Anda di halaman 1dari 8

BAB I PENDAHULUAN

Manajemen yaitu koordinasi semua sumber daya melalui proses perncanaan, pengorganisasian, penetapan tenaga kerja, pengarahan dan pengawasan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu. Manajemen konstruksi adalah bagaimana sumber daya yang terlibat dalam proyek dapat diaplikasikan secara tepat. Sumber daya dalam proyek konstruksi dikelompokKan dalam 5M (manpower, material, mechines, money and method). Pada mulanya sebuah proyek bertitik dari gagasan dasar atsa kebtuhan akan sesuatu yang muncul pada benak seseorang atau kelompok orang. Kemudian gagasan ini di definisikan oleh tenaga ahli dari luar (konsultan). Penugasan kepada tenaga ahli tersebut diatur dalam suatu KERANGKA ACUAN yang pada dasarnya kurang lebih semacam deskripsi tugas. Dengan tersedianya lokasi proyek kemudian dilakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai biaya, analisa perekayasaan, kriteria perencanaan dan sebagainya. Kemudian diadakan pengaturan untuk penyediaan biaya proyek, pembuatan pra rancangan, pra rancangan pekerjaan konstruksinya, serta pra rancangan mekanikal/elektrikal. Pada tahap rancangan detail, pekerjaan dikonsentrasikan untuk menghasilakan gambar kerja proyek dan RKS. Gambar dan spesifikasi merupakan bagian utama dari dokumen tender. Dokumen tender yang sudah selesai kemudian dilakukan pelelangan pada rekanan yang berminat untuk melaksanakan proyek tersebut. Kemudian pada tahap berikutnya adalah tahap pembangunan fisik yang sesungguhnya terjadi dilapangan. Dalam tugas ini akan membahas tentang proses pelaksanaan proyek dilapangan dan proses perencanaan untuk memenuhi pelaksanaan proyek dilapangan. Prosesnya dimulai setelah Penandatanganan Kontrak dan telah keluarnya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK). Dalam hal ini penulis meneliti pada proyek PEKERJAAN JALAN RUAS JALAN PERTIGAAN CANGWANG CANGWANG di Kecamatan Abang, Karangasem.

BAB II PELAKSANAAN PROYEK DILAPANGAN Pekerjaan proyek ini dilaksanakan oleh kontraktor CV. KARYA MAKMUR LESTARI dengan harga penawaran Rp. 1,044.325.000.- dengan jangka waktu pelaksanaan 120 hari kalender. I. ORGANISASI KERJA Pada saat sebuah tender dari kontraktor dinyatakan menang, maka kegiatan administrasi proyek akan beralih kelapangan. Struktur organisasi untuk pihak kontraktor dilapangan yang tepat bagi sebuah proyek tergantung dari : Lingkup dan besarnya proyek Sikap hubungan konraktuil dengan client Polesi Perusahaan Anggota staf yang tersedia untuk proyek tersebut

Penentuan jumlah dan tipe personil/staf yang ditempatkan dilapangan sangat bergantung pada ukuran besarnya proyek dan macam pekerjaannya. Bagan organisasi dilapangan dapat sebagai berikut : Project Manajer Project Manajer sebagai pimpinan keseluruhan proyek harus mengetahui dan status dari proyeknya dan dapat mengkoordinir semua kegiatan bawahannya. Harus mengamankan laba yang telah digariskan oleh pimpinan perusahaan tanpa mengorbankan kwalitas pekerjaan. Perkayasa Project (Project Enginer) Bagian departemen enjinering dikelol oleh perkayasa project (Project enginer) yang bertanggung jawab akan : Rencana Tapak Dan Rencana Bangun Rencana, Penjadwalan Dan Pengontrolan Proyek Kontrol kualitas dan pengujiannya Injinering lapangan Pematokan dan pengukuran Permintaan pembayaran termin Menyajikan laporan evaluasi prestasi pekerjaan lapangan secara berkala dan biaya yang terpakai. Membuat estimasi biaya

Mengelola buku laporan harian proyek Membuat as built drawing, bekerja sama dengan pihak pemilik. Sub Bagian Injinir Perencanaan bertanggung jawab tentang : Laporan kemajuan fisik proyek Jadwal pelaksanaan Pekerjaan tambah kurang dan keterlambatan Kepala Pelaksana Bertugas melakukan pengawasan secara langsung terhadap tenaga kerja dilapangan, pemakaian peralatan kerja dan bahan, pembagian pekerjaan antar kelompok kerja, memecat dan mempekerjakan seseorang dalam kelompok kerja tertentu, dan kualitas dari pekerjaan konstruksi. Bentuk struktur organisasi : Agar proses dilapangan berlangsung dengan baik, dibutuhkan suatu wadah dalam bentuk struktur organisasi. Struktur organisasi formal akan menunjukan hal-hal berikut : 1. Macam-macam pokok kegiatan organisasi 2. Pembagian menjadi kelompok atau subsistem 3. Adanya hirarki, wewenang dan tanggung jawab bagi kelompok dan pimpinan 4. Pengaturan kerjasama, jalur pelopor, dan komunikasi, meliputi jalur vertikal dan horizontal Bentuk struktur organisasi formal yang terkenal adalah fungsional, produk, area, dan matriks. Organisasi Fungsional Disebut organisasi fungsional karena organisasi ini dipecah atau dikelompokkan menjadi unit berdasarkan fungsinya. Ciri utama organisasi fungsional ialah memiliki strutur piramida dengan konsep otoritas dan hirarki vertikal dengan sifat-sifat berikut : 1. Prinsip komando tunggal dimana masing-masing personil hanya memiliki satu atasan 2. Setiap personil mempunyai wewenang dan tanggung jawab yang jelas. 3. Arus informasi dan pelaporan bersifat vetikal.

4. Hubungan horizontal diatur dengan prosedur kerja, kebijakan, dan petunjuk pelaksana. 5. Mekanisme koordinasi perunit, bila diperlukan dilakukan, dengan rapat-rapat atau membentuk panitia perwakilan.

Keuntungan-keuntungan organisasi fungsional : 1. Memudahkan pengawasan karena personil melapor hanya kepada satu atasan. 2. Adanya potensi meningkatkan keterampilan dan keahlian individu serta kelompok untuk menjadi spesialis pada bidangnya. 3. Konsentrasi personil terpusat pada sasaran bidang yang bersangkutan. 4. Penggunaan sumber daya yang efisian sebai akibat pekerjaan yang sejenis dan berulang-ulang. 5. Memudahkan pengendalian kinerja personil serta biaya, jadwal dan mutu produk. Kesulitan yang Dihadapi Sesuai dengan maksud pembentukannya,struktur fungsional ditujukan untuk menangani kegiatan atau masalah yang dapat diantisipasi dan diklasifikasi. Kesulitan yang dihadapi biasanya keterbatasan struktur fungsional, ialah : Cenderung memprioritaskan kinerja dan keluaran masing-masing bidang. Hal ini dapat mengurangi perhatian tujuan perusahaan secara menyeluruh. Makin besar organisasi, makin panjang prosedur pengambilan keputusan, hal ini memungkinkan terjadinya distorsi informasi dan urgensi. Sulit mengkoordinasi dan mengintegrasikan pekerjaan yang multidisiplin dan melibatkan banyak pihak diluar organisasi. Kurangnya jalur komunikasi horizontal.

Organisasi Produk dan Area Penyusunan struktur organisasi perusahaan-perusahaan besar yang kegiatan usahanya menangani berbagai macam produk, didasarkan atas orientasi produk. Ini

terjadi bilamana perusahaan merasa bahwa jumlah dan keanekaragaman produk terlalu besar sehingga sulit untuk ditangani dengan struktur fungsional. Organisasi Matriks Bila struktur organisasi mempunyai jalur pelaporan dan arus kegiatan vertikal, maka pada organisasi matriks disamping jalur formal vertical terdapat pula jalur formal horizontal.

ORGANISASI PROYEK KONSTRUKSI Unsur-unsur Organisasi Proyek Konstruksi Pihak-pihak yang terlibat dalam pembangunan mulai dari tahap ide sampai dengan tahap pelaksanaan secara garis besar dapat dibagi menjadi tiga pihak : 1. Pemiliki Proyek/owner 2. Pihak Konsultan (perencana/pengawas) 3. Pihak Kontraktor (pelaksana)

Gambar 1. Hubungan Unsur-unsur Organisasi Proyek Konstruksi Pemilik Proyek Pemilik proyek atau pemberi tugas atau pengguna jasa adalah orang/badan yang memiliki proyek dan memberikan pekerjaan atau menyuruh memberikan pekerjaan kepada pihak penyedia jasa dan membayar biaya pekerjaan tersebut. Hak dan kewajiban pengguna jasa/pemilik proyek

Menunjuk penyedia jasa (konsultan dan kontraktor) Meminta Laporan secara periodik mengenai pelaksnaaan pekerjaan yang telah dilakukan oleh penyedia jasa Menyediakan fasilitas baik berupa sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh pihak penyedia jasa untuk kelancaran pekerjaan Menyediakan lahan untuk pelaksanaan pekerjaan Menyediakan dana dan kemudian membayar kepada pihak penyedia jasa sejumlah biaya yang diperlukan untuk mewujudkan sebuah bangunan Ikut mengawasi jalannya pelaksanaan pekerjaan yang direncanakan dengan jalan menempatkan atau menunjuk suatu badan atau orang untuk bertindak atas nama pemilik

Mengesahkan perubahan dalam pekerjaan (bila terjadi) Menerima dan mengesahkan pekerjaan yang telah selesai dilaksanakan oleh penyedia jasa jika produknya telah sesuai dengan apa yang dikendaki.

Wewenang Pemberi Tugas Memberitahukan hasil lelang secara tertulis kepada masingmasing kontraktor Dapat mengambil alih pekerjaan secara sepihak dengan cara memberitahu secara tertulis kepada kontraktor jika terjadi halhal diluar kontrak yang ditetapkan. Konsultan Pihak atau badan yang disebut sebagai konsultan dapat dibagi menjadi dua, yaitu : konsultan perencana dan konsultan pengawas Konsultan Perencana Konsultan perencana adalah orang/badan yang membuat perencanaan bangunan secara lengkap baik bidang arsitektur, sipil, maupun bidang lain yang melekat erat dan membentuk sebuah system bangunan. Hak dan Kewajiban Konsultan Perencana :

Membuat perencanaan secara lengkap yang terdiri dari gambar rencana, rencana kerja dan syarat-syarat, hitungan struktur, rencana anggaran biaya.

Memberikan usulan serta pertimbangan kepada pengguna jasa Memberikan jawaban dan penjelasan kepada kontraktor tentang hal-hal yang kurang jelas dalam gambar rencana, rencana kerja dan syarat-syarat. Membuat gambar revisi bila terjadi perubahan Menghadiri rapat koordinasi pengelolaan proyek

Konsultan Pengawas Konsultan Pengawas adalah orang/badan yang ditunjuk pengguna jasa untuk membantu dalam pengelolaan pelaksanaan pekerjaan pembangunan mulai dari awal hingga berakhirnya pekerjaan pembangunan. Hak dan Kewajiban Konsultan Pengawas : Menyelesaikan pekerjaan dalam waktu yang telah ditetapkan Membimbing dan mengadakan pengawasan secara periodic dalam pelaksanaan pekerjaan Melakukan perhitungan prestasi pekerjaan Mengkoordinasikan dan mengendalikan kegiatan konstruksi serta aliran informasi antar berbagai bidang agar pelaksanaan pekerjaan berjalan lancar. Menghindari kesalahan yang mungkin terjadi sedini mungkin serta menghindari pembengkakan biaya. Mengatasi dan memecahkan persoalan yang timbul di lapangan agar dicapai hasil akhir sesuai dengan yang diharapkan dengan kualitas, kuantitas, serta waktu pelaksanaan yang telah ditetapkan. Menerima/menolak material/peralatan yang didatangkan oleh kontraktor Menghentikan sementara bila terjadi penyimpangan dari peraturan yang berlaku.

Menyusun laporan kemajuan pekerjaan (harian, mingguan, bulanan). Menyiapkan dan menghitung adanya kemungkinan tambah atau berkurangnya pekerjaan.

Kontraktor Kontraktor adalah orang/badan yang menerima pekerjaan dan menyelenggarakan pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan biaya yang telah ditetapkan berdasarkan gambar rencana dan pertaturan dan syarat-syarat yang telah ditetapkan. Hak dan Kewajiban Kontraktor : Melaksanakan pekerjaan sesuai dengan gambar rencana, peraturan dan syaratsyarat, risalah penjelasan pekerjaan, dan syarat-syarat tambahan yang telah ditetapkan oleh pengguna jasa. membuat gambar-gambar pelaksanaan yang disahkan oleh konsultan pengawas sebagai wakil dari pengguna jasa. Menyediakan alat keselamatan pekerjaan seperti yang diwajibkan dalam peraturan untuk menjaga keselamatan pekerja dan masyarakat Membuat laporan hasil pekerjaan berupa laporan haria, mingguan, bulanan. Menyerahkan seluruh atau sebagian pekerjaan yang telah diselesaikan sesuai dengan ketetapan yang berlaku.