Anda di halaman 1dari 7

TUGAS BAHASA INDONESIA Menulis Dialog Menurut Ragam Bahasa

Oleh : Asri Hestiningsih Maspenti Dwi Ardi Arini N. Sri Nuryanti Nina Agustina B1J009101 B1J009118 B1J009129 B1J009137 B1J009142

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN FAKULTAS BIOLOGI PURWOKERTO 2011

1. Ragam Daerah Suasana yang ramai terlihat di terminal Purwokerto ini, hiruk pikuk para pemudik yang ingin menuju ke daerah asal mulai berdatangan. Bu Ratih yang berlogat Jawa ingin mengunjungi anaknya di Bandung, ia pun menanyakan perihal keberangkatan busnya, terjadilah percakapan antara ia dan petugas agen perjalanan . Bu Ratih : Pak, kira-kira bus yang jurusan mBandung jam berapa datangnya ya? Petugas agen : oh, sepertinya sebentar lagi, Bu Bu Ratih : oh, iya terima kasih, Pak atau mengunjungi saudara? Bu Ratih : Saya ingin silahturahmi saja, Pak mumpung masih dalam suasana lebaran Petugas agen : oh, memang Ibu aslinya mana? Bu Ratih : saya asli mBanyumas : eh iya, terima kasih ya, Pak tujuan Bu Ratih : iya Petugas agen : itu Bu busnya sudah datang ! Bu Ratih Petugas agen : iya sama-sama Bu, hati-hati di jalan semoga selamat sampai Petugas agen : Ibu ke Bandung memang ada urusan apa, Bu? Tinggal di sana

2. Ragam Pendidikan Setelah menyelesaikan kuliah Ekologi, Dina langsung pulang menuju kosan. Dalam perjalanan, ia bertemu Rara teman SD yang sudah lama tidak bertemu. Terlibatlah percakapan antara keduanya. Dina Rara Dina Rara : Hai, Rara ya? : oh, hai, mm.. kamu siapa ya? Aku lupa! : aku Dina ! teman SD mu dulu. Kita pernah satu kelas. Apa kabar? : ooh.. iya aku ingat! Dina Wulandari ya? aku baek kok, lama tak jumpa, kamu kuliah di mari? Dina : iya, aku kuliah di sini. Kamu sendiri gimana?

Rara

: ahh.. aku kerja, Din. Biasalah bantu-bantu orang aja, maklum cuma tamatan SMP. Kamu ngambil jurusan apa? : oh.. aku ambil jurusan Biologi Fakultas MIPA : pakultas MIPA? yang belajar sains-sains itu yah? : iya, kamu sendiri dari mana? : aku dari bioskop, nonton pilem : eh, aduh.. sudah sore, aku pulang duluan ya, sampai ketemu lagi Rara : iya, aku juga takut kemaleman, daaah.. : daaahh..

Dina Rara Dina Rara Dina Rara Dina

3. Ragam Sikap Pemakai Bahasa Dwi ingin menanyakan tugas Bahasa Indonesia kepada Sri, karena hari sudah malam maka ia pun memutuskan untuk menelepon Sri. Handphone di kamar Sri pun bordering. Ring.. Riiiing.. Riiingg!!! Sri Dwi Sri Dwi Sri Dwi : Hallo, Assalamualaikum : Waalaikumsalam.. ini Sri? : iya wi, kenapa yah? Tumben telepon biasanya sms. Haha.. : iya nih, aku pengen curhat.. : ciee.. yang lagi galau.. haha. Mau curhat apa? Ayoo.. : haha.. enggak kok becanda, aku mau nanya tugas Bahasa Indonesia yang kemarin, aku nggak ngerti, kamu udah ngerjain? Sri : ooh.. dasar! kirain kenapa.. aku udah sih, tapi belum selesai, kamu gak ngertinya yang bagian mana? Dwi Sri : yang bagian dialog menurut ragam daerah : kalo yang itu, jadi kamu bikin dialog tapi dialognya murni bahasa Indonesia cuma pakai logat daerah atau gaya bahasa yang jadi ciri khas daerahnya Dwi : ooh begituu.. oke, oke, makasih yah Sri, aku mau ngerjain dulu, kamu silakan lanjutkan tidurnya, daa daah.. Assalamualaikum Sri : iya nih, kamu gangguin aku ajah.. Haha oke, sama-sama. Waalaikumsalam

4. Ragam Berdasarkan Pokok Persoalan Nina dan ibunya sedang berada di ruang tengah menonton televisi. Mereka melihat tayangan berita yang membahas masalah harga bahan makanan yang semakin mahal. Ibu Nina Ibu : semakin ke sini, semakin mahal saja harga cabai! : memang sekilo sekarang berapa, Bu? : kemarin ibu beli hampir enam puluh ribu! Benar-benar deh pemerintah itu Nina : wow.. mahal yah bu.. tapi jangan salahkan pemerintah juga bu, harga cabai mahal kan karena memang sedang langka dan itu ditambah para penjual yang mungkin mengambil keuntungan dari situasi ini untuk mendapatkan laba setinggi-tingginya Ibu : ahh.. ibumu ini mana mengerti hal-hal seperti itu, ibu hanya ingin harga bahan-bahan itu kembali stabil, supaya tidak bertambah saja pengeluaran kita Nina Ibu : iya ya bu.. semakin sulit jadinya nanti : belum harus transfer setiap bulan ke rekening kakakmu di Jogja, ya sudahlah.. ibu mau menyiapkan makanan dulu, kamu jangan nonton tv terus, ayo bantu ibu! Nina : iya bu..

5. Ragam Sarana Lisan Sore hari yang agak mendung. Nina tidak sengaja bertemu dengan Hesti dan Sri di perempatan D3 Bahasa Inggris. Mereka berbincang-bincang di sepanjang perjalanan, di tengah perjalanan mereka bertemu Dwi dan akhirnya memutuskan untuk mampir ke kosan Dwi dan melanjutkan perbincangan setelah sampai di kosan. Dwi : Habis dari mana tadi kalian? : seminarnya bayar berapa, Ti? seru banget. Sayang.. kalian gak ikut Hesti : aku tadi abis ikut seminar nata de coco di LPM Nina Hesti : seminarnya cuma bayar sepuluh ribu, sudah dapat snack, sertifikat juga,

Sri

: iya banyak banget ilmu yang didapat lagi, kita praktek langsung bikin nata de coco : sayang.. aku tadi ada kegiatan lain, nanti kalo ada lagi ajak aku yah : iya aku juga gak bisa ikut tadi, pengen ikut malah bentrok sama kegiatan UKM. Nyesel deh..

Dwi Nina

Hesti : gampang.. kita juga bisa bagi-bagi ilmunya buat kalian kok Sri : iya, tenang aja. Kalo kalian mau kita bisa ngajarin buat nata de coco bareng kalian Nina dan Dwi : makasih kawan..

6. Ragam Sarana Tulisan Ipen sedang berkunjung ke rumah pamannya di daerah Cirebon. Ia ingin menginap beberapa hari untuk mengisi libur kuliahnya. Siang itu, ia melihat pamannya sedang duduk di beranda rumah sederhananya yang bersih. Ipen : Paman sedang membaca apa? semalam? Ipen : tidak terlalu lelap, Paman.. panas sekali panas, biasakan saja. Bagaimana dengan kuliahmu? Ipen : baik, Paman. Sekarang saya sedang mempersiapkan mata kuliah yang akan saya ikuti untuk semester lima bulan depan Paman : bagus kalau seperti itu, belajarlah dengan baik dan sungguh-sungguh Ipen baik, Paman nyiakan kesempatan berharga menikmati sekolahmu itu Ipen : iya, Paman. Terima kasih : belum, Paman : baik, Paman.. saya akan memanggil Dila terlebih dahulu Paman : kamu sudah makan siang? Ipen Paman : ayo, kita makan siang bersama paman dan bibimu serta Dila Ipen Paman : kelak kau akan menjadi penerus bagi Bangsa ini. Jadi, jangan menyiaPaman : begitulah, Cirebon.. apalagi di musim kemarau seperti ini. Kering dan Paman : oh, kamu Ipen! Kemari, duduk di sebelah paman. Bagaimana tidurmu

7. Ragam Gangguan Pencampuran Siang menjelang sore, Ani dan Hesti bertemu di depan kelas. Hesti ingin membayar hutang kepada Ani sebesar enam ribu rupiah. Terjadilah percakapan diantara keduanya. Hesti : Aniiii.. (Ani pun menengok ke belakang) Ani : Haii.. tii!! : oh iya.. mana? : iya, enam ribu : iya, gak apa-apa kok.. : iya, sama-sama.. : Aniii.. aku mau ngutang dong Hesti : Ni, aku mau bayar hutang yang kemarin nih.. Ani Hesti : enam ribu, mbok? Ani Hesti : Sorry ya.. aku lama bayarnya, maklum baru datang kirimannya Ani Hesti : oke, thankyou yah Ani

(tiba-tiba Ipen menghampiri keduanya) Ipen

Ani dan Hesti : (bengong)

8. Ragam Situasi Pemakaian Formal Pagi hari yang cerah di hari Senin, Indah sedang bertemu dengan Dosen pembimbing akademiknya, ia berkonsultasi tentang jumlah SKS yang akan diambil semester lima ini. Indah : Selamat siang, Pak? Dosen : Siang. Silahkan masuk. Bagaimana nilai semester empat kamu? Indah : Alhamdulillah, Pak. Ada kemajuan Dosen : Syukurlah. Selanjutnya, kamu ingin mengambil berapa SKS? Indah : saya ingin mengambil 24 SKS. Bagaimana menurut bapak? Dosen : jika kamu sanggup dan bisa membagi waktumu dengan benar itu tidak masalah. Jangan lupa berdoa, jaga kesehatan, dan jangan terlalu banyak kegiatan yang tidak penting agar kuliahmu tidak terganggu Indah : iya, Pak. Terima kasih

9. Ragam Situasi Pemakaian Informal Malam minggu yang dingin, Ipen masih sibuk dengan laporan

praktikumnya. Ia ingin pergi ke warnet untuk mencetak hasil laporannya, tetapi tidak ada teman yang bisa mengantarkannya. Tiba-tiba di perjalanan ia bertemu dengan Syam yang sedang mengendarai motor. Melihat Ipen, Syam menepi. Syam : Ipen, kamu mau kemana? Ipen : aku mau ke warnet, Syam : mau ngeprint laporan : masih sih.. : mau aja sih kalo gak ngerepotin : iya, makasih ya, Syam Syam : mau ngapain? Ipen Syam : masih jauh nggak warnetnya? Ipen Syam : mau aku anterin gak? Ipen Syam : gak kok, yaudah ayo Ipen