Anda di halaman 1dari 2

PENGORBANAN AYAH

Ayah adalah sesosok laki-laki yang patut untuk dikagumi sifat, sikap dan perbuatannya. Ayah memiliki tanggungjawab besar untuk keluarga dan kasih sayangnya tidak perlu diragukan karena setara dan mungkin lebih besar. Seperti kata orang, ibu memiliki kasih sayang yang besar pada anak karena ibu yang melahirkan dan mengasuh anak. Tapi, kasih sayang ayah jauh lebih besar. Fitrah ayah yang tak mampu seperti ibu yang dapat melahirkan, kasih sayang ayah akan lebih besar dan dalam. Karena adakalanya ayah iri melihat anak-anak lebih dekat dengan ibunya. Oleh karena itu, semaksimal mungkin ayah akan memenuhi permintaan dan kebutuhan keluarga terutama untuk anak-anaknya. Kebahagiaan anggota keluarga dalah kebahagiaan dirinya. Itulah gambaran seorang ayah. Sifat ayah pada dasarnya adalah mengayomi, bertanggungjawab dan berusaha membuat anggota keluarga senang dan bahagia. Pendidikan, pengetahuan dan pendapatan yang rendah tidak akan menghalangi munculnya sifat alami tersebut pada sosok ayah. Mungkin ayah pernah marah atau memukul anak-anaknya, tapi percayalah bahwa hal tersebut bentuk kasih sayangnya. Ayah berharap anak-anaknya menjadi seorang manusia yang tidak rapuh, tidak nakal/menyalahi aturan, kuat, bertanggungjawab dan menjadi manusia yang mandiri dalam menjalani proses kehidupan yang panjang dan berliku. Proses tersebut membutuhkan banyak bekal diantaranya sifat-sifat yang diajarkan ayah sewaktu kecil dengan memarahi, memukul atau memberi kasih sayang. Untuk menjalani kehidupan tidak akan semudah dalam bayangan seperti dalam dongeng/cerita peri, bim salabim langsung jadi. Semua pekerjaan dan pilihan hidup membutuhkan keyakinan dan usaha. Hal tersebutlah yang ingin diajarkan ayah pada anak-anaknya. Ayah memiliki tanggungjawab yang besar dalam mendidik anak. Namun, selain itu beliau juga memiliki tanggungjawab untuk memberi nafkah pada keluarga. Seberapa capek dan keringat bercucuran beliau tetap bekerja. Walaupun tulang mulai merapuh, kulit mengeriput, nafas tidak lagi kuat beliau tetap berjalan tegak mencari nafkah untuk keluarga.

Cerita : Hari ini tanggal 29/12/2011 kakak perempuan ayah menikahkan anaknya dan nanggap ketoprak salah satu pertunjukan kesenian Jawa. Tapi, ayah tetap pergi mencari nafkah ke laut. Mungkin waktu itu beliau melalui sebuah proses yang panjang untuk berfikir, harus memilih mendatangi hajatan atau pergi mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan. waktu itu aku pasti sangat bingung mau memilih yang mana. Tapi, ayah dengan tenang memilih hal tersebut. Walaupun ibu menyuruh untuk tidak usah pergi ke laut dan mendatangi acara hajatan, tapi beliau kekeh dengan keputusan tersebut. Sungguh besar pengorbanan dan tanggungjawab beliau untuk keluarga. Beliau pergi dengan harapan mencari uang untuk kebutuhan, cukup ataupun tidak yang penting berusaha dulu daripada hutang. Saya sebagai seorang anak terharu dan bahagia. Karena hari ini saya merasakan perjuangan seorang ayah. Saat beliau melihat kekurangan dalam hal keuangan, beliau berusaha mencukupi

kebutuhan keluarga bagaimanapun keadaannya dan pergi meninggalkan keluarga untuk mencari nafkah.

Doaku pada ALLAH


Ya, Allah berikan kebahagiaan dan ketentraman pada ayah hamba. Saya memohon engkau memberikan rezeki yang halal dan barokah lagi cukup. Sudah berapa banyak peluh yang telah ayah cucurkan, tapi beliau tidak pernah mengeluh. Walaupun sudah memasuki usia di atas 50, beliau tidak pernah menyerah untuk bekerja dan mencari nafkah, semata-mata untuk beribadah kepada Engkau ya ALLAH. Hambamu berdoa semoga engkau (ALLAH SWT) memberikan jalan yang benar, lurus kepada ayah dan ibu hamba. Ampuni dosa-dosanya, dan berikan hidayah pada keduanya bila mereka dalam keadaan yang miring. Izinkan orang tua saya berjalan lurus dan beribadah sesuai dengan akidah dan syariat-Mu. Bimbinglah kedua orang tua hamba ke jalan engkau ridhoi dan jadikanlah keduanya orang-orang yang akan masuk surga. Amin ya Rabbal Alamin....