P. 1
PERBANDINGAN POLITIK TIGAORDE

PERBANDINGAN POLITIK TIGAORDE

|Views: 45|Likes:
Dipublikasikan oleh Fuad Nasir
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Fuad Nasir on Oct 09, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/30/2012

pdf

text

original

Nama NIM

: Fuad Nasir : E3112007

Jurusan : Ilmu Komunikasi

PERBANDINGAN POLITIK PADA MASA ORDE LAMA, ORDE BARU, DAN ORDE REFORMASI Sejak negara kita merdeka, rakyat negara kta telah melewati berbagai macam kondisi politik dengan berbagai dinamikanya. Ada tiga masa yang telah dilalui oleh rakyat negara kita, yaitu masa Orde Lama, Orde Baru, dan Orde Reformasi yang masih berlangsung hingga saat ini. Setiaap masa memiliki kekhasan sehingga ada beberapa perbedaannya yang dapat dibandingkan. Dari aspek otonomi daerah, pemerintahan pada masa Orde Lama dan Orde Baru menurut saya terbilang sukses. Sejak tahun 1966 pemerintah Orde Baru berhasil membangun suatu pemerintahan nasional yang kuat dengan menempatkan stabilitas politik sebagai landasan untuk mempercepat pembangunan ekonomi di Indonesia. Politik pada masa pemerintahan Orde Lama dijadikan acuannya. Banyak prestasi pada Orde Baru salah satunya yakni dengan keberhasilan mereka dalam bidang ekonomi yang dikontrol oleh pemerintahan pusat. Dalam kerangka struktur sentralisasi kekuasaan politik dan otoritas administrasi inilah maka dibuat UU No.5 tahun 1974 tentang Poko-Pokok Pemerintahan Daerah di mana daerah diberi wewenang untuk mengurus wilayahnya sendiri dengan mematuhi ketentuan yang berlaku melalui tiga prinsip yaitu desentralisasi, dekonsentrasi, dan tugas pembantuan. Namun pada masa reformasi terdapat berbagai hambatan karena tiap daerah ingin menjadi yang terbaik sehingga tidak terjadinya pelaksanaan pembangunan secara maksimal terutama di bidang kesejahtmasaan masyarakat. Sementara itu, dari segi kebijakn politiknya, kebijakan politik ketiga masa tersebutmemiliki persamaan yaitu terdapatnya ketimpangan ekomomi, kemiskinan, dan ketidakadilan. Meskipun tidak separah ketika zaman penjajahan, namun tetap saja ketiga hal tersebut terjadi. Sehingga dapat dikatakan bahwa hanya kaum kaya saja yang menikmati pertumbuhan ekonomi saat itu atau dengan kata lain tidak terjadi pertumbuhan ekonomi yang merata. Selain itu persamaan lainnya adalah adanya KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme) dalam tubuh pemerintahan. Pada zaman Orde Lama, walaupun masih dalam skala kecil, aksin korupsi terjadi di dalam pemerintahan. Selanjutnya, pada zaman Orde Baru, hampir semua jajaran pemerintah melakukan korupsi. Sementara itu, di masa reformasi yang sarat dengan demokrasinya, aksi korupsi tetap saja terjadi dan para pelakunya kerap kali membantah bahwa mereka melakukan korupsi walaupun kasus mereka sudah dibongkar dan dipublikasi di mana-mana melalui media cetak maupun media elektronik. Di samping memiliki persamaan, kondisi politik pada masa Orde Lama, Orde Baru, dan Orde Reformasi tentu memiliki perbedaan dengan kekhasannya masing-masing. Pada masa Orde Lama, keadaan politik dan ekonomi memmasuki awal masa liberal sedangkan pengusaha pribumi belum bisa bersaing dengan pengusaha non-pribumi, khususnya para pengusaha Cina. Pada akhirnya sistem ini memperburuk kondisi perekonomian Indonesia yang baru merdeka. Sementara itu, pada masa Orde Baru (Demokrasi Pancasila) yang dipimpin Presiden Soeharto, pemerintah melakukan kebijakan secara tidak signifikan dan jarang melakukan revisi kebijakan nasional karena pada masa itu pemerintah sukses

Sementara itu Orde Baru telah banyak memberikan pertumbuhan wacana normatif bagi pemantapan ideologi nasional. terutama melalui konvergensi nilai-nilai sosial-budaya. Semangat Boedi Oetomo digelorakan kembali oleh Soekarno melalui proklamasi kemerdekaan dan Orde Lama. kurun waktu. Karena tidak berjalan sesuai cita-cita awal pemerintahan di awal kemerdekaan Indonesia. Sebenarnya seluruh masa tersebut saling berkaitan dan bukannya saling bertolak belakang satu sma lain. Maka. Dari perspektif ini maka dapat dikatakan bahwa Orde Lama telah memberikan landasan kenegaraan bagi perkembangan negara Indonesia. kurun. Demikian juga setelah Orde Reformasi pastilah akan berkembang pentas sejarah perpolitikan dan ketatanegaraan lainnya dengan kondisi yang mungkin pula tidak sama. waktu. Sistem ketatanegaraan dan kebijakan politik dan ekonomi yang telah stabil selama 32 tahun terpaksa mengalami perubahan untuk menyesuaikan dengan keadaan pemerintahan Presiden Habibie sehingga membawa Indonesia ke masa keterpurukan. yaitu korupsi. . KPK saat itu belum ada gmasakan konkrit dalam membmasantas korupsi. terjadi perubahan yang berarti di pemerintahan. Sedangkan. tidak terlepas satu sama lain dan saling mengeksklusifkan. Kemudian Orde Baru digantikan oleh Orde Reformasi. Masalah yang paling mendesak adalah pemulihan politik dan ekonomi dari keterpurukan serta masalah warisan Orde Lama. Setelah beralihnya kepemimpinan ke tangan Presiden Habibie. Dalam arti ini. orde. Masing-masing masa. Perjuangan menuju pintu gerbang ini bertali temali dengan landasan persatuan yang ditonggaki Boedi Oetomo. yaitu KPK (Komisi Pembmasantasan Korupsi). KPK baru menunjukkan kinerjanya yang efektif. pada masa Orde Reformasi terjadi krisis yang ditandai dengan tumbangnya pemerintahan Orde Baru. Orde Baru lahir karena adanya Orde Lama. yaitu kenaikan harga BBM (Bahan Bakar Minyak) dan BLT (Bantuan Langsung Tunai) yang menuai kecaman dari banyak pihak. Orde Lama kemudian diganti dengan Orde Baru.menghadirkan suatu keadaan politik yang stabil sehingga sektor ekonomi pun ikut stabil. Keadaan ini belum juga beerubah signifikan pada pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Megawati Soekarnoputri. Karena itu benar bahwa pembangunan yang digiatkan dalam Orde Reformasi dan selama Orde Baru merupakan mata rantai dari perjuangan menuju pintu gerbang kemerdekaan yang digelorakan Soekarno ketika bersama para pemuda menyatakan kemerdekaan negara ini. apa yang disuarakan Soekarno tentang ‘negara kenegaraan’ di tahun 1945 tidak berbeda jauh dengan konsep ‘pembangunan negara’ yang digelorakan Orde Baru hingga Orde Reformasi sekarang ini. dan Orde Baru sendiri haruslah diyakini sebagai sebuah panorama bagi kemunculan Orde Reformasi. masa itu kmasap diterima sebagai babak baru yang lahir sebagai reaksi sekaligus koreksi terhadap orde sebelumnya. Setiap orde. Pada masa pemerintahan presiden SBY (Susilo Bambang Yudhoyono). dibentuklah badan pembmasantas korupsi. Namun pemerintahan SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) tidak berjalan cukup mulus di bidang ekonomi dengan kebijakan kontroversialnya. lalu tidak menutup kemungkinan Orde Reformasi akan diganti dengan Orde lain yang lebih efektif dalam mencapai tujuan awal pemerintah di awal kemerdekaan Indonesia. Namun. Seterusnya semangat Boedi Oetomo ini ditiupi oleh nafas yang ada dalam dada para pahlawan yang menentang penjajah. karena itu.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->