Anda di halaman 1dari 17

SUBKELAS ZINGIBERIIDAE

Laporan

Ditujukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Botani Phanerogamae

Disusun Oleh : Atikah Noyalita Khadijah Ratih Rahmita Yusuf Rizki Habibi H1A0901041 H1A0901046 H1A0901049 H1A0901044

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUKABUMI 2012 1

PRAKTIKUM 10 SUBKELAS ZINGIBERIDAE A. Tujuan 1. Untuk menemukan ciri-ciri familia-familia dalam subkelas Zingiberidae 2. Untuk membandingkan tingkat kemajuan/keprimitifan anggota-anggota subkelas Zingiberidae 3. Mengetahui karakter yang khas dari familia-familia dalam subkelas Zingiberidae 4. Mengetahui spesies-spesies dari familia-familia dalam subkelas Zingiberidae B. Dasar Teori Subkelas Zingiberidae sebagian besar berupa herba. Daun pada umumnya roset batang. Bunga dalam karangan, seringkali ada braktea yang berwarna. Bunga ada yang biseksual ada yang uniseksual, ada hipogyn tetapi sebagian besar Epigyn. Stamen berjumlah 6 dalam dua lingkaran, tetapi serikngkali hanya 5 atau 1 stamen saja yang fungsional sedangkakn sisanya steril atau berubah menjadi stamenodium yang petaloid. Gynoecium tersusun dari 3 karpel, beruang 3 atau kadang-kadang beruang (Tjitrosoepomo, Gembong. 2009). Subkelas Zingiberidae terdiri atas 2 ordo, 9 familia, dan kurang lebih 3800 spesies. Kedua ordo anggota Zingiberidae yaitu ordo Bromeliales dan ordo Zingiberales. Kedua ordo kurang lebih mempunyai jumlah spesies yang sama akan tetapi ordo Bromeliales hanya terdiri atas satu familia yaitu Bromeliaceae. Ordo Zingiberales mempunyai 8 familia yaitu : Strelitziaceae, Heliconiaceae, Musaceae, Lowiaceae, Zingiberaceae, Costaceae, Cannaceae, dan Marantaceae. Zingiberidae menyerupai Liliidae (dan berbeda dari Commelinidae) pada umumnya memiliki nectaries septum dan biasanya memiliki kapal terbatas pada akar. Mereka menyerupai Commelinidae (dan berbeda dari sebagian besar Liliidae) dalam memiliki sepal dan kelopak baik dibedakan dalam warna dan tekstur dan memiliki perbungaan bracted. Sebuah paralel karakteristik menyirip- venasi terlihat pada 8 familinya (Tjitrosoepomo, Gembong. 2010). Ordo Liliidae kebanyakan berupa terna perennial, mempunyai rimpang, umbi sisik atau umbi lapis, kadang-kadang juga berupa semak atau perdu, bahkan berupa pohon, ada pohon, ada pula yang merupakan tumbuhan memanjat. Daun tersebar pada batang atau merupakan rozet akar. Bunga banci, atau karena adanya reduksi salah satu alat kelaminnya menjadi berkelamin tunggal, aktinomorf atau zigomorf, biasanya tersusun dalam rangkaian yang bersifat rasemos. Hiasan bunga berupa tenda bunga berbilangan 3 yang tersusun
2

dalam 2 lingkaran, menyerupai mahkota, kadang-kadang seperti kelopak, tetapi jarang dapat dibedakan dalam kelopak dan mahkota. Benang sari bisanya 6, dalam 2 lingkaran, lingkaran yang dalam sering kali tidak ada. Bakal buah menumpang atau tenggelam (Tjitrosoepomo, Gembong. 2010). Kebanyakan beruang 3 dengan bakal biji yang anatrop. Buahnya buah kendaga atau buah buni. Biji dengan endosperm berdaging atau seperti tanduk. Warga bangsa Liliales mempunyai daerah distribusi yang sangat luas, meliputi semua daerah beriklim sedang dan beriklim tropika, sebagian kecil di daerah-daerah iklim panas. Famili Liliaceae terna dengan rimpang atau umbi lapis, kadang-kadang semak atau perdu berupa tumbuhan memanjat. Daun tunggal, tersebar pada batang atau terkumpul sebagai rozet akar, adakalanya tereduksi dan cabang-cabang berubah menjadiklakodium. Bunga kecil sampai sangat besar dan amat menarik, kebanyakan banci, aktinomorf atau sdikit zigomorf. Hiasan bunga berupa tenda bunga yang menyerupai mahkota dengan atau tanpa pelekatan berupa buluh, terdiri atas 6 daun tenda bunga, jaranga hanya 4 atau lebih dari 6, kebanyakan jelas tersusun dalam 2 lingkaran. Benang sari 6, jarang sampai 12 atau hanya 3, bergadapan dengan daun-daun tenda bunga. Tangkai sari bebas atau berlekatan dengan berbagai cara. Kepala sari beruang 2, membuka dengan celah membujur, jarang dengan suatu liang pada ujungnya. Bakal buah menumpang atau setengah tenggelam, kebanyakan beruang 3, dengan tembuni di sudut-sudut ruang. Buahnya buah kendaga atau buah buni. Biji dengan banyak sekali endosperm, lembaga lurus atau bengkok. Family ini ditaksir meliputi sampai 4000 jenis tumbuhan, terbagi dalam 240 merga yang dikelompokkan lagi dalam 12 anak suku. Daerah distribusinya meliputi seluruh dunia.

C. Alat dan Bahan a. Alat: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Pisau atau alat penyayat lain untuk mengambil sample. Mikrosop binokuler. Loupe. Aquadest dalam botol pipet. Gelas objek dan penutupnya. Jarum/jara Silet yang tajam Skala Filogeni Magnoliopsida (terlampir)
3

b. Bahan: 1. Ananas comosus 2. Heliconia Metalica 3. Musa paradisiacal 4. Alpinia galangal 5. Curcuma domestica 6. Zingiber officinale 7. Canna edulis

D. Prosedur 1. Memperhatikan bahan yang ditugaskan kemudian mengelompokkannya berdasarkan familinya. 2. Mengamati setiap specimen dengan menggunakan skala filogeni Magnolilopsida, kemudian mencantumkan pula nilai skala filogeninya . Adapun langkah pengamatannya sebagai berikut: a. Mengambil beberapa jenis tumbuhan yang termasuk masing-masing familia secara lengkap meliputi organ batang (cabang), daun, dan alat

perkembangbiakannya. b. Mengamati umur tumbuhan, struktur morfologi batang, daun dan alat perkembangbiakannya. c. Mengamati secara detail struktur alat perkembangbiakannya, dengan

memperhatikan perbungaan, jenis kelamin tumbuhan, jumlah dan keadaan kaliks korola, jumlah dan keadaan stamen, pistilum (karpel), kedudukan ovarium, simetris bunga, kelamin tumbuhan, jenis buah, dan bentuk polen. d. Menuntukan urutan keprimitifannya dengan rumus: Rasio keprimitifan =
Skor total Jumlah aspek

e. Menjawab pertanyaan praktikum.

E. Data Pengamatan
Ciri yang teramati (Aspek) 1. 2. Habitus Pola percabangan 3. 4. 5. Jenis daun Duduk daun Pertulangan daun 6. 7. 8. 9. Perbungaan Jenis kelamin Calix/corolla Stamen 5 3 1 1 1 3 1 1 1 1 4 5 5 1 2 5 1 5 5 1 5 5 1 3 1 1 1 5 3 1 3 3 5 1 1 5 1 5 5 1 5 5 1 2 5 Spesimen Ananas comosus 5 Heliconia Metalica 5 1 Musa paradisiaca 5 1 Alpinia galanga 5 5

10. Pistilum (karpel) 11. Ovarium 12. Simetri bunga 13. Kelamin tumbuhan 14. Perlekatan karpel 15. Jenis buah 16. Tipe plasenta 17. Umur tumbuhan Skor Total 1 1 3 2 45 17 Rasio Keprimitifan 2,64 2,82

3 3 5 48 17 3,00

3 3 5 51 17 3,58

5 2 5 61 17

Ciri yang teramati (Aspek) 1. Habitus 2. Pola percabangan 3. 4. 5. Jenis daun Duduk daun Pertulangan daun 6. 7. 8. 9. Perbungaan Jenis kelamin Calix/corolla Stamen 3 1 4 3 5 1 2 5 Curcuma domestica 5 5

Spesimen Zingiber officinale 5 5 Canna edulis 5 5

1 2 5

1 5 1

3 1 4 3 5

3 3 4 2 5

10. Pistilum (karpel) 11. Ovarium 12. Simetri bunga 13. Kelamin tumbuhan 14. Perlekatan karpel 15. Jenis buah 16. Tipe plasenta 17. Umur tumbuhan Skor Total

5 5 1

5 5 1

5 5 1

5 2 5 6 2 1 7

5 2 5 62 17

5 3 5 63 17

Rasio Keprimitifan

3,64

3,64

3,70

F. Pembahasan Pada praktikum yang telah kami lakukan, pengamatan spesies beberapa famili dalam subkelas Rosidae yaitu sebadai berikut : a. Famili Bromeliaceae a) Ananas comosus Kingdom Divisi Kelas Sub Kelas Ordo Famili Genus Spesies : Plantae (Tumbuhan) : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) : Liliopsida (berkeping satu / monokotil) : Zingiberidae : Bromeliales : Bromeliaceae : Ananas : Ananas comosus

Nanas memiliki habitus herba dengan 30 atau lebih daun yang panjang, berujung tajam, tersusun dalam bentuk roset mengelilingi batang yang tebal. Buahnya dalam bahasa Inggris disebut sebagai pineapple karena bentuknya yang seperti pohon pinus. Nama 'nanas' berasal dari sebutan orang Tupi untuk buah ini: anana, yang bermakna "buah yang sangat baik". Burung penghisap madu (hummingbird) merupakan penyerbuk alamiah dari buah ini, meskipun berbagai serangga juga memiliki peran yang sama. Model Sungkul Tangga dengan motif ukiran buah nenas pada rumah Banjar di Kalimantan Selatan. Buah nanas sebagaimana yang dijual orang bukanlah buah sejati, melainkan gabungan buah-buah sejati (bekasnya terlihat dari setiap 'sisik' pada kulit buahnya) yang dalam perkembangannya tergabung -- bersama-sama dengan tongkol (spadix) bunga majemuk -- menjadi satu 'buah' besar. Nanas yang dibudidayakan orang sudah kehilangan kemampuan memperbanyak secara seksual, namun ia mengembangkan tanaman muda (bagian 'mahkota' buah) yang merupakan sarana perbanyakan secara vegetatif. Umur tumbuhannya beberapa tahun dengan rasio keprimitifan 2,64, dan merupakan tumbuhan paling primitive jika dibandingkan dengan spesies pada famili lain yang diamati pada praktikum kali ini.

b. Famili Heliconiaceae a) Heliconia metalica L. Pengamatan kedua yaitu pada Heliconia metalica (Pisang-pisangan). Klasifikasi ilmiah Heliconia metalica (Pisang-pisangan) : Kingdom Divisi Classis Subclassis Ordo Famili Genus Spesies : Plantae : Magnoliophyta : Liliopsida : Zingiberiidae : Zingiberales : Heliconiaceae : Heliconia : Heliconia metalica L.

Berdasarkan pengamatan tanaman Heliconia metalica L. (Pisang-pisangan) memiliki batang semu yang lunak tidak berkayu atau hanya sedikit sekali mengandung jaringan kayu maka, habitusnya termasuk herba dengan percabangan monopodial berpelapah. Berdasarkan referensi, pelepah (vagina) adalah suatu derivat dari daun penumpu.(Ahmad Dasuki,1992,hlm 20) Memiliki bentuk panampang bulat silindris. Berdasarkan pengamatan daunnya, daun Heliconia metalica L. (Pisangpisangan) termasuk daun tunggal karena terdiri atas satu helai daun, dengan filotaksis berseling (folia disthica). Berdasarkan refarensi dinamakan folia disthica karena umumnya tata letak daun tersebar. (Tjitrosoepomo,2007,hlm.70) Bentuk daun (circumscriptio) bulat telur lonjong (Ovatus-oblongus) dengan pertulangan (nervatio) tipe menyirip (Penninervis) karena mempunyai satu ibu tulang yang berjalan dari pangkal ke ujung dan merupakan terusan tangkai daun. Tepi daun (margo folii) bertipe rata (entire), memiliki ujung daun (apex folii) dengan tipe runcing (Acutus) dan pangkal daun (basis folii) membundar (rounded) (Tjitrosoepomo,2007). Berdasarkan pengamatan bunganya, Heliconia metalica L. (Pisangpisangan) merupakan bunga majemuk tak terbatas karena bunganya menghasilkan banyak helaian bunga, dengan perbungaan rasmosa yaitu bunga bertangkai nyata. Simetri bunga zigomorf yaitu simetri bilateral yang dapat dibagi menjadi dua bagian yang sama. Memiliki mahkota (corolla) bertipe ugulatus. Berjumlah banyak berwarna putih kekuningan dan kelopak (calix) banyak berwarna merah. Benang
8

sarinya poliadelfus atau banyak tungkai bersatu dalam lebih dari

dua ikatan.

Distribusi seksnya monoesious atau berumah satu, yakni bunga jantan dan bunga betina terletak pada satu individu, pada perbungaan yang sama atau tidak. Tanaman ini mempunyai spata. Heliconia metalica L. (Pisang-pisangan) berbatang semu yang kecil-kecil dan tumbuh berumpun indah ditanam dimuka rumah karena bentuknya kecil oleh karena itu Heliconia metalica L. (Pisang-pisangan) memiliki manfaat sebagai tanaman hias. Selain itu, untuk obat mencret. Pisang-pisangan juga memiliki kandungan kimia yaitu saponin dan flavonoida, di samping itu daunnya juga mengandung tanin serta bunganya mengandung polifenol. Berdasarkan hasil pengamatan, rasio keprimitifan tanaman Heliconia metalica L. adalah 2,82.

b) Musa paradisiacal Pengamatan ketiga yaitu pada Musa paradisiaca Klasifikasi ilmiah Musa paradisiaca : Kingdom Divisi Classis Subclassis Ordo Famili Genus Spesies : Plantae : Magnoliophyta : Liliopsida : Zingiberiidae : Zingiberales : Musaceae : Musa : Musa paradisiaca

Berdasarkan pengamatan tanaman Musa paradisiaca L. memiliki berbatang semu berpelepah, warna hijau muda sampai cokelat, lunak tidak berkayu atau hanya sedikit sekali mengandung jaringan kayu maka, habitusnya termasuk herba dengan percabangan monopodial berpelapah. Berdasarkan referensi, pelepah (vagina) adalah suatu derivat dari daun penumpu.(Ahmad Dasuki,1992,hlm 20) Memiliki bentuk panampang bulat silindris. Berdasarkan pengamatan daunnya, daun Musa paradisiaca L. termasuk daun tunggal lengkap yaitu adanya pelepah daun (vagina), tangkai daun (petiolus) dan helaian daun (lamina). Filotaksis berseling (folia disthica). Berdasarkan refarensi dinamakan folia disthica karena
9

umumnya

tata

letak

daun

tersebar.

(Tjitrosoepomo,2007,hlm.70) tangkai dan pelepah daun sering bergetah seperti air dan bagian bawah berlilin. Bentuk daun (circumscriptio) bulat telur lonjong (Ovatus-oblongus) dengan pertulangan (nervatio) tipe menyirip (Penninervis) karena mempunyai satu ibu tulang yang berjalan dari pangkal ke ujung dan merupakan terusan tangkai daun. Daunnya mudah koyak oleh karena itu daunnya mudah sobek. Tepi daun (margo folii) bertipe undultus, memiliki ujung daun (apex folii) dengan tipe menusuk (mucronatus) dan pangkal daun (basis folii) rompang (truncucatus) (Tjitrosoepomo,2007). Berdasarkan pengamatan bunganya, Musa paradisiaca L. merupakan bunga majemuk tak terbatas karena bunganya menghasilkan banyak helaian bunga, dengan perbungaan rasmosa yaitu bunga bertangkai nyata. Simetri bunga zigomorf yaitu simetri bilateral yang dapat dibagi menjadi dua bagian yang sama. Selain itu, memilki daun pelindung (spata) berwarna merah, mudah rontok, mahkota bunga tiga buah berwarna putih kekuningan. Tangkai daunnya tersusun seperti gelang sepusat dan muncul dari batang utama. Bunga jantan pada umumnya mempunyai 5 benang sari berwarna kream. dan antara yang satu dengan yang lain ada yang lebih panjang dan ada yang lebih pendek. Kepala putiknya berkantung sangat panjang. Distribusi seksnya monoceous atau berumah satu, yakni bunga jantan dan bunga betina terletak pada satu individu, pada perbungaan yang sama. Musa paradisiaca L. memiliki banyak manfaat diantaranya pada penyakit stroke, anemia, gangguan pencernaan, sebagai sumber dari kandungan seratnya yang sangat tinggi, mengurangi rasa nyeri di persendian karena kandungan vitamin B6. Selain itu, untuk meredam stress, kandungan serotonin memiliki kemampuan penenang diyakini sangat ampuh membantu mengurangi emosi bagi orang yang sedang stress. Untuk memelihara berat badan, mencegah osteoporosis karena kandungan kalsium dalam pisang sangat tinggi, yaitu mencapai 6 mg per 100 gram pisang ambon. Manfaat pisang ambon untuk kulit, yaitu untuk masker yang dioleskan ke seluruh wajah dan leher, menyegarkan kulit, mendinginkan kulit kering. Selain manfaat yang banyak, Pisang ambonmemiliki sfek samping untuk bayi. Menurut penelitian terbaru menyimpulkan bahwa kandungan tiramin dalam pisang ambon dan pisang jenis lainnya berefek spasmolitik sehingga bisa melemahkan peristaltik usus, dimana efek lanjutan dari kandungan tersebut dapat mengakibatkan terjadinya penyumbatan pencernaan.
10

Berdasarkan hasil pengamatan, rasio keprimitifan tanaman Heliconia metalica L. adalah 3,00.

c. Famili Zingiberaceae a) Alpinia galanga Pengamatan keempat yaitu Alpinia galangal. Klasifikasi dari tanman tersebut yaitu : Kingdom Divisi Kelas Sub Kelas Ordo Famili Genus Spesies : Plantae (Tumbuhan) : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) : Liliopsida (berkeping satu / monokotil) : Zingiberiidae : Zingiberales : Zingiberaceae (suku jahe-jahean) : Alpinia : Alpinia galanga (L.) Sw.

Tanaman lengkuas memiliki habitus herba dengan pola percabangan simpodial, jenis daunnya tunggal, duduk daun roset dan petulangannya Craspesdodromus. Tanaman ini memiliki tipe perbungaan majemuk, dengan jenis kelamin biseksual, calyx/corolanya bersatu, stamen bagian dasar bersatu, memiliki pistilum stigma bersatu dengan ovarum inverum. Simetri bunga lengkuas yaitu zygomorf dan kelamin tumbuhannya monoecius, memiliki perlekatan karpel sinkarp dan jenis buahnya majemuk. Tipe plasentanya parietalis, dan umur tumbuhan lengkuas kurang dari satu tahun Lengkuas atau laos (Alpinia galanga) merupakan jenis tumbuhan umbiumbian yang bisa hidup di daerah dataran tinggi maupun dataran rendah. Umumnya masyarakat memanfaatkannya sebagai campuran bumbu masak dan pengobatan tradisional. Pemanfaatan lengkuas untuk masakan dengan cara mememarkan rimpang kemudian dicelupkan begitu saja ke dalam campuran masakan. Berdasarkan keprimitifan 3,58. b) Curcuma domestica Pengamatan kelima yaitu pada Curcuma domestica (Kunyit). Klasifikasi ilmiah Curcuma domestica (Kunyit) :
11

hasil

pengamatan

tanaman

lengkuas

memiliki

rasio

Kingdom : Plantae Divisi Classis : Magnoliophyta : Lilliopsida

Subclassis : Zingiberiidae Ordo Famili Genus Spesies : Zingiberales : Zingiberaceae : Curcuma : Curcuma domestica

Berdasarkan pengamatan batangnya, tanaman kunyit berhabitus herba (tumbuhan dengan batang yang lunak tidak berkayu atau hanya sedikit sekali mengandung jaringan kayu). batangnya semu yang tidak bercabang dilindungi oleh pelepah-pelepah daun dan segi penampang berbentuk bulat atau silindris. Batangnya menyerupai umbi. Berdasarkan pengamatan daunnya, macam daun tunggal mempunyai sel-sel menguap tersusun dalam dua baris kadang-kadang jelas mempunyai 3 bagian berupa helaian, tangkai dan upih, selain itu juga lidah-lidah (Pudjoarinto, 1993, hal 413). Memiliki letak daun ekuitan yaitu daun menempel pada pelepah.

circumscriptio (bentuk daun) memanjang dengan pertulangan daun (nervatio) menyirip (Penninervis) yaitu daun ini mempunyai satu ibu tulang yang berjalan dari pangkal ke ujung dan merupakan terusan tangkai daun. Tepi daun (margo folii) rata atau entire dan ujung daun (apex folii) meruncing atau acuminatus serta pangkal daun (basis folii) meruncing atau acuminatus. Berdasarkan pengamatan bungannya, bunga termasuk bunga majemuk karena bunganya menghasilkan banyak helaian bunga dan bersatu dalam kelopak dengan perbungaan rasemosa atau percabangan monopodial atau tidak terbatas, ujung sumbu di utama dapat tumbuh terus menghasilkan bunga-bunga sampai berhenti karena telah tercapai stadium buah Distribusi seksnya monoesious atau berumah satu, yakni bunga jantan dan bunga betina terletak pada satu individu, pada perbungaan yang sama atau tidak seta tanaman ini menghasilkan umbi. Kunyit sering digunakan sebagai bumbu untuk memberi warna kuning pada masakan, atau sebagai pengawet. Produk farmasi berbahan baku kunyit misalnya untuk peradangan sendi (arthritis- rheumatoid) atau osteo-arthritis berbahan aktif natrium deklofenak, piroksikam, dan fenil butason dalam bentuk kapsul. Kandungan utama kunyit adalah kurkumin dan minyak atsiri yang berfungsi untuk
12

pengobatan hepatitis, antioksidan, gangguan pencernaan, anti mikroba, anti kolesterol, anti HIV, anti tumor (menginduksi apostosis), menghambat

perkembangan sel tumor payudara, menghambat ploriferasi sel tumor pada usus besar, anti invasi, anti rheumatoid arthritis (rematik). Diabetes melitus, Tifus, Usus buntu, Disentri, Sakit keputihan; Haid tidak lancar, Perut mulas saat haid, Memperlancar ASI; Amandel, Berak lendir, Morbili, Cangkrang (Waterproken). Berdasarkan hasil pengamatan rasio keprimitifan tanaman Curcuma domestica yaitu 3,64. c) Zingiber officinale Klasifikasi adalah sebagai berikut : Kingdom : Plantae (Tumbuhan) Divisi Kelas : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) : Liliopsida (berkeping satu / monokotil)

Sub Kelas : Zingiberiidae Ordo Famili Genus Spesies : Zingiberales : Zingiberaceae (suku jahe-jahean) : Zingiber : Zingiber officinale

Tanaman jahe memiliki habitus herba dengan pola percabangan simpodial, jenis daunnya tunggal, duduk daun berseling dan petulangannya linier. Tanaman ini memiliki tipe perbungaan majemuk, dengan jenis kelamin biseksual,

calyx/corolanya perigonium, stamen bagian dasar bersatu, memiliki pistilum stigma bersatu dengan ovarum inverum. Simetri bunga lengkuas yaitu zygomorf dan kelamin tumbuhannya monoecius, memiliki perlekatan karpel sinkarp dan jenis buahnya majemuk. Tipe plasentanya parietalis, dan umur tumbuhan jahe kurang dari satu tahun. Batang jahe merupakan batang semu dengan tinggi 30 hingga 100 cm. Akarnya berbentuk rimpang dengan daging akar berwarna kuning hingga kemerahan dengan bau menyengat. Daun menyirip dengan panjang 15 hingga 23 mm dan panjang 8 hingga 15 mm. Tangkai daun berbulu halus. Bunga jahe tumbuh dari dalam tanah berbentuk bulat telur dengan panjang 3,5 hingga 5 cm dan lebar 1,5 hingga 1,75 cm. Gagang bunga bersisik sebanyak 5 hingga 7 buah. Bunga berwarna hijau kekuningan. Bibir bunga dan kepala putik ungu. Tangkai putik berjumlah dua.
13

Berdasarkan hasil pengamatan, jahe memiliki rasio keprimitifan sama prcis dengan kunyit, yaitu 3,64.

d. Famili Cannaceae a) Canna edulis Tanaman ini memiliki klasifikasi sebagai berikut : Kingdom Divisi Kelas Sub Kelas Ordo Famili Genus Spesies : Plantae (Tumbuhan) : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) : Liliopsida (berkeping satu / monokotil) : Zingiberiidae : Zingiberales : Cannaceae : Canna : Canna edulis

Tanaman ganyong memiliki habitus herba dengan pola percabangan simpodial, jenis daunnya tunggal, duduk daun roset dan petulangannya Craspesdodromus. Tanaman ini memiliki tipe perbungaan majemuk, dengan jenis kelamin biseksual jantan betina, calyx/corolanya bersatu, stamen epipetal, memiliki pistilum stigma bersatu dengan ovarum inverum. Simetri bunga lengkuas yaitu zygomorf dan kelamin tumbuhannya monoecius, memiliki perlekatan karpel sinkarp dan jenis buahnya tunggal. Tipe plasentanya parietalis, dan umur tumbuhan ganyong kurang dari satu tahun. Berdasarkan hasil pengamatan tanaman ini memiliki rasio keprimitifan 3,70.

G. Kesimpulan Kesimpulan dari praktiku ini yaitu sebagai berikut : a. Tanaman dari subkelas zingiberiidae secara umum memiliki habitus herba dengan pola percabangan simpodial, jenis daunnya tunggal, duduk daun berseling atau roset dan petulangannya linier. Tanaman ini memiliki tipe perbungaan majemuk, dengan jenis kelamin biseksual, calyx/corolanya perigonium, stamen bagian dasar bersatu, memiliki pistilum stigma bersatu dengan ovarum inverum. Simetri bunga lengkuas yaitu zygomorf dan kelamin tumbuhannya monoecius, memiliki

14

perlekatan karpel sinkarp dan jenis buahnya majemuk. Tipe plasentanya parietalis, dan umur tumbuhan jahe kurang dari satu tahun.

b. Tanaman pada subkelas zingiberiidae memiliki banyak manfaat diantaranya sebagai sumber pangan, tanaman obat, dan hiasan. c. Berdasarkan hasil pengamatan Ananas comosus merupakan tanaman yang paling primitif dan Canna Edulis dari famili Cannaceae merupakan tanaman yan paling maju. d. Tingkatan rasio keprimitifan 1. Ananas comosus 2. Heliconia Metalica 3. Musa paradisiacal 4. Alpinia galangal 5. Curcuma domestica 6. Zingiber officinale 7. Canna edulis : 2,64 : 2,82 : 3,00 : 3,58 : 3,64 : 3,64 : 3,70

Daftar Pustaka 1. Sudarsono, dkk. 2005. Taksonomi Tumbuhan Tinggi. UM Press. Malang. 2. Aryulina,Diah., et al.2003.Biologi Jilid 1 Untuk SMU Kelas 1.Jakarta:Esis 3. Campbell, et al.2003.Biologi Jilid 2.Jakarta:Erlangga 4. Steenis, Van.2008.Flora.Bandung:Pradnya Paramita 5. Ramdhan, Billyardi. Tanpa tahun. Petunjuk Praktikum Botani Phanerogamae. FKIP UMMI.

H. Pertanyaan dan jawaban Pertanyaan 1. Dapatkah anda menemukan suatu kesamaan yang dimilki oleh semua spesimen tersebut? 2. Menurut anda, apakah alasannya sehingga tumbuh-tumbuhan tersebut dimasukkan dalam satu subkelas? 3. Dapatkah anda menemukan perbedaan-perbedaan diantara spesimen-spesimen tersebut sehingga mereka dipisahkan dalam familia yang berbeda? 4. Dapatkah anda menemukan ciri khas setiap familia?
15

5. Bagaimana urutan tingkat kemajuan/keprimitifan familia-familia tersebut? 6. Karakteristik apakah yang dimiliki oleh familia yang paling maju? 7. Berdasarkan skala filogeni yang anda gunakan, manakah dari dua ordo tersebut (urticulales dan casuarinales) yang paling maju tingkat perkembangannya? 8. Apakah kegunaan tumbuhan-tumbuhan tersebut? Jawaban 1. Habitus herba dengan pola percabangan simpodial, jenis daunnya tunggal, duduk daun berseling atau roset dan petulangannya linier. Tanaman ini memiliki tipe perbungaan majemuk, dengan jenis kelamin biseksual, calyx/corolanya perigonium, stamen bagian dasar bersatu, memiliki pistilum stigma bersatu dengan ovarum inverum. Simetri bunga lengkuas yaitu zygomorf dan kelamin tumbuhannya monoecius, memiliki perlekatan karpel sinkarp dan jenis buahnya majemuk. Tipe plasentanya parietalis, dan umur tumbuhan jahe kurang dari satu tahun. 2. Karena berdasarkan ciri-ciri yang teramati tanaman ini memiliki kesamaan yang identik, seperti telah dijelaskan pada nomor 1. 3. Perbedaan secara umum terletak pada pistilum (karpel) dan perlekatan karpelnya. 4. Dapat. Misal pada famili zingiberiiceae habitus herba dengan pola percabangan simpodial, jenis daunnya tunggal, duduk daun berseling dan petulangannya linier. Tanaman ini memiliki tipe perbungaan majemuk, dengan jenis kelamin biseksual, calyx/corolanya perigonium, stamen bagian dasar bersatu, memiliki pistilum stigma bersatu dengan ovarum inverum. Simetri bunga lengkuas yaitu zygomorf dan kelamin tumbuhannya monoecius, memiliki perlekatan karpel sinkarp dan jenis buahnya majemuk. Tipe plasentanya parietalis, dan umur tumbuhan jahe kurang dari satu tahun.

5. Urutan keprimitifan: a. Ananas comosus b. Heliconia Metalica c. Musa paradisiacal d. Alpinia galangal : 2,64 : 2,82 : 3,00 : 3,58

e. Curcuma domestica : 3,64


16

f. Zingiber officinale g. Canna edulis

: 3,64 : 3,70

6. Karakteristik famili yang lebih maju: Tanaman ganyong memiliki habitus herba dengan pola percabangan simpodial, jenis daunnya tunggal, duduk daun roset dan petulangannya Craspesdodromus. Tanaman ini memiliki tipe perbungaan majemuk, dengan jenis kelamin biseksual jantan betina, calyx/corolanya bersatu, stamen epipetal, memiliki pistilum stigma bersatu dengan ovarum inverum. Simetri bunga lengkuas yaitu zygomorf dan kelamin tumbuhannya monoecius, memiliki perlekatan karpel sinkarp dan jenis buahnya tunggal. Tipe plasentanya parietalis, dan umur tumbuhan ganyong kurang dari satu tahun.

7. Yang paling maju tingkat perkembangannya Canna edulis 8. Tanaman pada subkelas asteridae memiliki banyak manfaat diantaranya sebagai sumber pangan, tanaman obat, dan hiasan.

17