P. 1
hepatoma

hepatoma

|Views: 49|Likes:
Dipublikasikan oleh Eva Indreswari Tandisalla

More info:

Published by: Eva Indreswari Tandisalla on Oct 12, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/16/2013

pdf

text

original

PRESENTASI KASUS HEPATOMA

Diajukan kepada : DR. dr. I Gede Arinton, Sp.PD-KGEH Adhimas Jati Kusumo 0910221012

Disusun Oleh

:

definisi
Merupakan disfungsi otak atau kerusakan otak akibat hipertensi malignan. Pada saat tekanan darah melampui ambang batas autoregulasi serebral, maka akan terjadi gangguan aliran darah serebral (iskemia otak).

Faktor Resiko  Ras Jenis kelamin usia   .

.ETIOLOGI Penyebab paling sering ensefalopati hipertensi adalah peningkatan tekanan darah secara drastis pada pasien dengan hipertensi kronis. Berbagai faktor predisposisi pasien terhadap peningkatan tekanan darah juga dapat menimbulkan keadaan klinis yang sama.

PATOFISIOLOGI .

White nail. Sianosis akral. Eritema Palmaris. terdapat kemerahan pada pinggir telapak tangan. Keluhan ini tidak disertai dengan bengkak pada di kelopak mata yang dirasakan pada pagi hari dan bengkak seluruh tubuh. . Pasien merasa jarinya tabuh. kukunya memutih dan ujung jarinya kebiruan. Clubbing finger. • Udem tungkai ( tekanan hidrostatik meningkat dan tekanan onkotik menurun akibat • • • • hipoalbuminemia).• Kedua kaki pasien sejak tiga minggu yang lalu mulai dirasakan berangsur-angsur bengkak. Pasien tidak mengeluh bengkak terasa nyeri maupun berwarna merah. Bila ditekan dengan jari tangan pada bagian yang bengkak tersebut akan meninggalkan dekok dan kembali normal dalam waktu agak lama.

Riwayat minum jamu disangkal Riwayat minum alkohol tidak ada Riwayat transfusi tidak ada • • • • • • • Riwayat Riwayat Riwayat Riwayat penyakit penyakit penyakit penyakit kuning diterima hepar karena riwayat minum jamu-jamuan disangkal hepar karena alkohol disangkal hepar karena riwayat transfusi disangkal . Mula-mula badannya terasa panas kemudian diikuti oleh matanya yang berwarna kuning dan buang air kecil yang berwarna kuning kehitaman.Riwayat Penyakit Dahulu : • Pasien pernah menderita sakit kuning pada 4 tahun yang lalu.

Riwayat Penyakit Keluarga : • Tidak ada anggota keluarga yang penah menderita penyakit kuning • Penyakit kuning yang ditularkan keluarga disangkal .

Pemeriksaan fisik • Keadaan umum : • Kesadaran : • Tanda vital: Tekanan darah: 130/80 mmHg • Nadi : 90 x/menit • Respirasi : 24 x/menit • Suhu :36.8 °C • Kooperatif • Compos mentis .

mudah dicabut Mata : Konjungtiva anemis (-/-). mudah rontok.• Pemeriksaan Kepala : Venektasi Temporal () Rambut : Warna hitam dan putih. sklera ikterik (+/+) Mulut : Mulut bau Pemeriksaan Leher : JVP tidak meningkat (untuk mengetahui adanya gagal jantung kanan atau tidak)-deviasi trakea ke kiri • Alopesia kepala • Ikterus pada konjungtiva • Fetor hepatika .

Perkusi : Sonor disemua lobus paru Batas paru hepar pada SIC IV LMC dextra Batas jantung: Batas kanan atas jantung SIC II LPSD Batas kanan bawah jantung SIC IV LPSD Batas kiri atas jantung SIC II LPSS Batas kiri bawah jantung SIC V 2 jari medial LMC sinistra Auskultasi : Cor : BJ I-II. wheezing (-) • Atelektasis paru • Spidernevi (+) • Atrofi mamae (+) . Retraksi (-). kanan lebih cembung Dinding dada kiri lebih tertinggal. bising (-).• Pemeriksaan Dada • Inspeksi • • • • • • • • • • : Dinding dada asimetris. gallop (-) Pulmo : Suara dasar vesikuler ronkhi (-). reguler. spider nevi (+) (untuk mengetahui adanya tanda-tanda hipertensi portal) atrofi payudara (+) Palpasi : Vokal fremitus paru kanan lebih keras dibanding paru kiri.

• Hepatomegali • Slenomegali • Asites . pekak sisi (+) Pemeriksaan dari inspeksi. shuffner II Perkusi : Pekak alih (+). nyeri tekan (+) di hipokondrium kanan dan • • • • • • • • • epigastrium. lien dan adanya asites. venektasi (+). caput medussae (+) • Auskultasi : Bising usus (+) normal • Palpasi : Supel. undulasi (+) Hepar teraba 3 jari BACD Tepi tumpul Permukaan berbenjol-benjol Nyeri tekan (+) Konsistensi padat.• Pemeriksaan abdomen • Inspeksi : Cembung. keras Bising arteri (+) Lien: teraba. perkusi adalah untuk mengetahui adanya pembesaran hepar.

Inferior : Edema (+/+). jari tabuh (+). telapak tangan • • eritema palmaris(+/+). akral dingin Pemeriksaan genetalia : dalam batas normal . akral dingin.• Pemeriksaan ekstremitas • Superior : Edema (-).

w 0-15 mm/jam .000/l 150.5.5 – 5.000 / l 33 % p 40 – 48.Hematokrit : • • • • • • Eritrosit Trombosit MCV : MCH : MCHC : LED : 11.16 gr/dl 14.Pemeriksaan Darah lengkap • Hb : • . w 37 – 43 % : 3. w 4 – 5 juta/l : 134.000-400.5 juta/l p 4.000/l 94 pg 82 – 92 pg 34 % 37 – 31 % 36 gr/dl 32 – gr/dl 5 p 0 – 10.Leukosit : • .9 gr/dl 12 .900 / l 5000 – 10.

6 mg/dl < 200 gr/dl .39 gr/dl gr/dl Globulin : 5.3 – 2.0 – 5.0 – 7.73 gr/dl Albumin : 2.8 gr/dl 4.2 1.7 0.4 mg/dl Bil direk : 18.4 mg/dl 0.3-1.29 mg/dl Seromarker Hepatitis HbsAg : positif Anti HCV : negatif Glukosa Glukosa sewaktu : 66 mg/dl  38 UI/l  41 UI/l 8-38 UI/l 6.0 mg/dl 0.• • • • • • • • • • • • • • • Fungsi hati SGOT : 270 UI / l SGPT : 57 UI / l Gamma GT : 15 UI/l Protein total : 7.25 mg/dl Bil indirek : 0.3 gr/dl gr/dl Bil total : 18.

2 mg/dl Hasil USG Hepatomegali pada lobus kanan dengan nodul soliter diameter > 1 cm.3 mg/dl 10-50 mg/dl Kreatinin darah : 1. limpa. Tidak terdapat cairan bebas.53 gr/dl 0. Tidak terdapat gambaran kolelitiasis Saluran empedu tidak melebar Pankreas. . ginjal dan buli dalam batas normal.5 –1.• • • • • • • • • Fungsi ginjal Ureum darah : 56.

Diagnosis • Hepatoma • DD : sirosis hepatis. hepatitis kronis .

begah dan selalu terasa kenyang Nafsu makan menurun Perut besar ke samping yang berubah bentuk bila berubah posisi Nyeri perut kanan atas Nyeri perut kiri atas Payudara membesar Kemerahan pinggir telapak tangan Jari tabuh Ekstrimitas kebiruan Anamnesis : .Dasar diagnosis • • • • • • • • • • • • • • Mata menguning Rambut mudah rontok Mual Mulut bau amonia Perut terasa penuh.

atrofi mamae (+).• • • • • • Pemeriksaan fisisk: Pemeriksaan Mata : CA (-/-). batas paru hepar SIC IV LMCD Pemeriksaan Abdomen . SI (+/+) Rambut : mudah rontok Pemeriksaan Dada Inspeksi : spider nevi (+).

Konsistensi padat. shuffner II Perkusi : Pekak alih (+). pekak sisi (+) Pemeriksaan Ekstremitas Superior : telapak tangan eritema palmaris(+/+) Inferior : Bengkak (+/+) . undulasi (+) Hepar teraba 3 jari BACD tepi tumpul. permukaan berbenjol-benjol.• Inspeksi • Palpasi • • • • • : Perut membuncit. Bising arteri (+) Lien teraba. venektasi (-) : nyeri tekan (+) di hipokondrium kanan dan epigastrium. Nyeri tekan (+). keras.

HBV DNA.Penunjang • • • • • • • • • • • Darah SGOT/SGPT Albumin Elektrolit PT/APTT Glukosa darah HbsAg / HbsAb. HCV DNA Endoskopi USG AFP Biopsi Hepar . HbeAg/HbeAb.

Bed rest Puasa . lakukan bilas lambung dengan air es sampai isi lambung tampak bersih dari darah atau lebih jernih warnanya. Tindakan melokalisir sumber perdarahan Pasang NGT dan lakukan aspirasi. Jika aspirasi keluar darah.Terapi • • • • • • • • • • • Tindakan mengatasi syok hipovolemik Monitor vital sign Cari tanda-tanda syok menggunakan skor Daldyono (lampiran) Pasang infus NaCl atau Ringer Laktat sesuai dengan skor Daldyono Skor/15 x BB x 10% x 1 liter Persiapan tranfusi Fresh Whole Blood dan monitor ketat tanda-tanda perbaikan syok.

Adona inj 2 Amp Mengurangi perdarahan Antasida dan antagonis reseptor H2 (Ranitidine) 2 x 1 gr Untuk menekan asam lambung dan menekan produksi asam lambung. 1 amp Untuk defisiensi vitamin K (Hemostatik).• • • • • • • • • • • • Medikamentosa Vitamin K inj. Aminoleban Untuk meningkatkan status gizi penderita Manajemen terhadap asites dan edema Istirahat dan diet rendah garam (200 – 500 mg/hari) Diuretik : Spironolakton (Letonal) 3 x 100 mg/hari Furosemida (Lasix) 40-80 mg/hari . Antibiotika (Ampicillin) 3 x 1 gr Untuk mensterilisasi usus agar bakteri yang mencerna darah mati.

Sehingga prognosis pasien ini dubia ad malam.5 Terkontrol Minimal 4–6 3 >3 <3 Tidak Terkontrol Berat/koma >6 Pada pasien ini termasuk kriteria child C (10 – 15) dimana mortalitas pada operasi 60%.5 > 3.5 Tidak ada Tidak ada <4 Derajat Klasifikasi 2 1.Prognosis Klasifikasi child dipakai sebagai petunjuk prognosis dari pasien hepatoma Parameter klinis 1 Bilirubin (mg/dl) Albumin (g/dl) Asites Defisit neurologic PT < 1.5 – 3 3 – 3. .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->