Anda di halaman 1dari 2

PERGUMULAN ANAK-ANAK TUHAN DI BASMUTI - KAB. TIMOR TENGAH SELATAN (TTS) PROP.

NUSA TENGGARA TIMUR (NTT)

Pertama kali ketika kita mendarat dengan pesawat terbang di Bandara Eltari Kupang, maka hawa panas dan kering iklim transisi antara tropis dengan sub tropis akan sangat menyengat dan membuat tubuh mandi keringat. Ternyata hal tersebut hanyalah awal dari perjalanan panjang kita menuju Basmuti, sebuah desa kecil yang sangat terpencil. Dari kota Kupang, kita menuju Kabupaten Timor Tengah Selatan, sekitar 111 km sebelah timur kota Kupang. Jalan yang berkelok-kelok membuat kita seketika akan mabuk darat karena kondisi transportasi yang terbatas menggunakan minibus dan truck. Setelah tiba di Soe, ibukota kabupaten TTS kita akan menuju bagian Timur kota, tepatnya di Oekamusa dan berbelok ke kanan ke arah selatan menuju Kecamatan Kuanfatu sejauh kurang lebih 50 km, dan ternyata goncangan perjalanan darat akan bertambah parah karena kondisi jalan full offroad yang hanya bisa dilalui truck dan kendaraan 4 weel drive dan merupakan jalur terputus-putus berupa tanah yang dipadatkan, pengerasan kerikil, bebatuan serta beberapa kilometer berupa sirtu hingga tiba di desa Basmuti, posisi paling barat kecamatan Kuanfatu yang tepat dibatasi sungai Noebeba yang mengalir dari Supul, selatan Kota Soe sampai ke laut selatan, dibayangkan sulitnya jalur transportasi bila ditempuh pada musim hujan. Adapun mata pencaharian penduduk Basmuti yang terdiri dari sekitar 1000 KK adalah petani jagung, ubi, pisang, asam, dan sebagian kecil ternak sapi atau babi. Dapat dibayangkan bagaimana kemiskinan yang dialami dengan kondisi yang masih terisolasi demikian. Yang terlihat di desa Basmuti hanyalah hamparan kelompok-kelompok rumah penduduk dalam hubungan RT dan RW yang dihubungkan dengan jalan-jalan setapak atau jalan tanah sehingga menuliskan alamatpun belum ada nama jalan yang permanen. Dalam seminggu dapat dihitung jumlah kendaraan yang masuk ke Basmuti dan hanya sampai ke Kuanfatu ibu kota kecamatan. Dalam keadaan seperti tersebut di atas, terdapat sekitar 20 KK yang bersekutu dalam nama Tuhan Yesus di gubuk kecil sejak 4 tahun yang lalu hingga sekarang tergabung dalam Jemaat GBI Bukit Hermon-Nekmalak dan telah mencoba membangun tempat beribadah. Adapun alat musik elektronik yang mereka pakai belum ada karena kondisi keterbatasan biaya dan belum ada jalur listrik PLN yang sampai ke desa tersebut sehingga mereka hanya menggunakan gitar, didukung soud sistem loudspeaker menggunakan baterai yang bisa ditenteng seperti pengamen jalanan yang sering kita liat di Ibukota Jakarta. Akan sangat mengejutkan ketika berkumpul bersama jemaat, ternyata 80% dari mereka tidak menggunakan alas kaki. Sebulan yang lalu , datang seorang Bapak Bernama Yosephus Nuban, yang adalah Gembala Sidang Jemaat Bukit Hermon-Nekmalak Basmuti, bersama dengan seorang pemuda asal Basmuti yang bernama Normas Naat yang telah merantau ke Jakarta dan sehari-hari sebagai di Oebelo. Dapat

tukang parkir Alfa Midhi Jalan Alternatif Cibubur yang bersedia mendampingi Bapak Gembala Yosepus Nuban untuk berkeliling mengajukan proposal pembangunan Gereja. Alasannya mereka menemuai kami adalah karena konon mereka mendengar cerita bahwa ada seorang putera daerah TTS yang berdinas di Ditpalad atas nama Mayor Simon Petrus Kamlasi, dengan harapan yang bersangkutan bersedia membantu pendanaan pembangunan Gereja tersebut. Memang kelihatannya kebutuhan dananya tidak seberapa dan prioritasnya hanya untuk bangunan, jika dibandingkan dengan kemampuan jemaat di Jawa sehingga kami optimis pemenuhannya akan segera terlaksana. Walaupun ada niat membantu, kami tetap melakukan cross check ke lapangan melalui aparat teritorial setempat dalam hal ini melalui Pasi Intel Kodim Soe atas nama Kapten Fajar. Dalam waktu tidak lebih dari 2 hari, Babinsa Kodim Soe yang berdinas di wilayah Basmuti melaporkan bahwa Gereja tersebut memang ada dan sedang dalam pembangunan serta mengirimkan foto-foto kondisi terakhir. Ketika kami menanyakan jika ada yang mau berpartisipasi lewat sumbangan dana, ke rekening manakah akan ditransfer? Ternyata Gembala Sidangpun tidak mempunyai rekening tabungan di kampungnya karena Bank terdekat hanya ada di Panite, ibukota kecamatan Amanuban Selatan sekitar 40 km dari Basmuti sehingga kami dimohon untuk membantu mengumpulkan dananya. Atas dasar keprihatinan akan kondisi saudara-saudara sendiri di kampung serta semangat keimanan untuk berpartisipasi, walaupun kami pribadi belum mampu menyumbang berupa materi/dana, maka kami mencoba membantu menjembatani dengan pihak manapun yang potensial untuk berpartisipasi. Demikian harapan kami kita semua anak-anak Tuhan akan senantiasa mendoakan saudara-saudara kita di Basmuti untuk secepatnya menikmati kondisi yang lebih baik. Adapun kami sertakan lampiran Proposal Permohonan Bantuan Dana dari Jemaat GBI Bukit Hermon-Nekmalak dilengkapi dengan dokumentasinya. Teriring salam dalam Kasih Kristus kami mohon bantuan dan partisipasi kita bersama, sekaligus kami mengundang siapapun untuk datang melihat jemaat di Basmuti, di tempat yang sangat terpencil ini untuk lebih nyata ikut merasakan apa yang mereka pergumulkan, sambil berwisata rohani dengan mengunjungi obyek-obyek yang tidak kalah menarik dengan yang ada di Jawa, yang belum diekspose dengan baik, Tuhan memberkati kita semua.

Catatan: Rek: BRI cab Jakarta No Rek 012201064655502 an Simon Petrus Kamlasi Telp : 081388202944 Alamat Lengkap: GBI Bukit Hermon-Nekmalak RT 23/RW 07 Dusun 3 Kec. Kuanfatu Kab.TTS Propinsi NTT Simon Petrus Kamlasi Hormat kami ttd