Anda di halaman 1dari 46

ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TAGGA KOMITE MADRASAH ALIYAH NEGERI (MAN) JEMBER 1

Jalan Imam Bonjol No 50 Jember

ANGGARAN DASAR KOMITE MADRASAH MADRASAH ALIYAH NEGERI (MAN) JEMBER 1 BAB I NAMA, TEMPAT KEDUDUKAN DAN WAKTU Pasal 1 Lembaga ini bernama Komite Madrasah MAN Jember 1 Yang berkedudukan di Nama Madrasah Alamat Kecamatan Kabupaten Propinsi : Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Jember 1 : Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Jember 1 : Jalan Imam Bonjol No 50 Jember : Kaliwates : Jember : Jawa Timur Pasal 2 Komite Madrasah sebagaimana dimaksud pada pasal 1 di atas didirikan sejak 19 Agustus 2002 sampai dengan waktu yang tidak ditentukan

BAB II ASAS, DASAR, TUJUAN, DAN KEGIATAN Pasal 3 3.1. Komite Madrasah berasaskan Pancasila dan berdasarkan UUD 45. 3.2. Komite Madrasah bertujuan untuk : a. Meningkatkan transparansi, akuntabilitas dan demokratisasi dalam penyelanggaraan dan pelayanan pendidikan yang bermutu disatuan pendidikan. b. Mewadahi, menyalurkan aspirasi dan prakarsa masyarakat dalam melahirkan kebijakan operasional dan program pendidian di satuan pendidikan. c. Meningkatkan tanggung jawab dan peran serta masyarakat dalam penyelenggarakan pendidikan di satuan pendidikan. 3.3. Komite Madrasah memiliki kegiatan sebagai berikut: a. Mendukung terciptanya madrasah yang berkualitas baik di bidang akademis maupun non akademis. b. Memberi pendidikan. c. Menampung dan menganalisis aspirasi, ide yang berkembang di msayarakat. d. Pemberi masukan dalam penyusunan Rancangan Anggaran Pendidikan dan Belanja Madrasah (RAPBM). e. Menggalang dana masyarakat dalam pembiayaan penyelenggaraan pendidikan di madrasah. pertimbangan dalam penentuan pelaksanaan kebijakan

f. Sebagai mediator antara pemerintah dengan masyarakat dalam upaya peningkatan mutu pendidikan. g. Mendorong tumbuhnya perhatian dan komitmen masyarakat terhadap penyelenggaran pendidikan yang bermutuh. Mengembangkan sikap saking percaya dalam pengelolaan pendidikan antara madrasah dengan pihak lain. h. Melakukan kerja sama dengan orang tua, masyarakat dan instansi lain yang terkait dalam rangka peningkatan mutu madrasah. i. Mengevaluasi pendidikan. kebijakan, program, penyelenggaraan dan keluaran

BAB III KEANGGOTAAN DAN KEPENGURUSAN Pasal 4 Komite Madrasah beranggotakan unsur masyarakat, guru, karyawan disatuan pendidikan dan unsur lain yang perduli terhadap pendidikan. Pasal 5 Kepengurusan komite sekurang-kurngnya sembilan orang yang terdiri atas ketua, sekertaris, bendahara, dan seksi bidang-bidang.

BAB IV HAK DAN KEWAJIBAN ANGGOTA DAN PENGURUS Pasal 6 1. Setiap anggota dan pengurus berkewajiban mematuhi Anggaran Dasar (AD) dan Anggran Rumah Tangga (ART), serta keputusan komite.

2. Setiap anggota dan pengurus mempunyai hak perlakuan yang sama di dalam Komite Madrasah untuk memilih dan dipilih memangku jabatan kepengurusan Komite.

BAB V KEUANGAN Pasal 7 Keuangan komite diperoleh dari: anggota, bantuan pemerintah pusat dan atau daerah, orang tua dan atau wali murid, masyarakat atau donatur, dunia usaha atau industri dan sumber lain yang sah.

BAB VI RAPAT PENGURUS DAN ANGGOTA Pasal 8 1. Komite Madrasah menyelenggarakan rapat pengurus sekurang-kurangnya dua kali dalam setahun. 2. Komite Madrasah menyelenggarakan rapat anggota sekurang-kurangnya sekali dalam setahun. 3. Komite Madrasah dapat menyelenggaraka rapat khusus karena alasan-alasan mendesak.

BAB VII PERUBAHAN ANGARAN DASAR DAN PEMBUBARAN KOMITE Pasal 9 Perubahan Anggaran Dasar (AD) dan pembubaran komite hanya dapat dilakukan oleh kepala madrasah bersama pengurus komite dengan memperhatikan dan mempertimbangkan hasil musyawarah.

BAB VIII KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 10 1. Hal-hal yang belum diatur dalam anggran dasar akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga (ART) 2. Anggaran Dasar (AD) ini mulai berlaku sejak tanggal penetapan.

Ditetapkan di : Jember pada tanggal : 12 Febuari 2005 Komite Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Jember 1 Ketua,

H. Giman Supriatno

ANGGARAN RUMAH TANGGA KOMITE MADRASAH MADRASAH ALIYAH NEGERI (MAN) JEMBER 1

BAB I KEORGANISASIAN Pasal 1 1. Nama Komite Madrasah adalah KOMITE MADRASAH MAN JEMBER 1. 2. Struktur organisasi Komite Madrasah adalah terdiri dari : ketua, sekertaris, bendahara, dan seksi-seksi bidang yang sesuai dengan kebutuhan. 3. Hubungan Komite Madrasah dengan satuan pendidikan, dewan pendidikan, institusi lain yang bertangung jawab dalam pengelolaan pendidikan adalah hubungan koordinatif . 4. Hubungan antara ketua, sekretaris, bendahara dan seksi-seksi bidang adalah hubungan instruktif. 5. Hubungan antara Komite Madrasah dengan Kepala Madrasah adalah hubungan kemitraan dan koordinatit konsultatif.

BAB II KEANGGOTAAN Pasal 2 Anggota Anggota komite terdiri dari orang tua atau wali murid, dewan guru, karyawan, tokoh masyarakat, tokoh pendidikan, tokoh dunia usaha atau dunia industri, organisasi profesi dunia pendidikan dan wakil alumni. Pasal 3 Syarat-syarat Anggota 1. Anggota Komite Madrasah sebagaimana dimaksud pada pasal 2 memiliki kemampuan berorganiasi, memiliki jiwa pengabdian, jujur, perpengetahuan luas, dan mau bekerja keras. 2. Menyetujui Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) komite. 3. Bersedia menjadi anggota komite. Pasal 4 Kewajiban Anggota 1. Berpartisipasi aktif dalam menjadi anggota Komite Madrasah. 2. Menjunjung tinggi nama baik Komite Madrasah. 3. Menghadiri rapat Komite Madrasah. 4. Berpartisipasi memajukan dan mengembangkan madrasah meliputi sarana prasarana maupun peningkatan mutu baik secara kualitas maupun secara kuantitas.

Pasal 5 Hak Anggota 1. Setiap anggota berhak mengajukan usulan tentang pemikiran, ide pendidikan yang bersifat konstruktif dan inofatif. 2. Anggota berhak mendapatkan perlakuan yang dengan memperhatikan hasil musyawarah. Pasal 6 Berakhirnya Keanggotaan 1. Keanggotaan berakhir apabila yang bersangkutan: a. Meninggal dunia. b. Mengundurkan diri dari komite madrasah. c. Komite dinyatakan bubar. d. Diberhentikan karena melakukan pelanggaran AD/ART dan ketentuan hukum yang berlaku. e. Masa jabatan berakhir. 2. Apabila salah satu pengurus komite berhalangan tetap (meninggal dunia), komite mengadakan rapat untuk menunjuk salah satu pengurus menggantikan kedudukannya sampai masa jabatan pengurus komite berakhir dengan persetujuan satuan pendidikan. sama dalam kepengurusan

BAB III RAPAT ANGGOTA Pasal 7 Rapat Anggota Berwenang: 1. Menetapkan Anggaran Dasar (AD) dan anggaran Rumah Tangga (ART). 2. Mempertanggungjawabkan program atau kegiatan komite. 3. Memilih dan mengesahkan anggota komite yang baru. Pasal 8 Tata Tertib Rapat Anggota 1. Peserta rapat terdiri dari anggota komoite. 2. Komite adalah penanggungjawab hasil rapat anggota. 3. Pimpinan rapat adalah ketua komite atau yang ditunjuk oleh anggota komite. 4. Rapat dianggap sah bila dihadiri sekurang-kurangnya setengah ditambah 1dari jumlah anggota. 5. Komite mempertanggungjawabkan kegiatannya kepada satuan pendidikan,

Pasal 9 Susunan Komite Ketua Wakil Ketua Sekertaris 1 Sekertaris 2 Bendahara 1 Bendahara 2 Seksi Bidang Kurikulum Seksi Bidang Sarana Prasarana Seksi Bidang Kesiswaan Seksi Bidang Humas Pasal 10 Mekanisme Pemilihan dan Masa Jabatan 1. Mekanisme pemilihan pengurus komite: a. Sebelum berakhir masa jabatan, komite bersama satuan pendidikan mengajukan nama-nama calon pengurus komite yang baru. b. Pengurus komita bersama satuan pendidikan mengadakan rapat dengan mengundang calon pengurus untuk memilih ketua formatur, c. Ketua formatur bersama dua orang pengurus komite dan dua orang dari satuan pendidikan menyusun kepengurusan komite, d. Pengurus komite yang baru ditetapkan dalam rapat anggota,

2. Masa jabatan komite adalah tiga tahun dan selanjutnya dapat dipilih kembali untuk masa jabatan beruikutnya,

BAB IV KEUANGAN Pasal 11 1. Mengelola sumber-sumber keuangan yang telah disepakati oleh pihak satuan pendidikan dan komite. 2. Keuangan dipergunakan untuk pengembangan satuan pendidikan termasuk kesejahteraan guru dan karyawan. 3. Berlaku sistem transparansi pelaporan dan paengawasan.

BAB V LAMBANG DAN ATRIBUT KOMITE Pasal 12 Lambang dan atribut komite ditetapkan oleh komite.

BAB VI PENUTUP Pasal 13 1. Hal-hal yang belum tercantum dalam Anggaran Rumah Tangga (ART) ini akan diatur lebih lanjut oleh komite. 2. Anggaran rumah tangga ini berlaku sejak tanggal ditetapkan

Ditetapkan di : Jember pada tanggal : 12 Febuari 2005 Komite Madrasah MAN Jember Ketua,

H. Giman Supriatno

Hasil Wawancara dengan Anggota Komite

Nama

: Drs. Amri

Tanggal/Thn : 04 Juli 2009P Lokasi Keterangan : kediaman Drs. Amri : Peran dan tanggung jawab komite Jarum jam menunjukkan angka 11 lebih 45 menit ketika peneliti bersiap-siap berangkat dari rumah untuk menuju kediaman Drs. Amri saat itu. Inisiatif untuk datang ke kediaman Drs. Amri adalah atas ide dari beliau (Drs. Amri) kemrin waktu peneliti sempat berbincang mengenai kepentingan peneliti menemui beliau melalui sambungan telphon. No HP (hand phone) Drs. Amri peneliti peroleh dari pak Giman (ketua komite) ketika melakukan wawancara dengan beliau (pak Giman). Akhirnya setelah menempuh setengah jam perjalanan peneliti tiba di alamat desa Tegal Besar no 5 Rt 1 Rw 2 II yakni tiada lain adalah kediaman Drs. Amri. Kedatngan peneliti waktu itu disambut oleh seorang ibu rumah tangga yang sangat ramah dan memiliki wajah yang ayu, beliau adalah istri Drs. Amri ternyata, kemudian peneliti dipersilahkan masuk keruang tamu dan menunggu pak amri yang masih dipanggil oleh beliau. Sambil duduk peneliti mengamati setiap sisi ruang tamu yang sangat asri dengan tatanan yang rapi dan terdapat beberapa foto keluarga yang terpampang di dinding-dinding ruangan itu, dari situlah peneliti tahu bahwa pak Amri ini memiliki 2 orang putra. Beberapa menit

peneliti menunggu seorang pria berperawakan sedang, rapi dan sangat ramah terkesan orang yang berpendidikan terpancar dari aura tubuhnya muncul dari bilik ruang tamu, beliau adalah Drs. Amri. Beliau menyapa peneliti dengan kata salam dan serta merta peneliti membalasnya dengan salam pula. Kata yang terucap pertama kali ketika beliau menyapa peneliti adalah: jam berapa tadi berangkat dari rumah mbak?, dengan hati sengan karena ternyata pak Amri adalah sosok yang ramah dan familiar peneliti menjawab: kira-kira jam 12 kurang pak, tadi masih muter-muter mencari alamat ini, jadi tiba disini sudah terlalu siang pak, tapi tidak terlalu sulit kan mbak menemukannya? beliau meninmpali yang kemudian peneliti menjawab: yah lumayan agak sulit pak, serta merta beliau terkekeh sambil berkata: yah maklum mbak memang desanya agak nyelempit (istilah agak terpencil untuk istilah jawa), kira-kira apa yang bisa saya bantu mbak?, peneliti membalas pertanyaan itu dengan keterangan: kedatangan saya kemari ini sebenarnya untuk kepentingan penelitian berkenaan dengan tugas akhir saya pak, dan kebetulan penlitian saya ini berhubungan dengan keberadaan komite yang ada di MAN Jember 1 yang salah satu pengurusnya adalah beliau, jadi saya perlu mengorek lebih jauh tentang eksistensi komite yang ada di MAN Jember 1 itu melalui bapak sebagai salah satu anggota komite, oh begitu, iya...ya...ya...ya... kata beliau. Peneliti tidka membuang lagi kesempatan itu dengan langsung melontarkan pertanyaan kepada beliau:

Peneliti : Sejak kapan teptnya bapak di tunjuk sebagai salah satu anggota komite di MAN jember 1 pak? Amri : Tepatnya sejak 3 tahun yang lalu kurang labih, pada awal tahun 2006 Peneliti : Kalau boleh tahu bagaimana awal mula bapak bisa terpilih menjadi salah satu anggota komite di MAN jember 1? Amri : Awalnya penunjukkan saya sebagai anggota komite adalah inisiatif dari pihak madrasah, mungkin juga karena pengalaman saya di dunia pendidikan, itupun juga menurut mereka (pihak madrasah) yang kemudian disetujui oleh masyarakat Peneliti : Selain sebagai anggota komite bapak ini juga berprofesi sebagai apa? Amri : Saya berprofesi sebagai penilik Diknas, yang seblumnya saya juga pernah menjadi tenaga pengajar di beberapa sekolah dan madrasah, diantaranya saya pernah menjadi tenaga pengajar di Sekolah Menengah Pertama (SMP) 3 Jember, dan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Jember Peneliti : Jadi sudah bisa dibilang bapak ini pengalamannya sudah cukup menumpuk di dunia pendidikan ya pak? Amri : Alhamdulillah kalau mbak memiliki pendangan yang demikian buat saya (dengan tersenyum)

Peneliti : Selain aktif di komite MAN Jember 1 juga sibuk menjadi penilik sekolah apa bapak juga masih sempat bergabung diorganisasiorganisasi lain pak? Amri : Sampai saat ini saya juga masih aktif di organisasi yang berkembang di masyarakat, seperti organisasi Remaja Masjid (REMAS) saya menjabat sebagai penasehat, tapi yah begitu mbak kadang sering terbengkalai karena kesibukan saya, jadi kadang saya hadir di MAN Jember 1 ya hanya kadang-kadang saja jika memang sangat diperlukan kehadiran saya, untungnya pak Giman adalah ketua komite yang sangat mengerti dengan kesibukan-kesibukan yang dimiliki oleh pengurus komite sehingga beliau sangat memaklumi, dan juga sering memberikan informasi kepada saya mengenai hal-hal yang berkenaan dengan komite jika saya tidak bisa hadir dalam rapat anggota komite Peneliti : Jadi apakah bisa dibilang bahwa pemilihan pak Giman sebagai ketua komite adalah langkah yang tepat pak? Amri : Kalau saya pribadi, pemilihan ketua yang ditujukan untuk pak Giman itu adalah tindakan yang sangat tepat sekali karena selain pengalaman beliau di dunia organisasi yang berhubungan dengna dunia pendidikan, beliau juga orang yang sangat bertanggung jawab atas apapun yang sedang beliau lakoni termasuk juga sebagai ketua komite di MAN Jember 1 itu sendiri, beliau juga sosok orang yang

penuh dengan pengertian kepada kami yang meiliki berbagai macam kesibukan Peneliti : Rasa mengertinya itu seperti bagaimana pak? Amri : Yah contoh konkritnya saja, ketika kami tidak bisa menghadiri rapat komite tidak segan-segan beliau (pak Giman) memberikan informasi kepada kami, meskipun kadang ketika saya tidak bisa hadir dalam rapat, saya yang terlebih dulu menghubungi beliau untuk menanyakan hasil rapat biar nanti saya juga bisa memberikan sumbangsih pemikiran, karena mau tidak mau saya ini kan juga sebagai anggota komite Peneliti : Lalu apa harapan bapak untuk MAN Jember 1 ini kedepan pak? Amri : Harapan saya terhadap MAN Jember 1, sebagai lembaga pendidikan Islam yang keberadaannya sangat diperhitungkan harus mampu menjaga citra tersebut, dan dengan adanya dukungan masyarakat ini MAN Jember 1 harus terus meningkatkan prestasinya baik di bidang akademik maupun non akademik. Tak terasa waktu sudah sangat siang dan hampir sore, tentunya peneliti harus segera undur diri karena merasa bahwa peneliti sudah merasa sangat banyak menyita waktu pak Amri. Dengan acapan banyak terimakasih peneliti mohon untuk undur diri dan akhirnya wawancara hari itu telah terselesaikan.

Hasil Wawancara dengan Kepala MAN Jember 1

Nama

: Drs. Anwari M.PdI

Tanggal/Thn : 02 Agustus 2008 Lokasi Keterangan : Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Jember 1 : Penelitian pendahuluan

Ini adalah hari pertama peneliti berkunjung ke MAN Jember 1 untuk melakukan penelitian awal terkait dengan keberadaan komite madrasah. Dengan berbekal surat pengantar peneliti masuk ruang TU, setelah memperkenalkan diri, peneliti menyerahkan surat pengentar tersebut. Dan oleh pak Djahir (Kepala TU yang sedang menemui peneliti) peneliti diminta untuk menunggu karena pak Djahir akan mengantarkan surat tersebut

kepada kepala madrasah.setelah kurang lebih 5 menit pak Djahir datang kembali dan mempersilahkan peneliti ke ruang kepala madrasah untuk bertemu dengan beliau. Dengan melewati beberapa ruangan dari ruang TU, peneliti sampai di ruang tamu yang berada tepat di depan ruang kepala madrasah. Peneliti dipersilahkan duduk menunggu kepala madrasah. Beberapa saat kemudian, terlihat seorang lelaki berseragam yang keluar dari ruangan kepala madrasah menunduk hormat kepada peneliti dan duduk berhadapan dengan peneliti. Saat itu peneliti menyadari bahwa lelaki tersebut adalah kepala MAN Jember 1. kami saling memperkenalkan diri, dan

peneliti jadi tahu nama beliau adalah Drs. Anwari MP.d atau cukup dipanggil dengan pak Anwari. Peneliti mengutarakan maksud kedatangan peneliti menemui beliau adalah untuk menanyakan tentang keberadaan komite madrasah. Beliau menjawab: hubungan kami dengan komite madrasah itu ya selayaknya partner kerja, kami saling membantu sama lain. Selanjutnya ditanya tentang kontribusi yang telah diberikan komite madrasah, dengan panjang lebar pak Anwari memberikan keterangan sebagai berikut: Sejauh ini peran komite madrasah disini sangat membantu perkembangan madrasah ini (MAN Jember 1), komite madrasah ini diibaratkan partner kerja yang memberikan banyak kontribusi kepada kami dalam memajukan lembaga misalkan dari segi fisik (yang dimaksud adalah sarana) komite madrasah membelikan kami tanah pada tahun 2006 di belakang madrasah seluas kurang lebih 3 m 2 . Tahun 2007 mulai membangun fondasi untuk lantai pertama dan InsyaAllah nanti akan dilanjutkan untuk lantai kedua, dan tahun 2008 bulan februari kemarin dari hasil swadaya komite madrasah, kami berhasil merenovasi mushollah yang bisa menampung semua siswa MAN Jember 1 ini Setelah pak Anwari memberikan keterangan terkait dengan kontribusi komite madrasah,. Peneliti menanyakan pula ruang kerja komite madrasah di MAN Jember 1. Kemudian pak Anwari memberikan keterangan bahwa memang sebelumnya komite madrasah memiliki ruang kerja tersendiri dan ruangannya ada di sebelah utara sambil menunjuk sebuah

ruangan yang bersebelahan dengan ruang kepala madrasah yang tampak hanya berisi meja yang dikelilingi beberapa bangku. Namun mulai tahun 2007, pak Anwari melanjutkan karena komite itu kan jarang datang ke madrasah ruangannya jarang dipake dan kami meminta izin kepada pak Giman selaku ketua komite untuk menjadikan ruangan mereka menjadi ruang pertemuan guru mata palajaran. Dan Alhamdulillah pak Giman sangat mendukung dan tidak keberatan. Kemudian peneliti bertanya kalau ruangan komite sudah dijadikan ruang rapat guru, bagaimana komite kalau datang ke madrasah? Pak Anwari menjawab:kalau datang ke madrasah komite biasanya langsung menuju ke ruangan saya atau kalau memang kami harus membicarakan beberapa hal dengan anggota komite yang lain ya kami menggunakan ruang rapat guru ini mbak. Selanjutnya, pak Anwari mengajak peneliti masuk ke dalam ruangan yang dimaksud oleh paka Anwari, di ruangan tersebut memang hanya terdiri dari sebuah meja dikelilingi 7 buah kursi dan di sudut ruangan tampak sebuah lemari tempat menyimpanb arsip-arsip. Setelah melihat ruangan tersebut, pak Anwari mengajak peneliti untuk melihat bangunan dan tanah yang diperoleh dari swadaya komite MAN Jember 1. peneliti berjalan disamping kepala madrasah sambil sesekali pak Anwari menunjukkan bangunan-bangunan yang kami lewati seperti perpustakaan, ruang kelas X dan XI yang bangunannya berseberangan. Kami juga melewati koperasi

siswa yang saat itu tutup karena sedang beralangsung proses belajar mengajar, setelah itu kami melewati taman dengan jalan yang menurun kami sampai di sebuah bangunan yang masih dalam proses renovasi. Kami berhenti di depan bangunan tersebut dan pak Anwari menjelaskan bahwa tanah ini hasil swadaya komite madrasah sejak tahun 2006 dan mulai kami bangun mulai tahun 2007 sampai sekarang. Setelah kami melihat-lihat bangunan tersebut pak Anwari mengajak peneliti untuk melihat bangunan musholla yang baru saja diselesaikan pada bulan februari kemarin. Peneliti memang melihat bangunan mushollah itu tampak masih baru dan terlihat sangat luas menunjukkan bahwa bangunan tersebut sangat terawat. Tanpa terasa bel istirahat berbunyi dan telihat para siswa keluar dari kelas masing-masing dan pak Anwari mengajak peneliti untuk kembali ke ruang tamu namun karena peneliti merasa informasi yang sudah peneliti dapatkan sudah cukup dan peneliti juga melihat pak Anwari terlihat capek sehingga peneliti berpamitan dengan pak Anwari tanpa lupa mengucapkan terima kasih kepada beliau.

Hasil Wawancara dengan Anggota Komite

Nama

: Drs. Rico Asikin

Tanggal/Thn : 04 Juli 2009 Lokasi Keterangan : Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Jember 1 : Peran dan tanggung jawab komite Tepat pukul 9 pagi peneliti sudah tiba di MAN Jember 1, hari ini merupakan hari ke dua peneliti berada di MAN jember 1 untuk mengadakan penelitian setelah kemarin melakukan penelitian pendahuluan dan melakukan wawancara langsung dengan kepala MAN Jember 1 yakni Drs. Anwari M.Pd. Peneliti sengaja datang tepat pukul 9 pagi karena pada hari sebelumnya sudah ada janji bertemu dengan Drs. Rico Asikin yang merupakan salah satu staf pengajar di MAN Jember 1 juga sekaligus sebagai salah satu anggota komite MAN Jember 1. sebelum bertemu dengan Drs. Rico Asikin terlebih dulu peneliti menyapa dan berbincang-bincang dengan kepala TU yakni pak Djahir yang kebetulan waktu itu peneliti temui sebelum bertemu dengan Drs. Asikin. Ditanya tentang keberadaan Drs. Anwari yang merupakan kepala MAN Jember 1, beliau menjelaskan bahwa pada hari ini Pak anwari tidak ke kantor seperti biasanya dikarenakan ada keperluan yang menyangkut dengan MAN Jember 1 di luar kota. Setelah beberapa menit menunggu Drs. Rico Asikin akhirnya keluar kelas dan dengan santun pak Djahir mempersilahkan peneliti untuk

segera manemui Drs. Rico Asikin. Setelah itu peneliti langsung bertandang ke ruangan dimana guru-guru biasa berkumpul, sebelum peneliti bingung mencari siapa diantara guru-guru yang berada di ruangan tersebut yang memiliki nama Drs. Rico Asikin, ternyata seorang guru lelaki yang nampak rapi dan wangi menyapa peneliti dengan sangat ramah itulah Drs. Rico Asikin. Tentunya peneliti tidak membuang kesempatan itu dengan langsung mengutarakan niat peneliti datang ke MAN Jember 1 kepada beliau bahwa peneliti berniat untuk melakukan wawancara dengan beliau berkaitan dengan penelitian tentang komitmen dan tanggung jawab komite di MAN Jember 1 karena beliau sebagai salah satu dari anggota komite MAN Jember 1. Dengan tersenyum ramah Drs. Rico Asikin menyambut niatan peneliti untuk berwawancara dengan beliau, dengan celetukan penuh canda beliau mengatakan: wah berarti hari ini saya mendadak jadi selebritis yang akan mengadakan jumpa pers ya mbak, tentu saja celetukan pak Rico ini serta merta membuat peneliti jadi terhenyak dan tertawa, ternyata pak Rico adalah sosok orang yang humoris diantara penampilan yang serapi dan sesantun itu. Tentu saja untuk mencairkan suasana dengan segera peneliti menimpali dengan candaan juga: iya dan saya mendadak jadi persnya, suasana jadi semakin bersahabat dengan candaan dan tawa kita. Namun peneliti tidak ingin terhanyut terlalu lama dalam candaan itu karena teringat dengan beberapa pertanyaan yang ingin peneliti ajukan kepada beliau, maka dengan serius peneliti mulai bertanya dengan pertanyaan pembuka.

Peneliti : Pak Rico ini sudah lama menjadi tenaga pengajar di MAN Jember 1? Rico : saya menjadi tenaga pengajar di MAN Jember 1 ini sejak tahun 2003, jadi ya terhitung agak lama juga, sekitar 7 tahunan (sambil

berfikir, seolah menghitung jarak antara 2003 hingga sekarang), iya bener sekitar 7 tahun Peneliti : Dari awal dulu memang sudah langsung menjadi tenaga pengajar di MAN ini pak? Rico : Oh tidak mbak, saya menjadi tenaga pengajar disini setelah pengangkatan PNS (pegawai negeri sipil) dan kebetulan saya ditempatkan disini Peneliti : Berati dulu sempat menjadi tenaga pengajar di sekolah lain ya pak? Rico : Tepatnya begitu mbak, sebelum disini dulu saya sempat menjadi tenaga pengajar di SMP 2 Jember, SMA 1 Jember, dan juga di SMP 1 Tanggul Jember Peneliti : Berarti bisa dibilang kalo pengalaman bapak di dunia mengajar dan pendidikan sudah tidak bisa diragukan lagi ya pak? Rico : ya tidak begitu juga mbak (sambil tertawa renyah)

Peneliti : Selama 7 tahun itu bapak mengampu mata pelajaran apa di MAN ini?

Rico

: Kebetulan dari awal saya mengajar disini sampek detik ini saya mengampu mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI)

Peneliti : Berkaitan dengan komite MAN Jember 1 ini, sejak kapan tepatnya bapak masuk dalam jajaran keanggotaan komite MAN Jember 1? Rico : Sejak awal tahun 2006, saya sendiri juga tidak menyangka akan masuk dalam jajaran anggota komite he...he..he..(terkekeh) Penliti : (sambil menuntaskan tawaan saya melanjutkan pertanyaan) mungkin pihak MAN punya pertimbangan mengapa bapak dimasukkan dalam jajaran anggota komite Rico : waktu diawal pemilihan dulu pak Anwari (kepala MAN jember 1) sempat ngomong juga, saya dipilih karena saya akan menjadi anggota komite yang selalu ada di madrasah, ya maklum mbak kan anggota komite yang lainnya itu dari kalangan masyarakat yang tidak selalu ada di madrasah sehingga seolah-olah tidak tahu menahu tentang seluk beluk MAN Jember 1 ini, dan dari semua anggota komite saya yang lebih sering ketemu dengan pak Giman (ketua komite) kalu beliua bertandang ke madrasah Peneliti : dari intensitas pertemuan bapak dengan pak Giman, kira-kira bisa diceritakan pak, bagaimana kiprah pak Giman di komite madrasah ini, berhubungan dengan komitmen dan tanggung jawabnya sebagai ketua komite

Rico

: kalau berhubungan dengan hal itu, menurut saya pak Giman adalah sosok orang yang yang komit dan tanggung jawab dengan tugas yang diembannya ya mbak, mungkin itu juga salah satu sikap yang sudah diterapkan sejak dulu selagi beliau menjabat sebagai anggota TNI sehingga membentuk beliau menjadi orang yang bertanggung jawab dan komit dengan apapun yang sudah menjadi profesinya. Selain itu pak Giman adalah orang yang selalu bisa menyambungkan komunikasi diantara kita sebagai pengurus komite disela-sela kesibukan masing-masing

Peneliti : contohnya seperti apa pak? Rico : ya banyak hal ya mbak, karena setiap kali ada hal-hal yang berkenaan dengan komite dan madrasah ini beliau selalu membicarakannya dengan para pengurus komite yang lain satu persatu, entah itu dilakukan beliau melalui telphon, atau kalau emang memungkinkan beliau langsung berkunjung ke rumah beliau-beliau (pengurus komite), beliau juga tidak segan

menceritakan tentang masing-masing pendapat yang diungkapkan oleh masing-masing pengurus komite, hal itu tentu saja membuat kami jadi tahu tentang pendapat-pendapat itu dan bisa saling mempertimbangkannya, jadi bisa dibilang selama ini kekuatan komunikasi kita ya ada di beliau (pak Giman)

Peneliti : Jadi bisa dibilang beliau (pak Giman) memang seorang ketua yang memiliki komit dan tanggung jawab penuh ya pak? Rico : Kalau saya pribadi menilainya seperti itu mbak

Peneliti : Kalau tugas bapak sendiri berkenaan dengan anggota komite itu sendiri seperti apa? Rico : Biasanya saya hanya meberikan informasi mengenai hal-hal yang berkenaan dengan madrasah ini kepada pak Giman mbak, karena menurut beliau informasi dari saya adalah salh satu informasi yang penting buat beliau, menurut beliau saya anggota yang tahu akan seluk-beluk MAN Jember 1 ini Peneliti : Lantas harapan bapak sebagai tenaga pengajar dan angota komite, apa yang harus dicapai oleh MAN Jember 1 kedepan? Rico : MAN Jember 1 segera bisa mewujudkan visi menjadi madrasah berbasis internasional agar keberadaannya semakin diakui di dunia pendidikan. Beliau juga berharap bahwa kedepan MAN Jember 1 mampu mencetak generasi Islami yang berwawasan luas dan berilmu pengetahuan. Dan komite MAN Jember 1 tetap bisa berjuang demi eksistensi madrasah Sambil mengangguk-angguk peneliti mendengarkan penjelasan pak Rico akhirnya peneliti menyadari bahwa hari sudah sangat siang dan pak Rico juga harus kembali ke kelas untuk memberikan pelajaran yang diampunya kepada siswa-siswi kelas 1. Akhirnya dengan ramah peneliti

meminta untuk undur diri seraya mengucapkan rasa terimakasih yang dalam kepada pak Rico atas informasi yang telah peneliti dapatkan hari ini.

Pak giman saat berkunjung ke MAN Jember 1

Wawancara Peneliti dengan pak Giman

Wawancara dengan Drs. Rico Asikin (Anggota komite madrasah)

Rapat wali murid

Rapat RAPBM

Pertemuan wali murid, dari kiri ke kanan: Drs, Dardiri, (anggota komite), H. Imam Baidhowi (bendahara komite), H. Anwari (kepala MAN Jember 1)dan pak Giman (ketua komite MAN Jember 1)Supriatno.

Drs. H. Anwari, M.Pd (kepala MAN Jember 1)

Gerbang depan MAN Jember 1

Bangunan lokal baru hasil komite

Bangunan lokal baru hasil komite

MAN Jember tampak dari depan

Hasil Wawancara dengan Ketua Komite MAN Jember 1

Nama

: Jendral Purnawirawan Giman Supriatno

Tanggal/Thn : 05 Juli 2009 Lokasi Keterangan : MAN Jember 1 : Komitmen dan tanggung jawab komite

Peneliti datang ke madrasah pada pukul 8 pagi sebagaimana yang telah dijanjikan dengan pak Giman supriatno, ketua komite MAN Jember 1 untuk melakukan wawancara. Sebelumnya, melalui telphon peneliti telah berbicara dengan pak Giman untuk memperkenalkan diri dan atas rekomendasi dari kepala madrasah untuk melakukan penelitian terkait dengan komite madrasah. Dalam pembicaraan itu pak Giman meminta peneliti untuk datang ke rumah beliau di perumahan taman dayu Jember, namun sehari setelahnya beliau menghubungi peneliti untuk bertemu di madrasah saja karena ada sesuatu hal yang ingin dibicarakan dengan kepala madrasah. Pada waktu yang telah disepakati, oleh petugas piket madrasah peneliti dipersilahkan masuk ke ruang kepala madrasah untuk menemui pak Giman. Di ruang kepala madrasah yang tidak begitu luas namun tampak bersih dan rapi yang dilengkapi denan seperangkat kursi tamu itu peneliti melihat pak Giman tengah berbincang dengan kepala madrasah. Menyadari kehadiran peneliti, kepala madrasah yang sebelumnya telah bertemu muka dengan peneliti langsung menyambut kedatangan peneliti dan mempersilahkan duduk sembari mengatakan kepada pak Giman ini orang yang kita tunggu sudah datang

Pak Giman kemudian menimpali oalah ternyata sampean toh mbak orangnya, kemarin kan Cuma denger suarane tho sekarang ketemu orangnya langsung begitu sapa beliau dengan ramah. Dan itu membuat perasaan peneliti menjadi lebih tenang setelah sebelumnya peneliti merasa sangat tegang karena menurut informasi yang peneliti dengar pak Giman adalah purnawirawan TNI yang tentu saja tergambar dalam bayangan peneliti seorang yang keras dan tidak bisa berbasabasi. Namun setelah pak Giman menyapa dengan ramah bayangan peneliti langsung berubah bahwa pak Giman adalah seorang yang ramah. Dan dari cara berpakaianpun beliau tampak seorang yang sederhana namun tetap terlihat rapi. Setelah kami (kepala madrasah, ketua komite, dan peneliti) duduk bersama, pak Anwari memulai pembicaraan. Beliau mengatakan pak Giman ini sudah dianggap sebagai orang tua oleh pak Anwari, karena selain masalah-masalah madrasah diakui pak Anwari kerapkali berkonsultasi tentang masalah pribadi. Dan memang sebelum peneliti masuk ke ruangan pak Anwari peneliti mendengar pak Giman dan pak Anwari tampak sangat akrab membicarakan keluarga masingmasing. setelah pak Anwari dan pak Giman secara bergantian menanyakan tentang peneliti, 10 menit kemudian pak Anwari mengantarkan kami ke ruang rapat guru yang sebelumnya menjadi ruang komite kemudian beliau berpamitan untuk meninggalkan peneliti dan pak giman untuk memulai wawancara. Dan wawancara dimulai pada pukul 8.25 WIB. Peneliti : Sudah lama bapak menjadi komite madrasah? Giman : Saya menjadi komite itu sejak komite baru disahkan yaitu tahun 2002, tanggalnya saya lupa tapi nanti bisa dicek di AD/ART.

Peneliti : Sebelum menjadi komite di sini (MAN Jember 1) apakah bapak juga pernah terlibat dalam organisasi yang sejenis ini? Giman :Sebelum menjadi komite saya itu sudah beberapa kali menjadi pengurus BP3, tau BP3 kan? Pak Giman balik bertanya namun kemudian beliau melanjutkan, sebelum menjadi komite organisasi ini kan namanya BP3. saya menjadi sebagai ketua BP3 di SMP 3 Jember pada tahun 1993 dan menjadi ketua BP3 tahun 1996 di SMA 2 Jember. Peneliti : Kok bisa bapak dipilih menjadi ketua komite? Giman : Ya itu tadi, saya juga heran kenapa saya dilih jadi ketua komite? Pak Giman menjawab sambil tersenyum, kemudian beliau melanjutkan, begini mbak saya itu dengan pak Anwari sudah kenal sejak lama. Kebetulan beliau mengikuti pengajian rutin yang saya pimpin. Kami sering membicarakan banyak hal termasuk masalah pendidikan. Beliau juga ngerti kalo saya ini pernah menjadi ketua BP3, jadi waktu itu kebetulan akan dibentuk pengurus komite, pak Anwari meminta saya agar mau menjadi ketua komite. Saya jawab kalo orang-orang setuju saya jadi ketua ya monggo tapi kalo gak mau ya jangan dipakasa. Kemudian dalam acara pemilihan itu, pak Anwari mengajukan agar saya yang menjadi ketua komite, dan tanpa ada satupun yang membantah semua langsung setuju. Dalam hati saya berpikir, mungkin orang-orang ini gak mau direpotin Peneliti : Kenapa bisa begitu pak?

Giman : Tau sendiri kan mbak, menjadi pengurus komite itu gak dibayar palingpaling kalo pas ada rapat saja dikasih duit, itupun Cuma 100.000 Cuma cukup buat beli bensin jawab pak Giman sambil tersenyum. Peneliti : Kalo bapak sudah tau gak bibayar bapak kok mau dijadikan ketua komite? Giman : Menurut saya, hidup ini pasti akan mati. Dan ada dalil yang mengatakan sebaik-baik manusia adalah yang bisa memberikan manfaat kepada orang lain jadi, selama kita masih dibutuhkan, masih berguna kenapa tidak kita jalankan saja? Lawong hidup itu Cuma sekali?iya kan mbak?lagi-lagi pak Giman tersenyum ramah. Peneliti : Bapak kan seorang purnawirawan TNI, kok bisa akhirnya terjun ke dunia pendidikan? Giman : Sebenarnya sejak remaja saya memang senang dengan organisasi apalagi yang berkaitan dengan pendidikan, lawong sebenarnya saya itu penegn jadi guru mbak, tapi karena dulu ada pendaftaran tentara sama bapak saya disuruh ikut dan diterima jadi ya mau gimana lagi? Trus waktu saya jadi anggota TNI AD dan waktu itu bertugas di Malang pada tahun 1967 saya dibantu teman-teman memprakarsai LPPU (Lembaga Pendidikan

Pengetahuan Umum) di arteleri pengudara dimana kami melakukan pembinaan untuk anggota-anggota TNI yang baru untuk menambah pengetahuan umum. Peneliti : Apakah bapak sering melakukan kunjungan ke madrasah pak? Giman : Kalo dulu masih sering mbak, tapi sekarang ini sudah jarang saya berkunjung ke madrasah paling-paling kalo ada masalah apa pak Anwari

menelphon lalu kita ngomong lewat telphon kalo perlu ketemu ya kita ketemuan kadang di rumah saya atau dimana yang dekat dengan rumah saya. Peneliti : Untuk anggota yang lain bagaimana pak? Giman : Yo sama saja mbak, karena mereka itu kan orang-orang sibuk jadi mereka juga jarang datang ke madrasah tapi saya selalu memberikan informasi kepada mereka tentang masalah-masalah yang terkait dengan urusan komite. Peneliti : Apakah komite juga memiliki program-program tersendiri pak? Giman : (setelah meminum teh yang dihidangkan beliau menjawab) sesungguhnya kalo masalah program-program madrasah, dari awal kami pihak komite sudah sepakat dengan kepala madrasah bahwa program-program yang disusun madrasah termasuk program komite juga. Karena sejatinya kami (komite) menyetujui program-program yang diajukan madrasah kan gak mungkin madrasah akan membuat program yang tidak bagus? Jadi biasanya, program-program yang sudah dibuat diberitahukan kepada kami kemudian kami pihak komite menelaah ulang setelah itu baru dirapatkan bersama dalam rapat RAPBM. Ditengah perbincangan kami, pak Giman melihat jam tangan, saat itu waktu sudah menunjukkan pukul 10.00 WIB. Pak giman kemudian berkata kepada peneliti: mbak, sebelumnya saya minta maaf, jam 10 ini saya punya janji dengan seseorang saya kira wawancaranya satu jam sudah cukup ternyata masih belum selesai ya mbak, kata pak Giman sembari tersenyum. Peneliti mengerti maksud

pak Giman, oleh karena itu peneliti mengatakan kepada pak Giman: iya pak, terima kasih atas waktunya meski sebenarnya wawancara ini belum selesai pak Giman menimpali :lah iya itu, kalo mbaknya mau ya kita lanjutkan saja dirumah saya sekalian biar tahu tempat tinggal saya, nanti kapan-kapannya sampean telphon dulu. Peneliti mengangguk hormat seraya berkatabaik pak, nanti saya hubungi bapak, sekali lagi terimakasih atas waktunya. Dan pertemuan hari itu peneliti akhiri dengan masih meninggalkan banyak pertanyaan.

Hasil Wawancara dengan Ketua Komite MAN Jember 1

Nama

: Jendral Purnawirawan Giman Supriatno

Tanggal/Thn : 08 Juli 2009 Lokasi Keterangan : Kediaman pak Giman Supriyatno : Komitmen dan tanggung jawab komite

Pertemuan ini adalah pertemuan kedua peneliti dengan pak Giman setelah sebelumnya peneliti telah melakukan wawancara dengan pak Giman di MAN Jember 1, namun karena waktu itu pak Giman harus menghadiri sebuah pertemuan sehingga wawancara saat itu dilanjutkan pada hari ini di kediaman pak Giman di perumahan Dayu Jember. Tidak sulit untuk mencari rumah beliau karena letaknya ada di ujung gang kedua perumahan Dayu. Ketika peneliti sampai di rumah beliau, peneliti diterima oleh istri pak Giman, peneliti dipersilahkan duduk sambil menunggu pak Giman yang masih berada di belakang. Pak Giman hanya tinggal berdua bersama istri. Dalam jeda waktu menunggu pak Giman peneliti merasakan keasrian rumah pak Giman. Di halaman rumah tampak taman yang sengaja ditanami beberapa jenis bunga dan di samping barat rumah ada sebuah pohon rambutan yang melindungi rumah dari terik matahari sore. Sedangkan di ruang tamu, peneliti tidak melihat ada barangbarang mewah yang dipajang hanya beberapa foto yang berjajar rapi. Mulai

dari foto pak Giman memakai seragam TNI bersama ibu, foto ketika kampanye Golkar, foto dengan anggota komite madrasah dan foto keluarga yang lain yang tertata apik dan rapi. Tidak berselang lama, pak Giman datang dan menyapa peneliti dengan senyum ramahnya. Beliau meminta maaf telah membuat peneliti menunggu lama. Setelah sedikit berbasa basi, peneliti langsung memulai wawancara dengan pak Giman: Peneliti : Jika kemarin sudah membicarakan tentang pembentukan komite madrasah, sekarang saya mau menanyakan tentang hubungan pak Giman dengan kepala madrasah dan anggota komite madrasah yang lain. Sejauh ini bagaimana hubungan bapak dengan kepala madrasah? Giman : Seraya berkelakar untuk mencairkan suasana, pak Giman menjawab: kalo ditanya sejauh mana tentu saja hubungan kami sudah sangat jauh karena sudah lama. Tetapi sesungguhnya sebagai komite madrasah tentu saja memang harus saling menjaga hubungan baik dengan kepala madrasah. Karena komite madrasah bisa menjalankan peran-perannya tidak luput dari kebijakan kepla madrasah. Peneliti :Selain di madrasah apakah pak Giman juga sering melakukan komunikasi dengan pak Anwari? Giman : tentu saja iya, karena kebetulan pak Anwari ini adalah termasuk anggota pengajian tabligh yang kebetulan juga ketuanya adalah

saya. Jadi selain masalah sekolahan saya dengan pak Anwari juga sering membicarakan masalah-masalah yang lain. Malahan pak Anwari itu sering datang ke rumah bareng istri dan anak-anaknya. Sebelum melanjutkan wawancara, pak Giman mempersilahkan peneliti untuk meminum teh yang sudah dihidangkan oleh ibu. Peneliti : bagaimana dengan anggota komite yang lain pak? Giman : kalo dengan anggota komite yang lain memang saya jarang ketemu maklum mereka orang-orang sibuk paling-paling ketemu sama pak Rico kalo pas saya berkunjung ke sekolahan karena beliau kan ngajar di MAN Jember 1. Tapi jangan salah mbak, meskipun saya tidak pernah ketemu komunikasi tetap jalan. Saya sebagai ketua komite selalu menghubungi mereka jika ada hal-hal yang harus diselesaikan, misalkan soal pembangunan gedung yang sekarang sedang dibangun itu, saya konsultasikan dengan mereka dan kebetulan asalah satu anggota komite kami H Nafan itu kan seorang pemborong jadi untuk hal-hal yang berkaitan dengan pembangunan kami sepakat menunjuk H. Nafan untuk mengurusi. Peneliti : kalo sedang rapat apakah anggota komite juga berkenan untuk hadir? Giman : seperti yang saya bilang tadi mbak, mereka itu orang-orang yang sangat sibuk jadi waktu rapat kadang mereka datang kadang juga ada yang berhalangan, saya memaklumi itu, jadi saya tetap

menghubungi mereka yang tidak datang terkait dengan masalahmasalah yang dibicarakan dengan rapat. Peneliti : selanjutnya, apa harapan pak Giman terhadap MAN Jember 1? Giman : tentu saja saya ini berharap yang baik-baik terhadap MAN Jember 1, saya berharap MAN Jember 1 ini tidak dipandang sebelah mata karena opini yang berkembang di masyarakat madrasah itu kuno, tidak bisa maju. Oleh karena itulah kita sebagai orang islam tidak boleh berhenti dan putus asa untuk tetap berjuang menegakkan agama Allah melalui segala bidang terutama di bidang pendidikan.

Hasil Wawancara dengan Bendahara Komite MAN Jember 1

Nama

: H Imam Baidhowi

Tanggal/Thn : 11 Juli 2009 Lokasi Keterangan : Kediaman H Imam Baidhowi : Komitmen dan tanggung jawab komite

Kedatangan peneliti ke kediaman H Imam Baidhowi memang sudah direncanakan sbelumnya, sehingga ketika peneliti sampai di rumah H. Imam baidhowi beliau sepertinya memang sedang menunggu peneliti dengan duduk santai di teras rumah beliau yang tampak sejuk. Dari bangunan rumahnya H imam Baidhowi memang tergolong orang berada. Di garasi samping rumah tampak dua mobil mewah berjajar rapi. Namun meski begitu penampilan H Imam Baidhowi sangat bersahaja, beliau hanya memakai kaos tanpa krah dengan celana kain warna hitam. Melihat kedatangan peneliti beliau langsung berdiri untuk menyapa dan mempersilahkan masuk. Semula peneliti meminnta untuk di teras saja, namun beliau tidak berkenan dan mempersilahkan peneliti masuk ke dalam rumah beliau. Sesampainya di dalam rumah peneliti dipersilahkan untuk duduk. Peneliti melihat sekeliling ruang tamu yang dipenuhi dengan lukisan kaligrafi dan foto keluarga. Disamping ruang tamu juga berdiri kokoh sepasang guci yang sangat besar. Setelah berbincang sejenak H imam Baidhowi masuk ke ruang dalam dan tak lama berselang datang seorang perempuan paruh baya yang berpenampilan sangat rapi membawakan peneliti secangkir minuman. Setelah memperkenalkan diri beliau adalah H Kurnia Dewi, istri dari H Imam Baidhowi. Beliau

meyapa peneliti sangat ramah, menanyakan nama dan alamat peneliti. Lima menit kemudian H Imam Baidhowi keluar dan Hj. Kurnia dewi mempersilahkan peneliti meminum teh untuk kemudian melanjutkan pembicaraan dengan H Imam Baidhowi dan selanjutnya H imam Baidhowi meminta peneliti untuk memulai wawancara. Peneliti : Sudah berapa lama abah (Panggilan untuk H Imam Baidhowi) menjadi bendahara komite madrasah? Abah : Saya dipilih menjadi bendahara komite itu sejak tahun 2006 karena kebetulan anak saya sekolah disana dan waktu itu ada pergantian pengurus komite, dan saya juga tidak tau siapa yang memulai untuk mengajukan saya menjadi bendahara, tau tau sudah diputuskan bahwa bendaharanya adalah saya. Mau bagaimana lagi mbak lawong semua sudah sepakat. Peneliti : Sebagai bendahara komite tentu saja abah yang memegang keuangan komite? Abah : Kalo itu ya enggak mbak, keuangan tetap dipegang sekolah cuman nanti dilaporkan kepada komite, istilahnya kami ini badan pemeriksa. Kebetulan saya ini juga agak bisa lah kalo masalah pembukuan keungan jadi saya tahu kalo ada yang tidak beres. Peneliti : Keuangan komite kenapa bukan abah yang megang? Abah : Masalahnya begini mbak, saya ini kan jarang-jarang bisa hadir di sekolah, saya juga sering pergi-pergi, jadi kalo saya yang pegang uang kan kasihan sekolah waktunya butuh uang saya tidak ada. Jadi memang kami dari komite mempercayakan keuangan itu kepada pihak madrasah. Dan kami percaya pihak madrasah tidak akan menyalahgunakannya dan selama ini alhamdulillah tidak ada kasus penyelewengan dana yang dilakukan oleh pihal sekolah. Peneliti : Berapa lama sekali keuangan itu dilaporkan?

Abah

: Biasanya itu setiap 3 bulan sekali ada laporan keuangan, kalo mau melaporkan keuangan biasanya saya di hubungi pak giman diminta untuk datang ke MAN karena mau ada laporan keuangan.

Peneliti : Apa yang abah lakukan dengan laporan tersebut? Abah : Saya kan tidak sendiri, biasanya waktu laporan keuangan itu selain pak Giman juga dihadiri anggota komite yang lain agar nanti kalo ditanya masyarakat kita bisa menjawab. Laporan dari madrasah itu kita lihat dan disesuaikan antara pemasukan dan pengeluaran, sejauh ini

Anda mungkin juga menyukai