Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PRAKTIKUM PTK IV ALIRAN FLUIDA Laporan Ini Dibuat Untuk Memenuhi Persyaratan Ujuan Akhir Praktikum Teknik

Kimia IV

Disusun Oleh: PUTUT WINDUJATI 2010430032 Jurusan Kimia Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta 2012 ALIRAN FLUIDA I. MAKSUD DAN TUJUAN 1. Menentukan hubungan pressure drop dengan kecepatan aliran menggunakan su atu orifice. 2. Mengamati efek perubahan diameter orifice terhadap diameter pipa dengan melihat penurunan tinggi tekan tekanan pada tiap orifice yang digunakan. II. TEORI PERCOBAAN Fluida adalah zat yang tidak dapat menahan perubahan bentuk secara permanen. Ada nya usaha mengubah bentuk suatu massa fluida, maka di dalam fluida itu akan terb entuk lapisan-lapisan yang satu meluncur di atas lainnya sehingga mencapai bentu k baru. Selama perubahan bentuk terdapat tegangan geser yang besarnya tergantung viscositas dan laju luncur fluida. Jika keseimbangan tercapai semua tegangan ge ser akan hilang. Fluida dapat mengalir di dalam pipa atau saluran menurut dua cara berlai nan. Pada laju aliran rendah, penurunan tekanan di dalam fluida bertambah secara langsung berdasarkan kecepatan fluida tersebut, sedangan pada laju aliran tingg i maka pertambahan itu jauh lebih cepat, yaitu kira-kira menurut kuadrat kecepat an. Perbedaan kedua jenis aliran ini pertama kali dipelajari oleh Osborne Reynol ds (1883). Reynolds mempelajari kondisi dimana satu jenis aliran berubah menjadi al iran jenis lain, dan menemukan bahwa kecepatan kritis, dimana aliran laminer ber ubah menjadi aliran turbulen, bergantung pada empat buah besaran, yaitu : diamet er tabung, viskositas, densiti dan kecepatan linier rata-rata zat cair. Pada pengamatan selanjutnya ditunjukkan bahwa transisi dari aliran lamin er menjadi aliran turbulen dapat berlangsung pada kisaran angka Reynolds yang cu kup luas. Aliran laminer selalu ditemukan pada angka reynolds di bawah 2100, tet api bisa terdapat pada angka Reynolds sampai beberapa ribu, yaitu dalam kondisi khusus dimana lubang masuk tabung sangat baik kebundarannya, dan zat cair di dal am tangki sangat tenang. Pada kondisi aliran biasa, antara 2100 dan 4000, terdapat suatu daerah t ransisi, dimana jenis aliran itu mungkin laminer dan mungkin pula turbulen, terg antung pada kondisi di lubang masuk tabung dan jaraknya dari lubang masuk terseb ut. Fluida biasa ditransportasikan di dalam pipa atau tabung yang penampangn ya bundar dan terdapat di pasaran dalam berbagai ukuran, tebal dinding dan baha n konstruksi yang penggunaannya cepat dengan kebutuhan prosesnya. Untuk menyambu ng potongan-potongan pipa atau tabung bergantung antara lain pada sifat -sifat

bahan yang digunakan, tetapi ditentukan juga oleh tebalnya pipa. Bagian-bagian t abung yang berdinding tebal biasanya dipersambungkan dengan penyambung ulir, fle ns atau las. Tabung-tabung berdinding tipis disambung dengan solder atau dengan sambungan jolak. Pipa yang terbuat dari bahan rapuh, seperti gelas atau besi cor dipersambungkan dengan sambungan flens. Bila menggunakan pipa sambung berulir b agian luar ujung pipa dibuat berulir dengan alat pembuat ulir. Untuk menjamin ra patnya sambungan itu pada ujung berulir pipa itu dibalutkan terlebih dahulu oleh pita politetraflouro etilen. Laju alir fluida merupakan fungsi dari waktu, disa mping merupakan fungsi diameter lubang dan panjang fluida, persamaan-persamaan d asar fluida dan lain sebagainya. SIFAT-SIFAT FLUIDA Fluida itu dapat didefinisikan sebagai suatu benda yang tidak menahan di storsi (perubahan bentuk) secara permanen. Secara umum aliran fluida dapat dibedakan menjadi : 1. Fluida Incompressible (Fluida yang tidak dipengaruhi tekanan). 2. Fluida Compressible ( Fluida yang dipengaruhi tekanan ). Fluida yang peka terhadap perubahan variable (tekanan, suhu) Bila kita mencoba m engubah bentuk massa suatu fluida, maka di dalam fluida itu akan terbentuk lapi san-lapisan dimana lapisan yang satu meluncur di atas yang lain, hingga mencapai suatu bentuk baru. Selama perubahan bentuk itu terdapat tegangan geser (shear s tress), yang besarnya tergantung pada viskositas fluida dan laju luncur. Tetapi bila fluida itu sudah akan mendapatkan bentuk akhirnya, semua tegangan geser itu akan hilang. Fluida yang dalam keseimbangan itu bebas segala tegangan geser. Pada suatu suhu dan tekanan tertentu setiap fluida mempunyai densitas tertentu, yang dalam praktek keteknikan biasa diukur dalam kilogram per-meter kubik. Walup un densitas fluida bergantung pada suhu dan tekanan, perubahan karena variabel i tu mungkin besar dan mungkin kecil. Fluida biasanya diangkut di dalam pipa dan tabung dengan penampang lingkaran bu ndar dan tersedia dalam berbagai macam ukuran, ketebalan dinding dan bahannya. Tidak ada perbedaan antara pipa dengan tabung. Pada umumnya, pipa mempunyai pa njang yang sedang dari 20 ft - 40 ft. Tabung pada umumnya berdinding tipis dan sering dijumpai sebagai lilitan (coils) dengan panjang beberapa ratus feet. Pi pa logam dapat dibuat ulir, sementara tabung biasanya tidak. Dinding pipa biasan ya besar, tabung mempunyai dinding yang sangat halus. Pipa disambung dengan ul ir, flange atau sambungan las. Tabung disambung dengan sambungan tekan, fitting, flare fitting atau soldered fitting. Pipa dan tabung dapat dibuat dari berbagai macam bahan yang meliputi logam dan l ogam paduan, plastik, karet, kayu, keramik, beton, asbes. Pengukuran aliran fluida perlu dilakukan agar dapat melakukan pengendalian atas proses-proses industri. Berbagai jenis meteran digunakan untuk industri termasuk diantaranya : 1. Meteran yang didasarkan atas penimbangan langsung atau pengukuran volume . 2. Meteran dengan tinggi tekan variabel . 3. Meteran penampang aliran. 4. Meteran Arus. 5. Meteran anjakan positip. 6. Meteran magnetik. 7. Meteran Ultrasonik. Meteran yang menyangkut penimbangan langsung dan penggunaan volume sederhana sek ali tidak akan dibahas. Meteran arus seperti anemometer mangkuk atau anemometer sudu, menggunakan elemen yang berputar pada kecepatan yang ditentukan oleh ke cepatan aliran fluida dimana meteran itu ditempatkan. Meteran anjakan-positif m eliputi berbagai jenis pompa pengukur, yang prinsipnya sama dengan pompa putar dan pompa bolak-balik. Meteran aliran magnetik bergantung pada timbulnya potensi al listrik karena gerakan fluida yang bersifat menghantar melalui medan magnet yang seragam yang dibangkitkan dari luar. Menurut Faraday tentang induksi elekt romagnetik, tegangan listrik (voltase) yang dibangkitkan berbanding lurus dengan

kecepatan aliran fluida. Meteran aliran magnetik yang terdapat dalam perdaganga n dapat dipergunakan untuk mengukur kecepatan pada hampir semua jenis fluida, ke cuali hidrokarbon karena konduktivitas (kehantaran) listriknya terlalu kecil. Ol eh karena itu tegangan hasil induksi itu hanya bergantung pada kecepatan saja, p erubahan viskosiatas atau density tidak mempunyai pengaruh terhadap bacaan meter an itu. Meteran ultrasonik menggunakan pergeseran frekuensi Doppler daripada sin yal-sinyal (isyarat) listrik yang dipantulkan dari diskontinuitas seperti gelemb ung atau partikel zat padat di dalam arus zat cair. Alat ini tidak mempunyai bag ian yang bergerak, tidak menyebabkan bertambahnya penurunan tekanan dan tidak pu la mengganggu pola aliran fluida. Yang paling banyak digunakan untuk mengukur aliran fluida adalah beberapa jenis meteran tinggi tekan variabel dan meteran venturi, meteran orifice, tabung pitot , dalam kelompok meteran penampang aliran tercakup rotameter dengan berbagai ran cangan. Pada prakteknya yaitu dilakukan untuk mengukur laju alir fluida dengan m enggunakan orifice. METERAN ORIFICE Meteran Orifice mempunyai kelemahan tertentu dalam praktek pabrik pada umumnya. Alat ini cukup mahal, mengambil tempat cukup besar, dan diameter leher terhadap diameter pipa tidak dapat diubah-ubah. Untuk meteran tertentu dengan sistem mano meter tertentu pula, laju aliran maksimum yang dapat diukur terbatas sehingga ap abila laju aliran berubah, diameter leher mungkin menjadi terlalu besar untuk me mberikan bacaan yang teliti, atau terlalu kecil untuk dapat menampung laju alira n maksimum yang baru. Meteran Orifice dapat mengatasi keberatan-keberatan terhad ap venturi, tetapi konsumsi dayanya lebih tinggi. Prinsip meteran orifice identik dengan prinsip venturi, Penurunan penampang arus aliran melalui orifice itu menyebabkan tinggi tekan kecepatan meningkat tetapi tinggi tekan menurun, dan penurunan tekanan antara kedua titik sadap diukur deng an manometer. Persamaan Bernoulli memberikan dasar untuk mengkorelasikan peningkatan tinggi te kan kecepatan dengan penurunan tinggi tekan tekanan. Ada satu kesulitan pokok yang terdapat pada meteran orifice yang tidak terdapat pada venturi. Oleh karena orifice itu tajam, arus fluida itu memisah disebelah h ilir, disitu terbentuk vena kontrakta. Jet itu tidak dipengaruhi oleh dinding padat, seperti halnya pada venturi, dan l uas penampang jet itu bervariasi antara besarnya lubang orifice dan vena kontrak ta. Luas penampang pada setiap titik tertentu, umpamanya pada posisi sadap hilir tidak mudah ditentukan, sedangkan kecepatan jet pada lokasi sadap hilir tidak d apat dihubungkan dengan mudah dengan diameter orifice. Koefisien orifice lebih e mpirik sifatnya daripada venturi, dan pengolahan kuantitatif untuk meteran orifi ce harus dimodifikasikan berhubungan dengan itu. Persamaan untuk aliran orifice adalah sebagai berikut : Uo = Dimana : Pa-Pb Co

Uo

= kecepatan fluida melalui orifice. = rasio diameter orifice terhadap diameter pipa.

= tekanan pada titik A dan titik B. = koefisien orifice.

Pada persamaan di atas Co adalah koefisien orifice, tanpa termasuk kecepatan dat ang. Koefisien ini memberikan koreksi atas kontraksi jet fluida antara orifice dan vena kontrakta , Juga terhadap gesekan dan terhadap Pa dan Pb. Nilai Co sel alu ditentukan d5ari percobaan. Nilainya cukup bervariasi sesuai dengan b dan Bi langan Reynolds pada orifice, persamaan Bilangan Reynolds sebagai berikut : NRe = Dimana : Nre = Bilangan Reynold = Viskositas Do = Diameter Orifice m = Laju alir massa

U III. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. IV.

= Kecepatan fluida melalui orifice = Densitas PERALATAN DAN GAMBAR PERCOBAAN

Orifice Gelas Ukur Stop Watch Meteran Pompa Pipa Kelingan Manometer PROSEDUR

1. Susun rangkaian alat untuk mengukur kecepatan aliran fluida dengan diame ter orifice tertentu. 2. Celupkan pompa ke dalam air dan aliran listrik disambungkan. 3. Catat perbedaan tekanan sebelum dan sesudah orifice dan waktu yang diper lukan oleh fluida untuk mencapai volum penampungan tertentu (volum konstan). 4. Percobaan dilakukan kembali dengan ukuran diameter orifice yang berbeda. 5. Percobaan diulangi untuk variable waktu konstan dengan mencari volume pe nampungan yang diperoleh pada waktu konstan. V. DATA PENGAMATAN Debit Fluida No. Waktu (detik) 1 3 0.00135 2 7 0.00260 3 10 0.00390

Volume (m3) 0.00045 0.00037 0.00039

Q (m3/detik)

Orificemeter No. Waktu (detik) 1 2 0.00048 2 3 0.00073 3 4 0.00116

Volume (m3) 0.00024 0.06000 0.00024 0.06000 0.00029 0.03000

Q (m3/detik) 0.24495 0.24495 0.17321

Hc

Hc

Venturimeter No. Waktu (detik) 1 2 0.00040 2 3 0.00084 3 4 0.00055

Volume (m3) 0.00020 0.00500 0.00028 0.02000 0.00014 0.00800

Q (m3/detik) 0.07071 0.14142 0.08944

Hc

Hc

Valve No. 1 2

pipa (inch) 0.750 11 0.500 7

Kran 12 8 Kran 11 7

Waktu (detik) 5 0.2 6 0.002 Waktu (detik) 4 0.015 5 0.01

Hv Hv 0.447214 0.044721

Kv 0.00039 0.00387

Pipa Seri No. pipa (inch) 1 0.75000 10 2 0.50000 6

Hp Hp Kp 0.12247 0.00141 0.10000 0.00173

Elbow No. 1 2 Tee No. 1 2

Volume (m3) 0.00130 18 0.00175 Volume (m3) 0.00101 16 0.00158

Kran 17

Waktu (detik) 4 0.005 5 0.01 Waktu (detik) 3 0.03 5 0.05

He He Ke 0.07071 0.00245 0.10000 0.00173 Ht Ht Kt 0.17321 0.00100 0.22361 0.00077

Kran 17

Co= 0.20958356 Karakteristik pipa pada DHc = 0,037 Qo = 0.000173 Qo = Qp

Karakteristik Valve

Karakteristik Elbow

Karakteristik Tee

VI. PEMBAHASAN Bahan-bahan yang digunakan dalam pabrik kimia sedapat mungkin dalam keadaan beru pa fluida. Hal ini memungkinkan agar transportasinya mudah dan murah. Oleh sebab itu praktikum aliran fluida penting untuk dipelajari. Dalam praktikum ini dipelajari mengenai alat ukur fluida, yaitu berupa orifice. Untuk keperluan tersebut digunakan variabel-variabel : diameter orifice, volume,

Perhitungan Co A = 1,9793 x 10 -4 m3 = 0,6097 gc = 9,81 ko = diperoleh dari grafik hubungan

DHc Vs Q = 0,013

dan waktu. Dengan variabel-variabel tersebut dipelajari pengaruh diameter orifice terhadap kecepatan aliran fluida dan terhadap diameter pipa berdasarkan perbedaan tekanan yang terjadi sebelum dan seudah aliran melalui orifice. Dalam praktikum ini kecermatan melihat perbedaan tekanan pada manometer sangat p enting. Selain itu ketepatan dalam menampung aliran fluida dengan volume yang te pat serta mengatur waktu dengan cermat juga menentukan besar kecilnya faktor kes alahan. VII. KESIMPULAN 1. Faktor-faktor kesalahan yang terjadi dalam praktek terdiiri dari : Pengamatan, yaitu adalah kurang teliti dalam membaca manometer Peralatan, di antaranya adalah alat-alat yang sudah tua dan mempunyai ketelitian yang sangat kurang (manometer). Pengerjaan, misalnya pemasangan orifice kurang sempurna sehingga terjadi kebocor an pada fllange. Kemudian penadahan volume dan pencatatan waktu kurang teliti. Lain-lain, seperti tegangan (voltase) listrik yang tidak konstan, sehingga menga kibatkan laju aliran fluida tidak konstan pula. 2. Semakin besar diameter orifice maka volume yang tertampung dalam waktu k onstan akan semakin banyak. 3. Semakin besar diameter orifice maka waktu yang dibutuhkan untuk menampun g aliran fluida pada volume konstan semakin cepat. 4. Presure drop yang terjadi dipengaruhi oleh diameter orifice, dimana sema kin besar diameter orifice pressure dropnya akan semakin kecil. 5. Kecepatan aliran fluida juga dipengaruhi oleh diameter orifice, dimana s emakin besar diameter orifice maka kecepatan alirannya semakin pelan. VIII. DAFTAR PUSTAKA

Anonimus. 2003. Petunjuk Praktikum Operasi Teknik Kimia , Lab. Operasi Teknik Ki mia FT-UMJ. Fakultas Teknik, Jurusan. Kimia Universitas Muhammadiyah Jakarta. Cabe W.L, Mc. and Smith, J.C. 1956. Unit Operation of Chemical Engineering, Mc.G raw Hill Ltd. New York Satibi, Lukman Dr. Ir. 2003. Diktat Kuliah Operasi Teknik Kimia, Fakultas Teknik , Jurusan. Kimia Universitas Muhammadiyah Jakarta.

JAWABAN TUGAS 1. Analisa kesalahan Pengamatan, yaitu adalah kurang teliti dalam membaca manometer Peralatan, di antaranya adalah alat-alat yang sudah tua dan mempunyai ketelitian yang sangat kurang (manometer). Pengerjaan, misalnya pemasangan orifice kurang sempurna sehingga terjadi kebocor an pada fllange. Kemudian penadahan volume dan pencatatan waktu kurang teliti. Lain-lain, seperti tegangan (voltase) listrik yang tidak konstan, sehingga menga kibatkan laju aliran fluida tidak konstan pula.

2.

Perbedaan Orificemeter dengan Venturimeter, beserta gambarnya

Gambar: Orifice Meter

Gambar: Venturi Meter Perbedaannya: Orifice: plat tipis yang diflens antara dua buah flens pipa. Bentuknya sederhana , sehingga harganya murah dan mudah untuk dipasang. Kekurangan orifice adalah ke rugian headnya tinggi dan kapasitas pengukuran rendah. Venturi : dibuat langsung dengan pengecoran dan dihaluskan untuk memperoleh kete ntuan sesuai standar. Harganya mahal karena berat dan kapasitas pengukurannya ju ga tinggi, serta kerugian headnya rendah.