P. 1
Budaya Hindu (Materi II)

Budaya Hindu (Materi II)

|Views: 2,325|Likes:
Dipublikasikan oleh Grositha Junthawisti Pororo
hindu culture
hindu culture

More info:

Published by: Grositha Junthawisti Pororo on Oct 13, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/18/2014

pdf

text

original

BUDAYA HINDU

A. PENDAHULUAN
1. BUDAYA
 Pengertian Budaya Ditinjau dari Asal-usul Kata. Berasal dari :  Bhs.Sansekerta : Buddhayah = budi atau akal.  Bhs. Latin : Colera = mengolah, mengerjakan (terutama mengolah tanah / bertani.  Bhs. Inggris : Culture = segala daya dan usaha manusia untuk mengolah alam.  Pengertian Budaya Secara Umum. Adalah hasil cipta, rasa, karsa manusia untuk membantu kehidupannya. Maka * Budayawan berarti orang yang berakal budi sangat tinggi.  Umat Hindu adalah orang yang berbudaya, terbukti dapat menciptakan kesenian.

2. KESENIAN.
 Seni adalah = Halus, kecil, tipis, indah. * Keahlian membuat karya yang bermutu * Karya yang diciptakan dengan keahlian luar biasa. * Kesanggupan akal untuk menciptakan sesuatu yang bernilai tinggi. * Orang yang berkesanggupan luar biasa. * Jenius.  Kesenian (Bhs.Sansk) “ San “ = persembahan dalam upacara Agama. Persembahan berbentuk : sesaji, nyanyian, tari dsb  Berbagai jenis Seni yang diperagakan dalam pelaksanaan Yadnya dapat menggetarkan jiwa, rasa dan Sraddha guna meningkatkan wujud bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi.

Renungkan Mantra (Sama Weda 1829): “ Gayo sasasravartani “ Artinya : Kami menyanyikan mantra-mantra Sama Weda dalam ribuan cara.

B. JENIS-JENIS SENI KEAGAMAAN ( SAKRAL DAN PROFAN )  Seni Keagamaan sebagai pendukung Panca Yadnya sbb :  Seni Tari  Seni Tabuh  Seni Suara (Dharmagita)  Seni Bangunan.  Jenis-jenis seni yang yang mendukung / mengiringi Panca Yadnya,ada yang sakral ada pula yang profan sbb:

 Seni bersifat Sakral yaitu :
1. Seni Tari : Rejang, Pendet, Baris, Sanghyang, Bedaya Semang, Tor-tor, Gantar, Sanyang/Seblang. 2. Seni Suara : Gending Sanghyang,SekarMadhya (Kekidung), Sekar Agung(Kekawin), Sloka (Palawakya). 3. Seni Tabuh : Gambang, Saron, Selonding, Gong Beri, Gong Luwang,Angklung, Dan Gender Wayang. 4. Seni Bangunan : Padmasana, Meru, Gedong, Rong Tiga, Candi Bentar, Tugu Karang.

 Seni bersifat Profan ( Hiburan ) :
1. Seni Tari : Wayang, Cak, Gambuh, Janger, Topeng, Legong, Oleg, Sendratari, Drama Gong.

2. Seni Suara: Sekar Alit dan Gending Daerah. 3. Seni Tabuh: Pagambuhan, Pangarjan, Semar Pagulingan, Gong Kebyar, Palegongan, Pajangeran, Pajangeran, Joged Pingitan, Angklung ,Angklung Bilah, Gangsa Jongkok, Joged Bungbung, Bebonangan Bebonangan, Gong suling. 4. Seni Bangunan : Bangunan Tradisi, Bangunan Pariwisata, Bangunan Sosial.

Perbedaan seni yang bersifat sakral dan Bersifat Profan( hiburan ):
1. Seni Sakral : a. Tidak diupah/disewa, dipertunjukkan hanya dalam hubungan upacara keagamaan. b. Berfungsi untuk pamuput karya. c. Penarinya membawa alat-alat upacara yang kas. d. Jenis seni Wali profan (hiburan) ada yang mapasupati, seperti: Tari Sanghyang. 2. Seni Profan (Hiburan): a. Dipertunjukkan untuk mendapat upah/disewa,baik dalam hubungan upacara keagamaan atau pun tidak. b. Umumnya untuk hiburan, terkadang karena dipertunjukkan waktu Upacara Keagamaan, bisa juga sebagai Seni Bebali. c. Tidak menggunakan alat-alat upacara, kecuali bila berfungsi sebagai seni Bebali.

d. Ada juga dipasupati agar memiliki kekuatan gaib. Seperti : Barong dan Rangda.

C. TUJUAN DAN MAKNA SENI KEAGAMAAN ( SAKRAL DAN PROFAN ) SENI SUARA (DHARMA GITHA) Yang ditampilkan al ; 1. Sekar Alit (Geguritan) Pada Lingsa ( 10 Pupuh ) 2. Sekar Madhya (Kekidung) Pada Lingsa ( Perlahan-lahan ).

Kawitan Warga Sari  Kawitan Tantri  Warga Sari

PL : 8u,5i,8a,6i,8u,7e. PL : 6i,7u,8i,8u,8i,8o. PL : 8u,8e,8u,8i,8i,8a,6u,6i

Pada artinya banyaknya jumlah suku kata dalam satu kalimat, misalnya : 6,7,8 suku kata dst.  Lingsa, artinya wujud bunyi vocal pada akhir kalimat. Misalnya : a, i, u, e, o.

3. Sekar Agung /Kekawin ( Disebut Wirama ) Wrtta, Matra  Wrtta banyaknya suku kata dalam tiap kalimat.  Matra kedudukan guru lagu dalam tiap kalimat.

*Guru

suara berat,panjang,besar-keras, indah berliku-liku,berirama, bergetar. tanda: ( ).

*Lagu

suara ringan,pendek,lemah, rendah. Tanda : ( o )

 Yang mendapat suara Guru : adalah semua suku kata yang ditutup oleh huruf mati/konsonan. Vokal : taleng, tedong, taleng-tedong, ulu sari, Bisah, suku ilut, surang, cecek, di depan : (aksara madwita, nanya, suku kembung, Guwung ).  Yang mendapat suara Lagu : adalah selain ketentuan suara guru di atas. SENI TARI Tari Sakral

Dipentaskan dlm hubungan upacara Keagamaan. Mengutamakan kemagisan dan Keagamaannya, bukan keindahan.

 Ciri-ciri Tari Keagamaan : 1) Ungkapan tarinya meniru gerakan alam, Spt : Gerak; tumbuhan, binatang, air dll. 2) Ritmis gerak dilakukan dengan spontanitas pencurahan jiwa penarinya.

3) Dalam penampilan dirasakan suasana mistik,magis dan religius. 4) Ekspresi tarian erat kaitannya dg peristiwa yg menjadi tujuan yg ingin dicapai 5) Dilakukan oleh banyak orang. 6) Istrumen music dan vocal sangat sederhana. 7)Terjadi pengulangan gerak dan vocal untuk mempercepat terciptanya mistik dan magis.

Tari Sakral dikaitkan dg.Mitologi Agama
Menurut Mitologi : Tarian India Bhatara Brahma dewa tarinya(Siwa) dg.tarian kosmisnya (Siwanataraja) memutar dunia dg.gerakan mudra (mempunyai kekuatan gaib).

Kesucian dan kesakralan seni tari
Dapat dilihat dari peralatan yang dipergunakan oleh penari yaitu : 1. Tari Pendet mempergunakan : canang sari, pasepan dan tetabuhan. 2. Tari Rejang mempergunakan : Gelungan serta benang panuntun, yang dililitkan pada tubuh para penarinya. (khusus penari Rejang Renteng). 3. Topeng Sidhakarya dengan beras sekaruranya.

BENTUK SENI TARI DALAM MENGIRINGI YADNYA. 1. Tari Keagamaan Dalam Dewa Yadnya:  Tari Wali : Pendet, Rejang, Baris.  Tari Bebali : Topeng Sidhakaraya, Gambuh, Wayang Lemah. 2. Tari Keagamaan Dalam Rsi Yadnya :  Wayang Lemah dan Topeng Sidhakarya. 3. Tari Keagamaan Dalam Pitra Yadnya :  Ngaben : - Tari Baris Ketekok Jago ( Pakaian Berwarna hitam dan putih , membawa Senjata tombak.

- Tari Baris Dapdap ( penarinya 24 or.) Peria berpasangan, membawa kayu Dapdap (kayu Sakti).  Atma Wedana : - Wayang Lemah (mengambil Cerita Bima Swarga ). - Gambuh. 4. Tari Keagamaan Dalam Manusa Yadnya:  Wayang Sudhamala.  Wayang Mpu Leger  Wayang Sapuh Leger. 5. Tari Keagamaan Dalam Bhuta Yadnya :  Tari Sanghyang ( penolak bala ).  Wayang Lemah. ( Lakon disesuaikan dg. Upacara Bhuta Yadnya ).

SENI KEAGAMAAN DI LUAR BALI
1. Tari Bedaya Semang. Terdapat di Yogyakarta dan Jawa Tengah Hubung-an Sultan Agung dg. Kanjeng Ratu Kidul ( Ratu Penguasa Pantai Laut Selatan Pulau Jawa ).

2. Tari Sanyang atau Seblang. Dari Desa Cungkling, Banyuwangi, Jawa Timur Pemujaan Dewa Siwa (masa Hindu di Jawa ). 3. Tari Tor Tor. Dari Sumatra (Tanah Batak ) peninggalan zaman Hindu di Sumatra Pemujaan kpd para Dewa dan Para Roh Leluhur. 4. Tari Gantar. Dari Kalimantan Upacara keselamatan memohon berkah kpd. Dewi Sri (Dewi Padi).

Tujuan Dharmagita adalah :
1. Memperhalus budhi dan prilaku umat Hindu yang didasarkan dengan Dharma, serta mengendalikan diri dari pengaruh adharma. 2. Untuk menumbuhkan sifat-sifat yang baik menuju Dharma.

Makna Dharmagita adalah :
1. Sebagai salah satu tehnik menanamkan ajaran Agama Hindu kepada umat. 2 .Sebagai media persembahan dan pemujaan Kepada Tuhan.

 Tujuan Seni Tari Keagamaan :
Agar Tuhan berkenan memberi perlindungan, keselamatan, kekuatan, kesejahteraan dan kebahagiaan hidup.

 Makna Seni Tari Keagamaan :
Sebagai media persembahan dan pemujaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

D. MANFAAT SENI KEAGAMAAN HINDU DALAM
PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN.
 Penari Tari Sakral dipilih dg.ketentuan sbb : a. Para penarinya masih gadis. b. Jika mereka telah berkeluarga(berumah tangga), hendaklah telah mencapai menopaose (tidak mengalami datang bulan lagi). c. Para penarinya membawa sarana upacara, spt : Canang sari, Pasepan, Salaran, dll. d. Gerakan tari sakral sangat sederhana, mengikuti gerakan alam spt : tumbuh- tumbuhan binatang, peredaran matahari, air dll. e. Ada suasana mistik, magis, religius. Misalnya: Tari Sanghyang. f. Diperagakan secara kolektif
 Seni Tari dikelompokkan menjadi 3 golongan yaitu : 1. Tari Bali / Wali berfungsi untuk mengikuti proses pelaksanaan upacara keagamaan

Ciri-ciri :

dipentaskan bersamaan dg.berlangsungnya pelaksanaan upacara. Identitas : Tidak mengungkapkan cerita, namun bersifat simbolis dan bernilai religious.

 Jenis Tari ini yaitu :
a. Tari Rejang simbol Widyadara dan Widyadari yg menuntun Bhatara turun ke dunia. Dilakukan waktu melasti atau turun ke Paselang. simbol persembahan kepada Dewa. Membawa alat upacara, penarinya pemuda-pemudi atau orang yg telah mawinten dan para Pemangku. simbol jiwa kepahlawanan. Dalam upacara : maprani, Makincang-kincung (mabiasa). berfungsi sbg. Penolak Bala (mala petaka ).

b. Tari Pendet

c. Tari Baris

d. Tari Sanghyang

Penarinya kemasukan kekuatan gaib,shg berani menari di atas bara api dan tidak terbakar. Mengucapkan kata-kata (sabda), sbg.pesan yang patut dilaksanakan oleh masyarakat untuk mendapatkan keselamatan.

2. Tari Bebali

berfungsi sbg. penunjang jalannya upacara keagamaan yang sedang berlangsung.

Ciri-cirinya : bersifat mengiringi, tidak mengikuti Proses upacara. Identitas : Menampilkan cerita, judul disesuaikan dengan upacara yg berlangsung.

 Jenis tari Bebali :
a. Wayang Lemah Menggunakan kelir dari benang Tukelan,lengkap dg uang kepeng, Ujungny diikat pada kayu dapdap ( Kayu Sakti ) bercabang tiga, tidak memakai lampu.

Makna : Sbg.sarana menghubungkan alam sekala ( nyata ) dg. Alam Niskala (tidak Nyata) atau Alam manusia dg. Alam para Dewa.  Dlm upacara keagamaan dikenal juga Wayang Sapuh Leger berfungsi ruwat anak yg. lahir pada Wuku Wayang. b.Tari Gambuh. Berfungsi sbg.persembahan thd

Para Dewa dan Leluhur.  Memakai lakon cerita Panji, mengandung, romantic,dan lelucon.

c.Tari Topeng

Umurnya cukup lama, dlm prasasti ada kata Atapukan = topeng. Dan Petapukan = perkumpulan topeng.

 Tari Topeng mengekspresikan tokoh : Raja, Patih dan Rakyat.  Dlm Upacara keagamaan terdapat “Topeng Sidhakarya” : - Melambangkan Wisnu Murti.- Berfungsi sbg Pamuput Karya ( pekerjaan yang telah mencapai Kesuksesan).

3.Tari Balih-balihan

Berfungsi sbg.hiburan dan tontonan belaka.

 Jenis tarian ini al : Cak Janger, Legong Keraton, Kebyar Duduk, Oleg Tambulilingan, Joged, Sendratari,Drama.

Dampak Dharmagita Pada Pembentukan Kepribadian:  Terbentuknya watak budhi pekerti luhur setiap umat yang terlibat di dalamnya. Spt : sifat sabar, juju,damai, dan renah hati,shg dapat mewujudkan kehidupan yang harmonis,tenteram dan damai.

Dampak Tari Keagamaan Pada Pembentukan Kepribadian :  Mempertebal keyakinan, bahwa dg persembahan tari keagamaan, Tuhan memberikan perlindungan, keselamatan,kesejahteraan dan kekuatan hidup.  Terbentuknya kepribadian umat yang damai, tenang, dan suci lahir bathin.

“ P U P U T “

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->