Anda di halaman 1dari 6

Neuroplasticity Plastisitas otak (neuroplasticity) adalah kemampuan otak melakukan reorganisasi dalam bentuk adanya interkoneksi baru pada

saraf. Plastisitas merupakan sifat yang menunjukkan kapasitas otak untuk berubah dan beradabtasi terhadap kebutuhan fungsional. Mekanisme ini termasuk perubahan kimia saraf ( neurochemical), penerimaan saraf (neuroreceptive) , perubahan struktur neuron saraf dan organisasi otak. Plastisitas juga terjadi pada proses perkembangan dan kematangan sistem saraf. Untuk memberikan gambaran tentang plastisitas, maka penulis memberikan ilustrasi dengan membandingkan antara sifat plastisitas dan elastisitas. Suatu benda dengan bentuk awal segi empat jika diberi intervensi atau dimanipulasi untuk membentuk segi tiga, maka pada saat proses dilakukan benda berbentuk segi tiga akan tetapi pada akhirnya benda tersebut akan kembali pada bentuk awalnya, hal ini disebut sebagai kemampuan elestisitas. Jika bentuk awal suatu benda berbentuk segi empat kemudian diberikan intervensi untuk membentuk segi tiga, maka pada saat proses dilakukan benda akan membentuk segi tiga dan juga menjadi bentuk akhir dari benda tersebut, hal ini disebut sebagai kemampuan plastisitas. Dengan demikian jelas bahwa sifat elastisitas berbeda dengan sifat plastisitas. Sifat elastik artinya kemampuan suatu benda untuk dapat kembali pada bentuk asalnya, sedangkan sifat plastisitas menunjukkan kemampuan benda untuk berubah kedalam bentuk yang lain. Nilai positif dari adanya sifat plastisitas adalah pada pasien stroke menjadi potensi untuk dapat dikembangkan dan dibentuk sehingga dapat menghasilkan gerak yang fungsional dan normal. Nilai negatif dari adanya sufat plastisitas adalah jika metode yang diberikan tidak tepat, maka akan terbentuk pola yang tidak tepat pula.

PLASTISITAS OTAK Sakit Stroke dengan kelemahan tubuh.. Masihkah ada harapan untuk perbaikan .. Plastisitas Otak memberikan secercah harapan untuk perbaikan kualitas hidup penderita pasca kerusakan otak . Otak Manusia Sampai saat ini pemahaman terhadap struktur dan fungsi otak masih banyak yang berdasarkan pada model kuno, di mana tiap-tiap bagian otak memiliki struktur tertentu dan memiliki fungsi tertentu pula. Pemahaman terhadap model ini tidaklah salah, tetapi dapat menyebabkan pemahaman terhadap struktur dan fungsi otak menjadi kaku. Seperti adanya pendapat bahwa kerusakan pada otak tidak akan pernah sembuh kembali, sehingga bagian otak yang rusak tersebut akan kehilangan fungsinya secara permanent. Seharusnyalah dipahami juga bahwa struktur dan fungsi otak adalah fleksibel terkait dengan berbagai sistem tubuh dan lingkungan. Adalah benar sel-sel otak yang mengalami kematian tidak bisa sembuh kembali, tetapi masih ada kemungkinan ruang dan waktu bahwa fungsi otak yang hilang akibat kerusakan tersebut diambil alih oleh bagian otak yang lain dengan cara atau mekanisme plastisitas yang sampai sekarang masih menjadi misteri. Apa itu Plastisisitas ? Plastisitas (plasticity) bersal dari bahasa Yunani Plaistikos yang berarti to form (membentuk). Kemampuan untuk belajar, mengingat dan juga melupakan atau kapasitas otak untuk reoganisasi (mengatur kembali) dan recoveri (perbaikan kembali) dari cedera dan kerusakan. Kapasitas dari system saraf pusat untuk beradaptasi dan memodifikasi organisasi struktural dan fungsional terhadap kebutuhan, yang bisa berlangsung terus sesuai kebutuhan dan atau stimulasi. Mekanisme ini merupakan mekanisme kompleks yang melibatkan perubahan kimia dan kelistrikan saraf, struktur neuron dan reorganisasi otak. Plastisitas tidak hanya terjadi pada kerusakan otak seperti stroke, trauma kepala, tetapi juga terjadi pada degenerasi otak yang lain, misal Alzheimer dan Dementia (kepikunan) Beberapa asumsi dasar tentang struktur dan fungsi pada otak terkait dengan plastisitas, diantaranya: Otak memiliki struktur dan fungsi tertentu sesuai dengan penataannya Otak yang normal akan berkembang sesuai dengan kebutuhan (apabila dibutuhkan/digunakan maka otak akan berkembang dan sebaliknya)

Pengaturan fungsi tertentu pada otak terdapat pada beberapa tingkat/area, sehingga bila ada satu rusak, masih ada yang mengatur fungsi yang rusak Daerah yang tak memiliki fungsi khusus pada otak dapat belajar atau mengambil alih fungsi dari daerah yang mengalami kerusakan. Otak manusia terbukti sangat adaptif dan plastis serta dapat mengadakan perubahan struktural dan fungsional apabila diberikan stimulasi lingkungan Stimulasi lingkungan di sini berupa stimulasi baik sensoris maupun motoris, diterima oleh individu sebagai sebuah pengalaman dan respon tindakan (sensorimotor) Diketahui juga aktivitas di otak juga meningkat pada saat membayangkan gerakan (mental practice), tanpa harus melakukan aktivitas. Kerusakan Otak dan Bagiannya Kerusakan dari sel otak yang aktual akibat dari lesinya disebut Umbra sedangkan gangguan fisiologis sekunder dari sel saraf lain di sekitar atau yang terkait dengan sel otak yang rusak disebut Penumbra (inhibisi atau diaschisis). Gangguan fisiologis sekunder ini dapat diakibatkan oleh neural shock, odema, terputusnya aliran darah, atau denervasi sebagian neuron pasca regenerasi pada sel-sel otak. Pada otak yang belum pernah berfungsi matang, tetapi mengalami deficit neurologis, misal Cerebral Palsy (Cacat Mental) dan Kelainan Tumbuh Kembang pada anak, dibandingkan dengan kelainan neurologis pada otak yang sudah berfungsi matang, misal Stroke dan Trauma Kepala pada orang dewasa, proporsi luas Zona Umbra dan Zona Penumbra bisa sangat bervariasi tergantung tipe kerusakan pada otak Demikian juga dengan jenis dan lama kejadian kerusakan sel syaraf di otak Kejadian mendadak, terlokalisisr (misal stroke) proporsi umbra dan penumbra hampir sama, kejadian yang lambat (misal tumor) mungkin umbra tidak disertai adanya penumbra, sedangkan suatu trauma (misal trauma kepala) mungkin penumbra lebih dominan daripada umbra. Proses Recoveri dan Plastisitas Otak 1. Fase Diaschisis dikategorikan sbg pemulihan spontan dan reorganisasi mekanisme neural (perbaikan neurologis). Gangguan laten dari aktivitas neuronal di dekat area kerusakan, di mana terjadi penurunan suplai darah dan metabolisme Biasanya pasien menunjukkan gejala flaccid, setelah itu terjadi pemulihan dini (3-4 minggu setelah lesi/kerusakan) biasanya disebabkan oleh resolusi dari diaschisis, hilangnya edema serebri, perbaikan fungsi sel saraf daerah penumbra, serta adanya kolateral dapat terjadi dalam waktu yang tidak lama. Plastisitas Otak terjadi setelah fase diaschisis apabila dibutuhkan melalui mekanisme regeneration yang disebut Silent Synapsis Recruitment, Denervation Supersensitivity, 2. Axonal Regeneration dan Collateral sprouting. Axonal Regeneration terjadi regenerasi pada serabut saraf dimulai dari proksimal menuju ke distal. 3. Silent Synapsis Recruitment [pengefektifan sinapsis laten] : Pembukaan jalur yang sebelumnya telah ada tetapi secara fungsional terdepres melalui proses belajar dapat dipanggil ketika sistem yang biasa telah gagal 4. Denervation Supersensitivity (peningkatan sensitivitas hubungan saraf) : pasca sinapsis menjadi sangat sensitif sehingga impuls saraf minimal mampu diterima, perubahan dalam konduksi dendrit termasuk peningkatan pengeluaran transmitter dan disinhibisi terminal eksitatoris 5. Collateral Sprouting [pertunasan kolateral] merupakan pertunasan dari sel yang utuh / tidak rusak yang berdekatan dengan jaringan saraf yang rusak, ke daerah denervasi setelah sebagian/semua input normalnya rusak. Pertunasan meningkatkan efektivitas sinaptik dan menggantikan sinaps yang rusak sinaptogenesis dinamis yang terus menerus terjadi dalam keadaan normal Kesimpulan Pemulihan sebenarnya (true recovery) pada otak mungkin terjadi pada situasi tertentu. Kompensasi mungkin bisa lebih menonjol dibanding dengan pemulihan sebenarnya bila kompensasi dikedepankan maka pemulihan sebenarnya tidak akan terjadi. Pasien harus tahu kapan mengembangkan pemulihan sebenarnya atau kompensasi, karena pemulihan sebenarnya memungkinkan gerakan fungsional yang efektif dan efisien walaupun akan terjadi kelambatan kemajuan gerak fungsional. Proses pembelajaran dan latihan dini lebih efektif daripada intervensi yang terlambat, semakin intens latihan menghasilkan outcome yang lebih baik, semakin spesifik jenis latihan, semakin baik hasil fungsionalnya. Pemulihan maksimal terjadi pada masa-masa awal (golden period) tetapi pemulihan dapat terus berlangsung hingga beberapa tahun (jangka panjang). Study pada otak hewan, latihan motorik memperkuat hubungan neuron yang ada dan menciptakan hubungan yang baru. Pada manusia, latihan motorik menghasilkan perubahan fungsional di dalam otak. Informasi yang masuk dan diterima memori jangka pendek hanya merupakan fenomena biolistrik yang

berlangsung beberapa menit sampai beberapa jam. Keberhasilan pembelajaran dan latihan terjadi, bila informasi ditransfer ke memori jangka panjang sehingga dapat diingat lebih lama Proses transfer informasi dari memori jangka pendek ke memori jangka panjang melalui strategi latihan, ulangan, perhatian dan asosiasi Orang dengan pengangkatan satu belahan otak (hemispherectomy) ternyata menunjukkan relokasi fungsi dan melatih otak yang tersisa untuk melakukan aktivitas yang dulunya dikerjakan oleh hemisfer yang sudah diangkat. Otak bisa dianalogikan dengan otot, dimana semakin diaktifkan semakin baik hasil yang diperoleh. Neural Plasticity dapat terjadi tidak hanya pada pemulihan kemampuan motorik dan sensorik, tetapi juga pada kemampuan memori, penglihatan ataupun bicara, bahkan beberapa tahun setelah stroke, plastisitas otak dapat terus terjadi sepanjang kehidupan. Masih ada harapan untuk lebih baik, bagi penderita pasca kerusakan otak, asal ada kemauan exercise (latihan) rutin dalam keseharian hidup kita TEORI PLASTISITAS Sampai saat ini pemahaman terhadap struktur dan fungsi otak masih banyak yang berdasarkan pada model hierarki, dimana tiap-tiap bagian otak memiliki struktur tertentu dan memiliki fungsi tertentu pula (Held in Cohen, 1993). Pemahaman terhadap model ini tidaklah salah, tetapi dapat menyebabkan pemahaman terhadap struktur dan fungsi otak menjadi kaku. Seperti adanya pendapat bahwa kerusakan pada otak tidak akan pernah sembuh kembali, sehingga bagian otak yang rusak tersebut akan kehilangan fungsinya secara permanen Seharusnyalah dipahami juga bahwa struktur dan fungsi otak adalah fleksibel terkait dengan berbagai sistem tubuh dan lingkungan. Adalah benar sel-sel otak yang mengalami kematian tidak bisa sembuh kembali, tetapi masih ada kemungkinan ruang dan waktu bahwa fungsi otak yang hilang akibat kerusakan tersebut diambil alih oleh bagian otak yang lain dengan cara atau mekanisme plastisitas yang sampai sekarang masih menjadi misteri, walaupun sedikit demi sedikit mulai terkuak (Carr & Shepherd, 1987). ASUMSI Beberapa asumsi dasar tentang struktur dan fungsi pada otak terkait dengan plastisitas yang akan dibahas lebih lanjut, diantaranya adalah (Carr & Shepherd, 1987, 1998; Cohen 1993): Otak memiliki struktur tertentu dan memiliki fungsi tertentu sesuai dengan penataannya (model hierarki) Otak yang normal akan berkembang sesuai dengan kebutuhan (apabila dibutuhkan/ digunakan maka otak akan berkembang dan sebaliknya) Pengaturan fungsi tertentu pada otak terdapat pada beberapa tingkat/area, sehingga bila ada satu rusak, masih ada yang mengatur fungsi yang rusak. Daerah yang tak memiliki fungsi khusus pada otak dapat belajar atau mengambil alih fungsi dari daerah yang mengalami kerusakan. KERUSAKAN OTAK AKIBAT STROKE Pada keadaan pasca stroke kerusakan otak dapat digolongkan sebagai berikut: 1. Kerusakan dari sel otak yang aktual akibat dari lesinya atau disebut area umbra, zona nekrotik, zona infark 2. Gangguan fisiologis sekunder dari sel saraf lain di sekitar atau yang terkait dengan sel otak yang rusak. Disebut area penumbra, zona inhibisi atau diaschisis. Diaschisis ini dapat diakibatkan oleh neural shock, odema, terputusnya aliran darah, atau denervasi sebagian neuron pasca sinapsis pada otak. Ada juga yang membagi area penumbra ini menjadi dua, yaitu zona degenerasi dan zona odema. Proporsi luas zona umbra dan penumbra bisa sangat bervariasi tergantung tipe lesi pada otak. Kejadian mendadak, terlokalisisr (misal stroke) proporsi hampir sama antara keduanya, tetapi pada kejadian yang lambat (misal tumor) mungkin hanya ada area umbra tanpa ada penumbra. Sedangkan suatu trauma (misal traumatic brain injury) mungkin mengakibatkan area penumbra lebih dominan (Held in Cohen, 1993). 1. Area necrotic (bersifat irreversibel/permanen ) disebut area umbra 2. Area degenerasi (bersifat riversibel) disebut area penumbra 3. Area oedematosa (bersifat riversibel ) STUDY PADA MANUSIA DENGAN KERUSAKAN OTAK Kapasitas otak untuk merespon kerusakan masih merupakan suatu misteri Tidaklah jelas bagaimana otak manusia mampu mengkompensasi terhadap fungsi yang hilang Berbagai penelitian di bidang ini sangatlah luar biasa (ada yang mempelajari dari kimiawi, vaskuler, neuro imaging, kelistrikan saraf, perilaku dll)

Dengan Positron Emission Tomography (PET) dan functional Magnetic Resonance Imaging (fMRI) memungkinkan utk mengamati aktivitas otak pada manusia yang hidup tanpa membuka otaknya PLASTISITAS PADA OTAK Kapasitas dari sistem saraf pusat untuk beradaptasi & memodifikasi organisasi struktural & fungsional terhadap kebutuhan, yang bisa berlangsung terus sesuai kebutuhan dan atau stimulasi Mekanisme ini merupakan mekanisme kompleks yang melibatkan: perubahan kimia saraf, kelistrikan saraf, penerimaan saraf, perubahan struktur neuron saraf, reorganisasi otak, dll. Tidak hanya terjadi pada kerusakan otak seperti stroke, trauma kepala dll, tapi juga terjadi pada degenerasi otak seperti pikun, alzheimer, dll. PEMULIHAN AKIBAT LESI PADA OTAK Dikategorikan sbg pemulihan spontan dan reorganisasi mekanisme neural (perbaikan neurologis) berlangsung singkat (fase diaschisis) Kemampuan plastisitas terus berlangsung apabila dibutuhkan (regeneration, collateral sprouting, silent synapsis recruitment, denervation supersensitivity) PENGGOLONGAN PLASTISITAS OTAK Plastisitas dari struktur Anatomi o Regenerasi (regeneration) o Penyebaran kolateral (collateral sprouting) Penyesuaian fisiologis o Diaschisis o Peningkatan sensitivitas hubungan saraf (Denervation supersensitivity) o Pengefektifan sinapsis laten (Silent synapsis recruitment) Cross modal plasticity meliputi: o Aktivasi bilateral dari sistem motorik o Penggunaan jalur ipsilateral o Perekrutan area motorik tambahan 1. Diaschisis (neural shock) atau pemulihan spontan Gangguan laten dari aktivitas neuronal di dekat area kerusakan Penurunan suplai darah dan metabolism Biasanya pasien menunjukkan gejala flaccid Pemulihan dini (3-4 minggu setelah lesi) biasanya disebabkan oleh resolusi dari diaschisis Hilangnya edema serebri, perbaikan fungsi sel saraf daerah penumbra, serta adanya kolateral dapat terjadi dalam waktu yang tidak lama 2. Perbaikan yang terus berlangsung dalam beberapa bulan bahkan beberapa tahun (plastisitas otak) Pengefektifan sinapsis laten (Silent synapsis recruitment): Pembukaan jalur yang sebelumnya telah ada tetapi secara fungsional terdepresi melalui belajar dapat dipanggil ketika sistem yang biasa telah gagal Peningkatan sensitivitas hubungan saraf (Denervation supersensitivity): pasca sinapsis menjadi sangat sensitif sehingga impuls saraf minimal mampu diterima, perubahan dalam konduksi dendrit termasuk peningkatan pengeluaran transmitter & disinhibisi terminal eksitatoris Axonal regeneration Terjadi regenerasi pada serabut saraf dimulai dari proksimal menuju ke distal Collateral sprouting (pertunasan kolateral) Merupakan pertunasan dari sel yang utuh / tidak rusak yang berdekatan dengan jaringan saraf yang rusak, ke daerah denervasi setelah sebagian/semua input normalnya rusak. Pertunasan meningkatkan efektivitas sinaptik & menggantikan sinaps yang rusak sinaptogenesis dinamis yang terus menerus terjadi dalam keadaan normal FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMULIHAN Ukuran lesi (luas vs sempit? umbra vs penumbra?) Umur (bgmn bayi vs orang dewasa vs lanjut usia?) Jenis kelamin (bgmn lelaki vs wanita?) Tipe/perjalanan kerusakan (mendadak vs perlahan?) Kematangan dari area yang rusak Fungsi dari area tersisa

Pengalaman (didapat dari specific training) Pemakaian/latihan motorik/ (dari therapeutic intervention) Lingkungan Intervensi obat-obatan (pharmacotherapy)

IMPLIKASI UNTUK FISIOTERAPIS Pemulihan sebenarnya (true recovery) pada otak mungkin terjadi pada situasi tertentu Kompensasi mungkin bisa lebih menonjol dibanding dengan pemulihan sebenarnya Bila kompensasi dikedepankan maka pemulihan sebenarnya tidak akan terjadi Fisioterapis harus tahu kapan mengembangkan pemulihan sebenarnya atau kompensasi; pemulihan sebenarnya memungkinkan gerakan fungsional yang efektif dan efisien walaupun akan terjadi kelambatan kemajuan gerak fungsional Intervensi dini lebih efektif daripada intervensi yang terlambat Semakin intens fisioterapis semakin menghasilkan outcome yang lebih baik Efektifitas biaya Pemulihan maksimal terjadi pada masa-masa awal (golden period) tetapi pemulihan dapat terus berlangsung hingga beberapa tahun (jangka panjang) Semakin spesifik jenis latihan semakin baik hasil fungsionalnya Perlu kerjasama antar profesi rehabilitasi dan jenis intervensinya Perlu untuk selalu memantau perkembangan up to date dan melakukan penelitian PENGARUH LATIHAN MOTORIK TERHADAP PLASTISITAS Studi pada hewan: latihan motorik memperkuat hubungan neuron yang ada dan menciptakan hubungan yang baru Pada manusia: latihan motorik menghasilkan perubahan fungsional di dalam otak, seperti: Perubahan aktivitas di level cortical & Meningkatkan vaskularisasi Otak manusia terbukti sangat adaptif dan plastis serta dapat mengadakan perubahan struktural dan fungsional apabila diberikan stimulasi lingkungan Stimulasi lingkungan berupa stimulasi sensoris diterima oleh individu sebagai sebuah pengalaman & respon tindakan (sensorimotor) Ternyata aktivitas di otak juga meningkat pada saat membayangkan gerakan (mental practice), tanpa harus melakukan aktivitas Informasi yang masuk dan diterima memori jangka pendek hanya merupakan fenomena biolistrik yang berlangsung beberapa menit sampai beberapa jam Keberhasilan pembelajaran terjadi bila informasi ditransfer ke memori jangka panjang dapat diingat lebih lama, malahan seumur hidup Proses transfer informasi itu dapat melalui strategi latihan, ulangan, perhatian & asosiasi Memori jangka panjang terjadi perubahan struktrur otak dengan aktivitas gen, pembentukan protein baru & pertumbuhan cabang-cabang sel neuron Orang dengan pengangkatan satu hemisfer otak (hemispherectomy) ternyata menunjukkan relokasi fungsi dan melatih otak yang tersisa untuk melakukan aktivitas yang dulunya dikerjakan oleh hemisfer yang sudah diangkat Otak bisa dianalogikan dengan otot, dimana semakin diaktifkan semakin baik hasil yang diperoleh Neural plasticitas dapat terjadi tidak hanya pada pemulihan kemampuan motorik tetapi juga pada kemampuan memori, penglihatan ataupun bicara Bahkan beberapa tahun setelah stroke, neural plasticitas dapat terus terjadi. 3 bulan setelah fisioterapi semakin banyak area pada otak teraktivasi pada saat menggunakan sisi tubuh yang lesi TENTANG PLASTISITAS OTAK Anda tentunya masih ingat bahwa otak memiliki kemampuan yang menakjubkan untuk mengatur dirinya kembali dengan membentuk koneksi-koneksi baru antara sel-sel otak (neuron)

Faktor apa yang penting pada plastisitas otak? Selain faktor genetik, lingkungan di mana seseorang tinggal, juga perilaku/tindakan-tindakan orang itu memegang peranan pada plastisitas otak. Neuroplastisitas otak terjadi: 1. Pada awal kehidupan: ketika otak yang immatur menata dirinya sendiri 2. Pada kasus cedera otak: mengganti fungsi-fungsi yang hilang atau memaksimalkan fungsi yang masih ada. 3. Pada usia dewasa: kapanpun seseorang mempelajari atau mengingat sesuatu yang baru. PAHAMI TENTANG PLASTISITAS OTAK Apakah otak kita terbuat dari plastik? Tentu saja tidak. Plastisitas otak menggambarkan kapasitas otak untuk BERUBAH seumur hidup melalui pembelajaran. Untuk menggambarkan plastisitas otak secara sederhana, bayangkan anda ingin membuat lubang dengan ibu jari anda pada tanah liat yang berbentuk bulat seperti bola . Untuk memunculkan lubang pada bola tanah liat, bentuk dari tanah liat harus berubah. Bentuk bola berubah ketika anda menekankan ibu jari ke dalam tanah liat tersebut. Demikian pula sirkuit saraf pada otak. Pengalaman dan pembelajaran yang dialami akan memacu otak untuk berubah dan mengatur ulang sirkuit sarafnya sendiri. Misalnya, plastisitas otak pada pemusik ditunjukkan dengan perbedaan volume area otak tertentu yang berhubungan dengan musik (motor, parietal, temporal). Pada pemusik profesional, volumenya paling besar. Sedangkan pada pemusik amatir volumenya sedang dan paling kecil pada non-pemusik. Dengan kata lain, latihan musik yang berjam-jam setiap harinya mengubah struktur otak para pemusik. Rahasia dari Plastisitas Otak Plastisitas otak juga dikenal sebagai neuroplastisitas yang memiliki arti otak secara fisik memiliki kemampuan dalam perubahan respon terhadap pembelajaran baru atau rangsangan. Plastisitas otak bisa terjadi pada usia berapapun. Plastisitas otak adalah kekuatan yang mendorong perubahan positif dalam otak. Penurunan kognitif dianggap bagian normal dari penuaan. Banyak penelitian telah membuktikan bahwa orangorang yang aktif secara mental tampaknya tidak memiliki penurunan kognitif yang banyak. Ada program yang dirancang untuk merangsang tingkat tinggi aktivitas mental sehingga mereka mungkin terlibat dan langsung plastisitas otak. Anda dapat meningkatkan plastisitas otak dengan menggunakan program pelatihan otak. Mendorong otak untuk belajar keterampilan baru harus membangun dan memperkuat jalur saraf. Studi baru telah membuktikan otak memiliki kemampuan luar biasa untuk membenahi jalur, membuat koneksi baru, dan bahkan membuat neuron baru (neurogenesis). Plastisitas otak adalah fungsi penting bagi semua orang, karena menyimpan dan menafsirkan informasi baru selalu diperlukan dalam kehidupan sehari-hari Anda. Otak kadang-kadang juga mampu memperbaiki dirinya sendiri jika ia terluka dan dapat menyimpan informasi di bagian lain dari otak atau menggunakan wilayah otak yang berbeda untuk melakukan tugas tertentu. Neuroscience dan studi plastisitas otak menjadi semakin populer. Para ilmuwan dapat menggunakan teknik pemindaian baru dan teknologi lainnya untuk mempelajari otak, rangsangan penelitian, dan bereksperimen dengan organisme hidup. Semakin meningkatnya penuaan di seluruh dunia, kebutuhan untuk menjaga mental yang baik dan kesehatan otak menjadi semakin penting dalam masyarakat . Kebugaran otak dan latihan mental lainnya adalah kunci untuk membantu orang mengalami kualitas hidup yang lebih besar seiring berjalannya waktu. Plastisitas otak memainkan peran utama dalam proses tersebut. Otak merupaka organ penting bagi tubuh, otak menjadi pusat utama untuk mengatur segala sesuatu yang Anda lakukan. Anda harus memanfaatkan fungsi otak dengan sebaik mungkin. Dan jangan biarkan penyakit berbahaya seperti kanker otak menyerang Otak Anda.