P. 1
Sebutir Syair Dari Tetesan Embun

Sebutir Syair Dari Tetesan Embun

|Views: 37|Likes:
Dipublikasikan oleh Anton Ariwibowo
※BUSUR ASMARA※


Kurangkai kata menjadi bunga, mekar dipagut sinaran rembulan
Kupetik sekuntum rekahnya, kupersembahkan pada mu, pemilik raut nan elok
Rasaku melambung ke langit tak berbatas
Kasih ku mengembara ke sudut bumi tak berpentas
Seperti merpati putih, aku terbang sendirian mengitari awan ku
Menjelajahi hati mu yg melintas diarus nan deras
Menggapai mesra dalam rengkuhan hati, meski gemuruh sungai memekakan telinga ku

Kusulam benang kasar yg sempat tercerai berai, terburai dari pintalan
Kubuka payung jiwa ku, ketika awan hitam langit meneteskan bulir bulir airnya
Mencari celah dibatas hati mu yg menampak beku dalam kedinginan
Namun aku tak hendak redam, kubakar nyala lilin ku dalam gelora
Lalu kupunguti ratap daun daun layu, yg tergoler kusam
Kubakar agar hangatnya bara yg terurai, melelehkan beku hati mu

Kupintal syair ku menjadi tembang nyanyian sukma
Memerdu diselembar hati, mengeras diselempang hasrat
Berujung dirindang rasa yg terpagut jelita paras mu
Kuukir selarik angan indah tentang sejalinan kisah di batas asmara
Dan aku mulai bernyanyi tentang indahnya malam mu
Dan aku larut dalam senandung merdu tentang beningnya hati mu

Kuukir nada nada hati ku, menjadi busur asmara nan indah
Kupagut dan kubentangkan diantara jemari lengan lengan jiwa ku
Kulepaskan seiring tatap netra, yg memandang resah resik kalbu mu
Semogalah rasa bertaut diujung runcing mata panah cinta yg kubidikan pada hati mu
※BUSUR ASMARA※


Kurangkai kata menjadi bunga, mekar dipagut sinaran rembulan
Kupetik sekuntum rekahnya, kupersembahkan pada mu, pemilik raut nan elok
Rasaku melambung ke langit tak berbatas
Kasih ku mengembara ke sudut bumi tak berpentas
Seperti merpati putih, aku terbang sendirian mengitari awan ku
Menjelajahi hati mu yg melintas diarus nan deras
Menggapai mesra dalam rengkuhan hati, meski gemuruh sungai memekakan telinga ku

Kusulam benang kasar yg sempat tercerai berai, terburai dari pintalan
Kubuka payung jiwa ku, ketika awan hitam langit meneteskan bulir bulir airnya
Mencari celah dibatas hati mu yg menampak beku dalam kedinginan
Namun aku tak hendak redam, kubakar nyala lilin ku dalam gelora
Lalu kupunguti ratap daun daun layu, yg tergoler kusam
Kubakar agar hangatnya bara yg terurai, melelehkan beku hati mu

Kupintal syair ku menjadi tembang nyanyian sukma
Memerdu diselembar hati, mengeras diselempang hasrat
Berujung dirindang rasa yg terpagut jelita paras mu
Kuukir selarik angan indah tentang sejalinan kisah di batas asmara
Dan aku mulai bernyanyi tentang indahnya malam mu
Dan aku larut dalam senandung merdu tentang beningnya hati mu

Kuukir nada nada hati ku, menjadi busur asmara nan indah
Kupagut dan kubentangkan diantara jemari lengan lengan jiwa ku
Kulepaskan seiring tatap netra, yg memandang resah resik kalbu mu
Semogalah rasa bertaut diujung runcing mata panah cinta yg kubidikan pada hati mu

More info:

Published by: Anton Ariwibowo on Oct 12, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/13/2012

pdf

text

original

SEBUTIR SYAIR DARI TETESAN EMBUN

Tersenyumlah
Jangan kau tangisi kepergianku Tak usah kau sesali pertemuan yang lalu Aku akan terus merindukan dirimu Walau kau sangat jauh dariku... Kalian adalah sahabat terbaiku Sahabat yang selalu ada didalam hatiku Kaulah Yang selalu membutuhkanmu...menemaniku Disaat aku sangat Kesedihanku adalah kesedihanmu Tangismu adalah tangisku sakitmu juga adalah sakitku Bahagiamu juga bahagiaku... Tersenyumlah sahabat hatiku Lepaskan lah genggaman tanganmu Aku akan kembali lagi bersamamu Perpisahan ini hanya sementara waktu...

Sebutir Syair Dari Tetesan Embun
Aku ciptakan puisi dengan sebutir syair Bersama tetesan embun pagi yang berbulir Keindahannya tiada pernah akan berakhir Dan syair-syairku akan terus bergulir... Seiring waktu sebutir syair terus maju Tetesan embun pagi terus menyejukan syairku Puisi dan syairku tak ada apa-apanya bagiku Tanpa kalian semua sahabat penggemarku... Sebutir syair dari tetesan embun aku persembahkan Agar aku bisa selalu menghibur kalian Tegurlah aku jika ada kata yang mengecewakan Dan jika aku kurang sopan mohon dimaafkan... Keindahan kata karena tersusun rapi Rangkaian aksara mengikuti kata hati Santun tutur kata ku mengiringi Terciptalah untaian syair dan puisi...

Puisiku

Aku berfikir lebih dari setengah jam aku bikin puisiku Untuk mendapatkan inspirasi dan imajinasiku Kata demi kata aku eja agar mudah terbaca olehmu Huruf demi huruf kurangkai satu persatu untukmu... Satu tujuanku hanya ingin berbagi ilmu Namun ada juga orang tak suka padaku Dengan cara menghapus postinganku Aku sungguh tak tahu apa salahku... Puisiku adalah daya hidupku Tanpa puisi jiwaku terasa beku Aku mohon hargailah hasil karyaku Karena aku tak pernah mengganggu karyamu... Mengapa kita tak bersatu Kenapa kita tak saling membantu Tapi mengapa kau merasa jadi sainganku Sedangkan aku tak merasa jadi sainganmu... Kau memang tidak mengenalku Aku juga tidak mengenalmu Tapi aku tetap menganggap kau sahabatku Bahkan kau ku anggap menjadi saudaraku...

Siapa Aku
Aku tak tahu siapa diriku ini Kenapa aku terlahir kedunia ini Aku sungguh tak mengerti Apa sebenarnya yang terjadi... Aku dilahirkan seorang ibu Ku besar berkat kasih sayang Mu Namun saat kutanya Ibu jawab tak tahu Ibu hanya bisa jawab kamu adalah anak Ku... Ku cari dan terus kucari siapa diriku ini Aku menelusuri hati tuk mencari jati diri Hatiku berkata kau lahir karna adanya seorang lelaki Karena itu adalah kehendak sang Ilahi... Kini telah ku temukan jawaban dari pertanyaanku Tuhan telah menunjukan siapa jati diriku Agar aku jadi anak yang berbakti pada Ibu Tuhan terimalah sembah sujudku pada-Mu... Ya Allah ya Robbi tunjukanlah jalan-Mu Berikanlah hukum keadilan-Mu Kesempurnaan adalah milik-Mu Tak ada yang kekal dan abadi kecuali Engkau Tuhan ku... Hidupku dan matiku hanya untuk-Mu

Jiwa dan ragaku kuserahkan pada-Mu Ku berserah diri dengan kepasrahan ku Dengan segala rendah diri dan ikhlas ku... Ya Allah Ya Tuhanku Hanya kepada Mu aku mengadu Tiada tempat lain untuk memujamu Ampunilah segala dosa-dosaku...

Lara Ku
Laraku telah berakar sembilu, menusuk hati melukai kalbu, tiada suara hanya bisu, tertunduk lesu, terbengkalai layu, meratapi nasib tanpa arah tuju.. Nestapa jiwa kian memuncak, rasa d hati terus memberontak, ingin ku pergi tanpa jejak, menghilang bersama waktu yang tak terlacak... Lelahku merangkak meraih pengharapan, tenggelamku dalam kepasrahan, terhempasku oleh keputusasa'an, hanya bisa merintih dan meratap dalam kebisuan, ku ingin terbang laksana burung yg riang, ingin ku merasakan nikmatnya kebebasan, tak ingin ku selalu diam dlm kehampaan, terkurung dan terbelenggu penuh kesakitan, ku mohon..... bantu aku, raih tanganku, bawa aku bersama dlm indah duniamu...

Maafkan Aku Sahabatku
Selamat pagi sahabatku Mudah-Mudahan Allah selalu melindungimu Dan memberikan rahmat hidayahnya untukmu Serta melimpahkan rizki nya kepadamu... Sahabatku maafkan atas segala kesalahanku Maafkan jika ada kata-kata yang tidak berkenan dihatimu Bukan maksudku menyindirmu lewat puisiku Justru aku ingin memberi support dan motivasi padamu...

Sahabatku aku pamit undur diri dari hadapanmu Untuk penganggumku terimakasih telah atas dukunganmu Dan untuk penggemarku terimakasih untuk kritik dan saran mu Aku tak bisa menghibur kalian lagi dengan syair dan puisiku selama seminggu... Sahabatku teruslah berkarya sesuai kata hatimu Jangan kau hiraukan suara-suara disekitarmu Fokuslah dengan pikiran yang kau tuju Agar kau bisa mendapatkan inspirasi dan imajinasimu... Salam sahabat hati

Ku Coba Memahami Perasaanmu
Aku tak tahu apa yang kamu mau Tapi aku akan coba mengerti keinginanmu Ijinkan aku menelusuri apa isi dihatimu Agar aku dapat memahami perasaanmu... Hatimu masih utuh tak ada bekas luka Lalu dimana kau sembunyikan rasa Kulihat isi hatimu itu masih hampa Dan belum ada yang menjamahnya... Kutelusuri disetiap relung hatimu Terdapat ada satu ruang kalbu Dimana ruang itu sebagai penitip rindu Saat rindu sudah mulai menggebu... Dimana letak sudut-sudut cintamu Mengapa aku hanya menemukan rasa rindumu Diruang mana kau sembunyikan cinta itu Agar aku dapat membawa hatimu untukku...

Salam Kenal :

By: Anton Ariwibowo
https://www.facebook.com/Anton.Ariwibowo17

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->