Anda di halaman 1dari 30

Hematotoxicity: Toxic Effects In The Body

Farid Alfalaki Hamid 25309036

Basic Hematopoiesis: The Formation Of Blood Cells, And Their Differentiation

Asal Darah
Berasal dari sel-sel mesenkim yang belum terdiferensiasi

Eritrosit (Darah Merah) Sel Mesenkim

Terdiferensiasi

Leukosit (Darah Putih)

Trombosit (Keping Darah)

Asal Darah

Eritrosit
Proses pembentukan eritrosit dinamakan eritropoiesis Bagaimana eritrosit dibentuk: Renal erythropoietin factor (REF) dilepaskan ginjal untuk mengubah proeritropoietin menjadi eritropoietin. Terjadi dalam kondisi hypoxia dan anemia dengan bantuan kobalt. Eritropoietin mengubah stem cells menjadi proeritroblas eritrosit

Pada janin, eritrosit dibuat oleh hati, limfa, dan kelenjar getah bening. Pada masa akhir kehamilan sumsum tulang berperan dalam membentuk eritrosit.

Eritrosit
Anemia keadaan dimana terjadi penurunan jumlah eritrosit
jika dalam keadaan yang parah menyebabkan anemic hypoxia (kehilangan oksigen) pada jaringan, misalnya pada otak. Empat jenis anemia: 1. Mycrocytic hypochromic anemia 2. Hemolytic anemias 3. Megaloblastic mycrocytic anemia 4. Aplastic anemia

Trombosit
Trombosit merupakan sel darah dengan ukuran terkecil yang berperan dalam proses pembekuan darah.
Trombositopenia adalah keadaan dimana terjadi penurunan jumlah trombosit

Penyebabnya dapat berupa obat-obatan obat anti-kanker


Contoh zat yang dapat menghambat pembekuan darah:

1. Warfarin mencegah pembentukan benangbenang fibrin


2. Aspirin menghambat agregasi trombosit

Leukosit
Leukosit berfungsi sebagai alat pertahanan dari benda asing. Berdasarkan mekanisme pertahanan terbagi menjadi Sel Fagosit dan Sel Imunitas Sel fagosit terdiri dari sel-sel granulosit (neutrofil, eosinifil, basofil) dan monosit. Sel granulosit membutuhkan sekurang-kurangnya satu hari untuk membentuk pertahanan terhadap benda asing. Monosit memiliki funsi lain, yakni menghancurkan eritrosit yang sudah tua.

Leukosit
Granulositosis kondisi dimana jumlah granulosit lebih dari 10.000/mm3. Biasanya disebabkan infeksi. Granulositopenia kondisi dimana jumlah granulosit kurang dari 1.000/mm3. Biasanya disebabkan infeksi.

Leukemia kanker darah dimana jumlah granulosit lebih dari 30.000/mm3. Biasanya disebabkan infeksi. Bahan kimia yang dapat menyebabkan leukemia diantaranya benzene, chloramphenicol, dan phenylbutazone.

Leukosit
Imunosit dihasilkan pada thymus (sel T) dan sumsum tulang (sel B). Mekanisme pertahanan sbb: Sel T menginhibisi migrasi makrofag pada daerah infeksi atau benda asing (antigen) Mensekresikan cytotoxic factors

Sel T lainnya mengumpul pada daerah terinfeksi


Mengaktivasi sel B melawan antigen sehingga sel B mensekresikan antibodi.

Oxygen Transport

Hemoglobin
Hemoglobin (Hb) adalah protein pengangkut oksigen pada eritrosit.

Hematotoxins That Induce Hypoxia

Hypoxia And Chemical Asphyxiants


Hypoxia atau anoksia merupakan kondisi dimana persediaan oksigen pada jaringan tidak mencukupi. Hypoxia dapat dibedakan menjadi Asphyxial/Anoxic Hypoxia dan Cytotoxic Hypoxia. Asphyxial Hypoxia kekurangan oksigen disebabkan oleh gangguan pada saluran pernapasan ataupun gangguan dari bahan kimia. Cytotoxic Hypoxia kekurangan oksigen karena gangguan pemanfaatan oksigen pada saat metabolisme sel.

Karbon Monoksida
Karbon monoksida (CO) dapat menyebabkan asphyxial/anoxis hypoxia disebabkan CO merupakan ligan yang leboh kuat dibandingkan dengan O2. Afinitas CO lebih kuat 200 kali dibandingkan dengan O2 sehingga Hb yang terbentuk adalah carboxyhemoglobin (HbCO).

Ion hidrogen dan 2,3 disphosphpglycerate mempengaruhi kurva bergerak ke kanan.


Pada kurva disosiasi hemoglobin-oksigen, keberadaan CO mempengaruhi pergerakan kurva ke arah kiri.

Karbon Monoksida

Nitrit, Nitrat, dan Senyawa Aromatik Amino


Dalam keadaan normal ion besi yang terdapat dalam HB adalah ferrous (Fe2+).

Dalam keadaan tertentu ion tersebut dapat teroksidasi oleh nitrit, nitrat, aromatik amino, senyawa nitrogen menjadi ferric (Fe3+)
Fenomena tersebut dinamakan methemoglobin (MetHb). Hb jenis ini tidak mampu mengangkut oksigen dan karbon monoksida. Beberapa senyawa kimia tidah hanya menyebabkan MetHb tetapi juga memiliki efek samping lainnya seperti relaksasi pembuluh darah sehingga aliran darah menjadi diam nitrit inorganik, nitrit alifatik organik ataupun senyawa nitrat.

Nitrit, Nitrat, dan Senyawa Aromatik Amino

Nitrit, Nitrat, dan Senyawa Aromatik Amino

Sulfhemoglobin Dan Badan Heinz


Sulfhemoglobin adalah hemoglobin yang berikatan dengan gugus sulfur sehingga tidak mampu mengikat oksigen.

Bahan kimia chlorates, naphthalene, arsine, phenylhydrazine, overdosis methylene blue.

Cytotoxic Hypoxia

Sianida (CN)
Sianida menghambat cytochrome oxidase yang pada akhirnya menghentikan proses transfer elektron, fosforilasi oksidatif, dan metabolisme glukosa secara aerob. Dosis letal melalui portal entri mulut pada orang dewasa sekitar 100 mg sodium atau potassium cyanide. Treatment: amyl nitrite melalui inhalasi, dan injeksi intravenous NaNO2 Memindahkan sianida bebas sehingga tidak mempengaruhi cytochrome oxidase. Hanya, cara ini hanya untuk sementara saja.

Sianida (CN)

Anion Hidrogen Sulfida (HS-)


HS- dihasilkan oleh gas H2S. Seperti sianida, anion ini juga penghambat kinerja cytochrome oxidase. Gas H2S umumnya terdapat pada selokan dan ladang minyak. Bersifat iritan terutama terhadap mata dan paru-paru Perlakuan untuk keracunan hampir sama dengan keracunan sianida. Hanya, tidak ada perlakuan khusus untuk mendegradasi HS- pada MetHb. Inaktivasi anion hidrosilfida oleh glutathione teroksidasi atau disulfida sederhana. Selanjutnya sulfida yang dihasilkan tersebut kemudian dimetabolisme menjadi sulfat.

Chemical-Induced Blood Disorders

Dyscrasias
Banyak bahan kimia yang menyebabkan gangguan fungsi darah (+ 1066 jenis)

182 jenis trombositopenia


127 jenis aplastic anemia 112 jenis agranulocytosis 96 jenis hemolytic anemia 90 jenis leukopenia 71 jenis neutropenia dsb

Evaluation of Hematotoxicity

Analisa Sel Darah


Ada beberapa cara untuk menganalisa darah terhadap gangguan

1. Hematocrit menghitung persentase volume sel darah merah dari keseluruhan darah yang diambil
Pria 40-54% Wanita 37-47%

Analisa Sel Darah


2. Hemoglobin biasanya dilakukan bersamaan dengan analisa hematocrit

Pria 14-18 gr/100 ml


Wanita 12-16 gr/100 ml 3. Red Cell Count Pria 5.4 (+ 0.8)x106/l Wanita 4.8 (+ 0.6)x106/l 4. White Cell Count Orang dewasa 4 hingga 11x103/l 5. Platelet Count Normal 1.5 hingga 4.5x105/l