Anda di halaman 1dari 54

PENGANTAR SPEKTRUM TERSEBAR

b(t) MOD
f
B
b
=
2/T
b
f
B
s
= kB
b
Nilai k tgtg jenis modulasi:
BFSK ~ 4; BPSK ~ 2
QPSK ~ 1; 2
N
-ary PSK ~ 2/N
f
c
f
c
G(f)
Daya = luas
Power Spectral Density [G(f)] yang sempit-tinggi dan f
c
yang tetap
mudah disadap (intercept) privacy?
'tidak kebal terhadap terjangan (jamming) security?
Bahaya bagi militer
Maka, spektrum perlu disebar, misalnya dengan cara:
Psd [G(f)] pancar dibuat sangat rendah sangat melebar
Frekuensi pembawa/pancar (f
c
) dibuat berpindah-pindah

1 BDS siskom modern
MENYEBAR SPEKTRUM
Cara itu harus berdasar scheme yang
Tak gayut (independent) bit-bit
informasinya [b(t)]
Gayut (dependent) pada isyarat
(signal) tertentu [c(t)] yang:
Oleh penerima yang dituju:
Mudah dikenali/dibedakan
Oleh penyadap: sulit dikenali
Cara menyebar spektrum a.l.:
1. Runtun langsung (direct
sequence spread spectrum,
DSSS)
2. Lompatan frekuensi (frequency
hopping spread spectrum,
FHSS)
B
b
1 2 N
J
A
M
M
E
R
J
A
M
M
E
R
Luas (= daya)
sama
B
ss
B
ss
Runtun Langsung (DS) Lompatan Frekuensi (FH)
2 BDS siskom modern
Processing Gain (PG) atau Spreading Factor (SF)
B
b
1 2 N
J
A
M
M
E
R
J
A
M
M
E
R
Luas (= daya)
sama
B
ss
B
ss
Runtun Langsung (DS) Lompatan Frekuensi (FH)
Jika ada jammer/interferer dengan bandwidth B
b
porsi yang rusak sebesar B
b
/B
ss
B
ss
/B
b
disebut spreading factor (SF) atau processing gain (PG)
lazimnya SF: 20 60 dB atau 100 1000000 (Garg, 2002)
3 BDS siskom modern
DS-SS: Menyebar Spektrum
b(t)
X
s(t)
c(t)
s(t)
X
b(t)
c(t)
b(t)
c(t)
s(t)
Tb
2/Tb
f
f
2/Tc
f
2/Tc
Tc
(+1/-1)
(+1/-1)
PG = B
ss
/B
b
= T
b
/T
c
4 BDS siskom modern
DS-SS: Pemulihan dengan c(t) yang BENAR
b(t)
X
s(t)
c(t)
s(t)
X
b(t)
c(t)
Tc
L = 15
+1
-1
-1
+1
+1
b(t)
c(t)
s(t)
c(t)
b(t)
p
e
n
e
r
i
m
a
p
e
n
g
i
r
i
m
SAMA BENAR
5 BDS siskom modern
DS-SS: Pemulihan dengan c(t) yang SALAH
b(t)
X
s(t)
c(t)
s(t)
X
b(t)
c(t)
BEDA SALAH
+1
-1
+1
b(t)
c(t)
s(t)
c(t)
salah
data
tidak
pulih
6 BDS siskom modern
DS-SS: Pemulihan Perlu Integrate-and-Dump
}
b
T
dt
b
T
0
..
1
b(t) X s(t)
c(t)
Karena di media tertimpa banyak gangguan n(t), pemulihan tentu saja
membutuhkan integrate-and-dump
) (
~
t b s
R
(t) X
c(t)
+
n(t)
N
b
T
dt t c t n
b
T
b
T
dt
b
T
b
T
dt t c t n t c t b
b
T
b
T
dt t c t n t c t b
b
T
b
T
dt t c t n t s
b
T
b
T
dt t c t s
b
T
b
T b
R
+ =
}
+
}
=
}
+ =
}
+ =
}
+ =
}
=
1
0
) ( ) (
1
0
1
0
)] ( ) ( ) ( ) ( [
1
0
) ( )] ( ) ( ) ( [
1
0
) ( )] ( ) ( [
1
0
) ( ) (
1
) (
~
2
N mengakibatkan galat bit hanya jika berlawanan tanda dengan b(t)
dan |N| > 1 (ingat: b(t) = +1 atau -1)
7 BDS siskom modern
DS-SS: Beberapa Terminologi
b(t) X
s(t)
c(t)
s(t) X
b(t)
c(t)
Bit-bit informasi
Chip-chip sandi (kode) penyebar
Penyebar (spreader) Pengawa-sebar (despreader)
Bit maupun chip : biner +1 atau -1
Pesat bit (bit rate) : bps
Pesat chip (chip rate) : cps
Sandi c(t) merupakan runtun biner yang khas untuk kanal (channel)
atau pengirim itu.
Pola biner c(t) berulang setiap L chip L disebut panjang runtun
(sequence length)
8 BDS siskom modern
FH-SS: Prinsip Kerja
1 2 N
PG = B
ss
/B
b
= N
b(t) MODULATOR
Freq. Synth.
c(t)
k chip
DEMODULATOR
Freq. Synth.
c(t)
k chip
f
) (
~
t b
9 BDS siskom modern
SANDI c(t)
Kenampakan:
Acak (random) bagi penyadap
Menentu (deterministis) bagi
penerima target
c(t): noise-like
Acak-semu (pseudo-random,
PR) atau derau-semu
(pseudo-noise, PN)
Pertimbangan Implementasi:
FSM
Sederhana
Berbasis register geser
Linear Feedback Shift Register
(LFSR)
0
t
R(t) = o(t)
Semakin acak semakin
mendekati watak derau putih
fungsi korelasi-diri semakin
mendekati impuls
10 BDS siskom modern
Pembangkit PN: LFSR
D D D
+
c(t)
Q1
Q2 Q3
Mod-2 (EXOR)
clk Q0 Q1 Q2 Q3
0 1 1 0 0
1 1 1 1 0
2 0 1 1 1
3 1 0 1 1
4 0 1 0 1
5 0 0 1 0
6 1 0 0 1
7 1 1 0 0
8 1 1 1 0
clk
D D D
+
c(t)
Q1
Q2 Q3
clk Q0 Q1 Q2 Q3
0 0 1 0 0
1 1 0 1 0
2 0 1 0 1
3 1 0 1 0
4 0 1 0 1
5 1 0 1 0
6
7
8
clk
+
11 BDS siskom modern
Pembangkit PN: LFSR
D D D
+
c(t)
Q1
Q2 Q3
Mod-2 (EXOR)
clk
D D D
+
c(t)
Q1
Q2 Q3
clk
+
c(t): ... 0 1 0 0 1 1 1 0 1 0 0
L = 7
c(t): ... 0 1 0 1 0 1 0 1 0 0
L = 2
g(D) = 1 + D + 0.D
2
+ D
3
= 1 + D + D
3
tak-terfaktorkan
(primitif)
g(D) = 1 + D + D
2
+ D
3
= (1 + D) (1 + D
2
)
terfaktorkan
(tak-primitif)
12 BDS siskom modern
Pembangkit PN: LFSR
g(D) = 1 + g
1
D + g
2
D
2
+ g
3
D
3
+ + g
N-1
D
N-1
+ D
N
L
max
= 2
N
1
Agar dicapai L
max
g(D) harus primitif
Notasi: contoh
D
5
+ D
2
+ 1 = 1 D
5
+ 0 D
4
+ 0 D
3
+ 1 D
2
+ 0 D
1
+ 1 D
0
oktal: 45
1 0 0 1 0 1
4 5
D
1
D
2
D
3
D
N-1
D
N
+ + +
g
1
g
2
g
N-1
g
i
= 1 close
g
i
= 0 open
13 BDS siskom modern
Runtun PN
LT
c
t
R(t)
T
c
1
1/L
-1/T
c
1/T
c
1/(LT
c
)
f
G(f)
14 BDS siskom modern
SINKRONISASI PN di penerima
RX telah mengetahui (secara off-line) pola runtun c(t)
Dengan mudah RX membang-kitkan replika pola itu, tetapi
Sinkronisasi timing hanya dapat dilakukan secara on-line
Dua tahap sinkronisasi:
Akuisisi (sinkronisasi kasar): menyamakan URUTAN runtun
Hasil: urutan sama tetapi timing dapat berbeda sebesar t (| t| < Tc/2)
Masalah: Berapa lama mencapai akuisisi
Penjejakan/tracking (sinkronisa-si halus): mengupayakan t ~ 0.
Masalah: stabilitas
c(t): ... 0 1 0 0 1 1 1 0 1 0 0
Belum A(kuisisi)
Sudah A, belum Track
SINKRON
15 BDS siskom modern
Lain-lain
Spektrum melebar boros bandwidth jika dipakai sendirian pakailah
bersama banyak user = CDMA
Jika psd dibuat luar biasa lebar luar biasa pendek ultra wideband
(UWB) untuk WPAN (lebih luas daripada Bluetooth) hingga WLAN
Keuntungan lain dengan melebarnya spektrum tegar (robust) terhadap
frequency selective fading (multipath fading) pakai Rake Receiver
Terapan lain di luar Komunikasi:
Pengukuran jarak: membandingkan pergeseran waktu suatu PN dengan PN
acuan misal pada GPS
f
16 BDS siskom modern
PRINSIP CDMA
1
2
n
BS
MS
1
MS
2
MS
n
MS
N
Telah dialokasikan bandwidth = BW untuk
mengakomodasi pancaran dari banyak
(misal N buah) MS ke sebuah BS akses
(asup)-jamak (multiple-access)
Asup-Jamak Pembagian-Frekuensi
(Freq.-Division Multiple-Access, FDMA)
Asup-Jamak Pembagian-Waktu (Time-
Division Multiple-Access, TDMA)
Asup-Jamak Pembagian-Sandi (Code-
Division Multiple-Access, CDMA)
Agar dua-arah duplexing
Frequency-Division Duplexing (FDD)
Time-Division Duplexing (TDD)
f (Hz)
BW
N
Multiple-Access
bps/Hz/m
2
17 BDS siskom modern
Frequency-DMA
Seluruh MS dapat mengirim dalam waktu
bersamaan, frekuensi berbeda-beda (masing-
masing dengan bandwidth selebar B
F
)
Kapasitas : N
F
= BW/B
F
buah MS
Jika sempurna : setibanya di BS tak saling
interferens saling ortogonal
1 2 ... N
F
1 2 ... N
F
f (Hz)
f (Hz)
F
D
D
UL
DL
1
2
n
BS
MS
1
MS
2
MS
n
MS
N
N
BW
B
F
18 BDS siskom modern
Time-DMA
Tiap-tiap alokasi frekuensi selebar B
T
dipakai
secara bergilir-cepat oleh N
T
buah MS
Kapasitas : N = (BW/B
T
) N
T
Jika sempurna : setibanya di BS tak saling
interferens saling ortogonal
1
2
n
BS
MS
1
MS
2
MS
n
MS
N
N
t (ms)
F
D
D
UL pada f
UL
DL pada f
DL
1 2 .... N
T
1 2 .... N
T
t (ms)
Pada setiap alokasi frekuensi selebar B
T
:
1 2 ... N
T
1 2 ... N
T
f (Hz)
f (Hz)
F
D
D
DL
UL
BW
B
T
19 BDS siskom modern
Code-DMA
Seluruh MS dapat mengirim dengan frekuensi
yang sama dan waktu bersamaan, masing-
masing memiliki sandi (kode) khas
Kapasitas : N = ...? N
CDMA
> N
TDMA
Sandi SENGAJA tak saling ortogonal
setibanya di BS saling interferens kualitas
menurun tidak apa-apa, asalkan masih
dalam batas termaklumi
Tolerans terhadap interferens kapasitas
menjadi tinggi (N
CDMA
> N
TDMA
)
1
2
n
BS
MS
1
MS
2
MS
n
MS
N
N
1
2
...
N
1
2
...
N
f (Hz)
DL UL
FDD
BW
20 BDS siskom modern
Prinsip Kerja DS-CDMA
b
1
(t)
X
s
1
(t)
c
1
(t)
b
m
(t)
X
s
m
(t)
c
m
(t)
b
M
(t)
X
s
M
(t)
c
M
(t)
) (
~
t
m
b
X
c
m
(t)
y(t)
}

b
T
dt
0
...
kT
b
Menerapkan SS, masing-masing Tx memiliki sandi c(t) [PN] yang khas
Penerapan SS pada CDMA terutama karena kapasitasnya yang tinggi,
bukan agar sulit disadap dan kebal jamming
21 BDS siskom modern
Model Sederhana Multiuser (1)
) (
~
t
k
b
k
G
X
c
k
(t)
y(t)
MAI
b
T
k
b
k
G
k
A
b
T
k m
dt t
k
c t
m
c t
m
b
m
G
m
A
b
T
k
b
k
G
k
A
b
T
dt t
k
c
M
m
t
m
c t
m
b
m
G
m
A
b
T
dt t r
b
T y
b
T
k
b
k
G
+ =
}

=
|
.
|

\
|
+ =
}

=
|
.
|

\
|
=
}
= =
) (
0
) ( ) ( ) ( ) (
0
) (
1
) ( ) (
0
) ( ) ( ) (
~
}

b
T
dt
0
...
MAI: multiple-access interference
kT
b
b
1
(t)
X
c
1
(t)
G
1
b
m
(t)
X
c
m
(t)
G
m
b
M
(t)
X
c
M
(t)
G
M
+
A
1
A
m
A
M
MUD: multi-user detection
22 BDS siskom modern
Model Sederhana Multiuser (2)
Bit dapat tidak pulih akibat MAI
Jika sandi c(t) satu dengan lainnya
saling ortogonal:
Tak ada interferens (MAI = 0),
tetapi
Tak ada peningkatan kapasitas
(dibandingkan TDMA)
Jika sandi c(t) tak saling otogonal
Ada saling interferens
Jangan ada user yang dayanya
dominan power control
Di sinilah peluang meningkatkan
kapasitas
Power control
Daya yang tiba di Rx dari semua
Tx diupayakan sama:
Tx yang dekat: memancar
dengan daya rendah saja
Tx yang jauh : memancar
dengan daya cukup tinggi
Bagaimana mengendalikan
daya pancar Tx?
Open loop
Close loop
Untuk pancaran up-link (dari MS
ke BS)
CELL BREATHING:
Jika MS yang aktif (memancar) terlalu banyak interferens di BS terlalu
tinggi kualitas menurun BS menciutkan luasan liputannya (bagaimana
caranya?) MS terliput berkurang intrerferens menurun kualitas naik
lagi
Jika sepi MS aktif sel mengembang lagi
23 BDS siskom modern
MULTIKANAL
p
m
(t)
X
O
1
(t)
b
i1
(t)
X
O
n
(t)
b
in
(t)
X
O
N
(t)
b
iN
(t)

X
spreading
scrambling
O
n
(t): sandi ortogonal
kanal ke-n
p
m
(t): sandi PN
pengirim ke-m
pada bit-rate
(bps)
pada chip-rate
(cps)
X }

b
T
dt
0
...
O
n
(t)
X
p
m
(t)
despreading
descrambling
Penerimaan kanal ke-n dari
pengirim ke-m
24 BDS siskom modern
CDMA2000 1X DL (FL):
oversimplified dari kofigurasi paling sederhana
Short PN
(ID BS #K)
X
X
W
32
64
SYNC
X
W
...
64
PAGING #a
X
W
...
64
TRAFIK #1
X
W
...
64
TRAFIK #N
X
W
0
64
PILOT
Long PN (ID user #1)
Long PN (ID user #N)
call #1
call #N
P
E
N
J
U
M
L
A
H

A
N
A
L
O
G
ke MOD
dst
Short PN: L = 2
15
= 32.768
chip = 26,667 ms
BS (sel atau sektor) satu
dengan lainnya: PN saling
tergeser waktu sejauh
kelipatan bulat 64 chip
chip rate = 1,2288 Mcps
bandwidth = 1,25 MHz
W : sandi Walsh
25 BDS siskom modern
CDMA2000 1X UL (RL):
oversimplified dari kofigurasi paling sederhana
Short PN
(ID BS #K)
X
X
W
x
Data-x
X
W
y
Data-y
X
W
0
PILOT
ke MOD dst
+
Long PN (ID
user #n)
X
Long PN: L = 2
42
~ 4,4 triliun chip ~ 41,4 hari
User satu dengan lainnya saling tergeser ...................
26 BDS siskom modern
CDMA2000 1X dan CDMA2000 3X (multi-carrier)
CDMA2000 1X
Chip-rate : 1,2288 Mcps
Bandwidth : 1,25 MHz
Sandi-sandi :
Kanalisasi/spreading (pada chip rate): Walsh
Scrambling (pada chip-rate): Modified Maximal-length code
Short PN: L = 2
15
= 32.768 chip = 26,667 ms
Long PN: L = 2
42
~ 4,4 triliun chip ~ 41,4 hari
CDMA2000 3X
DL : 3 x 1,2288 Mcps; 3 x 1,25 MHz
UL : 3,6864 Mcps; 3,75 MHz
27 BDS siskom modern
WCDMA/UMTS (3G)
Chip-rate : 3,84 Mcps
Bandwidth : 5 MHz
Sandi-sandi :
Kanalisasi/spreading : OVSF
Scrambling: Gold code :
UL:
LONG : L = 2
25
1, atau
SHORT : L = 2
8
1 (jika pakai MUD)
DL: L = 2
18
1
28 BDS siskom modern
MENGENAL OFDM
MOD.
f
1
MOD
f
2
MOD
f
N
+
R sps
FDM
f
1
f
2
f
N
P
e
m
i
l
a
h
R
u
n
t
u
n

s
i
m
b
o
l

[
S
]
S
1
R sps
S
2
R sps
S
N
B Hz
B Hz
B Hz
NR sps
f
1
f
2
f
N
Tak-ortogonal
Ortogonal
Pembawa-jamak (multicarrier) tegar terhadap pudaran selektif frekuensi
Ortogonal menghemat bandwidth
29 BDS siskom modern
QAM-FDM
MOD.
f
1
MOD.
f
2
MOD.
f
N
+
B Hz
B Hz
B Hz
S
T1
S
T2
S
TN
R sps
R sps
R sps
sps: symbol per second
MF
f
1
MF
f
2
MF
f
N
DD S
R1
DD S
R2
DD S
RN
FDM
30 BDS siskom modern
Dari FDM ke OFDM: Konseptual
QAM
f
1
QAM
f
2
QAM
f
N
+
R sps
NB/2 Hz
P
e
m
i
l
a
h
R
u
n
t
u
n

s
i
m
b
o
l

[
S
]
S(1)
R sps
S(2)
R sps
S(3)
B Hz
B Hz
B Hz
NR sps
Jika dipilih: f
i
= KR + iR, dengan K dan i bulat antar kanal saling ortogonal
OFDM
f
1
f
2
f
N
31 BDS siskom modern
Dari FDM ke OFDM: Konseptual
S
T1
(1) S
T1
(2) S
T1
(3)
S
T2
(1) S
T2
(2) S
T2
(3)
S
TN
(1) S
TN
(2) S
TN
(3)
S
T
(1) S
T
(2) S
T
(3)
D
i
g
a
b
u
n
g
t
T
S
T
S
: durasi simbol
32 BDS siskom modern
Dari FDM ke OFDM: Konseptual
(k - 1) (k)
(k - 1) (k)
t
T
S
t
T = T
S
+ T
G
T
G
: guard-time
(k - 1) (k) T
G
T
G
(k - 1) (k)
T
G
Integrasi di MF Integrasi di MF
(k) CP
Disalin
GI diisi CP
33 BDS siskom modern
BAIK-BURUK OFDM
BAIK:
Wideband berpotensi tegar pudaran selektif frekuensi/lintasan-jamak
yakni dengan GI (CP)
terlebih lagi didukung equalizer Perlu pilot di beberapa sub-
pembawa
Watak kanal di frekuensi pilot diestimasi (misalnya MMSE)
Watak kanal di frekuensi lain diinterpolasi
Ortogonal hemat bandwidth
BURUK:
PAPR tinggi implementasi: amplifier beroperasi terpaksa dengan
efisiensi daya yang rendah menurunkan PAPR dapat memakai
clipping atau
companding
Peka terhadap pergeseran frekuensi Doppler perlebar jarak antara
sub-pembawa agar tak peka ingsut frekuensi
34 BDS siskom modern
Implementasi OFDM & SC-FDM
Q
A
M
-
M
a
p
p
e
r
I
D
F
T
/
I
F
F
T
S(1)
S(2)
S(N)
[S]
P
/
S
s(1)
s(2)
s(N)
DAC
Re
DAC
Im
I/Q Mod.
f
C
OFDM
Q
A
M
-
M
a
p
p
e
r
I
D
F
T
/
I
F
F
T
S(1)
S(2)
S(N)
[s]
P
/
S
s(1)
s(2)
s(N)
DAC
Re
DAC
Im
I/Q Mod.
f
C
SC-FDM
D
F
T
/
F
F
T
s(1)
s(2)
s(N)
35 BDS siskom modern
Implementasi OFDM & SC-FDM
I
F
F
T
P
/
S
DAC
Re
DAC
Im
I/Q Mod.
f
C
OFDM
Q
A
M
-
M
a
p
p
e
r
I
D
F
T
/
I
F
F
T
S(1)
S(2)
S(N)
[s]
P
/
S
s(1)
s(2)
s(N)
DAC
Re
DAC
Im
I/Q Mod.
f
C
SC-FDM
D
F
T
/
F
F
T
s(1)
s(2)
s(N)
S
T1
S
T2
S
TN
36 BDS siskom modern
OFDMA/SC-FDMA
I
F
F
T
0
0
0
0
0
0
M
a
p
P
/
S
[S
2
]
I
F
F
T
0
0
0
M
a
p
P
/
S
[S
1
]
0
0
0
I
F
F
T
0
0
0
M
a
p
[s
1
]
0
0
0
F
F
T
I
F
F
T
0
0
0
M
a
p
[s
2
]
F
F
T
0
0
0
User #1
User #2
User #1
User #2
OFDMA SC-FDMA
J
a
t
a
h

k
a
n
a
l

t
a
k

h
a
r
u
s

e
n
g
e
l
o
m
p
o
k
,
d
a
p
a
t

j
u
g
a

s
e
l
a
n
g
-
s
e
l
i
n
g

(
i
n
t
e
r
l
e
a
v
e
)
37 BDS siskom modern
Implementasi CP, Pilot, dan Zero
I
F
F
T
Pilot
Pilot
Pilot
P
/
S
CP
0
0
I
F
F
T
Pilot
Pilot
Pilot
P
/
S
CP
I
F
F
T
P
/
S
CP
Cyclic Prefix Sisipkan Pilot Tambah Zero
38 BDS siskom modern
Tanggapan Frekuensi Kanal Lintasan-Jamak
Dengan pesat simbol = 1/T Msps, H(f) perlu dievaluasi pada N titik di sekitar f
c
,
yakni dari f
c
1/(2T) hingga f
c
+ 1/(2T).
f (MHz)
|H(f)|
f
c
f
c
+ 1/(2T) f
c
- 1/(2T)
1/(NT)
N titik (N sub-pembawa)
1/T (MHz)
1 N
39 BDS siskom modern
Estimasi Kanal untuk Menyetel Equalizer
+
V(0)
H(1)
+
V(k)
+
V(.)
H(k) P(1)
P(N)
+
V(.)
+
V(.)
+
V(.)
+
V(K)
H(K)
M
-
Q
A
M

M
a
p
p
e
r
S(1)
S(k)
S(.)
S(K)
P(2)
( ) 1

/ 1 H
( ) .

/ 1 H
( ) k H

/ 1
( ) .

/ 1 H
( ) .

/ 1 H
( ) .

/ 1 H
( ) K H

/ 1
Est.
P(1)
P(2)
P(K)
R
u
n
t
u
n

B
i
t
M
-
Q
A
M

D
e
m
a
p
p
e
r
R
u
n
t
u
n

B
i
t
Qtz.
Qtz.
Qtz.
Qtz.
( ) 1

S
( ) k S

( ) .

S
( ) K S

S(1)
S(k)
S(K)
40 BDS siskom modern
Teknik Antena Jamak Mengenal MIMO
F
r
e
k
u
e
n
s
i

d
a
n
w
a
k
t
u
:

S
A
M
A
P
e
m
i
l
a
h
Tx
1
s
1
Tx
2
Tx
M
Rx
1
Rx
2
Rx
3
Rx
N
P
e
n
g
g
a
b
u
n
g
s
2
s
M
r
1
r
2
r
3
r
N
Tx s
Rx
1
Rx
2
Rx
N
P
e
n
g
g
a
b
u
n
g
s
R
s
s
R
P
e
m
i
l
a
h
Tx
1
s
1
Tx
2
Tx
M
Rx
s
2
s
M
s
s
R
Frekuensi dan
waktu: SAMA
Frekuensi dan
waktu: SAMA
41 BDS siskom modern
SISO (Single Input Single Output)
Tx s Rx r
|
|
.
|

\
|
+ =
o
N
P
B C 1
2
log
P
Masukan Tunggal Keluaran Jamak (Single Input Multiple Output, SIMO)
Masukan Jamak Keluaran Tunggal (Multiple Input Single Output, MISO)
Masukan Jamak Keluaran Jamak (Multiple Input Multiple Output, MIMO)
42 BDS siskom modern
SIMO = peragaman terima (receive diversity)
Tx s
Rx
1
Rx
2
Rx
N
P
e
n
g
g
a
b
u
n
g
r
P
1
, N
o
P
2
, N
o
P
N
, N
o
P
tot
, N
tot
N
tot
= N x No sebanding dengan cacah antena penerima
Jika P
1
= P
2
= = P
N
= P
Jika penggabung sekadar menjumlah P
tot
= N x P sebanding N
SNR
tot
= P
tot
/N
tot
= NP/(NN
o
) = SNR
1 antena
tak ada manfaat
C
tot
= C
1 antena
= B log
2
(1 + SNR
1 antena
)
Jika penggabung cukup cerdik isyarat dijumlah secara koheren
P
tot
sebanding N
2
SNR
tot
= N x SNR
1 antena
ada manfaat
C
tot
= B log
2
(1 + N SNR
1 antena
)
F
r
e
k
u
e
n
s
i

d
a
n
w
a
k
t
u
:

S
A
M
A
43 BDS siskom modern
SIMO = peragaman terima (receive diversity)
Tx s
Rx
1
Rx
2
Rx
N
P
e
n
g
g
a
b
u
n
g
r
P
1
, N
o
P
2
, N
o
P
N
, N
o
P
tot
, N
tot
Jika P
1
, P
2
, tidak semua sama
Penggabung dapat sekadar memilih yang terkuat
Penggabung yang lebih cerdik kombinasikan
Tetap ada untungnya
44 BDS siskom modern
MISO: peragaman pancar
P
e
m
i
l
a
h
Tx
1
s
1
Tx
2
Tx
M
Rx
s
2
s
M
r
s
C
1
C
M
Tx s Rx r
|
|
.
|

\
|
+ =
o
N
P
B C 1
2
log
|
|
.
|

\
|
+
+ =
+ + + =
Intf r
o
N
M
P
MB
M
C C C C
1
2
log
...
2 1
Mana yang lebih besar?
P
P/M
P/M
P/M
Agar interferens kecil?
kearifan pengirim dalam menata simbol
kecerdikan penerima dalam memulihkan
Frekuensi dan
waktu: SAMA
45 BDS siskom modern
MIMO
Masukan Jamak Keluaran Jamak (Multiple Input Multiple Output, MIMO) =
pengiriman dari sebuah titik ke sebuah titik lain melalui gelombang radio
menggunakan beberapa pemancar (multiple input) dan beberapa penerima
(multiple output)
Semua pemancar: frekuensi sama, waktu bersamaan
Simbol-simbol dipilah-pilah untuk dipancarkan secara paralel melalui
beberapa pemancar itu
F
r
e
k
u
e
n
s
i

d
a
n
w
a
k
t
u
:

S
A
M
A
P
e
m
i
l
a
h
Tx
1
s
1
Tx
2
Tx
M
Rx
1
Rx
2
Rx
3
Rx
N
E
s
t
i
m
a
t
o
r

[
W
]
P
e
n
g
g
a
b
u
n
g
s
2
s
M
r
1
r
2
r
3
r
N
s
1e
s
2e
s
Me
s
1R
s
2R
s
MR
D
e
t
e
k
t
o
r
s
s
R
46 BDS siskom modern
Kapasitas Teroretis Shannon
( ) SNR B C C
X SISO
+ = = 1
2
log : SISO
1 1
( ) ( ) SNR N B C C
XN SIMO
+ = = 1
2
log : SIMO
1
|
.
|

\
|
+ = = SNR
M
MB C C
X MISO
1
1
2
log : MISO
1 1
|
.
|

\
|
+ = = SNR
M
N
MB C C
MXN MIMO
1
2
log : MIMO
47 BDS siskom modern
Ilustrasi Pengantar: SISO lewat kabel, nirderau
( ) 1 , 3
s h
Decision
Device
( ) 1 , 3
r = Hs
Penyetel
Nilai w
Penyama
w
s
R
PENGIRIM
KABEL
PENERIMA
s
e
= wr
Dalam praktek, pengirim & penerima tak mengetahui nilai h
Jika sempurna: w = 1/h s
e
= wr = whs = (1/h)hs = s s
r
= s
dijamin tanpa galat
Tak sempurna: s
e
berbeda dengan s, namun s
r
masih dimungkinkan sama
dengan s, asalkan perbedaan masih dalam batas toleransi
masih ada peluang benar
Daya = P
48 BDS siskom modern
Ilustrasi Pengantar: MIMO 2 x 2 lewat kabel, nirderau
Pemilah
Penggabung
s
h
1
s
1
h
2
s
2
w
1
DD
r
1
s
e1
s
R1
w
2
DD
r
2
s
e2
s
R2
s
R
Kabel #1
Kabel #2
Setel
Setel
Daya pancar dibagi dua P/2
Tak-ada interferens (cakap-silang) antar jalur penyetelan w
1
dan w
2
dapat
dilaksanakan saling tak-gayut
Daya = P/2
Daya = P/2
49 BDS siskom modern
Ilustrasi Pengantar: lewat kabel, berderau
s Rx s
R
Daya = P
+
Derau
berdaya N
o
Tx
|
|
.
|

\
|
+ =
o
N
P
B C 1
2
log
Rx1
P/2
+
N
o
Tx1
|
|
.
|

\
|
+ =
o
N
P
B C
2
1
2
log
1
s
D
m
x
Rx2
P/2
+
N
o
Tx2
|
|
.
|

\
|
+ =
o
N
P
B C
2
1
2
log
2
M
u
x
s
R1
s
R
s
R2
s
1
s
R
|
|
.
|

\
|
+ = + =
o
N
P
B C C C
2
1
2
log 2
2 1
50 BDS siskom modern
Ilustrasi Pengantar: MIMO 2 x 2 lewat udara, nirderau
(
(

(
(

=
(
(

(
(

(
(

=
(
(

2
1
22 21
12 11
2
1

2
1
22 21
12 11
2
1
r
r
w w
w w
e
s
e
s
s
s
h h
h h
r
r
s
1 r
1
DD
s
2
r
2
DD
h
11
+
h
22
+
h
21
h
12
D
m
x
s
M
u
x
D
e
t
e
k
s
i
/
E
s
t
i
m
a
s
i

(
w
)
WHS
e
S HS R = =
s
e1
s
R1
s
R
s
e2
s
R2
Jika penerima mengetahui H penerima dapat menyusun Wagar WH = I
WHS = IS = S terpulihkan sempurna
M = N W = H
-1
M N W = (H
T
H)
-1
H
T
; dengan H
T
adalah konjugat transpos
51 BDS siskom modern
MIMO 2 x 2, berderau
Frekuensi dan
waktu: SAMA
Tx
1
Tx
2
Demux S
T
S
T1
S
T2
Rx
1
Rx
2
R
1
R
2
P
e
n
y
a
m
a
S
e1
Mux
DD
S
R1
DD
S
R2
S
R
S
e2
H
11
H
21
H
12
H
22
S
T1
S
T2
+
+
W
11
W
12
W
21
W
22
+
+
S
e1
S
e2
R
1
R
2
V
1
V
2
52 BDS siskom modern
MIMO: Model Umum
Kanal [H]
[R]
Det [W] [S] +
Derau [V]
P
e
m
i
l
a
h
R
u
n
t
u
n

S
i
m
b
o
l
Tx
1
s
1
Tx
2
Tx
M
Rx
1
Rx
2
Rx
3
Rx
N
E
s
t
i
m
a
t
o
r

[
W
]
P
e
n
g
g
a
b
u
n
g
R
u
n
t
u
n

S
i
m
b
o
l
s
2
s
M
r
1
r
2
r
3
r
N
s
1e
s
2e
s
Me
s
1R
s
2R
s
MR
[S
e
]
[S
R
]
D
e
t
e
k
t
o
r
S
e
= WR = W [HS + V] = WHS + WV kecerdikan menemukan W
S
R
= f
Det
(S
e
) kecerdikan memulihkan S
R
dari S
e
53 BDS siskom modern
Keberhasilan MIMO dan Algoritma Deteksi
Kemanfaatan MIMO untuk meningkatkan kapasitas tergantung pada:
Kecerdikan pengirim dalam menata simbol-simbol agar efek
interferensnya setibanya di penerima menjadi minimal
Keberhasilan mengestimasi kanal H (= kesesuaian penyama W)
Kecerdikan penerima memulihkan menjadi simbol
Contoh algoritma deteksi
Zero Forcing (ZF): S
e
= WR S
R
= Quantisasi(S
e
)
Algoritma V-Blast (mirip MUD SIC): ZF secara rekursif, dari yang kuat
Rekursi 1:
Temukan pemancar terkuat (berdasar norm ) misal Tx1
Estimasikan simbol dari pemancar terkuat itu misal s1
Rekonstruksikan (artifisialkan) vektor isyarat terima [r] dengan
seolah-olah tanpa ada Tx1
[r] baru = [r] lama [pengaruh Tx1] [r] = [r] baru
Rekursi 2: ulangi
dst
54 BDS siskom modern