Anda di halaman 1dari 33

KEDUDUKAN TITIK, GARIS DAN BIDANG DALAM RUANG

STANDAR KOMPETENSI Menentukan kedudukan, jarak, dan besar sudut yang melibatkan titik, garis, dan bidang dalam ruang dimensi tiga KOMPETENSI DASAR Menentukan kedudukan titik, garis, dan bidang dalam ruang dimensi tiga INDIKATOR Setelah mempelajari materi ini mahasiswa diharapkan dapat : Menentukan kedudukan titik dan garis dalam ruang Menentukan kedudukan titik dan bidang dalam ruang Menentukan kedudukan antara dua garis dalam ruang Menentukan kedudukan garis dan bidang dalam ruang Menentukan kedudukan antara dua bidang dalam ruang

CONTENTS Chapter 1 : Pengertian Titik, Garis, dan Bidang + Aksioma Euclides Chapter 2 : Kedudukan Titik Terhadap Garis dan Bidang Chapter 3 : Kedudukan Garis Terhadap Garis dan Bidang Chapter 4 : Kedudukan Bidang Terhadap Bidang Lain

AKSIOMA-AKSIOMA DALAM GEOMETRI EUCLIDE


Berikut ini akan dibicarakan beberapa aksioma dasar geometri Euclide, Untuk selanjutnya geometri Euclide ditulis dengan geometri saja. Sebagai struktur Matematika, Geometri membicarakan unsur-unsur yang tidak didefenisikan dan relasi antar unsur-unsur tersebut merupakan unsur-unsur yang tidak didefenisikan dalam geometri adalah titik, garis dan bidang. Maka berikut ini diberikan pengertian Titik, Garis dan Bidang sbb :

PENGERTIAN TITIK
Titik hanya dapat ditentukan oleh letaknya, tidak berukuran (tidak berdimensi). Titik digambarkan dengan tanda noktah dan dibubuhi nama, biasanya dengan huruf kapital. Contoh

A Titik A

Titik P

PENGERTIAN GARIS
Garis (garis lurus) memiliki ukuran panjang, tetapi tak punya ukuran lebar. Biasanya garis hanya dilukiskan sebagian saja, disebut wakil garis. Nama wakil garis dilambangkan dengan huruf kecil (g, h, k) atau menyebutkan nama segmen garis dari titik pangkal ke titik ujung. Contoh

g A

Garis g

Segmen/Ruas garis AB

PENGERTIAN BIDANG

Bidang (Bidang datar) memiliki ukuran panjang dan lebar. Wakil bidang berbentuk persegi, persegi panjang, atau jajar genjang, diberi nama , , atau H, U, V, W, atau dengan menyebutkan titik-titik sudut bidang tersebut. Contoh

AKSIOMA EUCLIDES
Aksioma adalah pernyataan yang diandaikan benar dalam sebuah sistem dan kebenaran itu diterima tanpa pembuktian. Euclides, memperkenalkan 3 aksioma penting dalam geometri

Aksioma 1 Melalui dua buah titik sebarang (tidak berimpit) hanya dapat dibuat sebuah garis lurus.

B A

Aksioma 2 Jika sebuah garis dan sebuah bidang mempunyai dua buah titik persekutuan, maka garis tersebut seluruhnya terletak pada bidang

Aksioma 3 Melalui tiga buah titik sebarang (tidak pada satu garis) hanya dapat dibuat sebuah bidang.

B A C

DEFENISI SUDUT Sudut adalah himpunan titik-titik yang merupakan gabungan dari dua garis (Sinar) yang bersekutu di titik pangkalnya.

C
Kaki sudut Daerah sudut (besar sudut)

A B
Titik sudut

Pada gambar, sudut ABC dan di tulis ABC, garis AB dan AC disebut kaki sudut, A disebut titik sudut dan daerah yang diarsir disebut daerah sudut (besar sudut)

Sudut dapat dibedakan berdasarkan ukuran sudut serta didefenisikan nama-nama sudut berdasarkan ukurannya, sebagai berikut : 1. Sudut Siku-siku adalah sudut yang berukuran 900 A

2. Sudut Lurus adalah sudut yang berukuran 1800

3. Sudut Lancip adalah sudut yang ukurannya lebih dari 00 dan kurang dari 900 A

4. Sudut Tumpul adalah sudut yang ukurannya lebih dari 900 dan kurang 1800 A

5. Sudut-sudut Komplementer (Berpenyiku) adalah jumlah ukuran kedua sudutnya sama dengan 900 A D

6. Sudut-sudut Suplementer (Berpelurus) adalah jumlah ukuran kedua sudutnya C B sama dengan 1800 D

A B

7. Sudut-sudut Konkruensi (Bertolak belakang) adalah Jika ukuran kedua sudutnya itu sama. A D

KESEJAJARAN DALAM BIDANG


DEFENISI GARIS-GARIS SEJAJAR Garis-garis sejajar adalah dua garis sebidang yang tidak berpotongan. DEFENISI TRANSVERSAL Transversal adalah sebuah garis yang memotong 2 garis lain di 2 titik. Dengan adanya dua garis yang dipotong transversal maka bidang terbagi kedalam dua daerah seperti gambar berikut : Daerah luar Daerah dalam Daerah luar Jika suatu transversal memotong dua garis lain maka akan terbentuk pasangan sudut-sudut : Daerah luar Daerah dalam Daerah luar

3 4 2 1

7 8 6 5

Defenisi :

Sudut-sudut dalam berseberangan adalah dua sudut yang dibentuk oleh perpotongan transversal dengan dua garis, kedua sudut di daerah dalam, pada sisi yang berlawanan terhadap transversal dan titik sudutnya yang berbeda. 1 dan 7, 2 dan 8 (Lihat gambar)

Misalnya : Defenisi :

Sudut-sudut luar berseberangan adalah dua sudut yang dibentuk oleh perpotongan transversal dengan dua garis, kedua sudut di daerah luar, pada sisi yang berlawanan terhadap transversal dan titik sudut yang berbeda. 3 dan 5, 4 dan 6 (Lihat gambar)

Misalnya : Defenisi :

Sudut-sudut sehadap adalah dua sudut yang dibentuk oleh perpotongan transversal dengan dua garis, sudut-sudut pada titik yang berbeda, satu di daerah dalam dan satu di luar dan mereka pada sisi yang sam terhadap transversal. 4 dan 8, 3 dan 7, 2 dan 6, 1 dan 5 (Lihat gambar)

Misalnya :

TEOREMA : (Teorema sudut dalam dan luar berseberangan) Jika dua garis dipotong oleh transversal sehingga sudut-sudut dalam dan luar berseberangan yang terbentuk konkruen, maka dua garis itu sejajar.

TEOREMA : (Teorema sudut sehadap) JIka dua garis dipotong transversal sehingga sudut-sudut sehadap yang terbentuk konkruen maka dua garis itu sejajar.

LATIHAN SOAL : 1. a. b. c. Tentukan jenis sudut dari masing-masing sudut di bawah ini. 360 c. 3390 950 e. 1800 900 f. 3600

2. Tentukan apakah sudut-sudut di bawah ini lancip, tumpul, siku-siku atau reflex ! a. b. c. putaran putaran putaran S c. d. e. R Dengan menggunakan tiga huruf, sebutkan nama semua sudut yang tampak pada gambar ! P putaran putaran putaran

3. Perhatikan gambar berikut :

4. Dengan memperhatikan gambar berikut ! Hitunglah besar sudut yang ditanyakan a. e.

p0

360 f. 380 2q0

500

a0

b.

230 g.

b0

700

c.

1200 0 x0 47 0 83

1180 a0

360

d. a
0

h.

1200 700

120

p0 1050 1400

5. Tentukan besar sudut X pada gambar berikut !


B S 2x

R 1150
0O

x0 A 120,370 x0 + 14 D (i) C P

3x0

130

Q T (ii)

6. Pada gambar berikut, tentukan nilai sudut dari !


E C D

a. b. c. d.

BAC ACB BCD DCE

460

7. Pada gambar maka tentukan nila a0 + b0 + c !


c0 b0 a0

8. Pada gambar berikut AC // FE, besar CBD = . G 350

FEG = 350 dan BDE = 720. Maka besar

E 720 D

9. Pada gambar disamping, AB // DC dan AD // BC. Besar AEB = 1250, BAE = 250, dan DAE = 450. Maka hitunglah besar : a. C D b. c. E d. e. A B f. 10 Pada gambar ! Garis AC // EF, besar DBC = 1150. Hitunglah besar : a. ABE = . b. BEF = . D A B C

LATIHAN. 2

4. a. b. c. d. e. f.

Perhatikan gambar kubus di samping, Sebutkan semua sudut kubus Sebutkan semua rusuk kubus Sebutkan semua sisi kubus Gambarkan dan sebutkan semua diagonal sisi kubus Gambarkan dan sebutkan semua diagonal ruang kubus Gambarkan dan sebutkan semua bidang diagonal kubus A E

H F

D B

5. a. b. c.

Perhatikan gambar Prisma segi lima berikut. Gambarkan dan sebutkan semua diagonal sisinya Gambarkan dan sebutkan semua diagonal ruang Gambarkan dan sebutkan semua bidang diagonal F J

I H G

D E C A 6. a. b. c. d. e. Dari kubus ABCD.EFGH disamping nyatakan kedudukan : Titik P terhadap garis EG dan . Titik Q terhadap garis CE dan . Titik P terhadap garis AG dan . Titik Q terhadap garis BF dan . Titik R terhadap garis BD dan . Q E H P F B G

D A R

f.

Titik R terhadap garis AG dan .

7. a. b. c. d. e.

Dari kubus ABCD.EFGH nyatakan kedudukan : Garis EG terhadap bidang EFGH dan bidang ACGE E Garis CP terhadap bidang ACGE dan . Garis AC terhadap bidang BEG dan . Garis CP terhadap bidang EFGH dan . Garis EH terhadap bidang ACGE dan .

H P F

D A B

8. a. b. c. d.

Perhatikan kubus PQRS.TUVW berikut. Tentukan kedudukan : Garis QR terhadap bidang PXYS Garis TR terhadap bidang PXYS Garis TU terhadap bidang PXYS Garis RV terhadap bidang PXYS Y T W U V

S P

X R Q

IRISAN BIDANG
Suatu kubus ABCD.EFGH di iris oleh suatu bidang Dengan sumbu afinitas

Suatu kubus ABCD.EFGH di iris oleh suatu bidang Perluasan bidang sisi

Perpotongan bidang diagonal Dengan sumbu afinitas Pengertian sumbu afinitas : Sumbu afinitas atau Garis Dasar atau Garis Kaliniasi adalah garis persekutuan antara bidang datar dengan bidang alas bangun ruang

Perhatikan contoh di bawah ini Gambar di bawah adalah kubus ABCD.EFGH yang alasnya pada bidang H. Bidang V memotong kubus tersebut sehingga terjadi irisan bidang PQR. Bidang V juga memotong bidang alas H sepanjang garis XY

C B h X Y

Contoh 1 Menggambar irisan bidang dengan sumbu afinitas

Diketahui limas T.ABCD dengan titik-titik P,Q dan R pada rusuk TD, TA, dan TC. Lukislah irisan limas dengan bidang PQR

R Q O S U V

Langkah-langkah Buat garis PQ dan DA diperpanjang sehingga berpotongan di titik U Buat garis PR dan DC diperpanjang sehingga berpotongan di titik V Buat garis UV sehingga memotong AB di titik S dan BC di titik O Buat garis QS dan OR

Bidang PQSOR yang terjadi adalah bidang irisan yang dimaksudkan

Contoh 2 Menggambar irisan bidang dengan sumbu afinitas

Diketahui kubus ABCD.EFHG dengan titik-titik P,Q dan R masing-masing titik tengah rusuk AE, EH, dan AB. Lukislah irisan limas dengan bidang PQR

Langkah-langkah Buat garis melalui PQ sehingga memotong perpanjangan DA di titik K dan perpanjangan DH di titik M Buat garis melalui KR sehingga memotong rusuk BC di titik S dan perpanjangan DH di titik L Buat garis melalui ML sehingga memotong rusuk GH di titik U dan rusuk CG di titik T

Bidang PQRSTU yang terjadi adalah bidang irisan yang dimaksudkan

Contoh 3 Menggambar irisan bidang dengan Perluasan Bidang Sisi

Diketahui limas T.ABCD dengan titik-titik P,Q dan R pada rusuk TA, TB, dan TC. Lukislah irisan limas dengan bidang PQR

Langkah-langkah Bidang sisi TAD dan TBC diperluas sehingga berpotongan di garis TU Buat garis PQ sehingga memotong TU di titik V Buat garis RV sehingga memotong TB di titik S Hubungkan QS dan PR

Bidang PQSR yang terjadi adalah bidang irisan yang dimaksudkan

Contoh 4 Menggambar irisan bidang dengan Perpotongan Bidang-bidang Diagonal

Diketahui limas T.ABCD dengan titik-titik P,Q dan R pada rusuk TA, TB, dan TC. Lukislah irisan limas dengan bidang PQR

Langkah-langkah Bidang diagonal TAC dan TBD saling berpotongan di garis TU Buat garis QR sehingga memotong TU di titik V Buat garis PV sehingga memotong TB di titik S Hubungkan PQ, QS , SR dan RP

Bidang PQSR yang terjadi adalah bidang irisan yang dimaksudkan

Soal Latihan No 1. Lukislah bidang yang melalui titik P, Q, dan R


LANGKAH - LANGKAH 1. Buat garis PQ sehingga memotong BC di titik K 2. Buat bidang melalui AT dan titik P dengan cara hubungkan AP akan memotong BC di titik L, dan PT 3. Titik tembus RP dengan bidang bidang TBC adalah titik M 4. Buat garis KM akan memotong TC di titik S 5. Hubungkan RQ dan RS Jadi Bidang RQKS adalah bidang irisannya

Soal Latihan No 2. Lukislah bidang yang melalui titik P, Q, dan R


LANGKAH - LANGKAH 1. Buat garis PQ sehingga perpanjangan AB di titik K memotong

2. Buat garis KR sehingga memotong BC di titik , dan perpanjangan AD di titik L 3. Buat garis PL sehingga memotong TD di titik T 4. Hubungkan QS dan RT Jadi Bidang PQSRT adalah bidang irisannya

Soal Latihan No 3. Lukislah bidang yang melalui titik P dan sejajar bidang TBC
LANGKAH - LANGKAH 1. 2. 3. 4. Buat garis melalui P sejajar TB yang akan memotong AB di titik Q Buat garis melalui Q sejajar BC yang akan memotong CD di titik R Buat garis melalui R sejajar TC yang akan memotong TD di titik S Hubungkan PS

Jadi Bidang PQRS adalah bidang irisannya

Soal Latihan No 4. Lukislah irisan bidang yang melalui titik P pada bidang TAB, titik Q pada bidang TBC, dan R pada garis CD
LANGKAH - LANGKAH Buat bidang yang melalui T, Q dan R dengan cara buat garis TR dan TQ yang akan memotong BC di K Buat garis RK akan memotong perpanjangan AB di titik L Buat garis QR akan memotong TL di M Buat garis PM akan memotong TB di S, TA di U dan AL di V Buat garis SQ akan memotong TC di W Buat garis VR akan memotong DE di X Buat garis WR akan memotong perpanjangan TD di y Buat garis XY akan memotong TE di Z Jadi Bidang WXZUS adalah bidang irisannya

Soal Latihan No 5. Lukislah bidang yang melalui titik H, P, dan K

LANGKAH - LANGKAH 1. Buat garis HP akan memotong perpanjangan BC di titik T Perpanjang garis ED akan perpanjangan BC di titik U memotong

2.

3. 4.

Buat garis UK akan memotong DJ dititik Q Hubungkan KH dan PQ

Jadi Bidang KHPQadalah bidang irisannya