Anda di halaman 1dari 6

TUGAS SISTEM PENGATURAN OPEN-LOOP DAN CLOSE-LOOP

Oleh : I Ketut Sukma Diyatmika I Nyoman Partawan 0904405036 0904405051

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS UDAYANA JIMBARAN 2012


Definisi Sistem Pengendalian Atau Sistem Pengaturan

Secara umum sistem pengendalian adalah susunan komponen -komponen fisik yang dirakit sedemikian rupa sehingga mampu mengatur sistemnya sendiri atau sistem diluarnya. Sistem kontrol adalah proses pengaturan atau pengendalian terhadap satu atau beberapa besaran (variabel, parameter) sehingga berada pada suatu harga range tertentu. Sistem pengendalian atau teknik pengaturan juga dapat didefinisikan suatu usaha atau perlakuan terhadap suatu sistem dengan masukan tertentu guna mendapatkan keluaran sesuai yang diinginkan.

Jenis Sistem Pengaturan


1. Sistem Pengaturan Open-Loop

Sistem loop terbuka mengggunakan peralatan penggerak untuk mengontrol proses secara langsung tanpa umpan balik. Pada sistem ini harga keluaran sistem tidak dapat dibandingkan terhadap harga masukannya. Dengan kata lain variable yang dikontrol tidak dapat dibandingkan terhadap harga yang diinginkan. Umumnya masukan sistem dipilih berdasarkan pengalaman. Sistem loop terbuka mempunyai cirri-ciri, diantaranya : a. Sederhana b. Harganya murah c. Kurang akurat karena tidak terdapat koreksi terhadap kesalahan
d. Berbasis waktu (kurang dapat dipercaya)

Pada sistem control loop terbuka, keluarannya tidak mempengaruhi sinyal output karena tidak ada sinyal umpan balik (feedback). Jadi pada sistem control loop terbuka ini sinyal outputnya tidak dapat digunakan sebagai perbandingan dengan sinyal inputnya. Akibatnya adalah ketetapan atau ketelitian dari sistem ini tergantung pada proses kalibrasi.

Contoh Sistem Pengaturan Open-Loop Dalam aplikasi sehari-hari sangat banyak sekali contoh dari sistem loop terbuka, dalam tugas ini, dapat dicontohkan sistem kerja pada sebuah mesin cuci pada umumnya. Contoh tipikal konvensional akan menjadi mesin cuci, yang rentang waktu mencuci sepenuhnya tergantung pada penilaian dan perkiraan dari operator manusia. Blok Diagram

Gambar 1.1 Block diagram Open Loop

Cara Kerja Penjelasan mengenai cara kerja dari blok diagram diatas adalah sebagai berikut : a. Input berupa setting point timer atau waktu lamanya agitator mesin berputar dan juga setting kecepatan agitator yang ingin dipakai pada mesin cuci. Setting point dilakukan atas kehendak operator. b. Kontroler adalah yang memberikan sinyal keproses berupa gerakan mekanikmekanik dalam mesin cuci, seperti agitator dalam mesin cuci atau juga bisa timer yang tidak digital. c. Proses adalah proses dari mesin cuci itu sendiri, yaitu memutar-mutar pakaian selama waktu yang diinginkan. Dalam hal ini tidak diketahui apakah waktu itu cukup untuk membuat pakaian bersih berdasarkan setting point waktu dan kecepatan. d. Output berupa pakaian bersih yang sudah tercuci sesuai setting point yang dilakukan oleh operator itu sendiri.

Gambar 1.2 Konstruksi mesin cuci

2. Sistem Pengaturan Close-Loop

Menggunakan pengukuran keluaran dan mengumpanbalikkan sinyal tersebut untuk dibandingkan dengan keluaran yang diinginkan (input atau referensi). Atau dengan kata lain keluaran dapat memberikan efek terhadap masukan yang dikontrol dapat dibandingkan terhadap hasil yang diinginkan. Sinyal diumpanbalikkan terhadap kontroler yang akan membuat pengubahan terhadap sistem agar keluaran sistem seperti yang diinginkan. Sistem loop tertutup mempunyai cirri-ciri, diantaranya : a. b. c. d. Lebih kompleks Harga yang lebih mahal Biasanya lebih akurat Dapat dipercaya

Contoh Sistem Pengaturan Close-Loop Dalam kehidupan sehari-hari namyak sekali contoh penerapan sistem kontrol loop tertutup, salah satunya yang dibahas di tugas ini adalah setrika

otomatis. Sebagai masukan ke sistem adalah suhu acuan, yang di set secara tepat oleh thermostat. Outputnya adalah suhu yang dihasilkan sebenarnya dan sinyal feedbacknya adalah suhu yang dianggap tidak sesuai dengan acuan oleh thermostat. Blok Diagram

Gambar 1.3 Feedback Close Loop Block diagram

Cara Kerja Cara kerja dari sistem setrika otomatis ini adalah dengan memanfaatkan thermostat. Saat suhu acuan diatur (input) arus litrik akan dialirkan ke elemen pemanas yang akan memanas sampai panasnya mencapai suhu yang diatur sebagai acuan. Setelah suhu keluaran mencapai suhu acuan, akan ada sinyal umpan balik ke saklar temperatur yang nantinya akan memutuskan aliran listrik ke elemen pemanas agar suhu yang dihasilkan tidak melebihi suhu acuan. Begitu juga sebaliknya, setelah elemen pemanas tidak mendapatkan arus listrik, suhu keluaran akan turun dan lebih rendah dari suhu acuan. Nantinya akan ada sinyal umpan balik ke saklar temperatur untuk menghubnungkan kembali elemen pemanas dengan arus listrik sehingga suhunya akan naik lagi sampai batas suhu acuan.

Gambar 1.4 Setrika listrik otomatis