Anda di halaman 1dari 29

Biaya Produksi

Biaya Produksi
Kewajiban yang harus dipenuhi oleh perusahaan untuk dapat mengubah input yang berupa material, menjadi suatu produk yang memiliki nilai.

Urgensi Biaya Produksi

Menciptakan keunggulan Kompetitif Proporsi biaya 70 90 % dari total biaya keseluruhan Sumber daya produksi utama Input strategi manajemen Indikator kemajuan suatu aktivitas usaha Motor penggerak aktivitas proses Efektivitas peningkatan provit

Presentase Biaya Produksi Terhadap Biaya Total Penjualan

Pilihan Strategi Peningkatan Keuntungan

Meningkatkan penerimaan penjualan sebesar 50 % Mereduksi Biaya keuangan sebesar 50 % Reduksi biaya produksi 20 %

Pilihan Strategik Meningkatkan Keuntungan

Continuous Cost Reduction Improvement Effect


Keunggulan kompetitif biaya dalam Industri Baja ( 1976 )

Biaya Produksi

Biaya Produksi :
Biaya Produksi Jangka Pendek (short run

Production cost) Biaya Produksi Jangka Panjang (long run Production cost)

Dalam Jangka Panjang (the long run) semua input menjadi variabel, sehingga biaya tetap menjadi biaya variabel.

Biaya Produksi Jangka Pendek

Biaya Tetap ( Fixed Cost ) Biaya tidak tetap ( Variabel Cost )

Fixed Cost
Dikeluarkan untuk pembayaran input tetap Pada Proses Produksi jangka pendek Tidak tergantung pada kuantitas output yang

diproduksi Jumlah total Fixed Cost TFC Average Fixed Cost ( AFC)

Contoh Fixed Cost

Tenaga kerja tak langsung Listrik kantor dan pabrik PAM Bahan Bakar Asuransi PBB & Telepon Maintenance Depresiasi Beban administrasi Beban Pemasaran & beban bunga

Variable Cost

Dikeluarkan untuk pembayaran input tidak tetap Pada Proses Produksi jangka pendek & panjang Tergantung pada kuantitas output yang diproduksi Jumlah total Variable Cost TVC Average Variable Cost ( AVC)

Contoh Variable Cost


Bahan

langsung Bahan tak langsung Tenaga kerja langsung Ongkos Material Handling Pengiriman Pajak Penghasilan Pajak pertambahan Nilai Listrik Mesin

Biaya Total Produksi Jangka Pendek

Biaya total produksi jangka pendek dinotasikan sebagai Biaya total ( Total Cost = TC ) Total Fixed Cost ( TFC )
Jumlah total biaya tetap

Total Variable Cost ( TVC )


Jumlah total biaya Variabel

TC = TFC + TVC

Biaya Rata-rata ( Average Cost )

Biaya tetap rata-rata ( Average Fixed Cost = AFC)


pembagian antara biaya tetap total

AFC = TFC / Q

(TFC) dan kuantitas output yang diproduksi (Q).

Biaya variabel rata-rata ( Average Variable Cost = AVC )


pembagian antara biaya variabel total

(TVC) dan kuantitas output yang diproduksi (Q)

AVC = TVC / Q

Biaya total rata-rata (average total cost)

Biaya total rata-rata adalah biaya yang harus dikeluarkan untuk memproduksi satu unit output. Besarnya biaya total rata-rata adalah biaya total dibagi jumlah output. Karena dalam jangka pendek TC = FC + VC, maka biaya total rata-rata (average total cost) sama dengan biaya tetap rata-rata (average fixed cost) ditambah biaya variabel rata-rata (average variable cost).
ATC = AFC / AVC atau ATC = ( TFC + TVC ) / Q

biaya marjinal jangka pendek (shortrun marginal cost)

biaya marjinal jangka pendek (short-run marginal cost) didefinisikan sebagai perubahan dalam salah satu biaya variabel total atau biaya total per unit perubahan output

SMC = TFC / Q
Atau

SMC = TVC / Q

Perhitungan Biaya produksi Jangka Pendek

Kurva Biaya Produksi Jangka Pendek


Biaya tetap (TFC) tidak tergantung pada kuantitas output (Q), sedangkan biaya variabel (TVC) tergantung pada kuantitas output (Q).

Kurva AFC menurun secara kontinu sampai mendekati garis horisontal secara asimptotik. Kurva AVC mula-mula menurun, mencapai minimum pada kuantitas output Q2 dan kemudian meningkat. Kurva ATC mula-mula menurun, mencapai minimum pada kuantitas output Q3 dan kemudian meningkat. Kurva SMC mula-mula menurun, mencapai minimum dan kemudian meningkat. Jika SMC < AVC, maka AVC menurun, jika SMC >AVC, maka AVC menaik,dan jika SMC = AVG, maka AVC minimum. Jika SMC < ATC, maka ATC menurun, jika SMC > ATC, maka ATC menaik, dan jika SMC = ATC, maka ATC minimum.

Biaya Produksi Jangka Panjang (Long-Run Production Cost)

dalam produksi jangka panjang semua input diperlakukan sebagai input variabeljadi tidak ada input tetapmaka dalam konsep biaya jangka panjang semua biaya dianggap sebagai biaya variabel (variable costs), tidak ada biaya tetap. Konsep biaya jangka panjang diperlukan oleh manajer untuk menentukan skala operasi dan suatu perusahaan. biaya jangka panjang diturunkan dari jalur perluasan jangka panjang (long-run expansion path).

Misalkan perusahaan mula-mula menggunakan kombinasi input K dan L yang optimum yaitu: K = 7 dan L = 10 untuk memproduksi output sebesar Q = 100 unit. Harga dan setiap input modal dan tenaga kerja, masing-masing adalah sebesar: r = $10 per unit modal, dan w = $5 per unit tenaga kerja.

Jalur perluasan jangka panjang (long-run expansion path).

pada tingkat produksi Q = 100 unit, biaya total jangka panjang (long-run total cost), LTC = rK + wL = ($10)(7) + ($5)(10)= $120.
Biaya rata-rata jangka panjang (long-run average cost), LAC, dan biaya marjinal jangka panjang (long-run marginal cost), LMC.

biaya rata-rata jangka panjang (LAC) dan biaya marjinal jangka panjang (LMC) pada tingkat output 200 unit

Bentuk Umum Kurva LMC dan LAC


biaya marjinal jangka panjang (LMC) mula-mula menurun, mencapai minimum pada tingkat produksi Q kemudian meningkat. Biaya rata-rata jangka panjang (LAG) juga mula-mula menurun, mencapai minimum pada tingkat produksi Q kemudian meningkat. Apabila kurva LMC terletak di bawah kurva LAC (LMC < LAC), kurva LAC akan menurun; apabila kurva LMC terletak di atas kurva LAC (LMC> LAC), kurva LAC akan menaik. Apabila LAC mencapai minimum, kurva LMC berpotongan dengan kurva LAC (LMC = LAC).

Analisis biaya jangka panjang

Analisis biaya jangka panjang sangat penting untuk mengetahui apakah suatu perusahaan beroperasi pada skala usaha yang ekonomis (economies of scale) atau tidak ekonomis (dis-economies of scale). Skala usaha ekonomis (economies of scale) terjadi apabila perluasan usaha atau peningkatan output akan menurunkan biaya rata-rata jangka panjang (LAC). Skala usaha tidak ekonomis (dis-economies of scale) terjadi apabila perluasan usaha atau peningkatan output akan meningkatkan biaya rata-rata jangka panjang (LAC).

Kurva LMC dan LAC


Kurva LAC minimum di A, kemudian naik lagi Gerak menurun karena efisiensi skala produksi Setelah titik A (naik) tidak efisien skala produksinya,karena penambahan jumlah output menaikkan biaya produksi

Lingkup usaha yang ekonomis (economies of scope).

suatu diversifikasi usaha ekonomis yang ditandai oleh biaya produksi total bersama (joint total production cost) dalam memproduksi dua atau lebih jenis produk se-cara bersama adalah lebih kecil daripada penjumlahan biaya produksi dari masingmasing jenis produk itu apabila diproduksi secara terpisah. lingkup usaha ekonomis (economies of scope) terjadi apabila: C(X,Y) < C(X) + C(Y), DE = derajat ekonomis diukur melalui: DE = {C(X) + C(Y) - C(X,Y)} / C(X,Y)} Semakin rendah biaya produksi total bersama, C(X,Y), maka semakin tinggi derajat ekonomis (DE)

Lingkup usaha tidak ekonomis (dis economies of scope)

Lingkup usaha tidak ekonomis (dis economies of scope) dapat didefinisikan sebagai suatu diversifikasi usaha yang tidak ekonomis, di mana biaya produksi total bersama (joint total production cost) dalam memproduksi dua atau lebih jenis produk secara bersama adalah lebih besar daripada penjumlahan biaya produksi dan masing-masing jenis produk itu apabila diproduksi secara terpisah.

Kurva Biaya Jangka Panjang dan Kurva Biaya Jangka Pendek

Terima kasih