Anda di halaman 1dari 12

Nama : ARDIAN WIDIATMOKO NIM : K2509006 Prodi : PTM Smt : VI TUGAS PERAWATAN MESIN 1.

Uraikan kenapa pemeliharaan harus dilakukan? Jawab: Ada pepatah lebih baik mencegah daripada mengobati, pepatah tersebut jika ditelaah lebih dalam maka memang benar adanya. Jika kita berobat, berarti kita dalam keadaan sakit. Tentu saja hal ini akan menyita tenaga, waktu dan uang. Berbeda dengan kita mencegah dengan minum vitamin dan berolahraga. Meskipun sedikit menyita waktu , akan tetapi kesehatan lebih terjamin dan potensi terserang penyakit lebih rendah. Sama halnya dengan pemeliharaan terhadap mesin. Dengan adanya perawatan berkala dan rutin terhadap mesin sebetulnya jauh lebih baik dibandingkan memperbaiki kerusakan yang terjadi pada mesin. Jika dihitung, biaya dan waktu yang dibutuhkan saat pemeliharaan, lebih murah daripada dengan biaya dikeluarkan untuk memperbaiki kerusakan mesin. Hal ini dikarenakan dengan adanya perawatan dan pemeliharaan akan memperpanjang umur mesin, menjaga kinerja mesin, bisa memperhitungkan penggunaan mesin dan lain-lain. Bayangkan jika sebuah mesin mengalami kerusakan, produksi akan terhenti jika tidak memiliki mesin cadangan, sehingga akan mengganggu dalam menyelesaikan perkerjaan. 2. Bagian mesin bubut mana yang harus mendapatkan pemeliharaan? Jelaskan tentang klasifikasi minyak pelumas? Jawab: Mesin bubut adalah mesin presisi dan harus diperlakukan dengan hati-hati. Pembersihan dan pemeliharaan rutin akan membantu untuk memastikan bahwa mesin bubut akan mempertahankan umur pelayanannya dan akurasi selama

bertahun-tahun. Beberapa bagian yang harus dilakukan pemeliharaan: a. Van Belt (Tali Kipas) Sabuk ini menghantarkan daya dari motor ke poros. Untuk menemukan van belt ini,cukup membuka tutup ruang gigi dan motor pada headstock (Gambar 1) Pastikan bahwa semua kontrol listrik mati saat melepas tali kipas.

Jika Anda melihat bahwa satu atau lebih dari van belt yang tampaknya terlalu lentur atau retak, ini harus mendapat perhatian atau diganti. Periksa ketegangan vanbelt dengan menerapkan tekanan jari untuk vanbelt masing-masing pada titik tengah antara dua vully (Gambar 2). Untuk ketegangan yang benar defleksi(kekenduran) yang

diperbolehkan adalah sekitar 3 / 8 inci (9,2mm) dalam sabuk masingmasing. Jika jumlah defleksi lebih dari 3 / 8 inci di salah satu atau lebih dari sabuk,harus diganti b. Penyesuaian GiB Semua mesin bubut presisi menggunakan lintasan geser. Eretan melintang, dan eretan atas semua bergerak maju mundur sepanjang bantalan yang memiliki penampang berbentuk ekor burung. Untuk mengimbangi kelonggaran diantara kedua bagiannya, peralatan mesin ini dilengkapi dengan bagian penyesuaian yang disebut gibs,sebuah pasak panjang yang memungkinkan Anda untuk menghilangkan ruang yang telah dibuat oleh keausan antara jalur geser.

Ada dua jenis gibs, gibs lurus dan meruncing/ gibs tirus. Gibs lurus disetel dengan sekrup di sepanjang GiB tersebut. Sekrup mendorong GiB dalam untuk menciptakan lebih banyak kontak dengan agar eretan tidak terlalu longgar. Gibs meruncing menggunakan dua sekrup. Sekrup terletak di kedua sisi GiB tirus. Satu sekrup bertindak sebagai penyesuaian/penyete,l sementara sekrup lainnya bertindak sebagai mekanisme penguncian. Karena gibs tirus satu ujungnya lebih lebar daripada yang lain, mereka meluncur kedalam atau keluar,

menciptakan kontak lebih atau kurang antara mekanisme geser

c. Menyetel Eretan Melintang Untuk mengetahui kelonggaran eretan,bisa dengan menggoyangkan bagian atasnya atau dengan memutar handelnya maju mundur sambil menahan bagian atas eretan. Jika terasa longgar lakukan hal berikut.

Pertama melonggarkan sekrup GiB yang sama di muka dan belakang eretan melintang kemudian kembali mengencangkan sekrup depan untuk menyesuaikan GiB di posisi baru lalu mengencangkan atau memberi tahanan dengan baut di bagian belakang agar memperoleh toleransi gesekan yang cukup. Setelah penyesuaian selesai,gerakkan eretan melintang ke seluruh lintasannya untuk memastikan kelancaran gerakannya

. d. Penyetelan Eretan Atas Jika eretan atas juga menggunakan gib tirus maka hal yang sama juga kita lakukan untuk menyetelnya,sama seperti diatas. namun jika menggunakan gib lurus,maka kita harus menyetel baut-baut pengunci disebelahnya

e. Menyetel Roda Gigi Pengganti Setelah mengetahui cara menyetel sliding atau pergerakan eretan di Bagian 1,maka perawatan mesin bubut berkala selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah cara menyetel roda gigi pengganti . Rangkaian roda gigi pengganti atau changing gear bubut menghubungkan rotasi spindle dengan poros otomatis pakan dan poros threading

Roda gigi pengganti mesin bubut disertakan dengan memungkinkan operator untuk mendapatkan berbagai pilihan feed, ulir metrikatau ulir per inci. Untuk membuat ulir tertentu,mungkin operator bubut akan perlu untuk membuat perubahan ke rangkaian gigi pengganti.

Kebanyakan mesin bubut dilengkapi dengan grafik yang menjelaskan posisi gear untuk jenis dan jarak ulir tertentu. Ketika gigi yang tepat telah dipilih dan ditetapkan dalam rangkaian gigi, baut pemasangan atau penjepit harus dikendurkan,kemudian yakinkan kalau gigi bisa ringan berputar dan memutar gigi yang lain. Tidak boleh terlalu menekan atau terkalu longgar karena akan merusaknya. Untuk menyetelnya bisa ditempatkan kertas tipis diantaranya.

Roda gigi harus bisa berputar menggilas kertas tipis tersebut. Baut penjepit kemudian harus diperketat. Lepaskan kertas tipis tersebut. Ruang kosong antara gigi, di mana kertas tipis tadi ditempatkan, dikenal sebagai backlash,yaitu speling antar roda gigi. Pada mesin bubut yang dianjurkan adalah antara 0,007 dan 0,011 inci. Jika roda gigi yang berisik,berarti masih terlalu rapat. Setelah selesai penyetelan tambahkan sedikit pelumas diantara roda gigi. f. Wiper Pads Wiper dirancang untuk mencegah chip kecil (bram/tatal) dan kotoran antara slide dan lintasan bed. Wiper menahan partikel halus dari kotoran sebelum mereka mendapatkan ruang diantara dua permukaan geser. Wiper sesekali harus dihapus, dibersihkan, dan diisi dengan minyak secara teratur. Anda tidak harus menggunakan udara bertekanan kompressor untuk membersihkan mesin bubut. Kompresi

g. Mengatur Clamp Tailstock Posisi tuas pengunci penjepit bed pada tailstock harus disesuaikan dan harus ditempatkan sebelum pusat mati atas atau tidak sampai posisi 90 derajat.Hal ini dimaksudkan agar mendapatkan jepitan yang lebih kuat.

Tuas ini disesuaikan dengan baut mengunci yang terletak di bagian bawah plat tailstock yang menjepitnya dengan bed (Gambar 3). Putar baut searah jarum jam untuk meningkatkan kekuatan penjepit. Bubut juga dapat dilengkapi dengan baut tambahan pada tailstock tersebut. Baut ini digunakan untuk memberikan tindakan penjepit tambahan bila diperlukan,misalnya bila menggunakan tailstock untuk proses masal dengan ukuran yang sama,sehingga tidak perlu mengencangkan tuas berulang kali,karena posisinya telah dimatikan oleh baut ini untuk sementara.

Klasifikasi Minyak Pelumas Pada oli kenderaan terdapat dua klasifikasi yang diukur menurut standart tertentu, yaitu: a. Klasifikasi SAE : Viskositas ( Kekentalan ) Contoh : SAE 20,SAE 30 , SAE 40 , SAE / 50 Semakin tinggi SAE, semakin kental oli terebut. Oli dengan dua batas indeks disebut Oli Multigrade b. Klasifikasi API : Mutu Petunjuk penggunaan. Contoh : SA,SB SJ S = Spark / Busi ( Motor Bensin ) C = Compress ( Motor Diesel ) Cat. Semakin tinggi hurup yang kedua maka semakin bagus oli tersebut atau semakin baru. c. Klasifikasi ATSO d. Klasifikasi ASTI 3. Jelaskan Metode Cara pelumasan JAWAB: Beberapa metode dalam pelumasan antara lain adalah: a. Pelumasan celup atau CA , CB , CF

Pelumas jenis ini hanya efiesien untuk kecepatan rendah dan sering kali digunakan untuk pelumasan pada kotak roda gigi Penutup bak oli harus betul-betul baik, sehingga tidak terjadi kebocoran.

b. Pelumasan percikan

Komponen bergerak yang ada di dalam gearbox tertutup. Selama berputar, komponen ada saat tercelup ke dalam oli sehingga timbul percikan oli sehingga melumasi komponen lainnya.Permukaan oli dapat diperiksa dengan melihat pada glass indicator-nya.

c. Pelumasan sirkulasi

Komponen yang bergerak terletak di dalam gearbox tertutup. Sejumlah oli dimasukkan ke dalam suatu tangki khusus yang disirkulasikan oleh sebuah pompa oli. Sirkulasi oli dapat dikontrol melalui indicator

d. Pelumasan tetesan

Pelumasan ini menggunakan pemberian oli secara periodik pada bantalan. Mangkuk tertutup berisi oli dihubungkan dengan pipa yang menuju bantalan. Klep jarum dipergunakan untuk mengatur aliran oli.

e. Pelumasan kabut

Aliran pelumas ke komponen yang bergerak diperoleh dari udara kompresor kering yang dihembuskan sehingga terjadi pengabutan.

f. Pelumasan mangkok grease

Salah satu contoh pelumasan bantalan dengan grease/gemuk. Sebuah mangkuk diisi grease, lalu ditekan dengan handle pemutar ulir.

g. Pelumasan pistol

Grease gun digunakan untuk memompakan grease melalui nipple. Perlu diperhatikan penggunaan pelumas ini, tidak semua nipple diberi grease.

h. Pelumasan sendiri (langsung, via kapiler)

Pelumasan sendiri terbagi menjadi dua : 1. Langsung, metode pelumasan ini digunakan untuk mesin-mesin

kecepatan rendah dimana beban bantalan ringan. Grease diberikan langsung pada bantalan. 2. Via Kapiler, bantalan dibuat dari bahan yang berpori yang dapat diresapi oli hingga masuk ke dalam. Apabila bantalan berputar, oli akan merembes keluar dan melumasi permukaan .

4. Uraikan mengapa pendidnginan pada mesin yang berkerja perlu didinginkan JAWAB: Ketika mesin berkerja, selain merubah energi untuk menghasilkan kerja, juga meghasilkan panas sebagai efek dari kerja. Hal ini dapat ditimbulkan dari mekanisme mesin seperti adanya gesekan. Panas yang berlebihan atau sering disebut Overheating akan mengganggu dari kinerja mesin dan merupakan kerugian dari sebuah sistem mesin. Panas ini harus dihilangkan atau seminimal mungkin harus ditekan yaitu dengan sistem pendinginan mesin. Sistem ini berfungsi untuk menurunkan temperatur pada mesin yang terjadi akibat dari pembakaran maupun gesekan. Panas yang tidak didinginkan akan merusak komponen dari mesin itu sendiri. Sistem pendingin (cooling system) adalah suatu rangkaian untuk mengatasi terjadinya over heating pada mesin.