Anda di halaman 1dari 12

Kelompok Profesional Dalam Bidang Kesejahteraan Sosial

Pekerja Sosial Psikiatri Psikolog

Dokter

Kesejahteraan Sosial

Perawat

Guru

Pengacara
Perencana Ahli Terapi

Keterkaitan Ilmu Kesejahteraan Sosial dengan Beberapa Ilmu lainnya


Sosiologi Ilmu Agama Antropologi

Ilmu Hukum Ilmu Pendidikan

Kesejahteraan Sosial
Ilmu Politik

Ilmu Kesehatan Ilmu Ekonomi Dan Manajemen Psikologi

Ilmu Lingkungan

ILMU KESEJAHTERAAN SOSIAL DAN SOSIOLOGI

Kontribusi Ilmu sosiologi pada ilmu kesejahteraan sosial terutama pada pemahaman keteraturan sosial dan norma sosial. Dalam suatu masyarakat selalu terdapat norma sosial yang membuat keteraturan sosial pada masyarakat tsb. Norma sosial dan keteraturan sosial pada masyarakat atau komunitas ttt tidak selalu sama. Dalam hal ini pekerja sosial sebagai agen perubah haruslah memahami ttg norma sos dan keteraturan sosial tsb. Pemahaman ttg konsep dasar soiologi seperti stratifikasi sosial, kelas sosial, gejala sosial, fakta sosial dsb dapat merupakan konsep yang dijadikan bahan pemahaman ttg masyarakat dan dinamika yang terjadi didalamnya. Hal ini merupakan bekal pengetahuan untuk merancang program sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat oleh pekerja sosial. Metodologi yang digunakan dalam ilmu soiologi baik secara kuantitatif maupun kualitatif melalui indepth-interview, focu sgroup discussion dapat digunakan sebagai upaya untuk melakukan identifikasi kebutuhan atau masalah yang dialami oleh target sasaran

ILMU KESEJAHTERAAN SOSIAL DAN ANTROPOLOGI

Culture sensitivity mutlak harus dimiliki oleh praktisi

kesejahteraan sosial, kiarena manakala bekerja pada target sasaran harus memahami filosofi bahwa manusia itu memiliki identitas budaya, etnis, bahasa dan ras yang berbeda-beda (Lynch dan Hanson/1998). Hal ini yang menun jukkan keragaman manusia untuk dipahami sebagai makhluk sosial yang memiliki karakteristik berbeda-beda. Contoh : nilai filosofi terhadap sapi pada masyarakat India. Interaksi internal maupun eksternal dalam konteks lintas budaya juga bisa memberikan pemahaman pada praktisi kesejahteraan sosial untuk lebih memahami akan karakteristik masyarakat Dalam konteks identifikasi kebutuhan dan masalah masyarakat serta melakukan upaya intervensi yang merupakan bentuk pertolongan yang dilakukan oleh praktisi pekerjaan sosial, maka metodologi penelitian secar naturalistik yang digunakan dalam antropologi dapat dijadikan acuan untuk melakukan hal tersebut. Contohnya PRA

ILMU KESEJAHTERAAN SOSIAL DAN ILMU HUKUM

Dalam tataran kebijakan, sebagai upaya advokasi terhadap masyarakat para praktisi kesejahteraan sosial diharapkan dapat memberikan kontribusio mengenai fakta di lapangan terutama mencakup hal yang sifatnya aspiratif dari masyarakat diharapkan dapat terakomodir dengan tercover pada paparan kebijakan yang dituangkan dalam bentuk Undang-Undang.
Dalam uapaya memberikan pertolongan kepada masyarakat terutama yang memiliki tingkat kompleksitas yang tinggi, terutama dalam konteks konflik, maka keteraturan sosial sebagai produk hukum dapat dijadikan acuan untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi pada masyarakat.

ILMU KESEJAHTERAAN SOSIAL DAN ILMU POLITIK

Keterkaitan antara ilmu politik dengan ilmu kesejahteraan sosial, biasanya akan sangat mudah dipamahami, manakala kita melihat aspek kesejahteraan sosial pada tataran makro, yang lebih global, dimana kesejahteraan sosial secara politik merupakan tujuan negara. Tataran makro lebih banyak menyentuh aspek kebijakan. Dalam hal ini maka praktisi kesejahteraan sosial haruslah memahami dinamikan sosio politik dan ekonomi politik dari isu yang sedang ataupun akan menjadi fokus para wakil rakyat untuk pencapaian kondisi sejahtera suatu negara

ILMU KESEJAHTERAAN SOSIAL DAN ILMU EKONOMI DAN MANAJEMEN

Keterkaitan diantara keduanya terutama pada tataran makro dan mezzo. Kontribusi ilmu ekonomi dan manajemen dalam konteks kesejahteraan secara teoritis terutama dalam perspsi terhadap kerangka fikir yang harus dimiliki oleh praktisi kesejahteraan sosial untuk bisa memahami kondisi masyarakat sebagai target sasaran. Biasanya penguatan usaha kecil dan sektor informal menjadi fokus dalam pengentasan kemiskinan. Secara praktis, konsep dasar ekonomi dan manajemen terutama dalam pembukuan dan pengelolaan keuangan sangat membantu praktisi kesejahteraan sosial dalam memberdayakan kliennya terutama dalam aspek pengembangan ekonomi untuk pencapaian tingkat kesejahteraan

ILMU KESEJAHTERAAN SOSIAL DAN PSIKOLOGI

Memberikan dasar keterampilan untuk menjalin hubungan/relasi dengan kelompok sasaran baik secara individu, keluarga maupun kelompok

Memberikan pemahaman ttg keterkaitan antara aspek dan dinamika kejiwaan denagn perilaku seseorang
Memberikan pemahaman ttg tugas-tugas perkembangan individu, keluarga dan kelompok yang dapat dijadikan acuan dalam intervensi makro dan mikro Memberikan dasar pengetahuan untuk mengembangkan keterampilan dalam intervensi mikro (individu, keluarga dan kelompok) terutama dalam melkaukan engagement, asesmen dan dalam melakukan terapi.

ILMU KESEJAHTERAAN SOSIAL DAN ILMU LINGKUNGAN Berkembangnya masalah lingkungan yang terkait dengan aspek sampah beserta efek yag ditimbulkannya menjadi pemahaman dasar mengapa ilmu lingkungan memiliki keterkaitan dengan masalah kesejahteraan sosial Persoalan yang terkait dengan bencana alam, merupakan hal yang banyak diwarnai oleh ilmu lingkungan.

ILMU KESEJAHTERAAN SOSIAL DAN ILMU KESEHATAN

Bidang kesehatan dianggap sebagai salah satu indikator utama dari berkembangnya kesejahteraan masyarakat pada wilayah tertentu. Indeks pembangunan manusia (IPM), masih dijadikan sebgai indikator tingkat kesejahteraan masyarakat, contohnya : angka kematian bayi, angka harapan hidup Secara substantif isu-isu kesehatan seringkali terkait dengan aspek sosial dari kondisi tersebut, misalnya dalam masalah penanggulangan narkoba, HIV/AIDS Dalam konteks metodologi, pendekatan yang dilakukan secara medik dapat diaplikasikan dalam konteks kesejahteraan sosial.

ILMU KESEJAHTERAAN SOSIAL DAN ILMU PENDIDIKAN Konsep-konsep dasar dalam bidang pendidikan memberikan pencerahan bagi praktisi kesejahteraan sosial untuk lebih mengembangkan daya kreativitas target sasaran untuk lebih berdaya secara mandiri, misalnya konsep learning by doing, konsep belajar di alam terbuka, konsep konseling, dsb.

ILMU KESEJAHTERAAN SOSIAL DAN ILMU AGAMA

Dasar pemberian bantuan secara charity, pada awalnya didasarkan atas inspirasi dalam aplikasi nilai-nilai spiritual di masyarakat yang menjunjung tinggi kesamaan derajat diantara manusia. Dengan demikian ilmu agama adalah dasar utama yang dijadikan cermin dalam penciptaan kondisi sejahtera di masyarakat.