Anda di halaman 1dari 12

BAB I Pendahuluan

Manusia adalah rangkaian hidup yang sangat kompleks, disusun dari berjuta-juta sel, yang saling terhubung satu sama lain hingga membentuk suatu rangkaian kerja. Seperti yang kita tahu manusia dapat melakukan aktivitasnya didukung dari kemampuan fisiknya. Mobil dapat bergerak memang dengan menggunakan mesin, tapi apabila tidak ada alat penggeraknya, mesin hanya sebuah sistem yang tidak bisa berfungsi. Begitu juga manusia, manusia dapat melakukan segala sesuatu semua karena kerja sistem otak kita, akan tetapi jika alat penggeraknya tidak ada, otak pun tidak dapat berfungsi dengan baik. Alat gerak yang dimiliki manusia adalah tulang dan otot. Dengan begitu, sangat perlu bagi kita untuk mengetahui lebih dalam lagi bagaimana tulang dan otot yang kita miliki selama ini.

BAB II PEMBAHASAN

Skenario : Seorang anak kecil terjatuh dan patah pada tulang pahanya ketika sedang menuruni tangga. Setelah ditangani oleh dokter ortopedi, maka untuk mempercepat proses penyembuhan setelah patah tulang dan agar otot pada tulang tersebut dapat berkontraksi kembali dengan baik, anak tersebut diberi suplemen kalsium dan vitamin D.

A.

Tulang
Tulang atau kerangka adalah penopang tubuh manusia. Tanpa tulang, pasti tubuh kita tidak bisa tegak berdiri. Tulang mulai terbentuk sejak bayi dalam kandungan, berlangsung terus sampai dekade kedua dalam susunan yang teratur.1 Tulang yang kita miliki memiliki beberapa fungsi.

Fungsi fungsi tulang :2


1. Penyangga tubuh 2. Melindungi organ-organ vital 3. Menampung sumsum tulang 4. Tempat sel-sel darah dibentuk 5. Cadangan kalsium, fosfat, dan ion-ion lain. Tulang yang ada dalam tubuh kita ini, dari segi bentuk dapat dibagi menjadi: tulang pipa (seperti tulang hasta dan tibia), tulang pipih (seperti tulang rusuk, tulang dada), dan tulang pendek (tulang-tulang telapak tangan, pergelangan tangan).

Jenis Tulang
Observasi umum potongan melintang tulang memperlihatkan daerah-daerah padat tanpa rongga yang kita sebut dengan tulang kompakta. Dan terdapat juga daerah

yang berongga serta saling berhubungan yang kita sebut dengan tulang spons (tulang berongga). Tulang adalah jaringan ikat khusus yang terdiri atas materi antarsel berkapur, yaitu matriks tulang , dan 3 jenis sel : osteosit yang terdapat dalam rongga (lakuna) di dalam matriks; osteoblas yang menyintesis unsure organic matriks; dan osteoklas yang merupakan sel raksasa multinuclear yang terlibat dalam resorpsi dan remodeling jaringan tulang. Karena metabolit tidak dapat berdifusi melalui matriks tulang yang mengapur, pertukaran zat antara osteosit dan kapiler darah bergantung pada komunikasi melalui kanalikuli, yang merupakan celah silindris halus, yang menerobos matriks . Permukaan bagiuan luar dan dalam tulang dilapisi lapisanlapisan jaringan yang mengandung sel-sel ostoegenik-endosteum pada permukaan dalam dan periosteum pada permukaan luar.2

Sel-sel Tulang2
1. Sel Osteogenik3 Mirip populasi stem cell, dan berbentuk gelendong, intinya puca. Sel-sel ini terdapat pada periosteum, endosteum, dan saluran vaskuler tulang kompakta. Ada 2 jenis sel osteogenik : - preosteoblas osteoblas - preosteoklas osteoklas 2. Osteoblas Osteoblas bertanggung jawab atas sintesis komponen organic matriks tulang (kolagen I, proteoglikan, dan glikoprotein). Osteoblas sendiri hanya berada pada permukaan tulang, mirip epitel selapis. Berbentuk kuboid-piramid, dan lembaran seperti epitel, dan berinti gepeng.

3. Osteosit3 Mirip osteoblas yang terpendam dalam matriks tapi intinya lonjong dan terpulas gelap. Memiliki kanalikuli, yaitu tonjolan halus yang menjulur keluar dari lacuna. 4. Osteoklas Mirip sel raksasa berinti besar dan anak inti yang banyak. Terdapat pada permukaan tulang, di sebelah osteoklas selalu ada bagian dari permukaan sel yang melekuk dangkal yang dinamakan lacuna Howship. Sel ini berasal dari penggabungan sel-sel sumsum tulang.

Periosteum dan Endosteum2


Permukaan luar dan dalam dari tulang ditutpi lapisan sel-sel pembentuk tulang dan jaringan ikat yang disebut periosteum dan endosteum. Periosteum terdiri atas lapisan luar serat-serat kolagen dan fibroblas. Berkas serat kolagen periosteum, yang disebut serat Sharpey, yang memasuki matriks tulang dan mengikat periosteum pada tulang. Lapisan dalam periosteum yang lebih banyak mengandung sel, terdiri atas sel-sel mirip fibroblas yang disebut sel osteoprogenitor, yang berpotensi membelah melalui menjadi osteoblas. Endosteum melapisi semua rongga dalam di dalam tulang dan terdiri atas selapis sel osteoprogenitor gepeng dan sejumlah kecil jaringan ikat, oleh karena itu ndosteum lebih tipis dari pada periosteum. Fungsi dari keduanya adalah memberi nutrisi kepada jaringan tulang dan menyediakan osteoblas baru secara kontinyu untuk perbaikan atau perbaikan tulang. mitosis dan berkembang

Pada orang dewasa, jaringan tulang yang biasanya dijumpai adalah jaringan tulang sekunder. Jaringan ini memperlihatkan serat-serat kolagen yang tersusun dalam lamella yang sejajar/ tersusun secara konsentris mengelilingi kanal vascular. Seluruh kompleks lamel tulang ini disebut sistim Havers. Sistim Havers terdiri dari osteosit, lamel Havers, dan kanal Havers.

Dari bahasan diatas kita sudah mengupas bagian tulang secara mikro. Secara makro struktur tulang dapat kita lihat melalui gambar dibawah ini.

Struktur tulang secara makro dapat kita dengan mata telanjang, yaitu bagian-bagian dari tulang itu sendiri. Seperti gambar diatas, pada os femur terdapat condylus lateralis, dan sebagainya.

Bone Remodelling (Remodeling Tulang)2


Renovasi Bone (atau metabolisme tulang) adalah proses seumur hidup di mana lama tulang tersebut akan dihapus dari kerangka (sub-proses yang disebut resorpsi tulang ) dan tulang baru ditambah (sub-proses yang disebut osifikasi atau pembentukan tulang). Proses ini juga mengendalikan membentuk kembali atau penggantian tulang selama pertumbuhan dan berikut cedera seperti patah tulang , tetapi juga mikrokerusakan , yang terjadi selama aktivitas normal. Renovasi juga menanggapi tuntutan fungsional dari beban mekanik. Sebagai hasilnya tulang ditambahkan di mana diperlukan dan dihapus mana tidak diperlukan. Sel-sel yang bertanggung jawab untuk metabolisme tulang dikenal sebagai osteoblast , yang mensekresikan tulang baru dan osteoklas yang melanggar tulang bawah. Struktur tulang serta pasokan kalsium memerlukan kerjasama erat antara kedua jenis sel. Hal ini bergantung pada jalur sinyal kompleks untuk mencapai tingkat pertumbuhan yang tepat dan diferensiasi.. Jalur sinyal ini termasuk tindakan beberapa hormon, termasuk hormon paratiroid (PTH), vitamin D , hormon pertumbuhan , steroid , dan kalsitonin , serta beberapa sitokin. Hal ini dengan cara bahwa tubuh dapat mempertahankan tingkat yang tepat dari kalsium diperlukan untuk proses fisiologis. Singkatnya, remodeling tulang memungkinkan tulang untuk beradaptasi dengan sinyal fisik (misalnya, peningkatan kemampuan tubuh menahan beban) dan hormon.3

Proses Pembentukan Tulang


Tulang dapat dibentuk dengan 2 cara, yaitu : 1. Osifikasi Intramembranosa Tejadi kebanyakan pada tulang pipih. Proses diawali saat sekelompok sel berkembang menjadi osteoblas. Osteoblas meghasilkan matriks tulang dan diikuti kalsifikasi, berakibat sebagian osteoblas dibungkus simpai, yang kemudian menjadi osteosit. Pulau-pulau pembentukan tulang ini membentuk dinding yang membatasi rongga-rongga panjang yang berisi kapiler, sel sumsum tulang, dan sel-sel prakembang. Beberapa kelompok 6

demikian hampir serentak muncul di pusat osifikasi sehingga penyatuan dinding menghasilkan struktur mirip spons tulang. Jaringan ikat yang tertinggal di antara dinding tulang disusupi pembuluh darah dan sel mesenkim tambahan, yang akan membentuk sel-sel sumsum tulang. Pusat-pusat osifikasi tulang tumbuh secara radial dan akhirnya menyatu, yang akan menggantikan jaringan ikat asal. Bagian lapisan jaingan ikat yang tidak mengalami osifikasi menghasilkan endosteum dan periosteum di tulang intra membranosa. 2. Osifikasi Endokonral2 Terjadi di dalam sepotong tulang rawan hialin yang bentuknya mirip miniatur tulang yang akan dibentuk. Proses ini dimulai di bagian pusat model tulang rawan, tempat masuknya pembuluh darah melalui leher tulang yang sebelumnya telah dilubangi oleh osteoklas, yang membawa sel-sel osteoprogenitor ke daerah tersebut. Berikutnya, osteoblas melekat pada matriks tulang yang telah mengapur dan menghasilkan lapisanlapisan tulang primer yang mengelilingi sisa matriks tulang rawan. Pada tahap ini, tulang rawan berkapur tampak basofilik, dan tulang primer terlihat eosinofilik. Dengan cara ini terbentuk pusat osifikasi primer. Kemudian muncul pusat osifikasi sekunder di bagian ujung yang membesar di model tulang rawan. Selama perluasan dan remodeling berlangsung, pusat osifikasi primer dan sekunder membentuk rongga yang secara berangsur diisi dan dipenuhi sumsum tulang. Sebagai kesimpulan, pertumbuhan memanjang tulang panjang terjadi melalui proliferasi kondrosit dalam lempeng epifisis. Pada waktu yang sama kondrosit sisi diafisis dari lempeng mengalami hipertrofi; matriksnya mengalami perkapuran, dan sel-selnya mati. Osteoblas meletakkan selapis tulang primer pada matriks yang berkapur itu. Karena kecepatan kedua kejadian berlawanan ini hampir sama, tebal lempeng epifisis tidak banyak berubah. Bahkan, lempeng epifisis didesak menjauhi bagian diafisis sehingga tulang tersebut bertambah panjang.

B.

Otot
Kita mengenal otot sebagai penggerak dari tulang. Akan tetapi oto itusendiri digerak atas perintah otak (saraf). Otot berfungsi sebagai alat gerak, mempertahan postur, dan menghasilkan panas pengaturan suhu tubuh. Otot adalah transducer4 (mesin) biokimia utama yang mengubah energi potensial (kimiawi) menjadi energi kinetik (mekanis). Otot merupakan kelompok jaringan tebesar dalam tubuh. Ada 3 jenis otot yang kita kenal, yaitu otot polos, otot jantung, dan otot rangka. Walaupun secara structural dan fungsional berbeda, ketiga jenis otot dapat diklasifikasikan dalam beberapa cara sesuai dengan karakteristik umum mereka. Pertama, otot digolongkan sebagai seran lintang (otot rangka dan otot jantung) dan otot polos, bergantung pada apakah dapat ditemukan pita atau garis gelap terang berganti-ganti saat otot dilihat di bawah mikroskop cahaya. Kedua, otot digolongkan sebagai volunteer (otot rangka) dan involunter (otot jantung dan otot polos), bergantung pada apakah dipersarafi oleh sistim saraf somatic dan berada dibawah pengaruh kesadaran atau oleh sistim saraf otonom dan tidak berada di bawah kontrol kesadaran. Dalam bahasan kali ini kita membicarakan tentang otot rangka atau otot skelet. Sebuah sel otot rangka berukuran relatif besar, memanjang, dan berbentuk seperti silinder dengan garis tengah berukuran 10 sampai 100 mikrometer dan panjang 750.000 . Sebuah otot rangka terdiri dari sejumlah serta otot yang terletak sejajar satu sam lain dan disatukan oleh jaringan ikat. Serat-serat tersebut menjulur di seluruh panjang otot. Selama perkembangan masa mudigah serat-serat otot rangka yang besar dibentuk melalui fusi banyak sel kecil; dengan demikian, salah satu cirri menonjol adalah adanya banyak nucleus di sebuah sel otot.

Bagian-bagian Otot Rangka5


Otot yang kita selama ini, adalah sekumpulkan dari serat otot. Didalam serat otot tersebut terdapat banyak miofibril yang bergabung satu sama lain dan dibungkus oleh sarkolema. Di setiap miofibril terdiri dari susunan teratur unsure-unsur

sitoskleton yang sangat terorganisasifilamen tebal dan tipis. Filamen tebal tersusun atas myosin, sedangkan filamen tipis tersusun atas aktin. Filamen-filamen tersebut bergabung dengan sejenisnya hingga menjadi pita A (filamen tebal) dan pita I (filamen tipis). Pada pita A, bagian yang leih terang dinamakan zona H. Begitu pula pada pita I, bagian yang memadat disebut garis Z. bagian diantara gais Z satu dengan lainnya disebut sarkomer.

Mekanisme Kontraksi Otot6


a. Filamen-filamen tebal dan tipis saling bergeser saat proses kontraksi otot sedang rileks pemendekan ini rata-rata sekitar sepertiga panjang awal. Melalui mikrofraf electron, pemendekan ini dapat dilihat sebagai konsekuensi dari pemendekan sarkomer. sebenarnya, saat pemendekan berlangsung, panjang filamen tebal dan tipis tetap dan tak berubah (dengan melihat tetapnya lebar lurik A dan jarak disk panjang otot saat berkontraksi akan lebih pendek daripada panjang awalnya saat

Z samapi ujung daerah H tetangga) namun lurik I dan daerah H mengalami reduksi yang sama besarnya.

b. Aktin merangsang Aktivitas ATPase Miosin disosiasi aktin dan myosin membentuk kompleks myosin-ADP-Pi kompleks pada tahap tersebut yang kemudian berikatan dengan Aktin pada tahap III IV, yang merupakan tahap untuk relaksasi konformasional, kompleks aktin-miosin-ADP-Pi tadi secara tahap demi tahap melepaskan ikatan dengan Pi dan ADP sehingga kompleks yang tersisa hanyalah kompleks Aktin-Miosin yang siap untuk siklus hidrolisis ATP selanjutnya. pada tahap II, ATP yang terikat dengan myosin tadi terhidrolisis dengan cepat pada tahap I, ATP terikat pada bagian myosin dari aktomiosin dan menghasilkan

C.

Peranan Kalsium (Ca) dan Vitamin D

10

Kalsium (Ca)
Kalsium adalah mineral yang amat penting bagi manusia, antara lain bagi metabolisme tubuh, penghubung antar saraf, kerja jantung, dan pergerakan otot. Sesuai dengan bahasan kali ini, kita membahas mengenai peran kalsium dalam pergerakan otot dan pada tulang Pada pergerakan otot, kalsium memegang peranan dalam proses kontraksi dan relaksasi. Kalsium memulai pergerakannya saat dia dibebaskan oleh asetilkolin yang diproduksi oleh bagian ujung serabut akar. Setelah dibebaskan kalsium akan masuk ke dalam otot mengangkut troponin dan tropomiosin ke aktin, sehingga posisi aktin berubah mempengaruhi filamen penghubung (bergeser). Aktin tertarik mendekati myosin, sehingga aktin dan myosin bertempelan membentik aktomiosin. Pada keadaan inilah otot sedang berkontraksi. Setelah selesai kontraksi, ion kalsium masuk kembali ke plasma sel, sehingga ikatan troponin dan kalsium lepas; ikatan tropomiosin dan kalsium lepas, menyebabkan lepasnya perlekatan aktin da myosin, keadaan inilah yang disebut otot relaksasi. Pada tulang, kalsium berperan sebagai salah satu unsure bahan anorganik dari matriks tulang. Bahan anorganik matriks tulang salah satunya garam kalsium fosfat, kalsium karbonat, dan keduanya membentuk senyawa hidroksiapatit yang berfungsi memberi kekuatandan kelenturan pada tulang.

Vitamin D
Vitamin adalah suatu zat senyawa kompleks yang sangat dibutuhkan oleh tubuh kita yang berfungsi untuk mambantu pengaturan atau proses kegiatan tubuh. Tanpa vitamin manusia, hewan dan makhluk hidup lainnya tidak akan dapat melakukan aktifitas hidup dan kekurangan vitamin dapat menyebabkan memperbesar peluang terkena penyakit pada tubuh kita. Dalam bahasan kali ini topik utama kita adalah vitamin D. Vitamin D7 adalah salah satu nutrisi penting yang dibutuhkan semua orang. Orang memperolehnya dari sinar matahari dan melalui makanan. Tanpa vitamin D yang cukup orang beresiko terkena penyakit rakhitis, osteoporosis dan penyakit tulang. Mengapa vitamin D sebegitu pentingnya? Hal ini dikarenakan 11

fungsi dari vitamin D itu sendiri. Vitamin D berfungsi untuk meningkatkan Kalsium dan Fosfat darah dengan cara meningkatkan absorbsi di usus kalsium fosfat dapat mengendap pada tulang. Selain itu vitamin D dapat menurunkan enzim fosfatase alkalis. Enzim tersebut akan membuat tubuh meningkatkan Fosfat. Vitamin D juga berperan pada metabolisme tulang, yaitu : 1. meningkatkan absorbsi Ca usus 2. membantu mineralisasi normal tulang 3. mempercepat reabsorpsi Ca dari tulang

Daftar Pustaka
1. Tulang. Diunduh dari http://id.wikipedia.org/wiki/Tulang, 01 April 2010. 2. Junqueira LC, Carneiro J. Histologi dasar. Edisi 10. Jakarta: EGC; 2007 3. Modul blok 5. Jakarta: UKRIDA; 2010. 4. Murray RK, Granner DK, Rodwell VW. Biokimia harper. Edisi 27. Jakarta: EGC; 2009. 5. Sherwood L. Fisiologi manusia dari sel ke system. Edisi 2. Jakarta: EGC; 2001. 6. Modul blok 4. Jakarta UKRIDA; 2009 7. Vitamin d. 01 April 2010. Diunduh dari http://www1.voanews.com/indonesian/news/Kurang-Vitamin-D-Bisa-KenaSerangan-Jantung-89704037.html, 03 April 2010.

12