Anda di halaman 1dari 22

Pengertian

Menoragi (hiperamenore) adalah menstruasi yang berlarut larut atau aliran menstruasi yang hebat yang lebih jauh dapat dipersulit oleh gumpalan darah. (Benson, Ralph C.2008:624)

Menoragi adalah interval menstruasi yang normal dengan banyak dan / atau lamanya berlebihan. Persepsi yang umum mengenai perdarahan yang beerlebihan adalah apabila 3-4 pembalut atau tampon sudah penuh selama 4 jam. Dalam setiap perdarahan yang lebih dari 80 cc dinyatakan perdarahan abnormal. (Varney,Helen. 2007 :342-345)

Tanda dan Gejala


pasien perlu mengganti pembalut hampir setiap jam selama beberapa hari berturut-turut perlunya mengganti pembalut di malam hari atau pembalut ganda di malam hari menstruasi berlangsung lebih dari 7 hari darah menstruasi dapat berupa gumpalan-gumpalan darah terdapat tanda-tanda anemia, seperti napas lebih pendek, mudah lelah, pucat, kurang konsentrasi, dll.

Etiologi

Timbulnya perdarahan yang berlebihan saat terjadinya menstruasi (menorragia) dapat terjadi akibat beberapa hal, diantaranya: - Adanya kelainan organik - Kelainan hormon endokrin - Kelainan anatomi rahim

Pengobatan menorrhagia sangat tergantung kepada penyebabnya. Untuk memastikan penyebabnya, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan seperti pemeriksaan darah, tes pap smear, biopsi dinding rahim, pemeriksaan USG, dan lain sebagainya. Jika menoragia diikuti oleh adanya anemia, maka zat besi perlu diberikan untuk menormalkan jumlah hemoglobin darah. Terapi zat besi perlu diberikan untuk periode waktu tertentu untuk menggantikan cadangan zat besi dalam tubuh

menorrhagia juga dapat diterapi dengan pemberian hormon dari luar, terutama untuk menorrhagia yang disebabkan oleh gangguan keseimbangan hormonal.

1. Pengkajian
A. Data Subjektif

1. Biodata
Nama : untuk mengetahui identitas pasien agar tidak keliru dengan serta untuk menjaga keakraban Umur : Untuk mengetahui apakah pasien termasuk resiko tinggi Agama : Untuk mengetahui kepercayaan klien terhadap agama yang dianutnya dan mengenali hal-hal yang berkaitan dengan masalah asuhan yang diberikan Pendidikan :Untuk mengetahui tingkat pengeatahuan sebagai dasar dalam memberikan asuhan Pekerjaan : Untuk mengetahui bagaimana taraf hidup dan status ekonomi klien dan apakah pekerjaan ibu/ suami dapat memperngaruhi kesehatan klien atau tidak Penghasilan: Untuk mengetahui status ekonomi. Alamat :Untuk mengetahui tempat tinggal klien dan menilai apakah lingkungan cukup aman bagi kesehatannya serta memudahkan dalam melakukan kunjungan rumah

2. Alasan Datang Untuk memeriksakan masalah haidnya yang banyaknya berlebihan 3. Keluhan Utama Haidnya berlangsung lama dan darah yang keluar banyak 4. Riwayat Kesehatan yang lalu Gangguan metabolisme estrogen, Penurunan sintesis fibrinogen dan faktor pembukuan idiopathic trombositopenia (ITP) , penyakit von willebran, Infeksi ( biasanya terkait PRP, penggunaan AKDR, atau prosedur lanjtan intrauteri yang berbasis instrumen), Endometriosis, Salpingitis
(Helen varney 2007 342-345 Jakarta EGC Buku ajar Asuhan kebidanan)

5. Riwayat Kesehatan Sekarang

Menoragi dapat disebabkan oleh leimioma (seringkali submukosa), komplikasi kehamilan, hiperplasia endometrium, adenomiosis, keganasan atau koagulopati. (Benson, Ralph C.2008:624) Bidan juga harus mengkaji setiap pola perdarahan yang serupa atau kondisi ginekologis mayor yang dialami oleh ibu atau saudara perempuannya apakah mengalami riwayat kelainan hematologis terutama yang berhubungan dengan adanya penggumpalan darah.

6. Riwayat Kesehatan Keluarga

(Varney,Helen. 2007 :342-345)

7. Riwayat Haid Bidan harus menyelidiki lama, warna, dan karakter menstruasi yang muncul, terutama jika terjadi gumpalan darah. (Varney,Helen. 2007 :342-345) Menarche : Pertama kali haid Siklus : Teratur Lamanya : menstruasi berlangsung lebih dari 7 hari Banyaknya : 3-4 pembalut atau tampon sudah penuh selama 4 jam. Dalam setiap perdarahan yang lebih dari 80 cc dinyatakan perdarahan abnormal (Varney,Helen. 2007 :342-345) Keluhan : Dismenorhae / tidak

8. Riwayat KB

Menstruasi (menorragia) dapat terjadi akibat Iatrogenik: misal akibat pemakaian IUD, hormon steroid, obatobatan kemoterapi, obat-obatan anti-inflamasidan obatobatan antikoagulan penyebab kontrasepsi (AKDR, kontrasepsi oral)
(Varney,Helen. 2007 :342-345)

2. Data Objektif a. Pemeriksaan Umum KU : Baik/cukup/kurang Kesadaran : Composmentis TD : Normal (100/60 140/90) mmHg Suhu : Normal (36,5-37,5 C) Nadi : Normal (60-90 x / menit) RR : Normal (16-24 x/ menit) b. Pemeriuksaan Fisik Inspeksi Rambut : Bersih, tidak rontok Muka : pucat Mata : Konjungtiva pucat, sklera putih Leher : Tidak tampak pembesaran vena jugularis dan tampak pembesaran kelenjar tiroid Dada : Bersih, payudara simetris Abdomen : Bersih Genetallia : Pengeluaran darah lebih dari 80 cc Vagina dan serviks harus dikaji terhadap adanya massa, lesi, infeksi, atau adanya benda asing yang dapat menyebabkan menstruasi lebih berat. (Varney,Helen. 2007 :342-345) Ekstremitas : Simetris, tidak odem, tidak varises

Palpasi Leher : Teraba pembesaran kelenjar tiroid Abdomen : Ada nyeri tekan pada hepar dan atau ginjal Ekstremitas : Tidak oedem, tidak varises
Pemeriksaan dalam Vulva vagina : Terlihat pengeluaran darah Pemeriksaan panggul teraba massa yang merupakan indikasi mioma atau fibroid Pemeriksaan penunjang Hb : kategori anemia jika Hb 10g%

II Analisa
: Ny P....Ab... dengan menoragi : Data yang diperoleh melalui anamnese : KU : Baik/cukup/ lemah Kesadaran : Composmentis TD : Normal (100/60 140/90) mmHg Suhu : Normal (36,5-37,5 C) Nadi : Normal (60-90 x / menit) RR : Normal (16-24 x/ menit) Abdomen : Teraba benjolan, ada nyeri tekan Genetalia : teraba benjolan, terlihat adanya lesi V/V : Terlihat pengeluaran darah Masalah: Gangguan psikologi cemas sehubungan dengan keadaan menstruasi yang tidak normal Diagnosa Potensial : Berpotensi mengalami anemia Potensial terjadi infeksi

Dx Ds Do

IV. Penatalaksanaan

Melakukan pendekatan terapeutik pada klien R : Melakukan pendekatan terapeutik pada ibu dan keluarga dapat membina rasa saling percaya antara ibu dan keluarga serta petugas kesehatan sehingga hasil yang diperoleh maksimal Menjelaskan tentang keadaan klien R : klien akan mengerti dan pengetahuan ibu akan bertambah Menjelaskan tindakan yang akan dilakukan pada klien R : Menghormati hak pasien untuk mengetahui semua tindakan medis yang akan dilakukan Melakukan Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian terapi R : Klien mendapat penangan yang tepat

Masalah
1. Gangguan psikologi cemas sehubungan dengan keadaan menstruasi yang tidak normal Tujuan : Pasien dapat beradapatasi dengan kondisinya KH :- Klien tampak lebih tenang - Masalah cemas dapat teratasi - Ibu lebih kooperatif dengan tindakan yang akan dilakukan Intervensi : Anjurkan ibu uintuk mengungkapkan rasa kekhawatirannya R : membantu klien untuk memecahkan masalah-masalahnnya sehingga mengurangi kecemasan Hibur klien dan keluarga dengan menjawab semua pertanyaan R :klien tidak takut dengan tindakan yang akan dilakukan Beri dukungan moril pada klien R : Ketenangan ibu digunakan untuk mengurangi cemas

Masalah Potensial
1.

: Berpotensi mengalami anemia Tujuan : Setelah dilakukan asuhan kebidanan diharapkan tidak terjadi perdarahan yang banyak KH : TD : normal (100/60- 140/ 90 mmHg) Nadi : normal (60-90 kali / menit) Muka : tidak pucat Mata : konjungtiva tidak pucat Intervensi Anjurkan klien untuk istirahat yang cukup R : Untuk memulihkan tenaga dan mengurangi aktivitas yang dapat menyebabkan terjadinya perdarahan Anjurkan klien untuk makan makanan bergizi R : makanan yang bergizi untuk mengurangi resiko anemi Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian terapi selanjutnya R : pengobatan lebih lanjut

2. Potensial terjadi infeksi Tujuan : Setelah dilakukan asuhan kebidanan diharapkan tidak terjadi infeksi KH : TD : normal (100/60- 140/ 90 mmHg) Nadi : normal (60-90 kali / menit) Suhu : normal (36,5 -37,5 C ) RR : normal (16-24 kali / menit) Tidak terjadi infeksi Intervensi : Cuci tangan sebelum dan sesudah kontak dengan klien R : Mencuci tangan dapat membunuh kuman sehingga akan mencegah terjadinya infeksi Gunakan tekniknya aseptik dalam melakukan tindakan R : Teknik aseptik meminimalkan mikroorganisme masuk dlaam tubuh Anjurkan klien untuk selalu menjaga kebersihan / personal hygiene R : Mencegah perkembangan mikroorganisme Observasi TTV dan tanda-tanda infeksi
R : Deteksi dini adanya infeksi

Kesimpulan
Menoragi adalah kelainan menstruasi dimana perdarahan yang berlebihan, apabila 3-4 pembalut atau tampon sudah penuh selama 4 jam. Jumlah darah yang terlalu banyak untuk dikeluarkan setiap harinya dapat menyebabkan tubuh kehilangan terlalu banyak darah sehingga memicu terjadinya anemia. Gejala-gejala yang timbul akibat anemia diantaranya adalah napas menjadi lebih pendek, mudah lelah, jari tangan dan kaki menjadi kebas, sakit kepala, depresi, konsentrasi menurun, dll Menoragi dapat disebabkan oleh leimioma (seringkali submukosa), komplikasi kehamilan, hiperplasia endometrium, adenomiosis, keganasan atau koagulopati. Pengobatan menorrhagia sangat tergantung kepada penyebabnya. Untuk memastikan penyebabnya, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan seperti pemeriksaan darah, tes pap smear, biopsi dinding rahim, pemeriksaan USG, dan lain sebagainya.

Bagi petugas Kesehatan Diharapkan petugas kesehatan terutama bidan mampu memahami tanda dan gejala menoragi sehingga dapat memberikan intervensi yang tepat serta mampu mendeteksi secara dini bila ada komplikasi yang mungkin terjadi. Bagi Masyarakat Diharapkan perempuan lebih waspada terhadap kondisi kesehatan reproduksinya terutama untuk hal menstruasi dan jika dirasakan keluhan diharapkan segera memeriksakan diri ke bidan atau petugas kesehatan lainnya.