Anda di halaman 1dari 2

BAB III ANALISIS KASUS

Seorang anak berusia 7 tahun datang dengan keluhan utama sesak napas. Keluhan disertai dengan nyeri sendi. 6 bulan SMRS pasien mengalami nyeri sendi terutama di lutut dan tumit, nyeri berpindah-pindah (+), bengkak (+) pada sendi kemerahan (+) dan berpindah-pindah (+), demam (+) tapi tidak terlalu tinggi (+) hilang timbul. Bercak merah dikulit (-), benjolan dibawah kulit (-), anak melakukan gerakan yang tidak disadari(-). Riwayat sakit tenggorokan

sebelumnya disangkal. Pasien juga mengeluh sesak (+), sesak dipengaruhi aktivitas (+), sesak dipengaruhi cuaca (-), bengkak dikaki (-). BAB dan BAK biasa. Pasien dibawa ke SpA (K) dilakukan pemeriksaan echo dan dikatakan katup jantung terbuka. 3 hari SMRS timbul bengkak mula-mula di tungkai, lama kelamaan ke perut, sesak napas (+), sesak dipengaruhi aktivitas (+). Pasien kemudian dibawa ke SpA (K) dan dirujuk ke RSMH. Pada pemeriksaan fisik umum TD = 110/80 mmHg, nadi = 120x/ menit, RR = 36x/menit, suhu= 37,8oC. Pada pemeriksaan khusus pada paru didapat retraksi intercostal dan subcostal, kemudian pada jantung didapat bising sistolik murmur grade 3/6 ICS II-III, III-IV, V-VI menjalar ke sternum. Ekstremitas terdapat edema tungkai.Pada pemeriksaan penunjang darah rutin Hb:12,7g/dL, Ht:37 vol%, WBC: 9800/mm3, LED: 26mm/jam, trombosit: 329.000/mm3, hitung jenis : 0/0/0/60/33/7. Pemeriksaan ASTO tidak ditemukan kelainan. Pemeriksaan echocardiogram didapat kesan MR berat, TR berat, PR moderate. Berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan sesuai kriteria Jones, didapatkan adanya 2 kriteria mayor, yaitu poliarthritis migrains dan karditis sehingga dapat disimpulkan pasien ini menderita decomp cordis ec RHD. Walaupun tidak didukung oleh bukti adanya infeksi streptokokus sebelumnya dari pemeriksaan

35

ASTO, kita dapat tetap menyimpulkan ini sebagai RHD karena ASTO mungkin dapat negatif bila infeksi terjadi 6 bulan yang lalu. RHD merupakan penyakit jantung sebagai akibat adanya gejala sisa (sekuele) dari DemamRematik (DR), yang ditandai dengan terjadinya cacat katup jantung. Manifestasi mayor yang ditimbulkan dapat berupa karditis, yakni peradangan aktif yang mengenai endoardium, miokardiom, dan perikardium. Gejala awal rasa lelah, pucat dan anoreksia. Kemudian terdapat artritis yang ditandai dengan adanya nyeri pada persendian, biasanya pada ekstremitas. Sedangkan manifestasi minor dapat berupa demam remiten, anoreksia, nausea dan muntah. Hal tersebut sesuai dengan gejala dan tanda yang didapat pada pasien. Hal ini didukung dengan uji diagnostik menggunakan echocardiogram yang menunjukkan adanya MR berat, TR berat, dan PR moderate. Penatalaksanaan pasien RHD dengan adanya decomp cordis selain pemberantasan penyebab radang tersebut dengan antibiotik, diberikan juga terapi untuk mengurangi beban jantung dengan tirah baring sampai karditis membaik dan pemberian pemberian diuretik untuk mengurangi beban jantung.Selain itu sebagai langkah pencegahan agar tidak terjadi infeksi streptokokus lagi,setiap 4 minggu pasien diberikan antibiotik sampai umur 18 tahun. Antibiotik yang dipilih adalah Penisilin Benzatin 600.000 U atau pada penderita yang alergi terhadap penisilin dapat diberikan eritromisin 50 mg/kg BB/hari selama 10 hari. Sedangkan diuretik yang diberikan adalah golongan furosemid dan spinorolakton.

36