Anda di halaman 1dari 3

Keberadaan Khalifah Bumi Menurut Islam Oleh Aswita Wulandari, 1106022276 Judul Pengarang : Konsep Manusia Menurut Islam

: Dr. Nurwahidin, M.Ag., dkk

Data Publikasi : Pengembangan Kepribadian Pendidikan Agama Islam, II, hlm. 31

Keberadaan manusia di muka bumi merupakan salah satu bukti kebesaran sang Maha Pencipta, Allah SWT. Siapakah manusia itu sebenarnya? Pertanyaan tersebut dapat dijawab dengan singkat, kitalah manusia itu. Namun apakah kita mengerti dan memaknai arti keberadaan kita di bumi ini? Tentunya kita perlu proses pemaknaan lebih dalam tentang keberadaan manusia. Salah satunya adalah melalui pendekatan agama. Kita sebagai penganut agama Islam, pasti percaya bahwa Allah lah pencipta kita. Mari kita lebih dalam lagi memaknai keberadaan kita dan mengapa kita diciptakan. Setelah menciptakan alam semesta beserta isinya, Allah menciptakan manusia. Sebelum penciptaannya, malaikat sempat khawatir, apa diri mereka lalai sehingg Allah ingin menciptakan manusia. Allah berfirman, menghilangkan kekhawatiran para malaikat itu: "Aku mengetahui apa yang kamu tidak ketahui dan Aku sendirilah yang mengetahui hikmat penguasaan Bani Adam atas bumiKu.Bila Aku telah menciptakannya dan meniupkan roh kepada nya,bersujudlah kamu di hadapan makhluk baru itu sebagai penghormatan dan bukan sebagai sujud ibadah,karena Allah s.w.t. melarang hamba-Nya beribadah kepada sesama makhluk-Nya." Kemudian diciptakanlah Adam oleh Allah SWT dari segumpal tanah liat,kering dan lumpur hitam yang berbentuk.Setelah disempurnakan bentuknya ditiupkanlah roh ciptaan Tuhan ke dalamnya dan berdirilah ia tegak menjadi manusia yang sempurna. Pada penciptaanya, malaikat dan iblis diperintahkan untuk bersujud kepada Nabi Adam. Hal itu merupakan penghormatan pertama yang diberikan Allah pada manusia. Pada saat itu malaikat dengan patuh segera bersujud pada nabi Adam sebagai wujud penghormatan, namun Iblis menolak untuk bersujud karena ia merasa dirinya lebih mulia dan lebih agung. Iblis terbuat dari unsur api sedangkan manusia hanya terbuat dari unsur tanah dan lumpur.

Menurut ajaran Islam, manusia, dibandingkan dengan makhluk lain, mempunyai beberapa ciri utamanya adalah: 1. Makhluk yang paling unik, djadikan dalam bentuk yang paling baik, ciptaan Tuhan yang paling sempurna. Firman Allah: Artinya: Sesungguhnya Kami telah menjadikan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya (QS. At-Tin:4) 2. Manusia memiliki potensi (daya atau kemampuan yang mungkin dikembangkan) beriman kepada Allah. 3. Manusia diciptakan Allah untuk mengabdi kepada-Nya dalam Al-Quran surat Az-Zariyat: Artinya: tidaklah Aku jadikan jin dan manusia, kecuali untuk mengabdi kepada-Ku. (QS. Az-Zariyat:56) 4. Manusia diciptakan Tuhan untuk menjadi khalifah-Nya di bumi. Hal itu dinyatakan Allah dalam firman-Nya. 5. Disamping akal, manusia dilengkapi Allah dengan perasaan dan kemauan atau kehendak. Manusia adalah makhluk yang tercipta berdasarkan ketentuan Allah, bukan secara kebetulan dan serampangan. Ia tercipta untuk tujuan tertentu bukan untuk kesia-siaan. Di dalam surat al-Baqarah: 30 dinyatakan bahwa Allah menciptakan manusia untuk menjadi khalifah-Nya di bumi. Perkataan menjadi khalifah dalam ayat tersebut mengandung makna bahwa Allah menjadikan manusia wakil atau pemegang kekuasaan-Nya mengurus dunia dengan jalan melaksanakan segala yang diridhai-Nya di muka bumi ini (H.M. Rasjidi, 1972:71) Manusia yang mempunyai kedudukan sebagai khalifah (pemegang kekuasaan Allah) di bumi itu bertugas memakmurkan bumi dan segala isinya. Memakmurkan bumi artinya mensejahterakan kehidupan di dunia ini. Untuk itu manusia wajib bekerja, beramal saleh (berbuat baik yang bermanfaat bagi diri, masyarakat dan lingkungan hidupnya) serta menjaga keseimbangan dan bumi yang di diaminya, sesuai dengan tuntunan yang diberikan Allah melalui agama. Melihat pembahasan di atas tentang penciptaan manusia pertama kali, terlihat bahwa betapa Allah memuliakan manusia. Malaikat, makhluk yang paling taat pun diperintahkan untuk bersujud pada kita. Disebutkan pula bahwa manusia diciptakan dalam bentuk sebaik-baiknya. Dengan kesempurnaan itu, diharapkan semua manusia menyadari keberadaan mereka di muka bumi ini adalah untuk menjadi khalifah, menjaga alam semesta yang telah Allah ciptakan, dan tidak lupa untuk beribadah kepadaNya.