Anda di halaman 1dari 3

Mengapa Harus Belajar Al Quran Setelah kita membantah alasan-alasan yang mengganggu hati kita, marilah kita mul

ai merenungi tentang seberapa mendesaknya kebutuhan kita akan belajar Al Quran. M arilah kita menemukan hujjah-hujjah yang menguatkan azzam kita ini, sehingga kita tidak lagi memposisikan Ilmu qiroat Al Quran sebagai ilmu yang terakhir kita perh atikan, melainkan yang paling utama dalam urutan daftar pengkajian kita. Sarana kewajiban adalah wajib Hukum asal membaca Al Quran sesuai dengan kaidah ilmu tajwid adalah wajib ain.Seme ntara hukum mempelajari ilmu tajwid adalah fardhu kifayah.Artinya, jika sudah ad a beberapa orang yang belajar ilmu tajwid, maka gugurlah kewajiban belajar bagi yang lainnya.Dalam banyak kasus, hal ini sering dijadikan alasan bagi sebagian o rang yang enggan belajar Al Quran.Sudah banyak orang yang belajar Al Quran, maka sa ya sudah terwakili. Jika kita melihat dari sisi ini, maka benar jawaban bahwa mempelajari ilmu tajwi d adalah fardhu kifayah. Tapi perlu juga dipahami bahwa ada kaidah yang menyatak an, Lil wasail hukmul maqosid hukum sarana disesuaikan dengan hukum tujuan. Maksudnya adalah, jika melaksanakan shalat hukumnya wajib, maka belajar tata car a shalat menjadi wajib. Begitu pula membaca Al Quran sesuai kaidah ilmu tajwid. J ika kita tidak belajar, bagaimana mungkin kita akan bisa? Jika kita tidak bisa, bagaimana mungkin kita akan shalat? Apakah mungkin ilmu itu akan turun begitu sa ja? Rasulullah sendiri bertalaqqi kepada Malaikat Jibril, padahal beliau adalah seorang yang ucapannya paling fashih.Tidakkah kita memahami hakikat ini? Kifayah Artinya mencukupi Terkadang kita sering salah memahami makna kifayah.Kita memaknai hukum kifayah i tu dengan Saya tak perlu belajar lagi karena sudah ada orang yang belajar Al Quran. Padahal makna kifayah adalah mencukupi.Dan mencukupi berarti keseimbangan antara jumlah orang yang mampu dengan orang yang tidak mampu. Jika jumlah muslim di In donesia 200 juta misalnya, maka berapa idealnya jumlah penghafal Al Quran? Anggap lah 1:10. Itu artinya 20 juta.Yakinkah kita bahwa sudah ada 20 juta orang yang h afal Al Quran di negeri ini?Kalaupun seandainya benar ada, tidak maukah kita meja di bagian dari yang 20 juta itu? Dan pertanyaannya sekarang, berapa jumlah sebenarnya shohib Al Quran di negeri in i?Sudahkah mencukupi sehingga batal kewajiban kita belajar Al Quran? Keutamaan Al Quran Jika antum memahami keutamaan belajar Al Quran dan keunggulan menjadi Ahlul Quran, maka antumakan menemukan hal-hal yang menakjubkan. Di antara hadits-hadits Rasu lullah tentang hal ini adalah Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari dan mengajarkan Al Quran Bacalah Al Quran, sesungguhnya ia akan datang pada hari Kiamat menjadi pemberi sya faat bagi orang-orang yang bersahabat dengannya Didatangkan pada hari Qiamat Al Quran dan Ahlinya, yakni orang-orang yang dulu men gamalkannya di dunia. Surat Al Baqarah dan Ali Imron maju mendampinginya dan mem belanya Barangsiapa yang belajar Al Quran dan mengamalkannya, akan diberikan kepada kedua orang tuanya pada hari kiamat mahkota yang cahayanya lebih indah dari cahaya mat ahari. Kedua orang tua itu akan berkata, mengapa kami dibei ini? Maka dijawab, Kare na anakmu yang telah mempelajari Al Quran. Barang siapa yang disibukkan Al Qur an dalam rangka berdzikir dan memohon kepadaK u, niscaya akan Aku berikan sesuatu yang lebih utama dari apa yang telah Kuberik an pada orang-orang yang meminta. Dan keutamaan Kalam Allah dari seluruh kalam s elain-Nya seperti keutamaan Allah atas makhlukNya. Yang berhak menjadi imam adalah yang paling banyak interaksinya dengan Al Qur an. Sesungguhnya Allah memiliki keluarga dari golongan manusia.Para sahabat bertanya, S iapakah mereka, ya Rasulullah?Rasul menjawab, Ahlul Quran. Mereka adalah keluarga A llah dan orang-orang pilihanNya

Bersahabat Dengan Al Quran Sesulit apapun kehidupan yang sedang dijalani, dan seberat apapun perjuangan yan g sedang dihadapi, pasti akan terasa lebih ringan dan damai jika ada sahabat yan g selalu setia menyertai, dibanding jika semuanya harus ditanggung seorang diri. Dan sebaliknya, keberhasilan spektakuler yang kita raih pun terasa tak berarti apabila tidak ada siapa-siapa untuk tempat berbagi. Demikianlah hidup ini jadi miris sekali jika selamanya harus dijalani sendiri, maka itu sahabat yang setia harus kita cari sebagai teman berbagi apa saja yang kita alami. Sebelum mencari sahabat manusia, kita sebaiknya bersahabat terlebih dulu dengan Al-Quran.Dikarenakan dalam Al-Quran kita dapat menemukan panduan hidup yang bena r. Sebaliknya apabila kita jauh dari Al-Quran dan tidak menjadikannya sahabat ki ta, maka hidup kita akan mudah diperdaya oleh rayuan dan bujukan setan untuk dij adikan sahabatnya. Hal ini sebagaimana telah dijelaskan dalam firman Allah: Baran gsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al Quran), kami a dakan baginya syaitan (yang menyesatkan) maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya. (QS. Az-Zukhruf {43} : 36). Intinya, dalam kehidupan kita memiliki dua pilihan untuk dijadikan sahabat, Al-Q uran atau setan. Manakala kita bersahabat dengan Al-Quran maka kita akan selamat di jalan Allah. Sebaliknya bersahabat dengan setan kita akan merugi dan jatuh k e lembah kehancuran dan kesesatan. Agar kita terhindar dari persahabatan dengan setan, Al-Quran telah memberikan tips yaitu sering-sering membaca taawwudz yaitu ungkapan Audzubillahi minasy-syaithonir rajim. Aku memohon perlindungan kepada All ah dari godaan setan yang terkutuk. (QS. An-Nahl 98). Kita harus bisa bersahabat dengan Al-Quran, karena Al-Quran adalah mukjizat khal idah (mukjizat abadi).Keberadaannya diyakini sebagaimana kata pepatah tak lekang oleh panas, tak lapuk oleh hujan.Ia akan senantiasa shalih fil al-zaman wa al-mak an (selalu relevan di setiap waktu dan tempat). Jadi kita sangat beruntung bila dapat bersahabat dengan Al Quran. Untuk menjadikan Al-Quran sebagai sahabat ka rib, tentu kita harus memposisikan dan memperlakukannya seperti kita memperlakuk an sahabat.Yakni menjadikannya sebagai teman curhat, mendengar nasehatnya, mengi kuti petuahnya dan ingin selalu dekat di sisinya. Dalam hal ini, bersahabat den gan Al Quran dengan selalu membaca, menjadikannya petunjuk, memahaminya dan meng amalkannya. Dengan begitu kita akan memperoleh kebahagiaan hakiki dunia-akhirat. Rasulullah Saw menjanjikan, bahwa setiap orang beriman yang bersahabat akrabdeng an Al Quran, dijamin akan mendapat syafaat dari Al-Quran: Bacalah Al-Quran, sesunggu hnya ia akan datang pada hari kiamat menjadi pemberi syafaat bagi orang-orang yan g bersahabat dengannya. (HR. Muslim) Rasulullah Saw bersabda Bacalah Al-Quran, karena ia akan datang pada hari Kiamat s ebagai pemberi syafaat bagi pembacanya.(HR. Muslim dari Abu Umamah).) Dan Kami turunkan kepadamu Al-Kitab (Al-Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu da n petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri. (Q S.An-Nahl: 89) Firman Allah Swt: Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan kitab yang menerangkan. Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikut i keridhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengelua rkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang denga n seizin-Nya dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus. (QS. Al-Maidah: 15-16) Al-Quran turun kepada Baginda Nabi Saw.memang untuk didakwahkan. Allah Swt. berf irman: Dan sesungguhnya Al Quran ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta al am, dia itu dibawa turun oleh Ruh al-Amin (Jibril) ke dalam hatimu (Muhammad) ag ar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan (QS. asy-Syuara [26]:192-194). Rasulullah Saw. bersabda, Sebaik-baik ucapan adalah Kitabullah (HR Ahmad).Karena it u, sudah selayaknya para aktifis dakwah senantiasa berinteraksi dengan Al Quran,

bersahabat dengan Al Quran, bahkan harus merasa bergantung pada Al Quran. Sebag aimana seorang prajurit di medan perang bergantung pada senjatanya, demikian pul a seharusnya pengemban dakwah selalu bergantung pada Al Quran. Apa jadinya praj urit berperang tanpa senjata? Apa jadinya pengemban dakwah berlaga di medan dakw ah tanpa Al Quran di hati dan pikirannya? Rasulullah Saw. bersabda, sebagaimana dituturkan oleh Abu Hurairah ra, Tidaklah s uatu kaum berkumpul di suatu rumah Allah, membaca kitab Allah dan mempelajarinya , melainkan akan diturunkan kepada mereka ketenangan; mereka akan diliputi oleh rahmat, dikelilingi oleh malaikat dan akan disebut-sebut Allah di hadapan orangorang yang ada di sisi-Nya (para malaikat). (HR Muslim). Kecintaan dan interaksi kita dengan Al Quran juga merupakan ukuran kebersihan ha ti kita. Jika suatu ketika hari kita merasa berat untuk membaca Al Quran, bisa jadi itu adalah pertanda bahwa hati kita kotor. Untuk membersihkannya, paksakanl ah untuk membaca Al Quran, InsyaAllah ayat-ayat Al Quran yang kita baca akan mem bersihkan kotoran-kotoran tersebut. Allah Swt berfirman: Hai manusia, sesungguhny a telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penya kit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi ouang-orang yang ber iman. (QS. Yunus {10} : 57). Sungguh pantas, kiranya setiap kaum muslim menjadikan Al Quran sebagai sahabat ka ribnya, yaitu dengan berakhlak sebagaimana akhlak Al Quran, menerapkan manajemen hidup yang Qurani, cara bergaul ala Al Quran. Misalnya tentang perlunya menjaga t ali persaudaraan, saling tolong menolong, tidak boleh bercerai-berai, bermusuhan , berkelahi, bunuh-membunuh, caci-mencaci, ghibah. Dan setiap orang selalu berus aha untuk hidup rukun dan damai dengan orang lain. Wahai diri tidakkah kamu malu kepada Allah Swt?Mengaku cinta kepada-Nya, tetapi t idak merasa senang berinteraksi dengan kalam-Nya. Bukankah ketika manusia cinta dengan manusia lain, dia menjadi senang membaca surat atau sms nya, bahkan berul ang-ulang? Mengapa kamu begitu berat dan enggan hidup dengan wahyu Allah Swt?Ada kah jaminan bahwa kamu mendapat pahala gratis tanpa beramal shalih? Infaq cuma s edikit, jihad belum siap, kalau tidak dengan Al Quran, lalu dengan apa lagi? Mulai sekarang, mari kita jadikan Al Quran sebagai sahabat terbaik kita.