STRUKTUR & KONSTRUKSI 1

Septana Bagus Pribadi, ST, MT

Struktur :
1. 2. 3. 4. Cara sesuatu disusun / dibentuk / dibangun; susunan; bangunan Yang disusun dengan pola tertentu Pengaturan unsur atau bagian suatu benda (bangunan) Ketentuan unsur-unsur dari stau benda (bangunan) [ KBBI3]

Structure : 1. In Engineering and Architecture, a structure is a body or assemblage of bodies in space to form a system capable of supporting loads. [www.wikipedia.com] 2. Something (as a building) that’s constructed; Something arranged in a definite pattern of organization [Merriam-Webster Dict.] 3. Something made up of a number of parts that are held or put together in a particular way; Something constructed, such a building. [the American Heritage Ditc.]
Physical structure :  Man Made  Natural Arrangements (pada akhirnya banyak Man made structure yang terinspirasi oleh Natural Arrangement. Exp : The nest, Taipei 101, Burj Al Khalifa)

Konstruksi :
1. Susunan (model, tata letak) suatu bangunan [ KBBI3] Construction : 1. In Architecture and Civil Engineering, Construction is a PROCESS that consist of the building or assembling of a infrastructure [www.wikipedia.com] 2. The PROCESS, art, or manner of construction something [Merriam-Webber Dict.] 3. The WAY in which something is built or put together; The PROCESS or act of costructing or manner in which a thing is constructed. [the American Heritage Dict.] In general, there are three types of Construction :  Building Construction  Heavy / Civil Construction (jembatan, jalan tol, dam, etc)  Industrial Construction (pabrik pupuk, semen, chemical, etc)

Struktur :
Person in charge :  Architect  Civil Engineer / Structural Engineer  Quantity Surveyor – Estimator  Assistant, drafter, supporting staff And  Mechanical Engineer  Electrical Engineer  Fire Protection Engineer, etc

Konstruksi :
Person in charge :  Project Manager  Construction Manager  Construction Engineer  Project Architect  Workers, supervisor, etc And  Pengawas Mechanical  Pengawas Electrikal  Pengawas Fire Protection, etc

Super Structure :
Sistem bangunan utama, yang membuat bangunan tersebut rigid, kokoh, dan bisa berfungsi.

Sub Structure :
Sistem penopang Super Structure, supaya super structure bisa tetap stabil berdiri / pada posisi yang dikehendaki

SUPER STRUCTURE SUB STRUCTURE

SUPER STRUCTURE

SUB STRUCTURE

SUPER STRUCTURE SUB STRUCTURE

Super Structure :
STRUKTURAL  Sistem Struktur Atap  Sistem Struktur Dinding (bearing wall, sloof, balok, dan kolom)  Sistem Struktur Lantai (untuk bangunan bertingkat)

NON STRUKTURAL  Sistem penutup atap  Sistem plafond  Sistem pengisi dinding  Sistem pintu dan jendela  Sistem penutup lantai

Sub Structure :
STRUCTURAL  Sistem pondasi Umpak, cerucuk, anchor, raft, ponton, etc pondasi batu kali, pondasi telapak beton, bor pile, tiang pancang, sumuran, etc (under surface / upper surface)

STRUCTURAL SYSTEM
Sistem struktur atap
( kuda-kuda, gording, usuk, reng)

Sistem struktur dinding
( sloof, kolom, balok, ring balok)

Sistem struktur lantai
(balok, plat lantai)

Sistem pondasi
(Rollag, pondasi batu kali, footplate beton)

NON STRUCTURAL SYSTEM
Sistem penutup atap
( genteng, sirap, asbes, metal roof, rumbia, alangalang, etc)

Sistem plafond
(rangka : kayu, metal) (penutup : gypsum, fiber cement, eternit, kayu, etc)

Sistem pengisi dinding
(bata, batako, AAC, kayu, gypsum, bambu. Etc)

Sistem pintu dan jendela (bukaan)
(rangka/kusen : kayu, aluminium, beton, pvc, frameless, etc) (pengisi : kayu, aluminium, pvc, kaca, etc)

Sistem penutup lantai
(plesteran, keramik, granit, kayu/parket, etc)

Sub Structure :
Seluruh sistem yang memungkinkan Super Structure tetap berada pada posisinya.      Sistem tambat /anchor (mis. Pada freestanding tower) Sistem apung (raft foundation, ponton) Sistem base /umpak / rollag (pondasi yang berada di atas tanah) Sistem pondasi dangkal (pondasi batu kali, pondasi telapak beton) Sistem pondasi dalam (sumuran, bor pile, tiang pancang, etc)

Prinsipnya adalah menyalurkan / menyeimbangkan seluruh gaya yang terjadi di dalam bangunan ke dalam / dengan daya dukung lingkungan (tanah keras/tanah lembek/lumpur/rawa/air, dll)

BEBAN

Beban Statis
Gaya akibat penurunan, efek suhu, tegangan sisa, dll

Beban Dinamis

Beban Hidup (dapat berpindah)

Beban Tetap (Tidak dapat berpindah)

Menerus / teratur

Impact / discret (misal Ledakan)

Pengguna an, penghuni, furniture

Lingkungan (salju , hujan)

Berat Sendiri pada Struktur

Elemen gedung tertentu (water tank, cooling unit)

Gaya Inersia (gempa)

Gaya Angin

SKEMA PEMBEBANAN STRUKTUR
Sumber : Schodek , 1999

Sederhana

kompleks

Struktur Dinding Pemikul = Shear Wall = Bearing Wall

Ciri-Ciri Shear Wall :
 Umumnya, Penampang bagian bawah lebih lebar  Minim bukaan (maksimal 20%)

Kekuatan dipengaruhi oleh :
 material / bahan (batu, bata, beton, kayu, baja)  adhesive antar material  luas penampang dinding

Concrete Shear Wall

Steel Shear Wall

Wood Shear Wall

The Two Towers of Bologna in the 12th century reached 97.2 m in height

The Great Pyramid of Giza, 2500 BC, was 146 m tall and its height was unsurpassed until at least the 14th century AD

Colosseum, Rome, Built in 70-80 AD.

Penampang bawah lebar

Chile house in Hamburg, Germany

The brickwork of Shebeli Tower in Iran build at 12th century

The 16th-century city of Shibam (at Yaman) consisted entirely of over 500 high-rise tower houses (average 5-6 storeys)

The world's highest brick tower of St. Martin's Church in Landshut, Germa ny, completed in 1500

kompleks

Umumnya berbentuk ‘GRID PERSEGI TERATUR ‘ Kapasitas beban rangka tergantung dari :  Kekuatan kolom dan balok individual Kemampuan menahan beban sebanding dengan :  Tinggi antar lantai  Jarak antar kolom Struktur Rigid Frames Komponen Bidang Vertikal  Kolom  Dinding Bidang Horizontal  Balok  Plat Lantai

Sederhana

Stone Henge,
England, 2500 BC

kompleks

Struktur Braced Frames

Sederhana

Kombinasi Antara Shear Wall dan Struktur Rangka

STRUKTUR RANGKA BETON
Kelebihan Beton :  Dapat dengan mudah dibentuk sesuai dengan kebutuhan konstruksi.  Mampu memikul beban yang berat  Tahan terhadap temperatur yang tinggi  Biaya pemeliharaan yang kecil Kelemahan Beton :  Bentuk yang telah dibuat sulit diubah  Pelaksanaan pekerjaan membutuhkan ketelitian yang tinggi  Berat  Tidak kuat terhadap tarik (hanya 9-15% dari kekuatan tekannya) Jenis –Jenis Beton: 1. Beton Bertulang konvensional 2. Beton Ringan Aerasi (AAC= Autoclave Aerated Concrete) Bobot hanya 30% dari beton konvensional) 3. Beton Pratekan / Prategang 4. Beton Pracetak Seluruh jenis beton yang tidak dicetak di lokasi, tetapi dicetak di pabrik, baik itu beton konvensional, beton ringan, ataupun beton pratekan/prategang

Beton Prategang

Beton Ringan Aerasi

Beton Pra Cetak

KOMPONEN STUKTUR :

KOLOM
Fenomena yang diwaspadai : Tekuk / Buckling, sekali tertekuk, kolom tidak akan mempunyai kemampuan menahan beban lagi (collapse) Kekuatan Kolom ditentukan oleh :  Kekakuan yang ditentukan oleh material  Perbandingan antara panjang dan luas penampang  Bentuk penampang kolom, bentuk yang tidak simetris ke kedua sisi (tidak bujur sangkar atau lingkaran) lebih lemah tekuk ke arah penampang sisi yang lebih kecil  kondisi ujung kolom, ujung yang bebas berotasi mempunyai kemampuan lebih kecil daripada ujung yang dijepit

Menurut Wang (1986) dan Ferguson (1986) jenis-jenis kolom beton berdasarkan material penyusunnya ada tiga: 1. Kolom ikat (tie column) 2. Kolom spiral (spiral column) 3. Kolom komposit (composite column

JOINT PONDASI - KOLOM

Besi Beton yang tersedia di pasaran :  ukuran ‘kurus’ tanpa label, dimensi actual < dari dimensi yang tertera. Misal besi 8=7,2mm; besi 10=9,1mm  ukuran SII, ukuran actual mendekati dimensi yang tertera. Besi 8=7,9mm; besi 10=9,8mm.  ukuran SNI, ukuran aktual = ukuran yang tertera  besi daur ulang, di-ketok dengan tulisan SII/SNI palsu,  lebih getas

Pengukuran diameter besi dengan jangka sorong / sketmat

KOMPONEN STUKTUR :

BALOK
Variabel utama dalam mendesain balok meliputi: bentang, jarak balok, jenis dan besar beban, jenis material, ukuran dan bentuk penampang, serta cara penggabungan atau fabrikasi. Pada bangunan bertingkat menggunakan sistem hierarki balok (balok anak dan balok induk) Kekuatan utama balok adalah pada tingginya (h)  Balok beton bertulang, h=1/10 -1/12 bentang  Balok prategang/pratekan, h=1/20 – 1/25 bentang

 BALOK DI ATAS TUMPUAN BEBAS

 BALOK DENGAN PELAT LANTAI DI ATAS TUMPUAN JEPIT

KOMPONEN STUKTUR :

a. Plat lantai 2 arah

b. Plat lantai 1 arah

PLAT LANTAI
Plat adalah struktur planar kaku yang secara khas terbuat dari meterial monolit yang tingginya relatif kecil dibandingkan dengan dimensidimensi lainya. Beban yang umum bekerja pada plat mempunyai sifat banyak arah dan tersebar. Plat dapat ditumpu di seluruh tepinya atau hanya pada titik-titik tertentu, Lantai beton pada umumnya, dengan sistem balok anakbalok induk. Tebal = 12cm Luas maksimum = 6m2 Untuk lantai prefab/precast

c. Plat lantai sistem Cendawan

d. Plat lantai sistem Grid

sistem Grid

Sistem lantai tanpa balok, bagian lantai yang di ujung atas kolom mempunyai penebalan untuk menyangga beban secara merata

Sistem lantai dengan balok rapat yang sama besar, tidak ada balok anak dan balok induk

sistem Cendawan

JOINT KOLOM-BALOK-PLAT LANTAI

LANTAI BETON PRACETAK
Kelebihan :  waktu pengerjaan lebih cepat (tidak perlu menunggu hingga beton mengering)  biaya lebih murah (menghemat waktu, tenaga kerja, dan tanpa bekisting). Kelemahan :  Desain kurang Fleksibel

LANTAI BETON KOMPOSIT KERATON (keramik-beton)
Kelebihan :  Sambungan lebih rigid  biaya lebih murah (menghemat waktu, tenaga kerja, dan tanpa bekisting).
Kelemahan :  Desain kurang Fleksibel

LANTAI BETON RINGAN AAC (Autoclave Aerated Concrete)
Misalnya : HEBEL, ALCON, CELCON Kelebihan :  waktu pengerjaan lebih cepat (tidak perlu menunggu hingga beton mengering)  biaya lebih murah (menghemat waktu, tenaga kerja, dan tanpa bekisting).  Beban struktur jauh lebih ringan (30% dari beton konvensional)  Desain lebih Fleksibel (mudah dipotong dan dibentuk)

STRUKTUR RANGKA BAJA
Material Baja mempunyai karakteristik :  Tidak mampu menahan tekan  Sangat Kuat menahan tarik Dalam kekuatan menahan tarik, mempunyai titik collapse yang tinggi, tetapi begitu titik itu terlampaui, maka baja secara tiba-tiba akan langsung kehilangan kekuatannya. (berbeda dengan beton dan kayu)

Struktur baja jaman dahulu :  dominan gaya tekan

Struktur baja saat ini:  dominan gaya tarik  material lebih kuat  tahan karat (stainless steel)  bentuk komponen standar fabrikasi

 material lebih getas (besi tempa)
 baja tidak tahan karat  bentuk komponen custom

KOLOM DAN BALOK PADA RANGKA BAJA

PLAT LANTAI PADA RANGKA BAJA

Jembatan Suramadu

STRUKTUR TAHAN GEMPA
1. Dry Stone Walls Pada konstruksi shear wall jaman dahulu, sengaja tidak dibuat join yang rekat antar material, sehingga lebih elastis dan fleksibel menghadapi gempa. Misal : kuil inca, piramid, candi borobudur

2. Lead Rubber Bearing Memberi bantalan karet pada bagian struktur tertentu, supaya bangunan dapat fleksibel bergerak mengikuti arah gempa.

3. Tuned Mass Dumper Dengan memasang bandul/pendulum pada bagian atas bangunan tinggi untuk menjadi counterweight bagi gaya gempa pada struktur bagian bawah bangunan. Contoh : tuned mass dumper seberat 730 ton pada menara Taipei 101

4. Spring With Dumper base Isolator Dengan memasang pegas pada struktur tertentu bangunan untuk membuat bangunan elastis dan mengikuti gaya gempa

5. Reinforced Portal Structure Dengan memperkuat struktur rangka, sehingga bangunan lebih rigid

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful