Anda di halaman 1dari 2

Adaptasi Pernapasan(Stright, R. Barbara. Keperawatan Ibu-Bayi Baru Lahir. Penerbit Buku Kedokteran EGC. 2005 : Jakarta) 1.

Pernapasan awal dipicu oleh faktor-faktor fisik, sensorik, dan kimia. a. Faktor-faktor fisik meliputi: usaha yang diperlukan untuk mengembangkan paruparu alveolus yang kolaps(misalnya, perubahan dalam gradien tekanan) b. Faktor-faktor sensorik meliputi suhu, bunyi, cahaya, suara, dan penurunan suhu. c. Faktor-faktor kimia meliputi perubhanan dalam darah (misalnya, penurunan kadar, O2, peningktanan kadar CO2, dan penurunan PH Sebagai akibat asfiksia sementara setelah kelahiran 2. Frekunsi pernapasan bayi baru lahir berikisar antara 30-60 kali per menit. 3. Sekresi lendir mulut dapat menyebabkan bayi batuk dan muntah, terutama selama 12-18 jam pertama. 4. Bayi baru lahir lazimnya bernapas melalui hidung. Respon refleks obstruksi nasal, membuka mulut untuk mempertahankan jalan napas, tidak ada pada sebagian besar bayi sampai tiga minggu setelah kelahiran.

Ganguan pernapasan 1. Manifestasi klinis a. Bayi mungkin tidak bergejala : distress pernapasan ringan ( mis, takipnea, kebutahan oksigen ringan) b. Tension pneumothorax menunjukan tanda klasik distress pernapasan ( mis, takipnea, mendengkur, retraksi, flaring, suara napas menurun atau hilang pada sisi yang sakit, suara jantung jauh atau bergesar, sianosis, kebutuhan oksigen, asidosis respiratorik hipotensi) 2. Diagnosis a. Transiluminasi, senar serat optik yang di letakkan dikulit bayi akan menyalapada dada disisi yang dicurigai mengalami pneumothoraks. b. Sinar-X dada 1) Gambaran anteroposterior (AP): pergeseran mediastinum menjauhi sisi yang sakit: perpindahan kebawah diafragma: jaringan paru terbesar menjauhi diding dada oleh udara bebas. 2) Gambaran lateralcroos-table: lapisan udara akan terlihat di sekitar paru. 3) Gambaran dekubitus lateral: pneumothorax dapat terdeteksi bila bayi diposisikan dengan daerah yang dicurigai berada di atas.

3. Interpensi a. Bayi asitomatik: biasanya hilang spontan. b. Distress pernapasan ringan: berikan lingkungan kaya oksigen ( mis., 100% Pxy-Hood) untuk memfasilitasi pencucian nitrogen dari darah dan jaringan sehingga mengembalikan tekanan udara antara gas yang terbagi menjadi lokulus di dada dan di dalam darah. Gradien difusi ini mengakibatkan resorpsi segera gas yang terbagi menjadi lokulos tersebut dan menghilangnya pneumothorax. c. Tension pneumothorax memerlukan evakuasi segera melalui aspirasi jarum dan/atau pemasangan selang dada (rongga interkostal dua atau tiga sepanjang garis midklavikula untuk pemasangan anterior: rongga interkostal tiga, empat, atau lima sepanjang garis aksilaris anterior untuk pemasangan posterior. Puting susu terletak kurang lebih pada rongga interkostal empat)