Anda di halaman 1dari 22

Siti Nurwulan Febrian 1110221139

Definisi Abses yang terbentuk dalam ruang potensial diantara fasia leher dalam.
Etiologi
Streptococcus

staphylococcus

Klasifikasi
Abses Retrofaring

Abses

Peritonsi l

Abses Leher Dalam

Abses Parafaring

Plus : Angina Ludovici

Abses submandibula

Abses Peritonsil

Komplikasi dari tonsilitis akut, infeksi yang bersumber dari kelenjar mukus Weber di kutub atas tonsil.

Demam Odinofagia Otalgia Sakit Kepala Nyeri Leher Trismus Hot Potato Voice Hipersalivasi Foetor ex ore

PEMERIKSAAN FISIK
Dpt ditemukan trismus ( mulut sukar dibuka ). Palatum mole bengkak dan menonjol ke depan Uvula terdorong kontralateral.

Diagnosis Banding Infiltrat peritonsil, tumor, abses retrofaring, abses parafaring, aneurisma arteri karotis interna, infeksi mastoid, mononucleosis, infeksi kelenjar liur, infeksi gigi, dan adenitis tonsil.

Tatalaksana
Stad. Infiltratif
Antibiotika Analgetik-antipiretik Obat kumur & kompres dingin leher

Pada stadium permulaan, (stadium infiltrat), selain pembengkakan tampak juga permukaan yang hiperemis

Stad. supuratif
Insisi Abses
Tonsilektomi merupakan indikasi absolut pada orang yang menderita abses peritonsilaris berulang atau abses yang meluas pada ruang jaringan sekitarnya

Abses pecah spontan----pneumonia aspirasi/ piemia Penjalaran infeksi ke parafaring---abses parafaring Penjalaran intrakranial---trombosis sinus kavernosus, meningitis dan abses otak.

komplikasi
8

Abses Retrofaring

Biasa ditemukan pada anak usia < 5 tahun. Etiologi : Dpt disebabkan krn infeksi saluran napas atas---limfadenitis retrofaring. Trauma oleh karena benda asing, atau tindakan medis---adenoidektomi, intubasi endotrakea, endoskopi. TB vertebra servikalis bag atas.

Gejala & tanda


Rasa nyeri dan sukar menelan Demam Sesak---stridor Perubahan suara Pem.fisik didapatkan: - Benjolan dinding belakang faring. - Mukosa bengkak dan hiperemis

10

Diagnosis

Anamnesis
Anak > 1 tahun Nyeri tenggorokan (84%) Demam (64%) Kaku leher (64%) Bayi Demam (85%) Bengkak pada leher (97%) Intake oral buruk (55%) Nyeri tenggorokan Demam Disfagia

Dewasa

Odinofagia
Nyeri leher Dispnea

Odinofagia (55%)
Batuk

Rinorrhea (55%)
Letargi (38%) Batuk (33%)

11

Pemeriksaan Fisik
Dewasa Edema posterior faring (37%) Kaku leher Adenopati servikal Anak dan Bayi Adenopati servikal (36%) Bulging retrofaring (55%, jangan lakukan palpasi pada anak)

Demam
Drooling Stridor

Demam (64%)
Stridor (3%) Tortikolis (18%) Kaku leher (64%)

Drooling (22%)
Agitasi (43%) Massa pada leher (55%) Letargis (42%)

Distres pernapasan (4%)


Tanda-tanda terkait termasuk tonsilitis,
12

peritonsilitis, faringitis, dan otitis media.

Pemeriksaan

Penunjang

Diagnosis ditegakkan berdasarkan rontgen jaringan lunak leher lateral. Pada foto rontgen akan tampak perlebaran ruang retrofaring lebih dari 7mm pada anak dan dewasa serta pelebaran retrotrakeal lebih dari 22mm pada orang dewasa. Selain itu juga dapat terlihat berkurangnya lordosis vertebra servikal.

13

Terapi

Medikamentosa berupa pemberian antibiotika dosis tinggi, untuk kuman aerob dan anaerob, diberikan secara parenteral Insisi abses dilakukan via laringoskopi dlm posisi Trendelenburg. Komplikasi; - penjalaran ke ruang parafaring - mediastinitis - obst.jalan napas---asfiksia - abses pecah spontan---pneumonia, abses paru.
14

Abses Parafaring

Etiologi infeksi langsung--tusukan jarum saat tonsilektomi dgn analgesia. II. supurasi kel.limfe leher bag.dalam & jaringan sekitarnya. III. penjalaran infeksi ruang peritonsil, retrofaring atau submandibula. Gejala dan tanda - trismus - pembengkakan sekitar angulus mandibula.
I.

15

komplikasi
Akibat peradangan---spreading hematogen, limfogen, perkontinuitatum. Injury vaskuler---nekrosis a.carotis--ruptur Periflebitis & thromboflebitis. septikemia

16

Tatalaksana
Antibotika parenteral, high dose, broad spectrum Evakuasi abses, bila 24-48 jam tdk ada perbaikan setelah diterapi dgn antibiotik.

17

Abses Submandibula

Etiologi - infeksi dpt bersumber dari gigi, faring, kelenjar liur atau kelenjar limfa submandibula. - mixed infection aerobanaerob. Gejala dan Tanda - demam & nyeri leher - trismus - pembengkakan submandibula
18

tatalaksana
Antibiotika parenteral dosis tinggi. Evakuasi abses, eksplorasi dalam narkose ( utk abses letak dalam dan meluas ) Insisi pd tmpt plg fluktuatif atau setinggi os.hyoid.

19

Angina Ludovici

Dikenal juga sebagai Ludwigs Angina. Selulitis ruang submandibula khas--- pembengkakan seluruh ruang submandibula, tnp abses. Sumber infeksi : dentogen (tersering M3bawah,pericoronitis ) Campuran kuman aerob&anaerob.
20

Gejala dan tanda


riwayat nyeri tenggorok & leher Pembengkakan regio submandibular, hiperemis dan keras pada perabaan. Gejala obstruksi jalan napas---sesak, stridor
-Antibiotika spektrum luas, parenteral. - eksplorasi utk dekompresi.

Terapi

21

22