Anda di halaman 1dari 9

I .

Pendahuluan

1.1 Latar Belakang


Dalam hubungan antara dokter dengan pasien diperlukan adanya suatu komunikasi sehingga dapat menghindari adanya misrepresentasi antara dokter dengan pasien. Seorang dokter haruslah bisa berkomunikasi dua arah dengan baik dengan pasiennya dalam arti bukan dokter atau pasien saja yang menjadi pembicara aktif. Selain itu dokter juga harus dapat berempati dalam menangani pasiennya sehingga pasien merasa diperhatikan. Dalam hal ini dokter melakukan sambung rasa dengan pasien dengan mencoba menempatkan dirinya sebagai pasien.

1.2 Tujuan
Tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk mengetahui contoh dari komunikasi interpersonal serta komunikasi efektif dan tidak efektif.

II. Pembahasan
2.1 Komunikasi
Komunikasi adalah suatu kegiatan penyampaian atau pertukaran pesan atau informasi melalui pembicaraa, tulisan, ataupun perilaku (verbal maupun non verbal) antara dua orang atau lebih tentang kebutuhan, keinginan, persepsi, dan pengetahuan. 2.1.1 Komunikasi Intrapersonal Komunikasi intrapersonal adalah komunikasi dengan diri sendiri baik disadari atau tidak. Pribadi bertindak sekaligus sebagai komunikator dan komunikan. Komunikasi ini merupakan landasan bagi komunikasi antar pribadi atau komunikasi-komunikasi lainnya. Contoh : berpikir, merenung . 2.1.2 Komunikasi Interpersonal Komunikasi Interpersonal adalah proses pengiriman dan penerimaan pesan-pesan antar dua orang atau lebih dengan mendapat umpan balik secara spontan atau aktivitas yang dilakukan setiap hari dengan orang dekat maupun dengan orang yang baru kita kenal. Komunikasi ini bertujuan agar komunikator dan komunikan mencapai pengertian bersamadan tercipta saling menghormati karena setiap pelaku wajib, berhak untuk dihargai dan dihormati. Sekalipun demikian derajat keakraban diantara mereka bisa berbeda.

2.1.2.1 Komunikasi Efektif Komunikasi efektif adalah proses pengiriman dan penerimaan pesan-pesan antara dua orang atau diantara sekelompok kecil orang-orang dengan beberapa efek dan beberapa umpan balik secara spontan.Umumnya komunikasi jenis ini berlangsung secara dialogis. Individu yang terlibat dalam komunikasi ini berfungsi ganda baik sebagai pengirim maupun penerima secara bergantian.

Komunikasi yang efektif dapat dicapai dengan memperhatikan derajat ketepatan yang tinggi. 2 3 4 Evertt M Rogers : faktor Homiphily & Heterophily sangat berpengaruh untuk menentukan tingkat kesamaan atau ketidaksamaan pada komunikator dan Komunikan. Homophyli adalah : gambaran komunikator dan komunikan yang memiliki kesamaan sifat seperti : kepercayaan, nilai, pendidikan, status sosial dll. Heterophyli gambaran Komunikator dan komunikan yang memiliki perbedaan sifat : kepercayaan, nilai, pendidikan, status sosial memiliki keperbedaan sifat, status sosial dll ) 5 Faktor homiphyli : ketertarikan komunikan dan komunikator pada hal-hal yang sama, tempat tinggal, kelompok yang sama. Dengan demikian komunikasi itu efektif apabila komunikator dan komunikan berada pada keadaan homiphyli. Faktor-faktor komunikasi efektif : Keterbukaan Keterbukaan dapat berarti: 1. Menerima pesan secara objektif; 2. berorientasi pada isi, 3. mencari informasi dari berbagai sumber, 4. lebih bersifat profesional dan bersedia Empati Empati adalah kemampuan seseorang untuk memproyeksikan dirinya kepada peranan orang lain atau kemampuan seseorang untuk mengetahui apa yang sedang dialami oleh orang lain pada suatu saat tertentu dalam sudut pandang orang lain. Sedangkan berempati berarti memahami motivasi, pengalaman, perasaan dan sikap, harapan dan keinginan orang lain mengubah kepercayaannya.

Mendengar aktif

Dalam komunikasi dokter pasien proses mendengar aktif sangatlah diperlukan agar lawan bicara (pasien) akan lebih mudah dalam menyampaikan informasi dan informasi dalam bentuk instruksi, umpan balik akan lebih jelas diterima Sikap Positif Bersikap positif dapat berarti bersikap positif terhadap diri sendiri, yaitu mampu membagikan pemikiran, perasaannya dan perilaku kepada orang lain serta menjadi dorongan untuk memberi pujian dan penghargaan kepada orang lain. Selain itu bersikap postif dapat berarti mendukung citra pribadi sehingga merasa lebih baik. Kesetaraan Kesetaraan memampukan seseorang untuk bekerja bersama orang lain memecahkan masalah. Dalam hal ini komunikator dan komunikan merasa bernilai dan berharga, sehingga dapat saling menyumbangkan ide, pengalaman dll. Kesetaraan juga berarti memperlakukan orang lain secara demokratis ( menghargai pendapat orang lain). Mendukung Mendukung berperan dalam menumbuhkan motivasi dan kegairahan orang lain. Misalnya dosen menghargai pemikiran mahasiswa yang menimbulkan dorongan dan kegairahan seorang mahasiswa untuk meningkatkan prestasi belajar. Ekspresi yang tepat Seperti yang kita tahu, ekspresi adalah bentuk komunikasi non verbal. Oleh Karen itu ekspresi yang tepat bertujuan untuk menciptakan komunikasi semakin menarik dan mendapat perhatian. Hal ini dapat menyebabkan komunikator dan komunikan memiliki tingkat emosional yang setara. Komunikator mengekspresikan pesannya sesuai dengan konteks ( situasi, isi pesan, waktu, psikologis dll ). Berorientasi pada orang lain 4

Komunikasi selalu berupaya mempengaruhi orang lain supaya terjadi transformasi perilaku, keyakinan, dan pemahaman. Dalam berkomunikasi hendaknya memberikan perhatian penuh bagi orang lain dan tidak memaksakan kehendak diri sendiri serta menghindari sikap individualistis. 2.1.2.2 Komunikasi Tidak Efektif Faktor-faktor dari komunikasi tidak efektif: Tidak empati Dalam komunikasi yang terjadi pada dokter pasien terkadang dokter terkesan tidak empati dalam menanggapi keluhan pasien. Factor ini bisa diakibatkan karena banyaknya pasien dokter tersebut. Memvonis Dalam komunikasi dokter pasien, dokter tidak boleh memvonis pasiennya. Sebagai conoh dokter tersebut memvonis umur pasien tersebut. Menghakimi Menghakimi dapat bermacam-macam seperti pada komunikasi dokter pasien, seoran dokter mendapatkan pasien HIV dan dokter tersebut memarahi pasiennya karena sikap hidupnya yang tidak sehat sehingga menyebabkan pasien tersebut terinveksi HIV. Simpati Simpati dapat berarti seseorang merasakan dan ikut terbawa emosi dengan orang yang berbicara dengannya. Dalam hubungan professional dokter pasien hal ini tidak dianjurkan karena akan menyebabkan komunikasi menjadi tidak efektif. Memandang SARA Terkadang status sosial ataupun SARA menjadi hal yang membuat seseorang membedakan perlakuannya kepada orang lain. Dalam komunikasi hal ini akan menyebabkan suatu komunikasi menjadi tidak lancar.

2.1.3

Komunikasi Kelompok 5

Kelompok adalah sekumpulan orang yang mempunyai tujuan bersama, yang berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama. Contohnya: kelompok keluarga, tetangga, belajar dll. Komunikasi kelompok biasanya merujuk pada komunikasi yang dilakukan oleh kelompok kecil tersebut. Komunikasi kelompok yang paling efektif adalah antara 10-20 orang. 2.1.4 Komunikasi Publik

Komunikasi publik adalah komunikasi antara seorang pembicara dengan sejumlah besar orang yang tidak bisa dikenali satu per satu. Umumnya komunikasi ini berlangsung lebih formal, sebab harus disiapkan pesan yang cermat, keberanian dan kemampuan menghadapi sejumlah besar orang. Daya tarik fisik pembicara menjadi penting untuk menetukan efektifitas pesan. Dalam komunikasi ini pendengar cendrung pasif karena umpan balik yang diberikan terbatas. Biasanya tempat dilakukan komunikasi publik adalah di auditorium, tempat ibadah atau tempat lainnya yang dihadiri sejumlah besar orang. 2.1.5 Komunikasi Massa

Komunikasi massa adalah komunikasi yang menggunakan media massa. Umumnya komunikasi jenis ini dikelola oleh suatu lembaga. Komunikasi massa ditujukan kepada sejumlah besar orang yang tersebar dibanyak tempat, anonim dan heterogen. Pesan-pesan yang terdapat dalam komunikasi massa biasanya bersifat umum dan disampaikan secara cepat, serentak, dan selintas

2.2.1 Komunikasi Horizontal-Vertikal


Komunikasi horizontal yakni komunikasi antar pribadi yang banyak memiliki kesamaan (tingkat pendidikan, profesi, agama, hobi ideologi) memiliki derajat keakraban yang berbeda dengan komunikasi vertical. Komunikasi horizontal memiliki tingkat keakraban lebih tinggin sedangkan komunikasi vertical memiliki tingkat keakraban yang relatif rendah misalnya dosen dan mahasiswa, direktur dan karyawan, rector dan mahasiswa.

5 tahapan Pembentukan hubungan dalam komunikasi Openning ( pembukaan), komunikasi biasa dimulai dengan memberi salam baik secara verbal maupun non verbal. Feedfowerd ( ide percakapan) setelah memberi salam, percakapan dilanjutkan dengan memberikan usulan umum tentang topik yang akan dibahas. Bussines ( isi utama komunikasi) bagian inti dari komunikasi, sangat panjang dan memiliki tujuan. Feedback ( umpan balik) memberikan respons atas ide dan isi pembicaraan biasanya menghasilkan respons yang berkembang dengan menyetujui isi pembicaraan. Clossing ( penutup, menutup pembicaraan dengan memberikan salam, baik secara verbal maupun non verbal.

III. Penutup
7

Dalam komunikasi diperlukan adanya suatu proses komunikasi efektif agar komunikasi dapat berjalan lancar serta menghindari adanya misrepresentasi. Dalam komunikasi dolter pasien diperlukan terbuka, empati, setara, ekspresi yang tepat, mendukung, mendengar aktif, dan beroriantasi dengan orang lain agar komunikasi menjadi efektif. Jadi komunikasi sangatlah diperlukan oleh dokter dalam prakteknya sehari-hari agar antara dokter pasien dapat terjalin hubungan yang harmonis.

Daftar Pustaka
8

1. Komunikasi nonverbal Verderber, Rudolph F.; Kathleen S. Verderber (2005). "Chapter 4: Communicating through Nonverbal Behaviour", Communicate!, edisi ke-11, Wadsworth. 2. Komunikasi Larry Gonick, Kartun (non) Komunikasi, guna dan salah guna informasi dalam dunia modern. Kepustakaan Populer Gramedia, Juli 2007. (diterjemahkan dari Guide to (non) Communication HarperClollins Publisher, Inc copyright 1993. 3. Komunikasi efektif http://www.kapanlagi.com/a/membangun-komunikasi-efektif.html 4. Komunikasi Vertikal Horizontal http://adln.lib.unair.ac.id/files/disk1/11/gdlhub-gdl-s2-2006-indrawati-540-tka18_0k.pdf 5. Komunikasi efektif www.pdf-search-engine.com/komunikasi-efektif-pdf.html