Anda di halaman 1dari 13

SMKPGRI1NGAWI

KOMPONENPENERUSDAYASABUKDANRANTAI
A. PENDAHULUAN 1. SISTIMTRANSMISI SistimTransmisiberfungsisebagaipenghantardayaapakahitudayalistrikataudayamekanisakan tetapi juga akan berfungsi sebagai pengatur pembebanan terhadap sumber daya dari energi yang tersedia dan dengan demikian energi akan digunakan secara efisien, oleh karena itu dalam perkembangannya sistim konversi energi listrik kedalam energy mekanik melalui motor listrik ini mekanismenya ditempatkan menjadi satu sehingga outputnya sudah merupakan besaran daya dan kecepatanyangtelahdisesuaikan. Padasistimkerjamekaniksistimtransmisiiniterdapatdalamberbagaijenisseperti,sabuk(belt); roda gigi; rantai; ulir; dan poros dan masingmasing jenis ini memiliki sifat serta karakteristik yang berbeda satu sama lainnya, sehingga dalam pemakaiannya dipilih dan ditentukan berdasarkan kesesuaiannya dengan fungsi dan sifat pemakaiannya, seperti pada sistim transmisi dengan menggunakansabukdimanamemilikisifatyanglebihluwesrelativedapatmenyesuaikandenganjarak sumbu pemutar (driver) terhadap yang diputar (driven), memiliki efek slip sehingga sedikit meredam terjadinyaoverloadnamunposisiputaransumbuselaludapatberubahsehinggatidaksesuaidigunakan padasistimkerjaotomatis(timingbelt)kecualidengansabukbergigi(sabukgilir).

Untukkebutuhansistimtransmisidayamekanikyangdihasilkanmelaluienergylistrikyangberupa gerak putar dengan kecepatan tetap, sistim trasmisi ini dibuat dalam bentuk universal dengan karakteristik yang bervariasi dengan konstruksi yang terdiri atas susunan roda gigi (spur gear) dan rangkaiandenganhelix. ElementransmisimekaniksepertipadaGambarmerupakanreduserdenganperbandinganratio1 :60padakeadaaniniputarandarioutputshaft(driven)adalah1/60dariputaranmotor,misalnyamotor denganputaran1500rpm,dengandaya725watt(1HP).Dihubungkanpadaoutputshaftmelaluiclutch atau transmisi sabuk dengan pulley 1 : 1 maka akan diperoleh putaran : 1/60 x 1500 = 25 rpm. Sedangkandayaakanmeningkatmenjadi:60x725=43500wattatau60HP.

BAHAN AJAR 14.DKK.1

SMKPGRI1NGAWI

Pemakaian sistim transmisi dengan menggunakan ulir cacing (worm) ini hanya dapat digerakkan melalui poros ulir cacing dan tidak dapat digerakkan melalui poros roda gigi cacing, dengan susunan yanghanyaterdiriatassusunanulirdanrodagigicacinginiputarannyaakantetap,namunterdapatjuga sistim transmisi dari jenis ini yang dapat menghasilkan putaran secara variable, walaupun terbatas namunputarannyadapatdisesuaikandenganputaranyangdiinginkan.

2. PowerTransmisi Power transmisi ialah aspek dari sistim transmisi yang digunakan sebagai penghantar energy dalambentukgerakputarterhadapelemenlaindalamkecepatangerakanyangsamaatauberbeda. Untuk memperoleh gerak putar yang berbeda dari putaran poros yang diberikan oleh pemutar/penggerak(driver)dapatdihitungdenganformulasisebagaiberikut: D,ataud R,ataur

diameter flat pulley, atau diameter pitch dari V pulley,ataujumlahgigipadarodagigiatausprocket.

Putaranpermenit(rpm)dariporos.

Contoh: Electric motor digunakan sebagai penggerak pompa piston, Electric motor sebagai sumber daya putarmemilikikecepatanputaran1440rpm.Sedangkankecepatanputaranpompadiperlukan400rpm. dan untuk efisiensi Pulley berdiameter 100 mm dengan alur V digunakan sebagai elemen transmisi. HitungukurandiameterPulleyyangdiperlukanuntukporospompa. Penyelesaian: Jikaperbandinganputarandihitungberdasarkanukuranpulleydenganformula:

D R = d r
r= D R 100 1440 = = 360 mm d 400

Jadidiameterpulleypadapompa(driven)=360mm.

BAHAN AJAR 14.DKK.1

SMKPGRI1NGAWI

B. SABUKDANPULI
1. Sabukdatar(FlatBelt) Pemakaianplatbelttidaksebanyakpemakaianbeltbeltyanglain,namundemikianpemakaiannya masih diperlukan, oleh karena itu berbagai hal tentang pemakaian plat belt ini perlu diperhatiakan, antaralain: a. Plat belt (Sabuk datar) dengan bahan kulit, ukuran bahan kulit yang terbatas maka untuk pemakaiannya terpaksa harus dilakukan penyambungan, dan dalam pemakaiannya dimungkinkan akan terlepas yakni dibagian ujung sambungan sedangkan bagian yang berhubungan dengan permukaanpulleybiasanyaakanlebihtahan. b. Variasialatpenyambungyangkitagunakanharusdiyakinkanbahwapenyambungitutidakmelebar keluardaribataslebarsabuk(belt). c. Canvasyangdicetakpadakaretmerupakansalahsatujenissabukdataryangjugadapatdigunakan sebagaimanapadasabukdaribahankulit. d. Platbelt(Sabukdatar)yangdibuatdaribahancottonbaikalamatausintetisjugabanyakdigunakan terutamapadabebanyangringandenganputaranyangsmooth. 2. Pulleyuntuksabukdatar Pulleyuntuksabukdatardipasangpadakeduaporosdriverdandriverdenganposisisumbudari keduaporos.Pulleypemutardanyangdiputarharusmemilikipermukaanyangsejajar. Untukpulleyyangberdiameterbesarharusdibentuksedemikianrupadenganmencekungkannya kearahsumbu(Crowned)sebesar1,5020sehinggabeltakantetappadaposisinya. 3. SabukV(VBelt)adjustableVeebelting. Sabuk V (V Belt) dibuat dari bahan katun (cotton) yang dicetak dengan karet segingga cotton tersebut akan menjadi inti dari sabuk tersebut. Sabuk V memiliki ukuran panjang tertentu, bentukdanspesifikasidimensinyatelahdistandarkan.Sabukiniyangsekarangdigunakanpadaberbagai industry. Sistem penggerak dengan menggunakan sabuk yang lebih dari satu buah sabuk sebaiknya selaludistelkesesuaiannya. Ukuran sabuk yang dibuat dan diperdagangkan memiliki ukuran sabuk sebagaimana yang tercantumpadasabuktersebutdalambentukcodeatausymbolsymbol,namununtukprofildarisabuk yangberhubungandenganlebarsabuk. M A

B C

BAHAN AJAR 14.DKK.1

SMKPGRI1NGAWI

Contoh: SabukdengantypeBtertulisB75code4,semuasabukdengancode4iniakansesuaidandapat mentransmisikandayayangdiberikan,typeB75inihanyamenunjukanpanjangsabukitusendiri. SabukVdibuatdalam5bagiandantersediadenganukuranpanjangdari200mmhingga15200 mm direkomendasikan pula untuk pemakaian pulley yang berdiameter kecil sampai 20 mm harus menggunakan sabuk yang kecil yakni dari type M dan dapat mentransmisikan daya sebesar 0,02 kW pada putaran 1440 rpm. sedangkan untuk ukuran pulley yang kecil sebesar diameter 335 mmdapat menggunakansabukdaritypeDdandapatmentransmisikandayasebesar21,22kWdengankecepatan yangsama. 4. AlurVpadapulley AlurVpadapulleydimanaakandidudukansabukVharusdikerjakandenganhatihatipadamesin perkakas,kebenaranbentuksertaukurandarialurVsertaukurandiameterlubangharustepat.untuk pulleyangmenggunakanalurVlebihdarisatumakaaluralurtersebutharusseragamsehinggamasing masingsabukakanbekerjasecaramerata.KesalahanbentukdarialurVpadapulleyakanmengakibatkan penurunanumurpakaidarisabukitusendirisertaakanmereduksidayayangakanditransmisikan. 5. Merakitpenggerak Proses perakitan pulley penggerak harus dilakukan secara cermat dan dipastikan bahwa pulley dalam keadaan sejajar, tempatkan sabuk V yang akan digunakan pada alur dalam keadaan longgar, tekansabukkedalamalursekelilingpulleysebelumdistelketegangannya(tensioning).

BAHAN AJAR 14.DKK.1

SMKPGRI1NGAWI

C. RANTAIDANSPROKET
1. Rollerchains Precisionsteelrollerchainmerupakansalahsatusistimtransmisidayamekanikyangefisiendan serbaguna,olehkarenaitupemakaiannyasangatluasdanditerapkandiberbagaiindustrysertatersedia dalamberberapatypesertaukuranyangdapatdipilihsesuaidengankebutuhan.

Precisionsteelrollerchainterdiriatassusunanjurnalbearingyangberkaitansatusamalainnya plat penjepit (penghubung) atau constraining plates. Masingmasing bearing terdiri atas bearing pin danbushdimanachainrollerberputar.

a. Standarisasidimensionalrollerchains Ukuranrantai(rollerchains)ditentukanolehjarakukurpitchnyayaknijarakukurantarasumbu bearingpinyangberdekatan,diameterrollersertaukuranjaraklebarantarainnerplates. b. Sprocket Sprocket ialah elemen transmisi dengan sistim rantai (chain) dalam bentuk roda gigi yang berpasangansesuaidengandimensionalrantai(chain)yangdigunakan,profilnyamemilikibentukyang berbedadarirodagigibiasanyasepertirodagigilurus,helixdanlainlain.

BAHAN AJAR 14.DKK.1

SMKPGRI1NGAWI

c. Pemasangandanperawatan Bergantuk kepada jenis dan kecepatan gerak dalam pemakaian rantai dapat dilakukan secara terbukaatautertutupsamasekali,pelumasandapatdiberikandengancaratetesanataukubangan. Pemeliharaan sistim transmisi rantai dengan kondisi pemakaian secara terbuka, rantai biasanya dibenamkan/direndam didalam kubangan oli selama satu malam, dengan demikian maka lapisan pelumasyangmengendapdidalampinataubushesakanterlepas. Untukpemasanganharusdiyakinkanterlebihdahulubagianlainyangmendukungsistimtransmisi ini, misalnya kedudukan poros berada pada posisi sejajar antara driver shaft dengan driven shaftnya sertadudukdenganstabil. Akurasikesejajaranporosdanpermukaanrodagigi(sprocket)akanmenentukanpendistribusian bebansecarapenuhdanakanberpengaruhterhadappemakaianmaximumdaritransmisiini

Penyetelan ketegangan pada rantai akan mempengaruhi kepada umur pakai dari transmisi ini, olehkarenaitupemeriksaandanpenyetelanketeganganrantaiiniperluuntukdiperhatikan. Beberapa instalasi sistim transmisi rantai ini distel ketegangannya dengan cara menggeser salah satuporos

Namun apabila penyetelan dengan cara menggeser salah satu poros tidak memungkinkan maka dapatjugadilakukandenganmenambahsebuahsprocketdiantarakeduasprocket(DriverdanDriven) yaknisprocketyangdisebutsebagaiadjustableidlerwheel.

BAHAN AJAR 14.DKK.1

SMKPGRI1NGAWI

Ukuran idler secara umum memiliki jumlah gigi yang sama dengan jumlah gigi pinion agar tidak terjadikecepatanputaranyangberlebihan,biasanyaditentukanpalingsedikit3gigidariidlersprocket yang kontak dengan rantai. Penyetelan ketegangan dilakukan sebagaimana biasa, dengan diberikan jarakkelonggaranyangmemadaiyaknisejarakpertengahanA,

MakajarakAdapatdihitungdengan: Dimana: K = adalahnilaitetapandenganketentuan Contoh: Lakukanpenyetelanketeganganrantaipadatransmisisepedamotorjikajarakantarasumburoda belakang terhadap gear pemutar diketahui adalah 500 mm. dan berapakah total kelonggaran yang dibolehkan. Perhitungan: Gerakan putaran pada speda motor dapat dikategorikan sebagai putaran kasar sehingga nilai konstanta(K)ditentukansebesar50, makajika: = 25untukputaranhalus(smooth) = 50untukputarankasar(shockdrives)

BAHAN AJAR 14.DKK.1

SMKPGRI1NGAWI

d. Ukuranrantaitransmisi Pengukuranrantaidapatdilakukansecaralangsungdanmerupakanhubungandalampenentuan kelebihan panjang, untuk menentukan hal ini maka diperlukan pengukuran dengan langkah sebagai berikut: 1) Bentangkan rantai yang telah terlepas sambuangannya diatas plat datar yang dilengkapi dengan pengaitsertapenarikpegaspenyeimbang

2) Denganmenggunakanturnbuckleberikanpenegangandengan:

Dengandemikianmakajarakukur(Pitch)darirantaiakandiketahuiyaitubatasbeban(breaking load)dikalidenganPitch,penerapanukuranbebanitusamadenganShortPitchdarirantaitersebut. Sebagai alternative dari penggunaan Turnbuckle dan spring balance dapat juga digunakan pemberat tentunyadengansalahsatuujungrantaidiposisikanlebihrendahdariujungyanglainnya.Pengukuran panjangMdalammillimeterdaridimanaprosentaseperpanjanganyangdiinginkandalampemakaian, dandapatdihitungdenganformulasebagaiberikut:

x=hargaukurpitch Ketentuan umum kedaan ujung rantai dan rantai dapat dipasang kembali ialah apabila perpanjangan mencapai 2 %(dalam kasus ini rantai terlalu panjang sebesar 1%). Untuk gerak dengan tanpa syarat penyetelan batas kesalahannya lebih rendah tergantung pada kecepatan dan konstruksinya. Rantaiinijugadibuatdenganbentukdankonfigurasiyangberbedasesuaidengankebutuhannya.

BAHAN AJAR 14.DKK.1

SMKPGRI1NGAWI

2. SilentChainsandToothedbelt a. SilentChains Disamping rantairantai yang telah dibahas pada uraian tadi terdapat juga jenis rantai yang berbentukrackyangdapatmelilitpadarodagigi,setiapmatarantaiberhubungandengansatusisidan biladisusunbersamaakanmenyerupaisabukbergigi.Didalampusatrantaiterdapatmatarantaidengan bentukdatardanakanmenempatialurdarirodagigi. Bentuk gigi dari roda gigi dan rantai adalah evolvente sehingga jika rantai ini dan roda gigi ini berpasangan,rantaiakanmelingkardanmemberikangerakansilent.

b. Toothedbelt Belt(sabuk)inimerupakanpengembangandariSilentChaindanpadabeberapainstalasitelah bergantidariSilentChainkesabukjenisini,sabukdengangigidibagiandalamnyadandibuatdarikaret sintetitis dengan lapisan baja dibagian intinya. Bentuk serta ukurannya dibuat berdasarkan standar, sifatnyayanglembutmenjadikansabukinilebihbanyakdigunakanpadasistimtransmisi.

BAHAN AJAR 14.DKK.1

SMKPGRI1NGAWI

DAFTARPUSTAKA Sudjana,Hardi.2008.TeknikPengecoranJilid3.Jakarta:DirektoratPembinaanSekolahMenengah Kejuruan.

BAHAN AJAR 14.DKK.1

10

SMKPGRI1NGAWI

Lampiran:

GambarDimensionalalurVpadapulley TabelDimensiStandarAlurVpadapulley.

TabelStandarisasirollerchain

BAHAN AJAR 14.DKK.1

11

SMKPGRI1NGAWI

BAHAN AJAR 14.DKK.1

12

SMKPGRI1NGAWI

GambarBerbagaijenisdanbentukprofilyangdiperdagangkan

BAHAN AJAR 14.DKK.1

13