P. 1
Sekilas Perawatan Tanaman Kelapa Sawit

Sekilas Perawatan Tanaman Kelapa Sawit

|Views: 17|Likes:
Dipublikasikan oleh jrtobing123_23737655

More info:

Published by: jrtobing123_23737655 on Oct 12, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/06/2013

pdf

text

original

Rabu, 20 Mei 2009

SEKILAS PERAWATAN TANAMAN KELAPA SAWIT
Tanaman kelapa sawit dinyatakan sebagai tanaman menghasilkan (TM) bila 65% dari populasi tanaman (blok) bisa dipanen dengan kriteria buah yang matang dengan ketentuan rata-rata berat buah >3 Kg. A.Perawatan TM terdiri dari: 1.Pengendalian gulma 2.Pengendalian hama dan penyakit 3.Pemupukan 1.Gulma yaitu tumbuhan yang tidak diinginkan untuk hidup dan yang dapat mengganggu tanaman utama juga merugikan perusahaan. Jenis-jenis gulma di perkebunan : a)Grasses (Germinae : berdaun pita) b)Broad leaf (Berdaun lebar) seperti anak-anak kayu (wood pland) c)Pakis-pakisan (fern) paku-pakuan d)Teki-tekian (sedges) a)Grasses (berdaun pita)  Lalang (Imperata cylindrica) Akar lalang dapat mengeluarkan racun melalui akar yang disebut racun Allelopati. Allelopati bekerja dengan membungkus ujung-ujung akar tanaman utama sehingga tanaman tidak bisa menyerap unsur hara. Pengendalian lalang Pengendalian lalang dengan menggunakan herbisida systemik jenis Glyphosate seperti : Round UP, Klin UP, Basmilang, Smart. Biasanya berbahan aktif + 36%  Broad Leaf ( berdaun lebar) Ini merupakan tanaman-tanaman seperti tanaman anak-anak kayu, kudzu, dll Pengendaliannya anak-anak kayu, tanaman puti-putian : Ada 3 (tiga) cara : 1.Manual seperti dongkel, babat, dan cabut. 2.Chemis (herbisida 2.4.D. Amine) seperti DMA6, Ally 3.Biologis (dengan menggunakan ulat yang hanya mau memakan daun puti-putian saja).  Pakis-pakisan (fern) paku-pakuan Sistem syaraf tanaman ini tidak saling berhubungan sehingga tidak efektif bila di chemis dengan herbisida sistemik. Namun lebih efektif bila menggunakan herbisida kontak yang berbahan aktif Paraquat (cara kerjanya oksidator) seperti Gramoxone, Nortone, Paracol. Penyemprotan dengan menggunakan volume tinggi.  Teki-takian (Sedges) kerisan

Memiliki umbi sehingga umbinya dapat tumbuh kembali hingga sulit dikendalikan dan harus dilakukan berkali-kali. B. Daya Bunun Racun (Letal Dosis ”LD”) Letal Dosis dapat dihitung misal : LD = 50 Round UP 6000 Berat sasaran = 40 Kg Maka = 40 x 6000 ml = 240 ml Jadi jumlah miligram racun per Kg berat sasaran yang mengakibatkan kematian 50% C.3 Penyemprotan (Weeding) 1.Weeding circle (piringan) 2.Harvesting pathi (pasar pikul) 3.Introw (gawangan)  Untuk areal yang banyak pakis-pakisan dapat menggunakan herbisida berbahan aktif Paraquat seperti Gramoxone, Noxone  Untuk gulma umum menggunakan herbisida berbahan aktif Glyposat seperti Round Up, Smart, dll  Untuk gulma berdaun lebar/ anak kayu dapat menggunakan herbisida berbahan aktif 2.4.D. Amin seperti DMA 6, Ally  Guna dibersihkan piringan ialah : 1.Memudahkan pengutipan berondolan 2.Untuk media penaburan pupuk agar tidak berkompetisi dengan gulma dalam pengambilan unsur hara.  Alat semprot yang digunakan ada dua yaitu : 1. Micron Herby 2. CKS (Conventional Kanpsack Sprayer) pompa gendong misal bermerek ”SOLO” D.Perhitungan Penyemprotan Ada 3 (tiga) dalam penyemprotan yaitu : 1.Dosis (L/ha) 2.Konsentrasi (ml/L, gr/L, dan Persen (%) 3.Kalibrasi (L/ha) Kalibrasi sistem waktu Contoh : 1. Flow Rate (FR ml/60 detik) I. 350 ml II. 340 ml III. 310 ml + Jumlah : 950 ml Rata-rata : 950 : 3 = 317 ml 3.Lebar Semprot(Swhot) 1,2 m

4.Kecepatan jalan (Speed Walking) (m/detik) 1m/detik Jadi jumlah volume air 1 ha adalah : CARA 1 : = 100 m/(1,2 m/1m/s) = 1,2 m2/s = 833 m-1s = 100m * 83,33 m-1s = 8.333 s/60 s = 139 menit Volume Blanket = 139/menit * FR = 139/menit * 317 ml = 44.063 L/Ha blanket Cara II Volume air blanket = Luas Areal (1Ha)/(Kecepatan Jalan(m/s) * Lebar Semprot (m)) = 10.000 m2/Ha/ (1,2m*1m/s)= 10.000m2/(1,2m2/s)=8.333 s/60s = 139 menit Maka Volume Air = 139 menit * FR = 139 * 317ml = 44.063 L/Ha blanket MENGHITUNG VOLUME SEMPROT PADA AREAL KELAPA SAWIT Jari-jari (R) cyrcle = 2,5 m Luas cyrcke = 3,14 x 2,52 m = 19,6m2 Jari-jari bonggol = 3,14 x 0,5 2 m = 0,75m2 Jadi luas yang disemprot : = 19,6m2 – 0,7m2 = 19m2 Luas 1ha tanaman : = 128 phn x 19m2 = 2432 m2

Pasar pikul (Harvesting path) : = 650 m2 Jumlah gawangan 100m/8,2m* : = 12 + 1 = 13 gawangan Gawangan hidup 13/2= 6,5 Luas gawangan yang disemprot = 6,5 x 100 m = 650 m x 1,2 m = 780 m2 Jadi luas keseluruhannya yang disemprot = 2.432 m2 + 780m2 = 3.212 m2 atau 1/3 dari total luas 1ha blanket Panjang jalan (waktu) yang dijalani operator dari 1 cyrcle = 2 x 3,14 x 1,5m = 9,42 m x (Speed walking 1m/detik) = 9,5 detik or 10 detik/pkk 1ha = 128 phn x 10detik = 1280 detik/60 detik = 21 menit Perpindahan (waktu) dari pohon ke pohon yaitu : = 9,5m x Speed Walking (1m/detik) = 9.5 detik = 10 detik/pkk

= 10 detik/pkk = 128 pkk x 10 detik/pkk = 1280 detik/60 detik = 21 menit + 21 menit = 42 menit + 15 menit pengisian total waktu yang dibutuhkan = + 1 jam/ha Volume larutan semprot gawangan dan pasar pikul pada populasi 128 pkk/ Ha yaitu : = 44.063 ml/1.000 ml = 44 L = 1/3 x 44 L = 14,6 L = 15 L Dosis Round Up = 200 L/ha 1/3 x 2000 ml = 700 cc Jadi pelarutannya yaitu = 15 L - (700 cc/ 1.000 cc) = 14,3 L/Ha "Bagaimana, dah ngerti kan", kalau kurang jelas, hubungan alamat dibawah ini: e-mail : budi_dian87@yahoo.co.id HP : 0899 288 5269 0813 6195 5656

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->