Anda di halaman 1dari 20

Cemento-ossifying Fibroma

Kelompok 11
Rizki Hadi Rizki Yulita Rahmah Ayu Asih Pertiwi I1D110002 I1D110006 I1D110022

Definisi

Etiologi

Klasifikasi

Patofisiologi
Gambaran Klinis Gambaran Radiografi

Gambaran HPA

Tatalaksana DD Prognosa

C O F

Definisi
salah satu bentuk neoplasma benign fibro-osseus yg terdiri dari sel tulang yang abnormal dan sementum dalam jaringan ikat fibrous suatu proses neoplastik yang jarang ditemukan dan berasal dari elemenelemen yang terdapat didalam jaringan periodontal. Sebagai reaksi terhadap berbagai rangsangan yang terjadi pada sel jaringan periodontal
Chuang MC, 2004; White SC, 2004

Etiologi
Trauma Iritasi lokal yang kronis Infeksi Faktor herediter

Jung SL,1999; Widiyanti E, 2009

Klasifikasi
Jika lesi hanya mengandung spikule tulang dan jaringan fibrous ossifying Jika lesi hanya mengandung cementum dan jaringan fibrous cementifying Jika lesi mengandung campuran dari cementum dan tulang dalam stroma jaringan fibrous cemento-osssifying

fibroma fibroma

fibroma

Ong AH, 1998

Patofisiologi
Rangsangan pada sel jaringan periodontal jar periodontal memproduksi lesi (terdiri atas cementum, lamelar tulang, jaringan fibrous atau kombinasi dari cementum, lamelar tulang dan jaringan fibrous)

Jung SL1999; Longobardi G, 2010

Hipotesis Barner menyatakan bahwa etiopatogenesis dari cemento ossifying fibroma pada tulang mungkin disebabkan oleh iritasi (seperti pencabutan gigi) dimana dapat mengaktifkan produksi jaringan baru dari sisa membran periodontal. Cakir dan Karadayi menyatakan bahwa terbentuknya cemento ossifying fibroma kadang-kadang tidak berhubungan dengan jaringan periodontal. Kemungkinan disebabkan oleh sel-sel mesenkim primitif berdiferensiasi seperti membran periodontal untuk menghasilkan materi-materi kalsifikasi yang menyerupai tulang dan sementum.
Ong AH, 1998; Longobardi G, 2010
8

Gambaran Klinis
Cemento ossifying fibroma bisa timbul dari setiap bagian tulang wajah dan tengkorak Lebih banyak ditemukan di daerah mandibula daripada maksila Dapat juga menyerang tulang nasal, orbital, sinus ethmoid, sinus sphenoid, sinus maksilaris, oksipital, tulang temporal, dan nasofaring

McDonald-jankowski DS, 1998; Longobardi G,2009

Sakit Pertumbuhannya lambat pada rahang Tampak asimetri wajah dan displacement gigi Biasanya terjadi pada dekade kedua dan keempat, tampak lebih agresif pada penderita usia muda Banyak dijumpai pada wanita dibandingkan dengan pria Sebagian besar terdapat pada regio premolar-molar
Sarwar HG, 2008; Kamadjaja DB, 2009
10

11

Gambaran HPA
Ossifying fibroma mengandung dua daerah sel yang menempel dengan baik pada tulang yang tidak berbentuk jelas Trabekuler juvenile osifing fibroma menunjukkan trabekula tulang yang tipis dan berbatas jelas dengan osteoblas yang bergabung dengan stroma seluler Ossifying fibroma dapat juga mengandung lebih banyak elemen-elemen tulang yang berkontur halus berbentuk seperti sementum Pada pembesaran yang lebih besar, osteoblas yang berbentuk bulat mengelilingi trabikula tulang pada ossifying fibroma menonjol
World Health Organization Classification of Tumours (2005)
12

13

Gambaran Radiografi
Pada pemeriksaan radiografik gigi menampakkan kerusakan pada rahang Gambaran radiografik pada tahap awal pembentukan lesi adalah radio lusen unilocular pada tulang

White SC, 2004

14

15

Tatalaksana
Penatalaksanaan tergantung hasil pemeriksaan klinis, histopatologis dan radiografis dari aktifitas kerusakan tulang Cemento Ossifying Fibroma dapat dirawat dengan bedah enukleasi atau kuretase karena lesi ini mempunyai massa berkapsul sehingga dapat dipisahkan dengan mudah dari tulang normal sekitarnya Rekonstruksi pasca enukleasi dapat dengan pemasangan kawat (kirschner wire), bridging plate atau dengan autoplantasi dari tulang iga atau tulang pinggul
Kamadjaja DB, 2009; Widiyanti E, 2009; Gaillard F, 2010

16

Differential Diagnose
Ameloblastoma Cementoma Myxoma Calcifying cysts

Sarwar HG, 2008

17

Prognosis
Meskipun COF mencapai ukuran besar, dapat dipisahkan dari jaringan sekitarnya dapat diambil secara keseluruhan Prognosis : BAIK

Widiyanti E, 2009; Gaillard F, 2010

18

http://www.digilib.ui.ac.id/opac/themes/libri2/detail.jsp?id=80 232 Ong AH, Siar CH. Cemento-ossyfying fibroma with mandibular fracture. Case report in young patient. Aus Den J 1998; 43: 229-33. Sarwar HG, Jindal MK, Ahmad SS. Cemento ossifying fibroma-a rare case. J ind soc pedo and prev dent 2008;26:126-43 Kamadjaja DB. Cemento ossifying fibroma of the jaws. Den J majalah kedokteran gigi 2009; 42: 164-71. Widiyanti E. Penatalaksanaan cemento ossifying fibroma mandibula dengan enukleasi dan pemasangan bridging plate. Maj Ked Gi 2009; 16(1): 51-6. Gaillard F. Cemento ossifying fibroma. 2010 <http://radiopaedia.org/cases/cemento-ossifying-fibroma> (2 September 2010). McDonald-jankowski DS. Cemento-ossifying fibroma of the jaws in Hongkong Chinese. Dento maxillofacial radiology 1998; 27: 298-304.

Daftar pustaka

19

Chuang MC, Nieh S, Wang HW. Cemento-ossifying fibroma

of the spheno-ethmoid sinus with compressive optic neuropathy. J Med Sci 2004; 24: 145-8. White SC, Pharoah MJ. Oral radiology principles and interpretation fifth edition. United States: Mosby, 2004: 498ossifying fibroma presenting as a mass of the parapharingeal and masticator space. Am J Neuroradial 1999; 20: 1744-6. Longobardi G, Pagano I, Sisalli U, Foresti M, Poddi V. Case report exstraosseus cemento-ossifying fibroma of the cheek.

501. Jung SL, Choi KH, Park YH, Song HC, Kwon MS. Cemento-

Sholarly research exchange 2009: 1-3. Jayachandran S, Sachdeva S. Cemento-ossifying fibroma of mandible: report of two case. JIAOMR 2010; 22(1): 53-6. World Health Organization Classification of Tumours (2005) Pathology and Genetics of tumours of the head and neck. IARC , Lyon.
20