Anda di halaman 1dari 9

BAB IV ANALISA

4.1 PEMILIHAN DATA ANTHROPOMETRI Berdasarkan pada data praktikum anthropometri yaiitu pengukuran dimensi tubuh pratikum yang didapat yaitu sebanyak 40 sampel. Pada pengukuran kami terdapat sebanyak 12 jenis data dimensi tubuh manusia yang berpengaruh terhadap kenyamanan manusia berada dalam posisi duduk. Data anthropometri yang diambil adalah data hasil pengukuran anthropometri statis yang merupakan pengukuran keadaan dan ciri-ciri fisik manusia dalam keadaan diam atau tidak bergerak yang akan digunakan dalam pembuatan kursi dan meja. Berikut ini adalah data data anthropometri yang terpilih : Dimensi Tubuh Lebar Bahu (LB) Siku ke Siku ( SKS ) Tinggi Sandaran (TS) Lebar Pinggang (LP) Panjang Sandaran (PS) TinggiPopliteal (TPl) Alasan Pemilihan Digunakan untuk membuat sandaran yang pas untuk bahu dari si pemakai.. Ukuran ini menentukan tinggi siku ketika pengguna dalam keadaan duduk sehingga tangan sipengguna tidak cepat lelah karena adanya penyangga di kanan dan kiri siku pengguna. Ukuran ini menentukan luas jangkauan tangan yang dapat dilakukan oleh sipengguna Ukuran ini menentukan jarak antara kedua penyangga tangan di sisi kiri dan kanan, sehingga pengguna mendapatkan ruang yang cukup untuk bergerak. Ukuran ini menentukan panjang dudukan / alas kursi yang akan dirancang. Ukuran ini menentukan Panjang Pada Sandaran Tangan Yang ada di kursi roda tersebut agar posisi menjadi lebih nyaman

Pantat Ke Lutut Ukuran ini dirancang untuk tinggi dari sebuah kursi (PKL) Di rancang agar pada saat duduk si pemakai mengalami Rasa nyaman. Tinggi Siku Ukuran ini dirancang untuk tinggi dari siku seseorang dari kursi Duduk (TSD) tersebut Pantat Popliteal Ukuran ini menentukan panjang sandaran yang dibutuhkan (PPL) pengguna agar posisi duduknya menjadi lebih nyaman.

Jangkauan Tangan Duduk (JTD) Rentangan Tangan (RT) Tinggi Pinggang (TP)

Ukuran ini menentukan panjangnya jangkauan tangan pada saat duduk sehingga mempermudah mengambil apapun tanpa pergi dari kursi. Ukuran ini di buat untuk menentukan panjangnya jarak untuk merentangkan tangan dari si pemakai agar tidak terlalu sempit dan nyaman untuk si pemakai. Ukuran ini menentukan tinggi dari pinggang pengguna agar lebih nyaman di gunakan

4.2 UJI KESERAGAMAN DAN UJI KECUKUPAN. Uji Keseragaman yaitu uji yang dilakukan untuk mengetahui apakah data tersebut sudah seragam atau belum atau sudah berada pada batas kontrol yang ditentukan. Suatu sampel data dapat dinyatakan seragam, apabila data datanya terserbut tidak melebihi dari batas kontrol yang telah ditentukan. Batas batas pengendalian tersebut ditentukan berdasarkan tingkat keyakinan 93% dan tingkat ketelitian 7%. Untuk data yang tidak seragam, maka dilakukan iterasi pada data dengan mengganti data yang berada di luar batas pengendalian dengan data yang berasal dari bank data. Hal ini dilakukan untuk menghasilkan sample data yang seragam. Uji kecukupan dilakukan untuk mengetahui apakah data sampel yang kita miliki telah cukup mewakili populasi yang ada. Data dinyatakan cukup, apabila nilai N teoritis lebih kecil dibandingkan denga N data yang kita miliki (N < N). Jika data belum dinyatakan cukup, maka harus dilakukan penambahan data dengan melakukan pengambilan dan penambahan data dari bank data yang telah disediakan Uji Keseragaman dan Kecukupan dilakukan terhadap data anthropometri yang akan digunakan dalam perancangan produk berupa kursi dan meja. Data anthropometri merupakan data dimensi dan karasteristik tubuh manusia yang digunakan untuk merancang suatu produk yang ergonomis. Penelitian pada saat praktikum PSK&E 2 menghasilkan 30 sampel data dimensi tubuh yang kemudian dari 30 sampel data tersebut akan dipilih data data anthropometri yang akan mendasari perancangan produk kursi roda. Berikut adalah tabel yang menunjukkan hasil dari uji keseragaman dan Kecukupan dilakukan terhadap data anthropometri.

No 1

Bagian Tubuh Lebar Bahu ( LB )

X 52.51

Sx 2.07

Sera gam

Cukup

Keterangan Mengalami iterasi sebanyak 1x. Data telah cukup dengan N' = 17.99 dan N = 30 Mengalami iterasi 2x dan penambahan data 2x. Data telah cukup dengan N' = 34.82 dan N = 40. Mengalami iterasi 3x dan penambahan data 2x Data telah cukup dengan N' = 31.07 dan N = 35 Tidak mengalami itrasi Data telah cukup dengan N'=6.34 dan N=40 Mengalami Itrasi 1x Data telah cukup dengan N'=15.88 dan N=35 mengalami iterasi 2x dan penambahan data 5x. Data telah cukup dengan N' = 29.09 dan N = 35. Mengalami iterasi 1x Data telah cukup dengan N' = 5 dan N = 35 Mengalami iterasi 1x Data telah cukup dengan N' = 15 dan N = 29 Mengalami itrasi sebanyak 1x Data telah cukuo dengan N' = 4 dan N = 35 Mengalami itrasi sebanyak 2x Data telah cukuo dengan N' = 15 dan N = 40 Mengalami iterasi sebanyak 2x Data telah cukup dengan N' = 3 dan N = 29 Mengalami iterasi sebanyak 1x Data telah cukup dengan N' = 6.14 dan N = 35

Siku ke Siku SKS )

22.68

1.22

Tinggi Sandaran (TS) Lebar Pinggang (LP) Panjang Sandaran (PS) Tinggi Popliteal (TPL) Pantat Ke Lutut (TPL) Tinggi Siku Duduk (TSD) Pantat Popliteal (PPL) Jangkauan Tangan Duduk (TSD) Rentangan Tangan (RT) Tinggi Pinggang (TP)

59.26

3.01

4 5 6

33.93 49.50 26.06

2.02 1.80 1.28

7 8 9 10 11 12

57.21 22.72 47.38 22.72 157.20 87.25

2.19 1.55 1.63 1.55 4.59 1.98

4.3 PEMILIHAN PERSENTIL Persentil merupakan nilai yang membagi suatu distribusi data yang telah diurutkan dari kecil ke besar menjadi seratus kelompok bagian dengan ukuran yang sama. Dalam konsep anthropometri, persentil menyatakan persentase manusia dalam suatu populasi yang memiliki dimensi tubuh yang sama (atau lebih kecil) dari nilai tersebut. Suatu nilai persentil anthropometri pada individu hanya mengacu pada satu ukuran tubuh saja, seperti tinggi tubuh atau duduk. Penghitungan nilai persentil untuk ke 12 data Anthropometri dimensi tubuh yang telah dipilih untuk perancangan kursi roda dilakukan dengan menggunakan konsep Distribusi Normal. Nilai-nilai persentil yang dihitung adalah persentil 5 ( P5 ), persentil 50 ( P50 ), dan persentil 95 ( P95 ). Berikut adalah table data persentil : No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. Data Anthropometri Lebar Bahu (LB) Siku ke Siku (SKS) Tinggi Sandaran (TS) Lebar Pinggang (LP) Panjang Sandaran (PS) Tinggi Popliteal (TPL) Pantat Ke Lutut (PKL) Tinggi Siku Duduk (TSD) Pantat Popliteal (PPL) Jangkauan Tangan Duduk (JTD) Rentangan Tangan (RT) Tinggi Pinggang (TP) P5 ( cm ) 37.88 36.97 41.78 30.61 20.82 43.82 19.36 20.16 44.69 67.29 149.66 16.85 Distribusi Normal P50 ( cm ) 41.73 40.94 45.92 33.93 25.19 44.99 22.20 22.72 47.38 70.48 157.20 20.29 P95 ( cm ) 45.57 44.91 50.07 37.25 29.56 46.15 25.05 25.27 50.06 73.67 164.74 23.73

Distribusi data antropometri yang digunakan dalam perancangan Kursi Kerja : No. 1. Dimensi Tubuh LebarBahu (LB) Persentil P95 Nilai (cm) 45.57 Alasan Dari Penggunaan Persentil Pemilihan ini dilakukan apabila pada Orang dengan lebar bahu yang besar dapat denagn leluasa menggunakan kursi untuk menyandar, sedangkan orang dengan lebar bahu yang kecil 2. Siku ke Siku (SKS) P95 44.91 akan dapat menyesuaikan diri. Agar orang dengan dengan tinggi siku duduk dapat menaruh sikunya dengan nyaman dan orang yang bersiku kecil akan dapat 3.. Tinggi Sandaran (TS) P95 50.07 menyesuaikan diri Ukuran ini diambil agar dapat disesuaikan dengan tinggi sandaran dan mengakomodasi sebagian besar 4. Lebar Pinggang (LP) P95 37.25 dari populasi. Ukuran ini dipilih agar sesuai untuk orang yang memiliki pinggan yang tinggi, sehingga yang memiliki ukuran pinggang pendek dapat 5. Panjang Sandaran (PS) P95 29.56 menyesuaikan. Agar orang yang berukuran tubuh tinggi duduk dengan nyaman dan yang berubuh pendek dapat menyesuaikan diri.

6.

Tinggi Popliteal (TPL)

P5

46.15

Jarak antara dudukan dengan lantai tidak terlalu tinggi, sehingga mudah untuk diduduki oleh pengguna yang bertubuh pendek (berkaki pendek) dan tidak cepat menimbulkan lelah, karena kakinya tidak menggantung. Untuk orang yang bertungkai panjang, masalah ini dapat diatasi dengan memanjangkan (meluruskan) kakinya ke depan. Ukuran yang diambil dari orang yang bertubuh besar terutama pd bagian pantat ke lutut agar nyaman pada saat duduk begitu juga untuk orang berukuran kecil.

7.

Pantat

Ke

P95

25.05

Lutut (PKL)

8.

Tinggi

Siku

P95

28.87

Ukuran ini diambil dari orang yang memiliki siku yang panjang sehingga nyaman pada saat duduk dan orang bersiku pendek dapat menyesuaikan.

Duduk (TSD)

9.

Pantat Popliteal(PPL)

P95

50.06

Ukuran ini diambil dari orang yang memiliki ukuran yang lebih besar sehingga nyaman pada saat duduk dan orang yang memiliki ukuran lebih kecil dapat menyesuaikan.

Distribusi data antropometri yang digunakan dalam perancangan Meja Kerja : No. 1. Dimensi Tubuh Jangkauan Tangan Duduk (JTD) Persentil P5 Nilai (cm) 67.29 Alasan Dari Penggunaan Persentil Pemilihan ini dilakukan apabila pada Orang dengan jangkauan tangan yang pendek dapat dengan mudah menggapai benda yang ada di meja, sedangkan orang dengan jangkauan tangan yang panjang akan dapat 2. Rentangan Tangan (RT) P95 menyesuaikan diri. 164.74 Agar orang dengan dengan rentangan tangan yang panjang dapat leluasa dan nyaman lalu orang yang memliki rentangan tangan yang pendek akan 3.. Tinggi Popliteal (TPL) 4. Tinggi Pinggang (TP) P95 23.73 P95 46.15 dapat menyesuaikan diri Ukuran ini diambil agar dapat disesuaikan dengan tinggi popliteal dan mengakomodasi sebagian besar dari populasi. Ukuran ini dipilih agar sesuai untuk orang yang memiliki pinggan yang tinggi, sehingga yang memiliki ukuran pinggang pendek dapat menyesuaikan.

4. 4 ANALISA TEKNIK UNTUK RANCANGAN KURSI KERJA DAN MEJA KERJA. 4.4.1 DIMENSI RANCANGAN KURSI KERJA DAN MEJA KERJA.

Berikut adalah perhitungan kami untuk dimensi kursi dan meja kerja, berdasarkan data anthropometri yang telah dipilih menggunakan konsep persentil: 1. Tinggi Sandaran = Tinggi Bahu Duduk + Tebal Jok Kursi = 53,71 Cm + 4 Cm = 57,71 2. Lebar Sandaran = Lebar Bahu = 45,57 cm 3. Tinggi Alas Duduk Dari Lantai = Tinggi Popliteal + Tebal Jok Kursi = 43.82 Cm + 4 Cm = 47.82 Cm 4. Panjang Alas Duduk = Pantat Popliteal + Tebal Jok Kursi = 50,06 Cm + 4 Cm = 54,06 Cm 5. Tinggi Penyangga Tangan 6. Tinggi Meja Kerja 7.Lebar Meja Kerja 8. Panjang Meja = Tinggu Siku Duduk = 20,16 Cm = Tinggi Kursi = 90 Cm = Jangkauan Tangan Duduk = 67,29 cm = Rentangan Tangan = 149,66 cm 4.4.2 SPESIFIKASI 1. 2. 3. 4. 5. Rangka kursi terbuat dari bahan logam stainlees. Jok kursi rancangan kami terbuat dari bahan kulit sintetis dengan tingkat kepadatan tertentu yang tidak terlalu empuk ataupun terlalu keras. Terdapat penyangga tangan untuk meletakkan siku yang terbuat dari logam dan dilapisi bahan kulit di samping kiri dan kanan dari alas dudukan tempat duduk. Bagian terluar dari jok yang diduduki, yaitu tempat lutut melipat, memiliki bentuk agak lonjong agar lutut nyaman. Penyangga tangan dirancang dengan pertimbangan bahwa kenyamanan pengguna saat berada dalam posisi duduk akan terasa lebih nyaman jika kedua siku dan lengan bagian bawahnya disangga atau diletakkan pada suatu tempat tempat tertentu dibandingkan dengan posisi kedua tangan diluruskan.

6. 7.

Rangka Meja terbuat dari stainlees agar tidak mudah berkarat dan kuat digunakan. Terdapat rak keyboard pada meja agar pengguna muda menggunkan dan menyimpan keyboard.

4.4.3 BIAYA Rincian Biaya : Sandaran Kursi = Rp. 150.000,Alas / Dudukan Kursi = Rp. 100.000,Penyangga Tangan / Siku = Rp 100.000,Bahan kain sintetis untuk dudukan dan sandaran = Rp. 200.000,Penyanggah untuk 2 kaki = Rp 80.000,Besi Stanlis = Rp 250.000

4.4.4 ESTETIKA Bahan yang digunakan untuk pembuatan jok kursi roda adalah bahan kulit sintetis , yaitu bahan dengan karakteristik sedikit keras dan elastis ( dapat dilipat ). Hal ini dimaksudkan agar pengguna kursi nyaman ,mudah dalam pembersihannya, serta terasa dingin saat diduduki. Warna yang disarankan untuk rancangan kursi kami adalah hitam karena warna memberikan kesan tenang. Sandaran kursi yang memiliki kelengkungan ke dalam untuk menyesuaikan dengan kontur punggung manusia, sengaja didisain untuk kenyamanan bersandar dari pengguna kursi tersebut. Desain meja terlihat modern sehinngga enak dilihat, santai, dan simple.

Anda mungkin juga menyukai