Anda di halaman 1dari 19

LAPORAN PRAKTIKUM

OPERASI TEKNIK KIMIA











DISUSUN OLEH:
KELOMPOK/GROUP : VII/b

NO. Nama NIM Tanda Tangan
1. Merry br Tarigan 10 01 030
2. M. Muhkzihajj
Sembiring
10 01 037
3. Rodiaman Manik 10 01 053

ALAT PENUKAR PANAS
(Heat Exchanger)


PENDIDIKAN TEKNOLOGI KIMIA INDUSTRI
LAPORAN PRAKTIKUM
NO. DOKUMEN NO. REVISI TANGGAL EFEKTIF HALAMAN
FM : OTK 02 05 00 5 Januari 2012 01 dari 01
M. Muhkzihajj Sembiring
muhkzihajj@gmail.com
mobile : 083199361033
Pendidikan Teknologi Kimia Industri (PTKI) Medan

Muhkzihajj Sembiring (10 01 037) | Pr. Operasi Teknik Kimia


Alat Penukar Panas (Heat Exchanger)
BAB I
PENDAHULUAN

A. MAKSUD DAN TUJUAN PERCOBAAN
1. Maksud
Adapun maksud dari percobaan ini adalah untuk mengenal dan
melihat perbedaan antara dua jenis aliran yaitu Aliran Searah dan
Berlawanan Arah pada alat penukar panas, serta pengaruhnya pada suhu
yang dihasilkan pada fluida.

2. Tujuan Percobaan
Adapun tujuan dari percobaan ini adalah sebagai berikut:
- Untuk mempelajari dasar dasar penukar panas.
- Untuk menghitung neraca panas dari alat penukar panas.
- Untuk menghitung koefisien pemindahan panas keseluruhan dari
alat penukar panas.
- Untuk menghitung efisiensi penukar panas.
- Untuk mempelajari hubungan antara bilangan reynold dengan
karakteristik penukar panas.

B. LATAR BELAKANG
Alat penukar panas merupakan suatu alat yang digunakan untuk
mengubah jumlah panas yang terdapat didalam suatu bahan (fluida) baik
dalam bentuk cair, padat, maupun gas/uap. Biasanya dibedakan menjadi dua,
yaitu pertukaran panas langsung dan pertukaran panas tidak langsung. Pada
pertukaran panas secara langsung, bahan harus dipanaskan atau didinginkan
dengan dikontakkan langsung dengan media pemanas atau media pendingin.
Metode ini merupakan suatu metode yang hanya dapat dilakukan secara
khusus pada suatu jenis fluida dengan tujuan tertentu.
Pertukaran panas secara tidak langsung memungkinkan terjadinya
perpindahan panas dari suatu fluida (padat atau gas) ke fluida lain melalui
sebuah dinding pemisah. Pada prakteknya aliran fluida pada alat penukar

Muhkzihajj Sembiring (10 01 037) | Pr. Operasi Teknik Kimia


Alat Penukar Panas (Heat Exchanger)
panas dibagi atas dua, yaitu : aliran fluida searah dan aliran berlawanan arah.
Pada praktikum ini bertujuan untuk melihat perbedaan antara proses
pertukaran panas pada kedua jenis aliran tersebut, baik secara searah maupun
berlawanan arah.





























Muhkzihajj Sembiring (10 01 037) | Pr. Operasi Teknik Kimia


Alat Penukar Panas (Heat Exchanger)
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Penukar panas atau dalam industri kimia populer dengan istilah bahasa
Inggrisnya, heat exchanger (HE), adalah suatu alat yang memungkinkan
perpindahan panas dan dapat berfungsi sebagai pemanas maupun sebagai
pendingin. Biasanya, medium pemanas dipakai uap lewat panas (super heated
steam) dan air biasa sebagai air pendingin (cooling water). Penukar panas
dirancang sebisa mungkin agar perpindahan panas antar fluida dapat berlangsung
secara efisien. Pertukaran panas terjadi karena adanya kontak, baik antara fluida
terdapat dinding yang memisahkannya maupun keduanya bercampur langsung
begitu saja. Penukar panas sangat luas dipakai dalam industri seperti kilang
minyak, pabrik kimia maupun petrokimia, industri gas alam, refrigerasi,
pembangkit listrik. Salah satu contoh sederhana dari alat penukar panas adalah
radiator mobil di mana cairan pendingin memindahkan panas mesin ke udara
sekitar.
Jenis umum dari penukar panas, biasanya digunakan dalam kondisi
tekanan relatif tinggi, yang terdiri dari sebuah selongsong yang didalamnya
disusun suatu anulus dengan rangkaian tertentu (untuk mendapatkan luas
permukaan yang optimal). Fluida mengalir di selongsong maupun di anulus
sehingga terjadi perpindahan panas antar fluida dengan dinding anulus sebagai
perantara. Beberapa jenis rangkaian anulus misalnya; triangular, segiempat, dll.
Alat penukar panas (heat exchanger) merupakan suatu alat yang sangat
penting dalam proses pertukaran panas. Alat tersebut berfungsi untuk
memindahkan panas antara dua fluida yang berbeda temperatur dan dipisahkan
oleh suatu sekat pemisah.
Jenis Unit Heat Exchanger


Muhkzihajj Sembiring (10 01 037) | Pr. Operasi Teknik Kimia


Alat Penukar Panas (Heat Exchanger)
Once Through System, air pendingin mengalir melalui unit heat exchanger dan
langsung dibuang.
Jumlah volume air yang dibutuhkan sangat besar sehingga kenaikan
temperatur relatif kecil sepanjang pipa unit heat exchanger dan kandungan
mineral dalam air relatif sama. Pada umumnya air pendingin untuk unit heat
exchanger diambil dari berbagai sumber seperti sungai, danau, laut dan sumur.

Closed Recirculating System, air pendingin secara kontinyu disirkulasikan
melalui unit heat exchanger. Panas yang diabsorbsi dari unit heat exchanger
dimanfaatkan untuk proses pemanasan lainnya, yang kemudian didinginkan
melalui pendingin sekunder once through atau open recirculating system. Volume
makeup water yang ditambahkan relatif kecil, karena kehilangan air akibat
evaporasi relatif sedikit.
Kandungan mineral dalam air pendingin relatif konstan, akan tetapi
produk sampingan akibat korosi terakumulasi. Pada umumnya, closed
recirculating system digunakan pada sistem pendinginan mesin pembakar.

Open Recirculating System, air pendingin secara kontinyu disirkulasikan melalui
unit heat exchanger dari menara pendingin.
Volume makeup water yang ditambahkan relatif banyak, untuk
menggantikan air yang hilang akibat evaporasi atau dibuang melalui blowdown

Muhkzihajj Sembiring (10 01 037) | Pr. Operasi Teknik Kimia


Alat Penukar Panas (Heat Exchanger)
untuk menjaga level mineral dan padatan terlarut yang memenuhi persyaratan
kualitas air pendingin. Konsentrasi ion agresif dan padatan terlarut dalam air
pendingin meningkat diakibatkan penambahan makeup water secara kontinyu. Hal
ini dapat mempercepat korosi dan pembentukan kerak pada pipa unit heat
exchanger.

Prospek Ekonomi
Dengan pemilihan material logam, jenis dan dosis inhibitor korosi dan anti
kerak yang memadai, maka masalah korosi dan kerak pada unit heat exchanger
dapat diatasi, penghematan material logam, penurunan biaya pemeliharaan dan
produktivitas berjalan dengan lancar.
Alat penukar panas
Alat penukar panas konvensional seperti penukar panas pipa rangkap
(double pipe heat exchanger ) dan penukar panas cangkang buluh ( shell and tube
heat exchanger ) selama beberapa dekade mendominasi fungsi sebagai penukar
panas di industri. Perkembangan kemudian, karena tuntutan effisiensi energi,
biaya, serta tuntutan terhadap beban perpindahan panas yang lebih tinggi dengan
ukuran penukar panas yang kompak menjadi penting. Menanggapi hal itu, maka
dibuat suatu penukar panas kompak. Salah satu jenis penukar panas kompak
tersebuat adalah penukar panas Plate and frame Heat Exchanger.

1. Penukar panas pipa rangkap ( double pipe heat exchanger )
Satu jenis penukar kalor ialah susunan pipa ganda. Dalam penukar kalor
jenis ini dapat digunakan aliran searah atau aliran lawan arah, baik dengan zat cair
panas maupun zat cair dingin terdapat dalam ruang annulus dan zat cair yang lain
di dalam pipa dalam. Alat penukar panas pipa rangkap terdiri dari dua pipa logam
standart yang dikedua ujungnya dilas menjadi satu atau dihubungkan dengan
kotak penyekat. Fluida yang satu mengalir di dalam pipa, sedangkan fluida kedua
mengalir di dalam ruang anulus antara pipa luar dengan pipa dalam. Alat penukar
panas jenis ini dapat digunakan pada laju alir fluida yang kecil dan tekanan
operasi yang

Muhkzihajj Sembiring (10 01 037) | Pr. Operasi Teknik Kimia


Alat Penukar Panas (Heat Exchanger)
tinggi. Sedangkan untuk kapasitas yang lebih besar digunakan penukar panas jenis
selongsong dan buluh ( shell and tube heat exchanger ).














2. Penukar panas cangkang dan buluh ( shell and tube heat exchanger )
Alat penukar panas cangkang dan buluh terdiri atas suatu bundel pipa yang
dihubungkan secara parallel dan ditempatkan dalam sebuah pipa mantel
(cangkang ). Fluida yang satu mengalir di dalam bundel pipa, sedangkan fluida
yang lain mengalir di luar pipa pada arah yang sama, berlawanan, atau
bersilangan. Kedua ujung pipa tersebut dilas pada penunjang pipa yang menempel
pada mantel. Untuk meningkatkan effisiensi pertukaran panas, biasanya pada alat
penukar panas cangkang dan buluh dipasang sekat ( baffle ). Ini bertujuan untuk
membuat turbulensi aliran fluida dan menambah waktu tinggal ( residence time ),
namun pemasangan sekat akan memperbesar pressure drop operasi dan
menambah beban kerja pompa, sehingga laju alir fluida yang dipertukarkan
panasnya harus diatur.


Muhkzihajj Sembiring (10 01 037) | Pr. Operasi Teknik Kimia


Alat Penukar Panas (Heat Exchanger)




3. Penukar Panas Plate and Frame ( plate and frame heat exchanger )
Alat penukar panas pelat dan bingkai terdiri dari paket pelat pelat tegak
lurus, bergelombang, atau profil lain. Pemisah antara pelat tegak lurus dipasang
penyekat lunak (biasanya terbuat dari karet ). Pelat pelat dan sekat disatukan
oleh suatu perangkat penekan yang pada setiap sudut pelat( kebanyakan segi
empat ) terdapat lubang pengalir fluida. Melalui dua dari lubang ini, fluida
dialirkan masuk dan keluar pada sisi yang lain, sedangkan fluida yang lain
mengalir melalui lubang dan ruang pada sisi sebelahnya karena ada sekat.




Muhkzihajj Sembiring (10 01 037) | Pr. Operasi Teknik Kimia


Alat Penukar Panas (Heat Exchanger)
A. DEFENISI PERCOBAN
Penukar panas atau heat exchanger (HE), adalah suatu alat yang
memungkinkan perpindahan panas dan dapat berfungsi sebagai pemanas
maupun sebagai pendingin. Biasanya, medium pemanas dipakai uap lewat
panas (super heated steam) dan air biasa sebagai air pendingin (cooling
water).

B. PERKEMBANGAN SERTA PENGGUNAANNYA DALAM DUNIA
INDUSTRI
Penukar Panas, khususnya jenis shell-and-tube, merupakan peralatan yang
banyak dipergunakan di berbagai bidang industri, seperti perminyakan,
petrokimia, energi dan lain sebagainya. Fungsi alat penukar panas,
sebagaimana namanya, adalah untuk memindahkan panas dari satu fluida ke
fluida yang lainnya.
Salah satu parameter yang menentukan pemilihan suatu jenis penukar
panas adalah kemampuannya untuk memindahkan panas, yang pada umumnya
disebut efektivitas. Untuk satu ukuran penukar panas tertentu, efektivitas yang
tinggi menunjukkan semakin banyaknya fluks panas yang dapat dipindahkan
per satuan massa fluida. Sehingga upaya untuk mengembangkan suatu
rancangan penukar panas yang memberikan efektivitas perpindahan panas
tinggi senantiasa menjadi topik litbang di berbagai lembaga riset, universitas
ataupun industri di dunia.











Muhkzihajj Sembiring (10 01 037) | Pr. Operasi Teknik Kimia


Alat Penukar Panas (Heat Exchanger)
BAB III
MATERI DAN METODA

A. MATERI
Adapun materi yang digunakan dalam percobaan ini adalah sebagai
berikut:
1. Alat
- Alat penukar panas dengan pipa ganda.
- Thermometer

2. Bahan
- Air

B. METODE
Adapun prosedur kerja dari percobaan ini adalah sebagai berikut :
1. Alat penukar panas dihubungkan dengan sumber listrik dengan saklar pada
posisi ON.
2. Pompa air dihidupkan dan air dimasukkan kedalam tangki air panas dan
tangki air dingin hingga melimpah.
3. Pompa sirkulasi air panas dijalankan, dan diatur sirkulasinya, pastikan
tidak ada udara didalam pipa.
4. Kemudian, aliran dari air panas dan dingin dibuat menjadi aliran searah,
dengan laju air panas 50 kg/jam dan laju air dingin dibiarkan tetap pada
200 kg/jam.
5. Setelah suhu konstan, suhu dari thermometer dicatat pada data pengamatan
untuk T
1
dan T
2
thermometer air dingin dan t
1
dan t
2
untuk air panas.
6. Ganti laju alir air panas menjadi 120 kg/jam dengan laju air dingin 200
kg/jam. Catat kembali suhu pada thermometer untuk air panas dan air
dingin.
7. Ulangi langkah yang sama untuk aliran berlawanan arah.



Muhkzihajj Sembiring (10 01 037) | Pr. Operasi Teknik Kimia


Alat Penukar Panas (Heat Exchanger)
BAB IV
DATA PENGAMATAN

A
l
i
r
a
n

T
1
T
2
t
1
t
2
W w
(C) (C) (C) (C)
|
.
|

\
|
hour
kg

|
.
|

\
|
hour
kg

Searah
59 45 29 33 50 200
61 53 29 34 120 200
Berlawanan
61 46 32 31 50 200
61 53 32 30 120 200























Muhkzihajj Sembiring (10 01 037) | Pr. Operasi Teknik Kimia


Alat Penukar Panas (Heat Exchanger)
BAB V
HASIL KERJA PRAKTEK

A. PEMBAHASAN
Perhitungan dibuat untuk satu data sebagai contoh dan data lain
merupakan hasil yang didapat dari perhitungan dengan cara yang sama.

1) Menghitung suhu rata rata
a. Untuk arus searah
2
2 1
T T +

-
2
2 1
T T +

C =
+
=
52
2
45 59

- C 57
b. Untuk arus berlawanan arah
2
2 1
t t +

- C 5 , 53
- C 57

2) Menghitung tm A
2
1
2 1
ln
t
t
t t
tm
A
A
A A
= A
a. Untuk arus searah
-
2
1
2 1
ln
t
t
t t
tm
A
A
A A
= A

Muhkzihajj Sembiring (10 01 037) | Pr. Operasi Teknik Kimia


Alat Penukar Panas (Heat Exchanger)
C
tm
=
=

= A
6442 , 19
9163 , 0
18
12
30
ln
12 30

- C tm = A 9377 , 24
b. Untuk arus berlawanan arah
- C tm = A 6419 , 21
- C tm = A 6739 , 25

3) Untuk menghitung nilai QW
T Cp W QW A =
a. Untuk arus searah
- T Cp W QW A =
jam
kkal
C
kg
kkal
jam
kg
QW
700
14 1 50
=
=

-
jam
kkal
QW 960 =
b. Untuk arus berlawanan arah
-
jam
kkal
QW 750 =
-
jam
kkal
QW 960 =
4) Menghitung nilai qw
t cp w qw A =
a. Untuk arus searah
- t cp w qw A =
jam
kkal
C
kg
kkal
jam
kg
qw
800
4 1 20
=
=

-
jam
kkal
qw 1000 =

Muhkzihajj Sembiring (10 01 037) | Pr. Operasi Teknik Kimia


Alat Penukar Panas (Heat Exchanger)
b. Untuk arus berlawanan arah
-
jam
kkal
qw 200 =
-
jam
kkal
qw 400 =

5) Menghitung nilai q
a. Untuk arus searah
% 100
1 1
2 1

=
t T
T T
q
- % 100
2 1
2 1

=
t T
T T
q
% 67 , 46
% 100
29 59
45 59
=

= q

- = q 25%

b. Untuk arus berlawanan arah
% 100
2 1
2 1

=
t T
T T
q
- = q 50%
- = q 25,81%

6) Menghitung nilai q
2
qw QW
= q
a. Untuk arus searah
-
2
qw QW
= q
hour
kkal
750
2
800 700
=
+
= q


Muhkzihajj Sembiring (10 01 037) | Pr. Operasi Teknik Kimia


Alat Penukar Panas (Heat Exchanger)
- = q
jam
kkal
980
b. Untuk arus berlawanan arah
- = q
jam
kkal
475
- = q
jam
kkal
680

7) Menghitung nilai Vh
a. Untuk arus searah
Dari interpolasi didapat suhu C 50 ,
dtk
m
Vh
2
4
10 005028 , 0

=
b. Untuk arus berlawanan arah
Dari interpolasi didapat suhu C 57 ,
dtk
m
Vh
2
4
10 005028 , 0

=
8) Menghitung nilai Vl
a. Untuk arus searah
Dari interpolasi didapat suhu C 5 , 31 ,
dtk
m
Vh
2
4
10 007744 , 0

=
b. Untuk arus berlawanan arah
Dari interpolasi didapat suhu C 31 ,
dtk
m
Vh
2
4
10 007816 , 0

=
9) Menghitung Bilangan Reynold
a. Untuk air panas
Vh
W
w
5
10 080 , 2 Re

=
- Untuk arus searah

Vh
W
w
5
10 080 , 2 Re

=
( )
2048 , 4964
10 0048 , 49642
10 3485 , 23866 10 080 , 2
10 005028 , 0
120
10 080 , 2 Re
1
4 5
4
5
=
=
=

=

w

- Untuk arus berlawanan arah
20048 , 4964 Re = w


Muhkzihajj Sembiring (10 01 037) | Pr. Operasi Teknik Kimia


Alat Penukar Panas (Heat Exchanger)
b. Untuk air dingin
Vl
w
w
6
10 584 , 7 Re

=
- Untuk arus searah
Vl
w
rew
6
10 584 , 7

=
( )
677686 , 1958
10 7686 , 195867
10 44628 , 25826 10 584 , 7
10 007744 , 0
200
10 584 , 7
2
4 6
4
6
=
=
=

=

rew


- Untuk arus berlawanan arah
634596 , 1940 = rew

10) Menghitung nilai
tm A
q
A
=
l
do di
A
2
14 , 3

=
2 3
2
3
3 6
10 14 , 3
2
10 2
14 , 3
1
2
) 10 17 10 19 (
14 , 3
m
m
m
m
A

=
|
|
.
|

\
|
=

=

a. Untuk arus searah
tm A
q
A
=
Jam C m
kkal
C m
jam
kkal
. .
2554 , 0
94 , 24 10 14 , 3
40
2
2 3

=

=


b. Untuk arus berlawanan arah
Jam C m
kkal
. .
1533 , 12
2

=

Muhkzihajj Sembiring (10 01 037) | Pr. Operasi Teknik Kimia

Alat Penukar Panas (Heat Exchanger)
B. TABULASI DATA



Input Output Flow
rate
Input Output Flow
rate
Kinematic Viscosity of water Temperature
diffrence
Hot Water Cold Water effisienc
y
Coefficient (over all)
A
l
i
r
a
n

T1 T2 W t1 t2 w (T1+T2)/2 Vh(10
-4
) (t1+t2)/2 Vl (10
-4
) t1 t2 tm QW REW qw rew u u q
(C) (C)
|
.
|

\
|
hour
kg

(C) (C)
|
.
|

\
|
hour
kg

(C)


(C)


(C) (C) (C)
hour
kkal


hour
kkal

% %
C m
kkal

2

C m
kkal

2

hour
kkal

A 59 45 50 29 33 200 52 0,005444 31 0,007816 30 12 19,6 700 191,03 800 191,03 46 7,93 750
B 61 53 120 29 34 200 57 0,005028 31,5 0,007744 32 19 24,9 960 4964,2 1000 1958,7 25 0,2554 980
C 61 46 50 32 31 200 53,5 0,005289 31,5 0,007938 30 15 21,6 750 186,07 200 186,07 50 5,09 475
D 61 53 120 32 30 200 57 0,005028 31 0,007816 31 21 25,7 960 4964,2 400 1940,6 25 12,15 680

Muhkzihajj Sembiring (10 01 037) | Pr. Operasi Teknik Kimia


Alat Penukar Panas (Heat Exchanger)
BAB VI
KESIMPULAN
Adapun kesimpulan yang dapat diambil berdasarkan hasil praktikum ini
adalah sebagai berikut:
- Bilangan Reynold pada air panas (REW) lebih besar dibandingkan air
dingin (rew).
- Dari hasil perhitungan didapat Efisiensi () dari alat penukar panas
untuk arus berlawanan arah lebih besar bila dibandingkan dengan arus
searah.
o Arus searah = 46,67%
o Arus berlawanan arah = 50 %
- Nilai dari Koefisien transfer panas (u) pada arus berlawanan arah lebih
besar daripada arus searah.
o Arus searah u = 0,2554 kkal/m
2
.
o Arus berlawanan arah u = 12,1533 kkal/m
2
.


















Muhkzihajj Sembiring (10 01 037) | Pr. Operasi Teknik Kimia


Alat Penukar Panas (Heat Exchanger)
DAFTAR PUSTAKA

.Operasi Teknik Kimia 1.Medan:Pendidikan Teknologi Kimia Industri
(PTKI).2011

Paranita, Darni.Penuntun Praktikum Operasi Teknik Kimia I. Medan:
Pendidikan Teknologi Kimia Industri (PTKI).2011

Warren L, Mc Cabe, Julian C. Smith, dan Peter harriot, (1999), Operasi Teknik
Kimia, Jilid 1, Cetakan ke-4, PT. Erlangga


Situs WEB :
- http://digilib.itb.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=read&id=itb-s2-tk-2000-
Rudi-alir
- http://id.wikipedia.org/wiki/Penukar_panas
- http://puslit.petra.ac.id/journals/pdf.php/PublishedID=MES00020203
- http://www.batan.go.id/ptrkn/index.php?option=com_content&task=view
&id=11
- http://www.ccitonline.com/mekanikaltiki-view_blog.phpblogId=253
- http://www.metalurgi.lipi.go.id/kegiatan/pengendalian-korosi-dan-
pembentukan-kerak-pada-unit-heat-exchanger/
- http://www.usu.ac.id/id/files/artikel/shell_Tube.pdf