Anda di halaman 1dari 8

DOPS PEMERIKSAAN FISIK HEPAR

Oleh : Galuh Sintia Dena 01.205.4995

BAGIAN ILMU PENYAKIT DALAM RSUD DR. RADEN SOEDJATI PURWODADI 2010

JUDUL KETERAMPILAN ANATOMI HEPAR

: Pemeriksaan Fisik Hepar : DOPS

Hepar merupakan kelenjar yang terbesar dalam tubuh manusia. Pada vertebra rendah gambaran strukturnya memang benar-benar sebagai kelenjar. Pada manusia dan juga pada vertebra tinggi sudah berubah strukturnya sebagai susunan sel-sel dalam lempeng-lempeng. Hepar pada manusia terletak pada bagian atas cavum abdominis, di bawah diafragma, di kedua sisi kuadran atas, yang sebagian besar terdapat pada sebelah kanan. Berat organ ini pada orang dewasa sekitar 1,5 kg. Permukaan hepar sebagian ditutupi peritoneum yang merupakan Capsula Glissoni. Hepar terdiri atas : lobus dexter lobus sinister lobus caudatus lobus quadratus

PEMERIKSAAN FISIK HEPAR Tujuan : - Untuk mengetahui adanya kelainan pada hepar meliputi ukuran, konsistensi, permukaan. Tahapan pemeriksaan hepar : Meteran Stetoskop Masker Penderita diberi informed consent bahwa pemeriksa akan melakukan pemeriksaan fisik hepar untuk mengetahui ada tidaknya kelainan pada hepar. Minta penderita untuk berbaring terlentang dan membuka baju bagian atas sampai terlihat bagian dada dan perut. Persiapan pemeriksa : Persiapan alat :

Persiapan penderita :

Cuci tangan Mengetahui cara kerja untuk pemeriksaan hepar Melakukan anamnesis dan pemeriksaan hepar pada pasien

Cara : Inspeksi : - Posisikan pasien tidur terlentang, pemeriksa berada di sebelah kanan pasien. - Perhatikan bentuk abdomen datar, cembung atau cekung - Perhatikan warna kulit, adakah kelainan pada kulit abdomen seperti spider nevi, kulit yang teregang, venektasi, sikatrik, tanda peradangan. - Perhatikan apakah terdapat penonjolan pada regio hipokondrium kanan. Palpasi : Posisi pasien tidur terlentang dengan kedua tungkai kanan dilipat membentuk sudut 45 60 agar dinding dinding abdomen lebih lentur Palpasi dikerjakan dengan menggunakan sisi palmar radial jari tangan kanan dengan posisi ibu jari terlipat ke bawah palmar manus, ujung jari terletak pada bagian lateral muskulus rektus abdominalis dan kemudian pada garis median untuk memeriksa hati lobus kiri Palpasi dimulai dari regio iliaka kanan menuju ke tepi lengkung iga kanan. Dinding abdomen ditekan ke bawah dengan arah dorsal dan cranial sehingga akan dapat menyentuh tepi anterior hati Pasien diminta untuk menarik napas panjang, dan dilakukan penekanan Pada saat ekspirasi maksimal jari ditekan ke bawah, kemudian pada awal inspirasi jari bergerak ke kranial dalam arah parabolik Diharapkan bila hati membesar akan terjadi sentuhan antara jari pemeriksa dengan hati pada saat inspirasi maksimal Bila pada palpasi kita dapat meraba adanya pembesaran hati, maka harus dilakukan deskripsi sebagai berikut : Berapa lebar jari tangan di bawah lengkung iga kanan? Bagaimana keadaan tepi hati. Misalnya tajam pada hepatitis akut atau tumpul

pada tumor hati ? Bagaimana konsistensi ? apakah kenyal (konsistensi normal) atau keras (pada tumor hati) ? Bagaimana permukaannya? Pada tumor hati permukaannya teraba berbenjol Apakah terdapat nyeri tekan. Hal ini dapat terjadi pada kelainan antara lain abses hati, tumor hati. Selain itu pada abses hati dapat dirasakan adanya fluktuasi Palpasi hepar dapat dilakukan dengan 3 teknik : . a. Teknik monomanual Palpasi di sebelah lateral musculus Rectus abdominis, dimulai dari SIAS. Meminta pasien menarik nafas lepas selama memeriksaan. nilai : pembesaran konsistensi (normal kenyal, keras pada hepatoma) sudut (normal lancip, pada hepatitis/peradangan sudut tumpul) permukaan (normal rata, pada sirrosis permukaan tidak rata) nyeri tekan (positif pada peradangan, abses) nyeri tekan ringan saat inspirasi masih bisa dianggap normal b. Teknik Bimanual Tangan kiri memfiksasi hepar (dibawah punggung). Tangan kanan melakukan palpasi ringan. Meminta pasien untuk menarik nafas, lepas.

c. Teknik menarik nafas, lepas.

Mengkait Kedua tangan diletakan dibawah arus kosta. Meminta pasien untuk

Secara bergantian tangan kanan dan kiri merasakan hepar.

Perkusi : PERKUSI PADA LOBUS KANAN & LOBUS KIRI : a. Pada Lobus kanan : Dimulai pada ICS 4 / 5 midclavicula dextra (sonor) sampai berubah menjadi pekak (batas atas). Lanjutkan pada bagian bawah tepat di linea midclavicula kanan suara timpani sampai berubah menjadi pekak (batas bawah) Liver span normal lobus kanan 6-12 cm

b. pada lobus kiri Perkusi bagian linea mid sternalis dimulai dari umbilicus ke atas (suara timpani menjadi pekak) liver span normal 4-8 cm

Auskultasi : Dengarkan ada atau tidak suara bising yang dapat terdengar pada pembesaran hati akibat tumor hati yang besar. PELAKSANAAN Identitas pasien : Nama Umur Pekerjaan Alamat Bangsal : sdr. Paiman : 24 th : karyawan : Srunggo 1 klambu : Flamboyan

Jenis kelamin : laki-laki

Tanggal masuk: 5 Mei 2010 Hasil pemeriksaan hepar pada pasien ini : Inspeksi : - Bentuk abdomen cembung, - Warna kulit ikterik, kulit tidak teregang, tidak ada spider nevi, tidak ada venektasi, tidak ada sikatrik, tidak ada tanda peradangan. Palpasi : Lobus kanan : o Teraba 5 cm di bawah arcus costa kanan o Tepi hepar tumpul

o Konsisitensi kenyal o Permukaan rata o Nyeri tekan (+) Lobus kiri o Teraba 3 cm di bawah processus xiphoidues o Konsisitensi kenyal o Permukaan rata o Nyeri tekan (+) Perkusi : - liver span lobus kanan 13 cm - liver span lobus kiri 9 cm Auskultasi : Bising hepar (-)

DAFTAR PUSTAKA 1. Simadibrata, Marcellus. 2006. Pemeriksaan Abdomen, Urogenital dan Anorektal. dalam : Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, Jilid I, Edisi IV, Hal 53 54 2. Markum, H.M.S., 2000, Anamnesis dan Pemeriksaan Fisis, FKUI, Jakarta.hal 110 110

Mengetahui, Penilai Yang dinilai

dr. Agus Kurnia, Sp.PD

Galuh Sintia Dena