Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Perkembangan teknologi informasi dewasa ini semakin pesat, sehingga membuat dunia semakin sempit. Jarak bukan menjadi masalah yang berarti dengan adanya teknologi informasi tersebut. Aplikasi dalam kehidupan sudah semakin beragam sehingga dapat dikatakan bahwa tidak ada lagi segi kehidupan yang belum tersentuh oleh perkembangan teknologi informasi ini termasuk dunia pendidikan. Sebagai tanggapan terhadap fenomena tersebut, para pakar telah mengembangkan orientasi baru dalam bidang informasi yang dikenal dengan nama Sistem Informasi Manajemen (SIM) atau information management system (IMS). Sistem informasi merupakan kumpulan elemen- elemen yang saling berinteraksi untuk mencapai tujuan tertentu, mempunyai beberapa komponen yang saling terkait dan

membentuk jalinan kerja yang kompak untuk mencapai sasaran. Sistem informasi yang terdiri dari

komponen-komponen dengan istilah blok bangunan atau komponen bangun terdiri dari: (a) komponen masukan, (b) komponen model, (c) komponen keluaran, (d) komponen teknologi, (e) komponen data dasar, (f) komponen kendali, dan (g) komponen komponen pemakai. Sebagai suatu sistem, ketujuh komponen tersebut masing-masing berinteraksi satu dengan yang lainnya membentuk suatu kesatuan untuk mencapai sasarannya (Jogiyanto, 1993: 12).

1

Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta

Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan pada studi awal peneliti yang menemukan permasalahan yang terkait dengan SIM di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, yaitu belum adanya model pengembangan SIM berbasis komputer yang bisa mengakomodasi kebutuhan sekolah-sekolah di Kota Yogyakarta. Untuk memecahkan permasalahan tersebut, maka peneliti bermaksud mengadakan penelitian untuk mengembangkan model sistem informasi manajemen (SIM) berbasis komputer di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Daerah Istimewa Yogyakarta. Sistem yang ada pada saat ini, berupa komponen data dasar, komponen masukan, komponen keluaran, dan komponen teknologi yang masih perlu pengembangan lebih lanjut karena ketinggalan teknologi. manajemen berbasis Kota komputer Yogyakarta di masih

Implementasi sistem informasi Dinas

Pendidikan

memerlukan pembenahan. Dalam ruang lingkup LAN dan WAN ditengarai adanya kelambatan pemasukan data, kelambatan layanan, perbedaan data di beberapa tempat, adanya konflik dalam sistem, pengulangan permintaan data yang sejenis yang pemenuhannya juga memerlukan waktu yang relatif lama, kurangnya penyesuaian perangkat lunak dan perangkat keras dengan perkembangan diduga ada teknologi beberapa informasi. permasalahan Dalam antara ruang lain lingkup internet informasi yang

ditampilkan kadang-kadang sudah terlalu lama, perangkat lunak yang digunakan belum mengikuti perkembangan teknologi informasi, belum ada sistem keamanan yang memadai.

2 .

(3) kemungkinan timbulnya kesalahan sistem lebih besar. namun tidak dilengkapi dengan dukungan perangkat-perangkat lunak dan teknik-teknik yang memadai. (2) biaya pemeliharaan atau perawatan sistem lebih mahal. Penulis sependapat dengan pernyataan Jogiyanto HM. (1983: 53-56) pendekatan klasik dalam sistem informasi manajemen dapat menimbulkan permasalahan baru sebagai berikut: (1) pengembangan perangkat lunak akan mengalami kesulitan. (4) 3 . Menurut Jogiyanto HM. Selain itu. (4) keberhasilan sistem kurang terjamin. (5) timbulnya permasalahan baru pada pihak pemakai sistem karena kurang terlibat pada proses pengembangan sistem.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Pengembangan SIM berbasis komputer di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta selama ini masih menggunakan pendekatan klasik. namun tidak dilengkapi alat-alat dan teknik yang memadai. Pendekatan SIM yang dilakukan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta masih kurang memadai. (3) kemungkinan timbulnya kesalahan sistem lebih besar. (1993: 53) bahwa pendekatan pengembangan sistem informasi yang mengikuti tahapan-tahapan modern. ada beberapa permasalahan lain yang dihadapi Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta diantaranya (1) pengembangan perangkat lunak mengalami kesulitan. (2) biaya pemeliharaan atau perawatan sistem lebih mahal. karena meskipun pengembangannya sudah menggunakan tahapan-tahapan yang modern. Kondisi ini bertentangan dengan perkembangan SIM diberbagai bidang yang semakin pesat dan kompleks. termasuk pendekatan klasik (tradisional). sehingga diperlukan suatu pendekatan yang lebih baik.

Keberadaan SIM berbasis komputer d di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta DIY sangat penting sebab dapat mendukung kelangsungan hidup Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta DIY.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta keberhasilan sistem kurang terjamin. Sistem Informasi Manajemen berbasis komputer dapat memberikan kemajuan suatu organisasi khususnya Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta sangat didukung oleh bagus atau tidaknya SIM yang ada di lembaga tersebut. Dengan implementasi SIM berbasis komputer ini diharapkan masalahmasalah pendidikan yang dihadapi Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta DIY dapat diselesaikan dengan cepat dan tepat dalam rangka pencapaian tujuan . (5) timbulnya permasalahan baru pada pihak pemakai sistem karena kurang terlibat pada proses pengembangan sistem. Urgensi Penelitian Penelitian ini penting untuk dilakukan karena terkait langusng dengan SIM. B. Hal ini juga berlaku pada Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Daerah Istimewa Yogyakarta. Dari beberapa permasalahan-permasalahan SIM berbasis komputer di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta sebagaimana tersebut di atas. Akurasi dan kecepatan dalam memperoleh informasi menjadi persyaratan utama dan tidak bisa ditawar lagi. maka perlu diadakan penelitian khusus yang berkaitan dengan Model Pengembangan SIM berbasis komputer di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta DIY. Informasi yang cepat dan akurat tersebut dapat diperoleh suatu organisasi. apabila organisasi tersebut memiliki model sistem informasi berbasis komputer yang handal.

4 .

Hal ini didukung oleh Attaran. Model ini merupakan salah satu alternatif untuk memecahkan permasalahan yang ada di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. Hal ini disebabkan. kuantitas. Dengan demikian SIM berbasis komputer sangat penting bagi Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. dan keunggulan yang lainnya sehingga dapat mendukung perkembangan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta DIY. . Oleh karena perkembangan SIM berbasis komputer sangat pesat.” Teknologi informasi merupakan suatu alat yang memiliki keunggulan dalam menciptakan disain proses yang baru. yaitu dalam hal: kecepatan. (2001: 3) yang mengatakan bahwa ”Information technology is so powerful a tool that it can actually create new process design. Model pengembangan SIM berbasis komputer di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta DIY tersebut adalah model E-SDLC. akurasi yang tinggi. Hasil formulasi model ini diharapkan dapat memberikan sumbangan terhadap pengayaan Iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi) khususnya bidang teknologi informasi yang di dalamnya terdapat kajian SIM berbasis komputer. repetitif. maka diperlukan model pengembangan SIM yang terencana sehingga tidak ketinggalan dengan perkembangan SIM yang sangat cepat.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta organisasi. sistem informasi manajemen berbasis komputer memiliki keunggulan dalam mengelola informasi. kompleksitas. Dengan demikian penelitian ini sangat urgen karena dapat memberikan sumbangan dalam pengembangan Iptek dan merupakan salah satu alternatif untuk memecahkan masalah pendidikan bidang SIM berbasis komputer.

5 .

Model pengembangan hardware (perangkat keras) misalnya: komputer. yaitu tujuan umum dan tujuan khusus. 3.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta BAB II TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN TAHUN I (2009) A. Model pengembangan software (perangkat lunak) yang terencana dan selalu mengikuti perkembangan TI di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta DIY. Pelatihan bagi SDM pendukung SIM berbasis komputer di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. dan spesialis jaringan di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta DIY. WAN di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta DIY. 2 Tujuan khusus: a. 2. 1 Tujuan umum penelitian ini adalah memberikan sumbangan dalam pengembangan pendidikan. pengelola database. Tahun pertama (tahun 2009): 1. 6 . Mengetahui kesiapan brainware (perangkat otak) untuk mendukung pengembangan SIM berbasis komputer yang antara lain terdiri teknologi informasi khususnya sistem informasi dari: analisis sistem. 4. Tujuan Penelitian: Tujuan penelitian ini dibagi menjadi dua. jaringan LAN.

Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta b. Manfaat Penelitian Secara umum manfaat penelitian ini adalah dapat memberikan sumbangan terhadap pengayaan Iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi) khususnya bidang teknologi informasi yang di dalamnya terdapat kajian SIM berbasis komputer. Tahun kedua (tahun 2010): (1) Berdasarkan kesiapan brainware. maka dikembangkan model SIM. 7 . dan spesialis jaringan di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta DIY. jaringan LAN. (3) Melakukan pengembangan hardware (perangkat keras) misalnya: komputer. yaitu: (1) Meningkatkan kesiapan brainware (perangkat otak) untuk mendukung pengembangan SIM berbasis komputer yang antara lain terdiri dari: analisis sistem. WAN di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta DIY sesuai perkembangan teknologi informasi. software. (2) Meningkatkan kesiapan SDM pendukung SIM berbasis komputer di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta dalam rangka pengembangannya sesuai tuntutan global. (2) Pelatihan Implementasi Model E-SDLC bagi SDM pendukung SIM berbasis komputer di DinasPendidikan Kota Yogyakarta. model hardware. B. (4) Melakukan pengembangan software (perangkat lunak) yang terencana dan selalu mengikuti perkembangan TI di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta DIY. pengelola database. yaitu Model ESDLC dalam bidang pendidikan di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta DIY. Sedangkan secara khusus penelitian ini memiliki beberapa manfaat.

mengolah dan mengambil kembali data (mengoperasikan data dan barang) untuk mengurangi ketidakpastian pada pengambilan keputusan (mencari tujuan bersama) dengan menghasilkan informasi untuk manajer pada waktu mereka dapat menggunakannya dengan paling efisien (menghasilkan informasi menurut waktu rujukan). Pengertian Sistem Informasi Manajemen Komponen-komponen yang membangun SIM yaitu sistem. seperangkat pedoman. Menurut Murdick. memberikan definisi SIM sebagai berikut: SIM adalah suatu kelompok orang. menyimpan. manajemen. memilih. (1997: 16) dalam bukunya Sistem informasi modern. Dari ketiga pembahasan komponen tersebut akan memperjelas pengetahuan kita tentang SIM yang dapat membantu dalam implementasi SIM berbasis komputer pada suatu organisasi. (1983: 2) menyatakan SIM adalah kumpulan dari manusia dan sumber-sumber daya modal di dalam suatu organisasi yang bertanggung jawab mengumpulkan dan mengolah data untuk menghasilkan informasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen di dalam kegiatan perencanaan dan pengendalian.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta BAB III TINJAUAN PUSTAKA A. Cushing dalam Jogiyanto. 8 . informasi. dan petunjuk peralatan pengolahan data (seperangkat elemen).

pengolahan. Dari definisi tersebut dapat digambarkan suatu model SIM sebagai berikut: . diorganisasikan. (2001: 327) menyatakan SIM adalah sebagai suatu sistem berbasis komputer yang menyediakan informasi bagi beberapa pemakai dengan kebutuhan yang serupa. McLeod.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta The Liang Gie. (1999: 3) memberikan definisi SIM sebagai sistem manusia atau mesin yang terpadu untuk menyajikan informasi guna mendukung fungsi operasi. Jr. data dikumpulkan. Sedangkan Davis. Taylor III.. Dalam suatu SIM. sampai penyebarannya kepada para petugas yang berkepentingan agar dapat melaksanakan semua tugas dengan sebaik-baiknya dan terakhir tiba pada pucuk pimpinan organisasi untuk keperluan membuat berbagai keputusan yang tepat. diproses dan dibuat agar mudah diperoleh bagi manajer agar informasi menjadi alat bantu dalam tugas-tugas operasional manajer sehari-hari. (2000: 31) secara sederhana menyatakan SIM dapat dirumuskan sebagai kebulatan jalinan hubungan dan jaring lalu lintas informasi dalam suatu organisasi mulai dari sumber yang melahirkan bahan keterangan melalui proses pengumpulan. (1999: 682) mengatakan SIM adalah suatu sistem yang secara spesifik dirancang untuk mengarahkan jumlah-jumlah besar dan banyaknya jenis informasi dalam suatu organisasi. manajemen dan pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi. penahanan.

9 : .

Model SIM Berdasarkan pendapat beberapa ahli sebagaimana tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa definisi SIM adalah suatu sistem yang diperlukan oleh suatu organisasi untuk menyediakan informasi yang penting dalam rangka mencapai tujuan organisasi. maka keberadaan SIM berbasis komputer dalam suatu organisasi sangat diperlukan.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Lingkungan Pemecahan masalah organisasi Perangkat lunak penulis laporan Model matematika Data Informasi SIM Database Lingkungan Gambar 1. Dengan implementasi SIM berbasis komputer ini diharapkan masalahmasalah yang dihadapai suatu organisasi dapat diselesaikan dengan cepat dan . Dengan adanya SIM yang baik maka pengembangan dan kelangsungan hidup suatu organisasi dapat dicapai dengan baik. Dalam rangka mengikuti perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat.

10 .

intranet. internet.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta tepat dalam rangka pencapaian tujuan organisasi. sistem informasi manajemen berbasis yaitu komputer hal: memiliki kecepatan. kesesuaian perangkat lunak dan perangkat keras dengan perkembangan teknologi informasi. . akurasi yang lainnya. Hal ini disebabkan. keunggulan kuantitas. mengelola informasi. yaitu yang berkaiatan dengan sumber daya manusia yang ahli dalam bidang teknologi informasi. Implementasi sistem informasi manajemen berbasis komputer yang ada dewasa ini merupakan salah satu sistem yang banyak membantu dalam pemecahan permasalahan organisasi. Implementasi ini dapat dilakukan melalui LAN. Persyaratanpersyaratan tersebut terdiri dari beberapa hal.” Teknologi informasi merupakan suatu alat yang memiliki keunggulan dalam menciptakan disain proses yang baru. dalam repetitif. dalam rangka pengembangan lembaga untuk menghadapi persaingan global. (2001: 3) yang mengatakan bahwa ”Information technology is so powerful a tool that it can actually create new process design. dalam kompleksitas. dirasa perlu untuk mengimplementasikan sistem informasi manajemen berbasis komputer. Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta sebagai salah satu lembaga pendidikan. Implementasi sistem ini akan berjalan dengan baik jika persyaratan-persyaratan dari unsur-unsur sistem informasi manajemen berbasis komputer dapat dipenuhi dengan baik pula. sehingga tinggi. dan keunggulan yang suatu dapat mendukung perkembangan organisasi. Hal ini didukung oleh Attaran.

11 .

jika dibandingkan dengan sistem informasi yang masih menggunakan cara-cara manual. sehingga mutu layanan kepada mahasiswa dapat ditingkatkan.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta B. Porsi komputer dalam pengolah informasi terdiri dari bidang aplikasi berbasis komputer sebagai berikut: management information system (MIS). Kita menggunakan istilah sistem informasi berbasis komputer atau CBIS untuk menggambarkan semua aplikasi bisnis tersebut yang prosesnya dilakukan dengan bantuan komputer dan tidak dengan cara manual (McLeod. memerlukan informasi yang akurat dan relevan. memang Keberadaan sistem dirasa perlu informasi manajemen berbasis komputer bagi organisasi-oraginsasi khususnya Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta dalam rangka .. kantor virtual. Sistem Informasi Manajemen Berbasis Komputer Manajer atau pimpinan dalam membuat keputusan untuk memecahkan masalah. Sebagai contoh adalah penyediaan informasi akademik yang berkaitan dengan data mahasiswa dapat dilakukan dengan cepat. Sistem informasi manajemen berbasis komputer dalam kenyataannya banyak membantu pekerjaan manusia. Jr. dan sistem berbasis pengetahuan. 2001: 17). decision support system (DSS). Layanan nilai mahasiswa dapat dilihat sewaktu-waktu melalui komputer yang terhubung dengan komputer server dan langsung dapat dicetak. Informasi disajikan dalam bentuk lisan maupun tertulis oleh suatu pengolah informasi. Dari uraian sebagaimana tersebut di atas maka sistem informasi manajemen berbasis komputer didefinisikan sebagai suatu sistem yang diperlukan oleh suatu organisasi untuk menyediakan informasi yang penting dalam rangka mencapai tujuan organisasi dengan bantuan komputer.

12 .

informasi merupakan suatu prasyarat sebelum keputusan ditetapkan. kompleksitas. Tugas dari SIM berbasis komputer adalah memberikan kemudahan informasi yang digunakan dalam perencanaan. Hal ini sesuai dengan pendapat Murdick. (1997: 7) yang mengatakan bahwa tujuan SIM berbasis komputer adalah menyajikan informasi untuk pada pengambilan keputusan perencanaan. Dalam mengambil keputusan. pemrakarsaan. . akurasi yang tinggi. Keunggulan pengolahan informasi tersebut dapat dilihat dalam hal: kecepatan. dan pengendalian terhadap kegiatan suatu organisasi sehingga tujuan organisasi tersebut dapat tercapai. Bedasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa implementasi sistem informasi manajemen berbasis komputer sangat membantu dalam penyelesaian masalah-masalah yang dihadapi oleh suatu organisasi khususnya Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta dalam rangka mencapai tujuan. Hal ini disebabkan oleh beberapa keunggulan yang dimiliki sistem informasi manajemen berbasis komputer diantaranya dalam hal mengelola informasi. repetitif. C. pengorganisasian. kuantitas. Tujuan SIM Berbasis Komputer Peranan sistem informasi manajemen berbasis komputer dalam organisasi sangat penting dalam rangka mencapai tujuan organisasi tersebut.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta peningkatan mutu layanan dan pengembangan diri untuk menghadapi persaingan global. pengarahan. dan keunggulan yang lainnya. karena setiap kebijakan atau keputusan yang diambil jika didasarkan pada informasi yang akurat dan relevan akan menghasilkan kebijakan atau keputusan yang baik.

13 .

Hardware (perangkat keras). Software (perangkat lunak).Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta pengorganisasian. c. Hardware (perangkat keras). Onong Uchjana Effendi. dan 3. b. Unsur-unsur SIM Berbasis Komputer Sistem informasi manajemen berbasis komputer memiliki beberapa unsur yang menjadi bagian dari sistem. Software (perangkat lunak). 3. Dari 2 (dua) pendapat ahli di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa unsur dasar sistem informasi manajemen berbasis komputer terdiri dari 4 (empat) unsur: 1. Murdick. sehingga sistem tersebut dapat berjalan dengan baik. Hardware (perangkat keras) 2. Software (perangkat lunak). D. Brainware (personalia). 14 . (1997: 313) mengelompokkan unsur dasar sistem informasi manajemen berbasis komputer menjadi 4 (empat) macam. Brainware (personalia). Para ahli telah menerangkan unsur-unsur pembangun sistem informasi manajemen berbasis komputer. yaitu 1. 2. pengendalian kegiatan operasi sub sistem suatu organisasi dan menyajikan sinergi organisasi pada proses. Brainware (personalia). (1989) membedakan 3 (tiga) unsur dasar dalam sistem informasi manajemen berbasis komputer. yaitu: a.

Pengelola proses. yaitu keyboard. misalnya berupa CPU. IV. alat masukan ini digolongkan menjadi dua yaitu on line input (input langsung) dan off line input (input tidak langsung). bagian ini sering disebut dengan CPU yang terdiri dari: (1) Processor (unit kendali) yang bertugas mengatur dan mengendalikan semua peralatan yang ada pada sistem komputer seperti Intel Pentium I. pointing device. Alat input langsung dapat dikelompokkan menjadi beberapa bagian. 2. hard disc. (5) VGA Card merupakan interface yang menghubungkan antara CPU dengan monitor. disket. Alat input langsung diproses oleh Central Processing Unit (CPU) tanpa media lain.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta a. (2) hard disc yang berfungsi untuk tempat programprogram dan data atau tempat penyimpanan program dan data. (3) Main memory yang berfungsi untuk menampung semua data yang masuk. dan lain-lain. main memory. scanner. II. kabel fiber optic. motherboard. tergantung jenis data yang akan dikelola. (6) Motherboard merupakan salah satu komponen utama CPU yang berfungsi sebagai penghubung . Untuk data elektronik perangkat keras yang digunakan dapat diklasifikasikan berdasarkan fungsinya sebagai berikut: 1. Sedangkan alat input tidak langsung diproses oleh CPU dengan menggunakan media lain seperti flash disc. dan lain-lain. Pengelola masukan. Perangkat Keras Perangkat keras yang biasa dipakai dalam sistem basis data sangat beragam bentuk dan jenisnya. (4) Arithmetic Logic Unit (ALU) melakukan tugas perhitungan arithmetika yang terjadi sesuai dengan instruksi program.

15 .

Hal ini sesuai dengan pendapat Sondang P. printer. Alat-alat inilah yang mengirimkan data dalam bentuk yang dapat “dibaca” oleh komputer ke dalam unit pemroses. (2001: 100) yang mengatakan bahwa komponen-komponen perangkat keras diklasifikasikan sebagai berikut: 1) Unit pemroses sentral (Central Prosessing Unit. cardlan.CPU) yang sesungguhnya dapat dikatakan sebagai “inti” dari komputer karena peranannya sebagai pemroses instruksi dalam bentuk program dengan menggunakan “bahasa” komputer tertentu.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta antara hard disc. (8) Power Supply merupakan rangkaian yang mengatur kebutuhan arus dan tegangan yang dapat diterima oleh CPU melalui motherboard. Siagian. dll serta didalamnya terdapat port-port input maupun output data seperti port keyboard. Pengelola output. Pengelola penghubung. kabel UTP. mouse. 3. printer. mouse. Universal serial bus (USB). disc drive. HUB. light pen. merupakan rangkaian atau alat yang berfungsi sebagai perantara bagian yang satu dengan bagian yang lainnya seperti kabel serat optik. processor. merupakan alat yang digunakan agar data yang diproses dapat dimengerti oleh manusia seperti monitor. 2) Alat pemasukan data. memory. 16 . 4. (7) Disc drive berfungsi sebagai input data melalui media lain yaitu disket. dan lainlain. seperti: keyboard. pembaca kartu (card reader).

memerlukan perangkat keras yang dikenal sebagai komputer.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta 3) Alat-alat keluaran. Komputer mampu menerima. hard disc. Konfigurasi komputer beraneka ragam tergantung pada kemampuannya. monitor. termasuk dengan penggunaan alat-alat elektronik. dan menyimpan data sebagai masukan dan informasi sebagai hasil olahannya. magnetic tape. mouse. keyboard. Seperti telah dijelaskan di atas bahwa komputer adalah alat mesin elektronik yang menerima dan mengolah data sedemikian rupa sehingga menghasilkan informasi (Sondang P. Konfiguarsi komputer merupakan suatu sistem karena terdiri dari berbagai komponen seperti CPU. flash disc. komputer yang melalui 2001: dalam diberikan 92). dll. speaker. Siagian. yaitu tidak hanya operator. Sebagaimana telah diketahui bersama berdasarkan instruksi program bahwa “menjalankan” tugasnya kepadanya. Contohnya: disc drive. Pengolahan data. disket. yaitu berbagai perlengkapan yang berperan membuat informasi sebagai keluaran pengolahan data dan siap digunakan oleh berbagai pihak dalam organisasi. printer. hard disc. akan tetapi juga menyimpan intruksiinstruksi yang diberikan sehingga tidak diperlukan lagi “campur tangan” manusia untuk setiap kali komputer tersebut “diperintahkan bekerja” selama menggunakan program yang sama. Dalam arti . mengolah. Contohnya: floppy disc. 4) Penyimpan tambahan atau pendukung. dll. Alat ini berfungsi untuk menyimpan data dan instruksi tertentu yang belum diperlukan oleh unit pengolahan sentral. printer.

17 .

Jenis yang kedua. yang bekerja dengan mengukur kuantitas elektronik atau fisik secara berkesinambungan. Pengalaman menunjukkan bahwa jenis komputer yang paling banyak digunakan untuk mengolah data bisnis ialah komputer digital. huruf. Dengan kata lain secanggih apapun teknologi komputer yang memungkinkannya bekerja sangat cepat dan bahkan dapat melaksanakan instruksi sekaligus. (2001: 93) menyatakan bahwa komputer digital berdasarkan tipe kecepatan kerjanya dapat dikelompokkan menjadi 4 (empat).Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta yang sesungguhnya. Alasan utamanya ialah karena kecepatan bekerjanya dan akurasi hasilnya dibandingkan dengan komputer analog. Dengan demikian komputer tetap merupakan “alat mati” dan hanya “hidup” apabila digerakkan oleh manusia. seperti suhu atau dimensi sesuatu. komputer mikro. komputer mini. yaitu 1 dan 0. intervensi manusia tetap diperlukan. Sondang P. besar kecilnya manfaat tersebut sangat ditentukan oleh unsur manusia yang mengoperasikannya. adalah komputer analog. yaitu komputer digital dan komputer analog. dan 18 . Konfigurasi komputer dapat dikategorikan menjadi dua jenis. komputer tidak lebih dan tidak kurang dari suatu alat elektronis dengan kemampuan menghitung yang sangat tinggi akan tetapi hanya mampu melaksanakan “pekerjaan” tertentu berdasarkan instruksi yang diberikan kepadanya. Komputer digital bekerja dengan cara menghitung angka. yaitu komputer besar (mainframe). Jelaslah bahwa apapun manfaat yang dipetik organisasi dalam menggunakan komputer. yang dikenal dengan istilah digit biner. Siagian. dan simbol yang disajikan sebagai angka diskrit.

untuk aplikasi dengan program yang tidak terlalu rumit. Dengan kata lain. Komputer mini merupakan komputer yang berukuran kecil. Komputer mini juga dapat digunakan untuk pemrosesan dengan pangkalan data. . kapasitas penyimpan data tidak besar dan harganya pun relatif murah. Disamping itu komputer jenis ini mempDinas Pendidikan Kota Yogyakartaai kapasitas penyimpan data data atau informasi dalam jumlah yang sangat besar pula. akan tetapi kecepatannya dalam mengolah data cukup tinggi. Komputer nano merupakan komputer yang mempDinas Pendidikan Kota Yogyakartaai kemampuan menghitung dengan teknologi tinggi. Komputer jenis ini sangat popular dikalangan bisnis terutama yang berskala menengah. pilihan jatuh pada konfigurasi yang paling sesuai dengan kebutuhan organisasi yang bersangkutan. Kiranya bahwa terdapat sub kategorisasi dari apa yang disebut komputer besar itu. Manajemen dengan bantuan para tenaga spesialis informatika. menggunakan komputer jenis ini merupakan pilihan yang tepat jika suatu organisasi memerlukan database (data induk) dengan berbagai jenis bukanlah hal baru apabila ditambahkan network (jaringan). Contoh komputer mini adalah Notebook. dan dapat diandalkan sebagai sarana pengolah data dengan kapasitas yang tidak terlalu besar seperti mainframe.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta komputer nano. bekerja cepat. penggunaan jaringan yang on line. Komputer besar yaitu komputer yang mampu memproses data dalam jumlah sangat besar berkat kemampuannya dalam menerima jutaan instruksi dalam setiap detiknya. perlu mengetahui dan mengenali sub kategorisasi tersebut agar dalam keputusan mengenai konfigurasi komputer yang akan digunakannya.

19 .

Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta

dan dengan kemampuan yang besar. Contohnya kalkulator dengan teknologi tinggi. Untuk memenuhi tuntutan akan penyediaan informasi yang cepat dan tepat, maka ada beberapa persyaratan perangkat keras yang harus

dipenuhi. Menurut Davis, (1999: 60) perangkat keras untuk sistem informasi yang maju pada umumnya memerlukan persyaratan minimal sbb: 1. Kemampuan komunikasi data, 2. Kapasitas saluran dan kesamaam bidang (interface) untuk serangkaian peralatan masukkan/keluaran dengan kecepatan tinggi, 3. Kemampuan untuk pengoperasian on line, 4. Penyimpanan besar, 5. Penyimpanan on line sekunder yang sangat besar. Untuk memenuhi persyaratan dengan tersebut, maka perangkat teknologi segi perangkat keras keras

harus disesuaikan informasi.

perkembangan data dari

Kemampuan komunikasi

dapat ditingkatkan dengan penyesuaian komputer(LAN) masing-masing organisasi, dengan misalnya

manajemen jaringan kondisi kabel lingkungan LAN jangan

pemasangan

sampai melebihi 100 meter tanpa ada switch, pemilihan model jaringan (sistem jaringan tersebar/terdistribusi), dll. Kapasitas saluran dan

kesamaam bidang untuk serangkaian peralatan masukkan/keluaran dengan kecepatan tinggi dapat dipenuhi dengan penggunaan kabel fiber optic yang memiliki keunggulan dalam kecepatan transfer data, memperbesar kecepatan processor (mengganti processor Pentium I, II, III, IV menjadi core 2

20

Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta

Duo),penambahan kapasitas main memory misalnya main memory dengan kapasitas 1 GB, dll. Kemampuan untuk pengoperasian on line biasanya ditentukan dari faktor SDM dan kondisi perangkat keras yang baik, sebagai contoh: kondisi switch, cardlan, CPU, keyboard, monitor, dan lain-lain harus baik atau dapat dioperasikan dengan sempurna. Penyimpanan yang besar dapat dipenuhi dengan melakukan penambahan atau penggantian hard disc, flash disc dan komponen penyimpan yang lain ke space yang lebih besar, contohnya: hard disc dengan kapasitas 80-200 GB, flash disc dengan kapasitas 4 GB, dan lain-lain. Perkembangan teknologi informasi khususnya perangkat keras sudah begitu pesatnya. Dewasa ini banyak bermunculan perangkat keras versi terbaru dengan berbagai macam keunggulan. Beberapa contoh perangkat keras versi terbaru adalah Processor core 2 Duo dengan kecepatan tinggi, router untuk sistem jaringan dengan berbagai keunggulan, yaitu mencegah terjadinya konflik IP, sistem keamanan yang baik seperti: sistem firewall security, pengaturan setting IP dan LAN lebih mudah karena bersifat automatis, hubungan antar kabel bersifat fleksibel,

dan harga yang terjangkau, berbagai macam motherboard untuk Processor dengan kecepatan tinggi, flash disc dengan space besar: 4 GB, VGA dengan kemampuan tinggi, main memory dengan kemampuan tinggi: DDR 1 GB, modem, hard disc dengan space besar: 80-200 GB, monitor, scanner, printer, FDD, CD ROM, CD RW, kabel fiber optic, dan lainlain Februari 2008 dari: (diambil pada tanggal 20 http://www.zipzoomfly.com/jsp/ProductDetail.jsp).

21 .

Penyesuaian perangkat keras sistem LAN. maka pada suatu saat akan mengalami kesulitan jika menemui kerusakan. Penyesuaian perangkat keras dengan perkembangan teknologi informasi merupakan suatu persyaratan yang harus dipenuhi oleh suatu organisasi termasuk Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. b. Hal ini disebabkan karena kesulitan dalam mencari komponen-komponen lama yang pada kenyataannya sudah tidak diproduksi lagi. Sebagai contoh komputer pentium I (75 MHz) tidak akan sesuai jika digabung dengan program windows XP.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Dengan perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat khususnya dari segi perangkat keras. Penyesuaian perangkat keras ini perlu dilakukan sebab perangkat keras merupakan salah satu unsur utama dalam implementasi sistem informasi berbasis komputer. Perangkat Lunak Perangkat lunak yang juga dikenal dengan istilah “program” adalah serangkaian program dengan instruksi-instruksi yang diberikan oleh operator 22 . mau tidak mau kita harus mengikutinya agar tidak ketinggalan dalam hal tersebut. intranet dan internet dirasa perlu untuk dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta dalam rangka pengembangan lembaga. Selain itu penyesuaian perangkat keras dengan perkembangan perangkat lunak juga perlu dilakukan sebab perangkat keras versi tertentu belum tentu cocok dengan perangkat lunak versi terbaru. Seandainya suatu organisasi tetap bertahan dengan perangkat keras yang lama.

Sebenarnya. Siagian. Perangkat lunak sistem adalah seperangkat program yang fungsinya mengkoordinasikan dan mengendalikan penggunaan perangkat keras serta sebagai wahana untuk mendukung penggunaan perangkat lunak aplikasi. perangkat lunaklah yang membuat komputer menjadi alat yang tangguh dan handal bagi manajemen dalam menjalankan fungsi dan aktivitasnya. Kenyataan menunjukkan bahwa perkembangan perangkat lunak sudah sangat pesat. Sedangkan yang dimaksud dengan perangkat lunak aplikasi adalah instruksi yang ditulis oleh atau untuk pemakai agar dapat mengaplikasikannya untuk bidang tugas masing-masing. yaitu perangkat lunak sistem dan perangkat lunak aplikasi. Seperti diketahui instruksi tersebut harus diberikan dalam “bahasa” komputer. Dalam pengoperasian komputer yang berkaitan dengan perangkat lunak minimal mempunyai 3 (tiga) fungsi. Pada dasarnya terdapat 2 (dua) jenis perangkat lunak.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta komputer kepada komputer yang memungkinkan komputer mengerjakan pekerjaan yang dinginkan oleh pemrogram (programmer) Sondang P. (2001: 100 . Mengolah berbagai sumber daya komputer yang dimiliki oleh organisasi. yaitu 1. 2. baik yang sifatnya teknis maupun non teknis. sehingga dewasa ini 23 .101). Menjembatani peranan informasi sebagai hasil olahan data dengan penggunanya. khususnya dalam pengambilan keputusan. Mengembangkan berbagai sarana yang dapat digunakan oleh sumber daya manusia sehingga dicapai pemanfaatannya yang optimal. dan 3.

zipzoomfly. Fortran. windows NT. Dobb (2005: 15) memberikan gambaran bahwa perangkat lunak sistem dan perangkat lunak aplikasi yang sesuai dengan perkembangan teknologi informasi adalah berbasis windows dan harus memperhatikan sistem keamanannya. windows Linux server. (diambil pada tanggal 20 Feruari 2008 dari: http://www. Delphi. Selain itu. PHP. Perkembangan perangkat lunak saat ini semakin pesat.jsp ). fasilitas yang lebih lengkap. Peninjauan ulang terhadap perangkat lunak tersebut perlu dilakukan. sehingga banyak perangkat lunak yang berbasis windows. Pascal. kemudahan dalam pengoperasian. Oracle. Visial basic. sebab dan terus merupakan suatu cara untuk melakukan perbaikan lunaksecara pengembangan perangkat menerus (Pressman.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta dikenal aneka ragam “bahasa” komputer seperti Visual basic. windows NT server. Proses pengembangan perangkat lunak dapat dilakukan dengan meninjau ulang perangkat lunak tersebut. Perkembangan perangkat lunak saat ini sudah bergeser dari basis DOS ke basis windows yang memiliki banyak keunggulan diantaranya: tampilan yang lebih menarik. Penyesuaian perangkat lunak . Pascal. dan perangkat lunak aplikasi: My SQL. dll. 1997: 187). Delphi. dan lain-lain. Sebagai contoh perkembangan perangkat lunak pada saat ini adalah perangkat lunak sistem (server): windows 2000 for server. Dengan demikian penyesuaian perangkat lunak dengan perkembangan teknologi informasi perlu dilakukan untuk perbaikan dan pengembangan perangkat lunak tersebut. dll. Visual Fox Pro.com/jsp/ProductDetail.

24 .

Perangkat lunak dalam sistem informasi manajemen biasanya berbentuk database management system (DBMS) atau sistem manajemen database dengan tujuan untuk meminimumkan pengulangan data dan mencapai independensi data. Independensi data adalah kemampuan untuk membuat perubahan dalam struktur data tanpa membuat perubahan pada program yang dipakai untuk memproses data. Database adalah suatu koleksi terpadu dari data komputer yang disusun secara logis dan dikendalikan secara sentral. Perubahan dalam struktur data hanya dilakukan sekali. Sebagaimana tersebut di atas bahwa tujuan utama dari konsep database adalah untuk meminimumkan pengulangan data dan mencapai independensidata. Hirarki data dalam konsep database adalah sebagai berikut: 25 . Program mengacu dataset untuk mengakses data dalam database. serta disimpan dengan suatu cara yang memudahkan pengambilan kembali data tersebut. jika sewaktu-waktu diperlukan (Murdick. Integrasi logis dalam catatan-catatan pada banyak file ini disebut konsep database. Independensi data dicapai dengan menempatkan spesifikasi data dalam dataset dan kamus data yang terpisah secara fisik dari program. 1997: 151). yaitu dalam dataset. Pengulangan data adalah duplikasi data.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta dengan perkembangan teknologi informasi merupakan salah satu kriteria utama yang harus dipenuhi. artinya data yang sama disimpan dalam beberapa file.

3. Record adalah kumpulan satuan data yang mempunyai panjang sama. 2.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Database File (berkas) Record (catatan) Field (elemen data) Secara fungsional hirarki data pada konsep database dalam Model Sistem Informasi Manajemen Sarana Prasarana Pendidikan adalah sebagai berikut: 1. Dalam sistem jaringan internet ada beberapa kelemahan yang berpotensi untuk menghambat kelancaran Semakin sistem. karena tanpa keempat komponen tersebut tidak dapat disusun suatu database yang baik. File adalah kumpulan record yang sejenis untuk masing-masing jenis entitas. Hal penting yang berkaitan dengan perangkat lunak adalah sistem keamanan baik pada tingkat LAN. yaitu kurangnya keamanan sistem. Keempat komponen database tersebut merupakan komponen yang sangat penting keberadaannya dalam model SIM pada suatu organisasi. intranet dan internet. banyak menyambungkan sistem ke jaringan komunikasi data yang berbasis luas . 4. Database merupakan himpunan file-file atau berkas-berkas mempunyai hubungan atau relasi logis dengan menggunakan kata kunci primer yang ada pada masing-masing file. sebagai tempat penyimpanan data dari entitas. yang menggambarkan atau mewakili suatu file. Field adalah satuan data terkecil yang menjelaskan bagian-bagian dari record.

26 .

Pendekatan yang ketiga adalah membangun tembok perlindungan. Hal ini adalah strategi yang sama dengan yang digunakan oleh kontraktor bangunan yang membangun tembok tahan api (firewall) di kodominium dan apartemen untuk mencegah api menyebar dari satu unit ke unit yang lain (McLeod Jr.. sehingga sistem keamanan jaringan komputer merupakan sesuatu yang sangat penting. Pendekatan pertama untuk menangani masalah keamanan adalah memisahkan web site atau home page secara fisik yang terhubung ke jaringan internal yang berisi data dan sumber daya informasi. (2001: 78) menyatakan sistem keamanan jaringan dengan menggunakan firewall dibagi menjadi tiga: a. Heckers dan kriminal komputer yang lain dapat masuk ke dalam jaringan komputer tertentu setiap saat. Application-level firewall Sistem keamanan dengan packet-filtering firewall adalah suatu alat yang biasanya terdapat dalam suatu jaringan yang merupakan router sebagai pengarah arus lalu lintas. maka router dapat berfungsi sebagai data. maka semakin besar resiko yang dihadapi dalam hal keamanan data.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta (internet). Router ini dilengkapi dengan tabel-tabel . Circuit-level firewall c. Packet-filtering firewall b. Pendekatan yang kedua adalah memberikan password (kata sandi tertentu) kepada orang-orang yang hanya memiliki kepentingan saja.. 2001: 77). Apabila router tersebut ditempatkan di antara jaringan internet dan jaringan internal (LAN). yang firewall. McLeod Jr.

27 .

Router mengakses tabel-tabel itu untuk setiap transmisi. sehingga dapat mengatasi permasalahan yang berkaitan dengan heckers dan virus program (program komputer yang bersifat merusak). Programmer jaringan harus menuliskan kode spesifik untuk setiap aplikasi dan apabila aplikasi itu ditambah.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta diciptakan oleh programmer jaringan yang mencerminkan kebijakan penyaringan. Alat ini dapat menuliskan penyaringan yang disesuaikan untuk setiap aplikasi suatu program. Komputer ini dapat mengintegrasikan logika pengujian keaslian (authentication logic) ke dalam proses penyaringan. Programmer jaringan menciptakan kode yang diperlukan untuk semua transaksi. (1997: 94) mengatakan bahwa integritas perangkat lunak suatu sistem harus selalu ditingkatkan. Keterbatasan router adalah ia hanya mengamankan satu titik. Sistem circuit-level firewall adalah sebuah komputer yang dipasang diantara jaringan internet dan jaringan internal (LAN). Oleh sebab itu. kode tersebut harus diperbaharui. Jika ada heckers yang menyelinap melalui titik lain. Mekanisme isolasi tersebut terdiri dari beberapa alat termasuk exsternal services host. maka ada kemungkinan sistem keamanan dapat ditembus. atau dimodifikasi. Pressman. sehingga hanya mengijinkan pesan tertentu dari lokasi tertentu untuk lewat. sistem keamanan merupakan suatu hal . Zona ini terdiri dari suatu mekanisme isolasi yang memisahkan antara jaringan internal dan jaringan internet oleh satu router. Application-level firewall adalah bentuk keamanan yang paling lengkap dengan menciptakan zona keamanan antara internet dan jaringan internal (LAN). dihapus.

28 .

Salah satu model sistem keamanan adalah sistem keamanan firewall sebagaimana yang diungkapkan oleh McLeod Jr. Ada model komputer yang dikemukan oleh beberapa ahli. Sistem jaringan dengan keamanan firewall . dapat digambarkan sebagai berikut: Jaringan internet Sambungan internal jaringan kerja pemasok router Mekanisme Isolasi Border Router Pelayanan Eksternal IP Choke Protocol filter Internal/eksternal service gateway Internal Router Jaringan internal Gambar 2. Implementasi SIM berbasis komputer dengan perangkat lunak tertentu harus memperhatikan masalah keamanan.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta yang sangat penting dalam unsur perangkat lunak sistem informasi manajemen berbasis komputer. Dengan demikian sistem keamanan yang baik merupakan salah satu kriteria pokok dalam unsur perangkat manajemen untuk jaringan lunak sistem informasi sistem keamanan berbasis komputer.

29 .

2) Menggunakan sistem keamanan yang baik. Hal ini diperlukan karena perangkat lunak juga merupakan unsur utama dalam implementasi sistem informasi manajemen berbasis komputer. Perbedaan implementasi perangkat lunak ini akan menyebabkan kelancaran kerja sistem informasi manajemen berbasis komputer secara keseluruhan terganggu. Implementasi perangkat lunak dengan basis yang berbeda-beda akan dapat menimbulkan permasalahan-permasalahan. maka dapat disimpulkan bahwa persyaratan minimal perangkat lunak yang memenuhi perkembangan teknologi informasi adalah sebagai berikut: 1) Baik perangkat lunak sistem maupun aplikasi harus berbasis windows dengan pertimbangan kemudahan dalam pengoperasian. tampilan yang menarik. seperti perangkat lunak dengan basis DOS tidak bisa diimplementasikan dengan basis web. dan kecepatan transfer data. kesesuaian dengan perangkat keras. misalnya sistem keamanan firewall 3) Penggunakan perangkat lunak yang berbasis web untuk sistem internet dengan pertimbangan jangkauan yang lebih luas. sehingga menyebabkan implementasi sistem informasi manajemen berbasis komputer kurang efektif.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Berdasarkan uraian sebagaimana tersebut di atas. . Penyesuaian perangkat lunak sistem informasi manajemen berbasis komputer dengan perkembangan teknologi informasi dirasa perlu dilakukan oleh setiap organisasi termasuk Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta.

30 .

Programmers. yaitu para ahli yang bertanggung jawab terhadap pengembangan SIM dan aplikasinya pada suatu organisasi. Beberapa hal yang berhubungan dengan kualifikasi yang diperlukan dalam suatu sistem informasi manajemen terkait dengan unsur personalia. yaitu kelompok yang melakukan tugas-tugas yang bersifat penunjang. Machine operators. 31 . Manajer pengolah data. 2. yaitu pejabat yang memimpin unit pengolah data. menurut Sondang P. (2001: 127) dibagi menjadi: 1. yaitu para ahli yang bertanggung jawab atas penyusunan program untuk dioperasikan dalam komputer. Para petugas Tata Usaha. Brainware Personalia adalah aspek manusia atau orang yang menangani proses komputerisasi. yaitu kelompok yang menjamin bahwa mesin selalu berfungsi dengan baik dan dapat menghasilkan informasi yang dibutuhkan. Pimpinan proyek. 5. Kelompok pengawas. 3.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta c. 7. Aspek manusia sangat penting sebab akurat tidaknya suatu informasi yang dihasilkan menangani komputer unsur sangat dipengaruhi oleh keras maupun faktor unsur manusia yang perangkat perangkat lunak. Analis sistem. 4. orang yang menjalankan komputer beserta komponenkomponennya. yaitu kelompok yang bertanggung jawab pada pengadaan peralatan yang dibutuhkan SIM. 6. Siagian.

Programmer. Programmer. Oleh karena itu. pihak-pihak berkepentingan.. semua usaha harus ditempuh untuk menjamin tersedianya pekerja otak yang memenuhi persyaratan pengetahuan. Dikatakan demikian karena selaku pengolah data dan penyedia informasi bagi seluruh organisasi. kepribadian. Jr. dan lain-lain. e. dan perilaku yang sesuai dengan tuntutan semua komponen organisasi yang harus dilayani dan didukungnya. pengelola database. pekerja otak dituntut untuk memahami dengan tepat seluk-beluk struktur organisasi. organisasi. Analisis sistem. ketrampilan. seperti yang yang menyangkut: sejarah organisasi. spesialis jaringan. dan operator. Pengelola database. Pernyataan di atas menjelaskan bahwa manajemen sumber daya manusia dalam organisasi harus 32 . Operator. Berdasarkan dua pendapat para ahli sebagaimana tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa kriteria pokok yang harus dipenuhi dari segi SDM adalah manajer pengolah data. sikap. (2001: 20) menyatakan bahwa sistem informasi manajemen memerlukan lima golongan utama spesialis informasi: a. orientasi organisasi. b. d. Sesungguhnya persyaratan yang harus dipenuhi oleh pekerja otak ini jauh lebih berat dibandingkan dengan karyawan lain dalam suatu organisasi. c.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta McLeod. Singkatnya pekerja otak harus mengetahui dengan tepat tentang seluruh seluk-beluk organisasi. analisis sistem. Spesialis jaringan.

dan produktivitas kerja yang tinggi. maka kerja sistem tidak maksimal (asal dapat beroperasi). (c) seleksi. baik dari segi kuantitas maupun kualitas. (k) pemeliharaan hubungan yang serasi antara tenaga kerja tersebut dengan organisasi. (i) penyedian jasa dan bantuan organisasi. programmer. dan (d) bersedia memikul tanggung jawab yang besar yang kesemuanya akan mengejawantahkan dalam efisiensi. Sebagaimana diketahui 33 . Siagian. Keberadaan SDM yang memenuhi persyaratan dalam implementasi sistem informasi manajemen berbasis komputer. Berarti semua fungsi manajemen sumber daya manusia harus terselenggara sebaik mungkin antara lain meliputi: (a) perencanaan tenaga kerja pengolah data dengan berbagai kategori dan klasifikasinya. (seperti analisis sistem. (e) penempatan. (f) pelatihan dan pengembangan. (d) orientasi. (b) rekrutmen. efektivitas. 2001: 127) Dengan demikian diharapkan para pekerja otak tersebut akan: (a) memiliki motivasi yang tinggi untuk memberikan kontribusi yang maksimal kepada organisasi. (h) sistem imbalan yang efektif.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta mengambil semua langkah dalam bidang fungsional yang penting ini secara tepat. (l) program pensiun yang menjamin kehidupan di hari tua (Sondang P. dan lain-lain) akan bermanfaat bagi pengembangan sistem tersebut. (g) perencanaan dan pengembangan karier. bersedia membuat komitmen yang besar. (b) menampilkan sikap yang positif terhadap organisasi. Perangkat otak sebagai penunjang kelancaran sistem informasi manajemen berbasis komputer harus memenuhi persyaratan tertentu. Dengan jumlah SDM yang terbatas. (j) penilaian kerja yang obyektif dan rasional.

McLeod.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta bersama bahwa sebaik apapun sistem informasi yang diimplementasikan. dll. sehingga dalam hal ini belum terjadi proses terhadap data tersebut.. Jr. Bahan Informasi Data sebagai bahan informasi memiliki peranan yang penting dalam penyusunan informasi. Jika data jumlah jam kerja dikalikan dengan upah pekerja setiap jamnya dan dikalikan lagi dengan jumlah pegawai yang . Dengan demikian keberadaan data sangat penting dalam mencari informasi yang cepat dan tepat dalam rangka pengambilan keputusan. d. jumlah pegawai. jumlah jam kerja pegawai. Keputusan yang diambil ini juga berpengaruh terhadap pengembangan organisasi. Data ini belum dapat digunakan sebelum melalui suatu proses tertentu. dan biasanya berbentuk catatan historis yang dicatat dan diarsipkan tanpa maksud untuk segera diambil kembali dalam rangka pengambilan keputusan. jika tidak didukung oleh SDM yang baik maka sistem tersebut tidak akan berjalan dengan baik (tidak efektif). Selain itu. (2001: 15) menyatakan bahwa data terdiri dari fakta-fakta dan angkaangka yang relatif tidak berarti bagi pemakai. Data merupakan faktafakta dan angka-angka dalam proses pengambilan keputusan. Murdick. Karena data yang tidak akurat menyebabkan informasi yang didapat menjadi tidak akurat pula sehingga mempengaruhi dalam proses pengambilan keputusan. Sebagai contoh. (1997: 6) mengatakan bahwa data adalah fakta dan angka yang tidak sedang digunakan pada proses keputusan.

34 .

Hanya dengan sifat keterbukaan itulah satuan kerja pengolah data dapat memberikan dukungan informasi yang diperlukan oleh berbagai satuan menyelenggarakan kerja lainnya dalam khususnya fungsi dan aktivitasnya. Dengan demikian data akan menjadi berarti jika dilakukan proses terhadap data tersebut sehingga dapat berguna Dari bagi pemakai dalam rangka pengambilan keputusan. satuan . dalam proses pengolahan data yang perlu diperhatikan adalah menentukan data yang diperlukan dan dimana data tersebut diperoleh. dua pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa data adalah fakta-fakta dan angka. dalam pengambilan keputusan. Pengalaman dan kenyataan menunjukkan bahwa sumber data yang dapat digarap dapat bersifat internal. Oleh karena itu. Suatu hal yang sangat penting disadari oleh pengolah data dan sumber data internal ialah bahwa hubungan yang harus dibina antara kedua belah pihak bersifat simbiosis mutualisme.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta ada. Artinya.angka yang belum diolah atau diproses sehingga tidak dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan yang baik. Dengan demikian sumber data bersedia memberikan data yang diminta dengan benar untuk diolah lebih lanjut. secara sederhana dapat dikatakan terdiri dari semua komponen organisasi dalam arti berbagai satuan kerja dan bidang-bidang fungsional yang dapat menjadi sumber data. Sebaliknya. maka data-data ini akan berubah menjadi sebuah informasi yaitu pengeluaran perusahaan dari unsur gaji pegawai. Sumber data internal. akan tetapi sangat mungkin bersifat eksternal. sumber data harus terbuka terhadap para pengolah data.

35 .

E. Informasi yang baik sangat diperlukan untuk menentukan suatu keputusan yang tepat.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta kerja pengolah data harus mampu memberikan dukungan informasi yang diperlukan oleh berbagai satuan kerja dan komponen dalam organisasi. Untuk menyediakan data yang baik maka diperlukan petugas khusus yang dapat menyediakan data dengan baik. Bedasarkan uraian sebagaimana tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa data yang baik sangat diperlukan untuk penyusunan informasi yang baik. Dengan memiliki berbagai data tersebut suatu organisasi dapat mencerminkan lingkungan yang dihadapi oleh organisasi tersebut yang pada umumnya tidak berada pada posisi statis melainkan dinamis. instruksi dan prosedur. Suatu organisasi pasti memerlukan berbagai macam sumber data eksternal dalam rangka pengambilan keputusan dan pengembangannya. keluaran. Keberadaan penyedia data ini sangat diperlukan. serta catatan-catatan dan arsip. sebab untuk mendapatkan informasi yang akurat diperlukan data yang baik. yaitu masukan berupa bahan informasi/data. baik sistem informasi manual maupun yang dilengkapi dengan perlengkapan sistem komputer memiliki komponen dasar yang sama. pengolahan data. Mekanisme Kerja SIM Sebuah sistem informasi manajemen. Bahan informasi ini yang akan diolah menjadi suatu informasi yang 36 . sehingga kebijakan yang diambil pimpinan sesuai dengan tujuan. dan data yang baik akan dapat diperoleh dengan mudah jika ada yang menanganinya secara khusus.

Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta berguna bagi manusia. (5) output. langkah berikutnya mengembangkan prosedur-prosedur yang akan menentukan data mana yang akan diperlukan. Komponen pokok dari sebuah sistem informasi Sebagai sebuah mekanisme kerja. fungsi-fungsi pokok SIM dapat diilustrasikan sebagai sebuah alur kerja. (4) instruksi dan prosedur. 37 . (2) pengolah data. Murdick. (1997: 98) menyatakan komponen-komponen sistem informasi manajemen dibagi menjadi lima bagian. yaitu memasukkan data kedalam sistemnya. Mekanisme kerja SIM ini dapat digambarkan dalam bagan sebagai berikut: Instruksi dan prosedur Input Data Pengolah Data Output Laporan Catatan dan Arsip Gambar 3. Proses pengolahan data-data ini dilakukan dalam suatu mekanisme kerja SIM. (3) catatan dan arsip. kemudian data tersebut diolah dengan menyusun kembali data input dan arsip-arsip penyimpanan. yaitu (1) input data.

d) Mengidentifikasi permasalahan dan persyaratan sistem. Langkah-langkah dalam pembuatan model SDLC sebagai berikut: a) Pengumpulan data dengan melakukan observasi. serta memberikan instruksi yang harus diikuti oleh pengolahnya. F. Dengan memahami batasan-batasan sistem baru. akan memberikan pemahaman kita terhadap prosedur-prosedur sistem baru yang dirancang oleh peneliti.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta kapan dan dimana data itu dapat diperoleh. b) Pengumpulan data dengan wawancara kepada para responden. Mengidentifikasi permasalahan-permasalahan dan persyaratan sistem serta menemukan solusi-solusi penelitian yang akan memberikan pemahaman kepada kita tentang fungsi-fungsi sistem baru. e) Menemukan solusi-solusi penelitian. Dalam kajian SIM SDLC merupakan salah satu model berupa siklus hidup untuk pengembangan SIM. Model SDLC merupakan salah satu model pengembangan SIM dalam implementasinya pada suatu organisasi yang dalam penelitian ini Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. Model SDLC System Development Life Cycle merupakan suatu metodologi yang digunakan dalam pengembangan SIM (Al-Sahrani. untuk apa data itu dipergunakan. prosedur-prosedur sistem . Dalam meninjau ulang aliran informasi yang ada di sistem. dan langkah terakhir adalah menyiapkan output laporannya. c) Meninjau ulang aliran informasi yang ada di dalam SIM. 2006). Dalam pengumpulan data kita akan dapat memahami batasan-batasan sistem baru.

38 t .

dan fungsi-fungsi sistem baru. Bagan langkah-langkah pembuatan model SDLC . Adapun gambar langkah-langkah pembuatan model SDLC sebagai berikut: Pengumpulan Data (Observasi dan wawanc) Memahami batasanbatasan sistem baru Pengumpulan Data (Dokumentasi ) Meninjau ulang aliran informasi yang ada Memahami prosedurprosedur sistem baru Mengembangkan sistem yang diusulkan Mengidentifik asi permasalaha n dan persyaratan sistem Memahami fungsi-fungsi sistem baru Solusi-solusi Peneliti Gambar 4.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta baru. maka peneliti dapat mengembangkan sistem baru yang diusulkannya.

39 .

Premis. asumsi atau kerangka acuan. dan Alur Penelitian Convey (1989: 23) mengatakan bahwa paradigma adalah istilah yang lazim digunakan dengan arti model. teori. Paradigma dan Kerangka Berfikir Penelitian . Adapun dan kerangka berfikir dalam penelitian ini digambarkan sebagai Potret SIM Pertanyaan Penelit Tujuan & Urgensi Penelt R & D dengan penggalian data dan analisis Kualitatif model baru sim di dinas pendidikan kota yogyakarta Gambar 5. Selain itu. Paradigma.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta BAB IV METODE PENELITIAN A. persepsi. Lincon dan Guba (1985: 15) mengemukakan bahwa paradigma merupakan distalasi (penyulingan) dari apa yang kita pikirkan tentang paradigma berikut: Kajian Teori Kondisi ideal Fenomena model SIM Masalah Fokus Penelit Rumusan Masalah dunia (tetapi tidak membuktikannya).

40 .

Teknik Pengumpulan Data Dalam penelitian ini. Kasubdit terkait). C. programmer. dan spesialis jaringan. 41 . analisis sistem.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta B. perangkat keras. Data yang dikumpulkan dalam peneltian ini adalah data-data yang berkaitan dengan SIM berbasis komputer di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta merupakan salah satu dinas pendidikan di Provinsi DIY yang memiliki kepedulan yang tinggi dalam pengembangan SIM berbasis komputer terutama untuk kepentingan pembelajaran on-line. dan sumber daya manusia yang menjadi pendukung sistem tersebut. Unit Sistem Informasi di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta (Administrator. perangkat lunak. pengelola database. 2. jajaran pimpinan di lingkungan Dinas Pendidikan kota Yogyakarta terkait dengan kebijakan teknologi informasi (Kepala Dinas. dan operator). Lokasi Penelitian ini adalah Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta terletak di Jalan Hayam Wuruk 11 Kota Yogyakarta Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta 55212. Subyek dan Lokasi Penelitian Subyek penelitian ini adalah 1. peneliti mengumpulkan data kualitatif yang berupa kata-kata dalam bentuk deskripsi dan bukan angka-angka. Kepala Bagian TU.

Dalam penelitian ini metode pengumpulan data yang digunakan adalah pengamatan. dokumen pengumpulan (dokumentasi). Peneliti terlibat dalam wawancara dengan sumber daya manusia sebagai pendukung implementasi sistem informasi berbasis komputer yang ada di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. (4) wawancara. Metode-metode yang digunakan dalam penelitian ini dapat diuraikan sebagai berikut: 1. (5) catatan lapangan. yaitu (1) mengetahui sumber dan jenis data. (2) manusia sebagai instrumen (3) pengamatan berperanserta. (2001: 112) menyatakan bahwa dalam pengumpulan data harus melalui beberapa bagian yang sangat penting yang disebut dengan teknik penelitian. (2) interviews. dan (6) penggunaan dokumen. Moleong.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Menurut Creswell. (3) documentation. yaitu (1) observation. (4) audio and visual material. wawancara. (2003: 185-188) prosedur pengumpulan data dibagi menjadi 4 (empat) tipe dasar. dimana peneliti melakukan secara langsung wawancara dengan informan kunci dan informan. Metode Wawancara Metode wawancara adalah metode pengumpulan data. Wawancara dalam penelitian ini akan dilakukan dengan beberapa cara sebagai berikut: (a) Wawancara pembicaraan informal yaitu wawancara yang bergantung pada pertanyaan spontanitas dalam kondisi yang wajar dan suasana biasa. (b) Wawancara dengan menggunakan petunjuk umum . Bagian-bagian tersebut meliputi 6 (enam) macam. pengumpulan data dengan bantuan alat-alat audio visual.

42 .

Dalam penelitian ini wawancara dilakukan secara bebas terkontrol artinya wawancara dilakukan secara bebas sehingga diperoleh data yang luas dan mendalam. Wawancara sebagaimana tersebut di atas juga memperhatikan prinsip-prinsip komparabilitas dan reliabilitas secara langsung yang dapat diarahkan dan memihak pada persoalan yang diteliti. Hal ini penting dilakukan karena untuk menjaga hubungan baik antara pewawancara dan yang diwawancarai. Metode Pengamatan berpartisipasi Metode ini dilakukan dengan jalan peneliti terjun langsung ke lapangan untuk mengamati dan mengumpulkan data yang ada pada Dinas Pendidikan 43 . sehingga diperlukan pedoman wawancara. dan (c) Wawancara baku terbuka yaitu wawancara yang menggunakan seperangkat pertanyaan baku (Patton. wawancara dibuat bervariasi dan disesuaikan dengan situasi yang ada sehingga kelihatan luwes. Walaupun dalam wawancara ini diperlukan pedoman wawancara akan tetapi dalam pelaksanaannya.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta wawancara yaitu wawancara yang mengaharuskan pewawancara membuat kerangka dan garis besar pertanyaan dalam proses wawancara. 1980: 197). namun demikian agar permasalahan penelitian yang dikaji itu terjawab. maka dalam wawancara juga dibuat suatu pedoman wawancara dengan memperhatikan fokus penelitian. Wawancara secara mendalam merupakan percakapan yang wajar dan tidak merupakan tanggung jawab formal serta tidak dilakukan dalam situasi yang memang dirancang secara serius untuk tujuan wawancara. 2.

Pengamatan ini dilakukan sejak awal penelitian sampai berakhirnya pengambilan data. perangkat lunak. perangkat keras.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Kota Yogyakarta. dan perangkat lunak sebagai pendukung sistem informasi manajemen berbasis komputer di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. bahan informasi serta perangkat lain yang digunakan untuk implementasi SIM berbasis komputer di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. Perpaduan antara catatan . Pencatatan antar waktu ini dimaksudkan agar tidak terjadi kerancuan antara hasil pengamatan yang satu dengan pengamatan berikutnya serta menghindari konsep-konsep yang tidak berasal dari pengamatan. Penulisan dilakukan dengan cara membuat catatan lapangan yang berisi kata-kata kunci secara singkat dalam bentuk skema. Catatan lapangan ini mencakup semua fenomena yang teramati selama pengamatan berlangsung yang meliputi sumber daya manusia. Agar diperoleh data penelitian yang lebih tepat. Waktu pencatatan ini dilakukan pada saat antar waktu selesainya pengamatan dengan pengamatan berikutnya. maka setiap permasalahan yang berkaiatan dengan hasil pengamatan selalu dicatat. Pembuatan catatan lapangan ini berupa deskripsi yang meliputi pengamatan kesuaian perangkat keras dan perangkat lunak serta kesiapan SDM pendukung sistem informasi manajemen berbasis komputer di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta apa adanya. dan SDM pendukung sistem informasi manajemen berbasis komputer. Proses penulisan ini diusahakan tidak mengganggu pengamatan yang sedang dilakukan. Pengamatan dilakukan untuk mengetahui perangkat keras.

44 .

Pengumpulan Data dengan Alat-alat Elektronis. yaitu kartu inventaris barang.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta singkat dengan hasil diskusi dalam pengamatan yang sama.informasi lain berhubungan implementasi Hal ini SIM berbasis komputer di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. 4. Metode pengumpulan data dengan audio visual adalah pengumpulan data bantuan alat-alat elektronis yang terdiri dari audio dan material visual. dan dokumen-dokumen lain yang digunakan untuk mengelola barang-barang milik negara. surat. dianggap sebagai hasil catatan lapangan sudah sempurna dan final. jurnal pribadi. (2003: 186) dalam penelitian kualitatif diperbolehkan mengumpulkan data dengan mengumpulkan dokumen. dapat dilakukan dengan melihat Buku Induk Barang Inventaris sebagai sumber primer dan Buku Golongan Barang sebagai sumber sekunder. siaran ulang televisi dari video. 2003: 186). obyek seni. prosedur kerja dengan SIM. 3. risalah rapat. dan informasi. Dokumentasi Menurut Creswell. Selain itu ada sumber lain yang dapat digunakan. berita acara) dan dokumen pribadi (buku harian. buku gudang. Contoh yang lainnya adalah 45 . dan e-mail). dan rekaman dari tape recorder (Creswell. Metode ini digunakan dalam pengumpulan data yang berkaitan dengan konsep SIM dalam tata kerja organisasi. seperti dokumen publik (dokumentasi berita. struktur pengelola yang SIM. Dengan bantuan alat-alat elektronis tersebut proses pengumpulan data-data penelitian dapat dilakukan dengan mudah. Data ini dapat mengambil format foto. buku catatan barang habis pakai.

1991: 173). Untuk memperoleh kredibilitas data yang diperolah dari lapangan dapat dilakukan dengan: a) memperpanjang masa pengamatan. b) pengamatan yang dilakukan secara terus menerus. 2) Menunjukkan derajat kepercayaan hasil temuan dengan jalan pembuktian oleh peneliti pada kenyataan ganda yang sedang diteliti (Moleong. Keabsahan data kualitatif harus dilakukan sejak awal pengambilan data. Untuk memperoleh keabsahan data dalam penelitin ini dilakukan dengan cara menjaga kredibilitas. e) menggunakan bahan referensi. jenis tampilan perangkat lunaknya dapat dicetak.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta penggunaan tape recorder untuk merekam wawancara dengan personalia pengelola sistem informasi manajemen berbasis komputer. dan f) mengadakan member check. penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Kredibilitas dalam penelitian kualitatif berfungsi: 1) Melaksanakan instruksi sedemikian rupa sehingga tingkat kepercayaan penemuannya dapat dicapai. yaitu sejak melakukan reduksi data. c) trianggulasi. Keabsahan Data Keabsahan data dari sebuah penelitian sangat penting artinya karena dengan keabsahan data merupakan salah satu langkah awal kebenaran analisis data. keadaan perangkat keras LAN dapat difoto untuk mengetahui spesifikasinya. d) membicarakan dengan orang lain (peer debriefing). Keabsahan data dalam penelitian kualitatif bersifat sejalan dan seiring dengan proses penelitian yang sedang berlangsung. dan lain-lain. . 5.

.46 .

Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta D. Analisis data dalam penelitian ini akan dilakukan dengan model interaktif yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman (1994: 12) yang dimulai dengan pengumpulan data. Pengumpulan Data Data-data dari lapangan dikumpulkan melalui proses wawancara mendalam. data-data yang diperoleh dari lapangan perlu disusun dalam suatu catatan lapangan sebagai langkah awal dalam analisis data (Spredly. Proses analisis data dilakukan secara terus menerus dalam proses pengumpulan data selama penelitian berlangsung. penyajian data. pengamatan berpartisipasi. dan analisis dokumen selama penelitian . 1994: 12) Gambar 6: Komponen-komponen analisis data 1. 1980: 66). Alur analisis ini dapat digambarkan sebagai berikut: Pengumpulan Data Penyajian Data Reduksi Data Penarikan Kesimpulan (Model interaktif Miles dan Huberman. Teknik Analisis Data Sebelum melakukan analisis data. dan pengambilan kesimpulan atau verifikasi. reduksi data.

47 .

Dari penyajian data ini memungkinkan peneliti untuk dapat menarik kesimpulan atau pengambilan tindakan lebih lanjut. dipilah-pilah.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta berlangsung. dirangkum. membantu dalam memberikan kode pada aspek-aspek tertentu yang menjadi fokus penelitian. Data yang diperoleh biasanya semakin bertambah banyak dan menumpuk. supaya tidak kesulitan dalam penguasaan informasi baik secara keseluruhan atau bagian- 48 . dicari tema dan polanya. oleh karena itu data tersebut perlu direduksi. Reduksi Data Data-data yang telah diperoleh di lapangan semakin bertambah banyak seiring dengan berjalannya proses pengambilan data. 2. sehingga mudah dikendalikan. Penyajian data dalam penelitian ini dalam bentuk naratif. 3. Penyajian data Penyajian data merupakan sekumpulan informasi yang telah disusun dari hasil reduksi data. Data-data tersebut disusun dalam suatu catatan lapangan sebagai langkah awal dalam analisis data. Reduksi data dalam proses analisis data merupakan hal yang harus dilakukan. Data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang tajam tentang hasil penelitian. Data yang ada kemudian disatukan dalam unitunit informasi yang menjadi rumusan kategori-kategori dengan berpegang pada prinsip holistik dan dapat ditafsirkan tanpa informasi tambahan. Melalui proses reduksi data ini laporan mentah yang diperoleh di lapangan disusun menjadi lebih sistematis. diambil hal-hal yang penting.

Hal ini dilakukan karena data yang terpencar-pencar dan kurang tersusun dengan baik. Untuk itu perlu mencari pola. penyajian data dan pengambilan kesimpulan merupakan bagian dari analisis data dalam penelitian ini. Ketiga langkah tersebut merupakan tahapan dalam analisis data secara deskriptif mengenai kelemahan dan keunggulan dari implementasi sistem informasi manajemen berbasis komputer di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta yang meliputi: (a) budaya penggunaan SIM bidang-bidang berbasis yang komputer. sudah (b) menggunakan sistem sebagai informasi berbasis komputer. Kesimpulan penelitian tentang “Pengembangan Model E-SDLC di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta” akan lebih mengakar dan kokoh groundednya seiring dengan bertambahnya informasi dari hasil wawancara. persamaan. sehingga sejak awal penelitian diupayakan untuk mencari makna data yang telah dikumpulkan. pengamatan. Menarik kesimpulan Kesimpulan diambil dari penyajian data yang telah dilakukan. hal-hal yang sering timbul. maka dalam penyajiannya harus dibuat rangkuman. dan teks naratif untuk memudahkan penguasaan informasi dari data tersebut. 4. tema. dapat bertindak mempengaruhi dan peneliti dalam kesimpulan yang mengambil memihak.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta bagian tertentu. studi dokumen selama penelitian berlangsung. Oleh sebab itu. (d) . (c) kesiapan sumber daya manusia pendukung implementasi SIM berbasis komputer. tersekat-sekat dan tidak mendasar. dan sebagainya. Reduksi data. perbandingan. penyajian data harus disadari sebagai bagian dalam analisis data.

49 .

Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta kelengkapan perangkat keras (jaringan LAN. (f) kerja sistem yang sudah ada (g) hambatan yang dihadapi. terminal penghubung. komputer. Dengan model ini diharapkan implementasi SIM berbasis komputer di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta dapat berjalan dengan lancar dan selalu dapat mengikuti perkembangan TI sehingga dapat menghadapi persaingan global. yaitu model E-SDLC. 50 . standarisasi peralatan pendukung. (e) perangkat lunak yang digunakan. Model ESDLC ini diharapkan dapat memberikan sumbangan dalam pengembangan Iptek khususnya bidang teknologi informasi. kabel fiber optic. dan lain-lain). kabel UTP. internet. Berdasarkan kesimpulan yang diperoleh tersebut dapat diformulasikan model baru SIM berbasis komputer. intranet.

tujuan dan peran Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta juga akan dipaparkan sebagai usaha nyata untuk memajukan pendidikan di wilayah Kota Yogyakarta. Potensi Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. 2. Deskripsi Potensi Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. Pada bagian ini akan diberikan uraian tentang potensi Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. Misi: 1. berwawasan global dengan dukungan sumber daya manusia yang profesional. visi. Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta memiliki visi dan misi sebagai arah bagi Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. Sebagai sebuah organisasi. Struktur organisasi. misi.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta BAB V HASIL PENELITIAN A. Mewujudkan pendidik dan tenaga kependidikan yang memiliki kompetensi dan kualifikasi yang sesuai 51 . Mewujudkan pendidikan berwawasan global dan berbasis teknologi informasi. Usaha-usaha tersebut akan difokuskan pada usaha meningkatkan pendidikan melalui implementasi SIM berbasis komputer di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. Adapun visi dan misi Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta sebagai berikut ini. Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta terletak di Jalan Hayam Wuruk 11 Kota Yogyakarta Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta 55212. Mewujudkan pendidikan berkualitas yang berakar budaya adiluhung. 3. Visi: pendidikan bekualitas. B.

jogja.go. Website Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. Gambar 7.id yang sangat membantu dalam kelancaran penyampaian informasi kepada masyarakat. C. Perangkat Keras SIM pada Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta 52 . maka dalam prosesnya didukung oleh iplementasi teknologi informasi.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Untuk menunjang kelancaran program dan kegiatan yang ada di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. Salah satunya adalah keberadaan web site Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta dengan alamat: http://www.pendidikan.

karena sebagian besar kapasitas hard discnya adalah 80120 GB. kemampuan dalam meyimpan data sudah memadai. Selain itu.6 GB dengan hard disc 250 GB untuk database server. Selain itu. fasilitas Komputer untuk client/workstation meliputi komputer Pentium IV yang berada di ruangruang karyawan yang tergabung dalam kasi-kasi yang ada di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. dan DNS (Dinamic Name Service) Server serta Intel Xeon 1. Komputer server yang ada di ruang server adalah Intel Xeon 1. a.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Gambaran komponen perangkat keras SIM berbasis komputer di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta berdasarkan hasil pengamatan wawancara dan dokumentasi tersebut adalah sebagai berikut ini. kemampuannya untuk menyimpan data cukup besar.8 GB Quad Core. Komputer-komputer server yang ada di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta meliputi komputer server dan client. Kondisi ini menunjukkan bahwa komputer-komputer server yang ada di lingkungan Dinas Pendidikan Kota sudah berkecepatan tinggi (Intel Xeon 1. Web Server. Komputer-komputer server tersebut dalam keadaan baik dan dapat berfungsi sehingga bisa digunakan sebagai menyelesaikan pekerjaan. maka dapat dipastikan bahwa sistem LAN Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta sudah mempunyai kemampuan on line. Dengan sudah terhubungnya komputer server dan komputer workstation. Mem 2 Gb dengan hard disc 250 GB untuk E-mail Server.86 GB Quad Core komputer server versi terbaru pada saat penelitian ini dilakukan). sebab kapasitas hard discnya 250 GB (termasuk hard disc versi terbaru pada saat penelitian ini dilakukan). .

53 .

Terminal penghubung untuk kabel UTP menggunakan switch yang berkecepatan tinggi. dapat digambarkan bahwa model jaringan dan perangkat keras SIM berbasis komputer di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta adalah sebagai berikut ini. Router sudah terpasang di pada tingkat bagian dan Kasi Data. Komponen penghubung: kabel UTP yang terhubung dari ruang server sampai dengan titik-titik tertentu pada tingkat bagian dan kasi. e. Model jaringan menggunakan sistem jaringan terpusat. b) Sistem LAN di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta menggunakan kabel UTP belden 6E. yaitu: switch hub sudah terpasang sampai dengan tingkat bagian dan kasi di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. d) Router sudah terpasang di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. c) Terminal penghubung untuk kabel UTP.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta b. a) Perangkat keras sistem LAN Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta sudah disosialisasikan pada tingkat bagian dan Kasi. 54 . c. jarak pemasangan kabel UTP di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta maksimal 100 meter. f. Jaringan telepon langsung untuk internet sebagian besar sudah tersedia pada tingkat bagian dan Kasi Data. seperti ke Kasi Data dan Informasi. yaitu 1Gbps (switch TreeCom 3226). yaitu sistem jaringan yang menggunakan komputer server yang berada pada tingkat pusat yang berada pada ruang komputer server. Selain itu. d. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi.

6. misalnya pemasangan kabel LAN maksimal 100 meter harus dihubungkan dengan switch (terminal kabel LAN). dan lain-lain). Untuk mengetahui efektivitas perangkat keras SIM berbasis komputer di lingkungan maka Dinas perlu Pendidikan Kota Yogyakarta.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta e) Model LAN (jaringan komputer lokal) yang ada di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta menggunakan model jaringan terpusat dengan server yang ada pada ruang komputer di Kasi Data. Kemampuan untuk komunikasi data dan pengoperasian on line dengan penggunaan sistem LAN. yaitu penggunaan hard disc dengan space besar (80 GB). intranet. Komputer dengan kecepatan tinggi (minimal Pentium IV/ 2. RAM 256 MB.26 GHz. motherboard. Kemampuan yang besar untuk menyimpan data. Pemasangan perangkat keras harus memenuhi standar. dan internet. 4. hard disk 40 GB. Kapasistas saluran yang memadai (penggunaan kabel LAN dengan kabel UTP 6E). Pemasangan router untuk sistem keamanan dan pencegah terjadinya konflik IP addres. dilakukan perbandingan antara kondisi nyata perangkat keras SIM berbasis komputer di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta dan persyaratan standar perangkat keras yang sesuai dengan perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sebagai berikut ini. 3. 5. 1. 55 . 2.

Berdasarkan hasil perbandingan di atas. dan 5 merupakan kriteria pokok yang harus ada dari segi perangkat keras. Model jaringan terpusat sehingga memudahkan dalam pengelolaan informasi. Perangkat lunak sistem untuk E-mail server menggunakan linux dan perangkat lunak aplikasinya adalah Q-mail. 1. Perangkat Lunak SIM Berbasis Komputer pada Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Gambaran perangkat lunak SIM berbasis komputer di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta berdasarkan hasil pengamatan wawancara dan dokumentasi tersebut adalah sebagai berikut ini. Untuk kriteria 1. 3. sehingga sistem dapat berjalan dengan efektif. maka perangkat keras SIM berbasis komputer Dinas sudah sesuai Pendidikan Kota Yogyakarta dengan perkembangan TIK sebab perangkat keras yang ada merupakan perangkat keras versi terbaru pada saat penelitiaan dilakukan. 2. Sistem keamanan LAN dan internet Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta menggunakan password bertingkat dengan sandi tertentu. Web site Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta memberikan berbagai macam informasi yang berkaitan dengan Profil Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta dan lain-lain. 2. D. 3. Untuk kriteria 6 dan 7 merupakan kriteria sekunder yang mana apabila kriteria ini tidak dipenuhi sistem masih berjalan dengan baik. 4. Perangkat lunak sistem untuk .Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta 7.

56 .

Informasi yang ada di Web Site Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta selalu diperbaharui baik informasi yang statis maupun dinamis. kecepatan transfer data. misalnya: sistem keamanan firewall. linux. 5. Informasi yang ada di dalam SIM berbasis komputer harus sering diperbaharui. misalnya 2 kali dalam seminggu. 2. Penggunakan perangkat lunak yang berbasis web untuk sistem internet dengan pertimbangan jangkauan yang lebih luas. Untuk mengetahui efektivitas perangkat lunak SIM berbasis komputer di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. dan web dengan pertimbangan kemudahan dalam pengoperasian. 1. Informasi yang ada di sistem LAN Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta selalu diperbaharui khususnya informasi layanan pendidikan. 57 . maka perlu dilakukan perbandingan antara kondisi nyata perangkat lunak SIM berbasis komputer di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta dan persyaratan standar perangkat lunak yang sesuai dengan perkembangan TIK sebagai berikut ini. 4. tampilan yang menarik. kesesuaian dengan perkembangan teknologi informasi. password. 3. seperti penerimaan siswa baru on-line. 4. dan lain-lain. Baik perangkat lunak sistem maupun aplikasi harus berbasis windows. Perangkat lunak sistem untuk Web server menggunakan linux dan perangkat lunak aplikasinya adalah apache dan PHP. kesesuaian dengan perangkat keras. Menggunakan sistem keamanan yang baik.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Database server menggunakan linux dan perangkat lunak aplikasinya adalah My SQL.

dan c merupakan kriteria pokok yang harus ada dari segi perangkat lunak. (4) Pengelola database. (2) Analis sistem yang terdiri dari para ahli yang bertanggung jawab terhadap pengembangan SIM berbasis komputer dan aplikasinya dilaksanakan oleh Tim dari Universitas Brawijaya Malang. Sedangkan kriteria d merupakan kriteria sekunder yang mana apabila kriteria ini tidak dipenuhi sistem masih berjalan dengan efektif. maka perangkat lunak SIM berbasis komputer Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta sudah sesuai dengan perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi karena sudah menggunakan perangkat lunak terbaru yang berbasis web. b. (5) Spesialis jaringan terdiri dari orang-orang yang bertanggung jawab terhadap pemasangan. yaitu orang yang membuat database dari Universitas Brawijaya Malang. sehingga sistem dapat berjalan dengan efektif. (3) Programmers yang terdiri dari para ahli yang bertanggung jawab atas penyusunan program untuk dioperasikan dalam komputer dari Universitas Brawijaya Malang. perawatan dan perbaikan jaringan. Berdasarkan hasil perbandingan di atas. . Sumber Daya Manusia Pendukung SIM Berbasis Komputer pada Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Berdasarkan hasil observasi dan wawancara. maka dapat digambarkan bahwa kondisi SDM pendukung sistem informasi manajemen berbasis komputer di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta dapat dikelompokkan sebagai berikut ini.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Untuk kriteria a. E. (1) Manajer pengolah data yang bertugas memimpin unit pengolah data dan dilaksanakan oleh Kepala Seksi Data.

58 .

Analis sistem. g. yaitu: para ahli yang bertanggung jawab atas penyusunan program untuk dioperasikan dalam komputer. Manajer pengolah data. maka perlu dilakukan perbandingan antara kondisi nyata SDM di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta tersebut dan persyaratan standar SDM pendukung SIM berbasis komputer yang sesuai dengan perkembangan teknologi informasi berikut ini. Kondisi ini belum sesuai dengan pendapat Siagian (2001: 127) yang mengatakan bahwa unsur personalia dalam sistem informasi manajemen berbasis komputer dibagi dalam kelompok SDM berikut ini. yaitu: para ahli yang bertanggung jawab terhadap pengembangan SIM dan aplikasinya pada suatu organisasi. e. Sumber daya manusia pendukung SIM berbasis komputer di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta masih perlu ditingkatkan sebab untuk SDM yang mengurusi TI belum memiliki ijazah TI sesuai dengan tugasnya sehingga masih menggunakan tenaga ahli dari Universitas Brawijaya Malang. Machine operators. yaitu: kelompok yang menjamin bahwa mesin selalu berfungsi dengan baik dan dapat menghasilkan informasi yang dibutuhkan. b. Kelompok pengawas. a. (7) Penyedia data biasanya dilakukan secara bersama-sama atau kerjasama antar karyawan pada bagian masing-masing. (6) Operator komputer terdapat pada setiap bagian dan seksi di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. f. yaitu: kelompok yang melakukan tugas-tugas yang bersifat penunjang. Untuk mengetahui kesiapan SDM sebagai pendukung implementasi SIM berbasis komputer di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. yaitu: kelompok yang bertanggung jawab pada pengadaan peralatan yang dibutuhkan SIM. c. . Para petugas Tata Usaha.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Untuk spesialis jaringan dilaksanakan oleh teknisi yang ada di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. Pimpinan proyek. d. Programmers. yaitu: pejabat yang memimpin unit pengolah data. yaitu: orang yang menjalankan komputer beserta komponen-komponennya.

59 .

Kelompok pengawas. yaitu: kelompok yang menjamin bahwa mesin selalu berfungsi dengan baik dan dapat menghasilkan informasi yang dibutuhkan. Penyedia data. perawatan dan perbaikan jaringan 6. Pengelola database. Machine operators. yaitu: orang yang bertanggung jawab terhadap pemasangan. Analis sistem. 3. Programmers. Selain itu. Untuk kriteria a. e. sehingga sistem dapat berjalan dengan efektif. Spesialis jaringan. yaitu: orang yang membuat database 8. dan pengelola database) masih menggunakan tenaga ahli dari luar Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. programmer. untuk SDM pendukung SIM berbasis komputer di Dinas 60 . yaitu: orang yang menjalankan komputer beserta komponen-komponennya. yaitu: orang yang bertugas untuk mengumpulkan data-data sebagai bahan informasi. yaitu: para ahli yang bertanggung jawab terhadap pengembangan SIM dan aplikasinya pada suatu organisasi. b. yaitu: pejabat yang memimpin unit pengolah data. 4. Manajer pengolah data. d.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta 1. 5. 7. Berdasarkan hasil perbandingan di atas. 2. dan f merupakan kriteria pokok yang harus ada dari segi SDM pendukung SIM berbasis komputer. Sedangkan kriteria g dan h merupakan kriteria sekunder yang mana apabila kriteria ini tidak dipenuhi sistem masih berjalan dengan efektif. yaitu: para ahli yang bertanggung jawab atas penyusunan program untuk dioperasikan dalam komputer. maka sumber daya manusia SIM berbasis komputer Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta belum sesuai dengan perkembangan TIK sebab untuk tenaga ahli (analisis sistem. c.

perlu diketahui langkah-langkah pembuatan Model SDLC yang secara garis besar dapat digambarkan seperti dibawah ini.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Pendidikan Yogyakarta belum memiliki ijazah yang sesuai dengan tugasnya dalam bidang TIK. peneliti pada tahap 1 mengadakan pelatihan awal untuk pengenalan TIK terhadap SDM pendukung SIM berbasis komputer di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. (Mendistribusikan Quisioner) Pengumpulan Data Memahami batasanbatasan sistem baru Pengumpulan Data ((Wawancara dengan Staff) Meninjau ulang aliran informasi yang ada Memahami prosedurprosedur sistem baru Mengembang kan sistem yang diusulkan Mengidentifikasi permasalahan dan persyaratan sistem Memahami fungsi-fungsi sistem baru Solusi-solusi Peneliti Gambar 8. F. Oleh karena itu. Langkah-langkah Pembuatan Model SDLC (diadaptasi dari Al-Sahrani 2006) Setelah memenuhi langkah-langkah pembuatan model SDLC. Model SDLC untuk SIM Berbasis Komputer di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Sebelum memformulasikan model SDLC untuk SIM berbasis komputer di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. maka kita dapat .

memformulasikan model SDLC sebagai suatu metodologi untuk pengembangan SIM berbasis komputer di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. 61 .

Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Model konsep Teoritis Tinjauan Ulang Literatur Latar belakang Studi Situasi yang ada Pengemban gan Pengumpulan data TIK dan SIM berbasis kompt Disdik kota YK Kebutuha n Pengembang an Model SIM Disdik kota YK Perbaikan manajemen yang ada dan pertukaran informasi Model Sistem yang diusulkan Perkemban gan Teknologi Informasi Tahap IV Implemen tasi Sistem Pengulangan & Perbaikan Tahap I Permasalahan dan Peluang SDL C .

Tahap III Desain Sistem analis is Tahap II Persyara tan sistem Model Konsep Teknis Gambar 8. Model Konsep SDLC di Dinas Pendidikan Kota Yoyakarta 62 .

Model konsep teoritis ini digunakan untuk mengusulkan model SIM yang sesuai dengan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta dengan cara mengembangkan SIM yang sudah ada dengan memperhatikan perkembangan TIK terbaru dan melakukan strategi dalam memperbaiki manajemen yang ada di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta dengan cara melakukan pertukaran informasi dengan bagian-bagian terkait serta melakukan perbandingan manajemen dengan Dinas lain melalui pertukaran informasi. 2) latar belakang studi yang merupakan rumusan masalah TIK dan SIM berbasis komputer di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. Model konsep teoritis terdiri dari: 1) tinjauan ulang literatur yang merupakan kajian literatur yang terkait dengan TIK dan SIM berbasis komputer untuk pengembangan TIK di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. yaitu: 1) tahap 1 permasalahan dan peluang SIM berbasis komputer merupakan identifikasi permasalahan dan perumusan masalah serta kemungkinan pengembangan SIM berbasis komputer. 2) tahap 2 persyaratan SIM berbasis komputer merupakan analisis persyaratan-persyaratan SIM berbasis computer di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta sesuai dengan perkembangan TIK.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Model Konsep SDLC di Dinas Pendidikan Kota Yoyakarta terbagi menjadi dua bagian. 3) situasi yang ada merupakan strategi dalam membaca situasi yang berkembang dalam rangka pengumpulan data yang terkait dengan TIK dan SIM berbasis komputer di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. tahap 3 Disain SIM berbasis Komputer merupakan model pengembangan SIM berbasis komputer di Dinas 63 . yaitu Model Konsep Teoritis dan Model Konsep Teknis. Untuk model konsep teknis terdiri dari empat tahap.

Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta

Pendidikan Kota implementasi

Yogyakarta berbasis

yang sesuai komputer

dengan kebutuhan, tahap merupakan pelaksanaan

4

SIM

SIM

berbasis komputer

di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta dan disertai di

perbaikan dan uji coba ulang terhadap model SIM berbasis komputer Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta.

64

Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dalam BAB V, maka dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut ini. 1. Unsur perangkat keras SIM berbasis komputer di SIM berbasis komputer di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta sudah sesuai dengan perkembangan TIK (sudah efektif), sebab kriteria-kriteria pokok unsur perangkat keras yang ada, seperti kecepatan komputer, kapasitas saluran, pemasangan kabel, kemampuan yang besar dalam menyimpan data, dan kemampuan untuk on line sudah memenuhi standar. Selain itu, beberapa kriteria tambahan juga sudah terpenuhi, seperti model jaringan yang terpusat dan

pemasangan router pada tingkat bagian dan kasi di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa unsur perangkat keras dalam implementasi SIM berbasis komputer di SIM berbasis komputer di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta sudah memenuhi standar

perkembangan TIK atau sudah efektif. 2. Unsur perangkat lunak SIM berbasis komputer di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta sudah efektif, sebab kriteria-kriteria pokok unsur perangkat lunak yang ada sudah memenuhi standar, seperti perangkat lunak sistem dan aplikasi sudah berbasis Windows XP, Linux, dan Web, sistem keamanan sudah menggunakan password bertingkat. Informasi yang ada pada sistem

65

Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta

tersebut selalu diperbaharui dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan situasi dan kondisi serta kebutuhan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa unsur perangkat lunak dalam implementasi SIM berbasis komputer di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta sudah memenuhi standar perkembangan TIK atau sudah efektif, meskipun dari sistem keamanan masih perlu ditingkatkan. 3. Berdasarkan hasil perbandingan di atas, maka sumber daya manusia SIM berbasis komputer Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta belum sesuai dengan perkembangan TIK sebab untuk tenaga ahli (analisis sistem,

programmer, dan pengelola database) masih menggunakan tenaga ahli dari luar Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. Selain itu, untuk SDM pendukung SIM berbasis komputer di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta belum memiliki ijazah yang sesuai dengan tugasnya dalam bidang TIK. Oleh karena itu, peneliti pada tahap 1 mengadakan pelatihan awal untuk pengenalan TIK terhadap SDM pendukung SIM berbasis komputer di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. 4. Efektivitas implementasi SIM berbasis komputer di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta dapat dilihat dari unsur perangkat keras, perangkat lunak dan SDM. Jika ada salah satu unsure yang tidak memenuhi standar, maka dapat dikatakan bahwa implementasinya belum efektif. Dengan demikian secara keseluruhan implementasi SIM berbasis komputer di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta belum sempurna. Oleh karena itu, diperlukan suatu formulasi model pengembangan SIM berbasis computer

66

Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta

yang sesuai dengan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta yang dalam hal ini adalah Model SDLC untuk Pengembangan SIM berbasis komputer di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. B. Saran-saran Berdasarkan hasil penelitian sebagaimana tersebut di atas, maka saransaran yang dapat direkomendasikan adalah sebagai berikut ini. 1. Perlunya penyesuain perangkat keras dan perangkat lunak dari SIM berbasis komputer di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta secara terusmenerus sehingga dapat mengikuti perkembangan TIK yang terbaru. Selain itu, perlu peningkatan sistem keamanan yang ada dengan sistem keamanan yang lebih tinggi, seperti: sistem keamanan Application-Level Firewall sehingga sulit untuk ditembus oleh para hecker. 2. Penambahan SDM terkait dengan kualifikasi analisis sistem, programmer dan pengelola database dengan kemampuan program yang berbasis windows, linux, dan web (Ijazah sesuai dengan bidang tugas TIK). 3. Dengan adanya perkembangan TIK yang sangat pesat, maka perlu diadakan peningkatan pengetahuan dan wawasan tentang perkembangan TIK bagi SDM pendukung SIM berbasis komputer di lingkungan Dinas melalui

Pendidikan Kota

Yogyakarta

secara

berkesinambungan

pelatihan-pelatihan, workshop, studi lanjut, dan lain-lain. 4. Perlu model SIM berbasis komputer yang sesuai dengan kebutuhan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, yaitu Model SDLC (system development life

67

68 .Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta cicle) yang kemudian dapat dikembangkan menjadai Model E-SDLC (electronic system development life cicle).

Basis data. Pustaka Binaman Pressindo. W. G. (2003). Pustaka Binaman Pressindo. (2002). (Terjemahan Andreas S. (2003).jsp. Davis.com/pqdweb. Diambil pada tanggal 20 Februari 2008 dari http://www. Attaran M. Upper Saddle River. Thousand Oaks. (2004).). J. Information Systems Department. Journal of information technology and libraries. Pengembangan sekolah efektif: Buku panduan untuk SLTP. Diambil pada tanggal 21 Mei 2005.ddj. Bandung: Remaja Rosda Karya. M. Dobb. Journal of software development and security. Sistem informasi manajemen edisi kesepuluh.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta DAFTAR PUSTAKA Amstrong. Upper Saddle River. (1999). Information system. Fathansyah. Journal of computer science. Adiwardana) Jakarta: PT. G. Canedcom International. Creswell. ----------------.umi. New Jersey: Prenticehall. Diambil pada tanggal 20 Desember 2006 dari http://proquest.). (1999). Human resource management (9 ed. New Jersey: Prenticehall. London: Page Limited. (Desember 2006). & VanLaar I. (2003).com/jsp/ProductDetail. An Information Management System Model for the Industrial Incidents in Saudi Arabia: A Conceptual Framework Based on SDLC Methodology.com/topics/security. Human resource management (7 ed. Diambil pada tanggal 20 Mei 2005 dari http://proquest. Dobb’s software tools for the professional programmer.com/pqdweb. quantitative and mixed th methods approaches (2 ed. Kogan Annandtech. Faculty of Computer and Information Science. California: SAGE Publications. (1993). (21 Mei 2005). Research design: Qualitative. B.). (1997). Inc. Dr. Kerangka dasar sistem informasi manajemen. Jakarta: Depdiknas.umi. (Maret 2001). Strategic human resource management. Dessler. Software and harware. (Terjemahan Bob Widyohartono) Jakarta: PT. dari http://www. th th 69 . -------------.zipzomfly. Al-Zahrani S.

Management information system. Inc. J. O’Brien. (1989).. Q. Irwin. (1997). Yogyakarta: Andi Offset. A. Sistem informasi manajemen. (1998). (1993). California: Sage Publications. (1995). (1991).. Miles. Qualitatif evalution methods. Michael W. (1990). (1991). L. Sistem informasi manajemen. J. Inc. Baverly Hills: Sage Publications. (1981). New Jersey: Prentice-Hall. Management information system. San Diego California: Edits Publisher. Sistem informasi untuk manajemen modern edisi ketiga (Terjemahan J. th ed. (2001). Manajemen sumber daya manusia. Upper Saddle River. Bandung: Remaja Rosda Karya. Inc. Inc.). E.). (1997). Ross. Jogiyanto. Metodologi penelitian kualitatif. PT. (1994). R. 70 . (Buku asli diterbitkan tahun 1984). J. A. Bandung: Mandar Maju. Moleong. Clagget. A. M.R. Onong Uchjana Effendi. (Terjemahan Hendra Teguh) Jakarta: Pearson Education Asia. New Jersey: Prentice-Hall. Boston: Hadari Nawawi. (1999). Patton. Murdick. Handbook in research and evaluation (2 ed. Management information system: A managerial end user perspective.M. Essentials of information processing (3 Richard D. (1987). Inc. California: Sage Publication.. Bandung: CV. M.B.. Moekijat.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Floyd N. th th ed. Irwin. Inc. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press (GAMA PRESS). Analisis desain sistem informasi: pendekatan terstruktur. Djamil) Jakarta: Erlangga. Qualitatif evalution methods. McLeod. --------------------. (Buku asli diterbitkan tahun 1998). Q. Pengantar sistem informasi manajemen. G. Patton. Remadja Karya. Upper Saddle River. J. Baverly Hills. & Huberman. R. Qualitatif data analysis (2 Thousand Oaks. Georgetown Ontario: Richard D. M. Jr.B. --------------------.). (2001). Prenhallindo.

Spradley. Computer information systems for business.). Jakarta: Bumi Aksara. Diambil pada tanggal 21 Mei 2005 dari http://proquest. (1980). New York St. Luis San Francisco Auckland: The McGraw-Hill Companies. R. Principles of management (7 ed. New York: Holt. C. th th th 71 . S. --------------. (1992). (1999). Brown Publishers. Bandung: Remadja Karya. (1992). Metode penelitian administrasi. Inc.Ltd: Prentice-Hall.com/sistem informasi manajemen/modul/032. Georgetown Ontario: Richard D. Inc.). Sugiyono. Diambil pada tanggal 20 Agustus 2004 dari http://www. M. G. B. Sistem informasi manajemen.google. Yayasan Studi Ilmu dan Teknologi Yogyakarta: Liberti. Sistem informasi manajemen untuk pengambilan keputusan. Edisi kedua. Terry. (1999). (2004). Simkin. Bandung: Alfabeta. G. Iowa: Wm. P. Software engineering: A practitioner’s approach (4 ed. Taylor III. ----------------. R. Sains Manajemen (4 ed.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Pressman. Dubuque.umi.html. (Terjemahan Chaerul D.com/pqdweb. Rinehart and Winston. (1987). Sistem informasi manajemen. Irwin. Edisi keenam. P. W.). Participant observation. Siagian. (1977). Administrasi perkantoran modern. (1997). (Maret 2005). Djakman & Vita Silvira) Salemba Empat Simon & Schuster (Asia) Pte. (2001). Journal of information technology and libraries. S. J. The Liang Gie. Telecommunications system & internet communications. Singh A.

Berdasarkan Model SDLC yang diformulasikan pada penelitian tahap sebelumnya. d. maka dikembangkan model SIM berbasis komputer. Tujuan Khusus: SIM berbasis komputer untuk a. Melakukan uji terbatas dan uji luas terhadap Model E-SDLC (e-lectronic system development life cicle) sehingga model tersebut siap diimplementasikan. 72 .Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta SINOPSIS RENCANA PENELITIAN TAHAP II (2010) A. yaitu Model E-SDLC dalam bidang pendidikan di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. b. Implementasi Model E-SDLC di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. TUJUAN: 1. 2. Pelatihan Implementasi Model E-SDLC bagi SDM pendukung SIM berbasis komputer di DinasPendidikan Kota Yogyakarta. c. Tujuan umum: Tujuan umum penelitian ini adalah memberikan sumbangan dalam pengembangan teknologi informasi khususnya sistem informasi pendidikan (model pengembangan pendidikan).

Dari uraian sebagaimana tersebut di atas maka sistem informasi manajemen berbasis komputer didefinisikan sebagai suatu sistem yang diperlukan oleh suatu organisasi untuk menyediakan informasi yang penting dalam rangka mencapai tujuan organisasi dengan bantuan komputer. kantor virtual. decision support system (DSS). memerlukan informasi yang akurat dan relevan. Metode penelitian dan 73 . 2001: 17). dan sistem berbasis pengetahuan.. C. Kita menggunakan istilah sistem informasi berbasis komputer atau CBIS untuk menggambarkan semua aplikasi bisnis tersebut yang prosesnya dilakukan dengan bantuan komputer dan tidak dengan cara manual (McLeod. Jr. Dalam kajian SIM SDLC merupakan salah satu model berupa siklus hidup untuk pengembangan SIM.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta B. 2006). Porsi komputer dalam pengolah informasi terdiri dari bidang aplikasi berbasis komputer sebagai berikut: management information system (MIS). METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (penelitian dan pengembangan). KAJIAN PUSTAKA Manajer atau pimpinan dalam membuat keputusan untuk memecahkan masalah. System Development Life Cycle merupakan suatu metodologi yang digunakan dalam pengembangan SIM (Al-Sahrani. Informasi disajikan dalam bentuk lisan maupun tertulis oleh suatu pengolah informasi.

Jadwal Kegiatan Tahun I Jenis Kegiatan yang No dilakukan 1. JADWAL DAN PEMBIAYAAN 1. Persiapan:  Penyusunan Proposal 1 2 3 4 5 6 7 8 Waktu Pelaksanaan ( bulan ke: ) . Adapun Model Reseach and Development sebagai berikut: Explanatory Stage (I) Development Stage (II) Implementation Stage (III) Field Assesment & Meta Analysis Field Trial Test (Limited) Model Field Test (Broad) on Efectiveness First Draft Model Tested Model Efectiveness on The Model Feedback MONEV Dessimination Gambar 1: Research and Development Approach D. dan menguji keefektifan produk tersebut (Sugiyono. 2008: 297).Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta pengembangan adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu.

74 .

Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta   Penyusunan instrumen Perijinan dan koordinasi pelasanaan kegiatan 2. Pelaksanaan di lapangan:  Formulasi SDLC model E- (pembuatan perangkat lunak SDLC)  Validasi Ahli dan Uji terbatas E-SDLC  Uji luas Model E-SDLC  Pelatihan dan Implementasi Model ESDLC 3. Laporan:  Penulisan laporan hasil penelitian tahap I  Seminar hasil penelitian tahun I  Revisi dan penggandaan laporan hasil penelitian tahun I 75 .

Diambil pada tanggal 20 Mei 2005 dari http://proquest.200.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta 2.600. & VanLaar I.000.00 8.00 10.600.00 50. (Maret 2001).000.000.00 50.000.00 18.000.000. Information system.00 17.00 6.00 Jumlah 15.00 14.000.00 8.000.500.zipzomfly.00 16. Software and harware.000.800.000.000.00 DAFTAR PUSTAKA Annandtech.00 7.600.000.000.000.000.00 19. Rencana Pembiayaan Tahun I dan II Uraian Gaji dan Upah Bahan Perjalanan Pelatihan TI Lain-lain Jumlah Total Tahun I 7.com/pqdweb.00 Tahun II 7.000. Diambil pada tanggal 20 Februari 2008 dari http://www.000.500.00 100.000.000.000.jsp.000.umi.400. (2004).000. Attaran M.000.000.00 35.500.00 8. 76 . Journal of information technology and libraries.300.com/jsp/ProductDetail.000.000.

M. Murdick. (2003). Bandung: Remaja Rosda Karya. New Jersey: Prenticehall. Qualitatif evalution methods. M.). Clagget. W. Basis data. New Jersey: Prentice-Hall. 77 . Floyd N. California: SAGE Publications. (1997). Prenhallindo. E. (2003). Djamil) Jakarta: Erlangga. Ross. Upper Saddle River. Sistem informasi manajemen. (1987). Q. Miles.com/pqdweb. --------------------. Inc.. PT. quantitative and mixed th methods approaches (2 ed.. Human resource management (9 ed. (1991). Qualitatif data analysis (2 Thousand Oaks.R. Patton. (1997). Upper Saddle River. Upper Saddle River. California: Sage Publication. A. (Buku asli diterbitkan tahun 1984). Inc.B. th th ed. G. (2001). Handbook in research and evaluation (2 ed. Inc. -------------.). (Terjemahan Hendra Teguh) Jakarta: Pearson Education Asia. Information Systems Department. Dessler. A. Inc.umi. (1998). Baverly Hills: Sage Publications.). San Diego California: Edits Publisher.). Essentials of information processing (3 Richard D. Upper Saddle River. Research design: Qualitative. Thousand Oaks. --------------------.. (Buku asli diterbitkan tahun 1998). G. Management information system. (1994). Journal of computer science. M. New Jersey: Prentice-Hall. Faculty of Computer and Information Science. Inc. J. (1995). Irwin. J. (1999). & Huberman. th th th ed. (Desember 2006). (1981).B. An Information Management System Model for the Industrial Incidents in Saudi Arabia: A Conceptual Framework Based on SDLC Methodology.. Human resource management (7 ed. Diambil pada tanggal 20 Desember 2006 dari http://proquest. Fathansyah. Michael W. New Jersey: Prenticehall. Creswell.). Boston: McLeod. J. Jr. R.). Sistem informasi untuk manajemen modern edisi ketiga (Terjemahan J. R.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Al-Zahrani S. Management information system.

Pressman. Luis San Francisco Auckland: The McGraw-Hill Companies. Edisi keenam. S. Qualitatif evalution methods. Inc. M. Software engineering: A practitioner’s approach (4 ed.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Patton. R. (1997). Inc. Sugiyono. California: Sage Publications. (2008).). Baverly Hills. th 78 . Q. Bandung: Alfabeta. (1997). Metode penelitian administrasi. New York St.

jaringan LAN. WAN di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. (4) Model pengembangan software (perangkat lunak) yang terencana dan selalu mengikuti perkembangan TI di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. 2) perangkat lunak SIM berbasis komputer pada Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta sudah sesuai dengan standar perkembangan teknologi informasi. 4) berdasarkan unsur perangkat keras. Metode penelitian dan pengembangan adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu. yaitu belum adanya model pengembangan SIM berbasis komputer yang bisa mengakomodasi kebutuhan sekolah-sekolah di Kota Yogyakarta. maka peneliti bermaksud mengadakan penelitian untuk mengembangkan model sistem informasi manajemen (SIM) berbasis komputer di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Daerah Istimewa Yogyakarta. Untuk memecahkan permasalahan tersebut. pengelola database. dan menguji keefektifan produk tersebut. (2) Pelatihan TI bagi SDM pendukung SIM. 3) SDM pendukung SIM berbasis komputer pada Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta belum sesuai dengan standar SDM terbaru dalam perkembangan teknologi informasi. Hasil penelitian ini adalah 1) perangkat keras SIM berbasis komputer pada Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta sudah sesuai dengan standar perkembangan teknologi informasi.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta DRAF JURNAL PENELITIAN Pengembangan Model E-SDLC (Electronic System Development Life Cycle) Di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Daerah Istimewa Yogyakarta Oleh: Lantip Diat Prasojo & Sunarta ABSTRAK Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan pada studi awal peneliti yang menemukan permasalahan yang terkait dengan SIM di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. (3) Model pengembangan hardware (perangkat keras) misalnya: komputer. Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengetahui kesiapan brainware (perangkat otak) untuk mendukung pengembangan SIM berbasis komputer yang antara lain terdiri dari: analisis sistem. dan spesialis jaringan di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. 79 . perangkat lunak dan SDM. maka dapat diformulasikan model E-SDLC dalam pengembangan SIM berbasis komputer. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (penelitian dan pengembangan).

mempunyai jalinan beberapa yang berinteraksi untuk mencapai tujuan komponen kompak yang saling terkait untuk mencapai dan membentuk kerja sasaran. 1993: 12). (f) komponen kendali. Sebagai tanggapan terhadap fenomena tersebut. ketujuh komponen tersebut masing-masing berinteraksi satu dengan yang lainnya membentuk suatu kesatuan untuk mencapai sasarannya (Jogiyanto. para pakar telah mengembangkan orientasi baru dalam bidang informasi yang dikenal dengan nama Sistem Informasi Manajemen (SIM) atau information management system (IMS). dan (g) komponen komponen pemakai. Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan pada studi awal peneliti yang menemukan permasalahan yang terkait dengan SIM di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. Sistem informasi yang terdiri dari komponen-komponen dengan istilah blok bangunan atau komponen bangun terdiri dari: (a) komponen masukan. Aplikasi dalam kehidupan sudah semakin beragam sehingga dapat dikatakan bahwa tidak ada lagi segi kehidupan yang belum tersentuh oleh perkembangan teknologi informasi ini termasuk dunia pendidikan. Sebagai suatu sistem. (d) komponen teknologi.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta PENDAHULUAN Perkembangan teknologi informasi dewasa ini semakin pesat. (e) komponen data dasar. Sistem informasi sebagai suatu sistem yang merupakan kumpulan elemen-elemen yang saling tertentu. yaitu belum adanya model pengembangan SIM berbasis . (b) komponen model. sehingga membuat dunia semakin sempit. (c) komponen keluaran. Jarak bukan menjadi masalah yang berarti dengan adanya teknologi informasi tersebut.

80 .

perbedaan data di beberapa tempat. namun tidak dilengkapi dengan dukungan perangkat-perangkat lunak . Pengembangan SIM berbasis komputer di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta selama ini masih menggunakan pendekatan klasik. belum ada sistem keamanan yang memadai. manajemen berbasis Kota Yogyakarta komputer diduga di masih Implementasi sistem informasi Dinas Pendidikan memerlukan pembenahan. kurangnya penyesuaian perangkat lunak dan perangkat keras dengan perkembangan teknologi informasi. maka peneliti bermaksud mengadakan penelitian untuk mengembangkan model sistem informasi manajemen (SIM) berbasis komputer di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Daerah Istimewa Yogyakarta. Untuk memecahkan permasalahan tersebut. komponen masukan. berupa komponen data dasar. Sistem yang ada pada saat ini. kelambatan layanan. pengulangan juga yang sejenis yang pemenuhannya memerlukan waktu yang relatif lama.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta komputer yang bisa mengakomodasi kebutuhan sekolah-sekolah di Kota Yogyakarta. perangkat lunak yang digunakan belum mengikuti perkembangan teknologi informasi. komponen keluaran. Dalam ruang lingkup internet diduga ada beberapa permasalahan antara lain informasi yang ditampilkan kadang-kadang sudah terlalu lama. Dalam ruang lingkup LAN dan WAN ditengarai adanya kelambatan pemasukan data. karena meskipun pengembangannya sudah menggunakan tahapan-tahapan yang modern. dan komponen teknologi yang masih perlu pengembangan lebih lanjut karena ketinggalan teknologi. permintaan adanya data konflik dalam sistem.

81 .

(1983: 53-56) pendekatan klasik dalam sistem informasi manajemen dapat menimbulkan permasalahan baru sebagai berikut: (1) pengembangan perangkat lunak akan mengalami kesulitan. namun tidak dilengkapi alat-alat dan teknik yang memadai. Penulis sependapat dengan pernyataan Jogiyanto HM. maka perlu . (5) timbulnya permasalahan baru pada pihak pemakai sistem karena kurang terlibat pada proses pengembangan sistem.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta dan teknik-teknik yang memadai. ada beberapa permasalahan lain yang dihadapi Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta diantaranya (1) pengembangan perangkat lunak akan mengalami kesulitan. Selain itu. sehingga diperlukan suatu pendekatan yang lebih baik. (5) timbulnya permasalahan baru pada pihak pemakai sistem karena kurang terlibat pada proses pengembangan sistem. Menurut Jogiyanto HM. (4) keberhasilan sistem kurang terjamin. termasuk pendekatan klasik (tradisional). Dari beberapa permasalahan-permasalahan SIM berbasis komputer di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta sebagaimana tersebut di atas. (1993: 53) bahwa pendekatan pengembangan sistem informasi yang mengikuti tahapan-tahapan modern. (3) kemungkinan timbulnya kesalahan sistem lebih besar. (2) biaya pemeliharaan atau perawatan sistem lebih mahal. Kondisi ini bertentangan dengan perkembangan SIM diberbagai bidang yang semakin pesat dan kompleks. Pendekatan SIM yang dilakukan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta diduga masih kurang memadai. (3) kemungkinan timbulnya kesalahan sistem lebih besar. (4) keberhasilan sistem kurang terjamin. (2) biaya pemeliharaan atau perawatan sistem lebih mahal.

82 .

sistem informasi manajemen berbasis komputer memiliki keunggulan dalam mengelola informasi. Hal ini didukung oleh Attaran. Penelitian ini penting untuk dilakukan karena terkait langusng dengan SIM. kuantitas. sehingga akurasi yang dan keunggulan dapat mendukung perkembangan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta DIY. yang repetitif. Informasi yang cepat dan akurat tersebut dapat diperoleh suatu organisasi.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta diadakan penelitian khusus yang berkaitan dengan Model Pengembangan SIM berbasis komputer di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta DIY. Hal ini disebabkan. lainnya kompleksitas. tinggi. Akurasi dan kecepatan dalam memperoleh informasi menjadi persyaratan utama dan tidak bisa ditawar lagi. apabila organisasi tersebut memiliki model sistem informasi berbasis komputer yang handal. Sistem Informasi Manajemen berbasis komputer dapat memberikan kemajuan suatu organisasi khususnya Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta sangat didukung oleh bagus atau tidaknya SIM yang ada di lembaga tersebut. (2001: 3) yang mengatakan bahwa ”Information technology is so powerful a tool that it . yaitu dalam hal: kecepatan. Dengan implementasi SIM berbasis komputer ini diharapkan masalahmasalah pendidikan yang dihadapi Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta DIY dapat diselesaikan dengan cepat dan tepat dalam rangka pencapaian tujuan organisasi. Hal ini juga berlaku pada Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Daerah Istimewa Yogyakarta. Keberadaan SIM berbasis komputer d di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta DIY sangat penting sebab dapat mendukung kelangsungan hidup Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta DIY.

83 .

Dengan demikian penelitian ini sangat urgen karena dapat memberikan sumbangan dalam pengembangan Iptek dan merupakan salah satu alternatif untuk memecahkan masalah pendidikan bidang SIM berbasis komputer. Hasil formulasi model ini diharapkan dapat memberikan sumbangan terhadap pengayaan Iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi) khususnya bidang teknologi informasi yang di dalamnya terdapat kajian SIM berbasis komputer. Model pengembangan SIM berbasis komputer di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta DIY tersebut adalah model E-SDLC. Oleh karena perkembangan SIM berbasis komputer sangat pesat.” Teknologi informasi merupakan suatu alat yang memiliki keunggulan dalam menciptakan disain proses yang baru. maka diperlukan model pengembangan SIM yang terencana sehingga tidak ketinggalan dengan perkembangan SIM yang sangat cepat. pengelola database.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta can actually create new process design. Dengan demikian SIM berbasis komputer sangat penting bagi Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. Bagaimana kesiapan brainware (perangkat otak) untuk mendukung pengembangan SIM berbasis komputer yang antara lain terdiri dari: analisis sistem. Model ini merupakan salah satu alternatif untuk memecahkan permasalahan yang ada di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. RUMUSAN MASALAH 1. dan spesialis jaringan di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta DIY? .

84 .

Pelatihan bagi SDM pendukung SIM berbasis komputer di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta 2. Mengetahui kesiapan brainware (perangkat otak) untuk mendukung pengembangan SIM berbasis komputer yang antara lain terdiri dari: analisis sistem. Bagaimana pengembangan software (perangkat lunak) yang terencana dan selalu mengikuti perkembangan TI di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta DIY? 4. WAN di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta DIY. 3. dan spesialis jaringan di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta DIY. Mengembangan hardware (perangkat keras) misalnya: komputer. Bagaimana model pengembangan E-SDLC berdasarkan analisis kebutuhan hardware dan software brainware? TUJUAN PENELITIAN Penelitian ini bertujuan untuk: 1. 2. 85 . Bagaimana pengembangan hardware (perangkat keras) di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta DIY? 3. pengelola database. 4. Mengembangan software (perangkat lunak) yang terencana dan selalu mengikuti perkembangan TI di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta DIY. jaringan LAN.

2008: 297). dan SDM pendukung SIM berbasis komputer serta hasilnya dapat digambarkan sebagai berikut: . dan menguji keefektifan produk tersebut (Sugiyono. yaitu perangkat keras. Adapun Model Reseach and Development sebagai berikut: Explanatory Stage (I) Development Stage (II) Implementation Stage (III) Field Assesment & Meta Analysis Field Trial Test (Limited) Model Field Test (Broad) on Efectiveness First Draft Model Tested Model Efectiveness on The Model Feedback MONEV Dessimination Gambar 1: Research and Development Approach HASIL PENELITIAN Hasil penelitian ini meliputi tiga bagian utama. Metode penelitian dan pengembangan adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (penelitian dan pengembangan). perangkat lunak.

86 .

2. B. yaitu penggunaan hard disc dengan space besar (40 GB). Komputer dengan kecepatan tinggi (minimal Pentium IV/ 2. intranet. 5. RAM 256 MB. Pemasangan perangkat keras harus memenuhi standar. Kapasistas saluran yang memadai (penggunaan kabel LAN dengan kabel fiber optic dan UTP). dan internet. Kemampuan untuk komunikasi data dan pengoperasian on line dengan penggunaan sistem LAN. 7. 6. Analisis kebutuhan perangkat lunak Analisis kebutuhan perangkat lunak yang sesuai dengan perkembangan teknologi informasi untuk Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta sebagai berikut ini. Kemampuan yang besar untuk menyimpan data. hard disk 40 GB. misalnya pemasangan kabel LAN maksimal 100 meter harus dihubungkan dengan switch (terminal kabel LAN). motherboard. 87 . 4. Pemasangan router untuk sistem keamanan dan pencegah terjadinya konflik IP addres.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta A. 1.26 GHz. Model jaringan dengan sistem terdistribusi dengan keunggulan: jika terdapat kerusakan dapat dilokalisir karena adanya. dan lain-lain). 3. Analisis kebutuhan perangkat keras Analisis kebutuhan perangkat keras yang sesuai dengan perkembangan teknologi informasi untuk Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta sebagai berikut ini.

Kelompok pengawas. yaitu: para ahli yang bertanggung jawab atas penyusunan program untuk dioperasikan dalam komputer. Informasi yang ada di dalam SIM berbasis komputer harus sering diperbaharui. Manajer pengolah data. C. Analisis kebutuhan SDM Analisis kebutuhan SDM pendukung SIM berbasis komputer di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta yang sesuai dengan perkembangan teknologi informasi berikut ini. dan web dengan pertimbangan kemudahan dalam pengoperasian. password. misalnya 2 kali dalam seminggu. yaitu: kelompok yang menjamin bahwa mesin selalu berfungsi dengan baik dan dapat menghasilkan informasi yang dibutuhkan. linux. Programmers. 1. tampilan yang menarik. 4. Analis sistem. 3.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta 1. dan lain-lain. yaitu: para ahli yang bertanggung jawab terhadap pengembangan SIM dan aplikasinya pada suatu organisasi. kecepatan transfer data. 2. misalnya: sistem keamanan firewall. 2. Menggunakan sistem keamanan yang baik. 3. kesesuaian dengan perkembangan teknologi informasi. 4. 88 . kesesuaian dengan perangkat keras. Penggunakan perangkat lunak yang berbasis web untuk sistem internet dengan pertimbangan jangkauan yang lebih luas. yaitu: pejabat yang memimpin unit pengolah data. Baik perangkat lunak sistem maupun aplikasi harus berbasis windows.

Berdasarkan unsur perangkat keras. Spesialis jaringan. perawatan dan perbaikan jaringan 6. 2.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta 5. Machine operators. yaitu: orang yang bertanggung jawab terhadap pemasangan. 4. 89 . KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian sebagaimana tersebut di atas. maka dapat diformulasikan model E-SDLC SIM dalam pengembangan berbasis komputer. 1. secara garis besar dapat disimpulkan sebagai berikut ini. SDM pendukung SIM berbasis komputer pada Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta belum sesuai dengan standar SDM terbaru dalam perkembangan teknologi informasi. yaitu: orang yang bertugas untuk mengumpulkan data-data sebagai bahan informasi. Pengelola database. yaitu: orang yang menjalankan komputer beserta komponen-komponennya. Penyedia data. Perangkat lunak SIM berbasis komputer pada Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta sudah sesuai dengan standar perkembangan teknologi informasi. Perangkat keras SIM berbasis komputer pada Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta sudah sesuai dengan standar perkembangan teknologi informasi. perangkat lunak dan SDM. 7. 3. yaitu: orang yang membuat database 8.

90 . maka perlu diadakan peningkatan pengetahuan dan wawasan tentang perkembangan TIK bagi SDM pendukung SIM berbasis komputer di lingkungan Dinas melalui Pendidikan Kota Yogyakarta secara berkesinambungan pelatihan-pelatihan.lectronic system development life cicle). 4. yaitu Model SDLC (system development life cicle) yang kemudian dapat dikembangkan menjadai Model E-SDLC (e. workshop. linux. maka saransaran yang dapat direkomendasikan adalah sebagai berikut ini. dan web (Ijazah sesuai dengan bidang tugas TIK). programmer dan pengelola database dengan kemampuan program yang berbasis windows. studi lanjut. 3. Penambahan SDM terkait dengan kualifikasi analisis sistem. 2. Dengan adanya perkembangan TIK yang sangat pesat. 1. Perlunya penyesuain perangkat keras dan perangkat lunak dari SIM berbasis komputer di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta secara terusmenerus sehingga dapat mengikuti perkembangan TIK yang terbaru. Selain itu. seperti: sistem keamanan Application-Level Firewall sehingga sulit untuk ditembus oleh para hecker. dan lain-lain. Perlu model SIM berbasis komputer yang sesuai dengan kebutuhan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. perlu peningkatan sistem keamanan yang ada dengan sistem keamanan yang lebih tinggi.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Saran-saran Berdasarkan hasil penelitian sebagaimana tersebut di atas.

id : JURS. 5. 25 APRIL 1974 : Penata Tk I.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta CURRICULUM VITAE I. III/c. 3. fax: (0274) 540611 II. ST./TGL LAHIR PANGKAT/GOL. : Dr.ac. 4.Pd : 132254846 / 197404252000031001 : MAGETAN. M.com & lantip@uny. 2. Lektor (200) JURUSAN/FAK/UNIV: ADMINISTRASI PENDIDIKAN FIP UNY BIDANG KEAHLIAN: MANAJEMEN PENDIDIKAN & TEKNOLOGI INFORMASI PENDIDIKAN Alamat email ALAMAT KANTOR ALAMAT RUMAH : lantip1975@yahoo. Bandung 2009 91 . AP FIP UNY KARANGMALANG YOGYAKARTA : PERUM BANTULAN III/ 3 SIDOARUM SLEMAN GODEAN SLEMAN YOGYAKARTA TELPN/FAX : HP: 08157964906. Identitas Diri: NAMA NIP TEMP. Pendidikan Formal: No. LANTIP DIAT PRASOJO. Nama Sekolah SDN 1 Purwosari Magetan SLTP Negeri I Magetan SMA Negeri I Magetan S-1 Teknik Elektro UGM S-2 Manajemen Pendidikan PPs UNY S3 Manajemen/Administrasi Pendidikan SPS UPI Tempat Magetan Magetan Magetan Yogyakarta Yogyakarta Lulus 1987 1990 1993 2001 2005 6. 1.

Jurnal ISSN / 2005 6.2006 2005 – 2006 2005. 7. 8. No. Artikel ISSN / 2005 92 .sekarang 2005 – sekarang 2005 . 4.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta III. 5. 4.sekarang 2005 . Pengalaman Mengajar: Matakuliah Aplikasi Komputer Aplikasi Komputer Aplikasi Komputer Manajemen Informasi Teknologi Informasi Manajemen Pendidikan Manajemen Proyek Sistem Informasi Manajemen Manajemen Perpustakaan Jurusan AP FIP KTP FIP PPB FIP KTP FIP KTP FIP UNK UNY AP FIP AP FIP AP FIP Tahun 2004 . 1. Publikasi/Karya Ilmiah Judul Model Kepemimpinan Transforming dalam Organisasi Pendidikan Kepemimpinan Intrepreneur dalam Pendidikan Teknik Delphi dalam Pendidikan Kepemimpinan Transformasional Kepemimpinan Transforming Kabid SMA Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kota Yogyakarta Sistem Informasi Manajemen dalam Pembelajaran Jenis Artikel Artikel Artikel Artikel Tahun ISSN / 2004 ISSN/ 2004 ISSN / 2005 ISSN / 2005 5. 9.sekarang 2004 .2005 2005 . 2. 3. 2.sekarang 2005 . 3. 6. 1.sekarang IV. No.

16. 12. Judul Pelatihan Manajemen sarana dan Prasarana Pendidikan Berbasis Teknologi Informasi Pelatihan internet bagi dosen-dosen MKU dalam rangka peningkatan SDM Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran MPK bagi Dosen-dosen MKU UNY Pelatihan Operasional Software Tempat SMP Negeri 9 Yogyakarta UNY UNY RSUD Tahun 2005 2005 2005 2005 93 . 17. PENGABDIAN PADA MASYARAKAT No. 8. 3. 14. Efektivitas Sistem Informasi Akademik di UNY Manajemen Fasilitas Pendidikan Berbasis Komputer Konstruktivisme dalam Pendidikan Tinggi Sumbangan Teknik Informatika dalam Mewujudkan Sekolah Efektif Manajemen Pendidikan dan Model Pembaharuan dalam Pengembangan Sekolah Pengembangan TU berbasis TI Model Pendidikan Guru Masa Depan Kepemimpinan Transformasional bagi Kepela Tenaga Administrasi Sekolah Model Kompetensi Tenaga Administrasi SMK Penjaminan Mutu Penerapan E-Learning Sistem Manajemen Perguruan Tinggi Modern Artikel Artikel Artikel Artikel ISSN/2005 ISSN / 2006 ISSN/2006 ISSN /2006 Artikel Artikel Tendik Dirjen PMPTK Artikel Artikel Tendik Dirjen PMPTK Artikel Tendik Dirjen PMPTK Artikel Artikel ISSN / 2006 ISSN/2006 ISSN/2007 ISSN/2008 ISSN/2008 ISSN/2008 ISSN/2009 V. 2. 4. 13. 1. 9 10 11. 15.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta 7.

Kepemimpinan Transforming Kabid SMA Dinas Pendidikan Dan Pengajaran Kota Yogykarta Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Pembelajaran Pada Matakuliah Media Tepat Guna Model Pengembangan E-SDLC (Electronic System Development Life Cycle) di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. 2. 6. 6. MKPS pada Program BERMUTU 2009 Pelatihan Nasional TOT Program Induksi Berbasis Sekolah bagi Guru Pemula PENGALAMAN RISET: Judul Penelitian Wonosari Lemlit UNY 2006 PMPTK PMPTK & AUSAID PMPTK & BERMUTU PMPTK & BERMUTU 2006 7. Manajemen E-Learning 2005 2006 2009 2009 VII. 5. Program Billing System Bagi Karyawan di RSUD Wonosari Pelatihan Akuntabilitas Instansi Sekolah (LAKIS) se Kabupaten Fakfak Irian Jaya Barat Pelatihan Nasional TOT Akuntansi berbasis Komputer Bagi Kepala sekolah SD se-Indonesia Pelatihan Nasional TOT Bagi Calon Kepala sekolah se-Indonesia Pelatihan Nasional TOT Bahan Belajar Mandiri KKKS. 2009 9. 1. MKKS. 2008 8. 4. KKPS. Tahun 2001 Pengurangan Interferens Pada Sistem CDMA Efektivitas Komputer Di Uny Implementasi SIM Berbasis 2005 3. Pelatihan/workshop/seminar/saresehan 94 . 2009 VI. No.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta 5.

7. 2. 10. VIII. 5. Workshop Kehumasan Semiloka pengadaan dan penempatan guru SD dan TK Workshop on Internet Utilization for Research Workshop Penyusunan Kebijakan Induksi dan Penilaian Kinerja serta Modul Induksi Guru Pemula. 6. 11. Pekerjaan Teknisi hardware dan Software Tempat PT.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta No. Judul Pelatihan/workshop/seminar/saresehan Status Tahun 1. Pengalaman Kerja No 1. 13. 8. 9. 4. 12. Seminar lokakarya Silabi Prodi D-II PGTK Pelatihan Komputer program MS Office 2000 Sarasehan Kebijakan SD dan PLB Seminar Peran BK dalam implementasi KBK Seminar Otonomi dan Privatisasi Pendidikan Seminar Rekonstruksi dan revitalisasi ilmu pendidikan dalam pembaharuan pendidikan nasional Pelatihan internet dosen-dosen MKU UNY Pelatihan penyusunan proposal Karya Tulis Ilmiah Pelatihan MS Power Point Seminar nasional building Penjernihan peran dalam nationand pendidikan character Peserta Instruktur Peserta Peserta Peserta Peserta Pelatih Peserta Pelatih Peserta Peserta Peserta Peserta Peserta 2003 2003 2003 2003 2003 2004 2005 2005 2005 2005 2005 2006 2006 2009 3. 14. Chika Komputer Yogyakarta Tahun 1998-1999 95 .

Lantip Diat Prasojo NIP 132254846 96 . 3. IX. Lantip Diat Prasojo NIP 197404252000031001 Pernyataan : Dengan ini saya menyatakan bahwa informasi yang saya tulis ini menerangkan keadaan. 4. Anggota Muhammadiyah Cabang Gondokusuman 2. Yogyakarta. dan pengalaman saya dengan sesungguhnya. Staf IT (kompuer dan Jaringan LAN. November 2009 ttd Dr. WAN Koordinator ICT PGSD PJJ di UNY Dosen Tetap Pengalaman Organisasi Profesi FIP UNY FIP UNY AP FIP UNY 2000-2006 2006-2007 2006. Anggota ISMAPI Yogyakarta.sekarang 1. November 2009 Dr. kualifikasi.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta 2.

586168 (419) : Perumahan Griya Taman Asri Blok D-302. IDENTITAS DIRI Nama NIP.08170436655 II. PENDIDIKAN FORMAL No. III/b : Fakultas Ilmu Pendidikan UNY : Riset Pemasaran : sunarta_tni@yahoo. Nama Sekolah/PT SDN Karang Tengah Tempat Panggang GK Tahun Lulus 1981 97 .MM : 131879658 : Panggang.com : FIP UNY Karangmalang Yogyakarta. HP. DIY Kode Pos 55512 Telepon/HP : (0274) 866092.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta CURICULUM VITAE I. Tempat tgl. 1. Saragan Pandowoharjo-Sleman. 04 Juli 1968 : Penata Tk I.SE. telp. Lahir Pangkat/Golongan Fakultas Bidang Keahlian Alamat email Alamat Kantor Alamat Rumah : SUNARTA.

1. 7. Kalibawang. 4. Matakuliah Seminar Manajemen Metode Penelitian Bisnis Manajemen SDM Riset Pemasaran Judul Karya Perlunya Motivasi Diri untuk Meningkatkan Kinerja Organisasi (1) Perlunya Motivasi Diri untuk Meningkatkan Kinerja Organisasi (2) Perlunya Motivasi Diri untuk Meningkatkan Kinerja Organisasi (3) Budaya Baca dan Tulis Menunjang Profesionalisme PNS Mau Jadi Pahlawan atau Pecundang Pemimpin dan Tukang Batu Mencari Pemimpin Ideal di Tengah Era Global Tempat PT FISE UNY FISE UNY UCY FISE UNY Jenis Karya Opini Opini Opini Opini Opini Opini Artikel Tahun 2002 2003-2004 2006 2008 Tahun 2000 2000 2000 2000 2000 2002 2006 IV. 5. PENGALAMAN MENGAJAR No. PUBLIKASI/KARYA ILMIAH V. 3. No. 1. 3. SMPN Panggang SMEA Muhammadiyah 2 S-1: Manajemen Perusahaan UCY S-2: Magister Manajemen PPs UII Panggang GK Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta 1984 1987 1997 2002 III. Kulon Progo DIY SMP Muh Wiyoro. 2. 4. 4. 2.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta 2. Gamping. Bantul SMP Mataram Kasihan. 5. PENGABDIAN PADA MASYARAKAT No. Bantul DIY Kec. Judul Materi Sukses Berwirausaha Menjadi Guru Profesional Menjadi Guru Profesional Merintis Usaha Rumah Tangga Strategi Mengelola Bisnis Tempat Kec. 3. 6. 5. 4. 2. Sleman STIMIK AMIKOM Yk Tahun 2004 2005 2005 2005 2006 98 . 1. 3.

Judul Pelatihan/Seminar/Lokakarya Merger dan Akuisisi di Indonesia. 3. 2.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta 6. 10. 12. UNY Prospek Penyehatan Sektor Keuangan dan Dilema Hutang Indonesia. 7. 4. UNY Kreativitas dan Kecakapan Hidup. 9. Yayasan Budi Mulia Pelatihan Sosialisasi Monitoring Anggaran. UNY Pendidikan Antisipatoris dalam Pengembangan Kecerdasan Hidup. UGM Rekonstruksi dan Revitalisasi Ilmu Pendidikan dalam Pembaharuan Pendidikan Nasional. 1. 6. Judul Penelitian Hubungan Motivasi Kerja terhdadap Kinerja Pegawai UNY Pengaruh Kepemimpinan dan Lingkungan Kerja terhadap Motivasi Kerja Pegawai UNY Tahun 1997 2002 VII. 1. Kuliah Sambil Bisnis Manajemen Keuangan BagiOrganisasi Mahasiswa UNY UNY 2006 2006 VI. JTTC Sekolah Plus: Antara Harapan dan Tantangan. UII Pelatihan Teknis Administrasi Keuangan. 7. UNY Achievement Motivation Training. UNY Status Peserta Peserta Peserta Peserta Peserta Peserta Pelatih Peserta Pelatih Peserta Peserta Peserta Tahun 2002 2002 2002 2002 2002 2003 2003 2003 2004 2004 2004 2006 99 . 11. UKDW Kebijakan Pendidikan SD dan PLB. PELATIHAN/SEMINAR/LOKAKARYA No. 8. 5. PENGALAMAN PENELITIAN: No. UNY Pemberkasan Angka Kredit Dosen. 2. UNY Inisiasi Kewirausahaan pada Mahasiswa.

Bendahara PUMK FIP UNY tahun 2000 . LPMD Desa 100 . 4. tahun 2000 – 2004. 5. 7. 11. Sleman tahun 2004. Ketua Paguyuban Pegawai Biro Administrasi Umum UNY tahun 1998 – 2000. Sleman tahun 2005 . Ketua Komite TK ABA Al-Firdaus Pandowoharjo. Pemilahan Bupati Sleman di Griya Taman Asri Pandowoharjo. Ketua RT. Pengembangan Profesi Pendidikan Melalui Peneltian. Ketua Bidang Pengembangan SDM Ikatam Persaudaraan Muslim Griya Taman Asri Pandowoharjo. Bendahara Komite SD Percobaan 2 Sekip Catur Tunggal. 13. Anggota Muhammadiyah Ranting Pandowoharjo. 15. 10.sekarang.2004. 16. Ketua Bidang Pengembangan Ekonomi Masyarakat. Depok Sleman tahun 2003 .01-RW. Ketua KPPS. Sleman tahun 2006sekarang. 9. 14. Pandowoharjo. 6. Pengalaman Organisasi Profesi 3.47 Griya Taman Asri Pandowoharjo. UNY Peserta Peserta Peserta 2006 2008 2008 VIII.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta 13. Sleman tahun 1999-2006. 14. 8. Bendahara PUMK Biro Administrasi Umum dan Keuangan tahun 1992 – 2000. Bendahara Proyek PGSM IKIP Yogyakarta tahun 1997 – 1999. Sleman tahun 1999 sekarang. Anggota Panitia Pemilihan Kepala Desa. Bendahara Paguyuban Karyawan (PAKAR) FIP UNY. Sleman tahun 2007 . 12. UNY Peran ESQ dalam Peningkatan Kualitas Pendidikan.sekarang. Desa Pandowoharjo Sleman 2007.sekarang. 15. UNY Meretas Hubungan Ideal Pendidik dan Anak untuk Pengembangan Karakter Anak. Ketua Tim Perbaikan Sistem Administrasi Akademik Jurusan PLB FIP UNY tahun 2005.

Lembaga Penelitian UNY tahun 2008. kualifikasi. Yogyakarta. 18. Anggota Pusat Studi Kajian Nation and Character Building.MM NIP 131879658 DAFTAR ISI 101 .SE.Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta 17. Pernyataan : Dengan ini saya menyatakan bahwa informasi yang saya tulis ini menerangkan keadaan. Badan Pemeriksa Koperasi Mapan Sejahtera UNY tahun 2007 – sekarang. 22 Mei 2008 SUNARTA. dan pengalaman saya dengan sesungguhnya.

......... 1 A........... Deskripsi Potensi Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta................... Tujuan Penelitian: .................................................. 8 A...........................Pengembangan Model Electronic System Development Life Cycle di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta BAB I PENDAHULUAN ................................. 51 A. Model SDLC untuk SIM Berbasis Komputer di Disdik Kota Yogyakarta ................... Potensi Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta...............Error! Bookmark not defined. Model SDLC.............................................................................................. Tujuan SIM Berbasis Komputer ........... 65 A................. 12 C............................................. 38 BAB IV METODE PENELITIAN ................................ 67 DAFTAR PUSTAKA ................................................................. 6 B..... 6 A.................................. Urgensi Penelitian:.......... dan Alur Penelitian ..................................... 4 BAB II TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN TAHUN I (2009).................................................... 13 D.... 47 BAB V HASIL PENELITIAN ........... Perangkat Keras SIM pada Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta....................................... 41 C..................................... 65 B............................ Unsur-unsur SIM Berbasis Komputer ........................................................................ SDM Pendukung SIM Berbasis Komputer pada Disdik Kota Yogyakarta ............................................. Teknik Analisis Data ................................................................................................. Pengertian Sistem Informasi Manajemen ..... 61 BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN ...................................... Perangkat Lunak SIM Berbasis Komputer pada Disdik Kota Yogyakarta .... 40 A.......... Premis......................................................... 7 BAB III TINJAUAN PUSTAKA .................................................................. ........ Sistem Informasi Manajemen Berbasis Komputer ..... 51 B.......... ........................................................... Saran-saran ............................................................................ Manfaat Penelitian .................... 58 F........................................................ Teknik Pengumpulan Data ................. Kesimpulan ........... 14 E......................................................... 36 F........................................................ 52 D.................... 51 C............. Latar Belakang.............................................................. Paradigma........ 1 B.................................................................................................................... 102 .................................................................................... 40 B.... Mekanisme Kerja SIM................... 8 B.. 56 E....... 76 LAMPIRAN ..........

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful