Anda di halaman 1dari 14

Deployment Mikrotik

Jalankan aplikasi winbox yang ada di dekstop, lalu akan muncul MAC Address dan IP Address, kemudian pilih salah satu lalu di klik

Masukkan username dan password, lalu kemudian klik Connect

Mengecek Licence dan package System> Licence> Packages

Mengubah nama identitas mikrotik System> Identity. Di kolom Identity, rubah dengan nama SMALA

Mengubah Jam di mikrotik System> NTP Client> di kolom NTP Client, rubah NTP Server ke ip 202.169.224.16 dan pilih cek Enable, lalu kemudian klik Ok

Cara merubah nama Interface Interface> double klik Interface> Ketikkan nama di kolom Nama> Ok Ada 5 Interface, dirubah untuk masing-masing Interface menjadi: 1. Speedy01 (Eth01) 2. Speedy02 (Eth02) 3. Lab Kom (Eth03) 4. TU (Eth04) 5. Hotspot (Eth05)

Menambahkan IP Address IP> Address> Add Untuk penambahan IP Address, ada 5: 10.10.10.2> ke modem speedy kapasitas 1M 10.10.11.2> ke modem speedy kapasitas 2M 192.168.1.1> ke Laboratorium Komputer 192.168.7.1> ke Ruang TU, Ruang Guru, Laboratorium Fisika, dan Ruang Receptionist 192.168.8.1> ke akses point yang ditujukan ke area hotspot SMA N 5

Di kolom New Address, masukkan : ip addressnya 192.168.8.1/24 Netmask: 192.168.8.0 Broadcast: 192.168.8.255 Interface: Hotspot (Eth05)

Menambahkan Router Ip> Router> Router List> New Route

Di tab New Route, di kolom Dist Address ketikkan 0.0.0.0/0; gateway 10.10.11.1; Check Gateway: ping; lalu klik Ok

Memasukkan IP Address DNS Ip> DNS> Settings> DNS Settings

Di tab settings, masukkan ip server DNS, yaitu 203.130.208.18; 202.134.1.10; 202.134.2.5. Kemudian klik Ok.

Memasukkan scr-nat Ip> Firewall> NAT

Kemudian pilih NAT. General Chain = scr-nat Out-Interface = Speedy02

Di tab Action> masquerade, kemudian klik Ok

10

Melakukan Backup Mikrotik File> Backup

11

Mengaktifkan DHCP Ip> DHCP Server> DHCP Setup

12

Langkah-langkahnya: 1. Menentukan interface yang akan di install oleh DHCP Server 2. Menentukan network address 3. Menentukan gateway untuk network DHCP 4. Menentukan range pengalamatan ip address yang akan diberikan kepada client 5. Menentukan DNS Server 6. Menentukan batas waktu sampai kapan client mendapatkan ip address

13

Mengamankan DHCP ARP= reply-only Client yang bisa terkoneksi hanyalah yang mendapatkan IP Address melalui proses DHCP bukan pengisian manual Interface> pilih interface, misalnya TU (Eth04)> General> ARP> reply-only> Ok

14