Anda di halaman 1dari 3

Nama unsur Massa Molar Nama golongan Warna Titik didih Titik leleh

: Astatin : 210 g/mol : Halogen : Metalik : 337 C : 302 C

Astatin adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang At dan nomor atom 85. Massa atom 210. Nama unsur ini berasal dari bahasa Yunani (astatos) yang berarti "tak stabil". Unsur ini termasuk golongan halogen dan merupakan unsur radioaktif yang terbentuk secara alami melalui peluruhan uranium-235 and uranium-238. Halogen menandakan unsur-unsur yang menghasilkan garam jika bereaksi dengan logam. Ahli kimia Swedia Baron Jns Jakob Berzelius mengistilahkan "Halogen" (hls), "garam" atau "laut", dan - (gen-), dari (ggnomai), "membentuk" - elemen yang membentuk garam jika direaksikan dengan logam. Radioaktif berhubungan dengan pemancaran partikel dari sebuah inti atom. Unsur radioaktif adalah unsur yang mempunyai nomor atom di atas 83. Disintesis pada tahun 1940 oleh D.R. Corson, K.R. MacKenzie, dan E. Segre di Universitas Kalifornia dengan menembak bismut dengan partikel alfa. Isotop dengan masa paruh waktu terpanjang, terdapat di alam dengan isotop uranium dan torium, dan jejak 217At setara dengan 233U dan 239Np, dihasilkan dari integrasi torium dan uranium dengan menghasilkan neutron alamiah. Jumlah astatin di kerak bumi hanyalah kurang dari 1 ons. SIFAT - SIFAT Spektrometer massa telah digunakan untuk memastikan bahwa unsur radioaktif halogen ini berperilaku kimia sama halnya dengan halogen lainnya, khususnya iod. Astatin dikatakan lebih menyerupai logam daripada iod, dan seperti halnya iod, astatin dapat terakumulasi di kelenjar tiroid. Para peneliti di Brookhaven National Laboratory telah menggunakan metode pembelokan jalur molekul reaktif yang terpancar untuk mengidentifikasi dan mengukur reaksi kimia dengan melibatkan astatin. Astatin merupakan unsur radioaktif pertama yang dibuat sebagai hasil pemboman Bismut dengan partikel alfa. Semua isotopnya bersifat radioaktif dan berumur pendek, sehingga sifat-sifatnya belum banyak diketahui.

Unsur ini sangat unsur radioaktif sudah ditetapkan oleh spektrometerspektrometer massa untuk bertindak secara kimiawi seperti halogen-halogen lain, terutama yodium (itu akan mungkin menghimpunkan di dalam kelenjar/penekan yang gondok seperti yodium), meskipun demikian, astatin diperkirakan lebih metalik dibanding yodium. Peneliti-peneliti pada Brookhaven National Laboratory sudah melaksanakan eksperimen-eksperimen hingga mengenali dan mengukur reaksi-reaksi dasar yang melibatkan astatine. Isotop paling stabil mempunyai suatu umur-paruh sekitar 83 jam. Produk akhir dari peluruhan astatin adalah isotop-isotop dari induk. Halogen-halogen akan berwarna lebih gelap, dengan peningkatkan berat/beban molekular dan nomor atomis. Dengan demikian, mengikuti kecenderungan, astatin diperkirakan merupakan suatu padatan hampir hitam, yang ketika dipanaskan, menyublim menjadi gelap, dan uap/gas keungu-unguan (lebih gelap dibanding yodium). Astatin diperkirakan membentuk ikatan-ikatan bersifat ion seperti dengan sodium (Na), seperti halogen-halogen yang lain, tetapi itu dapat dipindahkan dari garam-garam oleh tongkang/geretan, halogen-halogen yang lebih reaktif. Astatin dapat juga bereaksi dengan hidrogen untuk membentuk astatane, yang ketika dihancurkan di dalam air, membentuk cuka hydroastatic yang sangat kuat. Astatin merupakn unsur halogen yang kereaktifannya paling kecil. Isotop-isotop yang kurang stabil dari astatin tidak mempunyai aplikasiaplikasi praktis dibanding studi ilmiah lain karena waktu hidupnya sangat pendek, tetapi isotop-isotop yang lebih berat mempunyai penggunaanpenggunaan medis. Astatine-211 adalah suatu emiter alfa dengan umur-paruh yang secara fisik 72 jam. Hal ini sudah dimanfaatkan penggunaannya di dalam radiasi therapy. Suatu penyelidikan kemanjuran dari koloid astatine-211 tellurium untuk perawatan dari penyakit menular bersifat percobaan di dalam tikus-tikus mengungkapkan bahwa alfa ini memancarkan radiokoloid dapat sedang menyembuhkan tanpa menyebabkan ketoksikan kepada jaringan normal. Berdasarkan perbandingan, beta yang memancarkan phosphorus-32 sebagai koloidal chromic fosfat tidak mempunyai aktivitas yang antineoplastik. Kebanyakan penjelasan untuk perbedaan yang mencolok ini adalah ionisasi yang tebal/padat dan cakupan pendek tindakan berhubungan dengan emisi alfa. Hasil-hasil ini mempunyai keterlibatan-keterlibatan penting untuk pengembangan dan penggunaan dari alpha-emitters sebagai ilmu pengobatan radiokoloid untuk perawatan dari tumor-tumor manusia. G. Sumber Astatin di alam Astatine bersifat radioaktif dan pada dasarnya tidak tersedia di alam. It is not possible to make other than in a nuclear reactor.Namun, astatin terdapat di alam karena hasil peluruhan dari unsur radioaktif. Isotop dengan massa paruh waktu terpanjang, terdapat di alam dengan isotop uranium dan torium, dan

jejak 217At setara dengan 233U dan 239Np, dihasilkan dari integrasi torium dan uranium dengan menghasilkan neutron alamiah. Jumlah astatin di kerak bumi hanyalah kurang dari 1 ons. Tidaklah mungkin untuk membuatnya selain dalam reaktor nuklir. Bombardment of the bismuth isotope 209 83 Bi with -particles (helium nuclei, 4 2 He) results in formation of shortlived astatine and neutrons. Pemboman isotop 209At83 bismut (Bi) dengan -partikel (inti helium, 4He2 ) hasil dalam pembentukan astatine saja manfaat dan neutron. Target bismut didinginkan selama iradiasi untuk mencegah astatine volatile menghilang. Selain dari hasil penembakan, astatin pun diduga ada didalam kelenjar tiroid manusia, sama halnya seperti iodium.