Anda di halaman 1dari 4

LABORATORIUM VULKANOLOGI 2012

GUNUNG SLAMET

Gunung Slamet (3,432m dpl) adalah gunung berapi dan merupakan gunung tertinggi di Jawa setelah Gunung Semeru di Jawa Timur, berbentuk kerucut/Strato serta memiliki kawah yang masih aktif dan luas. Letusan besar terakhir terjadi pada tanggal 13 juli 1988, yang menimbulkan lidah api dan semburan lava pijar setinggi 300 meter. Gunung Slamet terletak di perbatasan Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara, Banyumas, dan Brebes. Dengan posisi geografis 714,30' LS dan 10912,30' BT. Sejarah Pembentuan Gunung Slamet Sebagaimana gunung api lainnya di Pulau Jawa, Gunung Slamet terbentuk akibat subduksi Lempeng Indo-Australia pada Lempeng Eurasiadi selatan Pulau Jawa. Retakan pada lempeng membuka jalur lava ke permukaan.

NABELLA NURUL FITRI 111.100.034 PLUG 3 Page 1

LABORATORIUM VULKANOLOGI 2012

Para ahli geologi memasukkan Gunung Slamet ke dalam golongan gunung stratovulcano, yaitu gunung yang terbentuk akibat pengaruh pergerakan tektonik dua lempeng antara lempeng Indoaustralia dan lempeng Eurasia. Tumbukan dua lempeng tersebut menyebabkan terbentuknya magma yang memiliki sifat intermediet (SiO2 50-60%). Tipe letusan dari Gunung Slamet ini bertipe eksplosif, yaitu letusan dengan melemparkan material piroklastik dan abu, atau juga disebut stromboli. Material letusan yang lapuk memberikan kesuburan untuk berbagai tanaman, mudah diolah sebagai lahan pertanian, material letusan mempunyai daya serap air tinggi, kemudian dikeluarkan dalam bentuk mata air dingin dan panas, memberikan keindahan alam yang luar biasa, dan hawa sejuk bagi pengunjungnya. Gunung slamet memiliki tipe Stratovolcano , yaitu Tersusun dari batuan hasil letusan dengan tipe letusan berubah-ubah sehingga dapat menghasilkan susunan yang berlapis-lapis dari beberapa jenis batuan, sehingga membentuk suatu kerucut besar (raksasa), terkadang bentuknya tidak beraturan, karena letusan terjadi sudah beberapa ratus kali. Gunung Merapi merupakan jenis ini. Tergolong kedalam klasifikasi gunung berapi Tipe A di Indonesia, yaitu gunung berapi yang pernah mengalami erupsi magmatik sekurang-kurangnya satu kali sesudah tahun 1600. Pada awal bulan September 1995, hutan di Gunung Slamet ini mengalami kebakaran hebat, diperkirakan karena kesalahan manusia, yang mengakibatkan lenyapnya berbagai tumbuhan dan fauna khas yang masih tersisa di gunung ini, termasuk tanaman langka Edelwis Jawa yang merupakan tanaman khas Gunung Slamet. Edelweis Jawa disini, bunganya putih kekuningan dan tangkai bunganya serupa dengan daun kering yang panjang, berbeda dengan Edelweis di Gunung Gede-Pangrango yang bunganya keputih-putihan dan tangkai bunganya berbulubulu.

NABELLA NURUL FITRI 111.100.034 PLUG 3 Page 2

LABORATORIUM VULKANOLOGI 2012

Sejarah Letusan Gunung Slamet Catatan letusan diketahui sejak abad ke-19. Gunung ini aktif dan sering mengalami erupsi skala kecil. Aktivitas terakhir adalah pada bulan Mei 2009 dan sampai Juni masih terus mengeluarkan lava pijar. Sebelumnya ia tercatat meletus pada tahun 1999. Gunung Slamet pernah meletus sekitar 13 juli 1988 yang menimbulkan lidah api dan semburan lava pijar setinggi 300 meter Gunung Slamet (3432 mdpl) mengalami letusan besar terakhir terjadi pada tahun 1988. Kejadian tanggal 12-13 Juli itu ditandai dengan keluarnya abu dan lava dari kawah gunung api di bagian barat Jateng itu. Berdasarkan sejarah Gunung Slamet, kegiatan yang mulai terjadi 21 April lalu dapat saja menjadi siklus 20 tahun gunung itu kembali melontarkan letusannya. Selain tahun 1988, gunung api aktif tipe A tersebut juga sempat bergolak pada Juni, Juli, Agustus 1969, kemudian letusan abu dan lava terjadi pada Juli, Agustus, dan Oktober 1953, dan kondisi serupa juga berlangsung pada 1 Juli dan 12 September 1932 berupa letusan sejenis. Berdasarkan sejarahnya, letusan Slamet tercatat tidak memakan adanya korban jiwa. Berdasarkan catatan sejarah, Gunung Slamet mengalami letusan dahsyat pada 1822. Waktu itu material letusannya berupa lava pijar, hujan abu dan aliran viroplastin atau awan panas (wedus gembel) persis seperti wedus gembel di Gunung Merapi yang terletak di perbatasan daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. Aktivitas terakhir adalah pada bulan Mei 2009 dan sampai Juni masih terus mengeluarkan lava pijar Berdasarkan kegiatan Gunung Slamet dalam catatan sejarah, karakter letusan Gunung Slamet cenderung bersifat esplosif diselingi letusan bersifat effusive berskala menengah kecil. Letusannya diklasifikasikan kedalam tipe vulkano dan Stromboli secara bergantian. Dalam kurun waktu 40 tahun terakhir terjadi letusan abu (1969), semburan lava pijar di kawah (1973), letusan abu dan leleran lava (1988), kenaikan kegiatan vulkanis (1989), kenaikan kegiatan vulkanis dengan krisis gempa vulkanis diakhiri dengan letusan kecil (1991, 1992).
NABELLA NURUL FITRI 111.100.034 PLUG 3 Page 3

LABORATORIUM VULKANOLOGI 2012

Sejak 1995 sampai 2007 tidak pernah terjadi letusan yang signifikan kecuali hembusan solfatar dan fumarol di kawah 3 dan kawah 4 dengan intensitas sedangtinggi, dan bau gas sangat kuat. Suhu gas yang diukur pada tahun 2002 berkisar antara 79-81 derajat celcius, demgan suhu solfatar diperkirakan lebih dari 390 derajat celcius. Gejala Letusan Sementara peningkatan aktivitas vulkanik pada tahun 2009 ditandai dengan halhal sebagai berikut: 1. Letusan kecil dengan mengeluarkan material piroklastik, asap dan debu vulkanik. 2. Peningkatan gempa permukaan dan gempa tremor vulkanik. 3. Peningkatan temperatur air di Taman Wisata Pemandian Guci. Dampak Positif dan Negatif Ada satu tempat wisata di kawasan Gunung Slamet yang sangat tersohor. Air terjun Guci di lereng Gunung Slamet. Objek wisata berhawa sejuk dan nyaman ini selalu ramai dikunjungi wisatawan, terutama pada hari-hari besar keagamaan dan liburan sekolah. Tak sedikit yang memanfaatkan untuk wisata rohani. Mereka yakin bahwa air terjun Guci mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit kulit Di kaki gunung ini terdapat sebuah kawasan wisata bernama Baturraden atau Batur Raden. Kawasan wisata ini biasa dicapai orang dari kota Purwokerto, ibukota Kabupaten Banyumas. Gunung Slamet merupakan
salah satu gunung yang menjadi tujuan ekspedisi para pendaki, baik dari wilayah setempat maupun wilayah lainnya. Gunung ini mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung.

NABELLA NURUL FITRI 111.100.034 PLUG 3 Page 4