan perangkat lunak tersebut. sehingga banyak perangkat lunak yang berbasis windows. Visual Fox Pro.

24 .

1997: 151).Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta dengan perkembangan teknologi informasi merupakan salah satu kriteria utama yang harus dipenuhi. artinya data yang sama disimpan dalam beberapa file. serta disimpan dengan suatu cara yang memudahkan pengambilan kembali data tersebut. Hirarki data dalam konsep database adalah sebagai berikut: 25 . Integrasi logis dalam catatan-catatan pada banyak file ini disebut konsep database. Program mengacu dataset untuk mengakses data dalam database. Sebagaimana tersebut di atas bahwa tujuan utama dari konsep database adalah untuk meminimumkan pengulangan data dan mencapai independensidata. Database adalah suatu koleksi terpadu dari data komputer yang disusun secara logis dan dikendalikan secara sentral. Pengulangan data adalah duplikasi data. Independensi data dicapai dengan menempatkan spesifikasi data dalam dataset dan kamus data yang terpisah secara fisik dari program. Perangkat lunak dalam sistem informasi manajemen biasanya berbentuk database management system (DBMS) atau sistem manajemen database dengan tujuan untuk meminimumkan pengulangan data dan mencapai independensi data. yaitu dalam dataset. jika sewaktu-waktu diperlukan (Murdick. Independensi data adalah kemampuan untuk membuat perubahan dalam struktur data tanpa membuat perubahan pada program yang dipakai untuk memproses data. Perubahan dalam struktur data hanya dilakukan sekali.

Field adalah satuan data terkecil yang menjelaskan bagian-bagian dari record. yaitu kurangnya keamanan sistem. yang menggambarkan atau mewakili suatu file. banyak menyambungkan sistem ke jaringan komunikasi data yang berbasis luas . 2. karena tanpa keempat komponen tersebut tidak dapat disusun suatu database yang baik. sebagai tempat penyimpanan data dari entitas. File adalah kumpulan record yang sejenis untuk masing-masing jenis entitas. Record adalah kumpulan satuan data yang mempunyai panjang sama.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Database File (berkas) Record (catatan) Field (elemen data) Secara fungsional hirarki data pada konsep database dalam Model Sistem Informasi Manajemen Sarana Prasarana Pendidikan adalah sebagai berikut: 1. Hal penting yang berkaitan dengan perangkat lunak adalah sistem keamanan baik pada tingkat LAN. Keempat komponen database tersebut merupakan komponen yang sangat penting keberadaannya dalam model SIM pada suatu organisasi. 3. intranet dan internet. Database merupakan himpunan file-file atau berkas-berkas mempunyai hubungan atau relasi logis dengan menggunakan kata kunci primer yang ada pada masing-masing file. 4. Dalam sistem jaringan internet ada beberapa kelemahan yang berpotensi untuk menghambat kelancaran Semakin sistem.

26 .

(2001: 78) menyatakan sistem keamanan jaringan dengan menggunakan firewall dibagi menjadi tiga: a. Hal ini adalah strategi yang sama dengan yang digunakan oleh kontraktor bangunan yang membangun tembok tahan api (firewall) di kodominium dan apartemen untuk mencegah api menyebar dari satu unit ke unit yang lain (McLeod Jr. Router ini dilengkapi dengan tabel-tabel . Pendekatan pertama untuk menangani masalah keamanan adalah memisahkan web site atau home page secara fisik yang terhubung ke jaringan internal yang berisi data dan sumber daya informasi. Pendekatan yang ketiga adalah membangun tembok perlindungan. 2001: 77). Circuit-level firewall c. Packet-filtering firewall b. Application-level firewall Sistem keamanan dengan packet-filtering firewall adalah suatu alat yang biasanya terdapat dalam suatu jaringan yang merupakan router sebagai pengarah arus lalu lintas. maka semakin besar resiko yang dihadapi dalam hal keamanan data.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta (internet). yang firewall... sehingga sistem keamanan jaringan komputer merupakan sesuatu yang sangat penting. Apabila router tersebut ditempatkan di antara jaringan internet dan jaringan internal (LAN). McLeod Jr. maka router dapat berfungsi sebagai data. Heckers dan kriminal komputer yang lain dapat masuk ke dalam jaringan komputer tertentu setiap saat. Pendekatan yang kedua adalah memberikan password (kata sandi tertentu) kepada orang-orang yang hanya memiliki kepentingan saja.

27 .

(1997: 94) mengatakan bahwa integritas perangkat lunak suatu sistem harus selalu ditingkatkan. sehingga hanya mengijinkan pesan tertentu dari lokasi tertentu untuk lewat. kode tersebut harus diperbaharui. sehingga dapat mengatasi permasalahan yang berkaitan dengan heckers dan virus program (program komputer yang bersifat merusak). Pressman. Oleh sebab itu. dihapus. Programmer jaringan menciptakan kode yang diperlukan untuk semua transaksi. Programmer jaringan harus menuliskan kode spesifik untuk setiap aplikasi dan apabila aplikasi itu ditambah. Alat ini dapat menuliskan penyaringan yang disesuaikan untuk setiap aplikasi suatu program. Mekanisme isolasi tersebut terdiri dari beberapa alat termasuk exsternal services host. Zona ini terdiri dari suatu mekanisme isolasi yang memisahkan antara jaringan internal dan jaringan internet oleh satu router. Keterbatasan router adalah ia hanya mengamankan satu titik. Sistem circuit-level firewall adalah sebuah komputer yang dipasang diantara jaringan internet dan jaringan internal (LAN).Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta diciptakan oleh programmer jaringan yang mencerminkan kebijakan penyaringan. Router mengakses tabel-tabel itu untuk setiap transmisi. Komputer ini dapat mengintegrasikan logika pengujian keaslian (authentication logic) ke dalam proses penyaringan. maka ada kemungkinan sistem keamanan dapat ditembus. atau dimodifikasi. Jika ada heckers yang menyelinap melalui titik lain. sistem keamanan merupakan suatu hal . Application-level firewall adalah bentuk keamanan yang paling lengkap dengan menciptakan zona keamanan antara internet dan jaringan internal (LAN).

28 .

Dengan demikian sistem keamanan yang baik merupakan salah satu kriteria pokok dalam unsur perangkat manajemen untuk jaringan lunak sistem informasi sistem keamanan berbasis komputer. Implementasi SIM berbasis komputer dengan perangkat lunak tertentu harus memperhatikan masalah keamanan.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta yang sangat penting dalam unsur perangkat lunak sistem informasi manajemen berbasis komputer. Salah satu model sistem keamanan adalah sistem keamanan firewall sebagaimana yang diungkapkan oleh McLeod Jr. dapat digambarkan sebagai berikut: Jaringan internet Sambungan internal jaringan kerja pemasok router Mekanisme Isolasi Border Router Pelayanan Eksternal IP Choke Protocol filter Internal/eksternal service gateway Internal Router Jaringan internal Gambar 2. Ada model komputer yang dikemukan oleh beberapa ahli. Sistem jaringan dengan keamanan firewall .

29 .

kesesuaian dengan perangkat keras. maka dapat disimpulkan bahwa persyaratan minimal perangkat lunak yang memenuhi perkembangan teknologi informasi adalah sebagai berikut: 1) Baik perangkat lunak sistem maupun aplikasi harus berbasis windows dengan pertimbangan kemudahan dalam pengoperasian. sehingga menyebabkan implementasi sistem informasi manajemen berbasis komputer kurang efektif. 2) Menggunakan sistem keamanan yang baik. . Penyesuaian perangkat lunak sistem informasi manajemen berbasis komputer dengan perkembangan teknologi informasi dirasa perlu dilakukan oleh setiap organisasi termasuk Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. dan kecepatan transfer data. Implementasi perangkat lunak dengan basis yang berbeda-beda akan dapat menimbulkan permasalahan-permasalahan.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Berdasarkan uraian sebagaimana tersebut di atas. seperti perangkat lunak dengan basis DOS tidak bisa diimplementasikan dengan basis web. Hal ini diperlukan karena perangkat lunak juga merupakan unsur utama dalam implementasi sistem informasi manajemen berbasis komputer. tampilan yang menarik. Perbedaan implementasi perangkat lunak ini akan menyebabkan kelancaran kerja sistem informasi manajemen berbasis komputer secara keseluruhan terganggu. misalnya sistem keamanan firewall 3) Penggunakan perangkat lunak yang berbasis web untuk sistem internet dengan pertimbangan jangkauan yang lebih luas.

30 .

6. menurut Sondang P. yaitu kelompok yang bertanggung jawab pada pengadaan peralatan yang dibutuhkan SIM. yaitu para ahli yang bertanggung jawab terhadap pengembangan SIM dan aplikasinya pada suatu organisasi. Kelompok pengawas. yaitu kelompok yang melakukan tugas-tugas yang bersifat penunjang.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta c. 5. Aspek manusia sangat penting sebab akurat tidaknya suatu informasi yang dihasilkan menangani komputer unsur sangat dipengaruhi oleh keras maupun faktor unsur manusia yang perangkat perangkat lunak. 4. 3. Para petugas Tata Usaha. yaitu kelompok yang menjamin bahwa mesin selalu berfungsi dengan baik dan dapat menghasilkan informasi yang dibutuhkan. Beberapa hal yang berhubungan dengan kualifikasi yang diperlukan dalam suatu sistem informasi manajemen terkait dengan unsur personalia. Programmers. yaitu pejabat yang memimpin unit pengolah data. Siagian. 7. Brainware Personalia adalah aspek manusia atau orang yang menangani proses komputerisasi. Analis sistem. 2. (2001: 127) dibagi menjadi: 1. Machine operators. Pimpinan proyek. Manajer pengolah data. orang yang menjalankan komputer beserta komponenkomponennya. 31 . yaitu para ahli yang bertanggung jawab atas penyusunan program untuk dioperasikan dalam komputer.

Programmer. spesialis jaringan. pihak-pihak berkepentingan. e. seperti yang yang menyangkut: sejarah organisasi. pekerja otak dituntut untuk memahami dengan tepat seluk-beluk struktur organisasi. b. Analisis sistem. ketrampilan. Programmer. sikap. orientasi organisasi. c. analisis sistem. Berdasarkan dua pendapat para ahli sebagaimana tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa kriteria pokok yang harus dipenuhi dari segi SDM adalah manajer pengolah data. pengelola database. dan operator. dan perilaku yang sesuai dengan tuntutan semua komponen organisasi yang harus dilayani dan didukungnya.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta McLeod. dan lain-lain. Oleh karena itu. Dikatakan demikian karena selaku pengolah data dan penyedia informasi bagi seluruh organisasi. Pengelola database. Operator. Jr. Sesungguhnya persyaratan yang harus dipenuhi oleh pekerja otak ini jauh lebih berat dibandingkan dengan karyawan lain dalam suatu organisasi. kepribadian. Singkatnya pekerja otak harus mengetahui dengan tepat tentang seluruh seluk-beluk organisasi. Pernyataan di atas menjelaskan bahwa manajemen sumber daya manusia dalam organisasi harus 32 . d. semua usaha harus ditempuh untuk menjamin tersedianya pekerja otak yang memenuhi persyaratan pengetahuan.. (2001: 20) menyatakan bahwa sistem informasi manajemen memerlukan lima golongan utama spesialis informasi: a. Spesialis jaringan. organisasi.

(k) pemeliharaan hubungan yang serasi antara tenaga kerja tersebut dengan organisasi. Berarti semua fungsi manajemen sumber daya manusia harus terselenggara sebaik mungkin antara lain meliputi: (a) perencanaan tenaga kerja pengolah data dengan berbagai kategori dan klasifikasinya. (b) rekrutmen. Sebagaimana diketahui 33 . dan (d) bersedia memikul tanggung jawab yang besar yang kesemuanya akan mengejawantahkan dalam efisiensi. (c) seleksi. (seperti analisis sistem. baik dari segi kuantitas maupun kualitas. bersedia membuat komitmen yang besar. (d) orientasi. (e) penempatan.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta mengambil semua langkah dalam bidang fungsional yang penting ini secara tepat. (f) pelatihan dan pengembangan. maka kerja sistem tidak maksimal (asal dapat beroperasi). Siagian. Keberadaan SDM yang memenuhi persyaratan dalam implementasi sistem informasi manajemen berbasis komputer. (j) penilaian kerja yang obyektif dan rasional. dan produktivitas kerja yang tinggi. (b) menampilkan sikap yang positif terhadap organisasi. (l) program pensiun yang menjamin kehidupan di hari tua (Sondang P. Dengan jumlah SDM yang terbatas. efektivitas. (h) sistem imbalan yang efektif. Perangkat otak sebagai penunjang kelancaran sistem informasi manajemen berbasis komputer harus memenuhi persyaratan tertentu. (i) penyedian jasa dan bantuan organisasi. programmer. (g) perencanaan dan pengembangan karier. dan lain-lain) akan bermanfaat bagi pengembangan sistem tersebut. 2001: 127) Dengan demikian diharapkan para pekerja otak tersebut akan: (a) memiliki motivasi yang tinggi untuk memberikan kontribusi yang maksimal kepada organisasi.

Selain itu. jika tidak didukung oleh SDM yang baik maka sistem tersebut tidak akan berjalan dengan baik (tidak efektif). Bahan Informasi Data sebagai bahan informasi memiliki peranan yang penting dalam penyusunan informasi. Dengan demikian keberadaan data sangat penting dalam mencari informasi yang cepat dan tepat dalam rangka pengambilan keputusan. sehingga dalam hal ini belum terjadi proses terhadap data tersebut. McLeod. jumlah jam kerja pegawai. dan biasanya berbentuk catatan historis yang dicatat dan diarsipkan tanpa maksud untuk segera diambil kembali dalam rangka pengambilan keputusan. dll. jumlah pegawai. Sebagai contoh. Data merupakan faktafakta dan angka-angka dalam proses pengambilan keputusan. (2001: 15) menyatakan bahwa data terdiri dari fakta-fakta dan angkaangka yang relatif tidak berarti bagi pemakai. Jr. Jika data jumlah jam kerja dikalikan dengan upah pekerja setiap jamnya dan dikalikan lagi dengan jumlah pegawai yang . Murdick. (1997: 6) mengatakan bahwa data adalah fakta dan angka yang tidak sedang digunakan pada proses keputusan. Data ini belum dapat digunakan sebelum melalui suatu proses tertentu.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta bersama bahwa sebaik apapun sistem informasi yang diimplementasikan.. d. Keputusan yang diambil ini juga berpengaruh terhadap pengembangan organisasi. Karena data yang tidak akurat menyebabkan informasi yang didapat menjadi tidak akurat pula sehingga mempengaruhi dalam proses pengambilan keputusan.

34 .

Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta ada. secara sederhana dapat dikatakan terdiri dari semua komponen organisasi dalam arti berbagai satuan kerja dan bidang-bidang fungsional yang dapat menjadi sumber data. Sumber data internal. sumber data harus terbuka terhadap para pengolah data. dalam pengambilan keputusan. Suatu hal yang sangat penting disadari oleh pengolah data dan sumber data internal ialah bahwa hubungan yang harus dibina antara kedua belah pihak bersifat simbiosis mutualisme. dalam proses pengolahan data yang perlu diperhatikan adalah menentukan data yang diperlukan dan dimana data tersebut diperoleh. satuan . Sebaliknya. maka data-data ini akan berubah menjadi sebuah informasi yaitu pengeluaran perusahaan dari unsur gaji pegawai.angka yang belum diolah atau diproses sehingga tidak dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan yang baik. akan tetapi sangat mungkin bersifat eksternal. Hanya dengan sifat keterbukaan itulah satuan kerja pengolah data dapat memberikan dukungan informasi yang diperlukan oleh berbagai satuan menyelenggarakan kerja lainnya dalam khususnya fungsi dan aktivitasnya. Pengalaman dan kenyataan menunjukkan bahwa sumber data yang dapat digarap dapat bersifat internal. Dengan demikian data akan menjadi berarti jika dilakukan proses terhadap data tersebut sehingga dapat berguna Dari bagi pemakai dalam rangka pengambilan keputusan. Artinya. Oleh karena itu. dua pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa data adalah fakta-fakta dan angka. Dengan demikian sumber data bersedia memberikan data yang diminta dengan benar untuk diolah lebih lanjut.

35 .

baik sistem informasi manual maupun yang dilengkapi dengan perlengkapan sistem komputer memiliki komponen dasar yang sama. Dengan memiliki berbagai data tersebut suatu organisasi dapat mencerminkan lingkungan yang dihadapi oleh organisasi tersebut yang pada umumnya tidak berada pada posisi statis melainkan dinamis. Bedasarkan uraian sebagaimana tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa data yang baik sangat diperlukan untuk penyusunan informasi yang baik. pengolahan data. yaitu masukan berupa bahan informasi/data. E. serta catatan-catatan dan arsip. Informasi yang baik sangat diperlukan untuk menentukan suatu keputusan yang tepat. sehingga kebijakan yang diambil pimpinan sesuai dengan tujuan. Bahan informasi ini yang akan diolah menjadi suatu informasi yang 36 . Suatu organisasi pasti memerlukan berbagai macam sumber data eksternal dalam rangka pengambilan keputusan dan pengembangannya. instruksi dan prosedur. keluaran.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta kerja pengolah data harus mampu memberikan dukungan informasi yang diperlukan oleh berbagai satuan kerja dan komponen dalam organisasi. Mekanisme Kerja SIM Sebuah sistem informasi manajemen. Untuk menyediakan data yang baik maka diperlukan petugas khusus yang dapat menyediakan data dengan baik. Keberadaan penyedia data ini sangat diperlukan. dan data yang baik akan dapat diperoleh dengan mudah jika ada yang menanganinya secara khusus. sebab untuk mendapatkan informasi yang akurat diperlukan data yang baik.

fungsi-fungsi pokok SIM dapat diilustrasikan sebagai sebuah alur kerja. langkah berikutnya mengembangkan prosedur-prosedur yang akan menentukan data mana yang akan diperlukan. yaitu (1) input data. yaitu memasukkan data kedalam sistemnya. Proses pengolahan data-data ini dilakukan dalam suatu mekanisme kerja SIM. Murdick. (2) pengolah data.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta berguna bagi manusia. (5) output. (1997: 98) menyatakan komponen-komponen sistem informasi manajemen dibagi menjadi lima bagian. Mekanisme kerja SIM ini dapat digambarkan dalam bagan sebagai berikut: Instruksi dan prosedur Input Data Pengolah Data Output Laporan Catatan dan Arsip Gambar 3. (3) catatan dan arsip. (4) instruksi dan prosedur. kemudian data tersebut diolah dengan menyusun kembali data input dan arsip-arsip penyimpanan. 37 . Komponen pokok dari sebuah sistem informasi Sebagai sebuah mekanisme kerja.

Dalam kajian SIM SDLC merupakan salah satu model berupa siklus hidup untuk pengembangan SIM.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta kapan dan dimana data itu dapat diperoleh. Model SDLC System Development Life Cycle merupakan suatu metodologi yang digunakan dalam pengembangan SIM (Al-Sahrani. Dengan memahami batasan-batasan sistem baru. c) Meninjau ulang aliran informasi yang ada di dalam SIM. prosedur-prosedur sistem . Dalam meninjau ulang aliran informasi yang ada di sistem. Dalam pengumpulan data kita akan dapat memahami batasan-batasan sistem baru. Model SDLC merupakan salah satu model pengembangan SIM dalam implementasinya pada suatu organisasi yang dalam penelitian ini Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. b) Pengumpulan data dengan wawancara kepada para responden. Langkah-langkah dalam pembuatan model SDLC sebagai berikut: a) Pengumpulan data dengan melakukan observasi. untuk apa data itu dipergunakan. d) Mengidentifikasi permasalahan dan persyaratan sistem. serta memberikan instruksi yang harus diikuti oleh pengolahnya. 2006). akan memberikan pemahaman kita terhadap prosedur-prosedur sistem baru yang dirancang oleh peneliti. e) Menemukan solusi-solusi penelitian. Mengidentifikasi permasalahan-permasalahan dan persyaratan sistem serta menemukan solusi-solusi penelitian yang akan memberikan pemahaman kepada kita tentang fungsi-fungsi sistem baru. dan langkah terakhir adalah menyiapkan output laporannya. F.

38 t .

Bagan langkah-langkah pembuatan model SDLC . Adapun gambar langkah-langkah pembuatan model SDLC sebagai berikut: Pengumpulan Data (Observasi dan wawanc) Memahami batasanbatasan sistem baru Pengumpulan Data (Dokumentasi ) Meninjau ulang aliran informasi yang ada Memahami prosedurprosedur sistem baru Mengembangkan sistem yang diusulkan Mengidentifik asi permasalaha n dan persyaratan sistem Memahami fungsi-fungsi sistem baru Solusi-solusi Peneliti Gambar 4. maka peneliti dapat mengembangkan sistem baru yang diusulkannya.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta baru. dan fungsi-fungsi sistem baru.

39 .

Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta BAB IV METODE PENELITIAN A. asumsi atau kerangka acuan. Lincon dan Guba (1985: 15) mengemukakan bahwa paradigma merupakan distalasi (penyulingan) dari apa yang kita pikirkan tentang paradigma berikut: Kajian Teori Kondisi ideal Fenomena model SIM Masalah Fokus Penelit Rumusan Masalah dunia (tetapi tidak membuktikannya). dan Alur Penelitian Convey (1989: 23) mengatakan bahwa paradigma adalah istilah yang lazim digunakan dengan arti model. Adapun dan kerangka berfikir dalam penelitian ini digambarkan sebagai Potret SIM Pertanyaan Penelit Tujuan & Urgensi Penelt R & D dengan penggalian data dan analisis Kualitatif model baru sim di dinas pendidikan kota yogyakarta Gambar 5. Selain itu. teori. Paradigma dan Kerangka Berfikir Penelitian . persepsi. Premis. Paradigma.

40 .

Subyek dan Lokasi Penelitian Subyek penelitian ini adalah 1. C. peneliti mengumpulkan data kualitatif yang berupa kata-kata dalam bentuk deskripsi dan bukan angka-angka. Data yang dikumpulkan dalam peneltian ini adalah data-data yang berkaitan dengan SIM berbasis komputer di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. perangkat lunak. pengelola database. dan sumber daya manusia yang menjadi pendukung sistem tersebut. Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta merupakan salah satu dinas pendidikan di Provinsi DIY yang memiliki kepedulan yang tinggi dalam pengembangan SIM berbasis komputer terutama untuk kepentingan pembelajaran on-line. perangkat keras. analisis sistem. Lokasi Penelitian ini adalah Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta terletak di Jalan Hayam Wuruk 11 Kota Yogyakarta Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta 55212. 41 . dan operator). dan spesialis jaringan. programmer. Kasubdit terkait).Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta B. Kepala Bagian TU. Unit Sistem Informasi di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta (Administrator. Teknik Pengumpulan Data Dalam penelitian ini. 2. jajaran pimpinan di lingkungan Dinas Pendidikan kota Yogyakarta terkait dengan kebijakan teknologi informasi (Kepala Dinas.

(2001: 112) menyatakan bahwa dalam pengumpulan data harus melalui beberapa bagian yang sangat penting yang disebut dengan teknik penelitian. Bagian-bagian tersebut meliputi 6 (enam) macam. (2) interviews. pengumpulan data dengan bantuan alat-alat audio visual. Wawancara dalam penelitian ini akan dilakukan dengan beberapa cara sebagai berikut: (a) Wawancara pembicaraan informal yaitu wawancara yang bergantung pada pertanyaan spontanitas dalam kondisi yang wajar dan suasana biasa. Moleong. Metode-metode yang digunakan dalam penelitian ini dapat diuraikan sebagai berikut: 1. (2003: 185-188) prosedur pengumpulan data dibagi menjadi 4 (empat) tipe dasar. dimana peneliti melakukan secara langsung wawancara dengan informan kunci dan informan. yaitu (1) mengetahui sumber dan jenis data. dokumen pengumpulan (dokumentasi). dan (6) penggunaan dokumen. (2) manusia sebagai instrumen (3) pengamatan berperanserta. (3) documentation. Dalam penelitian ini metode pengumpulan data yang digunakan adalah pengamatan. (5) catatan lapangan. wawancara. Peneliti terlibat dalam wawancara dengan sumber daya manusia sebagai pendukung implementasi sistem informasi berbasis komputer yang ada di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. (4) wawancara. (b) Wawancara dengan menggunakan petunjuk umum . yaitu (1) observation. (4) audio and visual material.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Menurut Creswell. Metode Wawancara Metode wawancara adalah metode pengumpulan data.

42 .

1980: 197). dan (c) Wawancara baku terbuka yaitu wawancara yang menggunakan seperangkat pertanyaan baku (Patton. Walaupun dalam wawancara ini diperlukan pedoman wawancara akan tetapi dalam pelaksanaannya. 2. Dalam penelitian ini wawancara dilakukan secara bebas terkontrol artinya wawancara dilakukan secara bebas sehingga diperoleh data yang luas dan mendalam. Wawancara sebagaimana tersebut di atas juga memperhatikan prinsip-prinsip komparabilitas dan reliabilitas secara langsung yang dapat diarahkan dan memihak pada persoalan yang diteliti. Metode Pengamatan berpartisipasi Metode ini dilakukan dengan jalan peneliti terjun langsung ke lapangan untuk mengamati dan mengumpulkan data yang ada pada Dinas Pendidikan 43 .Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta wawancara yaitu wawancara yang mengaharuskan pewawancara membuat kerangka dan garis besar pertanyaan dalam proses wawancara. Wawancara secara mendalam merupakan percakapan yang wajar dan tidak merupakan tanggung jawab formal serta tidak dilakukan dalam situasi yang memang dirancang secara serius untuk tujuan wawancara. wawancara dibuat bervariasi dan disesuaikan dengan situasi yang ada sehingga kelihatan luwes. Hal ini penting dilakukan karena untuk menjaga hubungan baik antara pewawancara dan yang diwawancarai. sehingga diperlukan pedoman wawancara. maka dalam wawancara juga dibuat suatu pedoman wawancara dengan memperhatikan fokus penelitian. namun demikian agar permasalahan penelitian yang dikaji itu terjawab.

Agar diperoleh data penelitian yang lebih tepat. Penulisan dilakukan dengan cara membuat catatan lapangan yang berisi kata-kata kunci secara singkat dalam bentuk skema. perangkat keras. Pencatatan antar waktu ini dimaksudkan agar tidak terjadi kerancuan antara hasil pengamatan yang satu dengan pengamatan berikutnya serta menghindari konsep-konsep yang tidak berasal dari pengamatan. perangkat lunak. Perpaduan antara catatan . Pengamatan ini dilakukan sejak awal penelitian sampai berakhirnya pengambilan data. Proses penulisan ini diusahakan tidak mengganggu pengamatan yang sedang dilakukan. Waktu pencatatan ini dilakukan pada saat antar waktu selesainya pengamatan dengan pengamatan berikutnya. maka setiap permasalahan yang berkaiatan dengan hasil pengamatan selalu dicatat. dan SDM pendukung sistem informasi manajemen berbasis komputer.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Kota Yogyakarta. Pembuatan catatan lapangan ini berupa deskripsi yang meliputi pengamatan kesuaian perangkat keras dan perangkat lunak serta kesiapan SDM pendukung sistem informasi manajemen berbasis komputer di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta apa adanya. Catatan lapangan ini mencakup semua fenomena yang teramati selama pengamatan berlangsung yang meliputi sumber daya manusia. dan perangkat lunak sebagai pendukung sistem informasi manajemen berbasis komputer di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. Pengamatan dilakukan untuk mengetahui perangkat keras. bahan informasi serta perangkat lain yang digunakan untuk implementasi SIM berbasis komputer di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta.

44 .

Selain itu ada sumber lain yang dapat digunakan. struktur pengelola yang SIM. 3. Metode ini digunakan dalam pengumpulan data yang berkaitan dengan konsep SIM dalam tata kerja organisasi. Dokumentasi Menurut Creswell. dan informasi. siaran ulang televisi dari video. buku catatan barang habis pakai. 2003: 186). yaitu kartu inventaris barang. Pengumpulan Data dengan Alat-alat Elektronis.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta singkat dengan hasil diskusi dalam pengamatan yang sama.informasi lain berhubungan implementasi Hal ini SIM berbasis komputer di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. Dengan bantuan alat-alat elektronis tersebut proses pengumpulan data-data penelitian dapat dilakukan dengan mudah. dianggap sebagai hasil catatan lapangan sudah sempurna dan final. jurnal pribadi. buku gudang. dan e-mail). risalah rapat. surat. berita acara) dan dokumen pribadi (buku harian. obyek seni. prosedur kerja dengan SIM. Contoh yang lainnya adalah 45 . (2003: 186) dalam penelitian kualitatif diperbolehkan mengumpulkan data dengan mengumpulkan dokumen. dan rekaman dari tape recorder (Creswell. 4. seperti dokumen publik (dokumentasi berita. dapat dilakukan dengan melihat Buku Induk Barang Inventaris sebagai sumber primer dan Buku Golongan Barang sebagai sumber sekunder. Metode pengumpulan data dengan audio visual adalah pengumpulan data bantuan alat-alat elektronis yang terdiri dari audio dan material visual. Data ini dapat mengambil format foto. dan dokumen-dokumen lain yang digunakan untuk mengelola barang-barang milik negara.

penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. e) menggunakan bahan referensi. 5. jenis tampilan perangkat lunaknya dapat dicetak. Untuk memperoleh kredibilitas data yang diperolah dari lapangan dapat dilakukan dengan: a) memperpanjang masa pengamatan. . c) trianggulasi. dan f) mengadakan member check. Keabsahan data dalam penelitian kualitatif bersifat sejalan dan seiring dengan proses penelitian yang sedang berlangsung. Keabsahan data kualitatif harus dilakukan sejak awal pengambilan data. keadaan perangkat keras LAN dapat difoto untuk mengetahui spesifikasinya. d) membicarakan dengan orang lain (peer debriefing). Keabsahan Data Keabsahan data dari sebuah penelitian sangat penting artinya karena dengan keabsahan data merupakan salah satu langkah awal kebenaran analisis data. 1991: 173). dan lain-lain. Kredibilitas dalam penelitian kualitatif berfungsi: 1) Melaksanakan instruksi sedemikian rupa sehingga tingkat kepercayaan penemuannya dapat dicapai. Untuk memperoleh keabsahan data dalam penelitin ini dilakukan dengan cara menjaga kredibilitas.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta penggunaan tape recorder untuk merekam wawancara dengan personalia pengelola sistem informasi manajemen berbasis komputer. yaitu sejak melakukan reduksi data. b) pengamatan yang dilakukan secara terus menerus. 2) Menunjukkan derajat kepercayaan hasil temuan dengan jalan pembuktian oleh peneliti pada kenyataan ganda yang sedang diteliti (Moleong.

46 . .

pengamatan berpartisipasi. Teknik Analisis Data Sebelum melakukan analisis data. Proses analisis data dilakukan secara terus menerus dalam proses pengumpulan data selama penelitian berlangsung. dan pengambilan kesimpulan atau verifikasi. Analisis data dalam penelitian ini akan dilakukan dengan model interaktif yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman (1994: 12) yang dimulai dengan pengumpulan data. Alur analisis ini dapat digambarkan sebagai berikut: Pengumpulan Data Penyajian Data Reduksi Data Penarikan Kesimpulan (Model interaktif Miles dan Huberman. 1980: 66). reduksi data. dan analisis dokumen selama penelitian . data-data yang diperoleh dari lapangan perlu disusun dalam suatu catatan lapangan sebagai langkah awal dalam analisis data (Spredly. penyajian data.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta D. 1994: 12) Gambar 6: Komponen-komponen analisis data 1. Pengumpulan Data Data-data dari lapangan dikumpulkan melalui proses wawancara mendalam.

47 .

Dari penyajian data ini memungkinkan peneliti untuk dapat menarik kesimpulan atau pengambilan tindakan lebih lanjut. Reduksi data dalam proses analisis data merupakan hal yang harus dilakukan. membantu dalam memberikan kode pada aspek-aspek tertentu yang menjadi fokus penelitian. diambil hal-hal yang penting. supaya tidak kesulitan dalam penguasaan informasi baik secara keseluruhan atau bagian- 48 . Data-data tersebut disusun dalam suatu catatan lapangan sebagai langkah awal dalam analisis data. dipilah-pilah. Penyajian data Penyajian data merupakan sekumpulan informasi yang telah disusun dari hasil reduksi data. Data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang tajam tentang hasil penelitian. dicari tema dan polanya. sehingga mudah dikendalikan. oleh karena itu data tersebut perlu direduksi. Penyajian data dalam penelitian ini dalam bentuk naratif. Data yang ada kemudian disatukan dalam unitunit informasi yang menjadi rumusan kategori-kategori dengan berpegang pada prinsip holistik dan dapat ditafsirkan tanpa informasi tambahan. Reduksi Data Data-data yang telah diperoleh di lapangan semakin bertambah banyak seiring dengan berjalannya proses pengambilan data. Data yang diperoleh biasanya semakin bertambah banyak dan menumpuk. Melalui proses reduksi data ini laporan mentah yang diperoleh di lapangan disusun menjadi lebih sistematis. 2. 3. dirangkum.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta berlangsung.

perbandingan. Hal ini dilakukan karena data yang terpencar-pencar dan kurang tersusun dengan baik. persamaan. (c) kesiapan sumber daya manusia pendukung implementasi SIM berbasis komputer. Untuk itu perlu mencari pola. sudah (b) menggunakan sistem sebagai informasi berbasis komputer. Oleh sebab itu. penyajian data dan pengambilan kesimpulan merupakan bagian dari analisis data dalam penelitian ini. tersekat-sekat dan tidak mendasar. Ketiga langkah tersebut merupakan tahapan dalam analisis data secara deskriptif mengenai kelemahan dan keunggulan dari implementasi sistem informasi manajemen berbasis komputer di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta yang meliputi: (a) budaya penggunaan SIM bidang-bidang berbasis yang komputer. Kesimpulan penelitian tentang “Pengembangan Model E-SDLC di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta” akan lebih mengakar dan kokoh groundednya seiring dengan bertambahnya informasi dari hasil wawancara. 4. penyajian data harus disadari sebagai bagian dalam analisis data. pengamatan. hal-hal yang sering timbul. dan sebagainya. dan teks naratif untuk memudahkan penguasaan informasi dari data tersebut. maka dalam penyajiannya harus dibuat rangkuman. Menarik kesimpulan Kesimpulan diambil dari penyajian data yang telah dilakukan. Reduksi data.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta bagian tertentu. tema. sehingga sejak awal penelitian diupayakan untuk mencari makna data yang telah dikumpulkan. studi dokumen selama penelitian berlangsung. (d) . dapat bertindak mempengaruhi dan peneliti dalam kesimpulan yang mengambil memihak.

49 .

internet. kabel UTP. Model ESDLC ini diharapkan dapat memberikan sumbangan dalam pengembangan Iptek khususnya bidang teknologi informasi. intranet. terminal penghubung. Berdasarkan kesimpulan yang diperoleh tersebut dapat diformulasikan model baru SIM berbasis komputer. kabel fiber optic. Dengan model ini diharapkan implementasi SIM berbasis komputer di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta dapat berjalan dengan lancar dan selalu dapat mengikuti perkembangan TI sehingga dapat menghadapi persaingan global. 50 . (e) perangkat lunak yang digunakan. dan lain-lain). komputer. yaitu model E-SDLC. (f) kerja sistem yang sudah ada (g) hambatan yang dihadapi.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta kelengkapan perangkat keras (jaringan LAN. standarisasi peralatan pendukung.

Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta memiliki visi dan misi sebagai arah bagi Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. 3. Visi: pendidikan bekualitas. visi. Mewujudkan pendidikan berwawasan global dan berbasis teknologi informasi. Potensi Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. berwawasan global dengan dukungan sumber daya manusia yang profesional. misi. Pada bagian ini akan diberikan uraian tentang potensi Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta BAB V HASIL PENELITIAN A. Sebagai sebuah organisasi. Adapun visi dan misi Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta sebagai berikut ini. Usaha-usaha tersebut akan difokuskan pada usaha meningkatkan pendidikan melalui implementasi SIM berbasis komputer di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. 2. Mewujudkan pendidik dan tenaga kependidikan yang memiliki kompetensi dan kualifikasi yang sesuai 51 . B. Misi: 1. Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta terletak di Jalan Hayam Wuruk 11 Kota Yogyakarta Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta 55212. Deskripsi Potensi Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. Mewujudkan pendidikan berkualitas yang berakar budaya adiluhung. Struktur organisasi. tujuan dan peran Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta juga akan dipaparkan sebagai usaha nyata untuk memajukan pendidikan di wilayah Kota Yogyakarta.

jogja.go. Website Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta.pendidikan. Salah satunya adalah keberadaan web site Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta dengan alamat: http://www.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Untuk menunjang kelancaran program dan kegiatan yang ada di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. maka dalam prosesnya didukung oleh iplementasi teknologi informasi. Gambar 7. Perangkat Keras SIM pada Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta 52 . C.id yang sangat membantu dalam kelancaran penyampaian informasi kepada masyarakat.

6 GB dengan hard disc 250 GB untuk database server. maka dapat dipastikan bahwa sistem LAN Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta sudah mempunyai kemampuan on line. Selain itu.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Gambaran komponen perangkat keras SIM berbasis komputer di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta berdasarkan hasil pengamatan wawancara dan dokumentasi tersebut adalah sebagai berikut ini. a. Kondisi ini menunjukkan bahwa komputer-komputer server yang ada di lingkungan Dinas Pendidikan Kota sudah berkecepatan tinggi (Intel Xeon 1. Mem 2 Gb dengan hard disc 250 GB untuk E-mail Server. kemampuannya untuk menyimpan data cukup besar. Selain itu. Komputer server yang ada di ruang server adalah Intel Xeon 1. dan DNS (Dinamic Name Service) Server serta Intel Xeon 1.86 GB Quad Core komputer server versi terbaru pada saat penelitian ini dilakukan). karena sebagian besar kapasitas hard discnya adalah 80120 GB. Komputer-komputer server yang ada di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta meliputi komputer server dan client. Komputer-komputer server tersebut dalam keadaan baik dan dapat berfungsi sehingga bisa digunakan sebagai menyelesaikan pekerjaan. Dengan sudah terhubungnya komputer server dan komputer workstation. fasilitas Komputer untuk client/workstation meliputi komputer Pentium IV yang berada di ruangruang karyawan yang tergabung dalam kasi-kasi yang ada di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. sebab kapasitas hard discnya 250 GB (termasuk hard disc versi terbaru pada saat penelitian ini dilakukan). .8 GB Quad Core. kemampuan dalam meyimpan data sudah memadai. Web Server.

53 .

f. yaitu sistem jaringan yang menggunakan komputer server yang berada pada tingkat pusat yang berada pada ruang komputer server. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi. yaitu: switch hub sudah terpasang sampai dengan tingkat bagian dan kasi di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. e. d. c) Terminal penghubung untuk kabel UTP. jarak pemasangan kabel UTP di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta maksimal 100 meter. a) Perangkat keras sistem LAN Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta sudah disosialisasikan pada tingkat bagian dan Kasi. Model jaringan menggunakan sistem jaringan terpusat. c. Terminal penghubung untuk kabel UTP menggunakan switch yang berkecepatan tinggi. 54 . Jaringan telepon langsung untuk internet sebagian besar sudah tersedia pada tingkat bagian dan Kasi Data. dapat digambarkan bahwa model jaringan dan perangkat keras SIM berbasis komputer di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta adalah sebagai berikut ini. Router sudah terpasang di pada tingkat bagian dan Kasi Data. seperti ke Kasi Data dan Informasi. Selain itu. yaitu 1Gbps (switch TreeCom 3226). Komponen penghubung: kabel UTP yang terhubung dari ruang server sampai dengan titik-titik tertentu pada tingkat bagian dan kasi. b) Sistem LAN di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta menggunakan kabel UTP belden 6E.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta b. d) Router sudah terpasang di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta.

Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta e) Model LAN (jaringan komputer lokal) yang ada di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta menggunakan model jaringan terpusat dengan server yang ada pada ruang komputer di Kasi Data. misalnya pemasangan kabel LAN maksimal 100 meter harus dihubungkan dengan switch (terminal kabel LAN).26 GHz. Pemasangan router untuk sistem keamanan dan pencegah terjadinya konflik IP addres. 55 . intranet. Kemampuan untuk komunikasi data dan pengoperasian on line dengan penggunaan sistem LAN. Pemasangan perangkat keras harus memenuhi standar. 2. dan internet. Untuk mengetahui efektivitas perangkat keras SIM berbasis komputer di lingkungan maka Dinas perlu Pendidikan Kota Yogyakarta. Kemampuan yang besar untuk menyimpan data. yaitu penggunaan hard disc dengan space besar (80 GB). 4. motherboard. RAM 256 MB. dilakukan perbandingan antara kondisi nyata perangkat keras SIM berbasis komputer di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta dan persyaratan standar perangkat keras yang sesuai dengan perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sebagai berikut ini. Kapasistas saluran yang memadai (penggunaan kabel LAN dengan kabel UTP 6E). hard disk 40 GB. Komputer dengan kecepatan tinggi (minimal Pentium IV/ 2. 6. dan lain-lain). 1. 5. 3.

Berdasarkan hasil perbandingan di atas. sehingga sistem dapat berjalan dengan efektif. 2. 1. Web site Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta memberikan berbagai macam informasi yang berkaitan dengan Profil Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta dan lain-lain. Perangkat Lunak SIM Berbasis Komputer pada Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Gambaran perangkat lunak SIM berbasis komputer di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta berdasarkan hasil pengamatan wawancara dan dokumentasi tersebut adalah sebagai berikut ini. Model jaringan terpusat sehingga memudahkan dalam pengelolaan informasi. 2. 3. dan 5 merupakan kriteria pokok yang harus ada dari segi perangkat keras. Untuk kriteria 1. Perangkat lunak sistem untuk E-mail server menggunakan linux dan perangkat lunak aplikasinya adalah Q-mail. Untuk kriteria 6 dan 7 merupakan kriteria sekunder yang mana apabila kriteria ini tidak dipenuhi sistem masih berjalan dengan baik. maka perangkat keras SIM berbasis komputer Dinas sudah sesuai Pendidikan Kota Yogyakarta dengan perkembangan TIK sebab perangkat keras yang ada merupakan perangkat keras versi terbaru pada saat penelitiaan dilakukan.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta 7. 3. Perangkat lunak sistem untuk . 4. Sistem keamanan LAN dan internet Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta menggunakan password bertingkat dengan sandi tertentu. D.

56 .

misalnya: sistem keamanan firewall. misalnya 2 kali dalam seminggu. kesesuaian dengan perangkat keras.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Database server menggunakan linux dan perangkat lunak aplikasinya adalah My SQL. 5. 2. 3. 1. password. tampilan yang menarik. Informasi yang ada di sistem LAN Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta selalu diperbaharui khususnya informasi layanan pendidikan. 4. dan lain-lain. Menggunakan sistem keamanan yang baik. 4. dan web dengan pertimbangan kemudahan dalam pengoperasian. linux. Perangkat lunak sistem untuk Web server menggunakan linux dan perangkat lunak aplikasinya adalah apache dan PHP. 57 . Informasi yang ada di Web Site Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta selalu diperbaharui baik informasi yang statis maupun dinamis. kecepatan transfer data. Untuk mengetahui efektivitas perangkat lunak SIM berbasis komputer di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. kesesuaian dengan perkembangan teknologi informasi. Informasi yang ada di dalam SIM berbasis komputer harus sering diperbaharui. Baik perangkat lunak sistem maupun aplikasi harus berbasis windows. seperti penerimaan siswa baru on-line. maka perlu dilakukan perbandingan antara kondisi nyata perangkat lunak SIM berbasis komputer di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta dan persyaratan standar perangkat lunak yang sesuai dengan perkembangan TIK sebagai berikut ini. Penggunakan perangkat lunak yang berbasis web untuk sistem internet dengan pertimbangan jangkauan yang lebih luas.

(5) Spesialis jaringan terdiri dari orang-orang yang bertanggung jawab terhadap pemasangan. (4) Pengelola database. Berdasarkan hasil perbandingan di atas. maka dapat digambarkan bahwa kondisi SDM pendukung sistem informasi manajemen berbasis komputer di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta dapat dikelompokkan sebagai berikut ini. sehingga sistem dapat berjalan dengan efektif. (1) Manajer pengolah data yang bertugas memimpin unit pengolah data dan dilaksanakan oleh Kepala Seksi Data. maka perangkat lunak SIM berbasis komputer Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta sudah sesuai dengan perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi karena sudah menggunakan perangkat lunak terbaru yang berbasis web. (2) Analis sistem yang terdiri dari para ahli yang bertanggung jawab terhadap pengembangan SIM berbasis komputer dan aplikasinya dilaksanakan oleh Tim dari Universitas Brawijaya Malang. b. dan c merupakan kriteria pokok yang harus ada dari segi perangkat lunak. (3) Programmers yang terdiri dari para ahli yang bertanggung jawab atas penyusunan program untuk dioperasikan dalam komputer dari Universitas Brawijaya Malang. . yaitu orang yang membuat database dari Universitas Brawijaya Malang. Sumber Daya Manusia Pendukung SIM Berbasis Komputer pada Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Berdasarkan hasil observasi dan wawancara. perawatan dan perbaikan jaringan. Sedangkan kriteria d merupakan kriteria sekunder yang mana apabila kriteria ini tidak dipenuhi sistem masih berjalan dengan efektif. E.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Untuk kriteria a.

58 .

yaitu: para ahli yang bertanggung jawab atas penyusunan program untuk dioperasikan dalam komputer. Manajer pengolah data. . Para petugas Tata Usaha. yaitu: para ahli yang bertanggung jawab terhadap pengembangan SIM dan aplikasinya pada suatu organisasi. Analis sistem. yaitu: kelompok yang bertanggung jawab pada pengadaan peralatan yang dibutuhkan SIM. Pimpinan proyek. Programmers. g. (6) Operator komputer terdapat pada setiap bagian dan seksi di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. Machine operators. f. Kelompok pengawas. maka perlu dilakukan perbandingan antara kondisi nyata SDM di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta tersebut dan persyaratan standar SDM pendukung SIM berbasis komputer yang sesuai dengan perkembangan teknologi informasi berikut ini. Kondisi ini belum sesuai dengan pendapat Siagian (2001: 127) yang mengatakan bahwa unsur personalia dalam sistem informasi manajemen berbasis komputer dibagi dalam kelompok SDM berikut ini. yaitu: orang yang menjalankan komputer beserta komponen-komponennya. Sumber daya manusia pendukung SIM berbasis komputer di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta masih perlu ditingkatkan sebab untuk SDM yang mengurusi TI belum memiliki ijazah TI sesuai dengan tugasnya sehingga masih menggunakan tenaga ahli dari Universitas Brawijaya Malang. Untuk mengetahui kesiapan SDM sebagai pendukung implementasi SIM berbasis komputer di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. a. yaitu: kelompok yang melakukan tugas-tugas yang bersifat penunjang. (7) Penyedia data biasanya dilakukan secara bersama-sama atau kerjasama antar karyawan pada bagian masing-masing. yaitu: kelompok yang menjamin bahwa mesin selalu berfungsi dengan baik dan dapat menghasilkan informasi yang dibutuhkan. d.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Untuk spesialis jaringan dilaksanakan oleh teknisi yang ada di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. yaitu: pejabat yang memimpin unit pengolah data. b. c. e.

59 .

c. 7. Kelompok pengawas. untuk SDM pendukung SIM berbasis komputer di Dinas 60 . yaitu: para ahli yang bertanggung jawab terhadap pengembangan SIM dan aplikasinya pada suatu organisasi. 5. Programmers. perawatan dan perbaikan jaringan 6. 4. 2. Sedangkan kriteria g dan h merupakan kriteria sekunder yang mana apabila kriteria ini tidak dipenuhi sistem masih berjalan dengan efektif. yaitu: kelompok yang menjamin bahwa mesin selalu berfungsi dengan baik dan dapat menghasilkan informasi yang dibutuhkan. e. d. Berdasarkan hasil perbandingan di atas. Spesialis jaringan. yaitu: orang yang membuat database 8. Untuk kriteria a. programmer. Machine operators. dan pengelola database) masih menggunakan tenaga ahli dari luar Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. Manajer pengolah data. maka sumber daya manusia SIM berbasis komputer Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta belum sesuai dengan perkembangan TIK sebab untuk tenaga ahli (analisis sistem. 3. Pengelola database.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta 1. Selain itu. yaitu: orang yang menjalankan komputer beserta komponen-komponennya. Analis sistem. yaitu: orang yang bertanggung jawab terhadap pemasangan. yaitu: orang yang bertugas untuk mengumpulkan data-data sebagai bahan informasi. b. dan f merupakan kriteria pokok yang harus ada dari segi SDM pendukung SIM berbasis komputer. Penyedia data. yaitu: pejabat yang memimpin unit pengolah data. yaitu: para ahli yang bertanggung jawab atas penyusunan program untuk dioperasikan dalam komputer. sehingga sistem dapat berjalan dengan efektif.

Model SDLC untuk SIM Berbasis Komputer di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Sebelum memformulasikan model SDLC untuk SIM berbasis komputer di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. Langkah-langkah Pembuatan Model SDLC (diadaptasi dari Al-Sahrani 2006) Setelah memenuhi langkah-langkah pembuatan model SDLC. maka kita dapat . perlu diketahui langkah-langkah pembuatan Model SDLC yang secara garis besar dapat digambarkan seperti dibawah ini. F. Oleh karena itu. (Mendistribusikan Quisioner) Pengumpulan Data Memahami batasanbatasan sistem baru Pengumpulan Data ((Wawancara dengan Staff) Meninjau ulang aliran informasi yang ada Memahami prosedurprosedur sistem baru Mengembang kan sistem yang diusulkan Mengidentifikasi permasalahan dan persyaratan sistem Memahami fungsi-fungsi sistem baru Solusi-solusi Peneliti Gambar 8.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Pendidikan Yogyakarta belum memiliki ijazah yang sesuai dengan tugasnya dalam bidang TIK. peneliti pada tahap 1 mengadakan pelatihan awal untuk pengenalan TIK terhadap SDM pendukung SIM berbasis komputer di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta.

61 .memformulasikan model SDLC sebagai suatu metodologi untuk pengembangan SIM berbasis komputer di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta.

Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Model konsep Teoritis Tinjauan Ulang Literatur Latar belakang Studi Situasi yang ada Pengemban gan Pengumpulan data TIK dan SIM berbasis kompt Disdik kota YK Kebutuha n Pengembang an Model SIM Disdik kota YK Perbaikan manajemen yang ada dan pertukaran informasi Model Sistem yang diusulkan Perkemban gan Teknologi Informasi Tahap IV Implemen tasi Sistem Pengulangan & Perbaikan Tahap I Permasalahan dan Peluang SDL C .

Tahap III Desain Sistem analis is Tahap II Persyara tan sistem Model Konsep Teknis Gambar 8. Model Konsep SDLC di Dinas Pendidikan Kota Yoyakarta 62 .

2) tahap 2 persyaratan SIM berbasis komputer merupakan analisis persyaratan-persyaratan SIM berbasis computer di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta sesuai dengan perkembangan TIK. tahap 3 Disain SIM berbasis Komputer merupakan model pengembangan SIM berbasis komputer di Dinas 63 . Model konsep teoritis ini digunakan untuk mengusulkan model SIM yang sesuai dengan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta dengan cara mengembangkan SIM yang sudah ada dengan memperhatikan perkembangan TIK terbaru dan melakukan strategi dalam memperbaiki manajemen yang ada di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta dengan cara melakukan pertukaran informasi dengan bagian-bagian terkait serta melakukan perbandingan manajemen dengan Dinas lain melalui pertukaran informasi. Untuk model konsep teknis terdiri dari empat tahap. 2) latar belakang studi yang merupakan rumusan masalah TIK dan SIM berbasis komputer di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. yaitu: 1) tahap 1 permasalahan dan peluang SIM berbasis komputer merupakan identifikasi permasalahan dan perumusan masalah serta kemungkinan pengembangan SIM berbasis komputer. 3) situasi yang ada merupakan strategi dalam membaca situasi yang berkembang dalam rangka pengumpulan data yang terkait dengan TIK dan SIM berbasis komputer di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Model Konsep SDLC di Dinas Pendidikan Kota Yoyakarta terbagi menjadi dua bagian. Model konsep teoritis terdiri dari: 1) tinjauan ulang literatur yang merupakan kajian literatur yang terkait dengan TIK dan SIM berbasis komputer untuk pengembangan TIK di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. yaitu Model Konsep Teoritis dan Model Konsep Teknis.

Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta

Pendidikan Kota implementasi

Yogyakarta berbasis

yang sesuai komputer

dengan kebutuhan, tahap merupakan pelaksanaan

4

SIM

SIM

berbasis komputer

di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta dan disertai di

perbaikan dan uji coba ulang terhadap model SIM berbasis komputer Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta.

64

Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dalam BAB V, maka dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut ini. 1. Unsur perangkat keras SIM berbasis komputer di SIM berbasis komputer di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta sudah sesuai dengan perkembangan TIK (sudah efektif), sebab kriteria-kriteria pokok unsur perangkat keras yang ada, seperti kecepatan komputer, kapasitas saluran, pemasangan kabel, kemampuan yang besar dalam menyimpan data, dan kemampuan untuk on line sudah memenuhi standar. Selain itu, beberapa kriteria tambahan juga sudah terpenuhi, seperti model jaringan yang terpusat dan

pemasangan router pada tingkat bagian dan kasi di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa unsur perangkat keras dalam implementasi SIM berbasis komputer di SIM berbasis komputer di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta sudah memenuhi standar

perkembangan TIK atau sudah efektif. 2. Unsur perangkat lunak SIM berbasis komputer di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta sudah efektif, sebab kriteria-kriteria pokok unsur perangkat lunak yang ada sudah memenuhi standar, seperti perangkat lunak sistem dan aplikasi sudah berbasis Windows XP, Linux, dan Web, sistem keamanan sudah menggunakan password bertingkat. Informasi yang ada pada sistem

65

Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta

tersebut selalu diperbaharui dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan situasi dan kondisi serta kebutuhan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa unsur perangkat lunak dalam implementasi SIM berbasis komputer di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta sudah memenuhi standar perkembangan TIK atau sudah efektif, meskipun dari sistem keamanan masih perlu ditingkatkan. 3. Berdasarkan hasil perbandingan di atas, maka sumber daya manusia SIM berbasis komputer Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta belum sesuai dengan perkembangan TIK sebab untuk tenaga ahli (analisis sistem,

programmer, dan pengelola database) masih menggunakan tenaga ahli dari luar Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. Selain itu, untuk SDM pendukung SIM berbasis komputer di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta belum memiliki ijazah yang sesuai dengan tugasnya dalam bidang TIK. Oleh karena itu, peneliti pada tahap 1 mengadakan pelatihan awal untuk pengenalan TIK terhadap SDM pendukung SIM berbasis komputer di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. 4. Efektivitas implementasi SIM berbasis komputer di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta dapat dilihat dari unsur perangkat keras, perangkat lunak dan SDM. Jika ada salah satu unsure yang tidak memenuhi standar, maka dapat dikatakan bahwa implementasinya belum efektif. Dengan demikian secara keseluruhan implementasi SIM berbasis komputer di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta belum sempurna. Oleh karena itu, diperlukan suatu formulasi model pengembangan SIM berbasis computer

66

Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta

yang sesuai dengan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta yang dalam hal ini adalah Model SDLC untuk Pengembangan SIM berbasis komputer di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. B. Saran-saran Berdasarkan hasil penelitian sebagaimana tersebut di atas, maka saransaran yang dapat direkomendasikan adalah sebagai berikut ini. 1. Perlunya penyesuain perangkat keras dan perangkat lunak dari SIM berbasis komputer di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta secara terusmenerus sehingga dapat mengikuti perkembangan TIK yang terbaru. Selain itu, perlu peningkatan sistem keamanan yang ada dengan sistem keamanan yang lebih tinggi, seperti: sistem keamanan Application-Level Firewall sehingga sulit untuk ditembus oleh para hecker. 2. Penambahan SDM terkait dengan kualifikasi analisis sistem, programmer dan pengelola database dengan kemampuan program yang berbasis windows, linux, dan web (Ijazah sesuai dengan bidang tugas TIK). 3. Dengan adanya perkembangan TIK yang sangat pesat, maka perlu diadakan peningkatan pengetahuan dan wawasan tentang perkembangan TIK bagi SDM pendukung SIM berbasis komputer di lingkungan Dinas melalui

Pendidikan Kota

Yogyakarta

secara

berkesinambungan

pelatihan-pelatihan, workshop, studi lanjut, dan lain-lain. 4. Perlu model SIM berbasis komputer yang sesuai dengan kebutuhan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, yaitu Model SDLC (system development life

67

Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta cicle) yang kemudian dapat dikembangkan menjadai Model E-SDLC (electronic system development life cicle). 68 .

New Jersey: Prenticehall. California: SAGE Publications. Diambil pada tanggal 20 Mei 2005 dari http://proquest. -------------. Dr.ddj. Fathansyah. Software and harware. ----------------. (2002). (1999). (Terjemahan Andreas S. New Jersey: Prenticehall. Information system.umi. Human resource management (7 ed. (1993). (1999). Al-Zahrani S. (Terjemahan Bob Widyohartono) Jakarta: PT.zipzomfly. (Desember 2006).). (Maret 2001).com/topics/security. Kogan Annandtech. An Information Management System Model for the Industrial Incidents in Saudi Arabia: A Conceptual Framework Based on SDLC Methodology. Human resource management (9 ed. Basis data. Pustaka Binaman Pressindo. (21 Mei 2005). Kerangka dasar sistem informasi manajemen.). quantitative and mixed th methods approaches (2 ed. Attaran M. Sistem informasi manajemen edisi kesepuluh. Jakarta: Depdiknas. Journal of information technology and libraries. Canedcom International. Creswell. Information Systems Department. J. B. (2003). G. Pustaka Binaman Pressindo.umi. th th 69 . Thousand Oaks. Upper Saddle River. Dobb’s software tools for the professional programmer.com/pqdweb. Diambil pada tanggal 20 Februari 2008 dari http://www. M. Strategic human resource management. Research design: Qualitative.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta DAFTAR PUSTAKA Amstrong. London: Page Limited. (2004).com/jsp/ProductDetail. G. Journal of software development and security. (2003).com/pqdweb. Dobb.).jsp. Dessler. Journal of computer science. dari http://www. Adiwardana) Jakarta: PT. Pengembangan sekolah efektif: Buku panduan untuk SLTP. (2003). Faculty of Computer and Information Science. Diambil pada tanggal 21 Mei 2005. Diambil pada tanggal 20 Desember 2006 dari http://proquest. Davis. Inc. Bandung: Remaja Rosda Karya. & VanLaar I. Upper Saddle River. (1997). W.

Inc. (2001). Jogiyanto. (Buku asli diterbitkan tahun 1998).. McLeod. Prenhallindo. Inc. Irwin. --------------------.B. & Huberman. Q. Management information system. PT. Essentials of information processing (3 Richard D. (1981). th th ed. Upper Saddle River. Yogyakarta: Andi Offset. J. (2001). Handbook in research and evaluation (2 ed.R. Ross. A. (1999). Qualitatif evalution methods. Patton. Remadja Karya.B. (1995). J. Pengantar sistem informasi manajemen.. Qualitatif evalution methods. E. Sistem informasi untuk manajemen modern edisi ketiga (Terjemahan J. (1998). A. (1989). Moekijat. (1997). (1991).M.). th ed..Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Floyd N. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press (GAMA PRESS). J. Inc. (Terjemahan Hendra Teguh) Jakarta: Pearson Education Asia. (1994). California: Sage Publications. (1997). Management information system. J. Djamil) Jakarta: Erlangga. M. Bandung: CV. A. Inc. San Diego California: Edits Publisher. O’Brien. New Jersey: Prentice-Hall. Murdick. Onong Uchjana Effendi. Inc. R. M. Miles. Jr. Michael W. Boston: Hadari Nawawi. 70 . New Jersey: Prentice-Hall. G. L. Q. Georgetown Ontario: Richard D. (1987). Clagget. Management information system: A managerial end user perspective. Qualitatif data analysis (2 Thousand Oaks. (Buku asli diterbitkan tahun 1984). Manajemen sumber daya manusia. (1993). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: Mandar Maju. (1991). Sistem informasi manajemen. (1990). Baverly Hills. Inc. Moleong. M.). --------------------. Bandung: Remaja Rosda Karya. R.). Irwin. Upper Saddle River. California: Sage Publication. Baverly Hills: Sage Publications. Analisis desain sistem informasi: pendekatan terstruktur. Patton. Sistem informasi manajemen..

G. B. (Maret 2005).Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Pressman. P. Administrasi perkantoran modern. J. (1992). Spradley. Djakman & Vita Silvira) Salemba Empat Simon & Schuster (Asia) Pte. C.). S. Terry. Sistem informasi manajemen. Dubuque. R. New York St. New York: Holt. (1997). Simkin. Diambil pada tanggal 20 Agustus 2004 dari http://www. Edisi kedua. Computer information systems for business. Jakarta: Bumi Aksara. Bandung: Remadja Karya. Yayasan Studi Ilmu dan Teknologi Yogyakarta: Liberti. S.). Sistem informasi manajemen. Sistem informasi manajemen untuk pengambilan keputusan. (1977). (2001). R. Georgetown Ontario: Richard D. th th th 71 . P. Bandung: Alfabeta.Ltd: Prentice-Hall.com/sistem informasi manajemen/modul/032. Iowa: Wm.). --------------. G.html. Edisi keenam. Rinehart and Winston. Luis San Francisco Auckland: The McGraw-Hill Companies. (1999). Telecommunications system & internet communications. Sains Manajemen (4 ed. Irwin. (2004). Inc. ----------------. Sugiyono. M. Siagian. Brown Publishers. (1999). Participant observation. Software engineering: A practitioner’s approach (4 ed.google. (1992). Singh A. (1987). Inc. Taylor III.com/pqdweb. Diambil pada tanggal 21 Mei 2005 dari http://proquest. W. The Liang Gie. (Terjemahan Chaerul D. Principles of management (7 ed.umi. (1980). Metode penelitian administrasi. Journal of information technology and libraries.

c. 2. yaitu Model E-SDLC dalam bidang pendidikan di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. d. b.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta SINOPSIS RENCANA PENELITIAN TAHAP II (2010) A. Berdasarkan Model SDLC yang diformulasikan pada penelitian tahap sebelumnya. Implementasi Model E-SDLC di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. Tujuan umum: Tujuan umum penelitian ini adalah memberikan sumbangan dalam pengembangan teknologi informasi khususnya sistem informasi pendidikan (model pengembangan pendidikan). maka dikembangkan model SIM berbasis komputer. Tujuan Khusus: SIM berbasis komputer untuk a. TUJUAN: 1. 72 . Melakukan uji terbatas dan uji luas terhadap Model E-SDLC (e-lectronic system development life cicle) sehingga model tersebut siap diimplementasikan. Pelatihan Implementasi Model E-SDLC bagi SDM pendukung SIM berbasis komputer di DinasPendidikan Kota Yogyakarta.

decision support system (DSS). dan sistem berbasis pengetahuan. Metode penelitian dan 73 . kantor virtual. Dalam kajian SIM SDLC merupakan salah satu model berupa siklus hidup untuk pengembangan SIM. Porsi komputer dalam pengolah informasi terdiri dari bidang aplikasi berbasis komputer sebagai berikut: management information system (MIS). System Development Life Cycle merupakan suatu metodologi yang digunakan dalam pengembangan SIM (Al-Sahrani. Informasi disajikan dalam bentuk lisan maupun tertulis oleh suatu pengolah informasi. C.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta B. Kita menggunakan istilah sistem informasi berbasis komputer atau CBIS untuk menggambarkan semua aplikasi bisnis tersebut yang prosesnya dilakukan dengan bantuan komputer dan tidak dengan cara manual (McLeod. 2001: 17). memerlukan informasi yang akurat dan relevan. Jr. Dari uraian sebagaimana tersebut di atas maka sistem informasi manajemen berbasis komputer didefinisikan sebagai suatu sistem yang diperlukan oleh suatu organisasi untuk menyediakan informasi yang penting dalam rangka mencapai tujuan organisasi dengan bantuan komputer. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (penelitian dan pengembangan). 2006). KAJIAN PUSTAKA Manajer atau pimpinan dalam membuat keputusan untuk memecahkan masalah..

2008: 297).Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta pengembangan adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu. Jadwal Kegiatan Tahun I Jenis Kegiatan yang No dilakukan 1. dan menguji keefektifan produk tersebut (Sugiyono. Adapun Model Reseach and Development sebagai berikut: Explanatory Stage (I) Development Stage (II) Implementation Stage (III) Field Assesment & Meta Analysis Field Trial Test (Limited) Model Field Test (Broad) on Efectiveness First Draft Model Tested Model Efectiveness on The Model Feedback MONEV Dessimination Gambar 1: Research and Development Approach D. Persiapan:  Penyusunan Proposal 1 2 3 4 5 6 7 8 Waktu Pelaksanaan ( bulan ke: ) . JADWAL DAN PEMBIAYAAN 1.

74 .

Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta   Penyusunan instrumen Perijinan dan koordinasi pelasanaan kegiatan 2. Laporan:  Penulisan laporan hasil penelitian tahap I  Seminar hasil penelitian tahun I  Revisi dan penggandaan laporan hasil penelitian tahun I 75 . Pelaksanaan di lapangan:  Formulasi SDLC model E- (pembuatan perangkat lunak SDLC)  Validasi Ahli dan Uji terbatas E-SDLC  Uji luas Model E-SDLC  Pelatihan dan Implementasi Model ESDLC 3.

400.000.500.00 Jumlah 15.00 10.200.600.000.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta 2. Journal of information technology and libraries.000.00 50.com/pqdweb.000.000.000.000.000.800.00 16. Software and harware.600.00 7.000.00 8.000.000.00 8.com/jsp/ProductDetail. Diambil pada tanggal 20 Mei 2005 dari http://proquest.000. & VanLaar I.00 DAFTAR PUSTAKA Annandtech.000.00 17.000.500.00 50.000. Attaran M.600. (2004). Rencana Pembiayaan Tahun I dan II Uraian Gaji dan Upah Bahan Perjalanan Pelatihan TI Lain-lain Jumlah Total Tahun I 7.00 Tahun II 7.000.000.000.000.000. Diambil pada tanggal 20 Februari 2008 dari http://www. (Maret 2001). 76 .00 35.000.500.00 6. Information system.000.000.00 14.00 18.jsp.00 19.umi.000.000.00 100.300.zipzomfly.00 8.000.

& Huberman. Diambil pada tanggal 20 Desember 2006 dari http://proquest. (1995).). Basis data. Qualitatif data analysis (2 Thousand Oaks. Information Systems Department.umi. Boston: McLeod. Clagget. Human resource management (7 ed. (2003). Research design: Qualitative. Irwin. R. Miles.com/pqdweb. Dessler. (2003). (1997).Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Al-Zahrani S. --------------------. Human resource management (9 ed. (1994). (Terjemahan Hendra Teguh) Jakarta: Pearson Education Asia.). Faculty of Computer and Information Science.). Handbook in research and evaluation (2 ed. Q. quantitative and mixed th methods approaches (2 ed. New Jersey: Prentice-Hall. Upper Saddle River. New Jersey: Prenticehall. th th th ed. Creswell. M. Essentials of information processing (3 Richard D. Jr. Upper Saddle River. Journal of computer science. An Information Management System Model for the Industrial Incidents in Saudi Arabia: A Conceptual Framework Based on SDLC Methodology. Sistem informasi manajemen. California: Sage Publication. R. Michael W. New Jersey: Prentice-Hall. (1991). Floyd N. (Buku asli diterbitkan tahun 1998). Inc. San Diego California: Edits Publisher.B. W.R. Upper Saddle River. Qualitatif evalution methods. J. (2001).. M. A. Patton. Sistem informasi untuk manajemen modern edisi ketiga (Terjemahan J. California: SAGE Publications. Inc.. (1997). PT. Management information system. Inc. Upper Saddle River. Fathansyah.). Prenhallindo. Murdick. New Jersey: Prenticehall. Djamil) Jakarta: Erlangga. (1981). Bandung: Remaja Rosda Karya.). Management information system. (1998). (Buku asli diterbitkan tahun 1984). J. E. th th ed.M. Inc. G. G. 77 . Thousand Oaks. (1987). (Desember 2006). -------------.). --------------------. Inc.. Baverly Hills: Sage Publications. Ross. (1999). J.B.. A.

Software engineering: A practitioner’s approach (4 ed. (2008). M. (1997). Edisi keenam. R. Pressman. (1997). New York St. S. California: Sage Publications. Q. Qualitatif evalution methods. Baverly Hills. Inc. Luis San Francisco Auckland: The McGraw-Hill Companies. Bandung: Alfabeta. Sugiyono. Metode penelitian administrasi. th 78 . Inc.).Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Patton.

Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (penelitian dan pengembangan). dan menguji keefektifan produk tersebut. maka dapat diformulasikan model E-SDLC dalam pengembangan SIM berbasis komputer. 4) berdasarkan unsur perangkat keras. dan spesialis jaringan di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. 79 . maka peneliti bermaksud mengadakan penelitian untuk mengembangkan model sistem informasi manajemen (SIM) berbasis komputer di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Daerah Istimewa Yogyakarta. WAN di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. Untuk memecahkan permasalahan tersebut. yaitu belum adanya model pengembangan SIM berbasis komputer yang bisa mengakomodasi kebutuhan sekolah-sekolah di Kota Yogyakarta. jaringan LAN. pengelola database. Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengetahui kesiapan brainware (perangkat otak) untuk mendukung pengembangan SIM berbasis komputer yang antara lain terdiri dari: analisis sistem. 2) perangkat lunak SIM berbasis komputer pada Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta sudah sesuai dengan standar perkembangan teknologi informasi. perangkat lunak dan SDM.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta DRAF JURNAL PENELITIAN Pengembangan Model E-SDLC (Electronic System Development Life Cycle) Di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Daerah Istimewa Yogyakarta Oleh: Lantip Diat Prasojo & Sunarta ABSTRAK Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan pada studi awal peneliti yang menemukan permasalahan yang terkait dengan SIM di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. (3) Model pengembangan hardware (perangkat keras) misalnya: komputer. Metode penelitian dan pengembangan adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu. Hasil penelitian ini adalah 1) perangkat keras SIM berbasis komputer pada Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta sudah sesuai dengan standar perkembangan teknologi informasi. (2) Pelatihan TI bagi SDM pendukung SIM. (4) Model pengembangan software (perangkat lunak) yang terencana dan selalu mengikuti perkembangan TI di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. 3) SDM pendukung SIM berbasis komputer pada Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta belum sesuai dengan standar SDM terbaru dalam perkembangan teknologi informasi.

sehingga membuat dunia semakin sempit. para pakar telah mengembangkan orientasi baru dalam bidang informasi yang dikenal dengan nama Sistem Informasi Manajemen (SIM) atau information management system (IMS). dan (g) komponen komponen pemakai. Aplikasi dalam kehidupan sudah semakin beragam sehingga dapat dikatakan bahwa tidak ada lagi segi kehidupan yang belum tersentuh oleh perkembangan teknologi informasi ini termasuk dunia pendidikan. Sistem informasi yang terdiri dari komponen-komponen dengan istilah blok bangunan atau komponen bangun terdiri dari: (a) komponen masukan. Sebagai suatu sistem. (e) komponen data dasar. Sistem informasi sebagai suatu sistem yang merupakan kumpulan elemen-elemen yang saling tertentu. (c) komponen keluaran. (f) komponen kendali.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta PENDAHULUAN Perkembangan teknologi informasi dewasa ini semakin pesat. ketujuh komponen tersebut masing-masing berinteraksi satu dengan yang lainnya membentuk suatu kesatuan untuk mencapai sasarannya (Jogiyanto. yaitu belum adanya model pengembangan SIM berbasis . Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan pada studi awal peneliti yang menemukan permasalahan yang terkait dengan SIM di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. Jarak bukan menjadi masalah yang berarti dengan adanya teknologi informasi tersebut. 1993: 12). Sebagai tanggapan terhadap fenomena tersebut. (b) komponen model. (d) komponen teknologi. mempunyai jalinan beberapa yang berinteraksi untuk mencapai tujuan komponen kompak yang saling terkait untuk mencapai dan membentuk kerja sasaran.

80 .

Pengembangan SIM berbasis komputer di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta selama ini masih menggunakan pendekatan klasik. perangkat lunak yang digunakan belum mengikuti perkembangan teknologi informasi. namun tidak dilengkapi dengan dukungan perangkat-perangkat lunak . komponen keluaran. Dalam ruang lingkup LAN dan WAN ditengarai adanya kelambatan pemasukan data. kurangnya penyesuaian perangkat lunak dan perangkat keras dengan perkembangan teknologi informasi. Untuk memecahkan permasalahan tersebut.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta komputer yang bisa mengakomodasi kebutuhan sekolah-sekolah di Kota Yogyakarta. belum ada sistem keamanan yang memadai. Sistem yang ada pada saat ini. dan komponen teknologi yang masih perlu pengembangan lebih lanjut karena ketinggalan teknologi. manajemen berbasis Kota Yogyakarta komputer diduga di masih Implementasi sistem informasi Dinas Pendidikan memerlukan pembenahan. perbedaan data di beberapa tempat. kelambatan layanan. Dalam ruang lingkup internet diduga ada beberapa permasalahan antara lain informasi yang ditampilkan kadang-kadang sudah terlalu lama. maka peneliti bermaksud mengadakan penelitian untuk mengembangkan model sistem informasi manajemen (SIM) berbasis komputer di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Daerah Istimewa Yogyakarta. karena meskipun pengembangannya sudah menggunakan tahapan-tahapan yang modern. permintaan adanya data konflik dalam sistem. pengulangan juga yang sejenis yang pemenuhannya memerlukan waktu yang relatif lama. berupa komponen data dasar. komponen masukan.

81 .

(3) kemungkinan timbulnya kesalahan sistem lebih besar. Menurut Jogiyanto HM. Pendekatan SIM yang dilakukan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta diduga masih kurang memadai. (2) biaya pemeliharaan atau perawatan sistem lebih mahal. (4) keberhasilan sistem kurang terjamin. (1993: 53) bahwa pendekatan pengembangan sistem informasi yang mengikuti tahapan-tahapan modern. (2) biaya pemeliharaan atau perawatan sistem lebih mahal. namun tidak dilengkapi alat-alat dan teknik yang memadai. (1983: 53-56) pendekatan klasik dalam sistem informasi manajemen dapat menimbulkan permasalahan baru sebagai berikut: (1) pengembangan perangkat lunak akan mengalami kesulitan. sehingga diperlukan suatu pendekatan yang lebih baik. maka perlu . termasuk pendekatan klasik (tradisional). Kondisi ini bertentangan dengan perkembangan SIM diberbagai bidang yang semakin pesat dan kompleks. (5) timbulnya permasalahan baru pada pihak pemakai sistem karena kurang terlibat pada proses pengembangan sistem. (3) kemungkinan timbulnya kesalahan sistem lebih besar. ada beberapa permasalahan lain yang dihadapi Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta diantaranya (1) pengembangan perangkat lunak akan mengalami kesulitan. (5) timbulnya permasalahan baru pada pihak pemakai sistem karena kurang terlibat pada proses pengembangan sistem. (4) keberhasilan sistem kurang terjamin. Selain itu. Dari beberapa permasalahan-permasalahan SIM berbasis komputer di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta sebagaimana tersebut di atas. Penulis sependapat dengan pernyataan Jogiyanto HM.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta dan teknik-teknik yang memadai.

82 .

Penelitian ini penting untuk dilakukan karena terkait langusng dengan SIM. yang repetitif. kuantitas. sistem informasi manajemen berbasis komputer memiliki keunggulan dalam mengelola informasi. Sistem Informasi Manajemen berbasis komputer dapat memberikan kemajuan suatu organisasi khususnya Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta sangat didukung oleh bagus atau tidaknya SIM yang ada di lembaga tersebut. (2001: 3) yang mengatakan bahwa ”Information technology is so powerful a tool that it . apabila organisasi tersebut memiliki model sistem informasi berbasis komputer yang handal. Hal ini juga berlaku pada Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Daerah Istimewa Yogyakarta. Akurasi dan kecepatan dalam memperoleh informasi menjadi persyaratan utama dan tidak bisa ditawar lagi. Dengan implementasi SIM berbasis komputer ini diharapkan masalahmasalah pendidikan yang dihadapi Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta DIY dapat diselesaikan dengan cepat dan tepat dalam rangka pencapaian tujuan organisasi. sehingga akurasi yang dan keunggulan dapat mendukung perkembangan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta DIY. tinggi. Hal ini didukung oleh Attaran.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta diadakan penelitian khusus yang berkaitan dengan Model Pengembangan SIM berbasis komputer di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta DIY. Keberadaan SIM berbasis komputer d di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta DIY sangat penting sebab dapat mendukung kelangsungan hidup Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta DIY. yaitu dalam hal: kecepatan. Informasi yang cepat dan akurat tersebut dapat diperoleh suatu organisasi. Hal ini disebabkan. lainnya kompleksitas.

83 .

Model ini merupakan salah satu alternatif untuk memecahkan permasalahan yang ada di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. Dengan demikian penelitian ini sangat urgen karena dapat memberikan sumbangan dalam pengembangan Iptek dan merupakan salah satu alternatif untuk memecahkan masalah pendidikan bidang SIM berbasis komputer. dan spesialis jaringan di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta DIY? . Bagaimana kesiapan brainware (perangkat otak) untuk mendukung pengembangan SIM berbasis komputer yang antara lain terdiri dari: analisis sistem. pengelola database. Hasil formulasi model ini diharapkan dapat memberikan sumbangan terhadap pengayaan Iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi) khususnya bidang teknologi informasi yang di dalamnya terdapat kajian SIM berbasis komputer. Model pengembangan SIM berbasis komputer di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta DIY tersebut adalah model E-SDLC.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta can actually create new process design. Oleh karena perkembangan SIM berbasis komputer sangat pesat.” Teknologi informasi merupakan suatu alat yang memiliki keunggulan dalam menciptakan disain proses yang baru. RUMUSAN MASALAH 1. Dengan demikian SIM berbasis komputer sangat penting bagi Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. maka diperlukan model pengembangan SIM yang terencana sehingga tidak ketinggalan dengan perkembangan SIM yang sangat cepat.

84 .

Mengembangan software (perangkat lunak) yang terencana dan selalu mengikuti perkembangan TI di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta DIY. 2. Bagaimana pengembangan hardware (perangkat keras) di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta DIY? 3. Mengetahui kesiapan brainware (perangkat otak) untuk mendukung pengembangan SIM berbasis komputer yang antara lain terdiri dari: analisis sistem. pengelola database. Bagaimana pengembangan software (perangkat lunak) yang terencana dan selalu mengikuti perkembangan TI di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta DIY? 4. WAN di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta DIY. Pelatihan bagi SDM pendukung SIM berbasis komputer di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. 85 . Bagaimana model pengembangan E-SDLC berdasarkan analisis kebutuhan hardware dan software brainware? TUJUAN PENELITIAN Penelitian ini bertujuan untuk: 1. dan spesialis jaringan di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta DIY. 3. Mengembangan hardware (perangkat keras) misalnya: komputer.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta 2. 4. jaringan LAN.

perangkat lunak. 2008: 297). dan SDM pendukung SIM berbasis komputer serta hasilnya dapat digambarkan sebagai berikut: . Metode penelitian dan pengembangan adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu. yaitu perangkat keras.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (penelitian dan pengembangan). Adapun Model Reseach and Development sebagai berikut: Explanatory Stage (I) Development Stage (II) Implementation Stage (III) Field Assesment & Meta Analysis Field Trial Test (Limited) Model Field Test (Broad) on Efectiveness First Draft Model Tested Model Efectiveness on The Model Feedback MONEV Dessimination Gambar 1: Research and Development Approach HASIL PENELITIAN Hasil penelitian ini meliputi tiga bagian utama. dan menguji keefektifan produk tersebut (Sugiyono.

86 .

hard disk 40 GB. Analisis kebutuhan perangkat lunak Analisis kebutuhan perangkat lunak yang sesuai dengan perkembangan teknologi informasi untuk Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta sebagai berikut ini. Kapasistas saluran yang memadai (penggunaan kabel LAN dengan kabel fiber optic dan UTP). 2. RAM 256 MB. 87 . 1. yaitu penggunaan hard disc dengan space besar (40 GB).26 GHz. dan internet. dan lain-lain). misalnya pemasangan kabel LAN maksimal 100 meter harus dihubungkan dengan switch (terminal kabel LAN). 4. 6. motherboard. 7. 5. Analisis kebutuhan perangkat keras Analisis kebutuhan perangkat keras yang sesuai dengan perkembangan teknologi informasi untuk Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta sebagai berikut ini. B. Kemampuan yang besar untuk menyimpan data. Pemasangan router untuk sistem keamanan dan pencegah terjadinya konflik IP addres. Model jaringan dengan sistem terdistribusi dengan keunggulan: jika terdapat kerusakan dapat dilokalisir karena adanya.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta A. Kemampuan untuk komunikasi data dan pengoperasian on line dengan penggunaan sistem LAN. Pemasangan perangkat keras harus memenuhi standar. 3. Komputer dengan kecepatan tinggi (minimal Pentium IV/ 2. intranet.

yaitu: para ahli yang bertanggung jawab atas penyusunan program untuk dioperasikan dalam komputer. Kelompok pengawas. misalnya: sistem keamanan firewall. Programmers. Analis sistem. Baik perangkat lunak sistem maupun aplikasi harus berbasis windows. Analisis kebutuhan SDM Analisis kebutuhan SDM pendukung SIM berbasis komputer di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta yang sesuai dengan perkembangan teknologi informasi berikut ini. 3. yaitu: para ahli yang bertanggung jawab terhadap pengembangan SIM dan aplikasinya pada suatu organisasi. 88 . Manajer pengolah data. 2. Menggunakan sistem keamanan yang baik. 3. 2.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta 1. kesesuaian dengan perkembangan teknologi informasi. password. 4. Informasi yang ada di dalam SIM berbasis komputer harus sering diperbaharui. misalnya 2 kali dalam seminggu. kecepatan transfer data. dan lain-lain. yaitu: kelompok yang menjamin bahwa mesin selalu berfungsi dengan baik dan dapat menghasilkan informasi yang dibutuhkan. yaitu: pejabat yang memimpin unit pengolah data. Penggunakan perangkat lunak yang berbasis web untuk sistem internet dengan pertimbangan jangkauan yang lebih luas. linux. 4. C. tampilan yang menarik. kesesuaian dengan perangkat keras. dan web dengan pertimbangan kemudahan dalam pengoperasian. 1.

Berdasarkan unsur perangkat keras. 2. 4. perangkat lunak dan SDM. Perangkat keras SIM berbasis komputer pada Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta sudah sesuai dengan standar perkembangan teknologi informasi. Pengelola database. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian sebagaimana tersebut di atas. secara garis besar dapat disimpulkan sebagai berikut ini. Spesialis jaringan. yaitu: orang yang menjalankan komputer beserta komponen-komponennya.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta 5. SDM pendukung SIM berbasis komputer pada Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta belum sesuai dengan standar SDM terbaru dalam perkembangan teknologi informasi. Machine operators. yaitu: orang yang bertanggung jawab terhadap pemasangan. yaitu: orang yang membuat database 8. 7. 3. 1. yaitu: orang yang bertugas untuk mengumpulkan data-data sebagai bahan informasi. Perangkat lunak SIM berbasis komputer pada Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta sudah sesuai dengan standar perkembangan teknologi informasi. 89 . Penyedia data. perawatan dan perbaikan jaringan 6. maka dapat diformulasikan model E-SDLC SIM dalam pengembangan berbasis komputer.

linux. 90 . yaitu Model SDLC (system development life cicle) yang kemudian dapat dikembangkan menjadai Model E-SDLC (e. Dengan adanya perkembangan TIK yang sangat pesat.lectronic system development life cicle). Selain itu. 1. workshop. Perlunya penyesuain perangkat keras dan perangkat lunak dari SIM berbasis komputer di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta secara terusmenerus sehingga dapat mengikuti perkembangan TIK yang terbaru. dan web (Ijazah sesuai dengan bidang tugas TIK). Perlu model SIM berbasis komputer yang sesuai dengan kebutuhan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. 2. studi lanjut. 3. maka saransaran yang dapat direkomendasikan adalah sebagai berikut ini. programmer dan pengelola database dengan kemampuan program yang berbasis windows. 4. Penambahan SDM terkait dengan kualifikasi analisis sistem. seperti: sistem keamanan Application-Level Firewall sehingga sulit untuk ditembus oleh para hecker. perlu peningkatan sistem keamanan yang ada dengan sistem keamanan yang lebih tinggi. dan lain-lain.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Saran-saran Berdasarkan hasil penelitian sebagaimana tersebut di atas. maka perlu diadakan peningkatan pengetahuan dan wawasan tentang perkembangan TIK bagi SDM pendukung SIM berbasis komputer di lingkungan Dinas melalui Pendidikan Kota Yogyakarta secara berkesinambungan pelatihan-pelatihan.

Lektor (200) JURUSAN/FAK/UNIV: ADMINISTRASI PENDIDIKAN FIP UNY BIDANG KEAHLIAN: MANAJEMEN PENDIDIKAN & TEKNOLOGI INFORMASI PENDIDIKAN Alamat email ALAMAT KANTOR ALAMAT RUMAH : lantip1975@yahoo. LANTIP DIAT PRASOJO.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta CURRICULUM VITAE I. fax: (0274) 540611 II. : Dr.Pd : 132254846 / 197404252000031001 : MAGETAN. M. 3. 2. 1. 5. Pendidikan Formal: No./TGL LAHIR PANGKAT/GOL. III/c. Bandung 2009 91 . AP FIP UNY KARANGMALANG YOGYAKARTA : PERUM BANTULAN III/ 3 SIDOARUM SLEMAN GODEAN SLEMAN YOGYAKARTA TELPN/FAX : HP: 08157964906. ST. Identitas Diri: NAMA NIP TEMP.ac. 4. Nama Sekolah SDN 1 Purwosari Magetan SLTP Negeri I Magetan SMA Negeri I Magetan S-1 Teknik Elektro UGM S-2 Manajemen Pendidikan PPs UNY S3 Manajemen/Administrasi Pendidikan SPS UPI Tempat Magetan Magetan Magetan Yogyakarta Yogyakarta Lulus 1987 1990 1993 2001 2005 6. 25 APRIL 1974 : Penata Tk I.id : JURS.com & lantip@uny.

Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta III.sekarang IV.sekarang 2004 . 8.2005 2005 . 4. Jurnal ISSN / 2005 6. 5. 3.sekarang 2005 . 1.sekarang 2005 – sekarang 2005 . 7. 4. 3. Pengalaman Mengajar: Matakuliah Aplikasi Komputer Aplikasi Komputer Aplikasi Komputer Manajemen Informasi Teknologi Informasi Manajemen Pendidikan Manajemen Proyek Sistem Informasi Manajemen Manajemen Perpustakaan Jurusan AP FIP KTP FIP PPB FIP KTP FIP KTP FIP UNK UNY AP FIP AP FIP AP FIP Tahun 2004 . No. 2.sekarang 2005 . Artikel ISSN / 2005 92 .2006 2005 – 2006 2005. No. Publikasi/Karya Ilmiah Judul Model Kepemimpinan Transforming dalam Organisasi Pendidikan Kepemimpinan Intrepreneur dalam Pendidikan Teknik Delphi dalam Pendidikan Kepemimpinan Transformasional Kepemimpinan Transforming Kabid SMA Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kota Yogyakarta Sistem Informasi Manajemen dalam Pembelajaran Jenis Artikel Artikel Artikel Artikel Tahun ISSN / 2004 ISSN/ 2004 ISSN / 2005 ISSN / 2005 5. 6. 9. 2. 1.

Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta 7. 2. 15. 14. 9 10 11. 1. PENGABDIAN PADA MASYARAKAT No. 3. 17. 8. 4. 13. 16. Judul Pelatihan Manajemen sarana dan Prasarana Pendidikan Berbasis Teknologi Informasi Pelatihan internet bagi dosen-dosen MKU dalam rangka peningkatan SDM Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran MPK bagi Dosen-dosen MKU UNY Pelatihan Operasional Software Tempat SMP Negeri 9 Yogyakarta UNY UNY RSUD Tahun 2005 2005 2005 2005 93 . Efektivitas Sistem Informasi Akademik di UNY Manajemen Fasilitas Pendidikan Berbasis Komputer Konstruktivisme dalam Pendidikan Tinggi Sumbangan Teknik Informatika dalam Mewujudkan Sekolah Efektif Manajemen Pendidikan dan Model Pembaharuan dalam Pengembangan Sekolah Pengembangan TU berbasis TI Model Pendidikan Guru Masa Depan Kepemimpinan Transformasional bagi Kepela Tenaga Administrasi Sekolah Model Kompetensi Tenaga Administrasi SMK Penjaminan Mutu Penerapan E-Learning Sistem Manajemen Perguruan Tinggi Modern Artikel Artikel Artikel Artikel ISSN/2005 ISSN / 2006 ISSN/2006 ISSN /2006 Artikel Artikel Tendik Dirjen PMPTK Artikel Artikel Tendik Dirjen PMPTK Artikel Tendik Dirjen PMPTK Artikel Artikel ISSN / 2006 ISSN/2006 ISSN/2007 ISSN/2008 ISSN/2008 ISSN/2008 ISSN/2009 V. 12.

Pelatihan/workshop/seminar/saresehan 94 . MKKS.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta 5. MKPS pada Program BERMUTU 2009 Pelatihan Nasional TOT Program Induksi Berbasis Sekolah bagi Guru Pemula PENGALAMAN RISET: Judul Penelitian Wonosari Lemlit UNY 2006 PMPTK PMPTK & AUSAID PMPTK & BERMUTU PMPTK & BERMUTU 2006 7. KKPS. Program Billing System Bagi Karyawan di RSUD Wonosari Pelatihan Akuntabilitas Instansi Sekolah (LAKIS) se Kabupaten Fakfak Irian Jaya Barat Pelatihan Nasional TOT Akuntansi berbasis Komputer Bagi Kepala sekolah SD se-Indonesia Pelatihan Nasional TOT Bagi Calon Kepala sekolah se-Indonesia Pelatihan Nasional TOT Bahan Belajar Mandiri KKKS. 4. 6. No. Kepemimpinan Transforming Kabid SMA Dinas Pendidikan Dan Pengajaran Kota Yogykarta Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Pembelajaran Pada Matakuliah Media Tepat Guna Model Pengembangan E-SDLC (Electronic System Development Life Cycle) di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. 5. Manajemen E-Learning 2005 2006 2009 2009 VII. 2009 VI. 2009 9. 2. 2008 8. Tahun 2001 Pengurangan Interferens Pada Sistem CDMA Efektivitas Komputer Di Uny Implementasi SIM Berbasis 2005 3. 6. 1.

Pengalaman Kerja No 1. 5. 2. 13. 10. Workshop Kehumasan Semiloka pengadaan dan penempatan guru SD dan TK Workshop on Internet Utilization for Research Workshop Penyusunan Kebijakan Induksi dan Penilaian Kinerja serta Modul Induksi Guru Pemula. Judul Pelatihan/workshop/seminar/saresehan Status Tahun 1. 8. 14. 12. 11. Pekerjaan Teknisi hardware dan Software Tempat PT. VIII. 4. Seminar lokakarya Silabi Prodi D-II PGTK Pelatihan Komputer program MS Office 2000 Sarasehan Kebijakan SD dan PLB Seminar Peran BK dalam implementasi KBK Seminar Otonomi dan Privatisasi Pendidikan Seminar Rekonstruksi dan revitalisasi ilmu pendidikan dalam pembaharuan pendidikan nasional Pelatihan internet dosen-dosen MKU UNY Pelatihan penyusunan proposal Karya Tulis Ilmiah Pelatihan MS Power Point Seminar nasional building Penjernihan peran dalam nationand pendidikan character Peserta Instruktur Peserta Peserta Peserta Peserta Pelatih Peserta Pelatih Peserta Peserta Peserta Peserta Peserta 2003 2003 2003 2003 2003 2004 2005 2005 2005 2005 2005 2006 2006 2009 3. 7. Chika Komputer Yogyakarta Tahun 1998-1999 95 . 6.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta No. 9.

November 2009 ttd Dr. Lantip Diat Prasojo NIP 197404252000031001 Pernyataan : Dengan ini saya menyatakan bahwa informasi yang saya tulis ini menerangkan keadaan. WAN Koordinator ICT PGSD PJJ di UNY Dosen Tetap Pengalaman Organisasi Profesi FIP UNY FIP UNY AP FIP UNY 2000-2006 2006-2007 2006. Lantip Diat Prasojo NIP 132254846 96 . IX. November 2009 Dr.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta 2. kualifikasi. dan pengalaman saya dengan sesungguhnya. Anggota Muhammadiyah Cabang Gondokusuman 2. 4. Staf IT (kompuer dan Jaringan LAN. Yogyakarta.sekarang 1. 3. Anggota ISMAPI Yogyakarta.

04 Juli 1968 : Penata Tk I. III/b : Fakultas Ilmu Pendidikan UNY : Riset Pemasaran : sunarta_tni@yahoo. telp. PENDIDIKAN FORMAL No. 1.MM : 131879658 : Panggang. Nama Sekolah/PT SDN Karang Tengah Tempat Panggang GK Tahun Lulus 1981 97 . Saragan Pandowoharjo-Sleman. Lahir Pangkat/Golongan Fakultas Bidang Keahlian Alamat email Alamat Kantor Alamat Rumah : SUNARTA. 586168 (419) : Perumahan Griya Taman Asri Blok D-302.com : FIP UNY Karangmalang Yogyakarta. Tempat tgl. DIY Kode Pos 55512 Telepon/HP : (0274) 866092.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta CURICULUM VITAE I. HP.SE.08170436655 II. IDENTITAS DIRI Nama NIP.

Kalibawang. Sleman STIMIK AMIKOM Yk Tahun 2004 2005 2005 2005 2006 98 . PENGALAMAN MENGAJAR No. 2. 2. Matakuliah Seminar Manajemen Metode Penelitian Bisnis Manajemen SDM Riset Pemasaran Judul Karya Perlunya Motivasi Diri untuk Meningkatkan Kinerja Organisasi (1) Perlunya Motivasi Diri untuk Meningkatkan Kinerja Organisasi (2) Perlunya Motivasi Diri untuk Meningkatkan Kinerja Organisasi (3) Budaya Baca dan Tulis Menunjang Profesionalisme PNS Mau Jadi Pahlawan atau Pecundang Pemimpin dan Tukang Batu Mencari Pemimpin Ideal di Tengah Era Global Tempat PT FISE UNY FISE UNY UCY FISE UNY Jenis Karya Opini Opini Opini Opini Opini Opini Artikel Tahun 2002 2003-2004 2006 2008 Tahun 2000 2000 2000 2000 2000 2002 2006 IV. 6. Gamping. PUBLIKASI/KARYA ILMIAH V. SMPN Panggang SMEA Muhammadiyah 2 S-1: Manajemen Perusahaan UCY S-2: Magister Manajemen PPs UII Panggang GK Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta 1984 1987 1997 2002 III. 2. 1. No. 1. 7. 3. 5. 3. Bantul SMP Mataram Kasihan. 4. Kulon Progo DIY SMP Muh Wiyoro. 3. Judul Materi Sukses Berwirausaha Menjadi Guru Profesional Menjadi Guru Profesional Merintis Usaha Rumah Tangga Strategi Mengelola Bisnis Tempat Kec. 4. 5.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta 2. 3. 4. Bantul DIY Kec. 5. 1. 4. PENGABDIAN PADA MASYARAKAT No.

PELATIHAN/SEMINAR/LOKAKARYA No.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta 6. 10. UNY Pemberkasan Angka Kredit Dosen. 1. UGM Rekonstruksi dan Revitalisasi Ilmu Pendidikan dalam Pembaharuan Pendidikan Nasional. UNY Prospek Penyehatan Sektor Keuangan dan Dilema Hutang Indonesia. UNY Pendidikan Antisipatoris dalam Pengembangan Kecerdasan Hidup. UNY Inisiasi Kewirausahaan pada Mahasiswa. UII Pelatihan Teknis Administrasi Keuangan. UNY Status Peserta Peserta Peserta Peserta Peserta Peserta Pelatih Peserta Pelatih Peserta Peserta Peserta Tahun 2002 2002 2002 2002 2002 2003 2003 2003 2004 2004 2004 2006 99 . 5. UKDW Kebijakan Pendidikan SD dan PLB. 9. 11. UNY Kreativitas dan Kecakapan Hidup. 4. 1. Judul Pelatihan/Seminar/Lokakarya Merger dan Akuisisi di Indonesia. 7. 6. JTTC Sekolah Plus: Antara Harapan dan Tantangan. PENGALAMAN PENELITIAN: No. 12. 8. Kuliah Sambil Bisnis Manajemen Keuangan BagiOrganisasi Mahasiswa UNY UNY 2006 2006 VI. 3. 2. UNY Achievement Motivation Training. 7. Yayasan Budi Mulia Pelatihan Sosialisasi Monitoring Anggaran. Judul Penelitian Hubungan Motivasi Kerja terhdadap Kinerja Pegawai UNY Pengaruh Kepemimpinan dan Lingkungan Kerja terhadap Motivasi Kerja Pegawai UNY Tahun 1997 2002 VII. 2.

Sleman tahun 1999-2006. Bendahara PUMK Biro Administrasi Umum dan Keuangan tahun 1992 – 2000. Sleman tahun 2006sekarang.47 Griya Taman Asri Pandowoharjo. Ketua KPPS. 13. Pemilahan Bupati Sleman di Griya Taman Asri Pandowoharjo.01-RW. 14. Ketua Bidang Pengembangan Ekonomi Masyarakat. Sleman tahun 2005 . 15. Ketua Bidang Pengembangan SDM Ikatam Persaudaraan Muslim Griya Taman Asri Pandowoharjo. Ketua Paguyuban Pegawai Biro Administrasi Umum UNY tahun 1998 – 2000. Bendahara Komite SD Percobaan 2 Sekip Catur Tunggal. UNY Peserta Peserta Peserta 2006 2008 2008 VIII. 14. 9. Pengembangan Profesi Pendidikan Melalui Peneltian.sekarang. UNY Peran ESQ dalam Peningkatan Kualitas Pendidikan. Sleman tahun 2007 . Bendahara PUMK FIP UNY tahun 2000 . Pandowoharjo. Pengalaman Organisasi Profesi 3. Ketua RT.2004. Ketua Tim Perbaikan Sistem Administrasi Akademik Jurusan PLB FIP UNY tahun 2005. Sleman tahun 1999 sekarang.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta 13. 12. 10. 4. 15. 8. Sleman tahun 2004. Anggota Panitia Pemilihan Kepala Desa. 6. UNY Meretas Hubungan Ideal Pendidik dan Anak untuk Pengembangan Karakter Anak. 5. 16. Bendahara Paguyuban Karyawan (PAKAR) FIP UNY. Desa Pandowoharjo Sleman 2007. 11.sekarang. Bendahara Proyek PGSM IKIP Yogyakarta tahun 1997 – 1999. 7.sekarang. Depok Sleman tahun 2003 . Anggota Muhammadiyah Ranting Pandowoharjo. LPMD Desa 100 . tahun 2000 – 2004. Ketua Komite TK ABA Al-Firdaus Pandowoharjo.

dan pengalaman saya dengan sesungguhnya. Pernyataan : Dengan ini saya menyatakan bahwa informasi yang saya tulis ini menerangkan keadaan. Yogyakarta.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta 17. Anggota Pusat Studi Kajian Nation and Character Building. 18. Lembaga Penelitian UNY tahun 2008. kualifikasi.SE. 22 Mei 2008 SUNARTA.MM NIP 131879658 DAFTAR ISI 101 . Badan Pemeriksa Koperasi Mapan Sejahtera UNY tahun 2007 – sekarang.

................ Mekanisme Kerja SIM........................................ Model SDLC untuk SIM Berbasis Komputer di Disdik Kota Yogyakarta ............................... 51 B................................................................................... 4 BAB II TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN TAHUN I (2009)....... 36 F.... 61 BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN .................................................................... Model SDLC....................... Deskripsi Potensi Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta......... Latar Belakang........................................................ 8 B......................................... 65 A. 40 B.............Error! Bookmark not defined...... 8 A.................................... Perangkat Lunak SIM Berbasis Komputer pada Disdik Kota Yogyakarta ............. Urgensi Penelitian:....................................... Unsur-unsur SIM Berbasis Komputer ......................................................... Teknik Pengumpulan Data .. 56 E............... 14 E............................. 76 LAMPIRAN ...................................Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................................... 65 B.................... 6 A...................... 12 C.................... Kesimpulan .................................................. 41 C...................... Potensi Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta.......................... 52 D........................................................... Premis........... 7 BAB III TINJAUAN PUSTAKA ................ 1 B........................................... Paradigma................................... 67 DAFTAR PUSTAKA .................................................................................................................... 51 A........................................................ Manfaat Penelitian ................... 40 A................................................... 51 C...... 58 F.................................... 1 A............................................ SDM Pendukung SIM Berbasis Komputer pada Disdik Kota Yogyakarta ....................................................................... Teknik Analisis Data .............. Saran-saran .... Sistem Informasi Manajemen Berbasis Komputer .. 38 BAB IV METODE PENELITIAN ......................................................................... ...................... 13 D........ Tujuan SIM Berbasis Komputer ............. dan Alur Penelitian .................. 102 .............. Pengertian Sistem Informasi Manajemen .......................... Tujuan Penelitian: ...................... ........... Perangkat Keras SIM pada Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta................................................................................................................... 47 BAB V HASIL PENELITIAN ........ 6 B.....................

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->