Anda di halaman 1dari 1

Osteoporosis adalah kondisi terjadinya penurunan densitas/matriks/massa tulang, peningkatan porositas tulang, dan penurunan proses mineralisasi disertai

dengan kerusakan arsitektur mikro jaringan tulang yang mengakibatkan penurunan kekokoha n tulang sehingga tulang menjadi mudah patah (buku ajar asuhan keperawatan klien gangguan system musculoskeletal). Penyebab Pembentukan massa puncak tulang yang kurang baik selama masa pertumbuhan dan men ingkatnya pengurangan massa tulang setelah menopause. Pembentukan massa puncak tulang yang kurang baik selama masa pertumbuhan dan men ingkatnya pengurangan massa tulang setelah menopause. Epidemiologi Penyakit ini 2-4 kali lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pria. Dari s eluruh klien, satu diantara tiga wanita yang berusia diatas 60 tahun dan satu di antara enam pria yang berusia diatas 75tahun akan mengalami patah tulang akibat kelainan ini. Namun tidak semua wanita memiliki resiko yang sama untuk menderita osteoporosis postmenopausal, wanita kulit putih dan daerah timur lebih mudah me nderita penyakit ini daripada wanita kulit hitam. Menurut penelitian, 24% dari w anita umur 40-59tahun sudah mengalami osteoporosis dan 62% wanita berumur 60-70t ahun mengalami osteoporosis (www.medicastore.com). Patofisiologi Osteoforosis terjadi karena adanya interaksi yang menahun antara factor genetic dan factor lingkungan. Factor genetic meliputi: - usia jenis kelamin, ras keluarga, bentuk tubuh, tidak pernah melahirkan. Factor lingkungan meliputi: - merokok, Alcohol, Kopi, Defisiensi vitamin dan gizi, Gaya hidup, Mobilitas, an oreksia nervosa dan pemakaian obat-obatan. Klasifikasi Osteoporosis primer Osteoporosis sekunder Osteoporosis Idiopatik Gejala klinis Nyeri tulang akut. Nyeri berkurang pada saat beristirahat di tempat tidur Nyeri ringan pada saat bangun tidur dan akan bertambah bila melakukan aktivitas Deformitas tulang. Pemeriksaan fisik a.Sistem pernafasan b.Sistem kardiovaskuler c.Sistem persyarafan d.Sistem perkemihan e.Sistem Pencernaan f.Sistem musklooskletal Pemeriksaan diagnostic/penunjang Pemeriksaan laboratorium Pemeriksaan x-ray Pemeriksaan absorpsiometri Pemeriksaan Computer Tomografi (CT) Pemeriksaan biopsi Komplikasi Osteoporosis mengakibatkan tulang secara progresif menjadi panas, rapuh dan muda h patah. Osteoporosis sering mengakibatkan fraktur. Bisa terjadi fraktur kompres i vertebra torakalis dan lumbalis, fraktur daerah kolum femoris dan daerah trokh anter, dan fraktur colles pada pergelangan tangan.