Anda di halaman 1dari 37

BAB 3 PROSES DAN IMPLEMENTASI REINTEGRASI

Oleh: Mock Nurhasim

3.1. Pengantar

senjata -yaitu Gerakan Aceh Merdeka dan Tentara Nasional Indo

tersendiri, sebagai kelompok yang kecewa.

MI) mendekatainya melalui kerangka resolusi konflik yang suda

an bersenjata (security arrangement). Setelah tahap ini dia

43

Reintegrasi Pak Aceh Pasca Moll Helsinki

untuk mentranformasikanelompokbersenjatamenjadi k kekuatan politik.

k wadah KPA (Komite Peralihan Aceh). Meskipun telah terbentuk

dari kekuatan politik di Aceh.

hir Januari hingga Juli 2005, pemerintahan yang baru --Su

buah lembaga yang dipimpin bekas Presiden Finlandia Martti

44

Proses dan Implementasi Reintegrasi

baru i dalam menyelesaikan

n MoU Helsinki pada 15 Agustus 2005. Walaupun perjanjian ini

tuk mengakhiri separatisme Aceh melalui kebijakan politik pen Helsinki.

peraturan perundang-undangan; hak asasi manusia; amnesti d

Republik Indonesia (WNI). Hal itu ditempuh dengan cara

katan ba' ini lebih menekankan pada cara-cara dialog dan pemberian pengampuna

Utama Graifti, 1989), hlm. 78-83.

us 2005 secara umum berisi butir-butir tentang pemerintahan, reintegrasi sosial d

45

R e in te g ra si P o litik A ce h P a sca M o il H e lsin k i

an, kompensasi ekonomi, dan peluang politik bagi mantan anggot GAM ke dalam Reptifilik Indonesia.

mencapai hal itu sehingga kita dapat menggambarkan integrasi dan

yarat secepat mungkin dan selambat-larnbatnya 15 hari setelah penandatangana

kat dan kompensasi bagi tahanan politik dan kalangan sipil. Pemerintah akan mema

46

Proses dan Implementasi Reintegrasi

atis seperti di Aceh, adalah merupakan masalah bagi integrasi

integrasi politik di suatu negara. Secara konseptual, integrasi dalam pengertian yang luas

k pada adanya suatu pembauran dan penggabungan yang me

(2) tahun berjalan?

gian integral dari sistem politik suatu negara; dan kedua, baga

tegrasi," dalam Bahar dan Tangdililing, Integrasi Nasional Teori, Masalah dan

47

i R e in te g ra s i P o lili e h P a s c a M o U H e lsin k i kAc

pendekatan dan pandangan antara Pemerintah Republik Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

ep "self-government," di satu . sisi, dengan ciri adanya kekhusu

GAM tidak lagi meminta merdeka.

ments, international monitors, accepting further talks of self-g security arrangements, international
5

Wawancara dengan Muhammad Nur Djuli di Banda Aceh, Juni 2007. 6Damien Kingsbury, Peace in Aceh A Personal Account of the Helsinki Peace rocess, (Jakarta: PT Equinox Publishing Indonesia, 2005), him. 35-37. 7Wawaneara dengan Muhammad Nur Djuli di Banda Aceh, Juni 2007.

48

Proses dan Implementasi Reintegrasi

Helsinki hanya plan A, adalah meminta partai politik lokal sebag

yang akan diformulasikan setelah MoU ditandatangani.

8/2001 tentang Otonomi Khusus bagi Aceh. Dengan konsep otono

mengintegrasikan wilayah yang terus bergolak ini.

tegrasi politik. Dari lima babak pembahasan MoU Helsinki tampa

"Kingsbury, "Peace in Aceh..., " hlm. 35-37. Wawancara dengan Muhammad Nur Djuli di Banda Aceh, Juni 2007. Mamma

an tersebut -khususnya Nurdin Abdurrahman sempat marah karena yang dibacakan

49

Reintegrasi Politik Aceh Pasca Moll He!sink

Pada putaran keempat dan kelima, Pemerintah RI sangat khawa

la percaya Martti membela kepentingan Indonesia.

ra delegasi Pemerintah RI pada perundingan putaran keempat m

politiknya.

bila tidak terjadi perubahan dan percepatan konstelasi kekuas

gan Ketua BRA Aceh yang juga mantan juru runding GAM, M. Nur Djuli di Banda

50

Proses dan lmplementasi Reintegrasi

adalah inti dari proses integrasi politik di Aceh. Oleh karena itu, a

uk mendorong mantan GAM dalam struktur pemerintahan RI, seh maupun dengan pihak elit Jakarta.

k mempercepat integrasi politik dibutuhkan instrumen yang di adanya k integrasi politik mensyaratkan 11 K jaminan atas praktekikir dri Sencer praktek demokrasi yang kuat.

jalannya sistem demokrasi, dan aktor-aktor yang memegang teg

dari suatu sistem yang demokratis, di mana intinya terletak pad 12 dialog dan menghindari cara-cara kekerasan. Transformasi dari gerakan senjata menjadi gerakan politik -

an dengan adanya peluang bagi mereka untuk ikut dalam pem

ntegration, (Lanham, Maryland: Rowman and


12

Littleifeld,

1998), khusu

Ibid. 51

R e in te g ra s i P o R ik A c e h P a s c a M o U H e lsin k i

atis. Di sisi yang lain Menurut Damien, keberadaan partai nasional

hak dasar warga Aceh. SeIama konflik, hak politik bangsa Aceh telah dina

anggota GAM yang berada di Aceh akan mematuhi keputusan "13 petinggi GAM yang berunding di Helsinki

merintahan sendiri dan partai lokal. Menurut Malik Mahmud, parta

"...Sejak berada di dalam Republik Indonesia, rakyat Aceh selalu

masyarakat. Dengan pengalaman itu, dalam upaya penyelesaian masala

uatan demokrasi dan civil society di Aceh memandang reintegrasi

"Wawancara dengan Ketua BRA Aceh yang juga mantas juru rending GAM, M. Nur Djuii di Banda Aceh, Juni 2007. "Lihat wawancara Malik Mahmud dengan Majalah Tempo, edisi. 22/XXX1V/25 - 31 Juli 2005.
52

Proses dan Implementasi Reintegrasi

uk disatukan, dikembalikan menjadi warga negara biasa. Persoa

bagaimana strategi untuk proses penyatuan tersebut harus dilakukan.

endiri yang menyerah pada saat darurat militer, sehingga m

kenyataannya justru terjadi distorsi-distorsi.

m dua tahun setelah MoU ditandatangani, masih belum

di sisi lain kita masih menganggap ada kelompok lain yang dis

15Wawancara dengan narasumber di Banda Aceh, Mei 2007.

53

Reintegrasi Politik Aceh Pasca WU Helsinki

lam butir 3 (3.1-3.7) diartikan oleh Nur Djuli secara kasar seba

daerah dan memberikan tannbahan-tambahan yang berkaitan dengan r

erintahan Aceh salt ini adalah pemerintahan transisional. Tidakl

dengan Ketua BRA dan mantan juru rending RI, M. Nur Djuli di Banda Aceh, Juni 2007. "Wawancara dengan Asisten 1 Pemerintahan Aceh di Banda Aceh, Mei 2007.

16Wawancara

54

Proses dan implementasi Reintegrasi

nsasi atau apalah kepada 3000 eks kombatan dengan jumlah 25 juta p

un dalam BRA [BRDA] telah menyusun program, tetapi desain pr

kan, jadi hanya semata-mata penyaluran sejumlah bantuan yang besam

18Wawancara

2007.

dengan Ilumatn Hamill, Intelektual Unsyiah di Banda Aceh, Mei

55

Reintegrasi Poll& Aceh Pasca MoU Helsinki

per jiwa 3 juta, dana kompensasi korban konflik, bantuan kombatan GAM

dikatakan sebagai suatu tindakan yang terintegrasi sebagaimana d

n integrasi tidak disentuh sama sekali. ldealnya, reintegrasi haru bentuk balk yang bersifat fisik maupun non-fisik. 3.3. Program-program "Charity" Integrasi

amun di sisi lain memunculkan kekhawatiran. Dikatakan ada harapa

erdeka. Namun, di sisi yang lain sekaligus memunculkan kekhawa

19Wawaneara

dengan Ketua BRDA Aceh litara di Aceh tltara, Mei 2007 .

56

Proses dan Imptementasi Reintegrasi

yang diterapkah, cenderung bukan sebagai jalan panjang bag integrasi politik yang sesungguhnya.

nghentikan konlfik, perjanjian ini memunculkan harapan untuk m

yang tergabung dalam GAM kembali ke pangkuan ibu pertiwi, `p1 ) khususnya denganrogram program- reintegrasi GAM secara p o litik , b u d a y a d a n e k o n o m i. H a r a p a n a t a s p e r ja n jia masyarakat Aceh secara luas, bahkan ketika perjanjian ini d
21

lapisan masyarakat Aceh melakukan sujud syukur di masjid dan dan tujuan.

at, agar GAM kembali sebagai anak bangsa yang telah lama ber

nesia ditempuh melalui jalur amnesti atau pengampunan, serta

i . Pemerintah RI sesuai dengan prosedur konstitusional,

ng yang telah terlibat dalam kegiatan GAM sesegera mungkin

MoU. 2. Narapidana dan tahanan politik akan dibebaskan tanpa syarat secepantmungkin dan selambat-Iambatnya 15 hari setelah penandatanganan MoU. 3. Sebagai warga RI, semua orang yang telah diberi amnesti atau dibebaskan dari Lembaga Pemasyarakatan
N

Dalam MoU Helsinki secara khusus poin tentang integrasi menyebutkan akan adanya program-program tersebut. 21 Beberapa koran lokal seperti Serambi Indonesia dan Waspada yang

ni pada 15 Agustus 2005. Beberapa upaya sujud syukur meluas dilalcukan di Aceh

57

Reintegrasi Politik Aceh Pasca MoU Helsinki

h semua hak-hak politik, ekonomi, sosial serta hak untuk berp Aceh maupun pada tingkat nasional. 4. Pemerintah kI dan Pemerintah Aceh akan melakukan

up: pemberian kemudahan ekonomi bagi mantan anggota GAM

dibentuk. 5. Pemerintah RI akan mengalokasikan dana bagi Pemerintah Aceh. 6. Pemerintah RI akan mengalokasikan tanah pertanian dan

da publik dan perorangan yang hancur atau rusak akibat ko

an pasukan GAM ke dalam masyarakat dan kompensasi bagi t a. Semua mantan pasukan GAM akan menerima alokasi mampu bekerja; b. Semua tahanan politik yang memperoleh amnesti Pemerintah Aceh apabila tidak mampu bekerja; c. Semua rakyat sipil yang dapat menunjukkan kerugian

g pantas, pekerjaan, atau jaminan sosial yang layak dari Peme

kasi tanah pertanian yang pantas, pekerjaan, atau jaminan

konlfik akan menerima alokasi tanah pertanian yang pantas,

58

Proses dan implementasi Reintegrasi

sosial yang layak dari Pemerintah Aceh apabila tidak mampu

lam GAM ke dalam masyarakat mulai dari: penerimaan, pembe

(a) Pada 28 Nopember 2005, dibentuk Tim Sosialisasi No. 330/255/2005) (b) Pada 24 Desember 2005, dibentuk Forum Bersama Pendukung Perdamaian Aceh (SK Gubemur Prov. NAD No. 330/406/2005) (c) Pada 11 Februari 2006, dibentuk Badan Reintegrasi Mantan Anggota GAM ke dalam Masyarakat (SK Gubemur Prov. NAD No. 330/032/2006) (d) Pada 13 April 2006, dibentuk Badan Reintegrasi-Damai

man Damai antara Pemerintah RI dengan GAM di Helsinki (S

m Bersama Pendukung Perdamaian Aceh; Badan Pelaksana Rein

na di sebut di atas. Tim Sosialisasi MoU Helsinki. Tim ini menso

eluarkan oleh BRA Aceh pada Presentasi BRA dalam acara Kunjungan Kerja TPPNK

59

R e in te g ra s i P o !k ik A c e h P a s c a M o U H e lsin k i

mpak didominasi oleh birokrasi. Walaupun demikian, mereka beb

budaya semacam ini masih kurang -aksimal.

mun, dalam perjalanannya, BRA mengalami kendala secara str

emudian mengundurkan diri, karena BRA dianggap tidak dapat 23

uo bulan setelah dibentuk, BRA kemudian direstrukturisasi, k

an eifsien. Keanggotaannya juga4 direvisi, tidak lagi terdapat 2 nsur GAM, LSM dan intelektual. Dalam perubahan tersebut,

karena lembaga ini sudah mendapat seluruh pelimpahan o

hingga semua kebijakan dan pengendalian dapat diputuskan di 25 Banda Aceh. Versi lain menyebutkan bahwa keluarnya unsur GAM dalam BRA karena pihak GAM memprotes cara kerja BRA

uamya kelompok GAM karena mereka merasa tidak puas dengan cara kerja BRA

engumpulan data di lapangan di Aceh Utara pacts Juni 2006. 24Komentar Gubenrur Mustafa Abubakar, Serambi Indonesia, 17 Juni 2006. 251-1a1 itu disampaikan Pj Gubernur NAD, Mustafa Abubakar dalam rapat khusus

a-sela mengbadiri Rakornas Apeksi di Hotel Aston, Palembang, Sumatera Selata


60

Proses dan Implementasi Reintegrasi

es ini dilakukan disebabkan karena BRA tidak dapat bekerja, diprotes oleh para mantan GAM maupun pihak-pihak yang merupakan korban konflik. Restrukturissai BRA (propinsi) hingga ke BRA Kabupaten-kabupaten.

han badan ini oleh pemerintah, sehingga struktunrya kemudia

30/106/2006) yang sama dengan unsur-unsur yang berbeda dan se

Pengawas Reintegrasi-Damai Aceh.

pkan empat (4) program yang merupakan lingkup kegiatan yang 1. Bidang Ekonomi E E Memberi kemudahan ekonomi Memberi kesempatan kerja E E Alokasi lahan pertanian, dsb. 2. Bidang Politik, Hukum, Keamanan dan HAM E E Melanjutkan sosialisasi MoU E E Mendorong penyusunan RUU PA Mendorong Pilkada 2006 tepat waktu E E Mendorong pendirian partai lokal

E Mendorong pembentukan Komisi Kebenaran dan Rekonsilias pada Presentasi BRA dalam acara K u n ju n g a n K e rja T P P N K B a n d a A c e h , 2 6 A p r il 2 0 0 6 .
26Poin-poin yang dikeluarkan oleh BRA /web

61

R e in te g ra si P o litik A c e h Pa sc a M o ll H e lsin k i

K E E Mendorong Pembentukanomisi Bersama Penyelesaian Klaim E E Memberi dukungan kepada AMM E E Mendorong rehabilitasi PNS yg terlibat GAM Mendorong mantan GAM menjadi TN1/POLRI E E Mendorong pemulihan kewarganegaraan E E Mendorong pembententukan Pengaditan HAM di NAD 3. Bidang Sosial dan Kesejahteraan Rayat E E Memberi jaminan sosial yang layak E E Merehab harta publik/personal yang rusak Memberi bantuan pendidikan Memberi bantuan kesehatan Melanjutkan bantuan jadup E E Melanjutkan bantuan diyat E E Mendorong kegiatan tradisional ke arah Ishiah 4. Bidang Data dan Money (Monitoring dan Evaluasi) E E Mengumpul dan mengolah data E E Monitoring dan Evaluasi implementasi program Reintegrasi

egrasi melalui Jangka Pendek,27 Menengah28 dan Panjang.29 Dies

erta anggaran BRA tahun 2005-2006; 2.Tersusun Buku Pedoman dan 'criteria kor laporan BRA secara berkala.

bansos dan pemberdayaan ekonomi TA 2006 melalui BRA Kab/Kota; 4.Terealisasi

62

Proses Proses dan Implementasi Reintegrasi implementasi Reintegrasi Reintegrasi Politik Aceh Pasca MoU Helsinki dipercaya oleh kedua belah pihak yang dapat dipercaya untuk menyelesaikan sengketa Sudah Mendorong at kompensasi ekonomi. Tabel di bawah ini sekurang-kurangnya m dilakukan Masalah di lapangan yang terjadi berkaitan dengan tingkat pendidikan mantan GAM rehabilitasi PNS (termasuk yg terlibat GAM - pemberian terhadap orban konflik (meninggal dunia/hilang; ahli waris dari korba Tabel 3.1. Mendorong mantan Belum dilakukan (akan Masalah di lapangan yang terjadi Politik dan Implementasinya mantan GAM GAMProgram Integrasi berkaitan dengan tingkat pendidikan menjadi terganjal oleh aturan TNIIPOLRI teknis untuk menjadi Progra imWement Problema anggota TNI-POLRI Sosialisasi Melanjutkart sosialisasi sebagian besar Survei yang dilakukan oleh karena MoUBank Dunia 2005 menjelaskan MoU Helsinki mantan anggota GAM masihbahwa hampir sebagian besar relatif dirakukan itdakmantan kombatan GAM secara berpendidikanj. emulihan parsial. Sudah dilakukan. kurang memahami langkahn pantas; jaminan sosial; dan pekerjaan. Sudah dilakukan Munculnya M e nd o r o n g kekecewaan tertentu dan pihak GAM atas penyusunan i penertiban KTP Merah Putih yang berlaku sejumlah pasai dalam dengan KTP yan pada Operasi Terpadu UU No. RUU PA Belum HAM Masih belum yang dipandang pembententukan Pengadilan dilakukan. 11/2006 dapat diwujudkan. di Masih dalam proses Mendorong Pilkada 2006 tepat waktu pengarah (dalam hal ini adalah Menko Polhukam dan Menko Ke

Sumber:

Diolah

dari berbagai somber.

an Banda Aceh menimbulkan ketidakpuasan karena sebagian besar pemilih tidak terda

urang dilakukan, sehingga muncul persepsi lain. Sebagian man dinas-dinas hingga ke tingkat kabupaten. merintahan sendiriBelum dilakukan (self-government). Salah seorang anggo Mendorong pendirian " partai tokal

uatan ideologis belum sepenuhnya berhasil dilakukan. Komite Peralihan Aceh (KPA)

mendasar bagi upaya untuk mendorong reintegrasi secara p


Belum dilakukan

dalam RI. si sebagai pemantauan, di dalamnya juga terdapat forum-forum


Belum dilakukan

Konstitusi, institusi KKR di Aceh tidak akan bekerja maksimal untukmendorong reko di bidang politik, dapat dianalisis bahwa program-program

U KKR dicabut oleh Mahkamah Konstitusi.

Sudah dilakukan akbar; dan 3:Terkirim laporan BRA secara berkala. Pada jangka panjang ini akan d
kurang adanyalembaga yang dapat

30Wawancara dengan berlikai. Pasca bubamya AMM Mei 2007. bagi kedua belah pihak yang anggota KPA di Aceh Utara,ditakutkan

64

63 65

Reintegrasi

olitik Aceh Pasca Mot! Helsinki

sebagaimana dijelaskan oleh Ketua FKK bahwa fungsi sosialisa

batas, sehingga belum dapat menjangkau masyarakat secara 31 Dampaknya, ada persepsi lain bahwa perundingan di

ai jalan bagi referendum dan kemerdekaan di Aceh. Hal ini menur

ilayah pedalaman (gampong-gampong), karena proses 32 sosialisasi yang salah. Di bidang politik yang paling penting dan mendasar untuk

atan --- Tentara Neugara Aceh (TNA) dulu AGAM (Angkatan Gerakan

ansformasi kekuatan kombatan menjadi kekuatan politik yang dapat dikontrol oleh Undang-undang. Metamorfosis TNA

ur dan tunduk pada kerangka perundang-undangan. Akan sanga akan diatur menurut UU Partai Politik.

tertutup, yang keanggotannya hanya berasal dari mantan GAM. Bah

3IWawancara
32

/bid.

dengan Ketua FKK di Banda Aceh, Juni 2007.

66

Proses dan implementasi Reintegrasi

seteng- ah militer dalam kehidupan bermasyarakat, berpolitik dan dalam dunia ekonomi.

h dapat terganggu. Salah satunya karena esklusivitas mantan an

reintegrasi sebagaimana disebut dalam MoU Helsinki.

merintah RI kepada beberapa kelompok. Charity integrasi dan/a

oleh Pemerintah Pusat sebagai implementasi dari MoU Helsinki.

berikan kepada Mantan TNA, Tapol/Napol, masyarakat korban kon

67

Proses clan Implementasi Reintegrasi

Reintegrasi Politik Aceh Pasca MoU Helsinki

rumah, tetapi dntuk membeli Motor Honda. Kasus ini misalny 33


Tabel 3.2.

a umum, rincian program-program BRDA hingga Mei 2007 tam Analisis atas Program Bidang Ekonomi BRA IBRDA]

Sulit karma Memberi kemudahan dilakukan,Tabel 3.3. ekonomi pada - praktiknya, Penyaluran Dana Reintegrasi (hingga Mei 2007) program-program lebih Sisa K e lo ekonomi. Untuk disain sebuab program ekonomi yang sifat cakup Target engan kompensasim p o k bersifat sesaat, berupa RealisaN No kompensasi 0 0 5 Sasaran Persentase 2 2006 T o ta l

P r o g r a m Im g e m e n t a s i

Problematik

A. Pemberdayaan Ekononi M a n ta r t T N A 3 0 0 0 o ra n g 1 .0 0 0 ora n 2 .0 0 0 ora n g3.000 g 1 0 0 .0 0 0 o ran g 2. T a p a tiN a ,o p t 2 r95orang p 1.50 0 o ra n g7 3 .7 1 535 wag 0 kec am a tan 0pra n g 67 rang 1.50 a Masmaka 221 0 67 3 0.3 2 154 Memberi Kkesempatan [BRDA] tidak BRA t o rb a n kematan kecamatan kecamatan k e c a rm a ta n 4. menyentuh programkeda K e lo r rip o k program ini. a. GAM 6 .2 0 0 o ra n g1.200 5.0 0 o ran g 1 0 0 .0 0 0 oran g 6.200 gang sang baga, seperti non A [BRDA] dan BRR atau lembaga lainnya, tetapi membeir kesempalan BRA TN 3 .2 0 4 1 0 0 .0 3 .20 4 2 .7 0 4 0 o ffin g b. G A M 0 oran g 50 0 o ran g o ran g 250 0 M e n y e r a h o ra n g 6 1.5 4 4.0 0 0 B. Bidang Sosbud 2 1 .0 0 0 oran5t7 orang 1 9 .5 97 oran g 0 .1 1 4 orang5.7 8 g 2 9 1 4 0 3 o ra n g E o fra t 2. Rumah 1 4 .0 0 0 u n it 3 .2 5 3 u n it 1 .7 2 5 4.9 7 8 un it 3 5.5 6 0022

Alokasi lahan Carat Tidakgang0 o ra n gsesuaio ra n g Korban pertanian, 3.600 berjalan 5 50 1 5 .2 8 3050 550 pet dsb.4 Pera ya n a n 3 p a k e t dengan 1 pa k et 1 rencana, 2 pak rang 6 6.6 7 1 5 K e g ia tan kompensasi untuk et ada 1 paket 0tidak 0 pertanian ini dengan sejumlah uang, akib pa k lahan 0 pak et 0.0 1 bahkan AI justru mengganti Somber: Forbes implementasi Mei 2007. tidak Damai Aceh, mengenai butir int.

ngkat seniata.

Sumber: Diolah dari beberapa sumber

na 25 juta maisng-masing orang. Cek telah diserahkan pada ta

ut bukan dalam wujud pemberdayaan ekonomi, karena sifat pen

33Wawancara

dengan Ketua BRA Aceh Utara, Mei 2007.


69

68

R e in te g ra si P o fitik A c e h P a sc a M o ll H e lsin k i
34

ahkan hiifgga mencapai 40.000 orang. Karena jumlahnya

dana tidak dapat langsung ke masing-masing orang, bahkan d

agi oleh KPA karena penyaluran tidak diberikan 3kepada yang 5 ersangkutan, tetapi'melalui panglimanya masing-masing.

ng direncanakan dapat menjadi "modal awal," minimal untuk b

ana dengan munculnya kompensasi terhadap kelompok berkate

sar pada masa darurat militer. Sem entara bagi kelompok sa

bunuh itu sekitar 50 ekor unta, diperkirakan oleh BRA sebanya

Aceh, Mei 2007. Hal ini juga diakui oIeh sebagian besar narasumber yang diwaw

m a y a n g r a p a n g a n . Vawancara dengan Ketua FKK di Banda Aceh, Juni 2007. 3f1Nawancara dengan mantan Ketua BRA, Yusni Sabi, di Banda Aceh, Mei 2007.

70

Proses dan Implementasi Reintegrasi

sebagai kompensasi agar mereka dapat membangun rumah 37 kembali. Terhambatnya penyaluran dana untuk tahun 2006,

0 milyar. Masa tugas AMM yang diperpanjang hingga pelalcsana

diprogramkan untuk masyarakat korban konflik, diyat, korban 38 cacat dan rumah yang dibakar/rusak. Dari segi kesiapan infrastruktumya, BRA yang dirancang

ar harus dibentuk. Pada awalnya, BRA unsumya terdiri atas wak

tarik menarik 9antarkekuatan yang mewakili unsur-unsur yang 3

ntan anggota GAM yang menyerah sebelum MoU Helsinki. Sem

dari kepengurusan BRA. kedudukannya di BRA tidak efektif, karena lembaga ini
"Wawaneara dengan staf BRA di Banda Aceh, 30 Mei 2007. /bid. 39

nya minim menyebabkan unsur GAM, intelektual dan NGO ke

71

Reintegrasi Politfk Aceh Pasco MoU Helsinki

airan dana yang terkesen dihambat oleh pemerintah pusat, seh Faktor lain yang mempengaruhi adalah

me untuk memperoleh bantuan pun menjadi alasan para ang

Integrasi Politik Partai GAM dan Kegamangan Pemerintah RI

khususnya tentang partai politik lokal. Meskipun pada saat p

n aspek les spesialist yang berkaitan dengan kekhususan d

Bab XI yang mengatur tentang partai politik lokal.

mendeklarasikan Partai GAM pada 7 Juli 2007 yang lalu. Keh

Aceh Peduli Perempuan (PARA), Partai Serambi Persada 4? n Partai Darussalam. Di antara pendirian partai-partai terse
44) Waspada,

4 Oktober 2007.

72

Proses dan Implementasi Reintegrasi

dari sejumlah elit politik di Jakarta, dibandingkan dengan lainnya.

n merdeka. Bahkan, pihak RI mengatakan GAM seakan?akan GAM ini.

usyawaratan Rakyat Amien Rais meminta pemerintah mel

sannya, penggunaan nama GAM dapat mengancam keutuhan 4' atuan bangsa. Tanggapan yang keras berasal dari Gubemur

u jajak pendapat sebagaimana pernah diterapkan di Timtim. S

ebangkitan dari kelompok separatis.42

tunjukkan oleh POLRI yang bahkan akan menindak secara

erakan Aceh Merdeka (GAM) oleh para petingginya... Demi Kamtibnas, ad

ar bila reintegrasi secara politik akan dipercepat di Aceh pas

41 42

43

www.tempointeraktif.corn, 8 Jolt 2007

Koran Tempo, 10 kill 2007. Antara, 25 hill 2007.

73

Reintegrasi Politik Aceh Pasca MoU Helsinki

mpertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia

hadimya Partai GAM.

embiaran ini menandai bahwa Pemerintah Pusat dan institusi ya

bawah KPA, sepertinya berjalan dengan sendirinya.

embentukan dua jenis partai politik untuk Aceh, pertama adal

74

P dan Implementasi Reintegrasi

Pusat untuk memfasilitasi inilah terkesan lemah, bahkan pendirian partai lokal kurang difasilitasi.

anlah sesuatu yang mudah, karena pada kenyataannya masal

n sejumlah tokoh GAM di

44

dengan elit-elit politik di tingkat

artai tersebut, karena berbau separatis. Artinya, ada celah cu antara mantan GAM dengan elit-elit politik nasional.

M sendiri sebenarnya kaget dengan respon yang dianggap berle

pemerintah Indonesia yang menolak partai mereka. Dia juga menolak an

h Ketua PRA, bahwa penolakan sejak awal hadirnya Partai GAM

aya betul ini adalah hak mereka. Kita bukan membangun masyaraka

kebijakan dan visi-visi pembangunan barn. Simbol-simbol bendera 46 dan sebagainya itu kan hanya eforia sesaat ..."

, diupload

"Pendi ri an Par tai GAM i n i dil aku kan ol eh Mal ik Mahmud yang menandatangani MoU Helsinki. 45
14 November

2007. 46Majalah Pantau, Juli 2007.

75

Relate? rasi Politik Aceh Pasca MoU Helsinki

dan disahkan sebagai badan hukum oleh Kantor Wilayah Depa

dalam merespon masalah ini.

aan disintegrasi politik mantan kombatan yang sernakin besa

reintegrasi politik tidak akan terpenuhi.

napa, karena bagaimanapun pihak GAM tetap akan menghorm

76

Proses dan Implementasi Reintegrasi

an GAM amat berarti bagi mantan anggota GAM dan pemerinta

dalam NKRI.

kan mereka lanjutkan. Tujuannya jelas, untuk memperoleh du

politik. Mengenai hal ini, dipengaruhi oleh, pertama, elit parp

77

Reintegrasi Politik Aceh Pasca MoU Helsinki

parpol nasional dalam memperebutkan basis dukungan politik

sebenamya adalah setengah parpol.

a di Aceh. Pertanyaan kita, bila parpol lokal termasuk parpol ya

3.5. Posibilitas Charity reintegrasi

maksirnal. Hal ini secara langsung maupun tidak langsung aka

78

Proses dan Imptementasi Reintegrasi

Kelemahan mendasar dad segi konseptualnya, terletak pada pendefisinian reintegrasi itu sendiri. Tidak ada disain yang jelas dari dad BRA sebagai badan pelaksana maupun Pemerintah Pusat yang menyiapkan keputusan politiknya (semacan Keputusan Presiden). Ira tentu berdampak pada model integrasi 41 yang hendak dikembangkan di Aceh. Idealnya BRA menyusun

sifatnya hanya konsumtif, bukan untuk menciptakan usaha y

berorientasi jangka panjang.

n berubah menjadi BRDA untuk dapat melakukan kebijakan ters

digantikan dengan pemberian dana.

mantan anggota GAM dan kelompok sasaran lainnya kesulitan. Artinya, BR

47Wawancara

dengan Burnam Harnid di Banda Aceh, Mei 2007.

79

Reintegrasi Politik Aceh Pasca MotJ Helsinki

al pembentukannya, karena ternyata mereka k?s_ulitan melak

ditentukan.

ebih banyak yang terlibat dalam struktur sipil GAM. Tak satupun

ktif sudah menikah, dan kelompok ini memiliki rata-rata 2.5 48 nak. Dari komposisi umur tersebut, mata pencaharian GAM

rjaan dan sebagian besar adalah petard atau pedagang keel

80

dan ImplernentaslReintegrasi

edesaan clan telah kembali ke desa mereka. Sejak MoU, kurang 49 dari 2% bermigrasi dari desa ke kota. Mengapa sektor pekerjaan ini justru tidak menjadi basis

an lembaga ini hanya khusus untuk menyalurkan dana kompen

Mengenai hal ini, akan di bahas pada bab selanjutnya.

alitas yang perlu dibentuk untuk mengatakan bahwa butir?but

am kelompok separatis; korban konlfik; maupun unsur-unsur ma

Pusat dalam menyelesaikan persoalan Aceh.

tegrasi ataukah sebaliknya memberi peluang bagi bibit-bibit di

49

m id . 81

Reintegrasi PoBilk Aceh Pasco MoU Helsinki

erkaitan dengan kepercayaan diantara berbagai pihak dalam integrasi. Sejauhmana tingkat

lam Republik Indonesia, sebaliknya GAM juga menuduh Peme

82