Anda di halaman 1dari 10

Pagi yang benar-benar indah mentari telah memancarkan sinarnya, perjalanan yang sangat mengesankan.

Lima belas hari aku berpetualang di Negeri seberang bersama temantemanku guna menambah wawasan dan hari ini kembali kepangkuan ibu pertiwi, bus yang kami tumpangi melaju kencang didalam bus teman-temanku merasa telihat gembira karena dapat bertemu dengan orang-orang yang dirindukan. Pulul 6:15 aku telah sampai dirumah, aku pulang kataku sambil membuka pintu. Mama, dengan stengah nada bertiriak aku memanggil mama. Eh, anak mama udah pulang, jawab mama yang sedang menyiapkan sarapan. Iya ma, ucapanku mencium tangan mama. Papa mana ma? Tanya ku kemudian. Papa pergi keluar kota dua hari yang lalu, kata mama sambil berusaha menutupi pipinya dengan anak rambut. Ma, Pipi mama kenapa ma? Tanyaku mulai cemas. Tadi malam terbentur tembok waktu mau cari lampu, kan tadi malam mati lampu, jawab mama. Yakin ma,? Tanya ku lagi tidak percaya. Iya, udah mandi sana dulu, bau acem goda mama dengan menutup hidungnya. Hmmm, ya udah deh ma, kataku langkah menuhu kamar. Langkahku dari dapur ke kamar penuh dengan lamunana tentang jawaban mama tadi, kenapa mama mesti menutupi itu semua dari aku. Aku kan udah besar bisa menilai mana yang benar dan mana yang salah. Mungkin mama hanya mencari waktu yang tepat saja, untuk mengatakannya. Tapi kenapa harus mencari waktu, sekarang saja aku sudah tau apa penyebab memar di pipi mama. Pikirku dalam hati tiba-tiba jidatku terbentur pintu kamar, terlalu memikirkan jawaban mama tado hingga tek menyadari kalau akau sudah berjalan tepat didepan pintu. Kenapa Abi? Tanya mama terkejut. Nggak ada ma, jawabku. Suara apa itu tadi? Tanya mama. Jidatku terbentur, kataku sambil menangis kesakitan, Makanya kalau jalan tu lihat kedepan, ujar mama. Kok tau ma? Tanya ku sambil megusap-usap jidat. Hah, kamu ini kalau lihat kedepan nggak mungkin jidat akan terentur, ujar mama. Iya ma, kataku sambil meringis kesakitan, Usai mandi akupun bergegas keruang makan, mama telah selesai menyiapkan sarapan.

Sarapan kita hari ini apa ma? Tadi mama masakan pecel lele kesukaan kamu, kata mama. Mama emang top deh, tau aja kalau aku kangen ma masakan mama. Iya dong, mama gitu loh, ujar mama sambil tersenyum manis. disana tu ya ma,makan nggak enak tidur nggak nyenyak. Wah, pokoknya melas banget deh ma ujarku, tapi masih dalam keadaan mengunyah pecel lele. tapi dapet banyak pengalamankan? goda mama. iya juga sich ma hmmmm, udah ceritana nanti saja lagi, habisin dulu makannya tu mama gak makan? masih kenyang Beberapa menit kemudian aku telah siap makan. ma, koq halaman rumah jadi kayak gitu sih ma? tanyaku sembari mencuci tangan mama nggak sempat ngerawat jawab mama singkat Emang mang ujang kemana ma? tanyaku lagi pulang kampung katanya ada sahabat dikampung meninggal jadi satu minggu yang lalu dy minta izin untk pulang kampung ujar mama oo..bersihin yuk ma ajak ku emang kamu gak capek ? Gak koq ma ya udah mama cuci piring dulu, kamu duluan ntar mama nyusul.. alatnya mana ma? Disamping garasi mobil dalam lemar tua ucap mama ok mama jawabku lalu aq melangkah kan kaki ke garasi mobil.

Mama tak pernah sempat membersihkan halaman karena mama sibuk dengan usaha kecil-kecilan, hingga mama memperkerjakan dua orang pembantu, mang ujang dan bik inah. Mang ujang minta izin untuk pulang, sedangkan bik inah mengundurkan diri karena ingin merawat cucunya yang sakit sejak kecil sampai sekarang. Aku tak pernah membersihkan halaman rumah karena selalu menandalkan mang ujang dan bik inah, yang tela lama bekerja di rumahku. Saat aku membersihkan halaman rumahku, para tetangga tersenyum saat melintas di depan rumahku, mungkin yang ada dalam benak mereka, tumben sekali dia membersihkan halaman sesekali canda tawa dengan mama, untuk melupakan beban hidup, juga melupakan

sikap kasar papa hingga matahari hamper tenggelam aku dan mama baru selesai membersihkan halaman, hasilnya tak cukup mengecewakan, halaman rumah cukup bersih. Aku menuju kekamar dan mandi, lalu merebahkan tubuhku diperbaringan, karena memang benar-benar terasa lelah tubuh ini. Tak berapa lama aku pun terlelap dalam buaian mimpi yang indah. Suara kokok ayam jantan membangunkanku, sang surya telah menampakkan sinarnya, cahayanyayang begitu hangatmemberiku semangat menjalani hari, aku telah bersiap-siap dengan mengenakan seragamku lengkap dengan tas, saat aku keluar dari kamar berniat untuk sarapan, tiba-tiba sebuah ufo melayang, pring terbang dari tangan papa, mama masih menangis sesengukan. Aku langsung berlalu tanpa berkata-kata,sesampainya disekolah. hai sapa teman-teman. eh kalian kataku kemana loe semalam Tanya yogi tidur, capek banget badan gue jawabku kirain,kangen-kangenan ma nyokap ledek alex ya dua-duanya ucapku sembari tersenyum yee. Gerutu yogi dan alex. eh ngemeng-ngemeng loe dah ngerjain tugas kimia? Tanya yogi tentang? kataku balik bertanya. makalah minyk bumi sahut alex. wah-wah aku lupa ucapku sambil menepuk jidat. tenang sob lami kan sahabat loe, jadi semalam kami kewarnet dan ngerjain tugas loe juga. Ni gue print 3 rangkap ujar yogi sembari mengambil makalah tersebut dari dalam tasnya. thanks ucapku setelah menerima makalah itu. welcome berapa ni? Nggak usah, emang loe anggep kami ini siapa?? Kayak orang lain aja. hehehe aku pun hanya nyengir

Bel tanda masuk kelas dan jam pelajaran dimulai telah berbunyi. Aku dan kedua sahabatku segera masuk kedalam kelas, dan mengikuti pelajaran dengan baik. Waktu terus

bergulir tiada henti, 1 pelajaran pun selesai, dan bel tanda jam istirahat pun berbunyi semua siswa berhamburan keluar, tak ubahnya dengan aku bersama kedua sahabatku. ntar sore jalan yuk kata yogi sembari membereskan bukunya kemana? tanayaku kemana aja boleh tawarnya boleh jug aide loe sambung alex ok kataku pakai mobil bokap gue aja kata yogi menawarkan kebaikannya emang nggak dipakai ma bokap loe? Tanya alex nggak koq ok kataku dan alex bersamaan jam setengah lima gimana? Tanya yogi okok. Aja koq kantin yuk, laper jawabku tumben??? Tanya alex tadi pagi nggak breakfast jawabku singkat yoook dah bunyi-bunyi ni cacing ok lah

***

Matahari masih terasa panas, meskipun jam sudah menunjukan pukul 16.30 WIB dan lembayung senja mulai Nampak, aku masih duduk didepan TV disampingku mama menemaniku, mataku melihat kearah TV, namun pikiranku melayang, memikirkan mama dan papa yang tak pernah akur. Tiba-tiba klakson mobil dari luar rumah seolah memanggilku. ma, Abi pergi dulu ya ma kataku kemana? Tanya mama jalan ma teman-teman, mungkin kepantai, suntuk dirumah jawabku sembari mencium punggung telapak tangan mama ya, udah jangan malam-malam ya pulangnya pesan mama. ok mom jawabku dan berlalu keluar rumah Memang benar ternyata yogi dan alex telah menungguku. lama banget sich? tegur laex saat aku telah berada dekat mobil. sory, tadi nonton ma nyokap bokap kataku setelah masuk kedalam mobil.

wah enak keluarga loe akur kata alex lagi Akupun hanya tersenyum la gue, nyokap dan bokap nggak pernah yang namanya akur, tiada hari tanpa pemandangan ufo melayang keluh alex enak donk, ada tontonan tiap hari goda yogi sembari memegang setir. hehehehe alex tersenyum sinis. udahlah, lupain aja dulu, kan kota tadi niatnya mau cuci mata, sekejap lupakan semua beban kataku menenangkan situasi iya juga sich kemana nich? kepantai aja yuk kataku memberi solusi ok Setelah beberapa saat dipantai wah enak juga ya sekali-kali refreshing gini kata alex iya.. jawabkudan yogi bersamaan. Kapan-kapan kesini lagi ya.. ujar yogi Siip tenang aja, selagi kita berdua masih bernafas dan masih ada wajtu pasti kita kesini, benerkan??? kata alex bercanda. yaya.ya ucapku dan yogi hanya tersenyum kapan pulang, udah lama ni.. Tanya alex. ntar dulu napa? loe nggak pengen liat sunset? Aku balik bertanya iya..? bentar aja sambung yogi ok.. sahut alex wah, indah ya sunsetnya kata alex terpesona setelah beberapa saat iya, dulu waktu bokap ma nyokap masih akur,sering aku liat sunset kataku dalam hati lex, kalau nembah cewek disini romantic juga ya kayaknya yogi berseloroh ah loe ada-ada saja sahut alex sambil menpuk pundak yogi. udah yok, pulang pintaku ok..ok. kata yogi dan alex bersamaan.

Sesampainya dirumah aku langsung masuk kekamar dan mrebahkan tubuh ku di perbaringan. Sesaat kemudian aku teringat bahwa besok ada ulangan. Akupun bergegas mengambil buku di atas meja belajar. Mulai konsentrasi untuk memahami pelajaran itu. Tibatiba konsentrasi ku buyar, saat terdengar sebuah benda dibanting dari luar. Kau pun

mengintip dari pintu, Nampak papa marah-marah dihadapan mama dan memanting bendabenda disekitarnya., mama menangis sesengukan. Melihat mama diperlakukan seperti itu rasanya aku ingin marah, perlahan-lahan tanganku mengepal dan memukul tembok kamarku. Selang beberapa saat kemudian suara gaduh itu tak terdengar lagi, aku kembali mengintip dari pintu, ternyata alex sudah berada di depan rumah dan memandang heran kearah mama dan papa, kemudian papa keluar dari rumah dan terdengar suara mobilnya keluardari halaman. Aku pun langsung menghampiri alex yang masih benggong. eh alex masuk.. tu abi didalam kamar kata mama melihat kedatanganku mama pun langsung kebelakang. wah bener-bener ya loe. Kenapa selama ini loe nggak pernah cerita ma gue ? Tanya alex gue kira belum saatnya. Karena pikirku suatu saat nanti loe juga akan tahu dengan sendirinya ujarku menjelaskan. hmmmmm alex hanya mendesah ngapain loe, tumben? mau main aja, suntuk di rumah Ooh, ke kamar yuk Ngapain? Tanya Alex. Game bagus. Kemarin gue beli game dan belum gue coba jawabku sembari melangkah keluar kamar dan diikuti oleh Alex. Tuh, ambil stik-nya dalam lemari kataku dembari mengemasi buku yang aku baca tadi. emang loe tadi belajar apa? Tanya Alex heran. besok ka nada UH, jadi gue baca-baca buku, mau ngelanjutin tapi Tapi gue di sini gitu? Tanya Alex memotong pembicaraanku. Biasa aja lagi apalah loe ini. Ke-PD-an banget. Mau ngelanjitin tapi gue ndak konsen lagi jawabku. oo kata Alex. Loe tidur sini aja ya? pintaku kepada Alex yang telah asik main game. Ok jawabnya singkat tanpa menoleh ke arahku dan tetap asik dengan stik game-nya. udah makan belum? tanyaku. belum Gue ambilin ya? ucapku dan berlalu meninggalkan Alex yang masih main game. Saat di ruang makan kutemui mama yang masih sesenggukan. Aku mendekati Mama. Ma, kenapa lagi sih, ma? tanyaku. Nggak ada. Kilah Mama.

Nggak ada kok Mama sama Papa berantem kayak gitu? tanyaku masih penasaran. cerita ke Abi dong, ma. Abi udah gede, ma. Masak mama masih nyembunyiin masalah mama? Mama menarik nafas panjang. Perlahan menjawab tanyaku. Papamu mau menikah lagi, Abi suara mama bergetar dan ada tangis tertahan dalam nada suaranya. apa, ma? tanyaku benar-benar heran. iya. Tapi mama rasanya ndak bias ngerelain papa. Papa tidak akan menceraikan mama. Mama dipoligami jelas kalau mama berusaha keras menahan tangisnya. Mendengar penjelasan mama, hati ini bagai tersayat-sayat. Mungkinkah mama akan bisa menjalani hidup dengan bahagia jika tinggal dengan istri muda papa. Akh.. papa benar-benar kejam. ma, Abi janji akan membahagiakan Mama. Pasti, Ma. Abiii Alex berteriak memanggilku. oh ya, Ma. Abi mau ngambilin makanan untuk Alex kataku sembari membuka kulkas. kasih kue itu sama Alex. Hapis juga ndak papa Ujar Mama. Sorry ujarku setelah sampai di dalam kamar. Nih, kata Mama suruh ngabisin! aku menyodorkan kue dan minuman yang aku ambil tadi kepada Alex. thanks, sob ujar Alex sambil tersenyum. Lex, suatu saat kan boleh gue nginep di rumah loe? Why not? jawab Alex sambil mengunyah kue. Yakin nih, nggak papa gue habisin Tanya Alex. Aku hanya mengangguk dan tersenyum.

*** burung-burung berkicau, seolah merasa senang dengan rahmat yang diberikan Tuhan pagi ini. Embun pagi membasahi bumi. Aku dan alex telah selesai sarapan. Terdengar suara klakson mobil dari halaman. Aku dan Alex segera bergegas keluar. eh, pagi-pagi udah nyampek sini nih anak ucap Yogi yang telah menunggu di dalam mobil. semalam dia tidur di rumah gue jawabku. kok nggak ngajak-ngajak sih? Tanya Yogi agak sewot. panggilan dadakn. Nggak sempet kata Alex nyegir. Ya udah. Berangkat yuk? ajakku.

Tak berapa lama mobil yang kami tumpangi telah sampai di depan gerbang sekolah, dan kami dapat masuk kelas dengan sukses karena guru bidang studi yang mengajaqr pagi ini belum masuk. Beberpaa menit kemudian Pagi semua ujar Ibu Erna. Pagi, bu jawab kami serempak. Langsung saja, semua ambil kertas dua lembar dan simpan semua yang bersangkutan dengan pelajaran kata bu Erna member arahan. Para siswa pun menuruti perintah bu Erna dan Susana kelas mendadak menjadi tenang. Abi, nyontek donk.. pinta alex ssst.. sahutu member isyarat. saudara waktu tinggal 15 menit lagi ucapku bu dika menginformasikan. yang udah siap boleh dikumpul,alex, maju kedepan ngapaen bu? Tanya alex sembari mengaruk-garuk kepala. kamu ini, nyontek aja kerjaannya dihukum ya bu..? angkat kaki mu sebelah kanan, tangan memegang telinga kiri dan sebaliknya Capek dech Kami pun tertawa dan suasana menjadi ramai.

***

Malam ini pun papa dan mama kembali bertenkat aku tak sanggup menahan emosi keluar dari kamar. Cukup Pa!! bentakku Oooo, berani-beraninya kamu ya? kata papa kenapa tidak pa? aku muak melihat muka papa Abi udah bi, kata mama, menahan Mama bisanya cuma nangis aja, aku dah muak melihat mama sama papa, laki-laki hidung belang ini beramtem tiap hari. Apa katamu! Kenapa pa!! nggak terima pa? Tiba-tiba papa menamparku Maksih pa, papa memang nggak pantes jadi panutan , kataku dan keluar rumah berlari menuju rumah Alex.

Sesampainya disana. Tumben loe, kata Alex saat melihatku langsung, menyelonong masuk kemamarnya Biasa nyokap bokap, jawab singkat Ya udah loe tidur sini aja, bujuk Alex Rencananya gitu, nginep disi nggak papa kan? Tanyaku No problem. Tapi gue nggak bawa baju Cuma bawa dompet. Santai aja lagi, pake baju gue kan muat. Ujar Alex Thanks, jawabku

***

Atu minggu sudah aku tinggal dirunaj Alex, apa yan dikerjakan Alex aku membantunya seperti halnya hari itu. Ikut nggak? Tanya Alex, pagi iu setelah sarapan Kemana? Tanya balik Rute hari ini kekebun teh dekat situ, kata Alex Oke, jawabku bersemangat Tiba-tiba hendponeku berbunyi, mama saying segera aku menjawab panggikan itu. Halo ma, Iya sayang, kapan kami pulang? Emang papa nggak ada dirumah ma? Tiga hari yang lalu papamu pergi dari rumah, Oke ma, sekarang aku pulang Mama tunggu ya sayang. siiiip ma. Ya udah hati-hatui ya,..ucap mama sebelum menutup pembicaraan. Oke ma. Alek, anterin gue pulang. kapan? Sekarang! Jawabku OKe.

Sesampainya dirunah, mama menyambut kedatanganku dan Alex. Sungguh berpancar aura gembira daru wajahku, karena mulai sekarang aku tak akan pernah melihat mama disakiti papa, itu adalah aura kebahagiaanku dan kebahagiaan mamaku tercinta, dan aku berusaha ingi melupakan papa, yang telah membiatku depresi dan kurus kering gara-gara ulahnya.

***