Anda di halaman 1dari 3

MEDIA PENDIDIKAN (KEL 5) : (1) HATAN (2) AFIF (3) MASRUHAN (4) CHOIRUN (5) FITA BAB II PEMBAHASAN

A. Lingkungan Sebagai Media Pembelajaran/Pendidikan Lingkungan yang berada disekitar kita baik di sekolah maupun di luar sekolah dapat dijadikan sebagai sumber belajar. Lingkungan meliputi : 1. Masyarakat di sekeliling sekolah; 2. Lingkungan fisik di sekitar sekolah; 3. Bahan-bahan yang tersisa atau tidak terpakai dan bahan-bahan bekas yang bila diolah dapat dimanfaatkan sebagai sumber dan alat bantu dalam belajar , seperti; tutup botol, batu-batuan, kerang, kalneg bekas, bahan yang tersisa dari kayu dan sebagainya; 4. Peristiwa alam dan peristiwa yang terjadi dalam masyarakat. Sebagaimana diketahui bahwa anak didik atau siswa sebelum masuk sekolah telah membawa pengalaman yang bermacam-macam yang merke atemui dilingkungan mereka. Guru hanya berusaha agar murid lebih akrab dengan lingkungan. Langkah awal yang dapat dilakukan kea rah itu adalah : 1. Menanami halaman sekolah dengan tumbuh-tumbuhan dan bungabunga. 2. Membawa tumbuh-tumbuhan atau hewan tertentu kedalam kelas. 3. Mengusahakan koleksi rumput-rumputan dan daun-daunan (herbarium), serangga (insektarium), ikan dan binatang air (akuarium). 4. Menggunakan batu-batuan dan kerang-kerangan, semuanya itu dapat dijadikan sumber pengajaran. Disamping itu lingkungan luar sekolah juga dapat digunakan sebagai sumber belajar baik berupa manusia atau masyarakat, tumbuh-tumbuhan, hewan/binatang dan sumber-sumber alam lainnya. Topic-topik yang dipilih hendaklah memenuhi syarat-syarat sebagai sumber belajar, antara lain : 1. Harus sesuai dengan Garis-garis Besar Program Pengajaran (GBPP); 2. Dapat menark perhatian siswa; 3. Hidup dan berkembang di tengah-tengah masyarakat; 4. Dapat mengembangkan keterampilan anak berinteraksi dengan lingkungan; 5. Berhubungan erat dengan lingkungan siswa, dan dapat mengembangkan pengalaman dan pengetahuan siswa. Peristiwa alam juga dapat dijadikan sumber belajar seperti : banjir, topan, gempa, letusan gunung berapi, hujan, petir. Kepala sekolah hendaknya menyarankan kepada guru agar kreatif dalam mencari sumber belajar disekitar sekolah. Karena itu perlu memperhatikan langkah-langkah, antara lain : 1. Menyelidiki lingkungan sekitar, mencari hal-hal yang diusahakan dapat dijadikan sebagai sumber belajar. 2. Membuat perencanaan proses belajar mengajar berdasarkan topic yang dipilih. 3. Mengorganisasi siswa secara berkelompok atau secara individual sesuai dengan kebutuhan. Masyarakat merupakan salah satu aspek lingkungan yang besar manfaatnya untuk dijadikan sumber belajar. Hal ini akan memberikan manfaat tidak saja kepada sekolah atau anak didik, tetapi juga kepada masyarakat itu sendiri. Manfaat tersebut antara lain : 1. Bagi Sekolah 1. Sebagai umpan balik untuk menyempurnakan proses belajar mengajar yang terintegrasi antara anak didik, pendidik dan masyarakat. 2. Mata pelajaran (bidang studi) yang diberikan akan bersifat fungsional, bermafaat dan berguna bagi masyarakat. 3. Sekolah akan peka menghadapi kebutuhan masyarakat. Begitu juga terhadap kenyataan-kenyataan yang terjadi dalam masyarakat. 4. Sekolah akan menjauhi pengetahuan yang bersifat verbalitas. 2. Bagi Masyarakat Sedangkan untuk kepentingan masyarakat dapat bermanfaat, antara lain : a. Pembangunan mesyarakat akan berjalan lancer, sebab setiap lapangan kehidupan akan dapat bantuan tenaga terdidik dari anak didik yang ahli dalam bidangnya. b. Anggota masyarakat dapat secara jujur dan terbuka mengkritisi keadaan sebenarnya yang terjadi dalam masyarakat, mislanya pemberantasan buta huruf dan sebagainya. c. Membantu pemecahan masalah pengangguran yang sering terjadi dalam masyarakat. Hal ini dapat dilakukan dengan mengadakan Kelompok Belajar Pengetahuan Dasar (KBPD), Kelompok Belajar Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (KBPKK), dan Kelompok Belajar Pendidikan Kejuruan (KBPK). Beberapa cara yang dapat dilakukan sekolah dalam memanfaatkan masyarakat sebagai media pendidikan : 1. Melakukan kerja sama dengan orang tua murid; 2. Membawa sumber-sumber dari masyarakat kedalam sumbersumber yang diusahakan masyarakat seperti pertanian, perusahaan. 3. Mengajak anak didik ke lingkungan masyarakat untuk berpartisipasi secara aktif dalam suatu kegiatan tertentu. 3. Karyawisata (Field Strip) Karyawisata dolakukan dibawah bimbingan guru dengan membuat perencanaan yang matang terlebih dahulu, perumusan tujuan dan tugas yang harus dilakukan, misalnya mengunjungi pabrik, perkebunan, museum, dan sebaginya. Dalam menggunakan karyawisata perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut : a. Tujuan harus jelas dan rencana cermat dan matang. b. Anak didik mempelajari segala sesuatu yang akan dikunjungi tersebut. c. Anak didik dapat melihat hubungan karyawisata dengan apa yang mereka pelajari. 4. Kemping atau Perkemahan Sekolah Anak didik diajak secara langsung kea lam lingkungan untuk berkemah. Perkemahan ini banyak mempunyai nilai-nilai pendidikan, misalnya merasa dekat dengan alam sekitar dan menimbulkan rasa kagum terhadap keindahan alam sebagai ciptaan Tuhan dan dapat menimbulkan rasa dekat dengan Tuhan pencipta alam semesta, memupuk rasa tanggung jawab, jiwa gotong royong, dan perasaan sosial. Perkemahan sekolah merupakan teknik pendidikan dan pembinan praktis untuk pembentukan kepribadian dan budi luhur, dan berjiwa sosial serta bertanggung jawab atas tugas yang diemban. 1 B. Teknologi Komunikasi Sebagai Lingkungan Media Pembelajaran Dalam Pengembangan Pendidikan Teknologi komunikasi merupakan teknologi modern dalam bidang komunikasi dengan produk yang berupa peralatan elektronik dan bahan-bahan (sofware) yang disajikan telah mempengaruhi seluruh sektor kehidupan termasuk pendidikan, dan teknologi komunikasi pendidikan itu mempunyai suatu manfaat dalam mempengaruhi dan mengetahui halhal yang ada di sekitar dan diperuntukan kepada orang lain secara timbal balik, sehingga mampu untuk memecahkan suatu masalah dalam kehidupan seperti halnya di indonesia sarana yang cukup memadai dalam
1

Asnawir. H, Usman Basyiruddin, Media Pembelajaran, Jakarta : Ciputat Pers, 2002, h. 114.

MEDIA PENDIDIKAN (KEL 5) : (1) HATAN (2) AFIF (3) MASRUHAN (4) CHOIRUN (5) FITA teknologi komunikasi adalah media radio, televisi dan lainlain. Teknologi komunikasi dapat digunakan untuk menimbulkan kepekaan terhadap keadaan, nasib serta malapetaka yang menimpa pada suatu daerah, dengan adanya media teknologi komunikasi maka keadaan yang demikian dapat menimbulkan suatu respon dan rasa solidaritas (kesetiakawan) kepada orang lain apabila dalam pendidikan khususnya pendidikan formal maka teknologi komunikasi seperti media komunikasi yang dijadikan pelengkap untuk menambah intlektual dan emosianal dalam pendidikan misal: OHP video, televisi maka selain itu haruslah ada teknologi kemunikasi yang lebih sentral atau menjadi pusat pengembangan dan pemahaman bagi anak didik yaitu seorang pendidik (guru) yang dapat memberikan suatu pesan atau amanah dalam menjadikan anak didik lebih dewasa, maka dari itu kami disini membahas tentang manfaat dari lingkup teknologi dalam pengembangan pendidikan/proses pembelajaran. 2 Komunikasi memegang peranan penting dalam pendidikan agar komunikasi antara guru dan siswa berlangsung baik dan informasi yang disampaikan guru dapat diterima siswa, guru perlu menggunakan media pembelajaran. Kegiatan belajar mengajar melalui media terjadi bila ada komunikasi antara guru (sumber) dan murid (penerima). 3 Pola komunikasi dalam interaksi pendidikan dibagi menjadi 2 bagian: (1) Pola komunikasi satu arah (2) Pola komunikasi dua arah Dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan anak didik, guru/ pengajar haruslah tahu kriteria/karakteristik dari anak didiknya karena setiap individu itu mempunyai perbedaan adanya itu karena pengaruh: 1. Pembawaan yaitu kepantasan intelegensi urat saraf dan benrtuk tubuh 2. Lingkungan yaitu pengaruh dari luar yang mempengaruhi perkembangan anak. Misal: ekonomi keluarga, masalah keluarga.4 Didalam teknologi kominikasi yang penerapannya dalam pendidikan banyak sekali aktivitasnya yaitu : fasilitas dan media yang mengentarai transaksi dan informasi metode pendidikan dimana fasilitas dan media merupakan komponen integral.5 Hambatan-hambatan yang terjadi dalam pengembangan teknologi komunikasi pendidikan dipengaruhi aspek internal dan juga aspek eksternal, dan pada aspek internal yaitu ada beberapa faktor : Hambatan pada sumber yaitu komunikator/guru
2 3
4

Drs. Chabib Thoha, PBM-PAI di Sekolah, Pustaka Pelajar, Yogyakarta, 1998, h. 254 Prof. Dr. H. Asnawir dkk, Media Pembelajaran, Cipta Pers, Jakarta, 2002, h. 7 9 Prof. Zahara Idris, MA., Dasar-Dasar Pendidikan, Angkasa Raya, Padang, 1981, h. 71 73

Drs. Dawit, M. Yusuf, Komunikasi pendidikan, PT. Remaja Rosdakarya, Bandung 1990, h. 1112

a) Hambatan kejiwaan/psikologis yaitu simpati, ketidak senangan, benci b) Hambatan bahasa yaitu gangguan sematik yang berhubungan digunakan arti kata salah (bahasa/kata-kata yang belum dipahami) c) Perbedaan pengalaman yaitu gangguan pada masalah kehidupan (penyampaian dari komunikator apa yang disampaikannya tentu tidak sebaik mereka yang mempunyai keahlian yang baik (kecongkakan, kurang motivasi, kurang pergaulan) Hambatan pada media/alat komunikasi a) Hambatan/gangguan pada saluran terjadi karena adanya ketidakberesan pada saluran komunikasi atau pada suasana sekitar berlangsungnya proses komunikasi dalam pendidikan. Misalnya gangguan suara, tidak jelas/sakah teknis, gambar tidak jelas, dan lain-lain. b) Hambatan pada komunikan terjadi pada pihak komunikator atau pengajar dan media/saluran tetapi pihak sasaran pun bisa berpeluang untuk menghambat bahkan kemungkinan lebih besar dari yang lain (timbul kecurigaan) (menurut Cawley, 1982) Untuk mengatasi hambatan di atas ada beberapa pelancar komunikasi, memperlancar itu dengan halnya : 1. Kepercayaan/kredibilitas. 2. Kewenangan yang adil. 3. Kewibawaan. C. Manfaat Teknologi Komunikasi Dalam Pendidikan/Pembelajaran Masuknya teknologi komunikasi pendidikan dalam garis besarnya akan mempengaruhi strategi pengembangan kurikulum pola interaksi pendidikan dan lahirlah berbagai bentuk lembaga pendidikan, dalam hal ini media mempunyai peranan penting yang di laksanakan secara menyeluruh yaitu : 1. Sumber media berupa orang saja ( kebanyakan terjadi pada madrasah sekarang ini) dalam pola interaksi ini guru kelas memegang penuh kendali atas berlangsungnya pengajaran dan bahkan pendidikan. 2. Sumber berupa orang yang di bantu oleh sumber lain, maka guru masih memegang kontrol hanya saja tidak mutlak, karena dia dibantu oleh sumber lain. 3. Sumber orang bersama sumber lain berdasarkan suatu pembagian tanggung jawab (terdapat kontrol bersama) misalnya media mengontrol penyajian informasi serta efektifitas penerimaan pesan sedang guru kelas mengontrol disiplin dan kegairahan

belajar. Di lihat dari segi penggunaan media ada tiga kecenderungan untuk penggunaan media yaitu: a) Dipakai secara massa yang meliputi radio, televisi, internet, dll. b) Dipakai dalam kelakuan, baik kecil maupun besar seperti : proyektor film bingkai, overhead , kaset video, kaset suara. c) Dipakai secara individual seperti mesin belajar misalnya komputer. Dalam dunia pendidikan teknologi komunikasi itu sedemikian penting peranannya dalam proses pendidikan dan belajar mengajar, karena itu efektivitasnya harus menjadi perhatian serius para praktisi pendidikan terutama guru. Agar proses komunikasi lebih efktif dan dengan demikian tujuan pendidikan tercapai secara optimal. Dan alat komunikasi juga penting sebagai pelengkap untuk mencapai pengembangan intelektual dan kreativitas anak didik dan hanya media yang akan mengontrol penyajian informasi bagi anak didiknya pula dan guru juga sebagai sumber sentral agar dapat memberi suatu pengetahuannya. D. Lingkup Internet Sebagai Media Pembelajaran Internet mengapa diperlukan untuk pembelajaran ? Internet telah menggunakan teks, grafik, video dan juga audio secara bersamaan. Internet juga dapat menjangkau student di mana saja tanpa memperhatikan tempat dan waktu. Internet dapat memberikan layanan video walaupun tidak sebagus videotape, TV ataupun CD-ROM. Internet dapat berinteraksi secara real time, tapi tidak sebaik seperti telepon ataupun video konverensi. Internet dapat memberikan informasi secara tekstual, tetapi tidak selengkap buku atau majalah. Internet mempunyai beberapa keunggulan dibandingan media lain. Internet mengkombinasikan kelebihan dari media lain

MEDIA PENDIDIKAN (KEL 5) : (1) HATAN (2) AFIF (3) MASRUHAN (4) CHOIRUN (5) FITA sehingga penyampaian video dan suara lebih baik dari buku, lebih interaktif dari videotape dan seperti halnya CDROM, Internet dapat menghubungkan orang dari berbagai tempat dengan mudah dan cepat. Keuntungan yang lain, Internet bukan hanya media penyampai tetapi juga dapat sebagai content provider. Oleh karena itu tidak dapat dipungkiri bahwa Internet merupakan sumber informasi terbesar dan beragam saat ini.6

Cepi Riyana, M.Pd, Peranan Tekhnologi dalam Pembelajaran, http://www.cepiriyana.blogspot.com, 2008.