Anda di halaman 1dari 20

Gangguan Amnestik

Introduksi : Menurut DSM-IV, Gangguan Amnestik adalah dikarakteristikkan dengan adanya gangguan memory dalam mana tidak ada didapati kerusakan kognitif yang signifikan yang lain. Dengan perkataan lain Gangguan Amnestik ini didahului dengan adanya simtom tunggal dari satu gangguan memory yang menyebabkan gangguan atau kerusakan signifikan dalam fungsi sosial atau pekerjaan.

Diagnosis Gangguan Amnestik tidak dapat ditegakkan bila pada seorang pasien tersebut dijumpai gejala-gejala lain dari gangguan kognitif, seperti dijumpai pada dementia, atau bila pada pasien tersebut didapati atensi yang terganggu atau kesadaran yang terganggu seperti yang dijumpai pada delerium. Gangguan Amnestik dibedakan dari gangguan dissosiatif dimana pada Gangguan Amnestik sebelumnya dijumpai satu penyebab kondisi medik umum yang bisa diidentifikasikan, seperti adanya riwayat trauma kapitis atau keracunan carbon monoxide.

Epidemiologi : Belum ada studi yang adekwat yang dilaporkan tentang insidens atau prevalensi dari Gangguan Amnestik. Beberapa studi telah melaporkan tentang insidens atau prevalensi kerusakan memory pada gangguan spesifik ( seperti pada multiple sclerosis ). Amnesia paling umum dijumpai pada gangguan penggunaan alkohol dan pada trauma kapitis.

Etiologi : Struktur neuroanatomi yang utama yang terlibat dalam memory dan pada perkembangan suatu Gangguan Amnestik adalah struktur diencephalon khusus seperti nucleus dorsolobus midtemporalis seperti : hippocampus, mamillary bodies, dan amygdala. Walaupun amnesia, biasanya sebagai hasil dari kerusakan bilateral pada struktur-struktur tersebut, namun pada beberapa kasus dari kerusakan unilateral menghasilkan satu Gangguan Amnestik dan tanda ini mengidentifikasikan bahwa hemisphere kiri mungkin lebih kritis (berat) dari pada hemisphere kanan dalam perkembangan gangguan memory.

Banyak study dari memory dan amnesia pada binatang telah menduga bahwa area-area otak yang lain bisa juga terlibat dalam simtom-simtom yang menyertai amnesia. Keterlibatan lobus frontalis bisa menghasilkan simtom-simtom demikian seperti confabulasi dan apathy, yang mana bisa terlihat pada pasien dengan Gangguan Amnestik. Gangguan Amnestik mampunyai banyak faktorfaktor penyebab yang potensial (lihat tabel-1). Defisiensi thiamine, hypoglycaemia, hypoxia (termasuk dalamnya keracunan carbon monoxide), dan enchepalitis karena Herpes Simpleks. Semuanya ini mempunyai satu kecendrungan untuk kerusakan pada lobus temporalis, terutama hippocampus, dan hal tersebut dapat berkaitan dengan perkembangan Gangguan Amnestik.

Hal yang sama, bila tumor otak, penyakit cerebrovascular, prosedur pembedahan atau adanya plaque-plaque multiple sclerosis yang melibatkan dienchephalon atau regio temporalis dari otak, maka simtom-simtom dari suatu Gangguan Amnestik bisa berkembang. Begitu juga Seizure, tindakan E.C.T. dan trauma kapitis bisa juga menghasilkan kerusakan memory. Bahkan beberapa obat dapat juga berhubungan dengan perkembangan Amnesia seperti beberapa jenis benzodiazepin yaitu : triazolam (Halcion), terutama dalam dosis tinggi.

Tabel-1 : Penyebab utama dari Gangguan Amnestik. 1. Kondisi medik sistemik : - Defisiensi thiamine ( Sindroma Korsakoff ) 2. Hypoglycaemia 3. Kondisi otak primer : - Seisure - Trauma Kapitis - Tumor Otak (terutama Lobus Thalimic & Lobus Temporalis) - Penyakit Cerebrovascular(terutama Lobus Thalamic & Lobus temporalis) - Prosedur pembedahan pada otak - Encephalitis oleh karena Herpes Simpleks - Hypoxia (termasuk keracunan carbon monoxide) - Transient Global Amnesia - E.C.T. - Multiple sclerisis 4. Penyakit yang berkaitan dengan zat : - Gangguan penggunaan alkohol - Neurotoxin - Benzodiazepin dan sedative hypnotika lainnya - dll.

Diagnosis :
Tabel-2 : Kriteria Diagnostik DSM-IV untuk Gangguan Amnestik karena Satu Kondisi Medik Umum. A. Perkembangan kerusakan memory sebagaimana dimanifestasikan oleh kerusakan dalam kesanggupan untuk belajar informasi baru atau ketidaksanggupan untuk me-recall informasi yang telah dipelajari sebelumnya. B. Gangguan memory tersebut menyebabkan kerusakan yang signifikan dalam fungsi sosial atau pekerjaan dan menggambarkan satu penurunan yang signifikandari satu level fungsi sebelumnya. C. Gangguan memory tersebut tidak terjadi secara eksklusif selama dalam perjalanan penyakit Delirium atau Dementia. D. Disana ada tanda dari pemeriksaan riwayat penyakit, pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium bahwa gangguan tersebut adalah konsekuensi fisiologik langsung dari satu kondisi medik umum (termasuk trauma fisik). *) Catatan : Transient = bila kerusakan memory tsb berakhir dlm 1 bulan. Kronik = bila kerusakan memory tsb berakhir >1 bulan.

Tabel-3 : Kriteria Diagnostik untuk Gangguan Amnestik menetap yang diinduksikan oleh zat, menurut DSM-IV. A. Perkembangan kerusakan memory sebagai dimanifestasikan oleh kerusakan dalam kesanggupan untuk belajar informasi baru atau ketidaksanggupan untuk me-recall informasi yang telah dipelajari sebelumnya. B. Gangguan memory tersebut menyebabkan kerusakan yang signifikan dalam fungsi sosial dan pekerjaan, dan menggambarkan satu penurunan yang signifikan dari level fungsionl sebelumnya. C. Gangguan memory tersebut tidak terjadi secara eksklusif selama perjalanan penyakit dari suatu Delirium atau Dementia dan menetap diluar durasi yang biasa dari intoksikasi zat atau withdrawalnya. D. Disana ada tanda dari riwayat, pemeriksaan fisik, atau hasil laboratorium bahwa gangguan memory tersebut berhubungan/ berkaitan secara etiologik dengan efek yang menetap dari penggunaan zat misal : satu obat dari penyalahgunaan atau medikasi.

Tabel-4

Gangguan Amnestik yang tidak dispesifikasikan ditempat lain, menurut DSM-IV.

Kategori ini bisa dipakai untuk mendiagnose satu gangguan amnestik yang tidak ditemukan kriteria untuk setiap tipe-tipe spesifik yang tergambar pada seksi ini. Satu contoh adalah satu presentasi klinik dari amnesia untuk mana disana ada tanda-tanda yang tidak cukup untuk menetapkan satu etiologi spesifik ( misal : dissosiasi, diinduksi obat atau oleh karena suatu kondisi medik umum ).

Gambaran Klinik :
1. Sintom sentral dari Gangguan Amnestik adalah perkembangan dari satu gagguan memory yang dikarekteristikkan oleh kerusakan dalam kesanggupan untuk belajar informasi baru ( anterograde amnesia ) dan ketidaksanggupan untuk me-recall pengetahuan yang telah diingat sebelumnya ( retrograde amnesia ). Simtom tersebut bisa menimbulkan problem signifikan bagi pasien-pasien dalam fungsi sosial dan pekerjaan mereka.Waktu untuk mana pasien adalah amnestik bisa bermula secara langsung pada waktu trauma atau bisa juga mencakup satu periode sebelum trauma tersebut. Memory untuk waktu selama masa gangguan fisik (seperti selama satu kejadian cerebrovascular) bisa juga hilang.

2. Short term memory dan recent memory biasanya terganggu. 3. Pasien tidak dapat mengingat apa yang mereka makan waktu makan pagi atau makan siang, nama rumah sakit, atau dokter mereka. Pada beberapa pasien, amnesia tersebut demikian mendalam dimana mereka tidak dapat berorientasi pada diri mereka sendiri, terhadap kota dan waktu, walaupun orientasi pada orang kadang-kadang hilang pada Gangguan Amnestik. 4. Memory terhadap informasi atau peristiwa-perstiwa yang telah jauh dipelajari dari masa lalu, seperti pengalaman masa kanak-kanak adalah cukup baik , tetapi memory untuk peristiwa-peristiwa dari yang bukan remote past memory ( lebih dari dekade sebelumnya ) adalah terganggu.

5. Immediate memory ( ditest dengan contoh : menanyakan pada pasien untuk mengulang 6-angka ) adalah tetap baik. 6. Dengan perbaikan , pasien bisa mengalami satu pengerutan terhadap waktu untuk mana memory telah hilang, walaupun pada beberapa pasien mengalami satu perbaikan yang bertahap dalam memory untuk keseluruhan periode. 7. Onset dari simtom-simtomnya bisa tiba-tiba, seperti pada trauma, kejadian cerebrovascular dan bahan-bahan kimia yang neurotoksik yang mendadak atap bertahap seperti pada defisiensi nutrisi dan tumor cerebral. Amnesia dapat durasinya singkat (yang dispesifikkan dalam DSM-IV sebagai transient bila berakhir dalam 1-bulan atau kurang) atau durasi lama (dispesifikasikan oleh DSM-IV sebagai persisten bila berakhir lebih dari 1-bulan).

8. Perubahan-perubahan yang ringan dan berat dari kepribadian dapat menyertai simtom-simtom kerusakan memory pada Gangguan Amnestik. 9. Pasien bisa apatis, inisiatif yang kurang, episode-episode agitasi yang tidak terprovokasi atau bisa kelihatan sangat bersahabat. 10. Pasien bisa juga kelihatan bingung atau confusion dan bisa berusaha untuk menutupi kebingungan mereka dengan menjawab secara confabulasi terhadap pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. Selain itu pasien Gagguan Amnestik tidak memiliki insight yang baik terhadap kondisi neuropsikiatrik mereka. 11. Selain itu selama gejala-gejala yang disebutkan diatas tadi, akan dijumpai juga gejala-gejala dari penyakit primer yang mendahuluinya (penyebabnya).

Diagnosa Banding :
Termasuk dalam diagnosa banding Gangguan Amnestik adalah : 1. Dementia dan Delerium. Klinikus harus dapat membedakan Gangguan Amnestik dari Dementia dan Delirium. Kerusakan memory adalah hal yang umum dijumpai pada Dementia, tetapi pada Dementia didapati kekurangan fungsi kognitif. Kerusakan memory juga umum didapati pada Delirium tetapi pada Delirium didapati kerusakan pada atensi dan kesadaran. 2. Usia Normal. Beberapa kerusakan pada memory bisa didapati pada usia normal. Tetapi dalam DSM-IV dinyatakan bahwa kerusakan memory pada Gangguan Amnestik menyebabkan kerusakan yang signifikan dalam fungsi sosial atau pekerjaan, yang mana hal ini tidak didapati pada usia normal.

3. Gangguan Dissosiatif. Gangguan Dissosiatif kadang-kadang dapat sukar untuk membedakannya dari Gangguan Amnestik. Pasien dengan Gangguan Dissosiatif, bagaimanapun lebih mungkin untuk mempunyai kehilangan orientasi diri dan bisa memiliki gangguan memory yang lebih selektif dari pada pasien Gangguan Amnestik. Sebagai contoh, pasien dengan Gangguan Dissosiatif bisa tidak mengenal namanya sendiri atau alamat rumahnya,tetapi masih sanggup untuk mempelajari informasi baru dan mengingat memory yang lalu yang selektif. Gangguan Dissosiatif juga selalu berhubungan dengan peristiwa-peristiwa kehidupan yang penuh stress secara emosional yang melibatkan uang, hukum atau hubungan yang menyusahkan.

4. Gangguan Buatan. Pasien dengan gangguan buatan selalu berpurapura menyerupai satu gangguan amnestik yang selalu mempunyai hasil yang tidak konsisten pada test-test memory dan tidak ada tanda-tanda penyebab yang bisa diidentifikasi. Bila hal ini didapati berpasangan dengan tanda-tanda adanya primary atau secondary gain pada pasien tersebut maka haruslah diduga satu gangguan buatan.

Perjalanan Penyakit dan Prognosis :


Penyebab spesifik dari Gangguan Amnestik menentukan perjalanan penyakit dan prognosis untuk setiap pasien. Onsetnya bisa tiba-tiba atau bertahap, dan simtomnya bisa transient atau persistent, dan hasil terapi bisa berkisar dari tidak ada perbaikan hingga penyembuhan lengkap. Gangguan Amnestik transient dengan penyembuhan penuh umumnya pada epilepsi lobus temporalis, E.C.T., pemakaian atau penggunaan obat-obat seperti benzodiazepin dan barbiturat dan resuscitasi dari cardiac arregt. Sindroma Amnestik permanent bisa mengikuti satu trauma kepala, keracunan carbon monoxide, infarct cerebral, perdarahan subarachnoid dan encephalitis herfes simpleks.

Pengobatan:
Pendekatan primer untuk mengobati Gangguan Amnestik adalah mengobati penyebab yang mendasarinya. Sesudah resolusi dari episode amnestik, maka psikoterapi dari beberap tipe ( cognitive, psikodinamik, atau suportif ) bisa menolong pasien untuk bekerja sama dalam mengatasi pengalaman amnestik dalam hidup mereka.