Anda di halaman 1dari 5

BILIRUBIN

I.

TUJUAN a.) Tujuan Instruksional Umum Mahasiswa dapat mengetahui cara pemeriksaan total bilirubin dan direk bilirubin dalam serum secara kuantitatif b.) Tujuan Instrukional Khusus Untuk dapat melakukan pemeriksaan total bilirubin dan direk bilirubin dalam serum secara kuantitatif Untuk dapat mengetahui kadar total bilirubin dan direk bilirubin dalam serum secara kuantitatif

II.

METODE Metode yang digunakan pada praktikum kali ini adalah Jendrassik & Grof

III. IV.

PRINSIP DASAR TEORI Bilirubin adalah produk utama dari penguraian sel darah merah yang tua. Bilirubin disaring dari darah oleh hati, dan dikeluarkan pada cairan empedu. Sebagaimana hati menjadi semakin rusak, bilirubin total akan meningkat. Sebagian dari bilirubin total termetabolisme, dan bagian ini disebut sebagai bilirubin langsung. Bila bagian ini meningkat, penyebab biasanya di luar hati. Bila bilirubin langsung adalah rendah sementara bilirubin total tinggi, hal ini menunjukkan kerusakan pada hati atau pada saluran cairan empedu dalam hati. (Anonim,2012) Bilirubin mengandung bahan pewarna, yang memberi warna pada kotoran. Bila tingkatnya sangat tinggi, kulit dan mata dapat menjadi kuning, yang mengakibatkan gejala ikterus. (Anonim,2012) Bilirubin adalah pigmen kuning yang berasal dari perombakan heme dari hemoglobin dalam proses pemecahan eritrosit oleh sel retikuloendotel. Di samping itu sekitar 20% bilirubin berasal dari perombakan zat-zat lain. Sel retikuloendotel membuat bilirubin tidak larut dalam air; bilirubin yang disekresikan dalam darah harus diikatkan kepada albumin untuk diangkut

dalam plasma menuju hati.Di dalam hati, hepatosit melepaskan ikatan itu dan mengkonjugasinya dengan asam glukoronat sehingga bersifat larut air. Proses konjugasi ini melibatkan enzim glukoroniltransferase.(Riswanto, 2009) Bilirubin terkonjugasi (bilirubin glukoronida atau hepatobilirubin) masuk ke saluran empedu dan diekskresikan ke usus. Selanjutnya flora usus akan mengubahnya menjadi urobilinogen dan dibuang melalui feses serta sebagian kecil melalui urin. Bilirubin terkonjugasi bereaksi cepat dengan asam sulfanilat yang terdiazotasi membentuk azobilirubin (reaksi van den Bergh), karena itu sering dinamakan bilirubin direk atau bilirubin langsung. (Riswanto,2009) Bilirubin tak terkonjugasi (hematobilirubin) yang merupakan bilirubin bebas yang terikat albumin harus lebih dulu dicampur dengan alkohol, kafein atau pelarut lain sebelum dapat bereaksi, karena itu dinamakan bilirubin indirek atau bilirubin tidak langsung. (Riswanto,2009) Peningkatan kadar bilirubin direk menunjukkan adanya gangguan pada hati (kerusakan sel hati) atau saluran empedu (batu atau tumor). Bilirubin terkonjugasi tidak dapat keluar dari empedu menuju usus sehingga akan masuk kembali dan terabsorbsi ke dalam aliran darah.(Riswanto,2009) Peningkatan kadar bilirubin indirek sering dikaitkan dengan peningkatan destruksi eritrosit (hemolisis), seperti pada penyakit hemolitik oleh autoimun, transfusi, atau eritroblastosis fatalis. Peningkatan destruksi eritrosit tidak diimbangi dengan kecepatan kunjugasi dan ekskresi ke saluran empedu sehingga terjadi peningkatan kadar bilirubin indirek.

(Riswanto,2009) Hati bayi yang baru lahir belum berkembang sempurna sehingga jika kadar bilirubin yang ditemukan sangat tinggi, bayi akan mengalami kerusakan neurologis permanen yang lazim disebut kenikterus. Kadar bilirubin (total) pada bayi baru lahir bisa mencapai 12 mg/dl; kadar yang menimbulkan kepanikan adalah > 15 mg/dl. Ikterik kerap nampak jika kadar bilirubin mencapai > 3 mg/dl. Kenikterus timbul karena bilirubin yang berkelebihan larut dalam lipid ganglia basalis. (Riswanto,2009)

Dalam uji laboratorium, bilirubin diperiksa sebagai bilirubin total dan bilirubin direk. Sedangkan bilirubin indirek diperhitungkan dari selisih antara bilirubin total dan bilirubin direk. Metode pengukuran yang digunakan adalah fotometri atau spektrofotometri yang mengukur intensitas warna azobilirubin. (Riswanto,2009) V. ALAT DAN BAHAN a.) Alat : Tabung reaksi Rak tabung reaksi Mikropipet Yellow tip Beaker gelas Pipet tetes Ball pipet Spektrofotometer b.) Bahan : Serum Aquadest Tissue c.) Reagen : Asam Sulfanilat Asam Sulfanilat HCl Natrium Nitrit 0,5 % Akselerator Caffein Natrium Benzoat FEHLING B Larutan NaCl 0,9% VI. CARA KERJA a.) Total Bilirubin 1. Disiapkan 2 buah tabung reaksi 0,26 mol/l 0,52 mol/l 29 mmol/l 0,17 N

2. Tabung I (Tes) diisi dengan : 200 l Asam Sulfanilat 20 l Natrium Nitrit 1000 l Akselerator 200 l Serum

3. Tabung II (Blanko) diisi dengan : 200 l Asam Sulfnilat 1000 l Akselerator 200 l Aquadest

4. Dicampur dan ditangguhkan selama 10 menit 5. Tabung I (Tes) dan Tabung II (Blanko) ditambahka 1000 l FEHLING B 6. Dicampur dan ditangguhkan selama 5 menit 7. Dibaca absorbansinya dalam spektrofotometer pada panjang gelombang 578 nm b.) Direk Bilirubin 1. Disiapkan 2 buah tabung reaksi 2. Tabung I (Tes) diisi dengan : 200 l Asam Sulfanilat 20 l Natrium Nitrit 2000 l NaCl 0,9% 200 l Serum

3. Tabung II (Blanko) diisi dengan : 200 l Asam Sulfanilat 20 l Natrium Nitrit 2000 l NaCl 0,9% 200 l Aquadest

4. Dicampur dan ditangguhkan selama 5 menit 5. Dibaca absorbansinya dalam spektrofotometer pada panjang gelombang 546 nm VII. NILAI RUJUKAN Total Bilirubin : < 1 mg/dl

Direk Bilirubin

: 0,25 mg/dl

DAFTAR PUSTAKA

Anonim,2012.Bilirubin,SGOT,dan SGPT. http://sonofmountmalang.wordpress.com/2012/01/27/apa-sih-bilirubin-sgot-dansgpt-itu/ (Diakses tanggal 15 Maret 2012) Anonim,2011.Bilirubin.http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/20333/4/Chapte r%20II.pdf(Diakses tanggal 15 Maret 2012) Riswanto,2009.Bilirubin Serum.http://labkesehatan.blogspot.com/2009/12/bilirubinserum.html (Diakses tanggal 15 Maret 2012)