Anda di halaman 1dari 1

RABU, 16 FEBRUARI 2011

Mengultuskan Resik-resik Kali


WALI KOTA Semarang kembali membuat gebrakan dengan mencanangkan kegiatan Resik-resik Kali (membersihkan sungai-Red) mulai saluran Pasar Dargo, dan seminggu kemudian diteruskan di Bubakan. Program yang digagas bersama Suara Merdeka dan beberapa mitra kerja, serta didukung berbagai elemen masyarakat itu layak diapresiasi.
besar orang, kali, saluran, atau drainase adalah tempat pembuangan. Sungai ibarat mal karena semua benda bisa kita temukan, mulai kantung plastik, kaus kaki, baju, kaleng, mainan, meja, kasur, sayur dan sebagainya. Memilah Sampah Orang tidak peduli biaya publik (public cost) yang muncul karena perilakunya yang memicu terjadinya banjir dan sumber penyakit. Menumpuknya sampah di sungai juga menjadi indikasi bahwa perda larangan membuang sampah di sembarang tempat hanyalah macan kertas yang tidak pernah diimplementasikan. Untuk menjual ide Resik-resik Kali perlu terus dikampanyekan tentang konsekuensi membuang sampah di sungai, selain perlu pendekatan insentif dan disinsentif. Kelompok masyarakat yang berhasil membersihkan sungai selayaknya mendapatkan insentif, bisa bantuan alat-alat kebersihan, dan perlu diumumkan kepada publik melalui media massa. Bagi komunitas yang lingkungan sungainya buruk, juga perlu diumumkan untuk menumbuhkan budaya malu, yang kemudian mendorong berbuat lebih baik. Program Pemkot itu harus dibarengi dengan tindakan proaktif masyarakat mulai hulu, tengah sampai hilir melalui program 3 R, yakni reduce (mengurangi), reuse (menggunakan kembali), dan recycle atau mendaur ulang. Demikian juga mendaur ulang sampah dengan memilah sampah organik menjadi kompos, dan sampah anorganik menjadi berbagai macam barang berguna, seperti tas dan suvenir dari bekas bungkus makanan kecil atau bekas sachet deterjen. Gerakan 3 R yang dilakukan warga Sampangan dan Jomblang mampu mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPS sampai 30%. Karena itu, gerakan Resik-resik Kali sudah selayaknya diintegrasikan dengan program pengolahan sampah. Daur ulang juga bisa dilakukan di pasar-pasar dengan mengolah sampah organik pasar menjadi kompos sebagaimana dilakukan di Sragen. (10) Sudharto P Hadi, dosen Manajemen Lingkungan Universitas Diponegoro

Energi Kesejukan dari Temanggung


memang hari raya milik orang Islam, tapi kita ini kan punya dosa sosial, mumpung lebaran justru salah kalau tak saling maaf-memaafkan. Maka, tak PA yang terjadi di Temanggung menun- sedikit keluarga nonmuslim menyediakan jajan dan jukkan kemiripan dengan peristiwa di penganan tiap kali lebaran tiba. Tak sedikit pula tabib Banten, juga sederet kasus brutal berdarah Tionghoa melakukan praktik pengobatan sebelumnya. Motifnya adalah perusakan alternatif. Kehadiran mereka menjadi oase di tengahtempat ibadah dan kekerasan atas nama agama. tengah mahalnya pengobatan medis konvensional. Modusnya adalah amuk massa. Hukuman lima Ada Kebersamaan Contoh lain, pemeluk Buddha di Kecamatan tahun penjara terhadap Antonius Richmond BaKaloran selama ini bisa hidup tenang menjalani aktivwengan dianggap tak memuaskan. Ketidakpuasan itu seolah menghalalkan tindak kek- itas keagamaannya. Tiap tahun, air suci dalam erasan. Inilah momen pelumpuhan otoritas hukum. peringatan Waisak di Borobudur diambil dan diarak Mungkin banyak yang menyangka, hukum lumpuh dari mata air Jumprit yang jernih di Ngadirejo. Jika semata karena para penegaknya bertindak bak melewati Kandangan, mampirlah ke Desa Rowomakelar. Namun, peristiwa di Temanggung menun- seneng. Di sana siapa saja bisa menyaksikan, Pertapaan jukkan perkara yang lebih mendasar. Kelumpuhan itu justru pertama-tama karena pengabaian dan Cisterciensis Santa Maria, dibangun Ordo Trappist lebih dari setengah abad lalu, berada di antara pengingkaran terhadap hukum sebagai asas. Dari kronologi kejadian, sulit menyangkal amuk perkampungan warga yang memeluk bermacam keyakinan. massa ini semata-mata kebePendek kata, kenyataan tulan. Sedemikian banyakkah hidup umat beragama di Teorang berkepentingan, manggung adalah bersandinsehingga ratusan orang sudah gan dan berdampingan. Inilah berkerumun sejak pagi di penyang saya syukuri, lahir dan gadilan negeri? Mengapa Jika dilihat dengan teliti, dalam tumbuh di lereng Sumbingpembacaan vonis hukuman relasi antaragama dan antaretnis di Sindoro ini. Perbedaan keyakimaksimal justru langsung nan tak berkorelasi negatif diprotes nyaris tanpa jeda? Kabupaten Temanggung banyak dengan kesanggupan meMengapa ada bom molotov? mesrai kebersamaan. Sedijumpai keseharian yang Mengapa gereja dan sekolah mentara para teolog dan akaKristen diserbu dalam tempo menyejukkan. demisi mendiskusikan comnyaris serentak? Deret permon ground, banyak orang di tanyaan bisa diperpanjang. Temanggung sudah melamDalam sejumlah literatur pauinya dalam laku keseharibaku keislaman (kutubul an. mutabarah) disebutkan, kekCitra buruk Temanggung erasan tidak diizinkan kecuali dalam perang. Itupun yang dibingkai dalam skala nasional belakangan ini dalam konteks membela diri (dafun nafsi min al dlarar) dan bukan menyerang. Lebih mendasar lagi, sungguh menyesakkan dada masyarakat lereng kata Islam adalah salah satu derivasi dari kata dasar Sumbing-Sindoro. Ini mengingat banyak dari mereka tengah dihimpit kesulitan ekonomi akibat tata salaam yang antara lain bermakna perdamaian. Salah satu dimensi makna dari kata Islam adalah niaga dan undang-undang tembakau yang tidak menganjurkan kedamaian. Dengan demikian, kek- adil, tidak memihak kesejahteraan petani. Maka, ketika dari luar dirongrong terorisme dan erasan atas nama Islam sebagaimana terlihat dalam insiden di Temanggung sejatinya merupakan asum- kekerasan atas nama agama, Temanggung tengah mengalami proses pelapukan ganda dari luar, ibarat si keliru sejak dalam pikiran. Sebelum insiden itu, kehidupan antaragama di pelanduk yang digilas para gajah yang rakus Temanggung tak pernah mengalami ketegangan. kekuasaan. (10) Perbedaan agama, keyakinan, hingga etnis menjadi Ahmad Musthofa Haroen, pengajar pada kelumrahan yang tidak menghalangi tegur sapa satu Pesantren Irsyadul Mubtadi-in Kecamatan Ngadirejo sama lain, atau minimal tidak menjadi penyebab konflik horizontal. Malahan, jika dilihat dengan teliti, Kabupaten Temanggung, peneliti pada BPPM dalam relasi antaragama dan antaretnis banyak Balairung UGM dijumpai keseharian yang menyejukkan. Tetangga saya yang Nasrani bilang, Idul Fitri

Oleh Ahmad Musthofa Haroen

Oleh Sudharto P Hadi


ampah di saluran, sungai, dan drainase merupakan persoalan pelik kota. Pertama; mengurangi daya tampung sungai, dan bahkan menjadi penghambat aliran air sehingga memicu banjir. Kedua; sampah yang kotor dan berbau menjadi sumber berbagai penyakit. Karena itu membersihkan sungai sesungguhnya menjadi keharusan secara rutin. Gerakan Resik-resik Kali mengingatkan peristiwa besar di Amerika Serikat awal 1970-an ketika penduduk Negeri Paman Sam merasa gerah dengan kondisi lingkungan yang makin buruk. Hal itu mendorong masyarakat turun ke jalan membersihkan sampah di saluran dan jalanjalan permukiman. Kegiatan itu melahirkan kesadaran kolektif yang mampu menjadi gerakan sosial menyelamatkan lingkungan. Sampai sekarang gerakan itu diperingati sebagai Hari Bumi. Tidak mengherankan kalau community pressure (tekanan masyarakat) di Amerika itu menjadi kekuatan terwujudnya lingkungan yang baik dan bersih. Akankah Resik-resik Kali di Semarang menjadi kekuatan besar? Pada kasus di Semarang memang bukan tumbuh spontan dari bawah melainkan dari atas dengan kekuatan birokrasi menggerakkan elemen di bawahnya, mulai SKPD, camat, lurah, RW, RT, hingga instansi terkait lainnya seperti jajaran Kodim. Inisiatif ini tetap membawa manfaat. Pertama; mengingatkan kepada semua pihak tentang kondisi lingkungan yang makin buruk. Kedua; menjadi pemicu untuk ditindaklanjuti menjadi kegiatan rutin oleh masyarakat dan pihak terkait. Sejauh mana kegiatan pencanan-

gan itu menjadi gerakan sosial, sangat bergantung pada kemampuan di tingkat RT memelihara momentum menggerakan masyarakat. Dengan kata lain bagaimana mengubah ritual membersihkan sungai menjadi kultural (kebiasaan) yang dilakukan rutin. Pengalaman Singapura menunjukkan bahwa pendekatan dari atas, bahkan dalam bentuk aturan ketat, bisa

menumbuhkan kultur disiplin. Semboyan menjadi Negara Taman (Park Country) ternyata bisa diwujudkan dan dinikmati masyarakatnya, bahkan menjadi daya tarik wisatawan mancanegara. Memang tidak mudah mengubah perintah menjadi kebiasaan. Dalam pandangan sebagian

Alamat Baru
Kirimkan artikel wacana lokal (hal 7) ke: wacana_lokal@suaramerdeka.info. Panjang tulisan maksimal 5.000 karakter with space. Sertakan foto close up, pose santai. (Red)

PDIPSedang Diuji
Ketika Hj Rustriningsih, Wagub Jateng yang merupakan kader PDIP menentukan sikap dengan memilih memimpin Nasdem (Nasional Demokrat) Jateng yang dikukuhkan oleh Surya Paloh, Minggu 23 Januari 2011 di Stadion Jatidiri Semarang, sebagian perhatian publik terpecah. Ada yang mencela dengan alasan pembangkangan terhadap partai, dan ada yang mendukung dengan alasan merupakan hak warga negara, karena Nasdem itu Ormas, bukan partai politik. Beberapa waktu yang lalu salah satu jajaran pengurus PDIP Jateng sudah menyampaikan bahwa kader PDIP sebaiknya tidak masuk ke Nasdem, karena akan mendapatkan sanksi yang tegas dari partai jika melanggar ketentuan itu. Tjahyo Kumolo selaku Sekjen PDIP dan anggota DPR RI dari DP 1 Jateng memberikan pilihan dan menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada Rustriningsih tentang sikapnya yang memilih memimpin Nasdem Jateng. Dan tentu saja mekanisme partai akan tetap berjalan sesuai peraturan yang telah ada mengenai sikap DPP terhadap keputusan Rustriningsih. Rustriningsih pasti mempunyai alasan yang kuat, alasan yang hakiki sehingga beliau berani menentukan pilihan dengan segala risiko yang akan dihadapi. Beliau juga menekankan tidak akan meninggalkan PDIP dan tetap merupakan kader PDIP. Bahkan beliau sudah menyiapkan agenda untuk menjelaskan kepada DPP PDIP. Surya Paloh selaku Ketua Nasdem Pusat menegaskan bahwa Nasdem tidak akan pernah dibawa menuju ranah politik. Nasdem akan tetap menjadi Ormas yang mewadahi aspirasi rakyat, dan suara rakyat serta men-

Diketik 1,5 spasi maksimal satu folio, ditandatangani dan dilengkapi fotokopi identitas diri. Isi seluruhnya tanggung jawab penulis dan tidak melayani permintaan identitas yang dirahasiakan. Redaksi berhak melakukan editing. Kirimkan ke alamat: pembaca@suaramerdeka.info Untuk kritik dan saran seputar Suara Merdeka kirim: kritik@suaramerdeka.info

Indomart Mencurigai Orang Tanpa Dasar Kuat


Hati ini benar-benar terpukul begitu mendengar anaknya mencuri di Indomart. Masalahnya selama saya besarkan sampai kelas V SD, anak belum pernah mengambil barang milik orang lain. Begitu juga barang atau uang miiik orang tua tanpa izin terlebih dahulu. Awalnya sekolah menerima pengaduan dari karyawan Indomart yang berada di Jalan Letjen DI Panjaitan, Banjarnegara karena kehilangan jajan cokelat (Silverqueen) seharga Rp 10.200, dengan menunjukkan bukti berupa gambar rekaman kamera yang dipasang di tokonya. Sekolah pun kemudian menindaklanjuti dengan memanggil anak untuk dimintai keterangan dan juga dua temannya yang pergi bersama sebagai saksi. Hasilnya tidak mencuri. Sedangkan hasil gambar rekaman tidak jelas (meragukan). Peristiwa tersebut secara psikologis telah mengganggu jiwa anak dan tidurnya pun sampai mengigau. Sehubungan dengan hai tersebut maka lewat surat ini saya akan menyampaikan hal-hal berikut: Pertama, saya mengucapkan terima kasih sekali kepada pihak sekolah yang tetah mengganti uang seharga Silverkuin sebagai langkah untuk tidak memperpanjang masalah sehingga tidak tersebar ke teman-teman yang lain. Kedua, saya sarankan kepada Indomart jangan menganggap benar secara sepihak. Keterangan yang bersangkutan dan saksi-saksinya pertu dipertimbangkan sehingga kebenarannya bisa dipastikan. Bukti gambar rekaman yang tidak jelas tidak cukup sebagai bukti, apalagi jarak pelapor dengan peristiwanya berselang cukup lama. Pengakuan karyawan yang katanya melihat juga disangsikan karena melihatnya ragu (tidak pasti). Biar tidak salah duga, kalau memang ada anak mencurigakan langsung ditanya saja. Anak-anak biasanya masih polos dan jujur. Perlu diketahui bahwa anak-anak SD di situ sudah tahu ada kamera, bahkan mereka kadang bergaya (dada) di depan kamera lalu teman yang lain melihatnya di layar yang terpasang di tempat kasir. Ketiga, untuk pimpinan Indomart mohon tingkatkan profesional karyawan, jangan memandang sinis karena kebenarannya belum bisa dipastikan. Besarkan gambar rekamannya biar jelas dan pasanglah kamera yang bisa memantau seluruh ruang. Berilah training agar bisa menyikapi para pengunjung yang dicurigai atau gunakan satpam khusus memantau pengunjung secara langsung agar perhatian karyawan tidak terpecah dengan mengurus barang dagangan. Sunary o Sokanandi RT003 RW002 Banjarnegara

jadi kanal bagi penyaluran demokrasi yang merupakan manifestasi dari sebuah keterbukaan publik. Lantas kenapa pilihan Rustriningsih masih dipermasalahkan? Kenapa masih diragukan dengan kecurigaan bahwa Nasdem suatu saat akan berubah menjadi sebuah partai? Menjadi partai kompetitor dalam sebuah alam demokrasi? Ucapan Surya Paloh merupakan ucapan seorang pemimpin, dan tokoh nasional yang tidak perlu diragukan lagi kapasitasnya. Ibarat Sabdo Pandito Ratu demikian kita memaknai ucapan Surya Paloh yang tidak akan pernah ditarik kembali. Saya bukan kader PDIP maupun kader Nasdem. Saya merupakan rakyat biasa yang mempunyai kebebasan untuk menyampaikan pendapat dan gagasan. Dan juga merupakan salah satu rakyat kebanyakan yang menginginkan kedamaian di negeri ini. PDIPsaat ini sedang diuji. Sebagai partai besar yang pernah berkuasa di negeri ini, sebenarnya sangat diperlukan untuk penyeimbang dan pengontrol pemerintah. Seperti yang kita ketahui bersama, kehadiran partai penyeimbang atau oposisi sangat dibutuhkan dalam sebuah negara yang menganut azas demokrasi. Dengan tujuan mengurangi arogansi partai pemenang dalam pemilu. PDIP diharapkan menjadi partai yang berjiwa besar dan berlapang dada dalam menghadapi perbedaan pendapat serta perbedaan sikap. Hal-hal yang bersifat remeh temeh sebaiknya dihilangkan agar seluruh energi dan atmosfer partai tidak tergerus oleh halhal yang tidak perlu. Masih banyak pekerjaan besar yang harus diselesaikan. Jadilah penyeimbang yang elegan di negeri ini. Jadilah partai yang besar dengan memosisikan seba-

gai orang yang besar. Rakyat yang akan melihat dan menilai. Sekali lagi, saat ini PDIP sedang diuji. Akan loloskah dalam ujian kali ini? Akan tetapkah PDIP menjadi partai besar dengan berjiwa besar? Ataukah menjadi partai besar dengan jiwa yang kerdil? Waktu yang akan menjawab. S. Handoko Tugurejo A9 RT 09 RW I Tugu Semarang 50151 ***

Salut untuk Tegal


Membaca hasil sebuah survai yang dimuat Suara Merdeka beberapa waktu lalu yang menyebutkan bahwa Kota Tegal menempati urutan kedua se Indonesia sebagai kota yang bersih dari kasus korupsi, kami sebagai warga Kota Tegal merasa bangga. Kami berharap semoga prestasi yang membanggakan tersebut dapat dipertahankan. Di awal tahun yang baru ini, kami sebagai warga Tegal punya mimpi dan harapan untuk kemajuan Kota T egal. Kami berharap pembangunan di segala bidang dapat berjalan lancar. Khusus untuk sektor industri semoga dapat berkembang lebih maju, sehingga predikat Kota T sebagai egal Jepang-nyaIndonesia masih layak dipertahankan. Selayaknya kemajuan dalam pembangunan tidak melupakan pembangunan di bidang mental dan spiritual, sehingga kelak dapat terwujud Kota

T yang modern namun tetap religius. Untuk egal keindahan lingkungan Alun-alun Kota Tegal, kami menyarankan agar bekas gedung bioskop Dewa dan Dewi dapat segera dipugar untuk digunakan sebagai mana mestinya. Di siang hari kedua gedung tersebut terlihat menyebalkan, sedangkan di malam hari terasa menyeramkan. Kami juga mengimbau kepada Pemkot T egal agar nama Jalan Timor-Timur lebih baik diubah, alasannya adalah Timor-Timur sudah bukan lagi menjadi bagian dari wilayah RI. Timor-Timur hanya megingatkan kembali akan kegagalan politik luar negari negara kita. Imbauan ini juga ditujukan kepada kota-kota lain yang masih menggunakan nama jalan tersebut. Iksanudin Jl Kenanga Gg 1 No 9 Tegal 52123 087830165549

Pelayanan Prima PLN


Pada Minggu, 23 Januari 2011 sekitar jam 23.30 listrik rumah saya tiba-tiba padam. Setelah saya keluar ternyata ada mobil truk molen B 9877... menyangkut kabel listrik yang menghubungkan rumah dengan pal/tiang listrik. Sungguh di luar dugaan, pengemudi truk merasa bersalah dan bertanggung jawab atas perbaikan kabel yang terlepas. Yang lebih hebat lagi adalah petugas PLN. Begitu saya telepon, petugas langsung datang memperbaiki kerusakan. Dalam kegelapan malam dan guyuran hujan petugas naik genteng rumah saya untuk menyambung kabel yang lepas. Hanya kurang dari satu jam, listrik sudah menyala lagi. Untuk itu tanggung jawab petugas PLN patut jadi suri tauladan bagi petugas pelayanan publik lain. Saya sampaikan hormat dan terima kasih baik pada pengemudi truk maupun petugas PLN. A.M. Budiana Ds Getasrejo RT 02 RW 2 Purwodadi, Grobogan 58152