Anda di halaman 1dari 3

Nama: Ischa Cynthia M.

S NIM: 125060707111047 Tugas Material Teknik

Solidifikasi
Daftar pustaka:
rusman-buru.blogspot.com http://blog.ub.ac.id/mesinanas http://industri17sitihanifah.blog.mercubuana.ac.id http://raftsanzani88.blogspot.com

1. Pengertian Solidifikasi Solidifikasi adalah suatu proses pembekuan material,dimana terjadi serangkaian perubahan bentuk dan fasa. Solidifikasi bertujuan untuk memperoleh sifat-sifat tertentu dari bahan material tersebut.

faktor faktor yang mempengaruhi kedalaman pengerasan pada tegangan adalah : a. Holding Time Semakin lama waktu penahanan, maka proses difusi akan semakin dalam, sehingga akan mebuat kekerasan semakin meningkat. b. Temperature Temperature yang tinggi akan menyebabkan arang akan lebih mudah berdifusi masuk dan mengisi celah-celah kosong diantar butiran atom, sehingga akan meningkatkan kekerasan. c. Komposisi Carburizer Komposisis carburizer, yaitu arang + energizer akan mempengaruhi kekerasan karena mempengaruhi laju reaksi selama heating d. Media Quenching Media quenching berpengaruh terhadap proses pendinginan (cooling). Medianya adalah sebagai berikut : Air : murah serta systemnya sederhana. Kekurangannya air mudah membentuk selimut uap yang menutupi permukaan material, sehingga menghhasilkan pendinginan tidak seragam di penempang permukaan yang luas. Eliminasinya ditambahkan Na / Ca Chloride, membutuhkan closed sytem. Oli : kemampuan pendinginan tidak sebaik air karena pengaruh veskositasnya.

Larutan Polymer : kemampuan pendinginan diantara oli dan air. Memerlukan close control karena konsentrasinya mudah berkurang. Lelehan garam : dapat bekerja pada rentangn temperature yang besar (1500 C 5950 C). karena karakter tersebut, lelehan garam banyak digunakan untuk delayed quenching.

Diagram fasa merupakan cara mudah untuk menampilkan wujud zat sebagai fungsi suhu dan tekanan. Sebagai contoh khas, diagram fasa air diberikan di Gambar 7.5. Dalam diagram fasa, diasumsikan bahwa zat tersebut diisolasi dengan baik dan tidak ada zat lain yang masuk atau keluar sistem.

Baja adalah paduan besi (Fe) dengan karbon (C) dimana kandungan karbonnya tidak melebihi 2 %. Kandungan minimum untuk almunium (Al), Chrom (Cr), Cobalt (Co), Molybdenum (Mo), Nickel (Ni), Titanium (Ti), Wolfram (W), Vanadium (V), Zircon (Zr) atau unsur lain tidak dinyatakan. Sedangkan kandungan Sulfur (S) dan Fosfor (P) tidak lebih dari 0,05%, dan kandungan mangan (Mn), Silikon (Si), tidak melebihi persentase 1,65%. Besi dan paduannya mencapai 95% dari produksi logam di seluruh dunia dimana lebih dari setengahnya berupa baja. Sifat-sifat secara umum dapat dibaca melalui suatu diagram yang disebut diagram fasa Fe dan C seperti terlihat pada gambar 2.1 di bawah ini.
Gambar 2.1 Diagram kesetimbangan fasa Fe-Fe3C
[6]

Hal-hal yang penting dari diagram tersebut adalah : 1. Transformasi alotropi adalah adanya transformasi dari suatu bentuk susunan atom (sel satuan) kebentuk susunan atom lain 2. Senyawa logam Fe3C atau sementit 3. Titik eutektoid adalah adanya transformasi dari salah satu fasa () menjadi dua fasa padatan ( dan Fe3C) 4. Titik eutektik adalah adanya transformasi dari satu fasa cair menjadi dua fasa padatan dan Fe3C (ledeburit). Baja ini dapat diolah bentuk secara mekanis, yang mana kemampuan untuk di olah bentuk ini sangat tergantung pada kadar karbonnya. makin tinggi kadar karbon, maka makin sukar dibentuk. Titik cair besi murni adalah 1539C dan baja-baja yang bersifat umum titik leburnya antara 1400C 1500C.

Solid solution (larutan padat) : terdiri dari beberapa atom, minimal dua atom yang berbeda, atom terlarut menempati posisi substitusi interstisi pada kisi pelarut dan struktur kristal mengikuti struktur kristal pelarut. Batas kelarutan (solubility limit) : Suatu logam paduan akan mempunyai maksimum konsentrasi dari atom terlarut yang akan larut pada pelarut. Jika atom

terlarut konsentrasinya melampaui batas kelarutan maka sebagian atom tersebut tidak akan terlarut lagi. Untuk menggambarkan keadaan ini bisa dilihat contoh larutan air gula. Jika gula yang dicampur terlalu banyak maka gula tersebut tidak akan larut lagi. Diagram fasa digunakan untuk memperkirakan Struktur Mikro yang diperoleh dari hasil proses pembekuan (Solidifikasi).

Struktur Mikro : Struktur logam/paduan yang dilihat melalui Teknik Mikrosofik yang berupa distribusi fasa-fasa, baik distribusi larutan padat, senyawa atau distribusi larutan padat dan senyawa. Struktur mikro : Sifat-sifat fisik suatu bahan seperti sifat mekanik tergantung dari struktur mikro. Struktur mikro diketahui dengan observasi mikroskopik menggunakan mikroskop optik atau mikroskop elektron. Pada logam paduan, penggolongan struktur mikro berdasarkan berapa jumlah fase, proporsinya dan bagaimana susunannya didalam bahan. Struktur dan mikro bergantung kepada jumlah elemen paduan,

konsentrasinya

perlakuanpanasnya

(temperatur,

lamanya

pemanasan,

lajupendinginan). Karena larutan padat bersifat lunak, senyawa bersifat keras maka jika diketahui distribusinya maka akan diketahui sifat mekaniknya.Dengan mengetahui struktur mikro, berarti dapat diketahui sifat Mekanik. Teknik mikroskofik untuk mengetahui struktur mikro disebut METALOGRAFI. Untuk menggunakan diagram fasa pada proses solidifikasi diambil anggapan sbb: a) Laju pendinginan dianggap sangat lambat b) Proses transformasi yang terjadi dari fasa cair ke fasa padat berlangsung sempurna dengan mekanisme difusi. Faktor-faktor yang berpengaruh dalam proses solidifikasi : a) Waktu b) Temperatur