Anda di halaman 1dari 14

TUGAS PEMBIAYAAN PERTANIAN

ANALISIS INVESTASI PERUSAHAAN (COMPANY INVESTMENT ANALYSIS)

Oleh: Bobby Rachmat S. 150120100501

PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS PADJADJARAN BANDUNG 2012

ANALISIS INVESTASI PERUSAHAAN (COMPANY INVESTMENT ANALYSIS) Oleh : Bobby Rachmat Saefudin (150120100501)

TEORI INVESTASI Secara umum, investasi adalah pengeluaran atau perbelanjaan penanaman modal atau perusahaan untuk membeli barang-barang modal dan perlengkapan-perlengkapan untuk menambah kemampuan memproduksi barang-barang dan jasa-jasa yang tersedia dalam perekonomian. Pembangunan ekonomi melibatkan kegiatan-kegiatan produksi (barang dan jasa) di semua sektor-sektor ekonomi. Untuk keperluan kegiatan-kegiatan tersebut perlu dibangun pabrik-pabrik, gedung-gedung perkantoran, mesin-mesin dan alat-alat produksi, lembaga penelitian dan pengembangan, alat-alat transportasi dan komunikasi, dan masih banyak lagi. Untuk pengadaan semua itu maka diperlukan dana untuk membiayainya yang disebut dana investasi. Menurut Rahardja dan Manurung (2001 : 74), investasi adalah segala sesuatu yang diciptakan untuk meningkatkan kemampuan/menambah nilai kegunaan hidup. Jadi investasi bukan hanya dalam bentuk fisik melainkan non fisik terutama peningkatan sumber daya manusia (SDM). Menurut Halim (2005: 4) investasi pada hakikatnya merupakan penempatan sejumlah dana pada saat ini dengan harapan untuk memperoleh keuntungan di masa mendatang. Bentuk-bentuk Investasi Bentuk-bentuk investasi adalah : 1. Investasi tanah

Tanah mempunyai nilai masa depan yang bagus karena harganya akan terus meningkat. 2. Investasi Pendidikan

Pendidikan merupakan investasi yang baik, selain akan menciptakan SDM yang berpendidikan dan bermoral juga dari segi ekonomi akan mendatangkan pendapatan yang tinggi karena seiring waktu akreditasi pendidikan akan menentukan tingkat jabatan dan gaji seseorang.

3.

Investasi saham

Investasi saham di pasar modal mulai menarik perhatian masyarakat dan mulai diminati oleh usahawan konvensional. Terlebih lagi pada era globalisasi sekarang ini, kegiatan investasi ditunjang dengan perkembangan dan kemajuan teknologi informasi yang semakin pesat. Dalam investasi saham, hubungan risiko dan return yang diharapkan merupakan hubungan yang linier dimana semakin besar tingkat return yang diharapkan maka semakin besar risiko yang akan ditanggung (high risk high return). 4. Investasi dalam bentuk barang modal dan bangunan

Investasi dalam bentuk barang modal dan bangunan mencakup pengeluaranpengeluaran untuk pembelian pabrik-pabrik, mesin-mesin, peralatan-peralatan produksi dan bangunan-bangunan / gedung-gedung yang baru. Karena daya tahan modal dan bangunan umumnya lebih dari setahun, seringkali investasi ini disebut sebagai investasi dalam bentuk harta tetap. 5. Investasi persediaan

Selain barang jadi, investasi persediaan bisa juga dilakukan dalam bentuk bahan bake dan barang setengah jadi / sedang dalam proses penyelesaian. Tujuan kebijakan persediaan ini juga tetap dalam konteks meningkatkan pendapatan / keuntungan dimasa mendatang. Jenis-jenis Investasi Jenis-jenis investasi menurut Rosyidi Suherman (2003:169-173) yaitu :
1.

Autonomous Investment dan Induced Investment

Autonomous Investment (investasi otonom) adalah investasi yang besar kecilnya tidak dipengaruhi oleh pendapatan, tetapi dapat berubah oleh karena adanya perubahanperubahan faktor-faktor di luar pendapatan. Faktor-faktor selain pendapatan yang mempengaruhi tingkat investasi seperti itu adalah tingkat teknologi, kebijaksanaan pemerintah, harapan para pengusaha, dan sebagainya. Sedangkan Induced Investment (investasi terimbas) ini sangat dipengaruhi oleh tingkat pendapatan.
2.

Public Investment dan Privat Investment

Public Investment adalah investasi atau penanaman modal yang dilakukan oleh

pemerintah. Sedangkan Privat Investment adalah investasi yang dilaksanakan oleh swasta. Di dalam privat investment, unsur-unsur seperti keuntungan yang akan diperoleh, masa depan penjualan, dan sebagainya memainkan peranan yang sangat penting dalam menentukan volume investment, sementara dalarn menentukan volume public investment pertimbangan itu lebih diarahkan kepada melayani atau menciptakan kesejahteraan bagi rakyat banyak.
3.

Domestic Investment dan Foreign Investment

Domestic Investment adalah penanaman modal dalam negeri di dalam negeri. Sedangkan Foreign Investment adalah penanaman modal asing.
4.

Gross Investment dan Net Investment

Gross Investment (investasi bruto) adalah total seluruh investasi yang diadakan atau yang dilaksanakan pada suatu ketika. Dengan demikian, investasi bruto ini dapat bernilai positif ataupun nol (yakni ada atau tidak ada investasi sauna sekali), tetapi akan bernilai negatif jika semua investasi yang dilaksanakan di suatu negara, dengan tidak peduli jenis investasi apa sajakah yang dilaksanakan itu. Sedangkan Net Investment (investasi netto) adalah selisih antara investasi bruto dengan penyusutan.

PENGANGGARAN MODAL (CAPITAL BUDGUTING) Modal (Capital) menunjukkan aktiva tetap yang digunakan untuk kegiatan produksi. Anggaran (budget) adalah sebuah rencana rinci yg memproyeksikan aliran kas masuk dan aliran kas keluar selama beberapa periode pada saat yg akan datang. Penganggaran modal (capital budgeting) adalah proses menyeluruh menganalisa proyek-proyek dan menentukan mana saja yang dimasukkan ke dalam anggaran modal. Capital budgeting merupakan proses pengambilan keputusan investasi yang berbentuk aset tetap. Capital budgeting meliputi keseluruhan perencanaan pengeluaran uang dimana hasil pengembaliannya terjadi dalam jangka waktu lebih dari satu tahun. Capital budgeting sangat penting dilakukan oleh perusahaan karena alasan-alasan sebagai berikut : 1. Keputusan penganggaran modal akan berpengaruh pada jangka waktu yang lama sehingga perusahaan kehilangan fleksibilitasnya.

2. Penganggaran modal yg efektif akan menaikkan ketepatan waktu dan kualitas dari penambahan aktiva. 3. Pengeluaran modal biasanya dalam jumlah yang material Klasifikasi proyek investasi perusahaan tersebut diantaranya : Replacement: perawatan bisnis mengganti peralatan yg rusak Replacement: pengurangan biaya mengganti peralatan yg sudah ketinggalan jaman sehingga mengurangi biaya Ekspansi produk atau pasar yg sudah ada pengeluaran2 untuk meningkatkan output produk yg sudah ada atau menambah toko. Ekspansi ke produk atau pasar yang baru Penelitian dan pengembangan Kontra-kontrak jangka panjang: kontrak untuk menyediakan produk atau jasa pada kustomer tertentu Lain-lain: bangunan kantor, tempat parkir, pesawat terbang perusahaan.

Tahap-tahap Penganggaran Modal 1. Penentuan rencana proyek /jumlah investasi proyek 2. Manajemen harus memperkirakan aliran kas yg diharapkan dari proyek, termasuk nilai akhir aktiva 3. Dengan mengetahui risiko dari proyek, manajemen harus menentukan biaya modal (cost of capital) yg tepat untuk mendiskon aliran kas proyek 4. Dengan menggunakan nilai waktu uang, aliran kas masuk yang diharapkan digunakan untuk memperkirakan nilai aktiva. 5. Terakhir, nilai sekarang dari aliran kas yg diharapkan dibandingkan dengan biayanya, 6. Pengambilan keputusan investasi berdasarkan kriteria tertentu (analisis investasi) 7. Pengendalian dan evaluasi terhadap proyek yang diterima.

Aspek-aspek kelayakan Penganggaran Modal 1. Aspek Pasar dan Pemasaran

Dalam melakukan penelitian terhadap aspek pasar dan pemasaran menurut Subagyo (2008: 65) perlu diadakan penelitian terhadap beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu Permintaan, Penawaran, Proyeksi permintaan dan penawaran, Proyeksi penjualan, Produk (barang/jasa), Segmentasi pasar, Strategi dan implementasi pemasaran. 2. Aspek Teknis Produksi dan Teknologis

Tujuan aspek teknis ialah (a) agar perusahaan dapat menentukan lokasi yang tepat, baik untuk lokasi pabrik, gudang, cabang, maupun kantor pusat, (b) agar perusahaan bisa menentukan layout yang sesuai dengan proses produksi yang dipilih, sehingga dapat memberikan efisiensi, (c) agar perusahaan bisa menentukan teknologi yang paling tepat dalam menjalankan produksinya, (d) agar perusahaan dapat menentukan metode persediaan yang paling baik untuk dijalankan sesuai dengan bidang usahanya, (e) agar perusahaan bisa menentukan kualitas tenaga kerja yang dibutuhkan sekarang dan dimasa yang akan datang (Kasmir dan Jakfar, 2007: 146). 3. Aspek Manajemen dan Sumber Daya Manusia

Aspek manajemen dan sumber daya manusia terdiri dari tiga kegiatan yang saling berhubungan yaitu : 1. Manajemen studi kelayakan : dilakukan sebelum proyek dimulai 2. Manajemen Proyek : dilakukan untuk menyiapkan infrastruktur bisnis 3. Manajemen bisnis : dilakukan setelah infrastruktur tersedia. 4. Aspek Hukum dan Legalitas

Tujuan dari aspek hukum adalah untuk meneliti keabsahan, kesempurnaan, dan keaslian dari dokumen-dokumen yang dimiliki. Suatu usaha dikatakan legal jika telah mendapatkan izin usaha dari pemerintah daerah setempat melalui instansi atau lembaga atau departemen atau dinas terkait. Kegiatan usaha dimana pun selalu memerlukan dokumen penunjang usaha beserta izin-izin yang diperlukan sebelum menjalankan usahanya.

5.

Aspek Keuangan dan Ekonomi

Menurut Kasmir dan Jakfar (2007: 97), dalam aspek keuangan dan ekonomi terdapat enam kriteria yang biasa digunakan untuk menentukan kelayakan suatu usaha atau investasi, yaitu Payback period (PP), Net Present Value (NPV), Average Rate of Return (ARR), Internal Rate of Return (IRR), Profibility Index (PI), serta berbagai rasio keuangan seperti rasio likuiditas, solvabilitas, aktivitas, dan profitabilitas.

ALAT ANALISIS KELAYAKAN INVESTASI 1. Metode PP (Payback Period)

Metode Payback Period (PP) merupakan teknik penilaian terhadap jangka waktu (periode) pengembalian investasi suatu proyek atau usaha.

Kriteria penilaian pada payback period adalah : Jika Payback periodnya < waktu maksimum, maka usulan proyek tersebut dapat diterima. Jika Payback periodnya > waktu maksimum, maka usulan proyek tersebut ditolak. 2. Metode ARR (Average Rate of Return)

Merupakan cara untuk mengukur rata-rata pengembalian bunga dengan cara membandingkan antara rata-rata laba sebelum pajak (Earning After Tax/EAT) dengan rata-rata investasi.

di mana :

3.

Metode NPV (Net Present Value)

Merupakan metode analisis keuangan yang memperhatikan adanya perubahan nilai uang karena faktor waktu; proyeksi arus kas dapat dinilai sekarang (periode awal investasi) melalui pemotongan nilai dengan faktor pengurang yang dikaitkan dengan biaya modal (persentase bunga).

Kriteria penilaian NPV adalah : 4. Jika NPV > 0, maka investasi diterima. Jika NPV < 0, maka investasi ditolak.

Metode IRR (Internal Rate of Return)

IRR adalah tingkat bunga yang akan diterima (PV Future Procceds) sama dengan jumlah nilai sekarang dari pengeluaran modal (PV Capital Outlays).

Keterangan : P1 P2 = Tingkat bunga 1 = Tingkat bunga 2 C1 C2 = NPV 1 = NPV 2

Kriteria penilaian IRR adalah : 5. Jika IRR > dari suku bunga yang telah ditetapkan, maka investasi diterima. Jika IRR < dari suku bunga yang telah ditetapkan, maka investasi ditolak.

Metode PI (Profitabilitas Indeks)

Indeks profitabilitas adalah rasio atau perbandingan antara jumlah nilai sekarang arus kas selama umur ekonomisnya dan pengeluaran awal proyek.

Kriteria untuk Profitabilitas Indeks : Proyek dinilai layak jika PI > atau = 1,00, sebaliknya Dinilai tidak layak jika PI < 1,00

STUDI KASUS ANALISIS INVESTASI

DAFTAR PUSTAKA

Abdul Halim. 2005. Analisis Investasi. Salemba Empat, Jakarta. Affandi. 2008. Analisis Studi Kelayakan Investasi Pengembangan Usaha Distribusi PT. Aneka Andalan Karya. Universitas Gunadarma. Bekasi. Ahmad Subagyo. 2008. Studi Kelayakan Teori dan Aplikasi. PT Elex Media Komputindo, Jakarta. Endang Dwi Wahyuni. 2007. Capital Budgeting. Modul kuliah. Kasmir dan Jakfar. 2007. Studi Kelayakan Bisnis, Edisi 2. Kencana, Jakarta. Luntungan, A.Y. 2008. Analisis Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi di Kota Bitung. Jurnal Pembangunan Ekonomi dan Pembangunan Daerah. Vol.1. No.2. Rahardja Pratama dan Mandala Manurung, 2001, Teori Ekonomi Makro; Suatu Pengantar, FE-UI, Jakarta. Rosyidi Suherman, 2003, Pengantar Teori Ekonomi : Pendekatan Kepada Teori Ekonomi Mikro dan Makro, Edisi Ke-1, Cet. Ke-8, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta.