Anda di halaman 1dari 37

Sulit Konsentrasi, Mungkinkah karena Gangguan Syetan

Publikasi: 07/02/2005 11:16 WIB Assalamu 'alaikum Wr. Wb. Alhamdulillah,wash shalatu was salamu 'ala rasulillah. Ustadz, saya ingin bertanya. Seorang adik perempuan saya menderita insomnia yang katanya telah ia derita selama 4 tahun lebih. Ia lulusan satu pesantren di Jawa Timur. Alhamdulillah ia tamat hingga Aliyah dari sana. Adik saya sering merasa konsentrasinya hilang. Beberapa kali ia gagal meneruskan studi (padahal prestasi akademiknya cukup bagus, ia rangking di kelasnya) karena setelah ia mendaftar, sudah bayar uang gedung dan lain-lain, ia selalu merasa pusing, sekujur tubuh terasa sakit semua katanya. Saya curiga bahwa ada syetan yang mengganggu adik saya itu. Mungkin ustadz dapat memberikan saran dari ayat-ayat al-Qur'an serta bagaimana cara melakukan ruqyah untuk diri sendiri. Atas jawaban ustadz, saya ucapkan jazakumullahu khairan katsiran. Wassalamu 'alaikum Wr Wb Achmad Suryansyah S Jawaban : Wa 'alaikum salaam Wr. Wb. Bismillah walhamdulillah washsholatu wassalamu ala rasulillah. Saudara Achmad Suryansyah yang sedang dicoba oleh Allah. Tentu saudara harus berbesar hati dan membesarkan hati adik saudara tentang cobaan ini. Karena sesungguhnya jika Allah mencintai suatu kaum maka Allah akan mencobanya. Adapun tentang gangguan yang dirasakan adik saudara, lebih baik saudara juga membawanya ke medis atau psikiater untuk mengetahui adakah gangguan medis atau psikologis pada adik saudara. Selain itu, ruqyahlah adik saudara. Kasus yang adik saudara derita seperti sulit konsentrasi, sering pusing, sekujur badan sakit semua, ada kemungkinan syetan mengganggunya. Seperti yang dinyatakan dalam al-Qur'an sendiri tentang ungkapan murid Nabi Musa kepada Nabi Musa, "...Dan tidaklah yang melupakan aku untuk menceritakannya kecuali syetan." (QS. al-Kahfi: 63). Jadi, sulit konsentrasi, sering lupa dan sejenisnya adalah merupakan salah satu ulah syetan.

Untuk itulah masih dalam surat al-Kahfi Allah memberikan solusi untuk kasus ini, "Dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa." (QS. al-Kahfi: 24). Jadi dzikrullah adalah merupakan solusi karena syetan yang telah mengganggu akan terusir dengan dzikir. Dan ruqyah adalah merupakan solusi nabawi dengan membacakan ayat-ayat dan doa-doa dari nabi dengan cara yang juga telah diajarkan oleh nabi. Dan dengan izin Allah, maka sulit konsentrasi, pusing berat dan sakit di seluruh tubuh adik saudara bisa hilang dengan ruqyah ini. Ruqyah Majalah Ghoib pernah menyelesaikan kasus orang yang tidak bisa tidur selama dua bulan. Usahanya ke dokter spesialis berkali-kali ternyata tidak sembuh dan Alhamdulillah dengan ruqyah, Allah memberi kesembuhan. Saudara Achmad bisa meruqyah adik saudara sendiri. Adapun ayat dan doa apa saja yang dibaca dan caranya bagaimana, saya kira lebih mudahnya saudara bisa menghubungi kantor Majalah Ghoib untuk membeli kaset dan buku penjelasan tentang ruqyah. Dan silakan mencoba meruqyah adik saudara semoga Allah segera memberikan kesembuhan dan solusi terbaik bagi saudara dan adik. Wallahu A'lam Wassalaamu 'alaikum Wr. Wb Budi Anshari

Mengembalikan Ibu yang Terkena Sihir


Publikasi: 08/02/2005 09:19 WIB Assalaamu 'alaikum Wr. Wb. Saya mau bertanya ustadz mengenai ibu saya yang terkena sihir (kejadian ini terjadi sekitar tahun 1998) akibatnya keluarga kami bercerai. Ketika ibu saya menyatakan bercerai dari ayah, kakak saya marah dan ternyata dipicu oleh orang ketiga yang senang kepada ibu saya, kemudian kakak saya mendatangi orang tersebut dan akan melabraknya, namun herannya kakak saya tidak bisa marah (seperti disirep) ternyata orang ini memiliki ilmu hitam alias disihir. Yang didapatkan dari kakak saya, ketika ibu saya tidur dia harus mengambil beberapa helai rambut ibu untuk dibakar dan dikubur dihalaman rumah, agar membuat ibu saya tidak bercerai dengan ayah. Kenyataannya perceraian tetap terjadi. Selama bercerai, ibu saya terlihat makin tidak wajar dan aneh (seperti dandanannya), jauh sama ayah dan anak-anaknya meski ibu tetap ingat dan sayang sama anak-anaknya. Ibu pernah diobati oleh Ayah dan saudara kami dengan mendatangi salah seorang kyai di kota Solo. Ternyata, dalam proses pengobatan tersebut dari kepala ibu keluar banyak tanah. Katanya dari tanah tersebut berasal dari tanah kuburan janda Nyi Ronggeng. Ibu sepertinya belum sembuh benar karena kenyataannya masih ada sisa benda sihir di kepalanya atau di beberapa bagian tubuhnya. Kalaupun itu harus diambil sampai benar-

benar bersih maka maka dampaknya akan fatal, mengakibatkan kematian. Kami sangat prihatin sekali dengan kejadian yang kami alami kala itu. Namun alhamdulilah ustadz ibu sampai saat ini masih dilindungi oleh Allah SWT. Beliau sehat, sudah mau mengaji dan sholat. Dulu ketika belum diobati sama sekali tidak. Ustadz, yang ingin saya tanyakan adalah, bagaimana apabila ibu masih dalam keadaan seperti itu, masih ada sisa benda sihir di kepalanya dan sampai saat ini dan masih membenci ayah walau kami sekeluarga sampai saudara-saudara membujuknya untuk tidak bersikap demikian? Kakak baru menceritakan hal itu setelah tiga tahun kemudian, mungkin kakak merasa takut dan merasa bersalah. Apa yang kakak lakukan maksudnya baik tapi ternyata jadi naif karena waktu kejadian tersebut juga rumah kami telah dijual. Bagaimana Ustadz apa yang harus saya lakukan mengenai masalah ini. Tolong bantuannya. Jazzakalah Khair Wassalamu 'alaikum Wr. Wb Enggo - Bumi Allah Jawaban : Wa 'alaikumsalaam Wr. Wb Bismillah walhamdulillah washsholatu wassalamu ala rasulillah. Saudara Enggo yang sabar, saya turut prihatin terhadap masalah yang mendera keluarga saudara dan saya berdoa semoga Allah segera memberikan solusi terbaik untuk saudara sekeluarga. Perceraian terkadang disebabkan oleh perselisihan murni atau ketidaksepahaman antar pasangan suami istri. Tetapi memang ada kasus-kasus perceraian yang terjadi disebabkan oleh sihir. Dan kami, di ruqyah Majalah Ghoib juga pernah menangani kasus perceraian yang disebabkan oleh sihir sebagaimana yang kami muat dalam rubrik kesaksian di majalah. Dan Alhamdulillah setelah diruqyah bisa ruju' kembali. Dari kasus yang saudara ceritakan, kemungkinan besar ibu saudara cerai memang karena sihir. Dengan indikasi kakak saudara yang tiba-tiba tidak bisa berkata apa-apa di hadapan orang ketiga, padahal awalnya ingin melabraknya. Hal ini diperkuat dengan harus diambilnya beberapa helai rambut ibu untuk dibakar atau dikubur. Dalih awalnya untuk menjaga ibu agar tidak jadi bercerai, tetapi sesungguhnya itu adalah sihir mainan syetan. Nabi sendiri pernah disihir juga dengan media rambut beliau dan patahan gigi sisir yang diletakkan dalam sumur tua ditindih batu.

Adapun pengobatan yang dilakukan oleh seorang kyai ada catatan yang harus diperhatikan. Keluarnya tanah yang dikatakannya sebagai tanah kuburan Nyi Ronggeng, adalah suatu hal yang tidak bisa dipastikan. Karena tidak ada yang tahu tanah itu dari mana. Bisa jadi keluar dari kepala ibu atau mainan jin untuk membesar-besarkan masalah. Dan juga belum tentu tanah itu tanah kuburan apalagi spesifik telah disebut kuburan Nyi Ronggeng. Kepastian yang diberikan bapak kyai justru mengundang tanda tanya, dari mana dia mendapatkan kepastian itu. Karena biasanya berita seperti itu sumbernya adalah jin juga. Apalagi jika dinyatakan bahwa ibu saudara akan mati jika sisa benda sihir di kepalanya diambil. Pernyataan ini jelas sangat salah. Karena sihir apa pun harus dihilangkan dengan ayat-ayat Allah dan doa yang bukan mengundang bencana tetapi akan memberikan solusi yang tuntas. Maka langkah saudara sekarang adalah sebagai berikut. Siapa saja yang telah melakukan langkah yang salah dalam mencari pengobatan harus segera bertaubat. Kemudian lakukan ruqyah kepada ibu saudara untuk menghilangkan semua pengaruh sihir tanpa sisa. Dengan demikian semoga kebahagiaan kembali memihak keluarga saudara. Wallahu A'lam Wassalaamu 'alaikum Wr. Wb Budi Anshari

Usir Jin dengan Ayat Adzab


Publikasi: 04/02/2005 10:33 WIB Assalamu 'alaikum Wr. Wb Alhamdulillah rabbil aalamin, shalawat dan salam senantiasa kita kirimkan kepada Rasulullah SAW. Teriring salam dan doa. Ustadz, saya mau bertanya tentang cara mengusir jin pada orang yang sedang kesurupan? Apakah benar jika kita mau meruqyah orang yang kesurupan, dianjurkan untuk dibacakan ayat Al-Qur 'an yang menceritakan tentang azab? Sebelumnya ana ucapkan Jazakumullah Khairan Katsira. Wassalamu 'alaikum Wr. Wb. Abdul Hanif ibn Djaiz al-Parigy Jawaban Wa 'alaikum salaam Wr. Wb. Bismillah walhamdulillah washsholatu wassalamu ala rasulillah.

Saudara Hanif al-Parigy yang dimuliakan Allah, salam dan doa saya juga teruntai untuk saudara dan siapa saja yang memperjuangkan dienul Islam ini dengan penuh kesabaran dan keikhlasan. Ayat-ayat adzab adalah merupakan sebagian dari ayat-ayat yang bisa digunakan untuk meruqyah. Tetapi tidak mesti ayat-ayat adzab. Bukankah sahabat pernah meruqyah kepala suku dengan menggunakan surat al-Fatihah. Sementara surat al-Fatihah bukanlah surat yang berisi adzab. Malaikat Jibril sendiri meruqyah nabi dengan menggunakan surat muawwidzatain (al-Falaq dan an-Nas). Dan kedua surat itu adalah surat perlindungan seperti namanya (muawwidzatain) dan bukan merupakan ayat adzab. Terkadang jin kesakitan dengan dibacakan ayat-ayat umum seperti al-Fatihah, ayat Kursi, tiga ayat terakhir surat al-Baqarah, muawwidzatain. Tetapi terkadang jin tidak bereaksi walaupun ayat-ayat tersebut telah dibacakan. Ada beberapa kemungkinan mengapa jin nampak tenang-tenang saja. Salah satu sebabnya adalah jin akan segera merasakan kekuatan ayat-ayat Allah ketika dipilihkan ayat-ayat yang membahas tentang kesalahan utama jin. Umpamanya, jin munafik akan sangat kesakitan jika dibacakan surat alMunafiqun dan ayat-ayat yang membongkar rahasia orang-orang munafik berikut adzab yang akan menimpa mereka. Jin beragama Kristen akan merasakan kesakitan yang sangat ketika dibacakan surat al-Maidah: 72-76 yang memvonis bahwa siapa saja yang menuhankan Isa adalah kafir. Jika kasusnya adalah sihir, maka bacalah berulang-ulang ayat-ayat tentang sihir, kisah nabi Musa dan tukang sihir Firaun. Jadi selain menggunakan ayat adzab, pergunakan juga ayat-ayat lainnya tergantung kasus. Selain ayat-ayat masih ada doa-doa yang diajarkan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Selamat meruqyah demi menjaga aqidah masyarakat. Wallahu A 'lam Wassalaamu 'alaikum Wr. Wb Budi Anshari

Menyimpan Keris untuk Koleksi, Bolehkah?


Publikasi: 03/02/2005 11:17 WIB Assalaamu 'alaikum Wr. Wb. Bagaimana jika jimat semacam keris atau batu permata kita simpan sebagai koleksi saja? Bagaimana hukumnya? Apakah itu termasuk haram? Wassalaamu 'alaikum Wr. Wb Wahyu

Jawaban: Wa 'alaikum salam Wr. Wb. Bismillah walhamdulillah washsholatu wassalamu ala rasulillah. Saudara Wahyu, pada hakekatnya hobi mengoleksi adalah sesuatu yang tidak dilarang. Asalkan barang yang dikoleksi adalah barang yang tidak diharamkan. Karena jika kita mengumpulkan barang yang haram artinya kita ikut andil dalam menjaga kelestarian dosa. Dan siapa saja yang ikut andil dalam terjadinya dosa maka dia pun berdosa. Adapun koleksi batu permata dan keris, tinggal kita lihat apakah kedua benda tersebut benda yang diharamkan atau tidak dalam syariat Islam. Sebenarnya, keris dan batu permata adalah dua hal yang mubah (boleh) saja untuk dimiliki oleh seseorang. Keris adalah salah satu bentuk senjata seperti halnya pedang, pisau, rencong, pistol dan senjata lainnya. Dan batu permata adalah bagian dari perhiasan seperti halnya emas, perak, intan yang juga dipakai untuk menghias diri. Jadi, asal kedua benda tersebut tidak ada masalah secara hukum. Dikarenakan benda tersebut mubah untuk dikoleksi, maka hukum mengoleksinya juga mubah atau boleh. Hanya saja, ada hal yang harus diperhatikan khususnya pada keris. Yaitu, biasanya keris hari ini disimpan disertai dengan keyakinan-keyakinan syirik yang ada bersamanya. Atau keris yang saudara koleksi, dulu pernah diyakini dengan salah oleh orang tertentu. Hal ini juga berlaku pada batu permata, hanya kasusnya lebih sedikit dibandingkan keris. Untuk itulah dalam syariat Islam terdapat istilah saddudz dzariah (langkah preventif). Islam menututup pintu yang kemungkinan bisa menghantarkan orang kepada dosa atau syirik. Maka, ketika saudara mengoleksi benda-benda tersebut disertai dengan keraguan akan posisi saudara pada masalah kemurnian tauhid, maka segera jauhkan benda-benda tersebut dari saudara sebagai langkah preventif. Jika saudara masih berkeinginan untuk mengoleksinya maka ada dua poin berikut yang harus diperhatikan: Pertama, tidak boleh setitik debu pun keyakinan syirik pada benda-benda tersebut ada dalam hati saudara. Kedua, menghilangkan sihir atau jin pada benda yang dulunya diyakini syirik oleh orang dengan menggunakan ruqyah. Wallahu A'lam Wassalaamu 'alaikum Wr. Wb Budi Anshari

Syarat Menjadi Peruqyah


Publikasi: 28/01/2005 14:03 WIB

Assalamu 'alaikum wr. wb. Ustadz, bagaimana syarat seseorang menjadi peruqyah (meruqyah orang lain). Demikian, jazakumullah. Wassalamu 'alikum wr. wb. Wandi Jawaban : Wassalaamu 'alaikum Wr. Wb Bismillah walhamdulillah washsholatu wassalamu ala rasulillah. Saudara Wandi yang berbahagia, sebelum jelaskan tentang syarat-syarat peruqyah ada satu poin penting yang perlu diketahui bersama. Yaitu, ruqyah adalah salah satu ajaran Islam yang tentunya bersumber pada wahyu. Dengan demikian, ruqyah adalah milik setiap muslim. Muslim manapun yang ingin bisa meruqyah, maka dia bisa mempelajarinya. Jadi ruqyah bukan seperti ilmu dukun yang hanya dimiliki oleh orangorang tertentu. Di sinilah bedanya ilmu benar bersumber wahyu dan ilmu sesat bersumber dari syetan. Dan ruqyah sendiri seperti kita ketahui isinya adalah bacaan al-Qur'an, wirid serta doa yang benar. Maka, sebagaimana bacaan shalat harus dipelajari oleh setiap muslim, ruqyah ini juga bisa dipelajari oleh setiap muslim karena sumbernya sama yaitu wahyu. Saudaraku Wandi, adapun syarat-syarat orang yang ingin bisa membantu saudaranya dengan ruqyah adalah sebagai berikut: Pertama, Mempunyai pemahaman aqidah yang benar dan direalisasikan dalam ucapan dan perbuatan. Ini adalah modal utama seorang peruqyah. Bagaimana bisa meruqyah dengan benar jika dia sendiri melakukan kesyirikan baik yang dia sengaja ataupun tidak disengaja. Kedua, Meyakini bahwa firman Allah mempunyai pengaruh jika dibacakan kepada jin. Keyakinan ini berhubungan dengan keimanan. Ketika tidak percaya bahwa ayat Allah mempunyai kekuatan mengalahkan jin, maka artinya ada cacat pada keimanannya, sehingga ruqyah yang dilakukan tidak bermanfaat untuk dirinya atau orang lain. Ketiga, Mengetahui tentang dunia jin. Seorang peruqyah harus mempunyai pengetahuan yang berlandaskan dalil tentang dunia jin. Selayaknya seorang yang menyiapkan kekuatan dirinya untuk berjihad, maka dia juga harus mengetahui tentang lawan yang akan dihadapinya. Keempat, Mengetahui pintu-pintu masuk syetan. Agar supaya tidak terjebak oleh syetan ketika meruqyah. Karena syetan berusaha bertahan dalam diri pasien yang sedang

diobati, maka dia memasang jebak dengan sangat lihai untuk menjerumuskan peruqyah terhadap dosa. Mengetahui pintu-pintu masuk syetan juga berguna untuk memberikan jawaban yang memuaskan kepada pasien dan keluarganya, dari mana dan mengapa syetan masuk ke dalam diri pasien. Kelima, Menjahuhi hal-hal yang diharamkan. Syarat ini sebenarnya adalah syarat bagi setiap muslim. Pada diri peruqyah, hal ini harus sangat diperhatikan. Karena dia berhadapan dengan musuh yang mendorong kepada perbuatan maksiat. Sehingga, ketika peruqyahnya masih suka dengan yang haram, maka peruqyah itu telah menjadi teman syetan, sehingga ruqyah yang dilakukan tidak memiliki kekuatan. Keenam, Selalu berusaha mendekatkan diri kepada Allah dengan cara beribadah. Siapa saja yang mendekatkan diri kepada Allah, maka dia akan jauh dari syetan dan mempunyai kekuatan yang datangnya dari Allah untuk mengusir syetan. Ketujuh, Merutinkan wirid dan doa penjagaan diri. Seorang peruqyah harus rajin membaca wirid dan doa penjagaan diri yang diajarkan oleh Rasulullah. Karena musuh yang dihadapinya tidak nampak dan siap untuk membalas kapan saja dia lengah dari dzikir dan berlindung kepada Allah. Untuk itulah lebih diutamakan mereka yang telah menikah. Bukan berarti yang belum menikah tidak boleh. Hanya saja yang telah menikah, berarti dia telah melengkapi agamanya dan sekaligus mempunyai benteng yang lebih kuat. Kedelapan, Mengetahui cara meruqyah yang sesuai dengan tuntunan syariat. Dengan cara membacanya dan lebih baik jika dihafal bacaannya. Kemudian mempelajari cara dan teknik yang dituntunkan oleh Rasulullah, para shahabat dan para ulama salaf terdahulu. Kesembilan, Mengikhlaskan niat dalam meruqyah. Jika kelak telah mulai meruqyah, maka menjaga niat adalah suatu keharusan. Karena terkadang fitnah dunia, wanita, kesombongan bisa saja hinggap di tengah perjalanan peruqyah. Semoga Allah membantu siapa saja yang berniat membantu saudaranya. Wallahu A'lam Wassalaamu 'alaikum Wr. Wb Budi Anshari

Mimpi Buruk Setelah Diruqyah


Publikasi: 24/12/2004 10:43 WIB Assalammu'alaikum wr. wb. Ustadz, saya pernah diruqyah dengan cara yang islami (sama seperti yang ustadz sarankan). Tidak ada rasa panas ataupun sakit yang saya rasakan bahkan saya tetap dalam

keadaan sadar hingga selesai ruqyah. Namun alhamdulillah, ada perasaan gelisah, sedih yang selama ini saya rasakan hilang dan saya merasa kembali pada pribadi saya. Tapi akhir-akhir ini, saya terkadang mimpi binatang-binatang. Ketika sebelum tidur saya tidur dengan aturan yang dianjurkan Rasul saw (wudhu, membaca 3 surat terakhir dan mengusapkan keseluruh badan, menyapu kasur, dan lain-lain). Misalnya mimpi anak kucing membuang kotoran pada mukena saya terus saya marah dan saya pukul, ular hitam besar yang berada di kamar tidur saya, dan lain-lain. Mohon penjelasan dan bantuan ustadz tentang keadaan saya yang seperti itu. Insya Allah al-ma'tsurat selalu saya baca. Mengapa tiba-tiba saya mempunyai perasaan takut singgah di benak saya apalagi mengingat mimpi yang kurang baik itu? Bagaimana cara mengatasinya? Terimakasih atas jawabannya. Wassalammu'alaikum wr. wb. Nana Jambi

Jawaban: Waalaikum Salam Warahmatullah Wabarakatuh. Bismillah walhamdulillah washsholatu wassalamu ala rasulillah. Saudaraku yang sedang mengalami masalah, semoga Allah segera memberikan jalan keluar dari masalah yang sedang saudara hadapi. Alhamdulillah saudara telah memilih ruqyah sebagai solusi, sehingga tidak mengulangi kesalahan para pencari solusi yang salah di negeri ini dengan datang kepada para dukun. Ketika saudara diruqyah dan tidak merasakan reaksi apa-apa, tetapi setelah itu saudara merasakan manfaatnya, seperti perasaan gelisah dan sedih yang selama ini ada bisa hilang dan bisa kembali kepada pribadi saudara sendiri, ini adalah merupakan hasil dari ruqyah itu. Sedangkan reaksi, tidak selamanya seseorang harus bereaksi dahsyat ketika diruqyah. Ada yang bereaksi kecil saja yang terkadang penderitanya sendiri tidak tahu bahwa itu adalah reaksi. Adapun mimpi buruk, memang sebagaimana yang disabdakan Nabi dari riwayat Abu Qatadah, "Mimpi yang baik itu datangnya dari Allah, dan mimpi yang buruk itu datangnya dari syetan. Barangsiapa yang mimpi sesuatu yang tidak disukainya, hendaklah ia meludah ke kiri tiga kali. Lalu berlindung kepada Allah dari kejahatan syetan (baca isti'adzah), maka mimpi buruk itu tidak akan mencelakakannya." (HR. Bukhari dan Muslim). Nah, mimpi yang saudara lihat akhir-akhir ini bisa disebabkan oleh dua kemungkinan. Pertama, jin yang ada dalam diri saudara belum keluar semua. Bisa jadi, dengan ruqyah yang tidak saudara rasakan reaksinya itu, adalah hasil dari usaha jin untuk bertahan agar

terus berada dalam diri saudara. Dan sekarang jin itu kembali mengganggu. Atau memang sebagian jin telah keluar ketika diruqyah dulu dan yang sebagiannya belum keluar. Kedua, saudara kembali diganggu oleh jin setelah jin yang dulu mengganggu saudara telah berhasil dikeluarkan. Saudaraku tidak perlu takut terhadap mimpi. Wirid dan doa saudara sebelum tidur, bacaan al-Ma'tsurat adalah merupakan usaha perlindungan yang sangat baik. Insya Allah, mimpi saudara tidak akan mempengaruhi atau membahayakan kehidupan saudara dengan doa-doa dan wirid-wirid perlindungan tersebut. Tinggal saudara melakukan solusi pengobatan jika kemudian mimpi buruk tersebut masih terus hadir. Yaitu kembali dengan meruqyah diri sendiri atau dengan meminta bantuan orang lain untuk meruqyah. Karena hanya ruqyahlah satu-satunya solusi Islami untuk segala permasalahan yang berhubungan dengan keghaiban. Dan jangan lupa, terus melakukan penjagaan diri dengan menggunakan doa dan wirid yang diajarkan Rasulullah. Semoga Allah segera memberikan solusi-Nya kepada saudaraku. Wallahu A'lam Jawaban: Waalaikum Salam Warahmatullah Wabarakatuh. Bismillah walhamdulillah washsholatu wassalamu ala rasulillah. Saudaraku yang sedang mengalami masalah, semoga Allah segera memberikan jalan keluar dari masalah yang sedang saudara hadapi. Alhamdulillah saudara telah memilih ruqyah sebagai solusi, sehingga tidak mengulangi kesalahan para pencari solusi yang salah di negeri ini dengan datang kepada para dukun. Ketika saudara diruqyah dan tidak merasakan reaksi apa-apa, tetapi setelah itu saudara merasakan manfaatnya, seperti perasaan gelisah dan sedih yang selama ini ada bisa hilang dan bisa kembali kepada pribadi saudara sendiri, ini adalah merupakan hasil dari ruqyah itu. Sedangkan reaksi, tidak selamanya seseorang harus bereaksi dahsyat ketika diruqyah. Ada yang bereaksi kecil saja yang terkadang penderitanya sendiri tidak tahu bahwa itu adalah reaksi. Adapun mimpi buruk, memang sebagaimana yang disabdakan Nabi dari riwayat Abu Qatadah, "Mimpi yang baik itu datangnya dari Allah, dan mimpi yang buruk itu datangnya dari syetan. Barangsiapa yang mimpi sesuatu yang tidak disukainya, hendaklah ia meludah ke kiri tiga kali. Lalu berlindung kepada Allah dari kejahatan syetan (baca isti'adzah), maka mimpi buruk itu tidak akan mencelakakannya." (HR. Bukhari dan Muslim). Nah, mimpi yang saudara lihat akhir-akhir ini bisa disebabkan oleh dua kemungkinan. Pertama, jin yang ada dalam diri saudara belum keluar semua. Bisa jadi, dengan ruqyah yang tidak saudara rasakan reaksinya itu, adalah hasil dari usaha jin untuk bertahan agar terus berada dalam diri saudara. Dan sekarang jin itu kembali mengganggu. Atau memang sebagian jin telah keluar ketika diruqyah dulu dan yang sebagiannya belum keluar. Kedua, saudara kembali diganggu oleh jin setelah jin yang dulu mengganggu saudara telah berhasil dikeluarkan.

Saudaraku tidak perlu takut terhadap mimpi. Wirid dan doa saudara sebelum tidur, bacaan al-Ma'tsurat adalah merupakan usaha perlindungan yang sangat baik. Insya Allah, mimpi saudara tidak akan mempengaruhi atau membahayakan kehidupan saudara dengan doa-doa dan wirid-wirid perlindungan tersebut. Tinggal saudara melakukan solusi pengobatan jika kemudian mimpi buruk tersebut masih terus hadir. Yaitu kembali dengan meruqyah diri sendiri atau dengan meminta bantuan orang lain untuk meruqyah. Karena hanya ruqyahlah satu-satunya solusi Islami untuk segala permasalahan yang berhubungan dengan keghaiban. Dan jangan lupa, terus melakukan penjagaan diri dengan menggunakan doa dan wirid yang diajarkan Rasulullah. Semoga Allah segera memberikan solusi-Nya kepada saudaraku. Wallahu A'lam

Menyadarkan Teman yang Salah Dzikir


Publikasi: 10/12/2004 18:06 WIB Assalaamu'alaikum Wr. Wb. Sahabat saya masih percaya dan bahkan masih melalukan ritual yang sebenarnya tidak sesuai dengan syari'at, tapi menggunakan cara-cara islami seperti berzikir dengan hitungan tertentu dan untuk tujuan tertentu, bagaimana cara untuk dapat menyadarkan dan membimbingnya? Terima kasih Wassalaamu'alaikum Wr. Wb. Sayoko Pranowo Jawaban: Assalaamu'alaikum Wr. Wb. Bismillaah walhamdulillaah washsholaatu wassalaamu 'ala rasuulillaah. Saudara Sayoko yang baik, niat Anda begitu baik. Sahabat yang baik adalah sahabat yang bukan saja saling berbagi dalam urusan dunia, tetapi juga saling berbagi dalam urusan akhirat. Seperti saling menasehati dan mengingatkan dalam kebaikan, kesabaran dan kasih sayang. Memang tidak mudah menyampaikan kebenaran sampai benar-benar itu dapat diterima. Tetapi Anda tidak boleh putus asa dan harus ada usaha terus menerus dengan terus memikirkan cara terbaik dan benar untuk menyampaikan kebenaran itu.

Saya ingin menyumbangkan saran kepada Anda bagaimana menyampaikan kebenaran dengan cara yang benar dan baik. Semoga sahabat Anda segera dibukakan hatinya untuk menerima hidayah Allah. Pertama, jelaskan dengan argumen dalil yang kuat yang menunjukkan bahwa dzikir yang dilakukannya tidak sesuai syariat bahkan rawan kesyirikan. Gunakan pandangan logika juga, karena biasanya mereka yang masih melakukan itu mengiyaskan atau menggunakan logika atau bisa juga karena keyakinan bahwa hal tersebut baik. Padahal dalam Islam, baik dalam pandangan manusia belum tentu benar dalam pandangan Islam. Sementara kita dituntut melakukan sesuatu yang baik dan benar. Dan semua itu ukurannya adalah syariat. Pandangan logika atau qiyas yang mudah diterima sebagai berikut: Dzikir adalah ibadah demikian juga doa. Maka, dzikir dan doa sama dengan shalat dari sisi ibadahnya, apalagi shalat dalam arti bahasa adalah doa. Sebagaimana kita tidak boleh menambah atau mengurangi rakaat shalat atau menentukan angka tertentu dalam membaca al-fatihah dalam shalat maka demikian juga pada masalah doa dan dzikir di luar shalat. Karena biasanya orang yang mewiridkan sesuatu dengan angka tertentu meyakini fadhilah atau hasil dari wirid tersebut. Di sini sebenarnya letak kesalahan itu. Karena fadhilah tersebut bersifat ghaib, seperti melancarkan rizki, memudahkan jodoh dan sebagainya. Sementara urusan keghaiban tidak mungkin dikarang oleh siapapun tanpa didukung oleh dalil yang shahih. Kedua, jangan melukai hatinya, sampaikan dengan bahasa yang terbaik, apalagi bangsa kita ini adalah bangsa yang sering beragama dengan perasaan. Asalkan menurut perasaan baik, maka itu dilakukan. Padahal Islam tidak pernah menjadikan perasaan sebagai standar kebaikan, walaupun Islam tidak pernah mematikan perasaan. Maka jangan lukai perasaan teman, agar hatinya tetap bersama kita. Hal ini diperparah oleh para tokoh agama yang biasanya menjadi sumber dari wirid-wirid tersebut. Sementara masyarakat ini masih sering menjadikan atribut ketokohan sebagai tolok ukur kebenaran. Mereka belum terbiasa menjadikan ilmu yang benar sebagai parameter kebenaran dan kebaikan. Ketiga, pilihlah waktu yang tepat. Hindari saat dia sedang sangat sedih atau sangat gembira. Karena pada saat seperti itu biasanya hati tertutup. Sebisa mungkin sampaikan berdua dan bukan di hadapan orang lain. Keempat, Banyaklah berdoa karena sesungguhnya hati hamba di antara jari-jari Allah, terutama doa di saat Anda sedang tidak bersama dia, karena itu adalah saat doa cepat dikabulkan. Kelima, saya juga menyarankan Anda untuk belajar ruqyah syar'iyyah, karena terkadang wirid seperti itu tidak lepas dari jin. Coba tanyakan dulu kepada teman Anda itu, 'kelebihan' apa yang telah didapat setelah mewiridkan hal tersebut. Jika dia mempunyai 'kelebihan-kelebihan' yang bersifat ghaib, seperti mampu menerawang, meramal, melihat

jin, maka tawarkan untuk Anda ruqyah. Ketika dia mengetahui bahwa dirinya dikuasai jin dan selesai dengan ruqyah, biasanya orang tersebut akan menyadari kesalahannya. Jangan pernah bosan menasehati. Siapa tahu dari seribu nasehat Anda, nasehat ke seribu itulah yang bisa membuka hatinya. Semoga Allah membantu Anda untuk membimbingnya kembali ke jalan yang benar dan baik. Wallaahua'lam Wassalaamu'alaikum Wr. Wb.

Minta Paranormal Usir Jin dari Rumah, Bolehkah?


Publikasi: 06/12/2004 17:30 WIB Assalamu'alaikum Wr. Wb . Pak Ustadz yang budiman. Saya ingin menanyakan tentang kejadian dimana salah satu kamar ang kami tempati sering terjadi penampakan seorang wanita dengan menggunakan kerudung. Hal ini sudah sangat mengganggu ketenangan rumah kami dan hal tersebut memicu kami untuk pindah dari rumah tersebut. Yang menjadi pertanyaan saya bolehkah saya pergi ke orang pintar/dukun/paranormal untuk mengusir makhluk tersebut? Apakah tindakan saya tersebut termasuk yang dinamakan musyrik? Mengingat berbagai do'a dan tirakat yang kami lakukan tidak berhasil mengusir makhluk tersebut, dan adakah amalan tertentu yang mungkin dapat membantu? Herny Widiyanti Waalaikum Salam Warahmatullah Wabarakatuh. Bismillah walhamdulillah washsholatu wassalamu ala rasulillah. Saudari Herny Widiyanti yang baik, syetan memang menginginkan anak cucu Adam ini menjadi sesat atau sengsara. Sehingga, kita sebagai anak cucu Adam yang beriman tidak boleh kalah dari tipu daya jin yang sebenarnya sangat lemah. Maka berbagai bujuk rayu atau teror yang mereka lakukan harus dilawan dengan iman. Apa yang saudari alami banyak juga dialami oleh saudara-saudara muslim kita yang lainnya. Dua tujuan besar syetan yaitu menyesatkan dan menyengsarakan ada pada setiap persitiwa aneh dan menakutkan seperti yang Anda alami. Pada sebagian saudara kita diganggu dengan sakit, gila, terhambat jodoh, rizki dan sebagainya. Kalau orang sudah panik, maka terkadang mencari solusi dengan cara yang sesat. Banyak orang yang datang ke dukun dan tertawalah syetan karena berhasil menyesatkan

korbannya. Selain dari itu, rasa sakit, rasa takut, rasa sedih adalah bentuk penyengsaraan jin terhadap kita. Waspadalah ketika terjadi peristiwa janggal atau masalah sedang mendera, jangan sekali-kali lepas kontrol hanya karena alasan ikhtiar. Maka, solusi menghilangkan jin yang mengganggu dari rumah saudari Herny dengan cara meminta bantuan ke dukun adalah cara yang salah. Apapun alasannya walaupun itu baik, mendatangi dukun untuk konsultasi atau mencari solusi adalah perbuatan haram. Rasulullah bersabda, "Barangsiapa yang mendatangi dukun dan bertanya tentang sesuatu, maka shalatnya tidak diterima selama 40 hari." (HR Muslim). Bagi yang membenarkan dukun, maka sangat berat ancamannya, "Barangsiapa yang mendatangi dukun, bertanya tentang sesuatu dan membenarkan perkataannya, sesungguhnya dia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad." (HR Ahmad). Jadi, siapa saja yang mempercayai perdukunan, berarti dia telah melakukan kesyirikan. Bertaubatlah, kalau memang saudari pernah melakukannya, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Kedangkalan ilmu Islam pada diri umat muslim hari ini, membuat mereka lebih akrab dengan solusi kesyirikan daripada solusi Islami yang jauh lebih mudah, ampuh, selamat dan bersih dari kesyirikan. Maka tirakat atau apapun nama ritual untuk mengusir jin dari rumah, jika tidak ada ajarannya dari Islam hanya akan menambah suasana semakin rancu dan tidak mendatangkan solusi. Adapun solusi Islami untuk mengusir jin yang mengganggu di rumah kita adalah dengan membacakan ayat-ayat dan doa-doa ruqyah yang diajarkan Rasulullah. Atau Anda bisa juga mengikuti petunjuk Nabi dalam sebuah hadits beliau, "Rumah yang dibacakan di dalamnya surah al-Baqarah, syetan tidak akan masuk." (HR Muslim, Ahmad dan Tirmidzi dari Abu Hurairah) Dalam riwayat lain dikatakan, "Sesungguhnya syetan jika mendengarkan surat alBaqarah dibaca, dia akan keluar dari rumah tersebut." (HR Hakim dan dihasankan oleh syekh al-Albani). Tinggal saudari ikhlaskan niat ketika membacanya sambil memohon pertolongan Allah yang telah menciptakan jin dan manusia. Semoga rumah saudari kembali menjadi surga yang menentramkan. Wallahu A'lam

Ruqyah Halangi Masuk Surga?


Publikasi: 02/12/2004 09:45 WIB Assalaamu'alaikum Wr. Wb.

Mencermati belakangan ini berkembang tren untuk meruqyah dan minta diruqyah seiiring dengan banyaknya pula tayangan mistis di televisi, saya hendak menanyakan hukum untuk di dan me-ruqyah bagaimana? Apakah diperkenankan dalam Islam? Beberapa waktu lalu saya pernah membaca buku (yang saya lupa judulnya) menerangkan bahwa orang yang meruqyah dan minta diruqyah terhalang/tertunda masuk surga. Di sana disebutkan itu adalah hadist nabi, namun tidak dijelaskan perawi dan sanadnya. Saya harap ustadz dapat memberi keterangan lebih lengkap dan lebih jauh mengenai hal tersebut agar kami lebih berhati-hati dan tidak terjerumus pada hal yang kami tidak mengetahui pengetahuan tentangnya. terimakasih atas kesedian menjawabnya. Wassalaamu'alaikum Wr. Wb. Elis Jawaban: Assalaamu'alaikum Wr. Wb. Bismillaah walhamdulillaah washshalaatu wassalaamu 'ala rasuulillaah. Saudari Elis yang dimuliakan Allah. Saya sangat simpati terhadap kehati-hatiaan saudari dalam melangkah, sehingga merasa perlu untuk menanyakan segala hal dari sisi syariatnya. Di saat kebanyakan masyarakat sudah tidak lagi peduli apakah yang mereka lakukan sesuai dengan syariat atau tidak. Masalah yang saudari tanyakan adalah masalah yang juga banyak ditanyakan oleh mereka yang telah mengenal ruqyah. Untuk itu perlu sekali di sini saya jelaskan dengan detail dan sejelas-jelasnya. Hadits yang saudari maksud adalah hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim, Akan masuk surga tujuh puluh ribu orang tanpa hisab (dihitung amalnya). Para shahabat bertanya, "Siapakah mereka ya Rasulullah?" Rasul menjawab, "Mereka adalah orang yang tidak minta diruqyah, tidak tathayyur, tidak berobat kay (dengan menggunakan besi panas) dan bertawakal kepada Tuhannya." Para ulama berbeda pendapat tentang masalah apakah meminta diruqyah membuat cacat tawakal kita? Karena orang yang sempurna ketawakalannyalah yang akan mendapatkan kelebihan yang disebutkan dalam hadits tersebut. Imam Ahmad, Khattabi, al-Qadhi Iyadh, Nawawi, Ibnu Taimiyyah, Ibnu Qayyim berpendapat bahwa meminta diruqyah bisa mencederai kesempurnaan tawakal. Sedangkan Imam Thabari, al-Maziri, Ibnu Qutaibah, Ibnu Abdil Bar, Qurthubi berpendapat bahwa orang yang meminta diruqyah tetap bisa mempunyai tawakal yang sempurna, artinya mereka masih berhak mendapatkan janji hadits tersebut. Hanya saja,

setelah melihat dalil dari masing-masing pendapat, pendapat yang mengatakan bahwa meminta diruqyah bisa mencederai tawakal lebih kuat dibandingkan pendapat yang kedua. Di sini, kita bisa menarik dua kesimpulan: Pertama, Orang yang meminta untuk diruqyah tidak bisa masuk surga tanpa hisab, tetapi masih terbuka peluang baginya untuk masuk surga dan masih harus melalui proses hisab. Kedua, Yang terhalang untuk masuk surga tanpa hisab adalah mereka yang meminta untuk diruqyah, adapun orang yang meruqyah tidak masuk dalam pembahasan hadits tersebut. Untuk poin ini, memang terdapat riwayat yang menyebutkan bahwa orang yang meruqyah pun terhalang untuk masuk surga tanpa hisab. Tetapi riwayat tersebut didhaifkan oleh para ulama. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkomentar, "Riwayat tersebut lemah dan salah. Sesungguhnya orang yang meruqyah orang lain dan dirinya sendiri adalah perbuatan baik, maka bagaimana dianjurkan untuk ditinggalkan? Jibril sendiri telah meruqyah Nabi dan Nabi pun meruqyah para shahabatnya dan mengizinkan kepada mereka untuk meruqyah dengan sabdanya, "Barangsiapa yang mampu memberikan manfaat kepada saudaranya, maka lakukanlah. Dan, memberikan manfaat sangat dianjurkan." (Lihat Majmu' al-Fatawa 1/182). Syekh Al-Albani juga mendhaifkan riwayat tersebut, "Riwayat ini syadz (bertentangan dengan riwayat yang kuat), hanya diriwayatkan oleh gurunya Imam Muslim yaitu Said bin Mansur." (Lihat Tahqiq Mukhtasar al-Mundziri Lishahih Muslim Hal. 37). Jadi, meruqyah adalah suatu kebaikan yang mendatangkan pahala dan sangat dianjurkan. Sedangkan meminta untuk diruqyah tidak menghalangi seseorang untuk meraih surga. Hanya saja dia kelak bisa masuk surga setelah melalui proses hisab seperti kebanyakan penghuni surga. Wallaahua'lam Wassalaamu'alaikum Wr. Wb.

Pengobatan dengan Memindahkan Penyakit ke Binatang


Publikasi: 22/10/2004 06:41 WIB Assalamu'alaikum wr wb Apa hukum pengobatan alternatif dengan cara memindahkan suatu penyakit ke binatang? Misalnya kambing, ayam, dan lain-lain? Suryani J. Makasar

Jawaban: Wa'alaikum salam wr. wb. Bismillah walhamdulillah washsholatu wassalamu 'ala rasululillah Saudariku Suryani, Pengobatan alternatif sangat marak kita saksikan hari ini. Tumbuh bak jamur di musim penghujan. Sebagai seorang muslim yang baik, kesembuhan harus diusahakan, tetapi tetap harus menjaga aqidah. Jangan sampai aqidah digadaikan hanya karena mengusahakan kesembuhan. Aqidah lenyap, sementara penyakit belum tentu hilang. Pengobatan alternatif yang anda sebutkan juga bisa kita lihat pada beberapa pengobat alternatif. Dengan cara memindahkan penyakit ke binatang baik sapi, kambing, ayam, dan sebagainya. Dalam kajian Islam, pengobatan dengan cara memindahkan penyakit kepada binatang terdapat beberapa cacat: Memindahkan penyakit dengan cara ini tidak logis Pengobatan medis semuanya bisa dicerna oleh ilmu pengetahuan alias logis. Dan jika tidak bisa dicerna oleh medis, dalam Islam berarti ini berhubungan dengan sesuatu yang ghaib. Maka solusi pengobatannya tidak bisa mengarang. Mengingat hal ini adalah keghaiban. Dan tidak dinamakan ghaib jika bisa dicerna oleh indera manusia. Sementara kita tidak ada yang bisa menangkap keghaiban, maka satu-satunya sumber yang benar hanyalah wahyu. Termasuk masalah pengobatan ini. Karena dalam medis, pengobatan seperti ini tidak bisa diterima secara ilmiah, maka pengobatan ini berpindah kepada pengobatan ghaib. Tidak ada satu ayat dan hadits pun yang mengajarkan pengobatan dengan cara memindahkan kepada binatang. Maka pertanyaan besar seketika muncul: Siapakah yang membantu memindahkan penyakit tersebut-jika benar dipindahkan? Dan bagaimana pemindahan itu bisa terjadi? Selanjutnya kita berpindah kepada jawaban dari dua pertanyaan tersebut. Kelebihan yang dimiliki oleh seseorang selalu saja kajiannya satu di antara dua hal: kalau tidak karamah, berarti sihir. Untuk membedakan keduanya tidaklah sulit. Selain melihat apakah orang yang mempunyai kehebatan itu shalih atau tidak, yang menjadi perbedaan mencolok keduanya adalah bahwa karamah tidak mungkin dipelajari. Nah, jelaslah pengobatan alternatif cara itu biasanya didapat dengan cara belajar. Maka jelaslah kalau itu sihir dengan bantuan jin la'natullah 'alaih. Pengobatan yang rawan penipuan Menurut beberapa orang yang telah mengikuti pengobatan dengan cara itu menceritakan bahwa setelah kambing atau binatang lain dibeli dan diperlihatkan, langsung dibawa ke dalam ruangan tanpa bertanya atau meminta izin apakah kambing tersebut bisa langsung dibawa ke dalam. Belum lagi harga binatang yang melambung jauh melebihi harga di pasar. Bahkan pernah ada yang memberitakan ke salah seorang ustadz di Majalah Ghaib

bahwa sebenarnya binatang itu hanya disewa oleh si pengobat alternatif tersebut untuk sekedar diperlihatkan kepada pasien dengan harga di bawah lima puluh ribu rupiah. Kemudian akad dengan pasien dikatakan jual beli. Ini jelas penipuan. Perbuatan mendzalimi binatang Dalam Islam, semua makhluk Allah harus merasakan rahmatan lil 'alamiin yang dipancarkan Islam. Termasuk binatang. Itulah mengapa Nabi dalam beberapa kesempatan berbicara tentang masalah ihsan (berbuat baik) kepada binatang. Seperti hadits tata cara menyembelih yang benar, "Sesungguhnya Allah telah mewajibkan agar berbuat ihsan dalam segala permasalahan. Jika kalian membunuh, maka ihsan lah dalam membunuh. Jika kalian menyembelih, maka ihsan lah dalam menyembelih. Tajamkanlah mata pisau agar sembelihanmu bisa istirahat." (HR Muslim no. 1955) Demikian juga hadits tentang kisah seorang yang diampuni dosanya karena menolong anjing dari kehausan. Dan masih banyak lagi hadits yang lainnya yang mengajarkan untuk berbuat baik kepada binatang. Larangan untuk menyakiti binatang juga bisa kita dapati dari hadits-hadits Nabi. Salah satunya, "Janganlah kalian menjadikan makhluk yang bernyawa sebagai sasaran." (HR Muslim no 1957). Imam Nawawi menegaskan, "Larangan dalam hadits ini sampai tingkatan haram. Untuk itulah Nabi SAW dalam riwayat Ibnu Umar bersabda,'Allah melaknat orang yang melakukan ini, karena ini adalah penyiksaan terhadap binatang.'" (Syarh Nawawi 'ala Shahih Muslim 13/108). Dari ketiga hal ini saja: menentang syariat, penipuan dan kedzaliman sudah bisa disimpulkan bahwa pengobatan seperti ini haram hukumnya dalam Islam. Wallahu A'lam

Stress, Dampak Dosa atau Jin?


Publikasi: 20/10/2004 15:15 WIB Assalamu'alaikum Wr Wb Ustadz, kakek saya sudah beberapa tahun yang lalu (sekitar 3 tahun) tiba-tiba menuduh ayah saya berselingkuh dengan nenek saya (istri kakek). Tuduhan itu berawal sekembalinya kami dari perkawinan kakak saya di luar kota. Pada saat itu kakek tidak pergi, hanya nenek dan lainnya. Kakek saya tersebut sangat marah dengan ayah saya sehingga untuk menjaga hal-hal yang negatif ayah saya tidak pulang ke rumah kalau ada kakek. Kakek kalau sedang kumat maka nenek sasarannya dengan tuduhan-tuduhan yang sama sekali tidak benar. Ketika marah tenaganya luar biasa kuat. Berita terakhir, kakek selama

3 hari tidak pulang tapi tidur di sawah. Dia bilang takut pulang karena ada yang mengancam padahal tidak ada seorang pun yang mengancamnya. Apakah perubahan sikapnya itu karena ada jin dalam tubuhnya atau murni gangguan psikologis. Ada yang berpendapat itu adalah karena sewaktu muda banyak maksiatnya. Yang saya tahu dia tetap sholat, tapi tetap tidak berubah. Apakah kakek saya harus diruqyah? Atas jawaban ustadz saya ucapkan jazakallahu khoiron katsiro. Wassalaamu'alaikum Wr Wb Abd Wahid Jawaban : Wa'alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh Bismillah walhamdulillah washsholatu wassalamu 'ala rasulillah Saudara Abdul Wahid, memang sangat tidak nyaman ketika permusuhan terjadi pada keluarga terdekat, seperti yang terjadi pada keluarga Anda. Semoga Allah segera menyadarkan pihak yang bersalah dan membuka hatinya. Adapun tuduhan berbuat serong sesungguhnya dalam Islam sangatlah berat. Mengingat bahwa penuduhnya harus mendatangkan empat saksi dengan kesaksian yang sangat jelas melihat perbuatan serong tersebut. Jika tidak, maka hukuman justru jatuh kepada yang menuduh. Kakek saudara yang tiba-tiba menuduh, tentunya ada hal yang menyebabkan tuduhan itu keluar. Mungkin jadi ada masalah antara bapak dan kakek atau antara kakek dan nenek sendiri. Ini masalah komunikasi antar keluarga anda. Tetapi melihat kejanggalan yang anda sebutkan, memungkinkan sekali setan ikut andil dalam kasus keluarga ini. Seperti kekuatan kakek yang luar biasa saat marah. Dan memang ketika seseorang marah, setan ikut memberikan dorongan agar dia berbuat lebih berbahaya lagi. Dan memang marah itu dari setan, seperti yang disabdakan Nabi SAW, "Sesungguhnya marah itu dari setan." (HR. Ahmad dan Thabrani no. 443). Untuk itulah, kekuatan kakek tidak seperti biasanya. Karena telah digabungkan antara kekuatan kakek sendiri dan kekuatan setan yang ikut membakar suasana. Sementara kakek tidak bisa mengalahkan bisikan setan dalam hatinya, bahkan menuruti amarah yang membara itu. Kejanggalan kedua yang anda sebutkan adalah perasaan takut ancaman padahal tidak ada yang mengancam. Hal ini bisa saja disebabkan oleh dampak psikologis yang sedang labil kemudian menjadi semacam paranoid. Tetapi mungkin juga disebabkan oleh jin yang berada dalam dirinya dan selalu membisikkan rasa ketakutan dalam diri kakek.

Sedangkan masalah maksiat di masa lalu, jika telah bertaubat maka orang yang bertaubat seperti orang yang tidak memiliki dosa. Artinya, dosa yang telah keam itu sudah terhapus dengan tinta putih taubat. Adapun jika masih saja melakukan dosa, maka dosa memang bisa menyebabkan musibah dan kegundahan hati yang luar biasa. Karena hati orang yang gemar melakukan dosa berwarna hitam. Sebagaimana hadits Nabi, "Sesungguhnya seorang hamba jika melakukan satu dosa, maka akan ada satu titik hitam di hatinya." (HR Tirmizi no. 3334). Adapun shalat, bukanlah ukuran seseorang baik atau tidak. Itulah mengapa Nabi telah mengingatkan kita, "Barangsiapa yang shalatnya tidak mencegahnya dari perbuatan keji dan munkar maka hanya akan menambahnya jauh dari Allah." (HR Thabrani no 11025). Dengan demikian ada orang yang shalat tetapi shalatnya tidak mampu menghalangi dirinya dari perbuatan keji dan munkar. Biasanya ini disebabkan karena shalatnya tidak khusyu atau tidak ikhlas. Saya menyarankan agar anda melakukan tiga hal terhadap kakek dan keluarga anda: 1. Komunikasikan dengan baik masalah ini dengan semua anggota keluarga yang bermasalah. 2. Konsultasikan masalah ini ke psikiater keluarga anda. 3. Lakukan ruqyah. Dengannya, semoga kalaupun ada gangguan jin yang ikut serta mencoba mengacaukan keadaan keluarga bisa segera diselesaikan. Atau dengan doa itu semoga Allah membuka hati siapa saja yang bermusuhan, karena di antara jari-jari Allah lah hati-hati hamba itu berada. Jangan berputus asa, saya yakin hati kakek anda masih bisa terbuka. Karena hatinya bukan batu, apalagi ia masih melakukan shalat. Wallahu a'lam.

Mendeteksi Keberadaan Jin


Publikasi: 12/10/2004 08:17 WIB Assalamu'alaikum wr wb Bagaimana mendeteksi keberadaan jin (misalnya di rumah kita), apa tanda-tanda seseorang kemasukan jin? Wahyu Jawaban: Wa'alaikum salam wr wb Bismillah Walhamdulillah Washsholatu Wassalamu 'ala Rasulillah

Saudara Wahyu, Tidak ada cara atau alat yang bisa mendeteksi keberadaan jin. Karena sesungguhnya jin adalah makhluk ghaib yang tidak mungkin dilihat oleh manusia (Qs. Al A'raf:27). Maka tidak ada manusia yang bisa melihat jin. Jika ada manusia yang mempunyai kemampuan melihat jin, maka orang tersebut sedang bermasalah. Baik karena dia mempunya jin dari warisan ataupun jin hasil dia belajar. Kemampuan ini dalam Islam dilarang untuk dimiliki dan masuk dalam kategori bekerja sama dengan jin yang menyesatkan (Qs Al Jin:6). Untuk itu, tidak ada cara yang bisa digunakan untuk mendeteksi keberadaan jin. Jangan minta bantuan orang yang mempunyai ilmu terawang. Karena jika Anda meminta bantuan, berarti Anda telah meminta bantuan dukun yang dalam Islam merupakan dosa besar bahkan bisa mengeluarkan seseorang dari Islam. Yang bisa diketahui adalah tanda-tanda keberadaan jin. Umpamanya, jin yang menampakkan diri pada seseorang di rumah atau di tempat tertentu. Atau anggota rumah atau kantor yang sering kehilangan uang sementara menurut perkiraan, sangat tidak mungkin kalau orang yang mencuri. Atau orang sering kesurupan kalau memasuki tempat tersebut. Itu adalah bagian dari indikasi gangguan jin di tempat tersebut. Jika sudah ada gangguan, maka Ruqyah Syar'iyyah adalah solusi Islaminya. Adapun jika tidak ada gangguan di rumah atau tempat Anda, maka untuk apa dilakukan pendeteksian. Demikian juga masalah deteksi jin pada diri seseorang. Tidak ada orang yang bisa melihat keberadaan jin dengan pasti dalam tubuh seseorang. Kalau ada orang yang bisa mendeteksi dengan pasti, maka orang tersebut juga mempunyai jin yang tidak boleh dimintai bantuan. Yang bisa kita lihat di awal adalah indikasinya. Sementara untuk memastikan keberadaan jin dalam tubuh seseorang adalah dengan Ruqyah Syar'iyyah. Satu-satunya cara Islami yang diajarkan Islam untuk menangani segala kasus yang berhubungan dengan jin. Sebagian indikasi orang yang dimasuki jin adalah sebagai berikut: 1. Gejala waktu terjaga, di antaranya adalah: - Badan terasa lemah, loyo, dan tidak ada gairah hidup - Berat dan malas untuk beraktifitas, terutama untuk beribadah kepada Allah - Banyak mengkhayal dan melamun, senyum dan bicara sendiri - Tiba-tiba menangis atau tertawa tanpa sebab - Sering merasa ada getaran, hawa dingin, atau panas, kesemutan, berdebar, dan sesak napas saat membaca Alquran 2. Gejala waktu tidur, di antaranya adalah: - Banyak tidur dan ngantuk berat, atau sulit tidur tanpa sebab - Sering 'tindihan' dan mengigau dengan kata-kata kotor - Melakukan gerakan-gerakan aneh, seperti mengunyah dengan keras sampai beradu gigi - Sering mimpi buruk dan seram atau seakan-akan jatuh dari tempat yang tinggi - Mimpi melihat binatang-binatang seperti ular, kucing, anjing, singa, serigala, yang

seakan-akan menyerangnya - Mimpi ditemui jin yang mengaku arwah nenek moyang atau tokoh tertentu - Saat tidur merasa seperti ada yang mencekik lehernya atau menggelitikinya dan menendangnya Demikian Saudara Wahyu, masalah pendeteksian keberadaan jin. Semoga Allah melindungi kita semua.

Berteman dengan Jin, Bolehkah?


Publikasi: 06/10/2004 08:35 WIB Assalamu'alaikum wr wb. Saya seorang ibu umur 47 tahun. Jam 3-4 pagi saya sering bangun untuk melakukan sholat tahajjud, istikharah, hajat, dan ditutup witir. Karena tidak ingin mengganggu suami, saya sering sholat dalam keadaan gelap. Karena khawatir sinar lampu dapat menyilaukan dan mengganggu tidurnya. Disamping itu kok rasanya enak bisa lebih khusuk, seakan kita bisa menghadirkan diri kita di hadapan Allah swt. Nikmat dan tenteram. Tapi pernah saya dibangunkan oleh suara adzan di telinga kanan. Itu terjadi kira-kira tiga kali. Yang ketiga kalinya saya tidak mau karena letih (saya kerja di PT Jepang). Esok malamnya saya dibangunkan lagi tapi dengan cara yang kasar, bunyi klakson mobil di telinga kiri saya sangat kuat hingga saya langsung terduduk dan marah, siapakah gerangan yang tengah malam begini bikin keributan. Setelah melihat keluar, ternyata tidak ada apa-apa, tenang-tenang saja. Sebenarnya makhluk apakah itu ustadz? Saya pernah membaca buku sanggahan tentang Jin Islam oleh Muhammad Isa Daud. Di situ dijelaskan bahwa kita, manusia tidak perlu berteman dengan makhluk lain. Kita harus mengurus makhluk sesama kita saja karena mereka sudah ada yang mengurus. Saya cepat-cepat memohon perlindungan dari Allah swt karena saya hanya takut murka Allah semata. Alhamdulillah sekarang sudah tidak lagi. Tetapi saya jadi tidak mau lagi sholat dalam keadaan gelap gulita, paling tidak ada sinar sedikit. Terima kasih atas jawabannya. Wassalam, Ibu Habibah-Batam Jawaban: Wa'alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh Bismillah walhamdulillah washsholatu wassalamu 'ala rasulillah

Ibu Habibah di Batam, alhamdulillah ibu telah berhasil melepaskan diri dari jeratan jin. Kasus yang ibu alami dengan mendengar azan di telinga hingga ibu terbangun, kemudian bunyi klakson yang keras hingga ibu terduduk, padahal tidak ada suara mobil dan tidak mungkin azan karena masih malam, maka itu adalah jin yang mengusik ketenangan tidur ibu. Dan salah satu kerja iseng jin adalah membuat tidur kita tidak tenang. Baik dengan cara seperti yang ibu alami, ataupun dengan cara menghadirkan mimpi buruk dalam istirahat kita. Sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah, "Mimpi buruk itu dari syetan." Dalam hadits yang lain tentang bisikan waktu tidur yang mengganggu Rasul jelas menyebutkan bahwa itu adalah gangguan jin, "Jika seseorang di antara kalian terbangun (dengan terkejut) dari tidurnya kemudian membaca, "Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari murka-Nya, siksa-Nya, dan kejahatan hambahamba-Nya dan dari bisikan-bisikan syetan ketika mereka hadir". Maka hal tersebut tidak membahayakannya." (HR Tirmizi dan disahihkan oleh Syekh al Albani). Sekali lagi, alhamdulillah ibu Habibah terlepas dari tipu daya syetan yang sebenarnya musuh nyata bagi kita. Karena banyak yang tertipu oleh jin, kemudian berteman dengan jin tersebut, dengan alasan bahwa jinnya beragama Islam. Apalagi kalau jin seringkali hadir dalam urusan yang berhubungan dengan agama. Seperti yang terjadi pada ibu. Dimana jin hadir seakan membangunkan ibu untuk shalat Tahajud. Padahal itu adalah salah satu model jeratan jin untuk orang ahli ibadah. Dan jin akan memasang model lain untuk tipe manusia yang lain. Untuk itulah Allah berfirman, "Sesungguhnya syetan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu), karena sesungguhnya syetan-syetan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala." (Qs. Fathir:6). Manakah musuh yang baik? Bukankah kalau itu dilakukan oleh musuh, kita akan mengatakan bahwa itu hanya strategi atau tipu daya saja? Persis seperti itulah pembahasaan Alquran. Karena sesungguhnya kita tidak pernah tahu apakah yang datang kepada ibu adalah jin muslim atau jin kafir (syetan). Kalaupun dia jin kafir jelas dia bermaksud buruk kepada kita. Dan jika dia muslim, maka jin muslim tidak akan mengganggu saudaranya, apalagi menurut pengakuan ibu, terkadang bisikan itu datnag saat ibu sedang perlu istirahat. Maka kedatangan jin yang membangunkan jelas mengganggu ibu. Rasul saja memerintahkan kita untuk tidur jika ingin shalat malam ternyata rasa kantuk tidak tertahankan, "Jika salah seorang di antara kalian mengantuk ketika shalat, maka hendaklah ia tidur dulu." (HR Bukhari dan Muslim) Dan memang dunia kita dan dunia jin berbeda. Masing-masing bertanggung jawab di hadapan Allah dan beraktifitas di dunianya sendiri-sendiri. Wallahu a'lam

Melindungi Anak dari Gangguan Jin


Publikasi: 01/10/2004 10:19 WIB Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh Saya tinggal di perumahan, dimana di sebelah rumah saya ada rumah kosong. Kata orang-orang di sekitar saya, rumah tersebut ada penghuni makhluk halusnya. Bagaimana cara melindungi kami sekeluarga dari gangguan makhluk halus tersebut, terutama anak saya yang baru berumur satu tahun. Terima kasih, Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh Teguh Jawaban : Bismillah walhamdulillah washsholatu wassalamu ala rasulillah, Saudar Teguh yang dimuliakan Allah subhanallahu wata'ala, sebelum saya menjawab tentang bagaimana melindungi anak dari gangguan jin, ada poin yang harus disampaikan yaitu masalah apakah rumah yang kosong memang benar dihuni jin yang mengganggu. Jin memang lebih suka menempati tempat yang kosong seperti padang pasir, gunung yang sepi, lautan yang memang merupakan tempat diletakkannya singgasana Iblis sebagaimana dalam hadits sahih, goa, rumah, atau tempat kosong. Untuk itulah sebagaimana yang diriwayatkan dalam shahih Bukhari dan Muslim dari hadits Ibnu Abbas dan Ibnu Mas'ud bahwa Rasulullah berda'wah kepada sekumpulan jin dan membacakan Alquran serta mengajarkan Islam di padang pasir yang kosong. Dalam hadits lain yang lebih memperjelas bahwa jin suka menempati tempat yang kosong termasuk rumah adalah hadits, "Satu ranjang untuk suami, satu ranjang lagi untuk istrinya dan ranjang ketiga untuk tamu, sedang ranjang keempat adalah kamarnya syetan." (HR Muslim, Ahmad, dan Abu Dawud dari Jabin bin Abdillah). Imam Nawawi menjelaskan bahwa makna dari hadits tersebut bisa bermakna bahwa orang yang mempunyai ranjang kosong terkadang berniat untuk menunjukkan bahwa dirinya adalah orang kaya dan mewah. Dan tentu saja berbangga diri dengan cara ini adalah perbuatan syetan. Atau bisa juga diterjemahkan sesuai dengan nash haditsnya, dimana kamar itu memang benar-benar dihuni oleh jin karena kosong. Adapun cara melindungi Anda sekeluarga termasuk anak belahan hati yang masih kecil itu, Islam telah memberikan cara yang mudah dan selamat dari kesesatan dan kesyirikan. Ada dua garis besar yang harus dilakukan oleh setiap muslim.

Pertama, melindungi diri dengan doa-doa dan wirid-wirid yang diajarkan Rasulullah. Doa-doa untuk setiap aktivitas harus kita baca, agar Allah melindungi diri kita. Misalnya doa-doa sebelum tidur dan ayat-ayat yang dibaca sebelumnya. Atau sebelum dan sesudah makan, keluar dan masuk rumah, wirid-wirid pagi dan petang dan setelah shalat membaca Alquran dan sebagainya berupa wirid dan doa yang diajarkan. Untuk itu, kita harus menghafalnya dan menerapkannya, kemudian kita ajarkan kepada anak-anak kita agar dia bisa membentengi diri mereka sendiri. Tetapi ketika anak masih sangat kecil seperti anak Anda, Nabi mengajarkan agar kita berdoa untuknya. Seperti yang beliau lakukan untuk kedua cucunya: "Aku memintakan perlindungan dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari setiap (gangguan) syetan, binatang menyakiti dan setiap kekuatan mata yang berbahaya." Kemudian Nabi berkata, "Hal ini juga dilakukan ayahmu (Nabi Ibrahim) kepada Ismail dan Ishaq." (HR Bukhari dari Ibnu Abbas no hadits 3191). Kedua, ciptakan rumah yang Islami agar tidak dihuni oleh jin yang mengganggu. Bersihkan rumah karena syetan senang tempat yang kotor. Bacalah Alquran agar rumah kita dimasuki keberkahan dan malaikat dan bukan dimasuki oleh jin yang mengganggu. Jangan memenuhi rumah dengan musik, karena syetan sangat suka musik. Dan jangan memajang gambar-gambar bernyawa dan keluarkan anjing dari rumah. Semoga Allah selalu melindungi kita dan keluarga. Wallahu a'lam

Datang kepada Orang 'Pintar'


Publikasi: 24/09/2004 09:39 WIB Assalamu 'Alaikum Warahamatullahi Wabarakatuh. 1. Apakah hukumnya bila kita percaya pada orang pintar baik pada kiai ataupun dukun/paranormal? 2. Bagaimanakah cara kita membentengi diri kita dari pengaruh jahat orang lain kepada kita? 3. Bacaan apakah yang dibaca agar kita bisa membentengi diri kita dari pengaruh jahat? Terima kasih. Budiono Jawaban:

Wa'alaikum Salam Warahmatullah Wabarakatuh Bismillah walhamdulillah washsholatu wassalamu ala rasulillah. Saudaraku Budiono, sebelum menjawab hukum mendatangi dukun, perlu dijelaskan dulu definisi dukun dalam syariat Islam. Menurut Imam al-Jurjani: al-Kahin (dukun) adalah orang yang memberitahu tentang suatu rahasia yang akan terjadi dan mengaku bisa mengetahui halhal rahasia dan mampu menerawang keghaiban. (at-Ta'rifat 1/235) Definisi ini dilengkapi oleh Imam al-Munawi: al-kahin (dukun) adalah yang memberitahukan tentang hal-hal yang telah terjadi. (at-Ta'arif 1/509). Dari kedua definisi tersebut jelaslah bagi kita makna dukun. Yaitu mereka yang mengaku bisa mengetahui hal ghaib yang telah terjadi atau yang akan terjadi dan mengaku bisa mengetahui hal-hal yang ghaib. Maka siapa saja yang mengaku mempunyai kemampuan seperti itu, dia adalah dukun. Tidak peduli apakah dia bergelar pak haji, ustadz, kyai, syekh, paranormal, orang pinter dan sebagainya. Kebenaran sejati hanya ada dalam al-Qur'an dan hadits Nabi. Adapun hukum mendatangi orang pintar/dukun, dengan jelas disebutkan dalam dua hadits berikut, "Barangsiapa mendatangi dukun kemudian bertanya tentang sesuatu maka tidak diterima shalatnya selama empat puluh hari." (HR Muslim dan Ahmad). "Barangsiapa mendatangi dukun dan membenarkan ucapannya, sungguh dia telah mengingkari wahyu yang diturunkan kepada Muhammad." (HR Ahmad, Hakim dan Baihaqi, dishahihkan oleh syekh al-Albani dalam shahihul jami' no. hadits 5939). Maka orang yang mendatangi dukun untuk bertanya atau meminta petuah tentang sesuatu, shalatnya tidak diterima empat puluh hari kalau hanya untuk bertanya dan telah murtad jika sampai membenarkannya. Sedangkan cara melindungi diri dari kemungkinan serangan jahat orang lain adalah dengan banyak mendekatkan diri kepada Allah dan menjauhi kemaksiatan. Selain itu, Islam juga mengajarkan ruqyah perlindungan, yaitu wirid dan doa-doa yang diajarkan Rasulullah. Contoh wirid perlindungan umpamanya bacaan lailaha illallah wahdahu la syarikalah lahul mulku walahul hamdu wahuwa ala kulli syaiin qadir yang dibaca seratus kali di pagi hari akan melindungi kita dari syetan selama satu hari itu (lihat: Shahih Bukhari no. hadits 3119 dan Shahih Muslim no. hadits 2691). Demikian juga dengan doa-doa yang diajarkan dalam Islam untuk setiap kesempatan kita. Saat hendak makan, tidur, masuk dan keluar rumah, tidur, doa perlindungan untuk anak dan sebagainya. Jangan mencari penjagaan selain yang telah diajarkan oleh Rasulullah. Semoga Allah selalu melindungi kita. Wallahu A'lam

Mempelajari Ilmu Kebatinan

Publikasi: 23/09/2004 18:46 WIB Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh. Ustadz Budi Ashari yang di rahmati Allah SWT saya ingin menanyakan, bagaimanakah cara mempelajari ilmu kebatinan, apa hanya dengan mengamalkan amalan-amalan seperti dzikir sudah cukup, atau ada tata cara yang lain. Atas jawabannya saya ucapkan banyak terima kasih. Wassalamualaikum warohmatullah wabarokatuh. Acmad Suwandy Jawaban: Wa'alaikum Salam Warahmatullah Wabarakatuh. Bismillah walhamdulillah washsholatu wassalamu ala rasulillah. Saudaraku Achmad Suwandy, semoga Allah selalu memberikan hidayah-Nya kepada kita semua di tengah suasana negeri yang sangat kelabu dari sisi aqidah. Para pembela kesyirikan berusaha sekuat tenaga dengan membungkus kesyirikannya sehingga nampak Islami. Saudaraku yang baik, menjelang Rasulullah wafat turun surat al-Maidah: 3, "Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu ni'matKu dan telah Kuridhai Islam itu jadi agama bagimu." Dengan ayat tersebut jelaslah bahwa ajaran Islam ini telah lengkap. Tidak perlu lagi ada tambahan. Semua urusan ibadah harus berhenti di hadapan dalil. Tanpa dalil ibadah tertolak bahkan menyesatkan. Ilmu kebatinan yang Anda tanyakan tidak pernah dikenal dalam syariat Islam. Semua ilmu Islam zhahir (jelas/nampak) tidak ada yang batin (tidak jelas). Ilmu Islam semuanya jelas tertera dalam al-Qur'an dan hadits-hadits yang shahih. Tidak benar adanya pengecualian ilmu tertentu untuk orang tertentu. Kalaupun ada kelebihan tertentu untuk orang shalih, itu namanya karamah. Dan karamah tidak mungkin dipelajari, karena karamah adalah hadiah murni dari Allah untuk hamba-Nya yang shalih. Justru, ilmu kebatinan itu rawan kesyirikan. Walaupun untuk mendapatkannya dengan wirid-wirid tertentu atau dengan puasa dan shalat tertentu. Karena ilmu itu tidak pernah diajarkan Rasulullah dan para shahabat dan ritual tersebut juga tidak pernah ada dasar syariatnya. Jangan pula tertipu oleh penampilan orang yang mengajarkan atau mengarang ilmu tersebut. Karena kebenaran sesungguhnya hanya ada pada Rasulullah. Imam Malik sambil menunjuk makam Nabi di Madinah berkata, "Semua orang bisa diterima (perkataannya) dan ditolak kecuali penghuni makam ini."

Setiap muslim harus berdzikir. Tetapi harus dengan dzikir yang diajarkan dan dicontohkan oleh Nabi baik isi ataupun caranya. Kalau kita mau jujur, sesungguhnya masih sangat banyak wirid dan doa yang diajarkan Nabi tetapi belum kita amalkan. Atau bahkan kita belum menghafalnya. Padahal pada doa tersebut pahala, perlindungan Allah dari berbagai marabahaya yang nampak ataupun yang tidak nampak dan ketenangan hati. Mengapa kemudian kita berpindah kepada wirid ajaran orang lain, padahal tidak ada yang menjamin wiridnya selamat dari kesyirikan atau kesalahan. Tinggalkan ilmu-ilmu seperti itu, ilmu yang bertentangan dengan syariat Islam. Karena ilmu tersebut tidak akan membawa manfaat, tetapi hanya menyusahkan Anda cepat atau lambat dan menyesatkan langkah Anda. Wallahu A'lam

Seputar Dunia Jin


Publikasi: 07/09/2004 14:51 WIB Assalamualaikum wr. wb. Saya mau menanyakan beberapa sifat dari jin. 1. Apakah jin sebelum hari kiamat bisa mati? 2. Apakah jin bisa bersetubuh dengan manusia? 3. Penampakan yang terlihat di tayangan TV itu apakah benar-benar jin atau rekayasa? 4. Apakah jin makan dan minum? Itu saja pertanyaan dari saya. Mohon jawaban ustadz yang sejelas-jelasnya. Jazakumullah

Wassalamualaikum wr.wb Kuncoro W

Jawaban: Wa'alaikum Salam Warahmatullah Wabarakatuh. Bismillah Walhamdulillah washsholatu wassalamu ala rasulillah. Sebelum saya menjawab pertanyaan Anda, ada satu hal yang sangat penting yang harus diketahui. Yaitu, segala pembicaraan yang berhubungan dengan yang ghaib tidak mungkin dibenarkan kecuali ada dalilnya baik dari al-Qur'an ataupun dari hadits yang shahih. Artinya, pernyataan siapa pun tentang keghaiban jika hanya dilandaskan pada pengalaman atau apa yang dia lihat dengan kemampuan indera keenam atau apa saja tanpa dalil, maka pernyataan itu tidak mungkin kita katakan benar. Karena, namanya juga sesuatu yang ghaib, maka tentu tidak mungkin bisa kita indera. Kalau bisa kita indera

berarti bukan ghaib. Maka satu-satunya jalan benar untuk mengetahui yang ghaib adalah wahyu Allah yang Maha mengetahui yang nampak ataupun yang ghaib. Maka saudara Kuncoro, jawaban saya atas pertanyaan Anda pun bersandarkan pada dalil. Berikut jawabannya: 1. Jin memang mati sesuai dengan ajalnya masing-masing. Banyak yang salah mengira bahwa jin tidak akan mati sampai kiamat. Menyamakan jin dengan Iblis. Padahal yang benar adalah, hanya Iblis yang diberikan usia panjang sampai hari kiamat. Sesuai dengan firman Allah tentang permintaan Iblis, Iblis menjawab, "Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan." Allah berfirman, "Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh." (QS al-A'raf: 14-15). Adapun jin adalah keturunan Iblis. Dan sesuai dengan hadits Nabi dalam sebuah doa beliau, "...Ya Allah aku berlindung dengan kemuliaan-Mu, tiada tuhan kecuali Engkau, dari kesesatan yang menimpaku. Engkau Maha Hidup dan tidak mati, sedangkan jin dan manusia mati." (HR Bukhari dan Muslim dari riwayat Ibnu Abbas). Hal ini diperkuat oleh sebuah peristiwa yang terjadi di zaman Nabi, seorang shahabat berhasil membunuh ular di dalam rumahnya yang sebenarnya itu adalah jin yang merubah bentuknya. Tidak lama berselang shahabat itu pun mati diserang oleh para jin (Lihat shahih Muslim dari Abu Saib). Hadits ini menunjukkan bahwa jin bisa mati seperti halnya manusia. 2. Jin mungkin menampakkan diri dengan izin Allah. Ketika jin menampakkan diri dalam bentuk yang bisa diindera manusia, berarti telah berlaku bagi dia hukum manusia. Dengan penampakan itu jin mungkin bersetubuh dengan manusia. Dalam sebuah ayat Allah menceritakan pengakuan jin, "Ya Tuhan kami, sesungguhnya sebahagian dari pada kami telah dapat kesenangan dari sebahagian (yang lain)." (QS al-An'am: 128). Dan cermati pula doa sebelum melakukan hubungan suami istri, "Ya Allah jauhkanlah kami dari syetan dan jauhkanlah syetan dari (anak) yang Engkau anugerahkan kepada kami." (HR Bukhari dan Muslim) Jin juga bisa mengganggu manusia dalam mimpinya. "Al-Hulmu (mimpi buruk dan basah) itu dari syetan." (HR Bukhari). Hadits ini memperkuat bahwa jin mungkin saja hadir dalam tidur seseorang kemudian membuatnya bermimpi basah. 3. Penampakan yang ada di televisi bisa jadi benar jin yang menampakkan diri. Seperti hal kisah Abu Hurairah yang melihat penampakan jin ketika dia sedang menjaga harta zakat. Apalagi jin tersebut memang diundang oleh para dukun dalam acara tersebut. Tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa yang berbuat itu adalah para kru televisi. Saya pun pernah mendengar berita --walaupun belum membuktikan sendiri kebenarannya-bahwa terkadang seorang kru diperintahkan untuk berdandan ala jin kemudian disyuting dalam keremangan, kalau jin yang diundang tidak muncul. 4. Jin juga makan dan minum seperti kita. Sebagaimana yang diceritakan Ibnu Mas'ud pada malam pertemuan Nabi dengan para jin, ketika para jin meminta makanan, Nabi

berkata, "Untuk kalian setiap tulang yang dagingnya dimakan dengan basmalah akan berubah menjadi daging untuk kalian dan kotoran binatang adalah makanan binatang kalian." (HR Muslim). Adapun masalah minum, Rasulullah bersabda, "Jika seorang di antara kalian maka maka makanlah dengan tangan kanan dan jika minum minumlah dengan tangan kanan, karena sesungguhnya syetan makan dengan tangan kiri dan minum dengan tangan kiri." (HR Muslim). Dan masih ada hadits-hadits lain yang menyatakan bahwa jin makan dan minum juga. Wallahu A'lam

Meruqyah Diri Sendiri


Publikasi: 06/09/2004 11:44 WIB Assalamu'alaikum Ustadz. Beberapa orang mengatakan bahwa saya mempunyai ilmu yang diturunkan, entah hitam atau putih saya tidak tahu. Dan saya tidak percaya. Apakah saya bisa meruqyah diri sendiri? Apa saja bacaannya? Apakah baca al-ma'tsurat tiap pagi dan petang sudah cukup? Terimakasih ustadz atas jawabannya. Jazakumullah khairan katsiro. Wassalam. Muslimah Jawaban: Wa'alaikum Salam Warahmatullah Wabarakatuh. Bismillah Walhamdulillah washsholatu wassalamu ala rasulillah. Mungkin saja yang dikatakan orang itu benar, bahwa Anda benar mempunyai ilmu yang diturunkan. Dalam Islam tidak ada ilmu yang diturunkan. Ilmu harus dipelajari. Sehingga Nabi membahasakannya dengan, "Menuntut ilmu wajib bagi setiap muslim." Maka ketika ada ilmu bisa diturunkan tentu ada sebuah tanda tanya besar. Dan memang secara kajian syariat Islam tentang ilmu turunan itu bermasalah dari sisi aqidah Islam yang benar. Jadi, kata ilmu hitam atau putih adalah merupakan istilah yang menyesatkan. Karena sebagian orang beranggapan bahwa ilmu hitam tidak boleh tetapi ilmu putih boleh. Bahkan saya pernah mengungkapkan kajian syariat Islam di hadapan seorang paranormal tentang ilmu yang didapatkannya. Dengan enteng dia mengatakan, "Saya tidak peduli apakah agama mengatakan bahwa saya ini telah sesat atau murtad, karena inilah yang saya dapat." Istilah yang sebenarnya lebih tepat adalah sihir hitam dan sihir putih. Sihir hitam adalah sihir yang digunakan untuk menyakiti orang. Seperti, santet, membuat orang sakit,

keluarga berantakan, suami istri cerai dan sebagainya. Dan sihir putih adalah sihir yang digunakan untuk membantu orang. Seperti mengobati orang sakit, menemukan barang yang hilang, mengeluarkan santet dan sihir juga. Maka, yang harus digarisbawahi adalah bahwa keduanya, baik yang hitam atau yang putih adalah ilmu sihir. Dan ilmu sihir sebagaimana dengan tegas dinyatakan dalam alQur'an, "...Padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syetan-syetan itulah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia." (QS al-Baqarah: 102). Kalau Anda benar-benar mempunyai ilmu tersebut, maka Anda harus segera diruqyah. Sedangkan, mungkinkah Anda meruqyah diri sendiri, jawabannya mungkin. Karena ilmu ruqyah adalah bagian dalam kajian aqidah Islam yang memang harus dipelajari oleh setiap muslim. Ruqyah sendiri terdiri dari bacaan ayat-ayat dan doa-doa. Sehingga dengan demikian setiap muslim harus bisa meruqyah diri sendiri. Sehubungan dengan cukupkah membaca al-Ma'tsurat, ruqyah itu terbagi menjadi dua. Ruqyah perlindungan dan ruqyah pengobatan. Ruqyah perlindungan harus dipelajari dan diamalkan oleh setiap muslim agar dia terlindung dari berbagai macam gangguan sihir, jin dan mara bahaya. Dan ruqyah pengobatan juga bisa dipelajari oleh setiap muslim untuk membantu saudaranya yang lain. Tetapi jika dia ingin mengobati diri sendiri dengan ruqyah, saya sarankan agar ditemani orang lain. Karena terkadang dampak atau reaksi fisik orang yang diruqyah pengobatan sungguh dahsyat. Sehingga dia butuh orang lain yang menemani. Adapun al-Ma'tsurat adalah wirid untuk penjagaan, maka untuk mengeluarkan ilmu turunan seperti yang Anda miliki harus dibacakan ayat dan doa tambahan lainnya yang dipergunakan untuk pengobatan. Kalau Anda ingin belajar bacaan ruqyah, silakan miliki buku atau kaset ruqyah yang diterbitkan oleh Ghoib Pustaka. Karena kalau saya tuliskan di sini terlalu panjang. Wallahu A'lam

Rajah Penglarisan
Publikasi: 03/09/2004 14:13 WIB Apakah hukumnya penglarisan perdagangan dengan mengunakan tulisan/huruf Hijaiyyah yang ditulis di atas kain putih ataupun dengan cara yang lainnya seperti dengan garam yang disebarkan/dicampur dengan masakan. Erry Supriyanto Bismillah walhamdulillah washsholatu wassalamu ala rasulillah. Penglarisan yang Anda sebutkan adalah penglarisan haram dalam Islam. Karena huruf Hijaiyyah yang ditulis di atas kertas atau kain atau cara lain dengan menaburkan garam di tempat usaha atau

masakan, atau dengan menggantungkan tulisan-tulisan yang dipercaya bisa mendatangkan para pembeli adalah jimat para dukun (walaupun yang memberikan jimat itu adalah pak haji, kyai, ustadz atau syekh). Rajah-rajah itu digunakan oleh para dukun yang bekerjasama dengan jin. Kami di Majalah Ghoib setiap harinya mendapatkan kiriman jimat dari para pembaca yang meminta untuk dimusnahkan. Sebagiannya kami bedah kesesatannya di rubrik bongkar jimat, terus kami musnahkan dan yang lainnya langsung kami musnahkan. Di antara jimat yang dikirim adalah seperti jimat yang Anda sebutkan. Berupa rajah hurufhuruf Hijaiyyah dan lambang-lambang yang tidak kita mengerti. Itu adalah rajah yang dipakai para dukun untuk meminta bantuan jinnya. Rasulullah telah bersabda, "Sesungguhnya mantera-mantera, jimat-jimat dan sihir pelet (pengasihan) adalah syirik." (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah dan Ahmad). Imam Ibnu Taimiyah menegaskan, "Meminta bantuan dengan tulisan yang tidak dimengerti maknanya tidak diizinkan dalam syariat. Apalagi jika ada unsur syiriknya, maka hal itu diharamkan. Dan kebanyakan yang dilakukan oleh orang yang membuat jimat adalah syirik." (Majmu' Fatawa 19/61) Termasuk juga syarat dari jin berupa garam atau apa saja permintaannya untuk penglaris adalah perbuatan kesyirikan yang tidak boleh dituruti. Karena penglaris dengan garam tidaklah logis, tidak ada hubungannya antara garam dan kedatangan para pembeli. Juga tidak pernah diajarkan oleh Rasulullah dan tidak juga dilakukan oleh para shahabat sebagai cermin buat kita melaksanakan syariat Islam. Dan ini jelas-jelas menuruti perintah dukun dan jin. Demikian juga mendatangi para dukun meminta bantuan mereka adalah perbuatan yang bisa mengeluarkan seseorang dari keislaman. "Barangsiapa mendatangi dukun, kemudian bertanya kepadanya dan membenarkannya, sungguh dia telah mengingkari (wahyu) yang diturunkan kepada Muhammad (al-Qur'an dan hadits)." (HR Ahmad dan Baihaqi). Maka saudara Erry, kalau Anda pernah mempunyai jimat atau melakukan ritual penglaris maka segeralah bertaubat dan musnahkanlah jimat tersebut. Carilah penglaris yang diajarkan oleh Islam berupa usaha yang maksimal dan profesional kemudian berdoa kepada Allah agar laris, karena hati manusia ada di antara jari-jari Allah yang Maha Pengasih. Termasuk salah satunya hadits, "Ya Allah, berkahilah umatku pada paginya." Jika Rasul mengirim pasukan, mengirimnya pada pagi hari. Dan Sakhr adalah seorang pedagang yang selalu mengirimkan barang dagangannya di pagi hari, maka dia menjadi orang yang kaya." (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi). Semoga Allah memudahkan segala usaha baik saudara. Wallahu A'lam.

Kemasukan Jin Bandel


Publikasi: 01/09/2004 10:47 WIB

Assalamu 'Alaikum Warahamatullahi Wabarakatuh Mohon pencerahannya Ustadz, karena saat ini adik saya kemasukan jin. Namun yang masuk ini adalah jin yang sangat kuat, dia bahkan bisa sholat, mengaji/membaca ayat kursi dengan fasih, dan adik saya ini juga masih kenal keluarganya. Sempat saya tidak percaya dengan pengusir jin, sehingga kami hanya minta do'a kepada Allah, dan mengaji ramai-ramai namun jin tersebut tidak juga keluar, bahkan sudah dido'akan oleh ulama besar di salah satu masjid yang ada di Kebun Jeruk, namun tidak pengaruh sedikitpun adik saya masih kemasukan jin. Waktu kami datang kepada Pak Heri (panggilannya Kyai sableng/orang yang tidak mau dipanggil ustadz) yang mengaku bisa mengusir jin tersebut, ternyata berhasil. Mudah-mudahan kami tidak melakukan dosa syirik kepada Allah SWT, karena kami buta sekali mengenai orang yang kemasukan jin. Namun 1 minggu berikutnya adik saya kembali kemasukan jin, karena kembali ke tempat kemasukan jin pertama kali (sampai saat ini), kami sudah kewalahan untuk mengusirnya tapi tidak bisa. Pak Heri tersebut kembali berniat membantu, tapi dia tahu ada salah satu keluarga kami, yang tidak percaya dengan Pak Heri ini (kakak saya beralasan dengan do'a saja bisa kita usir, karena manusia lebih tinggi derajatnya). Namun sudah 3 hari bahkan sampai sekarang adik saya belum sembuh, dan Pak Heri ini jadi tidak mau sepenuh hati membantu kami. Tolong pencerahannya Pak ustadz, urgent sekali mengingat adik saya kalau lama-lama kata Pak Heri ini bisa gila, padahal adik saya mesti kuliah di UIN. Kami disuruh percaya sepenuhnya kepada Pak Heri ini. Padahal kami tahu yang menyembuhkan itu adalah Allah, bukan Pak Heri, karena kami miskin ilmu tentang ini, akibatnya saya pusing sendiri. Terima kasih sebelumnya. Mulyadi Jawaban: Wa'alaikum Salam Warahmatullah Wabarakatuh, Bismillah walhamdulillah washsholatu wassalamu ala rasulillah. Saudara Mulyadi, saya turut berdoa semoga masalah Anda segera selesai dengan cara yang benar. Kasus kemasukan jin seperti yang dialami oleh saudara Anda, harus segera dikeluarkan dengan cara yang diajarkan oleh Islam. Karena mengeluarkan jin dengan selain cara yang diajarkan Islam adalah kesyirikan. Allah yang Maha Kuat telah mengajarkan melalui Rasul-Nya tentang Ruqyah Syar'iyyah, satu-satunya cara dalam Islam untuk mengatasi segala kasus yang berhubungan dengan jin. Tapi, sebelum melakukan terapi ruqyah kepada adik saudara, ada yang harus dilakukan, yaitu menyadarkan adik saudara sendiri. Karena jin yang membandel itu bisa jadi karena adik saudara sendiri yang 'memeliharanya'. Tentu saja menjadi sulit dikeluarkan, karena

adik saudara sendiri yang menahannya. Atau kalaupun bisa dikeluarkan secara paksa, maka jin itu akan datang lagi karena adik saudara mengundangnya lagi. Maka dari itu, harus ditanyakan dulu apakah jin itu peliharaan adik saudara atau bukan. Kalau iya, sadarkan bahwa bekerjasama dengan jin apa pun bentuk dan tujuannya adalah dosa dan kesesatan (buka: Surat al-Jin: 6). Tetapi kalau ternyata tidak, alhamdulillah. Tinggal dilakukan terapi Islami untuk mengeluarkannya. Mengenai minta bantuan kepada Pak Heri, harus segera dihentikan. Karena sesuai dengan cerita saudara, telah terjadi pelanggaran syariat. Yaitu dengan permintaan Pak Heri agar saudara percaya sepenuhnya kepadanya, ini jelas suatu kesalahan besar. Hanya Allah saja yang menyembuhkan, seperti yang telah Anda yakini. Sayangnya saudara tidak menyebutkan cara pengobatan kyai sableng tersebut. Tetapi yang penting, jangan lagi mengulangi kesalahan dengan mendatangi para dukun (apapun nama mereka hari ini). Karena mendatanginya adalah perbuatan syirik dan bukan menyelesaikan masalah tetapi hanya menambah masalah. Terbukti setelah seminggu, adik saudara kesurupan lagi. Anda harus segera meruqyah adik anda. Kalau tidak bisa meruqyah sendiri datanglah kepada orang mempunyai pemahaman aqidah yang bagus dan bisa meruqyah dengan benar. Atau kalau tidak menemukan orang yang bisa meruqyah, hubungi kantor ruqyah Majalah Ghoib, 021- 4241241. Semoga Allah segera memberikan jalan keluar buat Anda sekeluarga. Dan ingatlah, aqidah yang bersih dari syirik jauh lebih mahal dibandingkan kesembuhan atau apapun di dunia ini. Wallahu A'lam.

Cara Memusnahkan Jimat


Publikasi: 20/08/2004 13:42 WIB Bagaimana cara kita memusnahkan benda pusaka atau jimat? Agus Baskara Cianjur Bismillah walhamdulillah washsholatu wassalamu ala rasulillah. Saudara Agus Baskara, semoga Allah selalu memberikan kekuatan kepada Anda dan kaum muslimin lainnya untuk memerangi kesyirikan termasuk dalam memberangus berbagai bentuk jimat. Agar kelak kita menghadap Allah dalam keadaan muslim. Untuk memusnahkan jimat tidaklah sulit. Hanya harus berhati-hati. Setiap muslim bisa memusnahkannya, tidak mesti ustadz atau orang tertentu. Artinya saudara Agus pun bisa melakukannya sendiri.

Berikut cara memusnahkan jimat: Pertama, Milikilah keyakinan penuh bahwa hanya Allah yang Maha Kuat dan jin itu sangat lemah. Allah berfirman, Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang kafir berperang di jalan taghut, sebab itu perangilah kawan-kawan syetan itu, karena sesungguhnya tipu daya syetan itu adalah lemah. (QS an-Nisa': 76). Ini perlu dibangun pertama kali, agar kita tidak memiliki rasa waswas yang nantinya malah dimanfaatkan jin untuk mencelakakan kita. Mengingat, jin sudah terlanjur senang tinggal di jimat itu, karena telah dipertuhankan oleh pemilik jimat tersebut. Kedua, Bangunlah rasa tawakkal yang tinggi. Tawakkal ini dapat dibangun setelah kita memiliki keyakinan penuh kepada kekuatan Allah dan keyakinan bahwa jin sangatlah lemah. Tawakkal artinya menyandarkan diri sepenuhnya kepada Allah. Tawakkal akan membuat kita menjadi orang yang paling kuat, termasuk dalam menghadapi syetan manusia dan syetan jin yang berlindung di balik jimat. Rasul bersabda, "Barangsiapa yang ingin menjadi manusia yang paling kuat, maka bertawakkallah kepada Allah." (HR Hakim, Abd bin Humaid, Syihab, al-Haitsami dari Ibnu Abbas). Ketiga, Bacakan ayat kursi atau ayat-ayat ruqyah lainnya untuk melindungi diri kita, kemudian untuk menghinakannya Anda boleh meludahinya, seperti yang dilakukan Amr bin Yasir terhadap patung Hubal. Keempat, Bakarlah jika jimat itu termasuk yang bisa dibakar seperti kertas, kain. Demikian juga jimat yang terbuat dari bahan yang tidak hancur dibakar seperti keris, tombak, batu, bakarlah. Hal ini pernah dilakukan oleh Nabi Musa ketika beliau membakar patung anak sapi yang dibuat dari emas, "Sesungguhnya kami akan membakarnya, kemudian kami sungguh-sungguh akan menghamburkan ke dalam laut." (QS Thaha: 97). Setelah itu hilangkanlah dengan cara memendamnya atau membuangnya atau menyimpannya di tempat yang tidak menimbulkan fitnah bagi masyarakat awam dan kita sekeluarga. Jika Anda membuangnya atau memendamnya, yakinkan bahwa benda tersebut tidak dipungut atau digali kembali oleh orang yang kemudian menjadikannya jimat kembali. Namun jika Anda tetap ragu untuk memusnahkannya, silahkan kirim ke kantor Majalah Ghoib. Kami siap membantu saudara-saudara sekalian untuk memusnahkan jimat-jimat menyesatkan tersebut. Sebagaimana yang telah dilakukan oleh sebagian pembaca Majalah Ghoib yang mengirimkan jimat dari berbagai pelosok tanah air melalui paket pos atau datang langsung ke alamat kantor: Jl. Percetakan Negara VII no. 13 Rt 06/03 Jakarta Pusat, telp. 021-4241241. Semoga Allah selalu menjaga kita dan tidak perlu takut karena tipu daya syetan itu lemah. Wallahu a'lam.

Menonton Tayangan Misteri di Televisi


Publikasi: 20/08/2004 13:34 WIB Apa hukumnya nonton tayangan misteri di televisi? Ubaidillah, Balikpapan Jawaban Bismillah walhamdulillah washsholatu wassalamu ala rasulillah. Tayangan misteri belum kunjung reda dari layar kaca kita, walaupun dampak negatifnya sudah sangat jelas. Dalam sebuah seminar nasional yang diadakan di Jawa Tengah tentang tayangan misteri di televisi, di mana saya menjadi salah satu narasumber, terlihat bahwa pihak televisi yang menayangkan dan paranormal yang menjualnya tetap bersikukuh untuk menayangkan acara ini, tanpa peduli acara yang seharusnya mendidik masyarakat itu malah merusak generasi dan aqidah mereka. Saudara Ubaidillah, apapun termasuk tayangan misteri ini, jika menjerumuskan seseorang ke dalam mudharat atau bahkan dosa, maka hukum hal tersebut adalah haram. Karena apa saja yang menyebabkan jatuhnya seseorang kepada kemaksiatan atau dosa, hukumnya haram sebagaimana haramnya kemaksiatan dan dosa itu sendiri. Setelah mengetahui kaidah tersebut baru kita kaji apakah tayangan misteri di televisi membawa kebaikan atau bahaya. Tayangan misteri di televisi sangat berdampak negatif. Tidak ada pendidikan apalagi kebaikan. Dari sisi psikologi sangat berpengaruh buruk. Hal ini lebih terlihat jelas pada anak-anak kita yang sering ketakutan pada hal yang tidak jelas. Dan masih banyak lagi bahaya yang ditimbulkan oleh tayangan ini. Belum lagi bicara masalah dampak kesyirikan yang dilegalkan oleh acara ini. Dalam tayangan misteri biasanya yang diundang adalah paranormal alias dukun walaupun bersorban putih dan berpakaian serba putih. Sementara meminta bantuan dukun dalam Islam jelas-jelas suatu perbuatan dosa besar. Cara pengusiran jin dari suatu tempat atau dari tubuh seseorang juga menggunakan cara perdukunan dan jelas tidak Islami. Sebagian menggunakan kembang, kemenyan, menuruti kemauan jin, mempercayai pernyataan jin dan sebagainya. Akhirnya masyarakat menilai bahwa hal seperti itu adalah suatu kewajaran. Ini mendorong mereka untuk menghubungi paranormal-paranormal itu ketika mendapatkan satu permasalahan. Aqidah masyarakat ternodai oleh kesyirikan. Padahal aqidah adalah harga mati bagi seorang muslim. Dengan melihat beberapa dampak keburukan yang ditimbulkan tayangan misteri bagi kebanyakan penonton, maka hukum menontonnya adalah sebagai berikut. Secara umum, menonton tayangan mistik di televisi hukumnya haram, karena sebagian masyarakat kita belum dewasa dalam sikap dan aqidah. Sudah banyak yang terjerumus ke dunia syirik

disebabkan oleh tayangan mistik yang mereka saksikan. Atau kalaupun baru tingkat kekhawatiran akan terjerumusnya sebagian permirsa, maka hukumnya tetap haram saddan lidzdzari?ah (sebagai langkah preventif) untuk menjaga sesuatu yang paling mahal dalam kehidupan seorang muslim yaitu aqidah. Tetapi, sebagian pemirsa yang telah mempunyai kekuatan aqidah dengan pemahaman yang benar, apalagi dia berniat untuk mengkritisinya dari sisi syar'i, maka baginya menonton tayangan seperti itu tidak membahayakan dirinya dan aqidahnya. Maka, menonton baginya tidak menjadi masalah. Bahkan bisa menjadi bahan agar dia bisa menjelaskan dengan lebih pas dan detail secara syariat yang benar. Adapun, siapa yang mengukur apakah aqidah kita sudah kuat atau belum. Jawabannya adalah kita sendiri. Kitalah yang tahu, apakah selama ini kita telah belajar aqidah Islam secara mendalam dan benar? Kemudian menanamkan aqidah tersebut dalam hati, tidak terpengaruh dengan dunia syirik dan bahkan aktif memeranginya? Jawaban jujurnya adalah di nurani kita. Telah nyata kerusakan yang ditimbulkan oleh tayangan mistik di televisi. Solusinya bukan mensiasati jam penayangan, tetapi menghilangkan sama sekali tayangan perusak aqidah itu. Wallahu a'lam.